cover
Contact Name
M. Rikza Chamami
Contact Email
dimas@walisongo.ac.id
Phone
+6285281070111
Journal Mail Official
dimas@walisongo.ac.id
Editorial Address
Institute for Research and Community Services (LP2M) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Jl. Prof. Hamka - Rectorate Building, 3rd Floor Tambakaji Ngaliyan 50185 Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan
ISSN : 14119188     EISSN : 25029428     DOI : https://doi.org/10.21580/dms
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan is a social-religious research journal published by Institute for Research and Community Services (LP2M), UIN Walisongo Semarang. The focus of this journal is to disseminate research results based on community services, increasing the capacity of society and community empowerment, and innovations of community empowerment in all districts around Indonesia. This journal covers textual and fieldwork studies on those issues from various fields including law, economy, social, philosophy, history, mysticism, art, theology, and others.
Articles 414 Documents
Optimalisasi Potensi Ekonomi Masyarakat Melalui Budidaya Jamur Tiram Waris Waris; Nurul Khasanah
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.057 KB) | DOI: 10.21580/dms.2018.182.3195

Abstract

This service research aims to open up the entrepreneurial spirit of Mitir community. The development of entrepreneurial spirit will automatically reduce the unemployment class and the working class in Mitir. With the emergence of oyster mushroom entrepreneurs, it is expected to increase the income of the community. The increasing income of the community is related to the increasing level of education of the younger generation in the country. If the level of education has begun to increase, the poverty rate in the following year will be gradually reduced. Through this paper, it is concluded that the presence of outside agents is very necessary for Mitir community. The agent serves to provide knowledge about the cultivation of oyster. With the presence of the agents, will be able to cut people mindset who tend to take it for granted, so that the community have open opportunities to achieve their own desired goals.Penelitian pengabdian ini bertujuan untuk membuka jiwa wirausaha masyarakat dusun Mitir. Berkembangnya jiwa wirausaha akan secara otomatis memangkas kelas pengangguran, kelas buruh di dusun Mitir. Nantinya dengan banyak munculnya wirausahawan jamur tiram maka pendapatan masyarakat meningkat. Peningkatan pendapatan masyarakat berelasi dengan meningkatnya tingkat pendidikan generasi muda di dusun Mitir. Jika tingkat pendidikan sudah mulai mengalami peningkatan maka secara perlahan angka kemiskinan ditahun berikutnya sedikit dapat dikurangi. Melalui tulisan ini disimpulkan adanya agen dari luar sangat diperlukan bagi masyarakat dsn. Mitir. Agen berfungsi untuk memberikan pengetahuan tentang budidaya jamur tiram. Dengan adanya agen akan dapat memotong mata rantai pola pikir masyarakat yang cenderung take it for granted, sehingga masyarakat terbuka peluangnya untuk mencapai tujuan yang dikehendaki sendiri.
PENGUATAN PENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN MELALUI PENDIDIKAN NON FORMAL DI KELURAHAN KEDUNGPANI KECAMATAN MIJEN SEMARANG Sri Purwaningsih
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 14 No. 1 tahun 2014
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.47 KB) | DOI: 10.21580/dms.2014.141.401

Abstract

KPD kali ini bertujuan untuk penguatan pendidikan dan keagamaan dikelurahan Kedungpani kecamatan Mijen Semarang. Yang melatarbelakangipemilihan lokasi dampingan ini (1)kesadaran orang tua dan masyarakatterhadap pendidikan keagamaan rendah bahkan tidak ada, (2)pengetahuantentang akidah, akhlak dan syariat yang dibutuhkan anak belum dipenuhi olehorang tuanya, (3)Kristenisasi di lokasi dampingan sangat memprihatinkan,dan (4)pelaksana merupakan warga lokasi dampingan, sehingga mempermudahmelakukan pendampingan secara intensif dan berkelanjutan denganpendekatan pemberdayaan. Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan disamping untuk anak dan remaja, juga untuk orang tua maupun masyarakat.Karena diharapkan kesadaran orang tua dan masyarakat meningkat, sehinggadapat bekerjasama di lokasi dampingan. Di samping itu juga menggunakanpendekatan participatory. Orang tua dan masyarakat serta murid Madin Al-Junnah bukan obyek, namun subyek dampingan, yaitu dengan menghargaiperan serta orang tua dan masyarakat. Dengan pendekatan pemberdayaan danparticipatory ini, terbukti sangat mendukung keberhasilan penguatanpendidikan keagamaan di lokasi dampingan.
Sumber Energi Terbarukan dan Pupuk Organik dari Limbah Kotoran Sapi Mulyatun Mulyatun
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 16 No. 1 Tahun 2016
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.496 KB) | DOI: 10.21580/dms.2016.161.898

