cover
Contact Name
M. Rikza Chamami
Contact Email
dimas@walisongo.ac.id
Phone
+6285281070111
Journal Mail Official
dimas@walisongo.ac.id
Editorial Address
Institute for Research and Community Services (LP2M) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Jl. Prof. Hamka - Rectorate Building, 3rd Floor Tambakaji Ngaliyan 50185 Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan
ISSN : 14119188     EISSN : 25029428     DOI : https://doi.org/10.21580/dms
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan is a social-religious research journal published by Institute for Research and Community Services (LP2M), UIN Walisongo Semarang. The focus of this journal is to disseminate research results based on community services, increasing the capacity of society and community empowerment, and innovations of community empowerment in all districts around Indonesia. This journal covers textual and fieldwork studies on those issues from various fields including law, economy, social, philosophy, history, mysticism, art, theology, and others.
Articles 414 Documents
Hoax Detection Program: Pendampingan Analisis Literasi Digital Konten Hoax untuk Majlis Taklim Muslimah di Jawa Tengah Mundhir, Mundhir; Djurban, Djurban
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 21 No. 1 (2021)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/dms.2021.211.7427

Abstract

Hoax dan fakta adalah dua hal yang berbeda tapi sering salah tebak. Keterbatasan informasi, identifikasi dan adanya keinginan berbagi informasi menjadi faktor utama hoax begitu mudah menyebar di tengah masyarakat. Majlis taklim muslimah di Jawa Tengah sebagai pusat kegiatan keagamaan ibu muslimah menjadi tempat diseminasi gagasan anti-hoax yang efektif karena selain menjadi forum kajian keagamaan dan spiritualitas, majlis taklim memiliki peran untuk penguatan persoalan sosial termasuk gerakan deteksi hoax. Proses pengabdian ini berlangsung dalam tiga tahap: assessment lapangan, FGD tentang literasi digital dan wawasan hoax, pelatihan dan pendampingan mengenai literasi digital untuk mendeteksi hoax serta tindak lanjut. Ada beberapa hasil dari pengabdian ini, antara lain subjek dampingan merupakan vulnerable communities dalam konteks informasi digital, dimana rentan usia didominasi 50-60 tahun yang memiliki kecakapan literasi digital rendah. Setelah program dampingan dilakukan, terjadi peningkatan kemampuan dalam proses deteksi hoax.
Inisiasi Gerakan Jamaah Maiyah dalam Pengurangan Potensi Konflik Sosial Yuantomoputra, Mada Marhaenesia; Damanik, Janianton
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 21 No. 1 (2021)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/dms.2021.211.6946

Abstract

Potensi konflik sosial di masyarakat diakibatkan oleh keberagaman dan perbedaan suku, agama, ras, dan golongan. Melalui sudut pandang gerakan sosial, Jamaah Maiyah di forum Mocopat Syafaat memperlihatkan adanya resolusi konflik dalam masyarakat. Peneliti bertujuan untuk melihat bentuk inisiasi dan efektifitas Jamaah Maiyah di forum Mocopat Syafaat dalam upayanya mengurangi potensi konflik tersebut. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dan pendekatan observasi partisipatif untuk melihat fenomena Jamaah Maiyah secara langsung. Data hasil wawancara diperoleh dari informan utama dan pendukung dengan menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan model interaktif melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, tampilan data, dan gambaran kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk inisiasi yang dilakukan Jamaah Maiyah adalah dengan melakukan diskusi rutin dalam forum pengajian Mocopat Syafaat. Konsep ‘Sinau Bareng’ dalam Maiyah merupakan perspektif untuk saling bertukar pikiran yang berdampak terhadap perubahan perilaku individu. Keberadaan Jamaah Maiyah secara efektif mampu meresolusi konflik berdasarkan aspek tujuan, integrasi, dan adaptasinya. Hal tersebut membuktikan bahwa Jamaah Maiyah merupakan gerakan sosial alternatif. The potential of social conflict in society will always exist due to diversity and differences in ethnic, religion, race, and groups. The point of view of the social movement, Jamaah Maiyah in the Mocopat Syafaat forum shows the existence of conflict resolution in society. The purpose is to see the form of initiation and effectiveness in reducing the potential of conflict. This research uses qualitative methods and participatory observation approaches, to see the Jamaah Maiyah phenomenon. Interview data were obtained from the main and supporting informants by using purposive sampling. The data analysis technique used an interactive model through three stages; namely data reduction, data display, and conclusions. The results showed that the form of initiation carried out by Jamaah Maiyah was conducting regular discussions in the Mocopat Syafaat forum. The concept of 'Sinau Bareng' in Maiyah is a perspective for exchanging ideas that have an impact to changes individual behavior. The existence of Jamaah Maiyah was effective able to resolve conflicts based on aspects of purpose, integration and adaptation. This also proves that Jamaah Maiyah is an alternative social movement.  
Peran Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (LP2M) Pesantren Al-Luqmaniyyah Yogyakarta dalam Mengurangi Masalah Krisis Keagamaan di Masyarakat Pelosok Asari, Aang; Charismanto, Charismanto
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 21 No. 1 (2021)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/dms.2021.211.7825

