cover
Contact Name
Prof. Wimpy Santosa, Ph.D
Contact Email
wimpy@unpar.ac.id
Phone
+62222042004
Journal Mail Official
fstpt7@unpar.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Transportasi
ISSN : 14112442     EISSN : 26151146     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Transportasi adalah jurnal ilmiah di bidang ilmu transportasi yang diterbitkan tiga kali setahun oleh Forum Studi Transportasi antar-Perguruan Tinggi (FSTPT). Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Simposium FSTPT yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal Transportasi juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang ilmu transportasi. Jurnal Transportasi terakreditasi yang kedua kali berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor 51/DIKTI/ Kep/2010 tanggal 5 Juli 2010.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,071 Documents
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI DI KOTA MAKASSAR Wunas, Shirly; Natalia, Venny Veronica
Jurnal Transportasi Vol 15, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.571 KB) | DOI: 10.26593/jt.v15i3.1753.%p

Abstract

Abstract  Thriving city sporadically in suburban areas will form a mega urban. The condition occurs due to the construction of housing clusters spread and done without following land use policy and the development progress across intercity or inter-district administrative area. The purpose of this study is to identify and analyze the development of mega cities of the transport infrastructure network in suburban areas and to analyze the integration of urban development and the concept of transport infrastructure networks development. The location of this study is the development area of the City of Makassar, which is in the east and in the south of the city. Data were obtained through direct observation of various land use and development of road networks and transportation nodes. These studies found that the City of Makassar extends horizontally to the south and east with many low intensity buildings spread sporadically and form a mega urban without following the hierarchy of road network and without public transport services. Also, the development of the City of Makassar has caused high people mobility toward service centers in the city. Keywords: mega urban, land use, transport, road network, mobility  Abstrak Kota yang berkembang secara sporadis di wilayah suburban akan membentuk mega urban. Kondisi tersebut terjadi akibat pembangunan kluster perumahan yang menyebar dan dilakukan tanpa mengikuti kebijakan tata ruang, dan perkembangan pembangunan melintasi wilayah administratif antarkota atau antarkabupaten. Tujuan studi ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis perkembangan kota mega terhadap jaringan prasarana transportasi di wilayah suburban dan menganalisis keterpaduan pengembangan kota terhadap konsep pengembangan jaringan prasarana transportasi. Lokasi penelitian ini adalah wilayah perkembangan Kota Makassar, yaitu di wilayah timur dan di wilayah selatan kota. Data diperoleh melalui pengamatan langsung terhadap berbagai guna lahan dan perkembangan jaringan jalan serta simpul-simpul transportasi. Hasil studi ini menunjukkan bahwa Kota Makassar meluas secara horizontal ke arah selatan dan timur dengan jumlah bangunan berintensitas rendah yang menyebar secara sporadis membentuk mega urban tanpa mengikuti hirarki jaringan jalan dan tanpa pelayanan angkutan umum. Selain itu perkembangan Kota Makassar yang ada menyebabkan terjadinya mobilitas penduduk yang tinggi menuju ke pusat-pusat pelayanan di kota. Kata-kata kunci: mega urban, tata ruang, transportasi, jaringan jalan, mobilitas
THE OPERATIONAL SYSTEM OF CONTAINER LOADING-UNLOADING IN JAKARTA INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL AND PORT OF LAMONG BAY SURABAYA Sitorus, Ingrid Rosalyn Indriana; ., Nahry
Jurnal Transportasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.082 KB) | DOI: 10.26593/jt.v17i2.2724.%p

