cover
Contact Name
Prof. Wimpy Santosa, Ph.D
Contact Email
wimpy@unpar.ac.id
Phone
+62222042004
Journal Mail Official
fstpt7@unpar.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Transportasi
ISSN : 14112442     EISSN : 26151146     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Transportasi adalah jurnal ilmiah di bidang ilmu transportasi yang diterbitkan tiga kali setahun oleh Forum Studi Transportasi antar-Perguruan Tinggi (FSTPT). Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Simposium FSTPT yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal Transportasi juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang ilmu transportasi. Jurnal Transportasi terakreditasi yang kedua kali berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor 51/DIKTI/ Kep/2010 tanggal 5 Juli 2010.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,071 Documents
PENENTUAN POTENSI PENGEMBANGAN KAWASAN BERORIENTASI TRANSIT DI SEKITAR TITIK TRANSIT MRT JAKARTA Irwan, Nadya Prasanti
Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Transportasi
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v23i1.6689.53-70

Abstract

Abstract Jakarta as the center of government in Indonesia has the characteristics of diversity of land use and high population density, supported by lot of investments in the development of mass public transportation, which makes Jakarta one of the compact cities in Indonesia. Integration between modes of transportation and the surrounding environment is necessary for Jakarta’s urban planning. Transit-oriented development is part of the compact city planning concept that can be applied to development in Jakarta. This study aims to determine the potential for the development of transit-oriented areas around the Jakarta Mass Rapid Transit Station within a radius of 800 m from the center of the transit node at each station. Potential locations are determined using the Analytical Hierarchy Process method on several variables forming the criteria for the development of an ideal transit-oriented area. This study shows that the areas with the most potential to be developed with the concept of transit-oriented development are Bundaran HI Station, Dukuh Atas Station, and Asean Station. Keywords: transit-oriented area development; mass rapid transit; compact city; public transit Abstrak Jakarta sebagai pusat pemerintahan di Indonesia memiliki karakteristik keberagaman penggunaan lahan dan kepadatan penduduk yang tinggi dan didukung dengan banyaknya investasi pembangunan transportasi umum massal, yang menjadikan Jakarta sebagai salah satu kota kompak di Indonesia. Integrasi antara moda transportasi dan lingkungan sekitar diperlukan untuk perencanaan Kota Jakarta.pengembagan kawasan berorientasi transit merupakan bagian konsep tata kota kompak yang dapat diterapkan pada pembangunan di Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pengembagan kawasan berorientasi transit di sekitar Stasiun Mass Rapid Transit Jakarta dalam radius 800 m dari pusat simpul transit di setiap stasiun. Lokasi potensial ditentukan dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process pada beberapa variabel pembentuk kriteria pengembagan kawasan berorientasi transit yang ideal. Studi ini menunjukkan bahwa kawasan yang paling potensial untuk dikembangkan dengan konsep pengembagan kawasan berorientasi transit adalah Stasiun Bundaran HI, Stasiun Dukuh Atas, dan Stasiun Asean. Kata-kata kunci: pengembangan kawasan berorientasi transit; mass rapid transit; kota kompak; transportasi umum
MODEL PEMILIHAN BANDARA ANTARA ADISUTJIPTO DAN YOGYAKARTA INTERNASIONAL AIRPORT BERDASARKAN DATA STATED PREFERENCE Hudan, Muhammad Fahmi; Irawan, Muhammad Zudhy; Mulyono, Agus Taufik
Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v23i2.7356.71 - 82

