cover
Contact Name
Aditya Mahatidanar Hidayat
Contact Email
adityamahatidanar@gmail.com
Phone
+6281379843467
Journal Mail Official
tekniksipil@ubl.ac.id
Editorial Address
Jl. Z.A. Pagar Alam No 26, Labuhan Ratu, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20872860     EISSN : 27456110     DOI : http://dx.doi.org/10.36448/jts.v14i1
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil ini memberikan para peneliti dan praktisi di bidang teknik struktural dan sipil dengan forum unik untuk menyebarkan ide dan teknik baru dengan dampak potensial yang signifikan. Jurnal Teknik Sipil mengundang pengajuan makalah asli, empiris, dan teoretis serta studi kasus dan resensi buku yang mencakup berbagai bidang Teknik Sipil yang terdaftar (namun tidak terbatas pada) sebagai berikut: 1. Konstruksi dan Bahan Bangunan 2. Rekayasa Struktur dan Gempa 3. Mekanika Batuan dan Rekayasa Geoteknik 4. Teknik Lingkungan 5. Ilmu dan Teknik Air 6. Rekayasa Transportasi 7. Teknik Kelautan dan Kelautan
Articles 142 Documents
Studi Kelayakan Ekonomi Teknik Pembangunan Embung . Suryanto
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2011): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.738 KB) | DOI: 10.36448/jts.v2i1.259

Abstract

The government program focuses to increase the prosperity level of the community in poor village. In general, the location of poor village lies on narrow plateu with geologist condition of non aquiferous rocks and deep regional ground water level. One of the alternatives to overcome the problem is to construct ponds to catch the waterthat can be used in dry season.. The viability of ponds project is valued by analyse the agro-economy. It is needed to weight beetwen cost componenst and benefit component; and compare the condition without project in present condition, future without project and future with project. The parameters that are used to value the engineering economics viability of the project are NPV, IRR, BCR and Pay Back Period. Employing the inflation rate of 12%, ROR 20% and economic life of 20 years, it is known that all ponds have the positive parameter values and viable to be constructed.
Pemodelan Bangkitan Perjalanan (Trip Generation) Kota Pangkalpinang Menggunakan Jica Strada Ver.3 Ormuz Firdaus
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2011): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.673 KB) | DOI: 10.36448/jts.v2i2.264

Abstract

Kota Pangkalpinang yang merupakan ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sangat mengandalkan sektor transportasi baik transportasi darat sebagai penggerak secara intern dalam mengakses ruang gerak aktifitasnya. Sehingga diperlukan perencanaan transportasi yang berisikan data utama untuk perencanaan dan kebijaksanaan transportasi seperti data asal tujuan perjalanan dan data lalu lintas. Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data, baik data primer yang terdiri dari survei asal tujuan dan data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Pemodelan Bangkitan Perjalanan Kota Pangkalpinang dimodelkan menggunakan software JICA-Strada Ver.3. Hasil analisa diperoleh Matrik Asal Tujuan Kota Pangkalpinang tahun 2010 terbesar terjadi di kecamatan Bukit Intan dengan tujuan bekerja menggunakan motor dengan 858 perjalanan. Prediksi kondisi transportasi Kota Pangkalpinang untuk masa 5 (lima) dan 10 (sepuluh) tahun kedepan menggunakan software JICA-Strada Ver.3, menunjukkan bahwa tahun 2015 bangkitan perjalanan terbesar terjadi di kecamatan Pangkalbalam sebesar 3231 perjalanan dan tarikan perjalanan terbesar pada kecamatan Bukit intan sebesar 5810 perjalanan, begitu juga pada tahun 2020 bangkitan perjalanan terbesar terjadi di kecamatan Pangkalbalam sebesar 5534 perjalanan dan tarikan perjalanan terbesar pada kecamatan Bukit intan sebesar 9946 perjalanan dalam satu hari. Hal ini dipengaruhi oleh aspek jenis tata guna lahan dan jumlah aktifitas pada tata guna lahan tersebut.
Analisis Penggunaan Metode Pembebanan All Or Nothing Dan Equilibrium Assignment Dalam Mengestimasi Parameter Matriks Asal Tujuan Berdasarkan Arus Lalulintas Untung Suhendro; Rahayu Sulistyorini
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2011): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.956 KB) | DOI: 10.36448/jts.v2i2.269