Abstract

Abstract Indonesia is a maritime country since approximately 67% of its area is ocean and has the 2nd longest coastline worldwide. In fact, its maritime facilities aren’t well operated, therefore Indonesia has to improve its operational system to increase the efficiency. This study would provide an approach of analyzing operational system design of container loading-unloading in JICT and TTL, land transportation proposed system combined with magnetic technology used by the ports, and its economical and technical impacts of this maritime infrastructure. To achieve the goal, study of literature, qualitative and quantitative analysis will be the proper method to use. The system proposed in this study is 69-83% faster with its operational cost is 24-40% cheaper compared to JICT and TTL. Moreover, this system is environmental-friendly and will work safer. Overall, it is expected that this system will provide broad insight as well as a consideration for the use at Indonesian ports. Keywords: Indonesia, ports, magnetic technology, maritime infrastructure, operational system design of container loading-unloading  Abstrak Indonesia dikenal sebagai negara maritim sejak sekitar 67% wilayah negara Indonesia adalah laut dan memiliki garis pantai terpanjang ke-2 di dunia. Faktanya, fasilitas maritim di Indonesia belum cukup optimal sehingga membutuhkan perbaikan sistem operasional untuk meningkatkan efisiensi kegiatan bongkar-muat kontainer. Penelitian ini akan memberikan pendekatan analisis potensi desain sistem operasional bongkar-muat kontainer di pelabuhan dengan studi kasus JICT dan TTL, sistem transportasi darat usulan yang dikombinasikan dengan teknologi magnetik dalam terminal pelabuhan, serta dampak ekonomis dan teknis dari infrastruktur maritim ini. Untuk mencapai tujuan tersebut, studi literatur serta analisis kualitatif dan kuantitatif menjadi metode yang tepat untuk digunakan. Sistem usulan pada penelitian ini memiliki waktu 69-83% lebih cepat dengan biaya operasional 24-40% lebih kecil dari JICT dan TTL. Selanjutnya, sistem ini bersifat ramah lingkungan dan lebih aman secara teknis. Secara keseluruhan, diharapkan penelitian ini akan memberikan wawasan luas mengenai sistem bongkar-muat kontainer serta menjadi pertimbangan untuk digunakan di pelabuhan Indonesia. Kata-kata kunci: Indonesia, pelabuhan, teknologi magnetik, infrastruktur maritim, desain sistem operasional bongkar-muat kontainer
COMMUTING PREFERENCES BY BUS AND TRAIN IN SYDNEY AUSTRALIA Suthanaya, Putu Alit
Jurnal Transportasi Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.279 KB) | DOI: 10.26593/jt.v10i2.391.%p

Abstract

In order to achieve sustainable transportation target, one of the transportation policy commonly adopted is to increase the use of public transport, for example, bus and train. It is, therefore, important to study the commuting behavior by bus and train of residents. Two techniques were applied to study commutingbehavior, i.e. preference functions and Moran’s I spatial statistic. The commuting preference by bus was found to move towards distance maximization over time. Unlike decreasing trend for the slope preferences by bus by increasing LGA distances from the CBD, there is no clear increasing or decreasing trend for theslope preferences by train. Similar to bus, the slope preferences by train are relatively stable over time. A significant positive spatial association was identified for the slope preferences by bus for both O-D and D-O matrices, however the spatial variation in the slope preferences by train was found to be random.Keywords: commuting preferences, spatial association, preference function
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN FASILITAS PEJALAN KAKI Hidayat, Nursyamsu
Jurnal Transportasi Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.766 KB) | DOI: 10.26593/jt.v6i2.1808.%p