Abstract

The Special Region of Yogyakarta is served by two airports: Adisutjipto (JOG) and Yogyakarta International Airport (YIA). For flights to Jakarta, air travellers can depart from both airports. This study presents a model of airport choice behaviour by air travellers in the Yogyakarta multi-airport region in order to analyze the factors that influence airport choice and to find out the probability of airport choice. Using a stated preference method, a face-to-face survey was conducted on 420 respondents who had made on the Yogyakarta-Jakarta route air trip within the past year. The SP survey uses a binary choice set, with 24 scenarios. In each scenario, the respondents are faced with a choice between the Adisutjipto (JOG)–Halim Perdanakusuma (HLP) and Yogyakarta International Airport (YIA)–Soekarno Hatta (CGK) flight routes. The variables tested are airfares, flight frequency, access time, egress time, access cost, egress cost, modes of access with rail services, check-in queue time, baggage claim time, and inertia. By using the binomial logit model, the results show that airfare, flight frequency, access time, egress costs, and inertia variables affect the airport choice behaviour. The inertia variable is only used in the utility function of Adisutjipto Airport (JOG). Scenarios 1 give almost the equal probability values, with a YIA probability of 48.9% and a JOG of 51.1%. ABSTRAK Daerah Istimewa Yogyakarta dilayani oleh dua bandara, yaitu Adisutjipto (JOG) dan Yogyakarta International Airport (YIA). Pelaku perjalanan dapat berangkat dari kedua bandara tersebut untuk menuju Jakarta. Penelitian ini menyajikan pemodelan perilaku pemilihan bandara oleh pelaku perjalanan udara di wilayah multi bandara Yogyakarta untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan bandara dan mengetahui probabilitas pemilihan bandara. Dengan metode stated preference, survei tatap muka dilakukan terhadap 420 responden yang telah melakukan perjalanan udara rute Yogyakarta–Jakarta dalam satu tahun terakhir. Survei SP menggunakan pilihan biner dengan 24 skenario. Dalam setiap skenario, responden dihadapkan pada pilihan antara rute penerbangan melalui Adisutjipto (JOG)­–Halim Perdanakusuma (HLP) dan Yogyakarta International Airport (YIA)–Soekarno Hatta (CGK). Variabel yang diuji adalah tarif penerbangan, frekuensi penerbangan, waktu akses, waktu egress, biaya akses, biaya egress, moda akses dengan layanan kereta api, waktu antrian check-in, waktu pengambilan bagasi dan inersia. Dengan menggunakan model binomial logit, hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel tarif penerbangan, frekuensi penerbangan, waktu akses, biaya egress dan inersia mempengaruhi perilaku pemilihan bandara. Variabel inersia hanya digunakan pada fungsi utilitas Adisutjipto (JOG). Probabilitas yang memiliki nilai hampir seimbang terdapat pada skenario 1 dengan probabilitas YIA sebesar 48,9% dan JOG sebesar 51,1%.
RANCANG BANGUN WHEELCHAIR LIFT ALAT BANTU PENYANDANG DISABILITAS MENGGUNAKAN SISTEM PNEUMATIK Ekananta, Krisna Pramudya; Pambudi, Ardhenta Sigit; Wirawan, Willy Artha; Damayanti, Ajeng Tyas
Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v23i2.7357.83 - 92

Abstract

Public service is an activity conducted to fulfill service needs in accordance with applicable regulations. Public services are intended for every user of the available service. The enhancement of public services is directed towards individuals with disabilities. A wheelchair lift is an assistive device used to facilitate individuals with disabilities who use wheelchairs to board and disembark from trains at low or moderate platforms. This device operates by lifting wheelchair users with disabilities without requiring manual assistance from human personnel. The design and construction of this device are developed by considering both mechanical and electrical aspects, ensuring it can be operated easily, reliably, efficiently, and capable of lifting a load of up to 117 kg. The utilization of this device can help reduce the risk of injuries for wheelchair-using individuals with disabilities when boarding and disembarking from trains. ABSTRAK Pelayanan publik merupakan kegiatan yang dilakukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pelayanan publik diperuntukan bagi setiap pengguna jasa pelayanan yang ada. Peningkatan pelayanan publik ditujukan untuk penyandang disabilitas. Wheelchair lift merupakan suatu alat bantu yang digunakan untuk memudahkan penyandang disabilitas pengguna kursi roda untuk naik turun kereta pada peron rendah maupun sedang. Alat ini bekerja dengan mengangkat penyandang disabilitas pengguna kursi roda tanpa harus diangkat manual oleh tenaga manusia. Rancang bangun alat ini dibuat dengan mempertimbangkan desain secara mekanikal maupun elektrikal sehingga dapat dioperasikan secara mudah, handal dan efisien serta mampu mengangkat beban 117 kg. Penggunaan alat ini dapat membantu mengurangi risiko cidera bagi penyandang disabilitas pengguna kursi roda pada saat naik turun kereta.
KINERJA ANGKUTAN UMUM PENUMPANG PERKOTAAN DI KOTA KENDARI Soeparyanto, Try Sugiyarto; Statiswaty; Arsyad, La Ode Muhammad Nurrakhmad; Masikki, Sultan Machmud Hasan
Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v23i2.7358.93 - 102

