cover
Contact Name
Prof. Wimpy Santosa, Ph.D
Contact Email
wimpy@unpar.ac.id
Phone
+62222042004
Journal Mail Official
fstpt7@unpar.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Transportasi
ISSN : 14112442     EISSN : 26151146     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Transportasi adalah jurnal ilmiah di bidang ilmu transportasi yang diterbitkan tiga kali setahun oleh Forum Studi Transportasi antar-Perguruan Tinggi (FSTPT). Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Simposium FSTPT yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal Transportasi juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang ilmu transportasi. Jurnal Transportasi terakreditasi yang kedua kali berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor 51/DIKTI/ Kep/2010 tanggal 5 Juli 2010.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 18 No. 1 (2018)" : 8 Documents clear
KESELAMATAN LALU LINTAS SISWA SEKOLAH DASAR KARUWISI II KOTA MAKASSAR Andi Lukmana; Muhammad Isran Ramli; Muralia Hustim
Jurnal Transportasi Vol. 18 No. 1 (2018)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.301 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v18i1.2969.11-20

Abstract

Abstract Projections made between 2000 and 2020 show that fatalities from traffic accidents will decline by 30% in high-income countries, but will increase in low- and medium-income countries. Without any real action, by 2020 traffic accidents will be the third leading cause of accidents and diseases in the world. This study analyzes students' vulnerability in terms of student travel patterns from and to schools, knowledge of safety facilities, traffic habits, and traffic perceptions of primary school-aged children by taking case studies of Karuwisi II State Elementary School in Makassar City. Data were analyzed using nonparametric statistical test. The results show that students have a risk of traffic accidents, which is seen in the presence of knowledge facility gaps and perception gaps that indicate a difference. Keywords: traffic accidents, safety knowledge, perception, primary school students  Abstrak Proyeksi yang dilakukan antara tahun 2000 dan tahun 2020 menunjukkan bahwa kematian akibat kecelakaan lalu lintas akan menurun 30% di negara-negara dengan pendapatan tinggi, tetapi akan meningkat di negara dengan pendapatan rendah dan sedang. Tanpa adanya tindakan yang nyata, pada tahun 2020 kecelakaan lalu lintas akan menjadi penyebab kecelakaan dan penyakit nomor tiga di dunia. Pada studi ini dilakukan analisis tingkat kerawanan siswa ditinjau dari pola perjalanan siswa dari dan ke sekolah, pengetahuan tentang fasilitas keselamatan, kebiasaan berlalu lintas, dan persepsi lalu lintas pada anak usia sekolah dasar, dengan mengambil studi kasus Sekolah Dasar Negeri Karuwisi II di Kota Makassar. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistika nonparametrik. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa siswa memiliki risiko terhadap kecelakaan lalu lintas, yang terlihat pada adanya kesenjangan pengetahuan fasilitas keselamatan dan kesenjangan persepsi yang menunjukkan adanya perbedaan. Kata-kata kunci: kecelakaan lalu lintas, pengetahuan keselamatan, persepsi, siswa sekolah dasar
POTENSI BIOASPAL PADA BAHAN DAUR ULANG ASPAL DAN CAMPURAN BERASPAL HANGAT Atmy Verani Rouly Sihombing; Bambang Sugeng Subagio; Eri Susanto Hariyadi
Jurnal Transportasi Vol. 18 No. 1 (2018)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.336 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v18i1.2975.59-66

