cover
Contact Name
Prof. Wimpy Santosa, Ph.D
Contact Email
wimpy@unpar.ac.id
Phone
+62222042004
Journal Mail Official
fstpt7@unpar.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Transportasi
ISSN : 14112442     EISSN : 26151146     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Transportasi adalah jurnal ilmiah di bidang ilmu transportasi yang diterbitkan tiga kali setahun oleh Forum Studi Transportasi antar-Perguruan Tinggi (FSTPT). Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Simposium FSTPT yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal Transportasi juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang ilmu transportasi. Jurnal Transportasi terakreditasi yang kedua kali berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor 51/DIKTI/ Kep/2010 tanggal 5 Juli 2010.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,071 Documents
TREN, BIAYA, DAN TANTANGAN STRUCTURAL HEALTH MONITORING JEMBATAN Andreas A. Pramudya; Andreas Wibowo; Anton Soekiman
Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 2 (2022)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v22i2.6062.117-130

Abstract

Abstract Information technology and the Internet of Things are developing rapidly, resulting in changes in all fields, including monitoring and testing bridges. Structural Health Monitoring (SHM) is currently an alternative to replace conventional visual inspections. This study aims to determine trends in the use of Structural Health Monitoring on bridges, including cost factors and challenges faced, so that they can be considered and referenced in the installation of Structural Health Monitoring on bridges in the future. This study uses biblio-metric analysis methods and literature review. Bibliometric analysis was carried out to determine the type of bridge, the method of Structural Health Monitoring, the type of sensor, and the part that the sensor was installed on, so that the trend of Structural Health Monitoring installation could be observed. A literature review was carried out on the challenges that occurred and the cost factors that were considered and their potential in the future. This research shows that the method of Structural Health Monitoring is still evolving and that new technologies have been used to overcome various challenges, including the cost factor. If Structural Health Monitoring can be mass produced, the cost of producing Structural Health Monitoring is expected to decrease. Keywords: bridge; structural health monitoring; visual inspection; bibliometrics Abstrak Teknologi informasi dan Internet of Things berkembang dengan pesat, yang mengakibatkan terjadinya perubahan di segala bidang, termasuk pada pemantauan dan pengujian jembatan. Structural Health Monitoring (SHM) saat ini menjadi alternatif untuk menggantikan inspeksi visual yang bersifat konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tren penggunaan Structural Health Monitoring pada jembatan, termasuk faktor biaya dan tantangan yang dihadapi, sehingga dapat menjadi pertimbangan dan acuan dalam pemasangan Structural Health Monitoring pada jembatan di masa mendatang. Studi ini menggunakan metode analisis bibliometrik dan tinjauan literatur. Analisis bibliometrik dilakukan untuk mengetahui jenis jembatan, metode Structural Health Monitoring, jenis sensor, dan bagian yang dipasang sensor, sehingga tren pemasangan Struc-tural Health Monitoring dapat diamati. Tinjauan literatur dilakukan pada tantangan yang terjadi dan faktor biaya yang menjadi pertimbangan serta potensinya di masa mendatang. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode Structural Health Monitoring masih terus berkembang dan berbagai teknologi baru telah digunakan untuk mengatasi berbagai tantangan, termasuk faktor biaya. Jika Structural Health Monitoring dapat dipro-duksi secara massal, biaya produksi Structural Health Monitoring diharapkan menurun. Kata-kata kunci: jembatan; structural health monitoring; inspeksi visual; bibliometrik
POTENSI PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN KERETA REL LISTRIK SOLO-JOGJA BERBASIS POLA MOBILITAS KOMUTER Anita Chindyana; Fauzan Romadlon; Ridho Ananda
Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 2 (2022)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v22i2.6063.131-142