Abstract

The improvement of community mobility is closely tied to the availability of adequate public transportation, one of which is city transportation. City transportation is one of the most effective modes for urban transportation. This needs to be complemented by an enhancement in the quality of service provided by city transportation fleets. This research aims to assess the operational performance of public transportation routes in Kendari City. The research methodology employs both dynamic (in-vehicle) surveys and static (road section) surveys. The parameters used to analyze operational performance and measure the route's requirements include frequency, load factor, time headway, travel time, passenger count, availability, and circulation time. A weighting system is applied using five criteria: Very Good (5), Good (4), Average (3), Poor (2), and Very Poor (1). The results of the research indicate that the city transportation route R.01/R.02 falls under the Good category, while the other six routes are categorized as Average. Parameters such as Frequency, Time Headway, and the Number of Operational Vehicles for all routes are in the Very Good criteria. However, the Load Factor parameter falls within the Average to Poor criteria.This evaluation serves as valuable input for stakeholders to improve and provide better public transportation services. ABSTRAK Peningkatan mobilitas masyarakat tidak lepas dari ketersediaan angkutan publik yang memadai, salah satunya adalah angkutan kota. Angkutan kota merupakan moda yang paling efektif untuk transportasi perkotaan. Untuk itu harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan armada angkutan kota tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja operasional trayek angkutan umum di Kota Kendari. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dinamis (dalam kendaraan) dan survei statis (ruas jalan). Parameter – parameter yang digunakan untuk menganalisis kinerja operasi dan mengukur kebutuhan trayek ini adalah frekuensi, faktor muat, time headway, waktu perjalanan, jumlah penumpang, ketersediaan, dan waktu sirkulasi. Pembobotan dilakukan melalui 5 kriteria yaitu Sangat Baik (5), Baik (4), Cukup (3), Buruk (2) dan Sangat Buruk (1). Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwa angkutan kota dengan trayek R.01/R.02 pada kategori Baik, dan 6 trayek lainnya pada kategori Cukup. Adapun parameter Frekuensi, Time Headway dan Jumlah Kendaraan Operasional pada seluruh trayek berada pada kriteria Sangat Baik. Sedangkan parameter Faktor Muat pada kriteria Cukup hingga Buruk. Evaluasi ini dapat menjadi masukan bagi para pemangku kepentingan dalam menyediakan angkutan publik yang lebih baik.
SISTEM PENDETEKSI KELENGKAPAN DAN JENIS-JENIS PENAMBAT PADA JALAN REL BERBASISKAN YOU ONLY LOOK ONCE VERSI 4 Frammudya, Muhammad; Wibowo, Agustinus P. Edi; Sunaryo
Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v23i2.7359.103 - 113