Abstract

Abstract Bioasphalt are asphalt produced from non-food ingredients which can be renewed. In addition to being used as a binder in asphalt mixture, since it is derived from lignin-containing biomass, bioasphalt also has the potential as rejuvenator for a mixture containing reclaimed asphalt pavement as well as additive for warm mixed asphalt technology due to its rheological properties that can reduce mixing temperatures up to 20°C. America, Europe, Japan and Australia have started their research on bioasphalt since the last few years. Indonesia itself can produce bioasphalt from coconut shells, but the research related to bioasphalt potency in paved mixture technology is still very limited. To prove the potential of bioasphalt, research needs to be done by evaluating the performance of bioasphalt available in Indonesia as a rejuvenator in Hot Mix Asphalt containing Reclaimed Asphalt Pavement and as an additive for warm mixed asphalt technology. Keywords: bioasphalt, hot mix asphalt, reclaimed asphalt pavement, warm mix asphalt  Abstrak Bioaspal adalah aspal yang dihasilkan dari bahan nonmakanan dan dapat diperbaharui. Selain dapat digunakan sebagai bahan pengikat campuran beraspal, karena berasal dari biomassa yang mengandung lignin, bioaspal juga berpotensi sebagai bahan peremaja untuk campuran yang mengandung reclaimed asphalt pavement serta sebagai bahan tambah untuk teknologi campuran beraspal hangat karena sifat reologinya yang dapat menurunkan temperatur pencampuran hingga 20°C. Amerika, Eropa, Jepang, dan Australia telah memulai penelitian terhadap bioaspal sejak beberapa tahun belakangan. Indonesia sendiri sudah dapat menghasilkan bioaspal yang berasal dari tempurung kelapa, hanya saja penelitian terkait potensi bioaspal pada teknologi campuran beraspal masih sangat minim. Untuk membuktikan potensi bioaspal tersebut, perlu dilakukan penelitian dengan mengevaluasi kinerja bioaspal yang ada di Indonesia sebagai bahan peremaja pada campuran beraspal panas yang mengandung reclaimed asphalt pavement dan sebagai bahan tambah penurun temperatur pencampuran untuk teknologi campuran beraspal hangat. Kata-kata kunci: bioaspal, campuran beraspal panas, reclaimed asphalt pavement, campuran beraspal hangat
KUALITAS PELAYANAN SISTEM INFORMASI PADA ANGKUTAN UMUM TRANSJAKARTA R. Sony Sulaksono Wibowo; Widyarini Weningtyas; Siti Rahma
Jurnal Transportasi Vol. 18 No. 1 (2018)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.925 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v18i1.2976.67-76

Abstract

Abstract Information system is very crucial in transportation service. In the delivery of information, there are some compulsory aspects of regularity which are subject to the Minimum Service Standards for Public Transportation regulated in both Ministerial Decree and other normative studies. The current development of technology impacts on the ease of moving across each individual’s space and time. It is also implemented in the dissemination of information on public transportation operation by means of website and application easily accessed by mobile devices. This research aims at evaluating the information system of public transportation with the case study of Transjakarta. The method of information system quality measurement will use the dimension of analysis service quality measurement SERVQUAL put in comparison with the aspects of public transportation service quality measurement generated from literature reviews. The result of comparative analysis of the two methods will be linked to WEBQUAL method, a technique to measure the quality of website and online application based on users’ perception. Keywords: service quality, information system services, public transportations, Transjakarta  Abstrak Sistem informasi adalah hal yang sangat penting dalam pelayanan transportasi. Dalam penyampaiannya pun terdapat aspek-aspek keteraturan yang harus dipenuhi sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal Angkutan Umum yang terdapat dalam Peraturan Menteri maupun kajian normatif lainnya. Perkembangan teknologi pada masa sekarang berdampak kepada kemudahan dalam melintasi ruang dan waktu setiap individu. Hal ini juga diimplementasikan dalam penyebaran informasi operasional angkutan umum, yaitu melalui halaman website maupun aplikasi yang dapat diakses melalui perangkat seluler. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem informasi angkutan umum dengan studi kasus bus Transjakarta. Metode pengukuran kualitas pelayanan sistem informasi akan menggunakan dimensi pengukuran kualitas jasa analisis SERVQUAL yang akan dikomparasikan dengan aspek-aspek pengukuran kualitas pelayanan angkutan umum, yang didapatkan dari studi pustaka dan literatur terkait lainnya. Hasil analisis kedua komparasi metode tersebut akan dikaitkan dengan metode WEBQUAL, yaitu teknik pengukuran kualitas website maupun aplikasi online yang didasarkan pada persepsi pengguna. Kata-kata kunci: kualitas pelayanan, pelayanan sistem informasi, angkutan umum, Transjakarta
EVALUASI KINERJA LAYANAN ANGKUTAN PENGUMPAN BUS TRANSJAKARTA RUTE LEBAK BULUS-SENEN Adnan Kusuma Putra; Ellen S.W. Tangkudung
Jurnal Transportasi Vol. 18 No. 1 (2018)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.888 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v18i1.2971.29-38