Abstract

Pergerakan sebagai bagian dari suatu sistem transportasi terjadi setiap hari karena hampir selalu kebutuhan hidup masyarakat tidak dapat dipenuhi di tempat tinggalnya. Kebutuhan pergerakan (demand) selalu menimbulkan permasalahan, khususnya pada saat beberapa/kelompok orang ingin bergerak dengan tujuan dan saat yang sama di dalam suatu daerah tertentu. Diperlukan sistem sediaan (supply) atau prasarana transportasi seperti jaringan jalan yang cukup sebagai sarana bagi kebutuhan pergerakan. Sehingga memperkirakan jumlah kebutuhan pergerakan merupakan bagian awal yang terpenting dalam sebuah proses perencanaan transportasi selanjutnya. Untuk mengurangi masalah-masalah tersebut, perlu dibuat perencanaan transportasi yang dapat meramalkan bahwa kebutuhan pergerakan dalam bentuk perjalanan orang, barang atau kendaraan dapat ditunjang oleh sistem prasarana transportasi yang tersedia. Konsep Matriks Asal Tujuan (MAT) oleh para perencana transportasi dianggap mampu untuk memaparkan suatu pola perjalanan. MAT adalah sebuah matriks dua dimensi yang berisi informasi tentang jumlah perjalanan antar setiap bagian daerah (zona) dalam wilayah studi. Baris pada matriks menunjukkan asal sedangkan kolom menunjukkan tempat tujuan sehingga setiap isi sel matriks tersebut mewakili jumlah aliran dari pasangan zona asal dan tujuan yang sesuai. Notasi Tid menyatakan jumlah total perjalanan dari zona asal i menuju zona tujuan d. Tujuan dari penelitian ini adalah mencoba memanfaatkan data traffic count (TC) untuk membuat MAT yang selama ini dilakukan dengan survey yang mahal dan mendapatkan metode yang sesuai di kota Bandar Lampung serta mengetahui pembebanan yang ideal sehingga didapatkan rute efektif dengan biaya yang paling efisien. Pemodelan yang dilakukan dikomputasi dengan bantuan paket program EMME/2 dengan menganalisis dua metode pembebanan yaitu all or nothing dan equilibrium.
Pengaruh Abu Terbang Terhadap Sifat-Sifat Mekanik Beton Alir Ringan Alwa Surya Sebayang; Ratna Widyawati; Muhammad Habibie B.
Jurnal Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2012): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.595 KB) | DOI: 10.36448/jts.v3i1.274

Abstract

Flowing concrete flow under it own weight and maintain homogeneity while filling and passing around congested reinforcement. Lightweight flowing concrete is used to reduce or eliminate the requirement vibration to reduce construction cost, reducing construction time, and and minimize the dead load of the weight of its own. The purpose of this study is to determine and compare the effect of adding the percentage of fly ash in lightweight flowing concrete mixture of the mechanical properties by analyzing workability, bulk density, compressive strength, modulus of elasticity of concrete and setting time. Mix design using the ACI method combined with the method of Hashimoto. The substitution of fly ash to the concrete are 0%, 3%, 6%, 9%, 12%, and 15% of the cement content. Treatment of samples was done by soaking and aerated for 7 days. Compressive strength testing performed on specimens aged 7 days, 28 days and 56 days. From the test results obtained : (1) Effect of fly ash in fresh concrete was increased the workability of the concrete, (2) Additionn of fly ash was increased the initial and final setting time, (3) by using natural sand materials from Tanjung Bintang produce concrete with a weight (mass) concrete slightly exceeded the limit of weight requirements of lightweight concrete (1850 kg/m3), (4) The optimum strength of fly ash lightweight flowing concrete was 22,98 MPa at 56 days age in 6% percentage of fly ash.
Prediksi Morfologi Dasar Sungai Akibat Variasi Tutupan Vegetasi Tebing Sungai Way Sekampung . Kastamto
Jurnal Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2012): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1365.253 KB) | DOI: 10.36448/jts.v3i2.279