Abstract

Abstract One type of transportation that is already available for commuters in Solo and Yogyakarta is the Solo-Jogja Electric Rail Train, which has been operating in February 2021. One of the important things that must be considered by the Electric Rail Train service provider is the quality of service for commuter. This study aims to measure the potential for improving the service of the Solo-Jogja Electric Rail Train, which is measured using 5 variables, namely reliability, comfort, service, vehicle access, and safety. The method used is quanti-tative method and ANOVA statistical test. This study shows that the demographic factor of commuters has a significance with the service variable. The demographic factors are domicile, private vehicle ownership, station distance from home, and the income of travelers. Based on the mobility pattern of the commuters, it can be seen that there is an imbalance in the availability of facilities at large stations and at small stations, which makes travelers prefer to depart from large stations. In addition, the lack of integration between transportation modes at the station is an obstacle for commuters who live in suburban areas. Therefore, additional services are needed to facilitate commuters, especially for those who live in suburban areas. Keywords: transportation; Electric Rail Train; commuter; station; mobility pattern Abstrak Suatu jenis transportasi yang telah tersedia bagi pelaku perjalanan komuter di Solo dan Yogyakarta adalah Kereta Rel Listrik Solo-Jogja, yang mulai beroperasi pada bulan Februari 2021. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh penyedia layanan Kereta Rel Listrik tersebut adalah kualitas pelayanan bagi pelaku perjalanan komuter. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur potensi peningkatan pelayanan Kereta Rel Listrik Solo-Jogja, yang diukur dengan menggunakan 5 variabel, yaitu reliability, comfort, service, vehicle access, dan safety. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dan uji statistika ANOVA. Studi ini menunjukkan bahwa faktor demografi pelaku perjalanan komuter memiliki signifikansi dengan variabel pelayanan. Faktor demografi tersebut adalah domisili, kepemilikan kendaraan pribadi, jarak stasiun dari rumah, dan penghasilan pelaku perjalanan. Berdasarkan pola mobilitas pelaku perjalanan komuter, terlihat adanya ketimpangan keter-sediaan fasilitas di stasiun besar dengan di stasiun kecil, yang membuat pelaku perjalanan lebih memilih kebe-rangkatan dari stasiun besar. Selain itu, belum adanya keterpaduan antarmoda transportasi di stasiun menjadi kendala bagi pelaku perjalanan komuter yang berdomisili di daerah pinggiran kota. Karena itu, diperlukan layanan tambahan guna memfasilitasi perjalanan komuter, terutama bagi yang berdomisili di daerah pinggiran kota. Kata-kata kunci: transportasi; Kereta Rel Listrik; perjalanan komuter; stasiun; pola mobilitas
DAMPAK PEMBANGUNAN TERMINAL LPG REFRIGERATED PERTAMINA TERHADAP KINERJA LALU LINTAS PADA JARINGAN JALAN DI SEKITARNYA Jimi Amijaya; Ahmad Soimun
Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 2 (2022)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v22i2.6064.143-154

Abstract

Abstract The construction of Pertamina's LPG Refrigerated Terminal in Remen Village, Tuban Regency, will cause traffic generation, which will cause a burden on intersections and roads that are passed. This study aims to determine the impact of the construction of Pertamina's LPG Refrigerated Terminal on traffic congestion on the road network located around the construction site. To analyze traffic performance, PTV Visum 18 software is used. This study shows that the construction of Pertamina's LPG Refrigerated Terminal, from construction to operation, has an impact on increasing trip generation, from 49 pcu/hour to 126 pcu/hour. From the construction period to the operational period, the Service Level for roads and intersections around the development area is still good, with V/C Ratio values ​​smaller than 0.85. This study also shows that the number of trips has increased, from construction to operation periods, so handling is needed to minimize congestion caused. Keywords: development; traffic generation; traffic performance; V/C Ratio; service level Abstrak Pembangunan Terminal LPG Refrigerated Pertamina di Desa Remen, Kabupaten Tuban, akan menimbulkan bangkitan dan tarikan lalu lintas, yang akan menimbulkan beban pada simpang dan jalan yang dilalui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pembangunan Terminal LPG Refrigerated Pertamina terhadap kemacetan lalu lintas di jaringan jalan yang terletak di sekitar lokasi pembangunan. Untuk mengana-lisis kinerja lalu lintas digunakan perangkat lunak PTV Visum 18. Studi ini menunjukkan bahwa pembangunan Terminal LPG Refrigerated Pertamina, mulai saat konstruksi sampai dengan saat operasional, berdampak pada kenaikan bangkitan perjalanan, dari 49 smp/jam menjadi 126 smp/jam. Mulai masa kontruksi hingga masa operasional, Tingkat Pelayanan ruas-ruas jalan maupun simpang di sekitar kawasan pengembangan masih bagus, dengan nilai-nilai V/C Rasio lebih kecil daripada 0,85. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jumlah perjalanan mengalami peningkatan, dari saat konstruksi hingga operasional, sehingga dibutuhkan pena-nganan untuk meminimalisir kemacetan yang ditimbulkan. Kata-kata kunci: pembangunan; bangkitan lalu lintas; kinerja lalu lintas; V/C Rasio; tingkat pelayanan
PENGARUH JENIS PERMUKAAN DAN KONDISI JALAN TERHADAP TINGKAT KECELAKAAN LALU LINTAS DI KOTA BATU Risa Amalia Kurniawati; Tasyania Izzah Salsabila; Putri Nur Hawa; Ifan Deffinika
Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 2 (2022)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v22i2.6065.155-162