Abstract

Penelitian ini berfokus pada salah satu kegiatan pengabdian yang telah terprogram setiap tahunnya di pondok pesantren Al-Luqmaniyyah Yogyakarta. Sasaran Pengabdian ini dikonsentrasikan pada daerah terpelosok yang dirasa masih membutuhkan pengembangan dan pemberdayaan. Khususnya mengenai pemahaman keagamaan masyarakat yang dinilai masih awam. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Penulis menceritakan hasil pengamatan dan pengalamannya serta dengan penelusuran dari data-data yang sudah didapat dari beberapa responden terkait. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur dan observasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tahunan Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (LP2M) Pesantren Al-Luqmaniyyah yang dilaksanakan oleh santri-santri sebagai penggeraknya di lapangan, mampu untuk mengurangi krisis keagamaan di masyarakat. Selain itu pula dampak yang dirasakan masyarakat selaku objek dan santri sebagai subjek dari Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat ini bisa dirasakan oleh seluruh pihak terkait. Lembaga pengabdian dan pengembangan pondok pesantren ini juga masih tetap eksis dari awal berdiri hingga saat ini. This research focuses on one of the yearly programmed service activities at the Al-Luqmaniyyah Yogykarta Islamic boarding school. This Community Service target focuses on remote areas that still need development and empowerment. Especially regarding the religious understanding of the community which is still common. The method used is descriptive qualitative method. The author tells the results of his observations and experiences and also presents the results of tracing data obtained from several related respondents. The data collection process in this research used semi-structured interviews and observations. The data analysis technique was carried out by means of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the annual program of the Institute for Community Service and Development (LP2M) of Al-Luqmaniyyah Islamic Boarding School which was implemented by the students as a driving force was able to reduce the religious crisis in society. In addition, the impact felt by the community as objects and students as subjects of this Community Service and Development Institute can be felt by all parties involved. This institution also still exists today.
Pemberdayaan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) RW 04, Kelurahan Jemur Wonosari, Kota Surabaya Liesawan, Tresiyani Mettasari; Novita, Jesseline Carissa
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 21 No. 1 (2021)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/dms.2021.211.8036

Abstract

The COVID-19 pandemic has had many impacts on various fields. One of those affected is micro, small, and medium enterprises (MSMEs). Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) in RW 04, Jemur Wonosari, Surabaya, is a place that produces or empowers hydroponic vegetables. The marketing and sales system was still very conventional and by word of mouth that KRPL struggled during the pandemic. Therefore, an empowerment of KRPL was held with the hope that it could help the development of business through marketing. This service conducted interviews to find more detailed information, to create business logos, signboards, e-commerce and at last, the results were presented to RW 04 and KRPL.Pandemi COVID-19 banyak memberi dampak pada berbagai bidang. Salah satu yang terkena dampaknya adalah usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang ada di RW 04, Jemur Wonosari, Surabaya adalah tempat yang memproduksi atau memberdayakan sayuran hidroponik. Sistem pemasaran dan penjualan produk masih sangat tradisional dan secara manual dari mulut ke mulut sehingga KRPL mengalami kesulitan saat pandemi. Oleh karena itu, diadakan pemberdayaan kawasan KRPL dengan harapan dapat membantu mengembangkan usaha masyarakat melalui pemasaran. Pengabdian ini melakukan wawancara untuk menemukan informasi lebih detail, membuatkan logo usaha, papan nama, e-commerce dan setelah itu akan dilakukan presentasi hasil ke pihak RW 04 dan KRPL. 
Parenting Berbasis Desa (PAREDES) dalam Sinergitas Ekonomi Keluarga pada Masyarakat Desa Oro-Oro Ombo Kota Batu Jawa Timur Setiawan, Eko; Jannah, Shofiatul
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 21 No. 1 (2021)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/dms.2021.211.8026

