cover
Contact Name
Aditya Mahatidanar Hidayat
Contact Email
adityamahatidanar@gmail.com
Phone
+6281379843467
Journal Mail Official
tekniksipil@ubl.ac.id
Editorial Address
Jl. Z.A. Pagar Alam No 26, Labuhan Ratu, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20872860     EISSN : 27456110     DOI : http://dx.doi.org/10.36448/jts.v14i1
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil ini memberikan para peneliti dan praktisi di bidang teknik struktural dan sipil dengan forum unik untuk menyebarkan ide dan teknik baru dengan dampak potensial yang signifikan. Jurnal Teknik Sipil mengundang pengajuan makalah asli, empiris, dan teoretis serta studi kasus dan resensi buku yang mencakup berbagai bidang Teknik Sipil yang terdaftar (namun tidak terbatas pada) sebagai berikut: 1. Konstruksi dan Bahan Bangunan 2. Rekayasa Struktur dan Gempa 3. Mekanika Batuan dan Rekayasa Geoteknik 4. Teknik Lingkungan 5. Ilmu dan Teknik Air 6. Rekayasa Transportasi 7. Teknik Kelautan dan Kelautan
Articles 142 Documents
PENGGUNAAN LINK SLAB UNTUK PERBAIKAN JEMBATAN KOMPOSIT Hermansyah .
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v12i1.2100

Abstract

Sebagian besar jembatan di Indonesia yang menggunakan sistem perletakan sederhana, struktur antara lantai kendaraan atau plat slab lantai jalan yang satu dengan yang lainnya selalu terpisah dengan siar. Siar tersebut biasanya ditutup dengan menggunakan konstruksi yang dinamakan expantion joint biasanya berbahan besi atau baja. Permasalahan yang muncul dengan adanya siar tersebut sering terjadinya ketidaknyamanan bagi pengguna jalan karena terasa adanya ketidak mulusan saat melintasi sebuah jembatan saat berkendaraan. Untuk memperbaiki masalah diatas dapat digunakan link slab karena dapat menutupi celah pada slab jalan jembatan. Dalam penelitian ini dijelaskan bagaimana merencanakan sebuah konstruksi link slab yang didahului dengan pemeriksaan terhadap adanya tumpuan tambahan didasarkan atas bentang jembatan dan gelagar baja yang akan digunakan. Penelitian ini memisalkan menggunakan profil baja WF.400.300.10.16, tebal slab 20 cm, tulangan slab Ø20-200, berat air hujan 1000 kg/m3 , beban garis 15 ton. Menurut analisa baja tersebut hanya dapat digunakan untuk bentang jembatan 3 s/d 5 meter, lebih dari panjang bentang tersebut memerlukan tumpuan tambahan untuk menumpuh di tengah bentang. Panjang link slab yang dihasilkan antara 60 s/d 75 cm, dengan rasio L/Ldz antara 16 s/d 20%, deformasi rotasi yang dihasilkan 0,00034 s/d 0,00061 radians, dan tegangan yang dihasilkan 430,05 s/d 576,63 kg/cm2 . Deformasi yang dihasilkan telah memenuhi ambang batas yang disyaratkan yaitu sebesar 0,00375 radians. Semakin kecil rasio L/Ldz semakin besar tegangan yang dihasilkan, dan sebaliknya semakin besar L/Ldz semakin kecil tegangan yang dihasilkan.
ANALISA KINERJA RUAS JALAN RYACUDU SUKARAME BANDAR LAMPUNG AKIBAT COVID-19 Yulriwini Yulriwini
Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v11i2.1542