Abstract

Abstract PT Transjakarta together with the private operators synergizes to increase the feeder bus service in the coverage area around Jakarta. One of them is Lebak Bulus-Senen feeder service, on the 6H Transjakarta corridor service. Based on static and dynamic surveys, the results of this service evaluation show that the number of buses provided is not able to meet the existing passenger demands, which is indicated by the value of the busload factor which shows the number of passenger needs is high, but the waiting time of passengers is greater than the bus arrival time. The number of fleets currently available is also unable to meet the standard services. Based on the travel time, the required bus fleet is 35 units, while in practice only 26 units of vehicles were operated. Therefore a re-plan is necessary by considering the addition of bus unit so that the implementation of Transjakarta Lebak Bulus-Senen feed service is in accordance with the passenger demands and meet the Minimum Service Standard of Transjakarta. Keywords: feeder bus, feed service, waiting time, load factor  Abstrak PT Transjakarta bersama dengan pihak operator swasta bersinergi untuk menambah layanan bus pengumpan di wilayah jangkauan di sekitar Jakarta. Salah satunya adalah layanan pengumpan Lebak Bulus-Senen koridor 6H Transjakarta. Berdasarkan survei statis dan survei dinamis, hasil evaluasi layanan ini menunjukkan bahwa jumlah armada bus yang disediakan tidak mampu memenuhi permintaan penumpang yang ada, yang ditunjukkan oleh besarnya nilai faktor muat bus yang memperlihatkan jumlah kebutuhan penumpang yang tinggi, namun waktu tunggu penumpang lebih besar daripada waktu kedatangan bus. Jumlah armada yang ada saat ini juga tidak mampu memenuhi pelayanan standar. Berdasarkan waktu tempuhnya, armada bus yang dibutuhkan adalah 35 unit, sedangkan dalam praktiknya hanya dioperasikan 26 unit kendaraan. Karena itu diperlukan perencanaan ulang dengan mempertimbangkan penambahan unit bus agar pelaksanaan layanan pengumpan Transjakarta Lebak Bulus-Senen sesuai dengan kebutuhan penumpang dan memenuhi Standar Pelayanan Minimal Transjakarta. Kata-kata kunci: bus pengumpan, layanan pengumpan, waktu tunggu, faktor muat
FAKTOR PEMICU PERSEPSI DAN SIKAP TOLERAN PENGENDARA TERHADAP RISIKO KECELAKAAN Don Gaspar Noesaku da Costa; Siti Malkhamah; Latif Budi Suparma
Jurnal Transportasi Vol. 18 No. 1 (2018)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.702 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v18i1.2972.39-48