Abstract

Abstract The level of traffic accidents that occurs in Indonesia is relatively very high, so the World Health Organization has determined that traffic accidents are the third largest cause of death in Indonesia. Places that are prone to traffic accidents are scattered in areas in Indonesia, one of which is in Batu City. Batu City is a city located in East Java Province, which has a high traffic volume. This is due to the large number of road users who pass through the streets in Batu City, where the roads connect districts and cities. The large number of road users who pass through Batu City has an impact on road damage in Batu City, which has the potential to cause traffic accidents. The factors of the type of road surface and the condition of the damaged road are thought to affect the level of traffic accidents that occur. This study examines the relationship between the type of road surface and the condition of the damaged road with the level of traffic accidents in Batu City. The method used is literature study and the data utilized is secondary data. Data analysis was done using multiple linear regression method. This study shows that the type of road surface and damaged road conditions have a significant effect on the level of traffic accidents that occur in Batu City. Keywords: traffic accident; traffic; roads; road surface; damaged roads Abstrak Tingkat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Indonesia relatif sangat tinggi, sehingga World Health Organization menetapkan bahwa kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab kematian terbesar urutan ketiga di Indonesia. Tempat-tempat yang rawan kecelakaan lalu lintas tersebar di daerah-daerah di Indonesia, yang salah satunya adalah di Kota Batu. Kota Batu merupakan sebuah kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur, yang mempunyai volume lalu lintas yang tinggi. Hal ini disebabkan karena banyaknya pengguna jalan yang melewati jalan-jalan di Kota Batu, yang mana jalan-jalan tersebut menghubungkan antarkabupaten dan antarkota. Banyaknya pengguna jalan yang melewati Kota Batu berdampak pada rusaknya jalan di Kota Batu, yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Faktor-faktor jenis permukaan jalan dan kondisi jalan yang rusak diduga memengaruhi tingkat kecelakaan lalu lintas yang terjadi. Pada studi ini dikaji hubungan antara jenis permukaan jalan dan kondisi jalan yang rusak dengan tingkat kecelakaan lalu lintas di Kota Batu. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan data yang digunakan adalah data sekunder. Analisis data dikerjakan dengan menggunakan metode regresi linier berganda. Studi ini menunjukkan bahwa jenis permu-kaan jalan dan kondisi jalan yang rusak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kota Batu. Kata-kata kunci: kecelakaan lalu lintas; lalu lintas; jalan; permukaan jalan; jalan rusak
PENGARUH SISTEM MANAJEMEN ARMADA TERHADAP EFISIENSI AKTIVITAS TRUK ANGKUTAN BATU BARA DI KALIMANTAN SELATAN Sinta Mulyani Dwi Putri; Sri Martini
Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 2 (2022)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v22i2.6066.163-170