Abstract

Perubahan tata guna lahan sangat berdampak pada degradasi fungsi hutan karena hutan merupakan salah satu komponen ekosistem yang berfungsi sebagai penyanggga kawasan di bawahnya yang dapat mempengaruhi perubahan debit banjir dan erosi lahan dalam kawasan DAS. Alih fungsi kawasan hutan menjadi pertanian, pemukiman maupun industri dapat mengakibatkan perubahan terhadap puncak debit dan tingginya tingkat erosi yang terjadi pada lahan.Vegetasi mempunyai peranan yang sangat besar dalam penekanan erosi tanah. Pada hutan rimba, hampir tidak terjadi erosi tanah dan kalaupun ada kehilangan tanah tidak jauh berbeda dengan kecepatan pembentukan tanah. Sebaliknya tanah yang tanpa vegetasi hampir selalu terjadi erosi dan kehilangan tanah jauh lebih besar daripada tanah yang terbentuk. Beberapa upaya penanggulangan erosi tebing sungai Way Sekampung dengan menggunakan struktur telah dilaksanakan yaitu dengan pemasangan bronjong dan pasangan batu kali, tetapi penelitian terhadap efektivitas penanggulangan banjir yang dilaksanakan belum ada. Dalam penelitian ini dilakukan perhitungan debit banjir rancangan, yaitu untuk kala ulang Q2, Q5, Q10, Q25, Q50, dan Q100 tahun, inventarisasi vegetasi tebing sungai, uji laboratorium data sedimen, pengukuran debit sesaat dengan menggunakan current meter dan uji pena erosi untuk mengetahui erosi tebing yang terjadi. Data-data tersebut kemudian disimulasikan bersama dengan data penampang sungai (long & cross) ke dalam sofware HEC RAS versi 4.0. Dalam penelitian ini dibagi dalam tiga skenario yaitu skenario 1 dengan tutupan vegetasi (0-30%), skenario 2 tutupan vegetasi (30-60% dan skenario 3 dengan tutupan vegetasi > 60%. Sedangkan untuk memudahkan dalam analisis hasil running HEC RAS 4.0 maka daerah penelitian dibagi menjadi tiga segmen yaitu segmen A yang mengalami erosi (degradasi), segmen B yang mengalami sedimentasi (agradasi) dan segmen C yang tidak mengalami perubahan elevasi dasar sungai. Pada masing-masing segmen di ambil 4 titik uji analisis yang mewakilinya. Berdasarkan hasil Running HEC RAS 4.0 pada skenario 1 tutupan vegetasi (0-30%) terlihat adanya perubahan dasar sungai jika dibandingkan dengan kondisi eksisting, sedangkan skenario 2 tutupan vegetasi (30-60%) hasilnya hampir sama dengan eksisting hanya pada titik tertentu terjadi variasi, sedangkan pada skenario 3 tutupan vegetasi (> 60%) perubahan elevasi dasar sungai lebih variatif jika dibandingkan dengan kondisi eksisting. Makin besar prosentase tutupan vegetasi tebing sungai maka perubahan morfologi dasar sungai akan semakin kecil. Hal ini disebabkan karena erosi yang terjadi pada tebing sungai lebih kecil. Perubahan tinggi elevasi dasar sungai (relatif) Way Sekampung berdasarkan hasil Running HEC RAS 4.0 pada masing-masing segmen dengan 4 titik uji setelah dirata-ratakan adalah untuk segmen A sebesar 0.36 m, segmen B sebesar 1.44 m dan segmen C sebesar 0.26 m.Land use change has an impact to degradation of forest function because the forest is one of ecosystem components as the buffer of the region below that could influence the flood discharge change and land erosion in the river DAS area. The switch of forest area function into farming, housing even industry could result in change of discharge peak and the erosion level height that could occure to the land. Vegetation has very big part in land erosion compression. In the jungle, almost there is no land erosion and if there is, the lost of the land is not so different between the velocity of land forming. On the contrary, theres almost always happen the land erosion in the land without vegetation and the lost of the land is bigger than the formed land. Some efforts in dealing with slope erosion of Way Sekampung are using the structur that have been done which are the concertina and stone installation, but the effectivity has not been researched. In this research, it has calculated of flood discharge design based on year period for Q2, Q5, Q10, Q50 and Q100 year, the river slope inventory, sediment laboratory test, measurement of in time discharge using current meter and pen erosion test to find out the slope erosion that occured. Those data will be simulated together with long & cross river section using HEC RAS version 4.0 software. This research divided by three scenarios, scenario 1 : vegetation cover 0-30%, scenario 2 : vegetation cover 30-60% and scenario 3 : vegetation cover > 60%. In order to ease the analysis of HEC RAS running result, so that the research area divided by three segments, which are segment A : has experienced erosion (degradation), segment B : has experienced sedimentation (agredation) and segment C : has no experience in river bed elevation change. Each segment was taken 4 test points that represent the experience. Based on the running result by HEC RAS 4.0 on scenario 1 : vegetation cover 0-30% showed the change of river bed compare to the existing condition, while the scenario 2 ; vegetation cover 30-60% showed the similar with the existing condition, only in certaint points variation occured. The scenario 3 : vegetation cover .>60% showed the change of river bed elevation was more vary than the existing condition. The greater the precentage of vegetation cover of river slope the the less change of river bed morphology. That is caused by the erosion at the river slope is less. The average of change of way sekampung river bed elevation based on running result HEC RAS 4.0 for each segment with 4 test points are segment A laid on 0.36 m, segment B laid on 1.44 m and segment C laid on 0.26 m.
Pengaruh Sifat Kimia Terhadap Unjuk Kerja Mortar Lilies Widojoko
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2010): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.285 KB) | DOI: 10.36448/jts.v1i1.255