Abstract

Abstrak Berjalan kaki merupakan kegiatan transportasi yang pertama kali dikenal manusia. Saat ini mobilitas manusia dilakukan dengan menggunakan berbagai macam alat transportasi yang semakin modern, sehingga aktifitas berjalan kaki hanya dilakukan untuk menempuh jarak pendek. Fenomena sekarang menunjukkan populasi pejalan kaki (pedestrian) semakin meningkat di kota-kota besar pada daerah pusat perekonomian/ perbelanjaan (Central Business Distric, CBD). Keberadaan pejalan kaki tersebut sebagai bagian dari sistem transportasi perlu diatur dan dibuat tolok ukur bagi perancangan fasilitas-fasilitasnya.Berbagai cara ditempuh untuk melayani kebutuhan pejalan kaki, terutama pembangunan sarana dan prasarana yang memadai. Pejalan kaki menuntut disediakannya jalur tersendiri sebagai prasarana utama, dengan berbagai fasilitas pendukungnya. Pengembangan fasilitas pejalan kaki perlu terus dilakukan sehingga mencapai kondisi yang diharapkan oleh pejalan kaki yaitu situasi yang aman, nyaman, lancar, dan ekonomis.Penelitian ini mencoba mengamati karakteristik pejalan kaki serta berusaha untuk mengetahui keandalan jalur pejalan kaki (trotoar) dalam melayani pemakainya. Penelitian dilakukan dengan metode US HCM 2000 dan dilakukan di Jl. A Yani, Yogyakarta.Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan nilai-nilai parameter karakteristik yaitu kecepatan, kerapatan, dan tingkat arus pejalan kaki dengan metode Greenshields serta nilai tingkat pelayanannya, maka didapatkan nilai kecepatan arus bebas 62,49 m/menit, kerapatan maksimum 3,22 pejalan kaki/m2, tingkat arus maksimum (kapasitas trotoar) 50 pejalan kaki/menit/m, dan tingkat pelayanan berkisar antara C dan D. Pengaruh pemakaian trotoar untuk aktifitas selain pejalan kaki (berdagang) berdampak pada pengurangan lebar jalur. Pada tempat-tempat tertentu, untuk berjalan kaki tinggal disisakan jalur dengan lebar tidak lebih dari 25 % dari lebar trotoar. Kondisi ini sangat merugikan pejalan kaki karena mengurangi keleluasaan dan mempengaruhi kelancaran pergerakan.Kata kunci : pejalan kaki, trotoar, tingkat pelayanan, tingkat arus, kecepatan, kerapatan
KOORDINASI SIMPANG BERSINYAL PADA SIMPANG KENTUNGAN-SIMPANG MONJALI YOGYAKARTA Cahyaningrum, Fitria Purnayanti; Munawar, Ahmad
Jurnal Transportasi Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.872 KB) | DOI: 10.26593/jt.v14i1.1371.%p

Abstract

Two signalized intersections in Yogyakarta which began to experience traffic congestion problems are Kentungan and Monjali signalized intersections, located in the North Ring Road. The vehicles always stop at the intersection because they always get red signal. The data used in this study were collected by direct surveys, including vehicles volume, vehicles speed, signal time, and the geometric of both intersections. The data were then used to get the most saturated existing condition which becomes a reference in the determination of new cycle time and green phase distribution under optimal condition based on the signal coordination theory. From the analysis it was found that both intersections were not coordinated yet. From eleven scenarios, it was found that the new cycle time is 130 seconds with offset time for both directions is 70.93 seconds for both directions. Bandwidth obtained by coordination diagram is equal to 37 seconds for East direction and 32 seconds for West direction. Kedua simpang bersinyal di Yogyakarta yang mulai tidak terlepas dari masalah kemacetan adalah Simpang Kentungan dan Simpang Monjali, yang terletak pada Jalan Ring Road Utara. Permasalahan yang seringkali terjadi adalah kendaraan harus selalu berhenti pada tiap simpang karena selalu mendapat sinyal merah. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini dilakukan dengan cara survei langsung, yang meliputi volume kendaraan, kecepatan tempuh kendaraan di kedua ruas, waktu sinyal, dan geometrik simpang. Data yang diperoleh digunakan untuk mendapatkan kondisi eksisting terjenuh yang akan menjadi acuan dalam merencanakan waktu siklus baru dan pembagian fase hijau yang paling optimal dengan memperhatikan teori koordinasi. Dari hasil analisis diketahui bahwa kedua simpang belum terkoordinasi. Dari sebelas alternatif perencanaan didapat waktu siklus baru sebesar 130 detik dengan waktu offset sebesar 70,93 detik untuk kedua arah. Berdasarkan diagram koordinasi didapat bandwidth sebesar 37 detik untuk arah dari Timur dan 32 detik untuk arah Barat.
Cover Kulit dan Daftar Isi 4-1 Isi, Cover Daftar
Jurnal Transportasi Vol 4, No 1 (2004)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.047 KB) | DOI: 10.26593/jt.v4i1.2412.%p

Abstract

Cover Kulit dan Daftar Isi 4-1
POTENSI REVITALISASI TRANSPORTASI SUNGAI DI PROVINSI LAMPUNG Kusdian, R. Didin
Jurnal Transportasi Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.687 KB) | DOI: 10.26593/jt.v11i2.452.%p