Abstract

In order to meet households energy needs, one of the groundbreaking efforts that needs to be done is to implement appropriate technology training in utilization of cow manure waste by recycling it into biogas and organic fertilizer. Animal husbandry in Bambankerep Sub-District of Ngaliyan, Semarang City, are sufficiently developed, however, the use of livestock manure has not been optimal, whereas livestock manure can be used as raw material to produce renewable energy in the form of biogas and organic fertilizer. Furthermore, Limited knowledge and skills of the people in Bambankerep sub-district in the utilization of cow manure waste by recycling it into biogas and organic fertilizer have become the main problem. Steps performed in Community service programs are as follow (1) Socialization of recycling livestock waste into a blessing; (2) training, (3) Monitoring and outreaching. The impact generated from this community service programs, among others are: (1) raising public awareness in the utilization of cow manure waste for biogas alternative energy, (2) increasing knowledge and skills of people in processing cow manure into energy and fertilizer, (3) growing number of business groups in cow manure organic fertilizer processing that are expected can improve the welfare of the people in Bambankerep sub-district, Mijen, Semarang City. Dalam rangka pemenuhan keperluan energi rumah tangga, salah satu upaya terobosan yang perlu dilakukan adalah melaksanakan pelatihan teknologi tepat guna pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi biogas dan pupuk organik. Usaha peternakan di Kelurahan Bambankerep, Ngaliyan Semarang cukup berkembang, tapi pemanfaatan kotoran ternak selama ini belum optimal, padahal kotoran ternak dapat dijadikan sebagai bahan baku untuk menghasilkan energi terbarukan dalam bentuk biogas dan pupuk organik. Keterbatasannya pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki masyarakat di Kelurahan Bambankerep mengolah limbah kotoran sapai menjadi biogas dan pupuk organik menjadi permasalahn utama. Tahapan program pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah: (1) Sosialisai pemanfaatan limbah kotoran hewan menjadi berkah; (2) pelatihan; (3) Monitoring dan Pendampingan. Dampak yang dihasilkan dari program pengabdian masyarakat ini antara lain: (1) meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan limbah kotoran sapi untuk energi alternatif biogas, (2) meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan masyarakat bidang pengolahan kotoran sapi menjadi energi dan pupuk, (3) tumbuhnya kelompok usaha pengolahan pupuk organik dari kotoran sapi sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kelurahan Bambankerep Ngaliyan Semarang.
PERAN PENYULUH AGAMA SEBAGAI MEDIATOR NON AJUDIKASI TERHADAP PIHAK SENGKETA Laili Asiqah; Hari Syamhari; Siti Fatimah
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.17 KB) | DOI: 10.21580/dms.2018.181.2526