Abstract

Oksida dominan semen portland terdiri dari CaO, SiO2, Al2O3 dan Fe2O3, . Oksida tersebut setelah diproses menjadi senyawa C3S, C2S, C3A dan C4AF. Reaksi hidrasi antara senyawa tersebut dengan air mempengaruhi unjuk kerja mortar yaitu pengikatan, pengerasan dan kecepatannya, panas hidrasi, kuat tekan dan ketahanan terhadap sulfat. C3S mengeras dalam beberapa jam dan berpengaruh terhadap kekuatan beton pada umur awal, terutama pada 14 hari pertama. Sedangkan formasi senyawa C2S berlangsung perlahan dengan pelepasan panas yang lambat, senyawa ini berpengaruh terhadap proses peningkatan kekuatan yang terjadi dari 14 hari sampai 28 hari,   Tulisan ini membahas besarnya peningkatan kuat tekan mortar akibat kadar C3S dan C2S pada mortar. Data diambil dari laboratorium kimia dan fisika pabrik semen Baturaja.
Penerapan Sistem Pelayanan Otomatis Berbasis Teknologi RFID Untuk Mengeliminasi Antrian Di Pintu Tol . Sodikin; . Suwarno; Eko Supriyanto
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2011): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1258.513 KB) | DOI: 10.36448/jts.v2i1.260

Abstract

Sistem pelayanan otomatis berbasis teknologi RFID dalam sistem pelayanan di pintu tol bukanlah hal baru, namun ketika teknologi tersebut didesain untuk dikembangkan dan diterapkan di Indonesia, maka banyak hal yang secara khusus akan membedakan dengan sistem RFID yang diterapkan di beberapa negara lain. Perbedaan dimaksud terutama pada karakteristik lalu lintas, pengemudi dan jenis atau golongan kendaraan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk memperoleh keputusan teoritis dan menghasilkan suatu produk pendukung bagi penerapan sistem pelayanan pintu tol yang mampu mengeliminasi antrian di pintu tol, dimana teknologi yang digunakan disesuaikan dengan golongan kendaraan dan karakteristik lalu lintas serta pengguna jalan tol di Indonesia. Kendaraan yang telah terpasang Tag RFID memasuki pintu tol yang bertanda RFID. Saat kendaraan memasuki pintu tol, maka RFID reader yang terpasang pada toll-gate akan membaca data dari Tag RFID dan mengirimkan ke pusat pengolah data. Data tersebut merupakan data tentang ID dan lokasi gerbang masuk tol. Sensor IR1 dan IR2 akan aktif mengidentifikasi adanya kendaraan yang memasuki gerbang tol. Kondisi aktif dari sensor IR1 dan IR2 ini digunakan sebagai validasi data yang diambil oleh RFID reader. Apabila kendaraan tanpa Tag RFID memasuki gerbang tol berdasarkan sensor IR1 dan IR2 maka pusat unit kendali akan mengaktifkan perangkat enforcement sehingga kendaraan tersebut dialihkan ke jalur pengambilan tiket, sedangkan kendaraan yang menggunakan Tag RFID akan langsung masuk ke jalur tol. Saat kendaraan dengan Tag RFID keluar pintu tol, maka RFID reader yang terpasang pada toll-gate akan membaca data dari Tag RFID dan mengirimkan data ke pusat pengolah data. Data tersebut merupakan data tentang ID dan lokasi gerbang keluar tol. Sensor IR1 dan IR2 akan aktif mengidentifikasi adanya kendaraan yang akan keluar gerbang tol dan kondisi ini digunakan sebagai validasi data yang diambil oleh RFID reader. Apabila kendaraan tanpa Tag RFID akan keluar dari gerbang tol berdasarkan sensor IR1 dan IR2 maka pusat unit kendali akan mengaktifkan perangkat enforcement sehingga kendaraan tersebut dialihkan ke jalur pembayaran tiket. Sedangkan kendaraan yang menggunakan tag RFID akan langsung keluar jalan tol.
Kajian Ketersediaan Air Das Kabal Untuk Pengairan Sawah Desa Sebagin, Kabupaten Bangka Selatan Roby Hambali
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2011): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.394 KB) | DOI: 10.36448/jts.v2i2.265

