cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
IMAJI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893892     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal IMAJI (ISSN 2089-3892) ini adalah sebuah terbitan berkala yang bertujuan untuk mewadahi dan mendokumentasikan kreatifitas karya ilmiah desain dalam bidang arsitektur, terutama dosen dan mahasiswa dari lingkungan Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.
Arjuna Subject : -
Articles 446 Documents
KANTOR BADAN PERTANAHAN NASIONAL (BPN) KABUPATEN SLEMAN annisa faramita
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1049.008 KB)

Abstract

Upaya pembangunan sebuah wilayah untuk memperoleh kualitas yang lebih baik terus dilakukan oleh pemerintah termasuk Pemerintah kabupaten Sleman. Pemerintah Kabupaten Sleman berusaha mengakses semua kepentingan baik lokal, regional hingga nasional di segala sektor khususnya sektor pelayanan masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan mengembangkan sarana dan prasarana pelayanan masyarakat yang nyaman, termasuk fisik bangunan yang mewadahinya. Hal ini untuk mendukung proses terwujudnya bangunan fisik Gedung Kantor yang representatif untuk menunjang peningkatan pelayanan terhadap masyarakat Kabupaten Sleman. Dalam hal ini gedung kantor pemerintahan yang akan dirancang adalah gedung Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kajian diawali dengan mempelajari pengertian Kantor Badan Pertanahan Nasional dan standar luas gedung perkantoran. Dilakukan juga studi banding di beberapa kantor Badan Pertahan Nasional di kota lain yang digunakan sebagai objek pembanding. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep gaya desain arsitektur post modern yang dipadukan dengan preseden dari tokoh terkenal Paul Rudolph. Sebagai kesimpulan, uarain program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
BEKASI CYCLING CENTER YUUSHIINA DINI HAPSARI; Gagoek Hardiman; R. Siti Rukayah
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1694.71 KB)

Abstract

Fenomena bersepeda yang telah terjadi di kota besar sekarang ini merupakan kegiatan yang telah menjadi rutinitas dan gaya hidup di kota besar. Tidak hanya peralatan dan orang-orang yang membentuk perkumpulan namun juga telah menjadi gerakan yang menumbuhkan tempat-tempat atau wadah yang dimanfaatkan khalayak umum. Tingkat polusi, pemanasan global dan kemacetan yang semakin tinggi membuat masyarakat kota mencari berbagai alternatif transportasi, salah satunya adalah sepeda. Karena selain baik untuk kesehatan, sepeda juga baik untuk kenyamanan kota, kenyamanan global dan pemeliharaan lingkungan. Sepeda tidak menghasilkan gas karbon monoksida maupun karbon dioksida, tidak mencemari udara maupun lingkungan serta tidak menyebabkan kemacetan lalu lintas. Karena sepeda dioperasikan oleh otot tubuh manusia, maka tidak diperlukan konsumsi bahan bakar. Sepeda telah memberikan kenaikan perhatian terhadap isu-isu global lingkungan hidup, sebagai alat transportasi yang ramah lingkungan dan paling cocok untuk kota besar. Tak heran bila kemudian sepeda mulai dipilih dan digunakan sebagai alternatif di luar penggunaan mobil. Menyikapi fenomena yang terjadi, gerakan ini juga diharapkan dapat berdampak pada penurunan angka penggunaan kendaraan bermotor sehingga mengurangi polusi, efisiensi energi, menuju kota yang lebih bersih, meningkatkan kesehatan manusia maupun lingkungan dan sebagainya. Dari sisi implementasi kebijakan, target awal adalah mengajak warga masyarakat untuk mulai menggunakan alat transportasi sepeda baik untuk sekolah, bekerja maupun kegiatan lainnya yang berjarak dekat. Dan disinilah salah satu tujuan lain dari fasilitas  pengadaan velodrome dengan konsep one stop service sebagai cycling center di Kota Bekasi.
KOMPLEKS CITY HOTEL PERTAMINA DI SOLO Nurilla Ramadhani
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1392.799 KB)