Abstract

Currently, railway track maintenance in Indonesia still heavily relies on manual labor, which is considered suboptimal due to the considerable time required to achieve optimal results. Furthermore, the accuracy of the data obtained is not always up-to-date. Therefore, with the advancement of information technology, there is a need to develop a device and system to facilitate railway maintenance personnel in automatically checking for damaged or missing rail fasteners. This device utilizes image capture by a camera with object identification at 30 Frames Per Second (FPS) and processes the images using You Only Look Once (YOLO) image processing to display the results visually. Based on the analysis conducted, it is evident that rail fasteners can be detected optimally with a 93.33% accuracy rate at a speed of 5 km/h during the evening. The highest accuracy for the best camera angle placement is 86.66% at a camera angle of 80°. This research demonstrates that the developed device is capable of effectively detecting rail fastener objects. The speed of the locomotive and the placement angle of the camera significantly influence the detection results of rail fastener objects. ABSTRAK Pada saat ini, pemeliharaan jalur rel di Indonesia masih mengandalkan tenaga petugas pemeliharaan secara manual. Hal tersebut dirasa kurang optimal karena waktu pemeliharaan yang cukup lama demi mencapai hasil yang maksimal. Selain itu keakuratan data yang didapatkan, belum sepenuhnya merupakan data terkini. Oleh karena itu, dengan perkembangan teknologi informasi, perlu dikembangkan suatu perangkat alat dan sistem untuk memudahkan petugas perawat jalan rel dalam pengecekan penambat yang rusak maupun hilang secara otomatis. Perangkat ini menggunakan pengambilan gambar yang ditangkap kamera dengan hasil identifikasi objek dengan 30 frame per second (FPS), dan diproses dengan pengolahan citra You Only Look Once (YOLO) untuk menampilkan hasil pengolahan secara visual. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, terlihat bahwa penambat dapat terdeteksi secara maksimal dengan persentase 93,33%, pada kecepatan 5 km/jam di waktu sore hari. Akurasi tertinggi untuk perletakan sudut kamera terbaik adalah 86,66% pada sudut kamera 80°. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa perangkat yang dikembangkan sudah mampu mendeteksi objek penambat dengan baik. Kecepatan lori dan peletakan sudut kamera sangat mempengaruhi hasil deteksi objek penambat.
DAMPAK PENYESUAIAN LAJUR KHUSUS KENDARAAN BERAT TERHADAP KINERJA LALU LINTAS Hasudungan, Jose Isai; Adwitiya, R. Ivan; Purnomo, Robby Yudo; Kusuma, Andyka
Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v23i2.7360.114 - 123

Abstract

Traffic performance on the Narogong highway has problems with the desired speed of the highway, as a result of the large number of heavy vehicles that pass through the Narogong Highway, this study was conducted to see that moving heavy vehicles to the left lane can have a positive impact on road traffic performance. observed. Data processing uses microscopic simulations to get the desired road simulation, from this simulation calibration and validation are carried out first to get the existing simulation conditions similar to the observed conditions of the road section being reviewed. From the results of the existing conditions that have been validated, a simulation of the design road model is carried out to see if there are changes that affect the design made by the author. Based on the simulation results, it was found that moving heavy vehicles to the left lane had an impact on increasing the speed of other vehicles such as motorcycles and cars significantly. Therefore, it is necessary to add new policies about heavy vehicle. ABSTRAK Kinerja lalu lintas di jalan raya Narogong memiliki permasalahan dengan kecepatan yang diinginkan dari jalan raya tersebut, akibat dari banyaknya kendaraan berat yang melewati ruas jalan raya Narogong, Penelitian ini dilakukan untuk melihat pemindahan kendaraan berat ke lajur kiri dapat berdampak positif pada kinerja lalu lintas ruas jalan yang diamati. Pengolahan data menggunakan simulasi mikroskopis untuk mendapatkan simulasi jalan yang diinginkan, dari simulasi ini dilakukan kalibrasi dan validasi terlebih dahulu untuk mendapatkan kondisi simulasi eksisting yang mirip dengan kondisi observasi ruas jalan yang ditinjau. Dari hasil kondisi eksisting yang sudah divalidasi, dilakukan simulasi model jalan desain untuk melihat apakah ada perubahan yang berpengaruh dari desain yang dilakukan oleh penulis. Berdasarkan hasil simulasi ditemukan bahwa pemindahan kendaraan berat ke lajur sebelah kiri berdampak pada peningkatan kecepatan kendaraan lain seperti motor dan mobil secara signifikan, sehingga diperlukannya kebijakan yang baru untuk kendaraan berat.
ANALISIS WALKABILITY PADA KAWASAN STASIUN MANGGARAI MENUJU HALTE TRANSJAKARTA MANGGARAI Iswara, Khalisa Gina; Adwitiya, R. Ivan; Sumabrata, R. Jachrizal; Kusuma, Andyka
Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v23i2.7361.124 - 134