Abstract

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air Kementerian Pertanian Republik Indonesia memberikan perhatian serius dengan melakukan ekstensifikasi lahan untuk budidaya pertanian di seluruh wilayah Indonesia. Upaya untuk memperluas baku lahan pertanian masih terhambat antara lain oleh keterbatasan lahan dan ketersediaan air. Penelitian ini akan membahas tentang ketersediaan air untuk lahan sawah Desa Sebagin Kecamatan Simpangrimba, Kabupaten Bangka Selatan melalui simulasi aliran menerus (continuous flow) DAS Kabal menggunakan model Mock. Data yang digunakan berupa data klimatologi rerata bulanan hasil pengukuran di stasiun klimatologi Pangkalpinang tahun 2000-2010 dan data hujan bulanan tahun 1998-2010 dari stasiun yang sama. Hasil penelitian menunjukkan besar debit andalan DAS Kabal untuk keperluan pertanian (Q,80)Desa Sebagin berkisar antara 0,698 m3/det hingga 1,373 m3/det. Nilai terkecil terjadi pads bulan Oktober dan nilai terbesar pads bulan Maret. Rasio runoff-rainfall rata-rata DAS Kabal sebesar 0,37 dengan nilai maksimum sebesar 0,48 terjadi pads tahun 2002 dan nilai minimum sebesar 0,2 terjadi pada tahun 1998.
Studi Mengenai Metode Superposisi Ragam Efektif Untuk Struktur Dengan Redaman Non-Klasik Dennie Supriatna; Bambang Suryoatmono
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2011): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (964.104 KB) | DOI: 10.36448/jts.v2i2.270

Abstract

Metode percepatan ragam dan metode truncation augmentation, memperbaiki cara metode superposisi ragam standar dengan melengkapi bagian ragam yang terpotong. Kedua metode ini sudah digunakan untuk struktur teredam secara klasik. Untuk mengaplikasikan kedua metode ini pada sistem dengan redaman non-klasik, sistem ini harus didekati dengan sistem redaman klasik.Setiap metode merupakan suatu ekspansi menuju sistem teredam secara non-klasik untuk analsisis yang efisien dan akurat tanpa memodelkan struktur sebagai sistem teredam secara non-klasik. Pendekatan state space digunakan untuk ekspansi pada kedua metode.Keabsahan kedua metode diverifikasi secara analisis dan numerik. Kestabilan metode modal truncation augmentation bergantung pada beban luar. Sehingga stabiltas metode ini sangat ditentukan oleh pembebanan tersebut. Sedangkan untuk metode percepatan ragam tidak dideterminasi oleh kondisi kestabilan tersebut. Pada kondisi stabil, kedua metode menghasilkan output yang sama.
Analisa Perilaku Gelombang Air Setelah Melewati Breakwater Tenggelam Yang Berbentuk Tumpukan Pipa Wiby Febriando Edy; . Aprizal; Ilyas Sadad
Jurnal Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2012): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.319 KB) | DOI: 10.36448/jts.v3i1.275

Abstract

Gelombang sangat mempengaruhi daerah pantai, baik terhadap garis pantai maupun terhadap struktur bangunan-bangunan yang berada di daerah pantai. Untuk melindungidaerah pantai dari serangan gelombang, pantai memerlukan perlindungan buatan berupa bangunan pemecah gelombang, yaitu suatu bangunan yang dimaksudkan untuk mereduksiatau menghancurkan energi gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peredaman gelombang oleh bangunan pemecah gelombang tipe tenggelam yangtersusun dari pipa setinggi 2,5m dan diletakan pada kedalaman 3m hingga 3,5m dengan gelombang rencana maksimum 1m. tinggi gelombang sebelum dan setelah teredam dihitung untuk melihat pengaruh penggunaan breakwater yang dipasang pada setiap variasi kedalaman breakwater terhadap muka air diam dan pada setiap beda panjang pipa yang digunakan. Penelitian ini difokuskan pada Kajian Model Fisik Difraksi Gelombang 1-D dan penelitian ini merupakan uji model pergerakan atau perjalanan gelombang melewati pemecah gelombang tenggelam di laboratorium dengan skala model 1 : 10. Hasil penelitian menunjukan bahwa tinggi gelombang yang diizinkan sampai ke pantai dapat diatur berdasarkan panjang pipa yang digunakan. Untuk kedalaman air 3m, di setiap perubahan panjang pipa sebesar 2m mampu menambah peredaman gelombang sebesar ± 6,12% dan untuk kedalaman air 3,5m, di setiap perubahan panjang pipa sebesar 2m mampu menambah peredaman gelombang sebesar ± 4,82%

Page 2 of 15 | Total Record : 142