cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
IMAJI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893892     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal IMAJI (ISSN 2089-3892) ini adalah sebuah terbitan berkala yang bertujuan untuk mewadahi dan mendokumentasikan kreatifitas karya ilmiah desain dalam bidang arsitektur, terutama dosen dan mahasiswa dari lingkungan Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.
Arjuna Subject : -
Articles 446 Documents
PASAR BUKU KOTA SEMARANG Aryo Seto Nugroho; Atik Suprapti; Totok Roesmanto
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3808.419 KB)

Abstract

Kota Semarang telah berkembang menjadi Kota yang siap di sejajarkan dengan Kota Kota besar yangberada di Indonesia, yaitu dalam pengembangan kegiatan industri, Perdagangan, Pendidikan, Transportasi,Telekomunikasi, dan sistem informasi. Informasi pengetahuan bagi masyarakat kota Semarang sudah menjadikebutuhan, terbukti dengan banyaknya fasilitas pendidikan formal dari tingkat TK hingga SMA, Begitu jugadengan fasilitas pendidikan berupa pendidikan Perguruan Tinggi, dimana terdapat Perguruan Tinggi Negeri danPerguruan Tinggi Swasta yang berjumlah 64 di Kota Semarang. Dengan adanya keberadaan Pendidikan formal dari tingkat TK sampai Perguruan Tinggi danmasyarakat umum Kota Semarang merupakan sasaran potensi pemasaran dengan adanya Pasar Buku KotaSemarang. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian Pasar Buku, studi lapangan dengan kios buku diStadion Diponegoro dan Kios Buku Pasar Johar sehingga dapat diketahui mengenai potensi jumlah padagangkios buku yang ada di Semarang. Selain itu studi banding juga di lakukan di Pasar Buku Shooping Yogyakartadan Pasar Buku Palasari Bandung. Dari hasil studi banding dapat diperoleh mengenai standar standar ruangkios buku dan beberapa ruang penunjang yang ada di dalam Pasar Buku. Pada bangunan Pasar Buku Kota Semarang ini menggunakan desain Arsitektur Post Modern (DoubleCouding) yang berusaha menggabungkan unsur tradisional dengan unsur modern. Beberapa hal yangditonjolkan pada bangunan ini yaitu : Penerapan antara perpaduan unsur lokal dan non lokal denganmenyesuaikan kondisi lingkungan setempat, jadi dapat beradaptasi dengan bangunan lainnya. SehinggaBangunan Pasar ini lebih dekat dengan masyarakat. Rencana lokasi site yang akan digunakan yaitu pada Jalanhayam wuruk kawasan kampus undip pleburan (bekas kampus sastra undip).
CITY HOTEL DI KAWASAN STASIUN TUGU KOTA YOGYAKARTA Gembong Kurniadi; Sri Hartuti W; Bharoto Bharoto
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1089.552 KB)

Abstract

Kota Yogyakarta merupakan tolak ukur bagi kemajuan berbagai sektor yang ada pada provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu sektor yang berkembang pesat dalam provinsi DIY pada umumnya dan Kota Yogyakarta pada khususnya, adalah pada sektor pariwisata. Pertumbuhan sektor pariwisata ini turut berimbas kepada sektor lain, yang juga ikut memperlihatkan kemajuan. Sektor – sektor tersebut antara lain sektor perhubungan dan sektor ekonomi. Untuk menunjang pertumbuhan sektor – sektor tersebut maka perlu adanya peningkatan fasilitas – fasilitas infrastruktur yang memadai pada Kota Yogyakarta. Salah satu infrastruktur yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi kebutuhan pertumbuhan pariwisata adalah pembangunan bangunan – bangunan hotel.Diawali dari mempelajari kebutuhan fasilitas penginanpan pada Kota Yogyakarta, dan lokasi yang paling sesuai untuk pembangunan hotel tersebut. Didapatkan area Stasiun Tugu sebagai area yang dapat dikembangkan, dan membutuhkan hotel sebagai fasilitas transit dan menginap para bisnisman dan wisatawan yang datang ke Kota Yogyakarta. Area ini sejalan dengan rencana pemerintah untuk mengembangkan kawasan tersebut menjadi kawasan ekonomi terpadu.Konsep gaya bangunan ditekankan pada konsep kontekstualisme. Yaitu sebuah konsep dimana gaya bangunan akan mengkuti konteks – konteks yang ada pada lingkungan sekitar. Dalam konteks ini perlu dibatasi cakupan wilayah yang akan diambil, sehingga tidak terlalu luas. Wilayah yang diambil adalah pada kawasan Stasiun Tugu dan Kawasan Malioboro yang merupakan ikon Kota Yogyakarta. Konsep ini dipakai agar bangunan tetap menampilkan nuansa daerah setempat, yang merupakan sebuah nilai postif dari Kota Yogyakarta.
BENGKEL KERETA API DI SEMARANG putera mahardika; budi sudarwanto; agung dwiyanto
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.504 KB)