Abstract

Adanya virus corona atau covid-19 membuat pengguna jalan menjadi berkurang sejak  di liburkan anak sekolah sampaidi berikan kebijakan work from home (WFH) bagi pekerja membuat jalan menjadi berkurang, yang biasa terjadi kemacetan kini menjadi lebih renggang, oleh karena itu penelitan ini bertujuan sebagai pembanding data volume lalu lintas sebelum dan sesudah adanya virus corona atau covid-19 di Bandar Lampung. Untuk memperoleh data yang dibutuhkan perlu dilakukan survey lapangan guna mendapatkan data primer serta survey pada Dinas atau Instansi terkait untuk memperoleh data sekunder. Berdasarkan analisa yang telah dilakukan, diperoleh hasil perbandingan sebelum dan sesudah Covid-19 yaitu volume arus lalu lintas pada hari Rabu sebesar 42,54% dan Jumat  sebesar 41%.  Nilai  kapasitas jalan  pada  Rabu  19 Juni  2019  sebesar  2762,76 smp/jam  sedangkan  pada  Rabu  13  Mei  2020  sebesar  2975,28  smp/jam  dan  3036 smp/jam,  pad  Jumat  21  Juni  2019  sebesar  2884,2  smp/jam  dan  2762,76  smp/jam sedangkan pada Jumat 15 Mei 2020 sebesar 2884,2 smp/jam dan 2975,28 smp/jam. Perbandingan Derajat Kejenuhan (DS) pada Rabu 19 Juni 2019 sebesar 0,45 (los C) sampai dengan 0,62 (los C) sedangkan pada Rabu 13 Mei 2020 sebesar 0,33 (los B) sampai dengan 0,46 (los C), pada Jumat 21 Juni 2019 sebesar 0,44 (los B) sampai dengan 0,50(los C) sedangkan pada Jumat 15 Mei 2020 sebesar 0,33 9los B) sampai dengan 0,4 (los B). Kecepatan mobil pada hari Rabu dari 18,3 km/jam sampai dengan 24,32 km/jam menjadi 20,08 km/jam sampai dengan 23,34 km/jam, pada hari Jumat dari 20,08 km/jam sampai dengan 23,31 km/jam menjadi 21,86 km/jam saampai dengan 25,42 km/jam. Kecepatan motor yang mengalami kenaikan pada hari Rabu dari 22,94 km/jam sampai dengan 23,89 km/jam menjadi 24,66 km/jam sampai dengan 28,01 km/jam, dan pada hari Jumat dari 21,5 km/jam sampai dengan 23,24 km/jam menjadi 22,56 km/jam sampai dengan 25,76 km/jam.
ANALISA BIAYA PEMBUATAN PAVING BLOCK MUTU K-200 DENGAN POTONGAN KAWAT BENDRAT SEBAGAI BAHAN TAMBAH Agus Juara; Alvo Budi Setiawan
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v12i1.2093

Abstract

Perkembangan pengetahuan dan tenologi untuk beton juga terus berkembang, produk ini memiliki beberapa struktur dari paving block pembuatannya melputi hasil campur dari agregat kasar (kerikil), agregat halus (pasir), semen, air, dan juga bahan tambah sesuai keinginan. Penambahan paving block berupa potongan kawat bendrat dimana salah satu permasalahannya terjadinya pecah atau retak yang disebabkan oleh tegangan tarik dan desak akibat beban yang melebihi kemampuannya.Penambahan ini diharapkan mampu berpengaruh dalam sifat mekanik campurannya. Dengan prinsip untuk mengikat antar agregat pada paving block tersebut sehingga membentuk ikatan yang lebih baik dari komponen penyusun paving block pada umumnya. Pada penelitian yang akan dilakukan ini bahan paving block yang digunakan adalah agregat kasar ukuran 5 mm yang yang seragam, agregat halus, semen, prosentase kawat bendrat 5 gr, 10 gr dan 15 gr dan prosentase air yang dapat digunakan untuk mencapat mutu beton K-200. Analisis biaya merupakan perkiraan pada saat kita pembuatan sebuah atau beberapa paving block dengan harga yang relatif rendah dengan kualitas baik. Dari hasil pengujian kuat tekan paving beton, trial and error (normal) di dapatkan kuat tekan paving sebesar 17.64 MPa (K-212), maka memenuhi kuat tekan rencana, akan tetapi secara waktu untuk produkasi paving block membutuhkan waktu yang lebih panjang, sehingga tidak menguntungkan. Dicoba dari jobmix di atas, proporsi kebutuhan air di gunakan 30% dari jobmix. Dari trial and error ke dua dengan proporsi air 30% dari jobmix di dapatkan nilai kuat tekan sebesar 16,64 MPa (K-200). Dengan hasil ini jobmix yang digunakan memenuhi syarat dan waktu yang dibutuhkan lebih pendek sehingga dapat digunakan untuk produksi paving. Dari hasil uji tekan paving block yang dilakukan menunjukkan nilai prosentasi penambahan potongan kawat bendrat semakin besar semakin tinggim nilai kuat tekannya, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang penggunaan potongan kawat bendrat dengan prosentasi yang lebih tinggi dari 15%. Agar diperoleh benda uji yang baik perlu diperhatikan pada saat pengadukan dan pemadatan, karena apabila dalam pemadatan tidak baik, benda uji akan keropos sehingga mempengaruhi hasil uji kuat tekan.
EARNED VALUE CONCEPT TERHADAP BIAYA DAN WAKTU MENGGUNAKAN METODE CRASHING SHIFT KERJA Studi Kasus: Proyek Pembangunan Workshop 3 Madiun Rama Pratama; Adwitya Bhaskara
Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v11i2.1543