Abstract

Courts are not the only media to resolve cases for the parties to the dispute. There are still other ways out of court that are actually more appropriate and quick to resolve cases of dispute and / or crime, is mediation. In the Religious Courts have also been introduced to mediation to further enhance the peace efforts that have been undertaken to improve broken family relationships (want to separate / talaq). One of the alternatives presented in solving a divorce case is based on a win-win solution. The problem to be studied in this article is how the duties and responsibilities of religious instructors in carrying out their profession to provide advocacy, mentoring, and mediate non ajudikasi based on the principle of help-help, cling to the source of Islamic teachings. Second, the role of religious counselor in the mediation of divorce dispute cases should be competent, so that no party is harmed. Pengelolan Pengadilan bukan satu-satunya media untuk menyelesaikan perkara bagi para pihak yangbersengketa. Masih ada cara lain di luar pengadilan yang sebenarnya lebih tepat dan cepat untukmenyelesaikan kasus sengketa dan atau kriminal, yaitu mediasi. Di PengadilanAgama juga telah diperkenalkan dengan mediasi guna lebih meningkatkanupaya-upaya damai yang selama ini dijalankan untuk memperbaiki hubungankeluarga yang sedang retak (ingin berpisah/talaq).Salah satu alternatif yang disuguhkan dalam menyelesaikan perkara perceraian adalah berdasarkan pada konsep sama-sama menang (win-win solution). Permasalahan yang akan dikaji dalam artikel ini adalah bagaimana tugas dan tanggung jawab penyuluh agama dalam menjalankan profesinya untuk memberikan advokasi ,pendampingan, dan menjadi mediator non ajudikasi berdasarkan pada prinsip tolong-menolong, berpegang teguh pada sumber ajaran agama Islam. Kedua, peran penyuluh agama dalam mediasi perkara sengketa perceraian sebaiknya harus kompeten, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.
Pemberdayaan Siswa Madrasah Aliyah melalui Pelatihan Chemoentrepreneurship Lilin Hias Aromaterapi Mohammad Agus Prayitno; Husna Amalana
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.392 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.192.5125

Abstract

Islamic Senior High School of Mu'allimin Mu'allimat Rembang (MA M3R) is one of the oldest school in Rembang Regency. Most of the students who attend the school are students from various Islamic boarding schools in the city of Rembang. Most of the graduates from MA M3R did not continue to Higher Education. There are those who work, get married, and those who continue chanting. For this reason, counseling activities are needed which are to provide training to MA M3R students who aim to equip entrepreneurial skills after graduation. One of the entrepreneurial skills that can be delivered is the making of aromatherapy decorative candles. The stages in the extension activities include 3 stages, namely preparation, implementation and evaluation. This service activity is able to increase student entrepreneurial motivation, train students' tenacity and responsibility, and train good ways of communicating when marketing product results. Madrasah Aliyah Mu’allimin Mu’allimat Rembang (MA M3R) merupakan salah satu madrasah tertua di Kabupaten Rembang. Sebagian besar siswa yang bersekolah di madarah tersebut adalah santri dari berbagai pondok pesantren yang ada di kota Rembang. Sebagian besar lulusan dari MA M3R tidak melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Ada yang bekerja, menikah, dan adapula yang melanjutkan mengaji. Untuk itu diperlukan kegiatan penyuluhan yang sifatnya memberikan pelatihan terhadap siswa-siswi MA M3R yang bertujuan untuk membekali keterampilan wirausaha setelah lulus. Salah satu keterampilan wirausaha yang dapat disampaikan adalah pembuatan lilin hias beraromaterapi. Tahapan dalam kegiatan penyuluhan ini meliputi 3 tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan pengabdian ini mampu meningkatkan motivasi wirausaha siswa, melatih keuletan dan tanggung jawab siswa, serta melatih cara berkomunikasi yang baik pada saat memasarkan hasil produk.
PEMBERDAYAAN TAMAN PENDIDIKAN AL-QURAN (TPQ) ALHUSNA PASADENA SEMARANG Hatta Abdul Malik
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 13 No. 2 Tahun 2013
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.957 KB) | DOI: 10.21580/dms.2013.132.60