Abstract

Kereta api merupakan angkutan umum yang paling efisien karena dapat mengangkut penumpang dan barang dalam jumlah banyak dalam sekali perjalanan. PT KAI selaku pengelola kereta api di Indonesia menyatakan bahwa jumlah penumpang dan barang yang dikirim lewat kereta api dari tahun ke tahun semakin meningkat. Semarang sebagai salah satu kota besar di Indonesia, mempunyai pengguna kereta api yang sangat besar. Banjir, penurunan tanah, dan rob yang sering melanda kota ini menyebabkan jadwal perjalanan kereta api terganggu. Depo lokomotif yang merupakan bengkel untuk perawatan dan pemeliharaan lokomotif yang terletak pada emplasemen stasiun poncol juga terkena dampak akibat bencana alam tersebut. Lokomotif yang akan melakukan perawatan dan pemeliharaan rutin terpaksa harus menunggu hingga depo tersebut bisa untuk digunakan. Oleh karena itu diperlukan adanya bengkel kereta api yang representatif untuk memperbaiki dan melengkapi kekurangan yang ada pada depo lokomotif yang ada saat ini.
RUSUNAWA PEKERJA INDUSTRI DI KECAMATAN BERGAS KABUPATEN SEMARANG Demas Pradipta
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1080.452 KB)

Abstract

Perindustrian berkembang cukup pesat di Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang dan menyerap banyak tenaga kerja. Hal ini dimanfaatkan oleh penduduk setempat dengan menyewakan rumah atau kamar kost untuk tempat tinggal pekerja industri. Namun pertumbuhan rumah atau kamar kost cenderung tidak terkendali, baik secara kuantitas maupun kualitas. Rumah-rumah tersebut cenderung dibangun ala kadarnya, tidak teratur, dan berpotensi menimbulkan kekumuhan serta penurunan kualitas lingkungan. Dengan adanya permasalahan tersebut, diperlukan adanya penyediaan fasilitas hunian yang memadai di kawasan industri. Tempat tinggal tersebut dapat berupa rumah susun sederhana sewa (rusunawa) agar sesuai dengan kemampuan finansial para pekerja. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian rumah susun sederhana sewa dan pekerja industri, persyaratan dan standar pembangunan rumah susun, studi kasus dari hasil penelitian terdahulu, serta studi banding secara langsung. Dilakukan juga pengumpulan data mengenai perindustrian di Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang dan karakteristik pekerja industrinya, kemudian pendekatan perencanaan dengan cara pemilihan tapak, penghitungan program ruang, pemilihan sistem struktur dan material, serta sistem utilitas, terakhir pendekatan perancangan dengan cara identifikasi problem desain. Kesimpulan yang dihasilkan berupa program perencanaan berupa tapak terpilih, program ruang, sistem struktur dan material, sistem utilitas, dan program perancangan berupa problem desain.
GELANGGANG OLAGRAGA BASKET DI KOTA YOGYAKARTA Ahmad abdul Haq
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.18 KB)