Abstract

The river provides a natural potential as a medium of movement for water vehicles such as boat or ship. Especially for the transport of goods, the revitalization of river transport can play an important role in load reduction in land transport by truck, so as to reduce the acceleration of road damage caused by truck traffic loads. To implement the river transport revitalization in the Province of Lampung, it is required the design and production of ships that have special characteristics that are suitable for a wide but shallow river.Key words: river transportation, load of land transportation, road damage, ship design.
A REVIEW OF THE TRAVEL BEHAVIOR ANALYSIS: ITS BASIS AND APPLICATION FOR DEVELOPING CITIES Joewono, Tri Basuki; Susilo, Yusak O.; Tarigan, Ari K. M.
Jurnal Transportasi Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.263 KB) | DOI: 10.26593/jt.v8i1.1831.%p

Abstract

Abstract Travel, most often viewed in theory as derived from the demand for activity participation, has almost always been modeled on the trip-based basis, i.e., the trip is treated as the unit of analysis. Attributes of a trip (e.g., its origin and destination, mode, length) have been the subjects of analysis, but not the types of activities engaged in, their durations, sequences, and timing. This paper offers a brief review of the travel behavior analysis in order to provide a better understanding and forecasting of travel behavior. The article further offers discussions on its possible applications in urban areas of developing countries where historical accumulations of transportation and communications technologies are being introduced within a short span of time, creating the environment for travel which may not be properly accounted for using the conventional trip-based models of travel demand. In addition, the dataset from Malaysia was employed as a case of study.Keywords: travel behavior, travel, demand, transportation planning, developing cities.
KETAHANAN DEFORMASI CAMPURAN BERASPAL MODIFIKASI POLIMER HANGAT DENGAN BAHAN ADITIF ZEOLIT ALAM Handayani, Ani Tjitra; Setiaji, Bagus Hario; Wardani, Sri Prabandiyani R.
Jurnal Transportasi Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.031 KB) | DOI: 10.26593/jt.v15i2.1726.%p

Abstract

Abstract Polymer modified asphalt mixture can be developed using warm mix technology by adding the mixture using synthetic or natural additives. This mixture can increase the deformation resistance with lower temperature in the process of mixing and compaction. This study proposes the development of warm Polymer Modified Asphalt mix with natural zeolite, which is natural additives from Bayat (Central Java), and the performance of the mixture, in terms of volumetric and mechanical properties, and deformation resistance, which was evaluated using the Marshall method and wheel tracking test. The results showed that the Polymer Modified Asphalt mix with 1 % of natural zeolite have a Marshall stability greater than that of Polymer Modified Asphalt mix without zeolite. Wheel tracking test at 60 °C shows that Polymer Modified Asphalt mix with 1 % of natural zeolite showed better performance than that without zeolite. Keywords: deformation resistance, warm asphalt mix, polymer modified asphalt, natural zeolite  Abstrak Campuran beraspal modifikasi polimer dapat dikembangkan menggunakan teknologi campuran hangat dengan menambahkan campuran dengan bahan aditif sintetis atau alami. Campuran ini dapat meningkatkan ketahanan deformasi dengan temperatur yang lebih rendah dalam proses pencampuran dan pemadatan. Penelitian ini mengusulkan pengembangan campuran beraspal modifikasi polimer hangat dengan menggunakan zeolit alam, yang merupakan aditif alami yang berasal dari Bayat (Jawa Tengah), dan kinerja campuran, dalam hal volumetrik dan sifat mekanik, serta ketahanan deformasi, yang dievaluasi menggunakan metode Marshall dan uji wheel tracking. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa campuran beraspal modifikasi polimer dengan 1 % zeolit alam memiliki stabilitas Marshall lebih besar daripada campuran beraspal modifikasi polimer tanpa zeolit. Pengujian wheel tracking pada temperatur 60 °C menunjukkan bahwa campuran beraspal modifikasi polimer dengan 1 % zeolit alam mempunyai kinerja yang lebih baik daripada campuran beraspal modifikasi polimer tanpa zeolit. Kata-kata kunci: ketahanan deformasi, campuran beraspal hangat, aspal modifikasi polimer, zeolit alam
EVALUASI KINERJA PELAYANAN PERUSAHAAN ANGKUTAN PARIWISATA DAN ANGKUTAN SEWA DI PROVINSI JAWA TIMUR Firmansyah, Mohammad Rizal; Hayati, Nunung Nuring; Irawan, Januar Ferry; Sulistyono, Sonya
Jurnal Transportasi Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.463 KB) | DOI: 10.26593/jt.v17i1.2702.%p