Abstract

Pembangunan workshop 3 madiun ini merupakan salah satu bangunan baru yang direncanakan terdiri dari 2 lantai dengan material penyusun utamanya  baja. Bangunan yang direncanakan durasi sekitar 210 hari kalender dengan 8 jam kerja perhari. Bangunan mengalami keterlambatan di minggu 10 selama 20 hari setelah melakukan Earned Value Concept. Bangunan akan direncanakan menggunakan metode crashing shift kerja agar untuk meminimalisir durasi yang terlambat dan biaya lebih besar dari biaya sebelumnya. Penelitian kali ini  akan merencanakan pada Workshop 3 kota Madiun menggunakan metode crashing shift kerja. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan hasil perbandingan durasi dan biaya yang didapat dari penggunaan metode crashing shift kerja yang dianalisis dari data proyek.     Metode penelitian bersifat deskriptif-analisis mengumpulkan data untuk perencanaan metode shift kerja dan membandingan waktu dan biaya pelaksanaan sebelum dan sesudah menggunakan metode crashing shift kerja. Data yang diambil menggunakan data sekunder yaitu data yang didapatkan melalui media perantara atau tidak dilakukan sendiri oleh peneliti. Data sekunder berupa laporan penyelidikan, penelitian sebelumnya, bukti yang telah ada dan juga dokumen-dokumen dari proyek tempat penelitian.     Project acceleration dengan alternatif penambahan kerja shift pagi dan shift malam menunjukkan persentase durasi sebesar 28,10% atau 151 hari dan persentase biaya sebesar 1,47% lebih mahal dari total biaya sebelumnya. Rencana anggaran biaya normal untuk pelaksanaan 210 hari kalender adalah sebesar Rp. 19.416.533.660,29 sedangkan setelah di crashing biaya proyek menjadi sebesar Rp. 19.701.197.940,37.
ANALISIS KINERJA SIMPANG EMPAT TAK BERSINYAL (ANTARA Jl. IMAM BONJOL – Jl. SULTAN BADARUDIN– Jl. MANGKUBUMI) KOTA BANDAR LAMPUNG A Ikhsan Karim
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v12i1.2094

Abstract

Persimpangan adalah bagian dari ruas jalan dimana arus dari berbagai arah atau jurusan bertemu. Itulah sebabnya di persimpangan terjadi konflik antara arus dari jurusan yang berlawanan dan saling memotong, sehingga mengakibatkan terjadinya kemacetan di sepanjang lengan simpang. Begitu juga yang terjadi di Simpang Empat Tak Bersinyal (Jl.Imam Bonjol – Jl.Mangkubumi – Jl.Sultan Badarudin), Kecamatan Langkapura Baru, Bandar Lampung. Kemacetan disebabkan oleh tingginya volume kendaraan baik transportasi roda dua maupun roda empat yang memadati seluruh bagian bagian jalan tersebut terutama pada jam sibuk. Masalah ini muncul karena adanya ketidakseimbangan antara peningkatan kepemilikan kendaraan dan pertumbuhan prasarana jalan serta kurang nya kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan yang ada. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kinerja simpang empat lengan tak bersinyal tersebut berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 dan menganalisa persimpangan untuk meningkatkan kinerja simpang empat lengan tak bersinyal tersebut. Data volume lalu lintas diperoleh dengan cara survey dan mencatat secara manualjumlah kendaraan yang melewati lokasi penelitian,penelitian dilakukan selama 2 hari yaitu hari kerja pada hari senin, 7 Desember 2020 dan pada akhir pekan pada hari Sabtu, 12 Desember 2020. Di waktu pagi pukul 06.00 – 08.00 dan sore pukul 16.00 – 18.00. Selanjutnya dilakukan analisi kinerja lalu lintas simpang. Berdasarkan analisa yang telah dilakukan menunjukan kinerja simpang untuk kondisi simpang tak bersinyal Bersinyal (Jl.Imam Bonjol – Jl.Mangkubumi – Jl.Sultan Badarudin) didapat jumlah arus total paling besar yaitu pada hari Senin, 7 Desember 2020 pada sore hari sebanyak 16829.2 smp/jam , kapasitas (C) = 3822,19 smp/jam dan derajat kejenuhan (DS) = 1,1.Melebihi batas kejenuhan yang disarankan oleh Manual Kapasitas Jalan Indonesia yaitu > 0,75 dan 0,803 sudah menunjukan tanda kepadatan kapasitas Jalan Imam Bonjol. Makanya perlu adanya kajian ulang untuk kinerja simpang tersebut untuk memperbaiki kondisi simpang saat ini.
ANALISA DEBIT AIR HUJAN DENGAN METODE RAINWATER HARVESTING UNTUK KEBUTUHAN AIR BERSIH DI SDN 066656 KECAMATAN MEDAN SELAYANG Azri Suud; Rizky Franchitika
Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v11i2.1544