Abstract

Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, hal ini dikarenakan kualitas persaingan pelajar danjumlah universitas yang ada. Setiap tahunnya banyak event olahraga yang digelar dan ditujukanuntuk pelajar itu sendiri. Kompetisi basket saja setiap tahunnya rutin diadakan di DIY. SimpatiLoop 3x3 Competition, LA streetball, hingga kompetisi paling bergengsi untuk siswa SMA HondaDBL. Hal ini membuktikan kota Yogyakarta sebagai salah satu Kota dengan Event  basket yangsangat  banyak melebihi  event sepak  bola atau  bulutangkis  itu sendiri.  Kompetisi ini  pundisambut  baik oleh  warga  jogja.  Ketua Umum PP Perbasi  Anggito Abimanyu mengatakan,mendukung kompetisi basket antar pelajar ini. Dia menilai kompetisi ini merupakan ajang untukmembangun jiwa-jiwa penuh sportivitas dan persaudaraan.Namun  perkembangan basket  dan antusias  atlet  dari  kota Jogja  ini  tidak  disertai  dengandukungan infrastruktur  yang ada.  Setiap kompetisi yang digelar  rutin ini  diselenggarakan digedung olah raga  salah satu  universitas  negri atau swasta  di  Jogja. Dengan standar  yangsebenarnya masih belum terpenuhi. GOR kridosono yang menjadi sport center jogja selama inipun memiliki  standar  lapangan basket  dan tribun yang sangat  jauh dari kata  cukup  untukmemenuhi kebutuhan.Untuk  mendukung pemerintah  dan mengakomodasi atlet muda  hingga  profesional  dalamkompetisi lokal hingga internasional dalam olahraga basket maka perlu dibangun sebuah gedungolahraga basket dengan standar internasional dengan kapasitas tribun yang mencukupi.Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, hal ini dikarenakan kualitas persaingan pelajar danjumlah universitas yang ada. Setiap tahunnya banyak event olahraga yang digelar dan ditujukanuntuk pelajar itu sendiri. Kompetisi basket saja setiap tahunnya rutin diadakan di DIY. SimpatiLoop 3x3 Competition, LA streetball, hingga kompetisi paling bergengsi untuk siswa SMA HondaDBL. Hal ini membuktikan kota Yogyakarta sebagai salah satu Kota dengan Event  basket yangsangat  banyak melebihi  event sepak  bola atau  bulutangkis  itu sendiri.  Kompetisi ini  pundisambut  baik oleh  warga  jogja.  Ketua Umum PP Perbasi  Anggito Abimanyu mengatakan,mendukung kompetisi basket antar pelajar ini. Dia menilai kompetisi ini merupakan ajang untukmembangun jiwa-jiwa penuh sportivitas dan persaudaraan.Namun  perkembangan basket  dan antusias  atlet  dari  kota Jogja  ini  tidak  disertai  dengandukungan infrastruktur  yang ada.  Setiap kompetisi yang digelar  rutin ini  diselenggarakan digedung olah raga  salah satu  universitas  negri atau swasta  di  Jogja. Dengan standar  yangsebenarnya masih belum terpenuhi. GOR kridosono yang menjadi sport center jogja selama inipun memiliki  standar  lapangan basket  dan tribun yang sangat  jauh dari kata  cukup  untukmemenuhi kebutuhan.Untuk  mendukung pemerintah  dan mengakomodasi atlet muda  hingga  profesional  dalamkompetisi lokal hingga internasional dalam olahraga basket maka perlu dibangun sebuah gedungolahraga basket dengan standar internasional dengan kapasitas tribun yang mencukupi.
SEMARANG AIRSOFT HEADQUARTER PENEKANAN DESAIN HI-TECH ARCHITECTURE Yohanes Bintang
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.473 KB)

Abstract

Airsoft adalah olahraga yang memiliki komunitas yang cukup besar di Semarang. Sedikitnya terdapat enam klub airsoft yang resmi terdaftar di PORGASI Jawa Tengah. Para pecinta olahraga airsoft ini selain aktif bermain setiap minggunya, juga telah beberapa kali menyelenggarakan event. Beberapa event yang telah diadakan bekerjasama dengan perbakin dan banteng raider. Pecinta olahraga airsoft di Semarang semakin bertambah tiap tahunnya, namun tidak diimbangi dengan fasilitas bermain yang memadai. Melihat fenomena dan permasalahan tersebut, perlu dirancang sebuah wadah bagi pecinta olahraga airsoft. Oleh karena itu perlu dibuat arena permainan airsoft di Semarang baik dengan fasilitas arena outdoor dan indoor, serta fasilitas lain termasuk fasilitas komersil yang menunjang, seperti toko, persewaan, dan tempat servis airsoft. Pembahasan menggunakan metode deskriptif, yaitu dengan melakukan pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan dengan cara : studi pustaka/ studi literatur, data dari instansi terkait, wawancara dengan narasumber, observasi lapangan serta browsing internet. Kemudian mendokumentasikan data dan mengadakan studi banding. Data yang telah terkumpul, diidentifikasi dan dianalisa dengan membandingkan dengan arena airsoft yang sudah ada di Indonesia, sehingga tersusun Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur bangunan Semarang Airsoft Headquarter dengan penekanan desain Hi-Tech Architecture. Penekanan desain yang digunakan dalam perancangan Semarang Airsoft Headquarter ini adalah konsep Hi-Tech Architecture. Bangunan mengekspresikan kesan modern dan dinamis dengan menonjolkan ‘hi-tech impression’ (silver aesthetic) yang di dapat bukan hanya melalui penggunaan warna abu-abu metalik, biru, merah, maupun kuning, tetapi juga melalui keharmonisan elemen-elemen yang melatar belakanginya. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
RENTAL OFFICE DI SEMARANG DENGAN PENEKANAN DESAIN GREEN ARCHITECTURE Amalia, Alifiani; Bambang Supriyadi; Eddy Prianto
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1580.462 KB)