Abstract

Abstract Impact speed was believed to be the factor that associated with fatal accident. On the other hand, a number of riders believe that their braking capabilities could reduce the risk. The perception should be studied deeply. Therefore, this paper was focused to identify variables influencing rider’s risk tolerance due to speeding behavior. The risk tolerance analysis was conducted based on the values of safety factor and margin of safety, due to the differences in braking capability. Safety factor was defined as the ratio of the available stopping sight distance to a minimum stopping sight distance; whilst the margin of safety was the different between safety factor and its optimum safety criteria. All the input data were collected from the result of literature review. The result showed that vehicle deceleration, due to engine brake force, influence the vehicle speed before braking significantly, and end up with a decreasing in impact speed. Since the risk might be reduced by increasing the braking capability, the awareness of it was indicated to be the triggering factor of an accident risk tolerance’s level. Keywords: braking capability, minimum margin of safety, risk tolerance, speeding behavior  Abstrak Impact speed diyakini merupakan faktor yang memengaruhi kecelakaan fatal. Di lain pihak, sejumlah pengendara meyakini bahwa kemampuan pengereman mereka dapat menurunkan tingkat risiko tersebut. Persepsi tersebut perlu dipelajari lebih mendalam. Penelitian ini difokuskan pada identifikasi variabel yang memengaruhi tingkat toleransi pengendara terhadap risiko yang ditimbulkan oleh perilaku speeding. Analisis toleransi terhadap risiko tersebut didasarkan pada nilai safety factor dan margin of safety akibat perbedaan kemampuan pengereman. Safety factor merupakan rasio antara jarak pandang henti tersedia dan jarak pandang henti minimum, sedangkan margin of safety merupakan selisih antara safety factor dan kriteria keselamatan optimumnya. Seluruh data input untuk studi ini diperoleh dari hasil kajian literatur. Hasil studi menunjukkan bahwa perlambatan kendaraan akibat tahanan mesin berdampak signifikan pada penurunan kecepatan kendaraan sesaat sebelum pengereman dan berujung pada penurunan impact speed. Karena risiko tersebut dapat dikurangi melalui peningkatan kemampuan pengereman, pemahaman akan hal ini terindikasi menjadi faktor pemicu tingkat toleransi terhadap risiko kecelakaan. Kata-kata kunci: kemampuan pengereman, margin keselamatan minimum, toleransi risiko, perilaku mempercepat
POLA PERGERAKAN PENUMPANG FERRY DI WILAYAH KEPULAUAN Andi Kumalawati; Ludfi Djakfar; Harnen Sulistio; Achmad Wicaksono
Jurnal Transportasi Vol. 18 No. 1 (2018)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.563 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v18i1.2968.1-10

Abstract

Abstract East Nusa Tenggara is an archipelago with a low population density and uneven distribution. Therefore, the identification of movement pattern characteristics for ferry passengers is very important to capture the initial step of supporting data used in planning of interisland transportation infrastructure. By using the method of Correspondence Analysis, the analysis shows that: (1) most passengers in Alor Island had a nearer distance from home to the port compared to those on Flores, Sumba, and Timor islands; (2) travel costs from home to the ports were categorized expensive; (3) travel time from home to the port was influenced by the distance between home and the port, the port location, and transport to the port type; (4) most passengers did not transfer from one ship to another during the trip from port of origin to port of destination; (5) the waiting time of ship in the ports is affected by delays due to weather and wave height; (6) the journey time of ship is affected by the length of track, weather conditions, and high waves. Keywords: ferry passenger, travel time, travel cost, waiting time  Abstrak Nusa Tenggara Timur merupakan wilayah kepulauan dengan kepadatan penduduk rendah dan sebaran tidak merata. Karena itu, identifikasi karakteristik pola pergerakan bagi penumpang ferry sangat penting untuk langkah awal menjaring data pendukung yang digunakan dalam perencanaan sarana dan prasarana transportasi penyeberangan. Dengan menggunakan Metode Correspondence Analysis, hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) sebagian besar penumpang di Pulau Alor memiliki jarak dari rumah ke pelabuhan yang lebih dekat dibandingkan dengan penumpang di Pulau Flores, Pulau Sumba, dan Pulau Timor; (2) biaya perjalanan dari rumah ke pelabuhan dikategorikan mahal; (3) waktu perjalanan dari rumah ke pelabuhan, dipengaruhi oleh jarak dari rumah ke pelabuhan, lokasi pelabuhan, dan jenis angkutan yang digunakan ke pelabuhan; (4) sebagian besar penumpang mengatakan tidak pernah berpindah kapal selama perjalanan dari pelabuhan asal ke pelabuhan tujuan; (5) waktu tunggu kapal di pelabuhan, dipengaruhi oleh keterlambatan kapal akibat cuaca dan tinggi gelombang; dan (6) waktu tempuh kapal dipengaruhi oleh panjang lintasan, kondisi cuaca, dan gelombang yang tinggi. Kata-kata kunci: penumpang ferry, waktu perjalanan, biaya perjalanan, waktu tunggu
WAKTU TEMPUH PERJALANAN WISATAWAN MANCANEGARA DI DESTINASI BERBASIS MULTIDAYA TARIK WISATA BALI Putu Hermawati; Muhammad Isran Ramli; Sakti Adji Adisasmita; Sumarni Hamid
Jurnal Transportasi Vol. 18 No. 1 (2018)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.323 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v18i1.2973.49-58