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu bagian dari thridharma perguruan tinggi yang harus dilaksanakan oleh seluruh dosen dan sivitas akademika lainnya untuk terlibat dalam kegiatan tersebut. Universitas Islam Malang telah mendukung program pengabdian kepada masyarakat dengan pendanaan internal yang dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia pada tahun 2021. Program ini telah mengintegrasikan program parenting berbasis desa dalam sinergitas ekonomi keluarga berupa sosialisasi dan pendampingan parenting berbasis desa yang dilaksanakan secara berkelanjutan selama tiga bulan. Dengan metode RRA (Rapid Rural Appraisal) yaitu metode untuk mendapatkan data secara akurat untuk memahami kondisi pedesaan pada tingkat komunitas lokal dan juga PRA (Participatory Rural Appraisal) yaitu sebuah metode untuk mempelajari kondisi pedesaan dari, dengan dan oleh masyarakat desa itu sendiri. Adapun lokasi adalah desa Oro-oro Ombo Kota Batu Jawa Timur yang merupakan kota wisata. Materi yang disampaikan adalah parenting dalam meningkatkan kualitas Pendidikan keluarga. Adapun hasil yang didapatkan adalah kesadaran orang tua terhadap Pendidikan, pola asuh pengasuhan anak serta membangun minesite bahwa pendidikan merupakan investasi pembangunan nasional. Community service is one part of higher education thridharma that must be carried out by all lecturers and other academicians to be involved in these activities. The Islamic University of Malang has supported community service programs with internal funding which will be implemented throughout Indonesia in 2021. This program has integrated village-based parenting programs into family economic synergy in the form of village-based parenting socialization and assistance which is carried out continuously for three months. With the RRA (Rapid Rural Appraisal) method, which is a method for obtaining accurate data to understand rural conditions at the local community level and also PRA (Participatory Rural Appraisal), which is a method for studying rural conditions from, with and by the village community itself. The location is the village of Oro-oro Ombo, Batu City, East Java, which is a tourist city. The material presented is parenting in improving the quality of family education. As for the results obtained, the parents' awareness of education, parenting, and building a minesite that education is an investment in national development. 
Empowerment of Social Capital Based on Religion to Espouse Employee Work Ethics at Al-Azhar Foundation Jakarta Sarji, Sarji; Wibowo, Ardianto Bayu
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 21 No. 1 (2021)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/dms.2021.211.7629