Abstract

Semarang sebagai pusat bisnis eksklusif di Jawa Tengah memiliki potensi yang paling mewadahi yaitupada sektor perdagangan dan jasa. Sarana perkantoran merupakan suatu wadah bagi masyarakat yangbergerak pada sektor perdagangan dan jasa yang di dalamnya menjadi suatu pusat pengolahan informasi,pengambilan keputusan dan kebijaksanaan bisnis. Di sisi lain, pekerja jasa, pekerja profesi, dan pekerja bisnisatau sering disebut freelancer lebih cenderung memilih membangun kantor-kantor pribadi dan ditempati pulasecara pribadi. Akibatnya terjadi persaingan pemanfaatan ruang kota dan penampilan fisik fasilitas-fasilitaskota yang menyebabkan lahan semakin terbatas dan harga semakin mahal.Oleh karena itu perlu suatu upayaperencanaan dan perancangan ke arah Green Architecture yang dapat meminimalkan dampak negatif yangditimbulkan oleh suatu bangunan. Konsep perancangan ditekankan desain Green Architecture yaitu demi menciptakan kenyamanan danpola hidup sehat bagi pengguna dan lingkungan bangunan tersebut.Konsep dan filosofi Green Architectureditampilkan secara eksplisit dalam bentuk dan penampilan bangunan. Melihat potensi yang ada pada tapak,maka penekanan konsep desain lebih difokuskan pada aspek tepat guna lahan (appropriate site development).Untuk konsep fisik bangunan Rental Office itu sendiri mengadaptasi dari potensi lingkungan yang ada denganmengambil filosofi keteduhan dari vegetasi yang sangat dominan pada tapak sehingga semaksimal mungkindipertahankan keberadaannya. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Rental Office, standarstandarmengenai tata ruang dalam Rental Office, studi banding beberapa Rental Office di Semarang dan diJakarta yang sesuai dengan konsep perkantoran yang dibutuhkan para freelancer yaitu perkantoran yangstategis dan eksklusif namun dengan harga terjangkau sesuai dengan alokasi dana masing-masing instansiatau perusahaan tersebut. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi Rental Office. Tapak yang digunakanadalah lahan kosong yang diperuntukkan sebagai kawasan bisnis sesuai kebutuhan lahan sesuai dengan hasilstudi ruang. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan,struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Rental Office di Semarang dengan penekanan desainGreen Architecture”. 
HOTEL RESORT DI PANTAI MANGGAR BALIKPAPAN DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR TROPIS dishy valdhisa; titien murtini; gagoek hardiman
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.5 KB)

Abstract

Pantai Manggar merupakan pantai kebanggaan masyarakat Kota Balikpapan. Pantai landai berpasir putih ini terletak kurang lebih 15 kilometer sebelah timur Kota. Dihari-hari besar dan hari-hari tertentu diadakan pertunjukan baik budaya ataupun kreatifitas di panggung terbuka ini. Yang sangat disayangkan di kawasan Pantai Manggar ini masih minim sarana-sarana pendukung pariwisata yang dapat memberikan ciri khas seperti layaknya tempat penginapan yang lebih layak seperti hotel resort mengingat tempat wisata ini mengalami peningkatan jumlah wisatawan pada hari libur. Balikpapan memiliki iklim tropis dimana dibutuhkan sebuah bangunan yang multifungsi yang memperhatikan segi penghawaan, pencahayaan dan kriteria lainnya yang berkaitan dengan Arsitektur Tropis.
PENGEMBANGAN PANTAI TIRTA SAMUDRA BANDENGAN JEPARA SEBAGAI PUSAT WISATA BAHARI Penekanan Desain Arsitektur Post Modern Erni Budi Utami; Sahid Indraswara; Titien Woro Murtini
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7691.13 KB)