Abstract

Salah satu lembaga informal di bidang pendidikan agama yang marak di masyarakat adalah Taman Pendidikan al-Quran. Meskipun sudah banyak TPQ yang sukses dengan jumlah murid yang banyak dan administrasi yang bagus, namun juga masih banyak TPQ yang mengalami kembang-kempis apalagi di tengah perkotaan dan masyarakat ekonomi menengah ke atas, salah satunya adalah TPQ al-Husna di Pasadena Semarang. TPQ ini berada di perumahan menengah ke atas, namun karena kesadaran para orang tua untuk mendidik anak pandai mengaji sangatlah kurang. Pendampingan yang dilakukan di TPQ al-Husna adalah dengan bersama-sama mengadakan analisa situasi dengan menggunakan analisis SWOT, kemudian melakukan pendampingan untuk penataan administrasi TPQ sekaligus melakukan pendekatan terhadap para orang tua anak-anak di wilayah Pasadena.
Optimalisasi Edukasi Wakaf Produktif dalam Mendorong Kesejahteraan Masyarakat M Makhrus; Safitri Mukarromah; Istianah Istianah
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.937 KB) | DOI: 10.21580/dms.2021.211.7989

Abstract

Wakaf sebagai salah satu pranata dalam Islam, memiliki dimensi spiritual dan sosial. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk mengoptimalkan pemahaman peserta secara komprehensif mengenai wakaf produktif dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Metode dalam kegiatan ini dilakukan secara partisipatoris dialogis dengan membagi materi dalam tiga sesi, yakni dasar-dasar hukum wakaf, urgensi wakaf produktif, dan tata kelola wakaf produktif. Hasil kegiatan ini menujukkan bahwa pentingnya wakaf produktif masih perlu disosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat, dikarenakan tidak sepopuler wakaf umumnya, seperti tanah, masjid, dan kuburan. Adapun respon peserta dalam proses kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan ini telah terlaksana secara baik, sehingga memberikan dampak interaktif, motivasi, dilaksanakan secara rutin, dan telah memenuhi kebutuhan peserta. Berkaitan terpenuhinya kebutuhan peserta tersebut ditandai dengan meningkatkan pemahaman, menambah skill, motivasi, sikap, dan perilaku tentang berwakaf secara kelembagaan. Implikasinya, bentuk literasi wakaf produktif perlu dioptimalkan dan pengelolaan wakaf produktif terus ditingkatkan ke berbagai sektor strategis yang memberikan dampak kesejahteraan kepada masyarakat. 
Implementasi Audiobook Islami Sebagai Media Pelatihan Berdakwah Muslim Tunanetra Maya Rini Handayani; Asep Dadang Abdullah; Ema Hidayanti
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 16 No. 1 Tahun 2016
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.208 KB) | DOI: 10.21580/dms.2016.161.889

Abstract

Blind Muslims have the same obligations as other non-disabled muslims to spread Islam. Surely the method, the maddah and the media of da’wa that can be used must be adapted to the disabilities Muslim.This problem led the team to propose creating Islamic audiobooks or buku bersuara along with the training for disabled muslim. This program divided into several activities such as making of storyboard, recording, testing, editing of the audiobook, and some of trainings namely listening the Islamic audiobook, making of maddah da’wa, and training of gesture. The benefits of these program for blind people are: (1) to make it easier for learning to spread da’wa using Islamic audiobook, (2) simplify them to choose the best da'wa technique, (3) to make it easier of understanding about the maddah of da’wa, (4) to make it easier in choosing media of da’wa, (5) to help in improving intonation and gestures. Muslim tunanetra mempunyai kewajiban yang sama seperti muslim awas lainnya dalam menyampaikan dakwah. Tentunya metode, materi dan media dakwah yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan muslim tunanetra.Permasalahan ini membuat tim pengabdi menciptakan sebuah audiobook (buku bersuara) Islami beserta pelatihan penggunaan untuk tunanetra muslim. Pengabdian ini dibagi menjadi beberapa kegiatan seperti pembuatan storyboard, perekaman, pengujian, pengeditan audiobook dan beberapa pelatihan seperti mendengarkan audiobook Islami yang telah dibuat, membuat maddah dakwah dan pelatihan gestur.Manfaat yang dapat diperoleh calon dai tunanetra dengan adanya pelatihan audiobook ini adalah 1) mempermudah dalam berdakwah sebab file audiobook Islami dapat diputar dan didengar kapanpun dan dimanapun, 2) mempermudah dalam memilih teknik berdakwah yang baik dan benar sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan yang dimiliki, 3) mempermudah proses pemahaman akan bagaimana memilih maddah keagamaan yang sesuai dengan kondisi mad’u , 4) mempermudah untuk memilih media dakwah  dan 5) membantu dalam memperbaiki intonasi dan gestur  dalam berdakwah.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Wisata Budaya Jonotemayang Bojonegoro Jawa Timur Nur Lailatul Musyafa’ah
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.393 KB) | DOI: 10.21580/dms.2017.172.2427