Abstract

Abstract In line with improvement of economic conditions and enhancement of the tourism sector in East Java, the potential tourism market and its industries became a target of businesses in the transport sector, especially the tourism travel and rental transportation. This service was predicted to grow rapidly during the development in tourism sector. Therefore, the construction of transport infrastructures became an important issue to support the tourism sector. Not only Central Government, but also Provincial and Regency/City Government have a role in accordance with their respective authorities to plan, formulate policies, control and supervise the implementation of efficient and reliable transport systems. To improve the quality of tourism and rent service, performance evaluation of the companies should be conducted regularly. Keywords: tourism and rent transport, performance evaluation, services, performance  Abstrak Seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian dan meningkatmya sektor pariwisata di Jawa Timur, potensi pasar dunia pariwisata dan industri turunannya mulai menjadi incaran para pelaku usaha di sektor transportasi, khususnya angkutan pariwisata dan angkutan sewa. Layanan ini diprediksi tumbuh dengan cepat seiring perkembangan dunia pariwisata. Oleh karena itu, pembangunan prasarana transportasi menjadi penting untuk mendukung sektor pariwisata ini. Tidak hanya Pemerintah Pusat, namun juga Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota mempunyai peran sesuai cakupan kewenangannya masing-masing untuk menyusun rencana, merumuskan kebijakan, mengendalikan, dan mengawasi perwujudan sistem transportasi yang efisien dan handal. Untuk meningkatkan layanan angkutan wisata dan angkutan sewa,  diperlukan evaluasi kinerja secara teratur terhadap kinerja pelayanan perusahaan angkutan pariwisata dan angkutan sewa. Kata-kata kunci: angkutan pariwisata dan angkutan sewa, evaluasi kinerja, layanan, kinerja

Page 49 of 108 | Total Record : 1071


Filter by Year

2004 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 3 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 3 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 3 (2022) Vol. 22 No. 2 (2022) Vol. 22 No. 1 (2022) Vol. 21 No. 3 (2021) Vol. 21 No. 2 (2021) Vol. 21 No. 1 (2021) Vol. 20 No. 3 (2020) Vol. 20 No. 2 (2020) Vol. 20 No. 1 (2020) Vol. 19 No. 3 (2019) Vol. 19 No. 2 (2019) Vol. 19 No. 1 (2019) Vol. 18 No. 3 (2018) Vol 18, No 2 (2018) Vol. 18 No. 2 (2018) Vol. 18 No. 1 (2018) Vol 18, No 1 (2018) Vol. 17 No. 3 (2017) Vol 17, No 3 (2017) Vol 17, No 2 (2017) Vol. 17 No. 2 (2017) Vol. 17 No. 1 (2017) Vol 17, No 1 (2017) Vol 16, No 3 (2016) Vol. 16 No. 3 (2016) Vol. 16 No. 2 (2016) Vol 16, No 2 (2016) Vol 16, No 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2016) Vol 15, No 3 (2015) Vol. 15 No. 3 (2015) Vol. 15 No. 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol. 15 No. 1 (2015) Vol 14, No 3 (2014) Vol. 14 No. 3 (2014) Vol. 14 No. 2 (2014) Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol. 14 No. 1 (2014) Vol. 13 No. 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol. 13 No. 2 (2013) Vol. 13 No. 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol. 12 No. 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol. 12 No. 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol. 12 No. 1 (2012) Vol. 11 No. 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol. 11 No. 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol. 11 No. 1 (2011) Vol. 10 No. 3 (2010) Vol 10, No 3 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol. 10 No. 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol. 10 No. 1 (2010) Vol. 9 No. 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol. 9 No. 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol. 8 No. 2 (2008) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol. 8 No. 1 (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol. 7 No. 2 (2007) Vol. 7 No. 1 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol. 6 No. 2 (2006) Vol. 6 No. 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol. 5 No. 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol. 5 No. 1 (2005) Vol. 4 No. 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol. 4 No. 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) More Issue