Abstract

Abstract South Kalimantan is one of the largest coal exporters in Indonesia, which every year experiences an increase in demand. Good business strategy planning needs to be a concern for coal mining business owners, so that production targets can be met. This study aims to be able to provide recommendations for travel scenarios for coal hauling trucks in South Kalimantan. These recommendations are designed by considering the results of the analysis of travel time and truck speed for each coal transportation activity, which is obtained from the implementation of a fleet management system using a Smart GPS Tracker tool mounted on a transport truck. This study shows that the total duration of one cycle of coal hauling trip, which is currently around 6 hours, can be shortened by around 35%, which means that coal hauling productivity can be increased. Keywords: coal mine; coal hauling trucks; Smart GPS Tracker; fleet management Abstrak Kalimantan Selatan merupakan salah satu eksportir batu bara terbesar di Indonesia, yang setiap tahun mengalami peningkatan permintaan. Perencanaan strategi bisnis yang baik perlu mendapat perhatian bagi para pemilik bisnis tambang batu bara, agar target produksi dapat terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk dapat memberikan rekomendasi skenario perjalanan untuk truk pengangkut batu bara di Kalimantan Selatan. Reko-mendasi tersebut dirancang dengan mempertimbangkan hasil analisis terhadap waktu tempuh serta kecepatan truk pada setiap kegiatan pengangkutan batu bara, yang didapat dari penerapan sistem manajemen armada menggunakan alat Smart GPS Tracker yang dipasang pada truk pengangkut. Studi ini menunjukkan bahwa total durasi satu siklus perjalanan pengangkutan batu bara, yang saat ini sekitar 6 jam, dapat dipersingkat sekitar 35%, yang artinya produktivitas pengangkutan batu bara dapat ditingkatkan. Kata-kata kunci: tambang batu bara; truk pengangkut batu bara; Smart GPS Tracker; manajemen armada
PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI ANTARA BUS DAMRI ATAU KERETA API PADA JALUR JOGJA-YOGYAKARTA INTERNATIONAL AIRPORT Rezi Kurniawan; Ani Tjitra Handayani; Herna Puji Astutik
Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 2 (2022)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v22i2.6067.171-180

Abstract

Abstract This research on the choice of transportation mode aims to obtain the most important reasons for passengers in choosing the mode of transportation to travel from Jogja to Yogyakarta International Airport. Two modes of transportation are available on the observed transportation route, namely Train and Bus DAMRI. The survey was conducted by distributing questionnaires to 100 respondents at Tugu Station and at Giwangan Terminal, and the survey results were analyzed using the Analytical Hierarchy Process. This study shows that to travel on the Jogja-Yogyakarta International Airport route, about 62% of respondents will choose to use the Train and about 38% of respondents choose to use the Bus DAMRI. Important factors in choosing the mode of transportation on the Jogja-Yogyakarta International Airport route, in order from the most important, are the safety factor, comfort factor, convenience factor, headway factor, travel time factor, and cost factor. Keywords: mode selection; modes of transportation; train; buses Abstrak Penelitian tentang pemilihan moda transportasi ini bertujuan untuk mendapatkan alasan-alasan yang paling penting bagi penumpang dalam memilih moda transportasi untuk melakukan perjalanan dari Jogja menuju Yogyakarta International Airport. Dua moda transportasi yang tersedia pada jalur transportasi yang diamati, yaitu Kereta Api dan Bus DAMRI. Survei dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 orang responden di StasiunTugu dan di Terminal Giwangan, dan hasil survei dianalisis dengan Analytical Hierarchy Process. Studi ini menunjukkan bahwa untuk melakukan perjalanan pada jalur Jogja-Yogyakarta International Airport, sekitar 62% responden akan memilih menggunakan Kereta Api dan sekitar 38% responden memilih menggunakan Bus DAMRI. Faktor-faktor penting dalam memilih moda transportasi pada jalur Jogja-Yogyakarta International Airport, diurut mulai yang terpenting, adalah faktor keamanan, faktor kenyamanan, faktor kemudahan, faktor headway, faktor waktu perjalanan, dan faktor biaya. Kata-kata kunci: pemilihan moda; moda transportasi; kereta api; bus
PENENTUAN TINGKAT PELAYANAN LAJUR SEPEDA DI JALUR DAGO KOTA BANDUNG Angga Marditama Sultan Sufanir; Wimpy Santosa
Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 3 (2022)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v22i3.6347.181-190