Abstract

Abstract This study is to analyze the travel time of foreign tourists while choosing travel chain to the tourist attraction object. Travel time and distance on the tourist travel chain is an important element for planning of transportation and tourism. Data collection through questionnaire based on  interviews of foreign tourists who came to Bali for holiday purposes. The collected travel chain data includes the origin and destination of the trip, the places visited, departure time, arrives and departs from the places visited. Data analysis to estimate the parameter of travel time model was done by regression analysis using SPSS 20 program. Validation model by calculating correlation value of Pearson and Root Mean Square Error to model and result of remeasurement in the field. The best travel time model with number of trip chain 1 to 5 is the polynomial model which has coefficient of determination between 0.8 and 1, while for return trip to origin is linear model with coefficient of determination between of 0,995. Validation tests on all models also show the correlation coefficient between 0.9 and 1 and Root Mean Square Error less than 10. Keywords: tourist attraction, travel time, distance, trip chain  Abstrak Studi ini menganalisis waktu tempuh perjalanan wisatawan mancanegara dalam hal memilih rantai perjalanannya menuju daya tarik wisata. Waktu tempuh dan jarak pada rantai perjalanan wisatawan merupakan elemen penting dalam perencanaan transportasi dan pariwisata. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara berbasis kuisioner terhadap wisatawan mancanegara di Bali dengan tujuan berlibur. Data rantai perjalanan meliputi asal dan tujuan, tempat yang dikunjungi, waktu berangkat, ketibaan dan keberangkatan dari tempat yang dikunjungi. Analisis data untuk mengestimasi parameter model waktu tempuh dilakukan dengan analisis regresi menggunakan program SPSS 20. Validasi model dengan nilai korelasi Pearson dan Root Mean Square Error terhadap model dan hasil pengukuran kembali di lapangan. Model waktu tempuh dengan jumlah trip chain antara 1 dan 5 yang paling baik adalah model polinomial yang memiliki koefisien determinasi antara 0,8 dan 1, sedangkan perjalanan kembali ke asal adalah model linier dengan koefisien determinasi sebesar 0,995. Uji validasi pada semua model juga menunjukkan nilai koefisien korelasi antara 0,9 dan 1 dengan Root Mean Square Error kurang dari 10. Kata-kata kunci: daya tarik wisata, waktu tempuh, jarak, rantai perjalanan
PENGARUH KADAR KAPUR PADAM SEBAGAI BAHAN PENGISI CAMPURAN COLD PAVING HOT MIX ASBUTON Ludfi Djakfar; Yogi Kurnia Wiyanta; Hendi Bowoputro; Havizh Lukman Baisa
Jurnal Transportasi Vol. 18 No. 1 (2018)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.111 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v18i1.2970.21-28