Abstract

Trust is the essence of social capital. The Al-Azhar Islamic Boarding School Foundation (YPI) as an educational institution requires trust to survive and develop until now. As a religion-based foundation, the work ethic of employees is expected to be able to follow the religious norms that have been established so as to become a character for the institution. This research uses descriptive and exploratory approaches so that the researcher can clearly describe the concepts used in this research in detail. While the data was collected through observation and interviews from supervisors, administrators, supervisors, teachers, employees, alumni and the parents of YPI Al-Azhar. The results showed that employees and teachers at work prioritized service and honor than indicators of worship and trust. Employees at work are generally still transactional and pragmatic. So that the religious socio-religious capital, grace and sincerity that were imparted and inherited by the founders of Al-Azhar have not yet become the soul of the employees at work. Kepercayaan merupakan inti dari modal sosial. Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al- Azhar sebagai lembaga pendidikan memerlukan kepercayaan untuk bertahan dan berkembang hingga saat ini. Sebagai yayasan yang berlandaskan agama, maka etos kerja karyawan diharapkan dapat mengikuti Norma agama yang sudah ditetapkan agar menjadi karakter bagi lembaga tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan eksploratif agar peneliti dapat menggambarkan dengan jelas konsep yang digunakan dalam penelitian ini secara rinci. Sedangkan data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dari pembina, pengurus, pengawas, guru, karyawan, alumni dan serta orangtua murid YPI Al-Azhar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para karyawan dan guru dalam bekerja lebih mendahulukan pelayanan dan kehormatan dibandingkan indikator ibadah dan amanah. Karyawan dalam bekerja pada umumnya masih bersifat transaksional dan pragmatis. Sehingga modal sosial religious, keikhlasan, ketulusan yang disemaikan dan diwariskan oleh para pendiri Al-azhar belum dapat menjadi jiwa dari para pegawai dalam bekerja.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal Bagi Guru MI di Kota Semarang Imron, Ali; Shobirin, Ma'as
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 21 No. 1 (2021)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/dms.2021.211.7342

Abstract

The teacher in learning has a dual role as a guide, director, motivator, supervisor and designer as well as executor. Increasing the ability to develop teaching materials as an illustration of the changes that occur in students based on the local wisdom of a community also needs to be done. The purpose of writing articles from this mentoring activity is to: 1) find out how the development of teaching materials based on local wisdom for MI teachers in Semarang City, 2) find out the various potentials of local wisdom that have educational value in Semarang City The results of the MI teacher mentoring activities in developing teaching materials based on local wisdom are: 1) The implementation of activities focused on mentoring teachers in developing teaching materials based on local wisdom through an asset-based approach. Activities involving MI teachers in the city of Semarang. The form of activities carried out were FGD and practical training and evaluation and monitoring, the implementation of activities at the Micro Teaching Laboratory of the Faculty of Religion, Wahid Hasyim University. 2) The material of local wisdom if grouped based on its characteristics into 3, namely: local figures (ulama) Semarang and around, Heritage (historical buildings) and culture. There are several scholars in Semarang and its surroundings who are visited by many or the community's pilgrimage destinations, including: Kiai Sholeh Darat, Mbah Mudzakkir, Mbah Shodiq Jago and Syekh Jumadil Kubro. Meanwhile, several historical buildings as relics and become tourist destinations include: Lawang Sewu, Ronggowarsito Museum, Sampo Kong, belenduk church, and old buildings around the old city of Semarang. The culture that is maintained and carried out regularly and properly includes: Nyadran, Ritual Offerings Rewandha Goa Kreo, Dugderan. Guru dalam pembelajaran memiliki peran ganda sebagai pembimbing, pengarah, pemotivasi, pengawas dan perancang sekaligus pelaksana. Meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan bahan ajar sebagai gambaran perubahan yang terjadi pada peserta didik bersumber pada kearifan lokal suatu masyarakat juga perlu dilakukan. Tujuan penulisan artikel dari kegiatan pendampingan ini adalah untuk: 1) mengetahui bagaimana pelaksanaan pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal bagi guru MI di Kota Semarang, 2) mengetahui berbagai potensi kearifan lokal yang memiliki nilai edukatif yang ada di Kota Semarang. Hasil dari kegiatan pendampingan guru MI dalam mengembangkan bahan ajar berbasis kearifan lokal adalah: 1) Pelaksanaan kegiatan fokus pada pendampingan guru dalam mengembangkan bahan ajar berbasi kearifan lokal melalui pendekatan berbasis aset. Kegiatan melibatkan guru MI di Kota Semarang. Bentuk Kegiatan yang dilaksanakan adalah FGD dan Pelatihan praktik dan evaluasi serta monitoring, pelaksanaan kegiatan di Laboratorium Micro Teaching Fakultas Agama Universitas Wahid Hasyim. 2) Materi kearifan lokal tersebut apabila dikelompokkan berdasarkan karakteristiknya menjadi 3, yaitu: tokoh (ulama) Lokal Semarang dan sekitar, Peninggalan (bangunan sejarah) dan Kebudayaan. Terdapat beberapa ulama di Semarang dan Sekitarnya yang banyak dikunjungi atau tujuan ziarah masyarakat antara lain: Kiai Sholeh Darat, Mbah Mudzakkir, Mbah Shodiq Jago dan Syekh Jumadil Kubro. Sedangkan beberapa bangunan bersejarah sebagai peninggalan dan menjadi tujuan wisata antara lain: Lawang Sewu, Museum Ronggowarsito, Sampo Kong, Gereja Blenduk, dan bangunan tua di sekitar kota lama Semarang. Adapun kebudayaan yang terjaga dan terlaksana secara rutin dan dengan baik diantaranya: Nyadran, Ritual Sesaji Rewandha Goa Kreo, Dugderan.
UBAH SAMPAH MENJADI BERKAH: PENDAMPINGAN PEGAWAI TENAGA KEBERSIHAN DALAM PENGELOLAAN SAMPAH Dian Triastari Armanda
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 14 No. 1 tahun 2014
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.76 KB) | DOI: 10.21580/dms.2014.141.391