Abstract

Abstract Cycling facilities are infrastructure that can be used by cyclists. The form of this facility can be a bicycle path. This study reviews cyclist facilities located on the Jalan Dago, which is a favorite route in the city of Bandung cyclists. The purpose of this study is to determine the level of service of a bicycle lane using the Bicycle Level of Service approach. This method can be used to evaluate the level of service of bicycle lane with the factors that influence it, such as the volume factor, motorized vehicle speed factor, road pavement condition factor, and road cross section factor. To achieve this purpose, a survey was conducted to determine traffic volume, motorized vehicle speed, percentage of heavy vehicles, pavement conditions, and effective road width. This study shows that the level of service of bicycle lane on the road observed is D. The bicycle lane that is on the main road and the high volume of motorized vehicles are thought to be the cause of the low level of bicycle lane level of service. Keywords: cycling facilities; bicycle lane; level of service; traffic volume; motorized vehicle Abstrak Fasilitas pesepeda adalah prasarana yang dapat digunakan oleh pesepeda. Bentuk fasilitas ini dapat berupa jalur sepeda. Pada studi ini ditinjau fasilitas pesepeda yang terletak di jalur Jalan Dago, yang merupakan jalur favorit di Kota Bandung untuk digunakan oleh pesepeda. Tujuan studi ini adalah untuk menentukan tingkat pelayanan lajur sepeda dengan menggunakan pendekatan Bicycle Level of Service. Metode ini dapat digunakan untuk mengevaluasi tingkat pelayanan jalur sepeda dengan faktor-faktor yang memengaruhinya, seperti faktor volume, faktor kecepatan kendaraan bermotor, faktor kondisi perkerasan, dan faktor potongan melintang jalan. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan survei untuk menentukan volume lalu lintas, kecepatan kendaraan bermotor, persentase kendaraan berat, kondisi perkerasan, dan lebar efektif jalan. Studi ini menunjukkan bahwa tingkat pelayanan lajur sepeda di jalan yang diamati adalah D. Lajur sepeda yang berada di badan jalan dan tingginya volume kendaraan bermotor diduga merupakan penyebab rendahnya tingkat pelayanan lajur sepeda tersebut. Kata-kata kunci: fasilitas pesepeda; lajur sepeda; tingkat pelayanan; volume lalu lintas; kendaraan bermotor
POLA HAMBATAN SAMPING DI RUAS JALAN ADI SUCIPTO COLOMADU Nurul Hidayati; Moh Tsabit; Gotot Slamet Mulyono; Ika Wahyu Purwaningtyas
Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 3 (2022)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v22i3.6348.191-206

Abstract

Abstract Traffic congestion that occurs on a road section is influenced by side frictions on that road segment. This also happened in the area of ​​the International Hotel Management School (IHS), located at Jalan Adi Sucipto, Colomadu, Karanganyar Regency. This study aims to analyze the pattern of side frictions, traffic flow conditions, and the performance of the road section. The parameters analyzed include side frictions, traffic volume, road capacity, degree of saturation, free flow speed, and level of road service, which is based on the 1997 Indonesian Road Capacity Manual. This study shows that, if the in/out activity data is used, the side friction on the observed roads is very high. When in/out activity data is not used, the side resistance is moderate. This study shows that the traffic volume on the observed road has more influence on the degree of saturation than the side frictions. Keywords: traffic congestion; side frictions; traffic volumes; road capacity; degree of saturation Abstrak Kemacetan lalu lintas yang terjadi di suatu ruas jalan dipengaruhi oleh hambatan samping di ruas jalan tersebut. Hal ini juga terjadi di kawasan International Hotel Management School (IHS) Jalan Adi Sucipto, Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola hambatan samping, kondisi arus lalu lintas, dan kinerja ruas jalan tersebut. Parameter yang dianalisis meliputi hambatan samping, volume lalu lintas, kapasitas jalan, derajat kejenuhan, kecepatan arus bebas, serta tingkat pelayanan jalan, yang didasarkan pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Hasil analisis menunjukkan bahwa, jika data aktivitas in/out digunakan, hambatan samping di ruas jalan yang diamati adalah sangat tinggi. Bila data aktivitas in/out tidak digunakan, hambatan samping adalah sedang. Penelitian ini penunjukkan bahwa volume lalu lintas di jalan yang diamati lebih berpengaruh terhadap derajat kejenuhan dibandingkan dengan hambatan samping. Kata-kata kunci: kemacetan lalu lintas; hambatan samping; volume lalu lintas; kapasitas; derajat kejenuhan
KINERJA RUAS JALAN MELATI AKIBAT PEMBANGUNAN MELATI MEDICAL CLINIC DI KABUPATEN BULUKUMBA Qadriathi Dg Bau; Sulaiman Abdullah; Idham Khalid Daeng Patunru; Almasari Rafiah Zainal
Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 3 (2022)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v22i3.6349.207-216