Abstract

Jono Temayang Bojonegoro Village is known as a cultural tourism village. On January 20-February 19, 2016, 21 students of UIN Sunan Ampel Surabaya and a lecturer supervising the community in Jono Temayang Bojonegoro village in Real Work Participatory Action Research (KKN PAR). KKN PAR is implemented to optimize the empowerment of the community of cultural tourism village Jono Temayang Bojonegoro. Based on the results of mapping and transect, it is known that Jono village has tremendous potential to be developed from agriculture, animal husbandry, culture, religion and education. Among the problems faced by the Jono community are environmental, religious and educational issues. Based on the existing problems, then the action of the team accompanying the community is to establish a garbage bank, planting a toga plant, holding a "ngaji together", and private lessons. Desa Jono Temayang Bojonegoro dikenal sebagai desa wisata budaya.Pada 20 Januari-19 Februari 2016, 21 mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya dan satu dosen pembimbing melakukan pengabdian masyarakat di desa Jono Temayang Bojonegoro dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata Participatory Action Research (KKN PAR). KKN PAR tersebut dilaksanakan untuk mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat desa wisata budaya Jono Temayang Bojonegoro. Berdasarkan hasil mapping dan transect, diketahui bahwa desa Jono memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan, baik dari sector pertanian, peternakan, budaya, agama dan pendidikan. Diantara masalah yang dihadapi masyarakat Jono adalah masalah lingkungan, agama dan pendidikan. Berdasarkan masalah yang ada, maka maka action yang dilakukan tim pendamping bersama masyarakat adalah mendirikan bank sampah, menanam tanaman toga, mengadakan “ngaji bareng”, dan les privat.
Pendampingan Santri untuk Membangun Tradisi Literasi Di Pondok Pesantren Al-Mubarok Mranggen Demak Taslim Syahlan; Ali Imron; Laila Ngindana Zulfa; Ma'as Shobirin
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.107 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.191.4144

Abstract

The development of a civilization is never separated from the power of the nation in literacy tradition. Human being are given intellect, the mind to produce ideas for creating a form of writing works. Pesantren as institutions of Islamic education has a strategic position to apply the tradition of literacy among students. It needs to be an effort in designing a productive minds of the students. Based on this background, the mentoring program is to help students in literacy tradition Pondok Pesantren Al Mubarok Mranggen Demak. The service activities include literacy seminars, training and assignment to write a book-making students. Some institutions into collaborative partners include Center for the Study and Development of Islamic Sciences and Gisaf Central Java. Through community service program is expected to produce students who are able to document authors thought through writing. Perkembangan sebuah peradaban tidak pernah lepas dari kekuatan bangsa dalam literasi. Manusia diberikan akal, pikiran guna memproduksi gagasan agar menciptakan karya berbentuk tulisan. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki posisi strategis untuk menerapkan tradisi literasi di kalangan santri. Perlu ada upaya dalam mendesain agar pikiran produktif para santri. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka pendampingan dilaksanakan untuk membangun tradisi literasi santri di Pondok Pesantren Al Mubarok Mranggen Demak. Adapun kegiatan pengabdian antara lain seminar literasi, pelatihan menulis dan penugasan pembuatan buku santri. beberapa lembaga menjadi mitra kerjasama antara lain Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman dan Gisaf Jawa Tengah. Melalui program pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu menghasilkan santri penulis yang mampu mendokumentasikan pemikiran lewat tulisan.