Abstract

Tempat tinggal sementara menjadi prioritas utama pada daerah yang sering menyenggalarakn event-event baik kancah nasional maupun internasional dan surakarta yang dipromosikan sebagai kota MICE (meeting, incentive, convention, and) menjadi salah satu kota yang memiliki jadwal acara yang padat di sepajang tahun. Pada kesempatan ini PT. Pertamina membaca peluang ini sebagai peluang untuk melebarkan kesuksesan perusahaan di bidang perhotelan dan pariwisata. PT Pertamina menggunakan tanah eks-depot gas elpiji menjadikan salah satu tempat tujuan wisata di kota Surakarta dengan membangun convention hall, pusat kuliner, stasiun kota, SPBU terpadu dan hotel. Rencana pembangunan hotel dan convention hall tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mendukung dan siap membantu mempermudah proses perizinan pembangunan. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang hotel, pengertian dan standar-standar mengenai hotel di Indonesia, tinjauan dan studi banding mengenai hotel bintang yang sejenis. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Surakarta, perkembangan hotel di kota tersebut, serta program-program pemerintah yang mendukung adanya hotel di Surakarta. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep sustainable. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 5 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
JAZZ MUSIC CENTER DI SEMARANG yoga giovantri; budi sudarwanto; agung dwiyanto
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.61 KB)

Abstract

Musik jazz adalah musik yang sangat berkembang dewasa ini, peminat musik jazz tidak lagikalangan orang tua dan bukan lagi  musik  yang elite seperti  yang dikenal  dulu. Musik jazz  sangatditerima  oleh  banyak  orang khususnya anak  muda,  kegiatan dan event  musik jazz di  tiap daerahsemakin bermunculan. Baik event musik jazz yang besar atau kecil. Tak heran bila saat ini anak mudamulai mendalami musik jazz dan mencoba untuk belajar musik jazz lebih mendalam.Kota  Semarang merupakan kota  yang memiliki  peminat  musik  jazz yang cukup banyak.Namun banyak peminat musik yang bisa kita lihat dari pertumbuhan peserta anak didik les, eventmusik  jazz di  Semarang yang bermunculan,  dan aktifnya komunitas  musik  jazz Semarang,  JazzNgisoringin. Kota Semarang memiliki event musik jazz nasional yang dijadikan tempat persinggahanevent  tersebut.  Ini  dikarenakan perkembangan musik  jazz  yang meningkat  seiring juga denganpenikmat musik jazz di Semarang.Musik jazz adalah musik yang sangat berkembang dewasa ini, peminat musik jazz tidak lagikalangan orang tua dan bukan lagi  musik  yang elite seperti  yang dikenal  dulu. Musik jazz  sangatditerima  oleh  banyak  orang khususnya anak  muda,  kegiatan dan event  musik jazz di  tiap daerahsemakin bermunculan. Baik event musik jazz yang besar atau kecil. Tak heran bila saat ini anak mudamulai mendalami musik jazz dan mencoba untuk belajar musik jazz lebih mendalam.Kota  Semarang merupakan kota  yang memiliki  peminat  musik  jazz yang cukup banyak.Namun banyak peminat musik yang bisa kita lihat dari pertumbuhan peserta anak didik les, eventmusik  jazz di  Semarang yang bermunculan,  dan aktifnya komunitas  musik  jazz Semarang,  JazzNgisoringin. Kota Semarang memiliki event musik jazz nasional yang dijadikan tempat persinggahanevent  tersebut.  Ini  dikarenakan perkembangan musik  jazz  yang meningkat  seiring juga denganpenikmat musik jazz di Semarang.
MENARA BANK MANDIRI SEMARANG cintya pradipta; hendro trilistyo; eddy hermanto
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1151.177 KB)