Abstract

Abstract Currently there are 3 clinics in Bulukumba Regency, all of which were established to improve community access to comprehensive, quality and equitable health services. Due to the need, a health clinic is being built at Jalan Melati, Bulukumba, namely the Melati Medical Clinic. The construction and operation of the clinic were predicted to disrupt traffic flow on Jalan Melati. This study evaluates the impact of the construction of the Melati Medical Clinic on traffic and anticipates the impact arising from the operation of the Melati Medical Clinic. This study shows that traffic performance at the time of the construction of Melati Medical Clinic, for weekdays and holidays, are predicted to be at level of service A. Meanwhile, traffic performance 5 years after Melati Medical Clinic is in operation is still at level of service A. This study also provides recommendations for handling traffic impacts that arise during the construction of the clinic, which includes handling impacts due to disturbances on traffic flow, traffic safety, and road damage. Keywords: traffic performance; health clinic; traffic flow; traffic impact; level of service Abstrak Saat ini terdapat 3 klinik di Kabupaten Bulukumba, yang semuanya didirikan untuk meningkatkan akses masyarakat dalam pelayanan kesehatan yang komprehensif, bermutu, dan merata. Karena terdapat kebutuhan, sebuah klinik kesehatan sedang dibangun di Jalan Melati, Bulukumba, yaitu Melati Medical Clinic. Pemba-ngunan dan pengoperasian klinik tersebut diprediksi dapat mengganggu arus lalu lintas di ruas Jalan Melati. Penelitian ini mengevaluasi dampak pembangunan Melati Medical Clinic serta mengantisipasi dampak lalu lintas yang timbul akibat beroperasinya Melati Medical Clinic. Studi ini menunjukkan bahwa kinerja lalu lintas pada saat pembangunan Melati Medical Clinic, untuk hari kerja dan hari libur, berada di tingkat pelayanan A. Sedangkan kinerja lalu lintas pada saat 5 tahun setelah Melati Medical Clinic beroperasi masih tetap berada pada tingkat pelayanan A. Studi ini juga memberikan usulan untuk penanganan dampak lalu lintas yang timbul saat pembangunan klinik, yang meliputi penanganan dampak akibat gangguan kelancaran lalu lintas, gangguan keselamatan lalu lintas, dan gangguan kerusakan Jalan. Kata-kata kunci: kinerja lalu lintas; klinik kesehatan; arus lalu lintas; dampak lalu lintas; tingkat pelayanan
PEMANTAUAN PENERAPAN SANKSI FINANSIAL ATAS KETERLAMBATAN PEMENUHAN INDIKATOR KINERJA JALAN MENGGUNAKAN APLIKASI BERBASIS ANDROID SININJA Tisara Sita; Agus Taufik Mulyono; Suryo Hapsoro Tri Utomo
Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 3 (2022)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v22i3.6350.217-226