Abstract

Walkability refers to the ease of walking in an area, considering factors like safety, comfort, and security due to the presence of interconnected pathways. In this study, an assessment of walkability was conducted from Manggarai Station to the Manggarai TransJakarta Bus Stop to evaluate the quality of the infrastructure for pedestrian. Data was collected through both on-site observations and the distribution of online through social meadia. Findings from the observations indicate that the walkability score for the path from Manggarai Station to the Manggarai TransJakarta Bus Stop is 68.5, categorizing as "waiting to walk/somewhat walkable." Several parameters received lower scores, including the availability of crosswalks, the presence of obstacles, security against crime, and facilities for individuals with disabilities. It's worth noting that the walkability parameter scores decreased, especially in terms of obstacles and security from crime, after the 5th switch-over at Manggarai Station, which coincided with a change in the KRL route. ABSTRAK Walkability merujuk pada kemudahan berjalan kaki di suatu area, yang mempertimbangkan faktor keamanan, kenyamanan, dan keselamatan karena adanya jaringan akses yang terhubung. Dalam studi ini, dilakukan penilaian walkability dari Stasiun Manggarai menuju Halte TransJakarta Manggarai untuk mengevaluasi kualitas infrastruktur pejalan kaki, terutama ketika terjadi pergantian moda dari KRL ke TransJakarta atau sebaliknya. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan penyebaran kuesioner secara online. Temuan dari observasi menunjukkan bahwa skor walkability untuk jalur dari Stasiun Manggarai ke Halte TransJakarta Manggarai adalah 68,5, yang menandakan kawasan tersebut tergolong sebagai "waiting to walk/ somewhat walkable." Beberapa parameter mendapatkan skor rendah, termasuk ketersediaan penyeberangan, kehadiran hambatan, keamanan dari kejahatan, dan fasilitas untuk penyandang disabilitas. Perlu dicatat bahwa skor parameter walkability menurun, terutama dalam hal hambatan dan keamanan dari kejahatan, setelah terjadi pergantian moda ke-5 di Stasiun Manggarai yang berdampak pada perubahan rute KRL.
PENGEMBANGAN FASILITAS STASIUN KALISAT BERDASARKAN STANDAR PELAYANAN MINIMUM DAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS Sulistyono, Sonya; Darmawan, Ahmad Reza; Hasanuddin, Akhmad
Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v23i2.7362.135 - 145