Abstract

Abstract The purpose of this study was to determine the effect of using hydrated lime as a filler of Marshall Parameters on a mixture of Lawelle Granular Asphalt, which was produced from Asphalt Buton, using local aggregates. For this purpose, 45 specimens were prepared with variations in Lawelle Granular Asphalt levels and filler percentages. Variations of Lawelle Granular Asphalt levels are 25%, 30%, 35% whereas the filler variations are 0/100, 25/100, 50/50, 75/25, 100/0, between stone ash and hydrated lime. The analysis results show that the optimum level of Lawelle Granular Asphalt level was 29% and the optimum filler content was 60% stone ash and 40% hydrated lime. This means that the hydrated lime can be used as fillers in the Lawelle Granular Asphalt mixture. Keywords: buton asphalt, filler, hydrated lime, Marshall Parameters  Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh penggunaan kapur padam sebagai bahan pengisi  terhadap Parameter Marshall pada campuran beraspal Lawelle Granular Asphalt, yang diproduksi dari Aspal Buton, dengan menggunakan agregat lokal. Untuk maksud tersebut, dibuatlah 45 benda uji dengan variasi pada kadar Lawelle Granular Asphalt dan persentase bahan pengisi. Variasi kadar Lawelle Granular Asphalt adalah 25%, 30%, 35% sedangkan variasi bahan pengisi adalah 0/100, 25/100, 50/50, 75/25, 100/0, antara abu batu dan kapur padam. Dari hasil analisis didapat bahwa kadar Lawelle Granular Asphalt optimum sebesar 29% dan komposisi optimum bahan pengisi adalah 60% abu batu dan 40% kapur padam. Hal ini berarti bahwa kapur padam dapat digunakan sebagai bahan pengisi pada campuran Lawelle Granular Asphalt. Kata-kata kunci: aspal buton, bahan pengisi, kapur padam, Parameter Marshall

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 3 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 3 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 3 (2022) Vol. 22 No. 2 (2022) Vol. 22 No. 1 (2022) Vol. 21 No. 3 (2021) Vol. 21 No. 2 (2021) Vol. 21 No. 1 (2021) Vol. 20 No. 3 (2020) Vol. 20 No. 2 (2020) Vol. 20 No. 1 (2020) Vol. 19 No. 3 (2019) Vol. 19 No. 2 (2019) Vol. 19 No. 1 (2019) Vol. 18 No. 3 (2018) Vol. 18 No. 2 (2018) Vol 18, No 2 (2018) Vol 18, No 1 (2018) Vol. 18 No. 1 (2018) Vol. 17 No. 3 (2017) Vol 17, No 3 (2017) Vol 17, No 2 (2017) Vol. 17 No. 2 (2017) Vol. 17 No. 1 (2017) Vol 17, No 1 (2017) Vol 16, No 3 (2016) Vol. 16 No. 3 (2016) Vol 16, No 2 (2016) Vol. 16 No. 2 (2016) Vol. 16 No. 1 (2016) Vol 16, No 1 (2016) Vol. 15 No. 3 (2015) Vol 15, No 3 (2015) Vol. 15 No. 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol. 15 No. 1 (2015) Vol 14, No 3 (2014) Vol. 14 No. 3 (2014) Vol 14, No 2 (2014) Vol. 14 No. 2 (2014) Vol. 14 No. 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol. 13 No. 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol. 13 No. 2 (2013) Vol. 13 No. 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol. 12 No. 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol. 12 No. 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol. 12 No. 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol. 11 No. 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol. 11 No. 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol. 11 No. 1 (2011) Vol 10, No 3 (2010) Vol. 10 No. 3 (2010) Vol. 10 No. 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol. 10 No. 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol. 9 No. 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol. 9 No. 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol. 8 No. 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol. 8 No. 1 (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol. 7 No. 2 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol. 7 No. 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol. 6 No. 2 (2006) Vol. 6 No. 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol. 5 No. 2 (2005) Vol. 5 No. 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol. 4 No. 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol. 4 No. 1 (2004) More Issue