Abstract

Sesuai dengan visi Bank Mandiri yaitu “Menjadi Lembaga Keuangan Indonesia yang paling dikagumi dan selalu progresif”, Bank Mandiri berfokus pada segmen korporasi, komersial, mikro dan ritel, serta pembiayaan konsumen dengan strategi yang berbeda di setiap bisnisnya dan bersinergi dengan seluruh segmen pasar yang ada. Bank Mandiri kini menjadi bank terbaik dan terbesar di Indonesia. Terbukti karena Bank Mandiri berhasil memenuhi kebutuhan masyarakat melalui berbagai produk layanan yang diberikan. Selain itu, melalui layanan Mandiri Global Trade, Bank Mandiri mampu meningkatkan sektor perdagangan internasional. Layanan tersebut akan memudahkan para pelaku bisnis dalam negeri melakukan transaksi ekspor impor secara online. Sehingga Bank Mandiri dapat berperan secara signifikan dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Semarang sebagai Ibukota Provinsi Jawa Tengah memiliki peningkatan pertumbuhan perekonomian yang sangat signifikan,hal ini mendorong munculnya berbagai kantor-kantor wilayah dari berbagai perusahaan perbankan. Bank Mandiri yang merupakan bank terbesar dan tersebar di seluruh Indonesia melihat potensi Semarang sebagai pusat perekonomian di Jawa Tengah ingin membantu pemerintah dengan mendirikan berbagai kantor-kantor Mandiri mulai dari kantor kas hingga kantor wilayah Mandiri karena menilik dari pertumbuhan kota dan perekonomian. Semarang juga memiliki nilai strategis bagi Mandiri untuk dapat mengembangkan pelayanan di provinsi Jawa Tengah dengan mendirikan Kantor Wilayah dan Kantor Cabang yang berfungsi sebagai pengawas dan pemberi kebijakan kepada kantor cabang-cabang yang tersebar di seluruh Jawa Tengah juga Kota Semarang sendiri. Sementara itu Mandiri Semarang sendiri belum memiliki gedung yang representative dan kurang memberikan citra sebagai kantor wilayah Jawa Tengah. Maka dibutuhkan sebuah Menara Bank Mandiri yang dapat menampung kegiatan operasional dan non operasional Bank Mandiri yang semakin meningkat di daerah Semarang dan Jawa Tengah, yang dilengkapi dengan fasilitas kantor sewa untuk anak perusahaan Bank Mandiri.
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BULUTANGKIS USIA DINI DI SEMARANG Penekanan Desain Arsitektur Post Modern husein ibrahim; bambang murtomo; wijayanti wijayanti
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.585 KB)

Abstract

Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki prestasi besar dalam cabang olahraga bulutangkis. Hingga sekarang Indonesia masih dikenal dunia sebagai negara yang kuat dalam cabang olahraga ini. Nama nama seperti Liem Swie King, Christian Hadinata, Hastomo Arbi, Rudy Hartono, Alan Budi Kusuma, Ardy B. Wiranata, Ricky Subagja, Rexy Mainaki, Candra Wijaya, Ivana Lie, Susi Susanti, Yuni Kartika, Minarti Timur, Ellen Angelin dan masih banyak lagi adalah sederat nama yang pernah mendominasi cabang bulutangkis dunia di era tahun 80 hingga 90-an. Puluhan gelar seperti Kejuaraan Dunia, All England, hingga Olimpiade pernah diraih oleh atlet-atlet tersebut. Nama terakhir yang sudah menjadi legenda adalah Taufik Hidayat yang pernah meraih banyak prestasi di awal tahun 2000-an. Setelah era Taufik Hidayat, Indonesia tidak lagi menjadi negara yang dominan karena kalah dengan negara-negara Asia lainnya seperti China dan Korea. Dalam sepuluh tahun terakhir, Negara Indonesia kalah bersaing dengan China maupun Korea. Hal ini tidak terlepas dari regenerasi yang baik terhadap atlet-atlet muda China maupun Korea yang mampu menggantikan pendahulunya. Indonesia bukan tidak memiliki regenerasi, namun hanya masih lambat dalam mecetak atlet muda yang mampu bersaing di kancah dunia. Hal ini menjadi tugas besar PBSI sebagai Induk organisasi bulutangkis di Indonesia yang tengah giat dalam melakukan program pembinaan atlet usia dini dengan meningkatkan kualitas pembinaan dan mencari atlet-atlet berbakat diseluruh Indonesia.
PENATAAN PEMUKIMAN NELAYAN TAMBAK MULYO SEMARANG Dengan Lingkup Mikro BANGUNAN INDUSTRI PENGASAPAN IKAN satriya wahyu firmandani; bambang setioko; erni setyowati
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1413.609 KB)