Abstract

Kota Jepara merupakan kota pesisir yang memiliki banyak pantai yang dapat dijadikan obyek wisata, salah satunya adalah Pantai Tirta Samudra di daerah Bandengan. Pantai ini berpasir putih dengan kemiringan yang relatif landai, dengan ombak yang tenang. Berdasarkan data, terjadi peningkatan jumlah pengunjung selama kurun waktu 10 tahun. Namun peningkatan pengunjung dan potensi alam yang ada kurang dapat dikelola secara maksimal. Fasilitas yang belum memadai dan kurang tertata, membuat potensi alam yang ada kurang dapat maksimal untuk dinikmati oleh pengunjung. Untuk itulah dibutuhkan sebuah perencanaan pengembangan Pantai Tirta Samudra Bandengan Jepara sebagai pusat wisata bahari.Kajian diawali dengan melakukan analisa kebutuhan ruang dan fasilitas pada area tapak, dilanjutkan dengan studi banding pada area wisata pantai seperti Taman Impian Jaya Ancol dan Wisata Bahari Lamongan. Kajian mengenai standar besaran ruang baik berdasar literatur maupun studi banding, diikuti juga dengan kajian berupa kebutuhan ruang sesuai dengan aktivitas yang telah direncanakan. Tapak yang digunakan adalah pengembangan tapak eksisting dari area wisata Pantai Tirta Samudra Bandengan Jepara. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan ”Pengembangan Pantai Tirta Samudra Bandengan Jepara Sebagai Pusat Wisata Bahari”.Konsep perancangan ditekankan pada desain Arsitektur Post Modern untuk bangunannya, dan menggunakan konsep organik untuk sirkulasinya. Bangunan inti pada pusat wisata bahari ini terinspirasi dari bentuk dasar paying atau tenda yang identik dengan suasana pantai. Selain itu kesan ringan, ceria, dan menarik dapat terwujud dengan bangunan berbentuk tenda yang berwarna mencolok. Sedangkan konsep organic, diterapkan untuk membuat sirkulasi pada area wisata terkesan tidak monoton, dan menimbulkan daya tarik tersendiri bagi pengunjung saat mengitari area wisata.
KAMPUS II PONDOK PESANTREN MODERN FUTUHIYYAH DI MRANGGEN matien islami; titien woro; gagoek hardiman
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.043 KB)

Abstract

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan dan keagaman Islam tertua di Indonesia. Pondok pesantren termasuk pendidikan khas Indonesia yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat dari dulu hingga sekarang. Pada awal berdirinya, bentuk pondok pesantren masih sangat sederhana, dimana kegiatannya hanya diselenggarakan dalam masjid dengan beberapa orang santri. Pada selanjutnya, dibangun pondok-pondok/ asrama disekitar masjid tersebut sebagai tempat tinggal. Berdasarkan Data Statistik Departemen Agama Tahun 2012/2013 jumlah Pondok Pesantren di seluruh Indonesia mencapai 27.230 pondok pesantren (Sumber: pendis.kemenag.go.id). Jumlah ini diprediksi akan terus meningkat mengingat banyaknya alumni pesantren yang kemudian memprakarsai berdirinya pondok pesantren baru. Kabupaten Demak yang dikenal sebagai kota wali dirasakan sangat kental aroma kereligiusan di dalam setiap masyarakatnya. Demak juga merupakan wilayah yang sesuai untuk mengembangkan pondok pesantren. Sebagai salah satu pondok pesantren yang terletak di Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak, Pondok Pesantren Futuhiyyah didirikan oleh KH. Abdurrahman bin Qosidil Haq bin Abdullah Muhajir pada Tahun 1901. (Sumber: www.futuhiyyah.org)