Abstract

Air merupakan sumber daya alam yang sangat berharga karena tanpa air tidak mungkin terdapat kehidupan. Sejalan dengan perkembangan zaman dan penduduk yang terus meningkat maka kebutuhan akan ketersediaan air baku juga akan semakin meningka. Medan merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Meningkatnya jumlah penduduk membuat daerah resapan air menjadi berkurang oleh karena berubah menjadi pemukiman dan perhotelan. Metode rainwater harvesting atau metode memanen air hujan adalah suatu cara menampung air hujan yang jatuh ke bumi untuk dimanfaatkan kembali dan digunakan untuk berbagai fungsi. Metode ini sudah dikenal sudah sejak lama dan telah dilakukan oleh manusia terdahulu hingga manusia pada abad sekarang. Air hujan dikelola dan dapat langsung digunakan atau disambungkan ke jaringan perpipaan air bersih sebagai air cadangan. Untuk menganalisa curah hujan digunakan data pencatatan curah hujan Tahun 2009 – 2018 dari Stasiun Pencatat Hujan Padang Bulan, Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis distribusi yang sesuai untuk sebaran data di kota Medan adalah distribusi Log Pearson Type III dengan jumlah air yang dapat dipanen pada atap sekolah melebihi batas tangki yang dipakai yakni tangki 500 L.
STUDI PERMASALAHAN DRAINASE DAN SOLUSI AIR GENANGAN (BANJIR) DI DAERAH DR. MANSYUR MEDAN Dea Amelia Syafira; Rizky Franchitika
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v12i1.2096

Abstract

Kawasan Jalan Dr. Mansyur yang merupakan salah satu lokasi tempat tinggal, tempat usaha atau bekerja maupun tempat menuntut ilmu masih menemui berbagai permasalahan yang harus segera dibenahi. Masalah yang selalu dialami adalah ketika curah hujan tinggi di kawasan tersebut terjadi genangan air di badan maupun di bahu jalan serta kurang berfungsinya saluran drainase yang akhirnya menyebabkan tidak mengalirnya aliran drainase pembuangan limbah yang mengakibatkan kegiatan dan aktifitas penduduk maupun pengguna jalan terganggu. Studi ini dilakukan dengan mengacu pada data sekunder. Data curah hujan diambil dari Balai Wilayah Sungai Sumatera I. Analisis data untuk mendapatkan intensitas curah hujan yaitu dengan menggunakan Rumus Mononobe dan debit banjir dengan menggunakan Rumus Metode Rasional. Nilai curah hujan digunakan untuk perhitungan intensitas curah hujan adalah nilai rata-rata curah hujan harian maksimum tahun 2007-2016 Pos Helvetia Kota Medan. Perhitungan debit eksisting pada aliran hulu Sungai Putih tepatnya di Jl. Dr. Mansyur (Simpang Jl. Pembangunan) adalah 14,84 m3/det dimana lebih kecil dari debit banjir rencana dengan kala ulang 2 tahun yaitu 14,95 m3/det; 5 tahun yaitu 16,79 m3/det; 10 tahun yaitu 17,83 m3/det; 25 tahun yaitu 19,02 m3/det; 50 tahun yaitu 19,83 m3/det. Direncanakan lubang resapan biopori sebanyak 125 lubang dengan diameter 10 cm dan kedalaman 200 cm. Satu lubang biopori mampu mengalirkan air kedalam tanah sebanyak 40 l/det atau 0,04 m3/det. Debit total yang mampu ditampung yaitu 5000 l/det atau 5 m3/det. Ini dapat menjadi solusi untuk menangani banjir di wilayah tersebut.
ANALISIS DEBIT BANJIR RENCANA SUNGAI PALU DENGAN MENGGUNAKAN HIDROGRAF SATUAN SINTETIK ( HSS ) NAKAYASU Ifginia ifginia
Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v11i2.1545