Abstract

The closure of numerous small stations in the Jember Regency is primarily due to the dissatisfaction of service users with the performance and service quality of these stations. The government's long-term efforts to develop railways allow some of these small stations to undergo further development, including Kalisat Station. Therefore, evaluating Kalisat Station's performance is essential to prevent its closure. The methodology used is the Importance Performance Analysis (IPA) method, which allows for assessing aspects that do not meet user perceptions. In reviewing the performance and services of Kalisat Station, it adheres to Ministerial Regulation Number 63 of 2019. Based on the review of facility conditions and services at Kalisat Station with the Minimum Service Standards at the Station, it is evident that several aspects still do not comply with regulations. Furthermore, the IPA analysis of the data reveals that service users consider many service and facility aspects essential but are not in line with their perceptions or fall into Quadrant I (Top Priority) in the existing conditions. Meanwhile, the analysis shows that the service performance percentage of Kalisat Station is 54%. Therefore, efforts should be made to improve the service and facility aspects accordingly. ABSTRAK Banyaknya stasiun kecil di Kabupaten Jember yang menghentikan operasinya, karena kurangnya kepuasan pengguna jasa terhadap kinerja dan pelayanan stasiun yang ada. Upaya pemerintah untuk mengembangkan perkeretaapian dalam jangka panjang, memberikan kesempatan bagi beberapa stasiun kecil untuk dikembangkan lebih lanjut, salah satunya adalah Stasiun Kalisat. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi terhadap kinerja Stasiun Kalisat untuk mencegah terjadinya penghentian tersebut. Metode yang digunakan adalah metode Importance Performance Analysis (IPA) agar dapat ditinjau aspek-aspek yang belum memenuhi persepsi pengguna. Dalam peninjauan kinerja dan pelayanan Stasiun Kalisat ini mengacu pada Peraturan Menteri Nomor 63 Tahun 2019. Berdasarkan hasil tinjauan kondisi fasilitas dan pelayanan Stasiun Kalisat dengan Standar Pelayanan Minimum di Stasiun, terlihat bahwa masih ada beberapa aspek yang belum memenuhi peraturan. Selain itu, dari hasil analisis data menggunakan metode IPA memperlihatkan bahwa masih banyak aspek pelayanan dan fasilitas yang dianggap pengguna jasa penting namun pada kondisi eksisting belum sesuai dengan persepsi pengguna atau masuk pada kuadran I (Prioritas Utama). Sementara itu hasil analisis memperlihatkan persentase kinerja pelayanan dari Stasiun Kalisat adalah 54%, sehingga perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan aspek-aspek pelayanan dan fasilitas yang tersebut.
RANCANGAN ALAT PEMBATASAN PENGGUNAAN HANDPHONE PADA PENGEMUDI BUS BERBASIS INTERNET OF THINGS Prasetyo, Ilham Bagus; Pratindy, Raka; Srianto
Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v23i2.7363.146 - 156

Abstract

The phenomenon of bus drivers still using mobile phones while driving is still prevalent today. This happens because bus drivers have the opportunity to reach for their mobile phones while driving, making it necessary to restrict the use of mobile phones by bus drivers. This research aims to develop an Internet of Things (IoT)-based device that can monitor the use of mobile phones by bus drivers while driving. Using the Research and Development method, this study resulted in a design for a device that restricts the use of mobile phones by bus drivers. This device detects the installation of a mobile phone, ownership of the mobile phone, and the vehicle's speed. Through the data input and data processing in the device's design, it produces warnings in the form of text and sound, as well as violation reports sent to the bus company supervisor. This helps the bus company in monitoring bus drivers. This device's design can serve as a reference for the development of a device that can be implemented in buses to restrict the use of mobile phones while driving. ABSTRAK Fenomena pengemudi bus mengemudi sambil mengoperasikan handphone masih dijumpai hingga saat ini. Hal tersebut terjadi karena pengemudi bus memiliki kesempatan untuk menjangkau handphone pada saat mengemudi, sehingga diperlukan upaya pembatasan kesempatan penggunaan handphone pada pengemudi bus. Penyusunan karya ilmiah ini menggunakan metode penelitian Research & Development (R&D). Penelitian ini menghasilkan sebuah rancangan alat pembatasan penggunaan handphone pada pengemudi bus berbasis Internet of Things (IoT). Alat ini mendeteksi pemasangan handphone, kepemilikan handphone, dan kecepatan kendaraan. Output yang dihasilkan yaitu berupa peringatan dalam bentuk tulisan dan suara serta laporan pelanggaran yang dikirimkan kepada pengawas perusahaan otobus. Rancangan alat ini bertujuan untuk meminimalisir kesempatan pengemudi untuk dapat menjangkau handphone pada saat mengemudi. Selain itu, alat ini juga dapat membantu perusahaan otobus dalam melakukan pengawasan terhadap pengemudi bus.
ANALISIS LOKASI RAWAN KECELAKAAN REM BLONG Permatasari, Regita Intan; Budiharjo, Anton; Purwantoro, Agus Budi
Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 3 (2023): Jurnal Transportasi
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v23i3.7549.157 - 167