Abstract

Abstract The implementation of national road preservation with a long segment scheme requires contractors to be responsible for carrying out effective and functional maintenance of road sections. Contractors who fail to meet the Road Performance Indicators (RPI) based on the repair response time, will be given financial sanctions in the form of withholding payments. Currently, the government is not yet optimal in applying these sanctions and contractors tend to ignore the RPI. The application of sanctions that are not yet optimal is inversely propor-tional to the number of complaints related to road performance. The relatively high frequency of complaints indicates that road performance is not optimal, so a system is needed in order to digitize the long segment program, which can monitor RPI fulfillment and apply sanctions for delays in RPI fulfillment. The SININJA application (Road Performance Indicator Sanctions) was developed in order to support the fulfillment of road service levels and support long segment performance to be more optimal. The benefits of the SININJA application are RPI reporting in real time, reminder notifications for road damage that have not been handled, ease in the administration process, calculations of RPI sanctions are done automatically, and allows direct monitoring by the leaders. Keywords: national road; road preservation; long segments; Road Performance Indicators; financial sanctions Abstrak Penyelenggaraan preservasi jalan nasional dengan skema long segment menuntut penyedia jasa bertanggung jawab dalam melaksanakan pemeliharaan pada ruas jalan secara efektif dan fungsional. Penyedia jasa yang gagal memenuhi Indikator Kinerja Jalan (IKJ) berdasarkan waktu tanggap perbaikan, akan diberi sanksi finansial berupa pemotongan pembayaran. Saat ini pengguna jasa belum optimal dalam menerapkan sanksi ini dan penyedia jasa cenderung mengabaikan IKJ. Penerapan sanksi yang belum optimal tersebut berbanding terbalik dengan jumlah aduan yang terkait dengan kinerja jalan. Frekuensi aduan yang cukup tinggi meng-indikasikan bahwa kinerja jalan belum optimal, sehingga diperlukan suatu sistem dalam rangka digitalisasi program long segment, yang dapat memantau pemenuhan IKJ serta penerapan sanksi terhadap keterlambatan pemenuhan IKJ. Aplikasi SININJA (Sanksi Indikator Kinerja Jalan) dibangun dalam rangka mendukung pemenuhan tingkat layanan jalan dan mendukung kinerja long segment agar menjadi lebih optimal. Manfaat aplikasi SININJA adalah pelaporan IKJ secara real time, adanya notifikasi pengingat atas kerusakan jalan yang belum ditangani, kemudahan dalam proses administrasi, perhitungan dilakukan secara otomatis, kemudahan dalam penerapan sanksi IKJ, dan memungkinkan dilakukan pemantauan langsung oleh pimpinan. Kata-kata kunci: jalan nasional; preservasi jalan; long segment; Indikator Kinerja Jalan; sanksi finansial

Filter by Year

2004 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 3 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 3 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 3 (2022) Vol. 22 No. 2 (2022) Vol. 22 No. 1 (2022) Vol. 21 No. 3 (2021) Vol. 21 No. 2 (2021) Vol. 21 No. 1 (2021) Vol. 20 No. 3 (2020) Vol. 20 No. 2 (2020) Vol. 20 No. 1 (2020) Vol. 19 No. 3 (2019) Vol. 19 No. 2 (2019) Vol. 19 No. 1 (2019) Vol. 18 No. 3 (2018) Vol. 18 No. 2 (2018) Vol 18, No 2 (2018) Vol 18, No 1 (2018) Vol. 18 No. 1 (2018) Vol 17, No 3 (2017) Vol. 17 No. 3 (2017) Vol 17, No 2 (2017) Vol. 17 No. 2 (2017) Vol. 17 No. 1 (2017) Vol 17, No 1 (2017) Vol 16, No 3 (2016) Vol. 16 No. 3 (2016) Vol 16, No 2 (2016) Vol. 16 No. 2 (2016) Vol. 16 No. 1 (2016) Vol 16, No 1 (2016) Vol. 15 No. 3 (2015) Vol 15, No 3 (2015) Vol. 15 No. 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol. 15 No. 1 (2015) Vol. 14 No. 3 (2014) Vol 14, No 3 (2014) Vol 14, No 2 (2014) Vol. 14 No. 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol. 14 No. 1 (2014) Vol. 13 No. 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol. 13 No. 2 (2013) Vol. 13 No. 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol. 12 No. 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol. 12 No. 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol. 12 No. 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol. 11 No. 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol. 11 No. 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol. 11 No. 1 (2011) Vol 10, No 3 (2010) Vol. 10 No. 3 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol. 10 No. 2 (2010) Vol. 10 No. 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol. 9 No. 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol. 9 No. 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol. 8 No. 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol. 8 No. 1 (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol. 7 No. 2 (2007) Vol. 7 No. 1 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol. 6 No. 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol. 6 No. 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol. 5 No. 2 (2005) Vol. 5 No. 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol. 4 No. 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol. 4 No. 1 (2004) More Issue