Abstract

Sungai Palu seharusnya bersih dari segala sesuatu yang dianggap akan dapat memperlambat arus Sungai Palu dan menyebabkan banjir di daerah sekitarnya. Terdapat beberapa permasalahan pokok yang menjadi penyebab meluapnya Sungai Palu diantaranya adalah curah hujan yang cukup tinggi, adanya endapan atau sedimentasi yang telah membentuk delta di muara akibat deforestasi di bagian hulu serta kapasitas sungai yang tidak lagi mampu menampung debit banjir. Terkait hal tersebut maka penelitian dilakukan untuk mengetahui debit banjir Sungai Palu dalam periode ulang 2,5,10,25 dan 50 tahun. Dalam penelitian ini digunakan metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu untuk melakukan penelusuran debit banjir Sungai Palu. Hasil penelitian menunjukkan besarnya debit banjir rencana Sungai Palu pada periode ulang 2,5,10,25 dan 50 tahun adalah  , ,    dan .
ANALISA NILAI RISIKO K3 KONSTRUKSI STUKTUR BAWAH PADA PEMBANGUNAN THE BAY APARTEMENT BANDAR LAMPUNG Susilowati Susilowati; Agus Tri Yono
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v12i2.2245

Abstract

Konstruksi merupakan pekerjaan yang melibatkan bukan hanya manusia sebagai pekerja, melainkan juga unsur-unsur lain yang mendukung seperti penggunaan alat-alat berat hingga terlibatnya bahan material dalam jumlah besar. Hal ini menyebabkan dunia konstruksi memiliki risiko kecelakaan kerja lebih tinggi dibandingkan jenis pekerjaan lainnya. Penelitian ini menganalisa tingkat risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) konstruksi berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05/PRT/M/2014 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesahatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum pada proyek pembangunan The Bay Apartement Kota Bandar Lampung. Hasil analisa menunjukkan bahwa tingkat risiko K3 konstruksi pada pekerjaan struktur bawah proyek pembangunan The Bay Apartement yang berlangsung dari bulan Februari hingga Juni 2020 masuk kategori sedang.
ANALISIS PENJADWALAN WAKTU DAN BIAYA PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN LINEAR SCHEDULING METHOD Adwitya Bhaskara; Fuad Muhammad Maulana; Alfatsya Mubian Masagala
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v12i2.2246

Abstract

Metode penjadwalan secara umum terbagi menjadi beberapa jenis metode diantaranya, Bagan Balok dan Kurva S, Diagram Jaringan dan Diagram Garis Keseimbangan/Linear Scheduling Method (LSM).Oleh karena itu sangat penting untuk menentukan metode apa yang harus dipakai pada suatu proyek kontruksi agar dalam pembangunan proyek tersebut tidak mengalami kerugian baik dari segi materi, waktu, dan lainnya.Studi kasus pada penelitian ini adalah Proyek Pembangunan Jalan Madang-Jarak kecamatan Muara Harus Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan, yang sebelumnya direncanakan menggunakan metode Barchat/ Bagan Balok dan Kurva S dengan waktu perencanaan 100 hari kalender dan biaya sebesar Rp 6,809,461,168.91.Pemilihan proyek ini berdasarkan pertimbangan bahwa proyek ini masuk dalam kategori pekerjaan dimana setiap itemnya dilakukan secara berulang dan bisa menggunakan metode Diagram Garis Keseimbangan/Linear Scheduling Method (LSM). Dari hasil analisis menggunakan Metode Linear Scheduling Method (LSM) menunjukkan percepatan penyelesaian pembangunan proyek dengan waktu 70 hari, lebih cepat satu bulan atau 30 hari dengan perencanaan sebelumnya yang merencanakan selesai pada 100 hari kalender, hal tersebut dikarenakan dalam metode Linear Scheduling Method (LSM). menggunakan pengelompokkan item pekerjaan yang bisa dikerjakan secara bersamaan sedangkan dari segi biaya menghabiskan dana sebesar Rp 6,894,277,700.35 lebih mahal dari biaya sebelumnya yang menghabiskan dana sebesar Rp 6,809,461,168.91. Dengan selisih biaya sebesar Rp 84,816,531.44 hal tersebut dipengaruhi oleh banyaknya tenaga kerja yang digunakan

Page 10 of 15 | Total Record : 142