Abstract

Sampah merupakan masalah yang klasik sekaligus masalah yang selalu aktual.Mitra dampingan yang dipilih dalam program pendampingan ini adalah pegawaitenaga kebersihan kampus IAIN Walisongo. Tujuan program ini adalahmerubah paradigma pegawai tenaga kebersihan kampus terhadap sampah,membekali mereka dengan pengetahuan dan ketrampilan pengelolaan sampah(terutama sampah organik) yang secara jangka panjang dapat berguna untukpengingkatan kesejahteraan mereka.Tahap-tahap yang ditempuh terdiri atas: pertama, kegiatan diskusi/sharingdan analisis SWOT mengenai teknik pengelolaan sampah, untuk merubah;kedua, pelatihan pengelolaan sampah dan wacana bisnis sampah; ketiga,penguatan komitmen berkarya; keempat, pendampingan langsung mitra dalampenerapan pengelolaan sampah (uji coba); kelima, evaluasi program olehmitra dampingan bersama pengabdi; dan keenam, penyusunan rencana keberlanjutan program.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal Bagi Guru MI di Kota Semarang Ali Imron; Ma'as Shobirin
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.831 KB) | DOI: 10.21580/dms.2021.211.7342

Abstract

The teacher in learning has a dual role as a guide, director, motivator, supervisor and designer as well as executor. Increasing the ability to develop teaching materials as an illustration of the changes that occur in students based on the local wisdom of a community also needs to be done. The purpose of writing articles from this mentoring activity is to: 1) find out how the development of teaching materials based on local wisdom for MI teachers in Semarang City, 2) find out the various potentials of local wisdom that have educational value in Semarang City The results of the MI teacher mentoring activities in developing teaching materials based on local wisdom are: 1) The implementation of activities focused on mentoring teachers in developing teaching materials based on local wisdom through an asset-based approach. Activities involving MI teachers in the city of Semarang. The form of activities carried out were FGD and practical training and evaluation and monitoring, the implementation of activities at the Micro Teaching Laboratory of the Faculty of Religion, Wahid Hasyim University. 2) The material of local wisdom if grouped based on its characteristics into 3, namely: local figures (ulama) Semarang and around, Heritage (historical buildings) and culture. There are several scholars in Semarang and its surroundings who are visited by many or the community's pilgrimage destinations, including: Kiai Sholeh Darat, Mbah Mudzakkir, Mbah Shodiq Jago and Syekh Jumadil Kubro. Meanwhile, several historical buildings as relics and become tourist destinations include: Lawang Sewu, Ronggowarsito Museum, Sampo Kong, belenduk church, and old buildings around the old city of Semarang. The culture that is maintained and carried out regularly and properly includes: Nyadran, Ritual Offerings Rewandha Goa Kreo, Dugderan. Guru dalam pembelajaran memiliki peran ganda sebagai pembimbing, pengarah, pemotivasi, pengawas dan perancang sekaligus pelaksana. Meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan bahan ajar sebagai gambaran perubahan yang terjadi pada peserta didik bersumber pada kearifan lokal suatu masyarakat juga perlu dilakukan. Tujuan penulisan artikel dari kegiatan pendampingan ini adalah untuk: 1) mengetahui bagaimana pelaksanaan pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal bagi guru MI di Kota Semarang, 2) mengetahui berbagai potensi kearifan lokal yang memiliki nilai edukatif yang ada di Kota Semarang. Hasil dari kegiatan pendampingan guru MI dalam mengembangkan bahan ajar berbasis kearifan lokal adalah: 1) Pelaksanaan kegiatan fokus pada pendampingan guru dalam mengembangkan bahan ajar berbasi kearifan lokal melalui pendekatan berbasis aset. Kegiatan melibatkan guru MI di Kota Semarang. Bentuk Kegiatan yang dilaksanakan adalah FGD dan Pelatihan praktik dan evaluasi serta monitoring, pelaksanaan kegiatan di Laboratorium Micro Teaching Fakultas Agama Universitas Wahid Hasyim. 2) Materi kearifan lokal tersebut apabila dikelompokkan berdasarkan karakteristiknya menjadi 3, yaitu: tokoh (ulama) Lokal Semarang dan sekitar, Peninggalan (bangunan sejarah) dan Kebudayaan. Terdapat beberapa ulama di Semarang dan Sekitarnya yang banyak dikunjungi atau tujuan ziarah masyarakat antara lain: Kiai Sholeh Darat, Mbah Mudzakkir, Mbah Shodiq Jago dan Syekh Jumadil Kubro. Sedangkan beberapa bangunan bersejarah sebagai peninggalan dan menjadi tujuan wisata antara lain: Lawang Sewu, Museum Ronggowarsito, Sampo Kong, Gereja Blenduk, dan bangunan tua di sekitar kota lama Semarang. Adapun kebudayaan yang terjaga dan terlaksana secara rutin dan dengan baik diantaranya: Nyadran, Ritual Sesaji Rewandha Goa Kreo, Dugderan.
Pengembangan Budaya Membaca Siswa Madrasah Ibtidaiyah di Kota Semarang Fahrurrozi Fahrurrozi
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 16 No. 1 Tahun 2016
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.296 KB) | DOI: 10.21580/dms.2016.161.893

Abstract

This mentoring is motivated by a study, which shows the importance of reading skills of students in the early grades and determine their learning success in the next grade. On the basis of these reasons, then the reading culture is an alternative that can be developed school / madrasah. Based on that background, the mentoring was implemented to develop a reading culture of students in the madrasas built FITK UIN Walisongo, namely MIT Nurul Islam, MI Darul Ulum, MI Miftahul Akhlaqiyah. There are several assistance activities undertaken to develop a culture of reading, the Focus Group Discussion, MoU between the Department of MPI UIN Walisongo the MI side, the MoU with the Regional Library related to the addition of books, parenting about the growth of the reading culture of children, training-based learning literacy for teachers, and a comparative study to MIN Model Sleman, Yogyakarta. Pendampingan ini dilatarbelakangi oleh sebuah penelitian, yang  menunjukkan pentingnya kemampuan baca siswa di  kelas awal dan menentukan keberhasilan belajar mereka pada kelas selanjutnya. Atas dasar alasan itulah, maka budaya baca adalah sebuah alternatif yang dapat dikembangkan sekolah/madrasah. Berdasarkan latar belakang itulah, maka pendampingan dilaksanakan untuk mengembangkan budaya baca siswa di madrasah binaan FITK UIN Walisongo, yaitu MIT Nurul Islam, MI Darul Ulum, MI Miftahul Akhlaqiyah. Terdapat beberapa kegiatan pendampingan yang dilakukan untuk mengembangkan budaya baca, yaitu Focus Group Discussion, MoU antara Jurusan MPI UIN Walisongo dengan MI dampingan, MoU dengan Perpustakaan Daerah terkait penambahan koleksi buku, parenting tentang penumbuhan budaya baca anak, pelatihan pembelajaran berbasis literasi bagi guru, dan studi banding ke MIN Model Kabupaten Sleman Yogyakarta.