Abstract

Repeated brake failure accidents occur on the Buntu-Banyumas Road section, which features a 1 km downhill geometric condition. The braking force required increases with a vehicle's weight, speed, and elevation. This research aims to identify the causes of brake failure accidents related to the long downhill geometric condition of the road. The methods include fault tree analysis, road accident mapping, and safe speed calculation. The data used have road geometric data, vehicle speed, and vehicle weight. The research findings indicate that brake failure accidents on the Buntu-Banyumas Road section are caused by driver behavior, repeatedly applying brakes on a road with a slope exceeding the critical maximum gradient, leading to overheating and brake failure. Road authorities must maintain guardrails, install speed limit signs, and implement emergency escape ramps. ABSTRAK Kecelakaan rem blong terjadi secara berulang pada ruas Jalan Buntu-Banyumas yang memiliki kondisi geometrik berupa turunan sepanjang 1 km. Semakin berat suatu kendaraan, semakin tinggi kecepatan kendaraan dan semakin tinggi posisi kendaraan maka semakin besar daya pengereman yang dibutuhkan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui penyebab kecelakaan rem blong terkait dengan kondisi geometrik jalan berupa turunan panjang. Metode yang digunakan berupa Fault Tree Analysis, Road Accident Mapping dan perhitungan kecepatan aman. Data yang digunakan berupa data geometrik jalan, kecepatan kendaraan, dan berat kendaraan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyebab kecelakaan rem blong pada ruas Jalan Raya Buntu-Banyumas disebabkan karena perilaku pengemudi yang melakukan pengereman secara berulang pada kondisi jalan yang menurun melebihi batas maksimal kelandaian kritis sehingga menimbulkan overheat dan rem blong. Penanggung jawab jalan perlu memelihara guardrail, pemasangan rambu batas kecepatan dan emergency escape ramp.

Filter by Year

2004 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 3 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 3 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 3 (2022) Vol. 22 No. 2 (2022) Vol. 22 No. 1 (2022) Vol. 21 No. 3 (2021) Vol. 21 No. 2 (2021) Vol. 21 No. 1 (2021) Vol. 20 No. 3 (2020) Vol. 20 No. 2 (2020) Vol. 20 No. 1 (2020) Vol. 19 No. 3 (2019) Vol. 19 No. 2 (2019) Vol. 19 No. 1 (2019) Vol. 18 No. 3 (2018) Vol. 18 No. 2 (2018) Vol 18, No 2 (2018) Vol 18, No 1 (2018) Vol. 18 No. 1 (2018) Vol 17, No 3 (2017) Vol. 17 No. 3 (2017) Vol 17, No 2 (2017) Vol. 17 No. 2 (2017) Vol. 17 No. 1 (2017) Vol 17, No 1 (2017) Vol 16, No 3 (2016) Vol. 16 No. 3 (2016) Vol. 16 No. 2 (2016) Vol 16, No 2 (2016) Vol 16, No 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2016) Vol. 15 No. 3 (2015) Vol 15, No 3 (2015) Vol. 15 No. 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol. 15 No. 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol. 14 No. 3 (2014) Vol 14, No 3 (2014) Vol 14, No 2 (2014) Vol. 14 No. 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol. 14 No. 1 (2014) Vol. 13 No. 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol. 13 No. 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol. 13 No. 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol. 12 No. 3 (2012) Vol. 12 No. 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol. 12 No. 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol. 11 No. 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol. 11 No. 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol. 11 No. 1 (2011) Vol. 10 No. 3 (2010) Vol 10, No 3 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol. 10 No. 2 (2010) Vol. 10 No. 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol. 9 No. 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol. 9 No. 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol. 8 No. 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol. 8 No. 1 (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol. 7 No. 2 (2007) Vol. 7 No. 1 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol. 6 No. 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol. 6 No. 1 (2006) Vol. 5 No. 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol. 5 No. 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol. 4 No. 2 (2004) Vol. 4 No. 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) More Issue