Abstract

Pemukiman  nelayan  merupakan  suatu  aset  berharga  di  setiap  daerahnya.  Pemukiman  ini  menjadi tumpuan  perdagangan  hasil  laut  di  daerahnya.  Sama  halnya  dengan  pemukiman  nelayan  Tambak  Mulyo Semarang  yang  menjadi  pusat  perdagangan  hasil  laut  di  Semarang  dan  sekitarnya.  Namun  ironisnya pemukiman nelayan Tambak Mulyo justru kumuh, padat dan tidak tertata, terlebih dengan bencana rob yang melanda hampir  setiap harinya. Pemukiman nelayan  sejatinya  tidak hanya berkutat dengan  kehidupan  para nelayan yang mencari ikan  di laut, Namun juga menampung kegiatan pengolahan hasil laut tersebut. Selain pemukiman  nelayan  secara  makro,  dalam  proyek  penataan  ini  akan  lebih  dititik  beratkan  pada  kawasan bangunan industri pengasapan ikan yang ada di dalamnya. Ide ini didapatkan dari   menyikapi kondisi buruknya sentra  industri  pengasapan  ikan  di  Bandarharjo  Semarang  yang  sekaligus  akan  ditata  bersamaan  masuk  ke dalam pemukiman nelayan Tambak Mulyo. Penataan  kawasan  industri  pengaspan  ikan  disini  berkonsep  arsitektur  vernakular  demi  melestarikan pemikira-pemikiran lokal  dalam  menghadapi  masalah-masalah  di industri  pengasapan  ikan  seperti bentukan cerobong,  tata  ruang,  bahan  bangunan  dan  lain-lain.  Kawasan  industri  pengasapan  ikan  sebagai  fokus penataan disini pastinya akan memiliki dampak tertentu terhadap lingkungan sekitar di pemukiman nelayan seperti  banyaknya  asap  yang  dihasilkan  oleh  industri  pengasapan  ikan  yang  mencemari  lingkungan  sekitar. Menyikapi  hal  tersebut,  penataan  industri  pengasapan  ikan  secara  mikro  harus  mempertimbangkan keberadaan  lingkungan  sekitar dengan beberapa  solusi desain  seperti  (1)pola  penataan  pemukiman nelayan secara  makro dengan aksis arah angin,  hal  ini berfungsi untuk  mengatur arah  asap  yang dihasilka n industri pengasapan  ikan,  (2)perancangan  barrier  asap  berupa  pepohonan  mengelilingi  industri  pengasapan  ikan, (3)menata ruang dalam industri pengasapan ikan dan bentukan cerobong dengan pendekatan vernakular agar desain sesuai dengan perilaku masyarakat setempat. Penekanan desain pada arsitektur vernakular  juga memiliki peranan penting dalam citra bangunan dan kawasan  yang  dihasilkan  nantinya.  Dengan  konsep  vernakular,  hasil  akhir  desain  disini  juga  memiliki keindahan/estetika,  kesesuaian  dengan  perilaku  setempat,  kemudahan  mendapatkan  material,  kemudahan dalam perbaikan bangunan bila dilakukan oleh masyarakat sendiri, serta menyikapi kondisi alam seperti cuaca dan bencana dalam desain.
MARKAS PUSAT DINAS KEBAKARAN SEMARANG sheila arsitasiwi; agung dwiyanto; budi sudarwanto
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.725 KB)

Abstract

Kebakaran merupakan suatu fenomena yang sering terjadi dan menimbulkan kerugian yang besar baik fisik maupun non fisik .Kota Semarang sebagai salah satu kota besar di Indonesia juga tak luput dari kejadian kebakaran, dengan pesatnya perkembangan kota Semarang , maka resiko kejadian kebakaran semakin meningkat . Oleh karena itu , diperlukan suatu penanganan khusus untuk mengatasi kejadian kebakaran yang semakin lama semakin meningkat . Untuk menangani kejadian kebakaran diperlukan suatu fasilitas lengkap yang dapat mendukung penanganan terhadap kejadian kebakaran seperti fasilitas pendidikan dan pelatihan bagi personel pemadam kebakaran , laboratorium untuk meneliti kebakaran serta kantor administrasi untuk mendukung penaganan terhadap kebakaran , fasilitas – fasilitas tersebut perlu ada dan diwadahi menjadi satu di sebuah markas pusat dinas kebakaran di Semarang. Namun , markas pusat yang ada saat ini belum memiliki fasilitas – fasilitas tersebut dan belum sesuai dengan kebutuhan yang ada saat ini. Kajian diawali dengan mempelajari mengenai tinjauan kebakaran, tinjauan pemadam kebakaran , tinjauan markas pusat, tinjauan dinas kebakaran serta studi preseden dengan beberapa dinas kebakaran yang sudah ada . Dilakukan juga tinjauan mengenai kota Semarang, prediksi jumlah penduduk di kota Semarang 10 tahun mendatang, dan studi besaran ruang. Pemilihan tapak dilakukan pada 2 alternatif lokasi dengan menggunakan tabel pembobotan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
DIPONEGORO MEMORIAL PARK MAGELANG Herry Darmawan
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.798 KB)

Abstract

Magelang yang merupakan wilayah yang memiliki jumlah penduduk yang terbilang padat, selain penduduk tetap juga banyak turis-turis yang datang ke kota ini baik turis asing maupun turis domestic. Salah satu alasan kedatangan mereka ke Magelang salah satunya adalah untuk berlibur dan berpariwisata. Akan tetapi secara aktualita tempat hiburan dan daerah pariwisata di Magelang terbilang sedikit. Sehingga akibat dari kurangnya area rekreasi dan wisata di kota Magelang menjadikan kota ini hanya menjadi tempat singgah untuk para turis tersebut. Maka dari itu dibutuhkannya pembangunan kawasan wisata di kota Magelang sangatlah dibutuhkan, terutama area atau kawasan rekreasi dan wisata yang mencerminkan peristiwa-peristiwa dan proses sejarah yang ada di Indonesia. Hal tersebut akan menjadi daya tarik sendiri baik untuk turis asing maupun turis domestic..
AUDITORIUM UNISSULA SEMARANG DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR MODERN kurnia febriani
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.52 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang bersifat umum bagi setiap manusia yang ada di bumiini. Pada dasarnya pengertian pendidikan Pada  setiap Universitas  sebaiknya  harus  memiliki  gedung  auditorium dengan harapan bahwagedung tersebut dapat berfungsi sebagai central atau pusat kegiatan-kegiatan yang melibatkan orangbanyak,  misalnya:  sebagai kegiatan seminar,  kegiatan wisuda,  kegiatan  sumpah dokter,  pertunjukankesenian dan masih banyak kegiatan mahasiswa yang lainnya. Untuk saat ini Unissula belum memilikiauditorium yang berfungsi untuk  menggelar  kegiatan wisuda  serta  kegiatan yang berkaitan  dengankemahasiswaan sehingga sebagian besar kegiatan tersebut diselenggarakan di area parkir atau halamanantara gedung fakultas hukum dan fakultas kedokteran.Sebagai Perguruan Tinggi Swasta yang berada di bawah Yayasan Badan Wakaf Sultan Agungdiharapkan  dapat  mengatur segala  keperluan,  baik  dari pemasukan  maupun  pengeluarannya,  dansekaligus  dapat  mencari alternatif  pembiayaan dan penyelenggaraan  pendidikannya.  Maka,  Unissulaperlu memiliki sebuah sarana  penunjang yakni seperti  Auditorium  yang dapat  mewadahi  seluruhkegiatan civitas  Unissula guna  kelancaran kegiatan akademis  maupun kegiatan  non akademisperguruan tinggi. Menurut  Dr. Sahid Sumarno,  MM,  selaku  dosen  salah satu  fakultas di  Unissula,^'__µvPA _µ_]š}Œ]µuA ]v]A š]__lA Z_vÇ_A µvšµlA l_P]_š_vA u_Z_ ] Á_A __vA _} _vA hv] µo_A _i_UA _l_vA š_š_‰]Ajuga  bisa  disewakan  untuk  pihak-‰]Z_lA Ç_vPA u_u_µšµZl_v_XA Ko_ZA l_Œ_v_A ]šµUA _]_µšµZl_vA ___vÇ_Aperencanaan dan perancangan Auditorium  Unissula Semarang  dengan penekanan desain ArsitekturModern.Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang bersifat umum bagi setiap manusia yang ada di bumiini. Pada dasarnya pengertian pendidikan Pada  setiap Universitas  sebaiknya  harus  memiliki  gedung  auditorium dengan harapan bahwagedung tersebut dapat berfungsi sebagai central atau pusat kegiatan-kegiatan yang melibatkan orangbanyak,  misalnya:  sebagai kegiatan seminar,  kegiatan wisuda,  kegiatan  sumpah dokter,  pertunjukankesenian dan masih banyak kegiatan mahasiswa yang lainnya. Untuk saat ini Unissula belum memilikiauditorium yang berfungsi untuk  menggelar  kegiatan wisuda  serta  kegiatan yang berkaitan  dengankemahasiswaan sehingga sebagian besar kegiatan tersebut diselenggarakan di area parkir atau halamanantara gedung fakultas hukum dan fakultas kedokteran.Sebagai Perguruan Tinggi Swasta yang berada di bawah Yayasan Badan Wakaf Sultan Agungdiharapkan  dapat  mengatur segala  keperluan,  baik  dari pemasukan  maupun  pengeluarannya,  dansekaligus  dapat  mencari alternatif  pembiayaan dan penyelenggaraan  pendidikannya.  Maka,  Unissulaperlu memiliki sebuah sarana  penunjang yakni seperti  Auditorium  yang dapat  mewadahi  seluruhkegiatan civitas  Unissula guna  kelancaran kegiatan akademis  maupun kegiatan  non akademisperguruan tinggi. Menurut  Dr. Sahid Sumarno,  MM,  selaku  dosen  salah satu  fakultas di  Unissula,^'__µvPA _µ_]š}Œ]µuA ]v]A š]__lA Z_vÇ_A µvšµlA l_P]_š_vA u_Z_ ] Á_A __vA _} _vA hv] µo_A _i_UA _l_vA š_š_‰]Ajuga  bisa  disewakan  untuk  pihak-‰]Z_lA Ç_vPA u_u_µšµZl_v_XA Ko_ZA l_Œ_v_A ]šµUA _]_µšµZl_vA ___vÇ_Aperencanaan dan perancangan Auditorium  Unissula Semarang  dengan penekanan desain ArsitekturModern.