cover
Contact Name
Prof. Wimpy Santosa, Ph.D
Contact Email
wimpy@unpar.ac.id
Phone
+62222042004
Journal Mail Official
fstpt7@unpar.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Transportasi
ISSN : 14112442     EISSN : 26151146     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Transportasi adalah jurnal ilmiah di bidang ilmu transportasi yang diterbitkan tiga kali setahun oleh Forum Studi Transportasi antar-Perguruan Tinggi (FSTPT). Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Simposium FSTPT yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal Transportasi juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang ilmu transportasi. Jurnal Transportasi terakreditasi yang kedua kali berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor 51/DIKTI/ Kep/2010 tanggal 5 Juli 2010.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,071 Documents
UPAYA PENINGKATAN KESELAMATAN PADA JALAN NASIONAL INDONESIA Tjahjono, Tri
Jurnal Transportasi Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.307 KB) | DOI: 10.26593/jt.v16i2.2363.%p

Abstract

Abstract Indonesia faced serious challenges in improving traffic safety on the road. Government policy breakthrough has been made by issuing Presidential Decree No. 4 of 2013 of the Decade of Action for Road Safety 2011-2020 which is also in line with the National Road Safety Plan which was declared in 2011. Efforts to improve the safety of roads have been initiated through the road worthiness test. However, the results are generally conditionally accepted and facts on the field indicate that the number of accidents is still high. This paper discusses efforts to improve road safety and strategies that should be done on a national road, by conducting a road safety audit based on traffic accident data obtained from the Integrated Road Safety Management System which is owned Korlantas and understand the anatomy of the existing accident and behavioral factors of the society along the road through an audit. A case study was conducted on the Java North Coast Corridor, between Subang and Indramayu of West Java. Keywords: road safety, national roads, accident anatomy, road operation  Abstrak Indonesia menghadapi tantangan yang berat dalam meningkatkan keselamatan berlalulintas di Jalan. Terobosan kebijakan telah dilakukan pemerintah dengan menerbitkan Inpres No. 4 Tahun 2013 tentang Dekade Aksi Keselamatan Jalan 2011-2020 yang juga selaras dengan Rencana Umum Nasional Keselamatan Jalan yang dideklarasikan pada tahun 2011. Upaya peningkatan keselamatan di bidang jalan telah dirintis melalui uji laik fungsi jalan. Walaupun demikian hasil yang didapat umumnya adalah semuanya diterima dengan bersyarat dan fakta di lapangan menunjukkan bahwa kejadian kecelakaan masih tinggi. Makalah ini membahas upaya peningkatan keselamatan jalan dan strategi yang harus dilakukan pada jalan nasional, dengan melakukan audit keselamatan jalan berbasis data kecelakaan lalulintas yang didapat dari Integrated Road Safety Management System yang dimiliki Korlantas serta memahami anatomi kecelakaan yang ada dan faktor perilaku masyarakat sepanjang jalan yang dilakukan audit. Kasus studi dilakukan pada jalur pantai utara Pulau Jawa di Kabupaten Subang dan Indramayu, Jawa Barat. Kata-kata kunci: keselamatan jalan, jalan nasional, anatomi kecelakaan, pengoperasian jalan
PERKEMBANGAN KEBIJAKAN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI BERBASIS KERJASAMA PEMERINTAH SWASTA DI INDONESIA Susantono, Bambang; Ali Berawi, Mohammed
Jurnal Transportasi Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.219 KB) | DOI: 10.26593/jt.v12i2.475.%p

Abstract

Transportation infrastructure development is one of the vital aspects needed to improve the economic growth of a country. In Indonesia, transportation infrastructure development in the next 15 years requires an estimated investment of IDR 1,785 trilion. This figure includes IDR 339 trilion investment for roads, IDR117 trilion for ports, IDR 32 trilion for airports, and IDR 326 trilion for railways. Public Private Partnership (PPP) approach is used in the infrastructure development program as an alternative to finance transportation infrastructure projects in Indonesia. This paper aims to discuss the historical development of PPP policy inIndonesia in an effort to create Value for Money in the infrastructure development projects. Furthermore, various studies on the key success factors of successful implementation of PPP schemes in other countries and the strategic action from Indonesian government to produce a range of policies that support the implementation of the PPP scheme since 1998-2012 are also discussed.Keywords: Public Private Partnership, transportation infrastructure, project financing.
PERILAKU BERKENDARA PENGEMUDI TRANS JOGJA DENGAN MENGGUNAKAN TACHOMETER Noviyanti, Dian; Munawar, Ahmad
Jurnal Transportasi Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.91 KB) | DOI: 10.26593/jt.v15i1.1849.%p

Abstract

Abstract Tachometer is an instrument capable of measuring the speed of rotation of an object that is not directly an indication of the safety of the engine rotation. Tachometer in this study is mounted on a fleet of Trans Jogja. The primary data collection, in the form of speed graph from tachometer data recording, was then conducted and secondary data were obtained from PT Denso Sales Indonesia. The results showed that the average speed of Trans Jogja fleet in the morning is 42.86 km/h, at noon 36.5 km/h, in the afternoon 35.2 km/h, and in the evening 37.39 km/h. The observed violation was a violation which occurs when the driver passes the speed limit of vehicles in the city, which is 50 km/h. This study shows that 27.45 % violation occurs in the morning, 12.6 % during the day, 13 % in the afternoon, and 17.46 % in the evening. Key words: tachometer, driving behavior, average speed, speed limits  Abstrak Tachometer merupakan instrumen yang mampu mengukur kecepatan putaran sebuah objek yang secara tidak langsung merupakan indikasi keselamatan perputaran mesin. Tachometer pada penelitian ini dipasang pada armada Trans Jogja. Selanjutnya dilakukan pengambilan data primer berupa grafik kecepatan hasil rekaman data tachometer dan data sekunder yang diperoleh dari PT Denso Sales Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecepatan rata-rata armada trans jogja pada pagi hari adalah sebesar 42,86 km/jam; pada siang hari 36,5 km/jam; pada sore hari 35,2 km/jam; dan pada malam hari 37,39 km/jam. Pelanggaran yang diamati adalah pelanggaran yang terjadi saat pengemudi melewati batas kecepatan kendaraan dalam kota, yaitu sebesar 50 km/jam. Dari studi ini diperoleh bahwa 27,45 % pelanggaran terjadi pada pagi hari, 12,6 % pada siang hari, 13 % pada sore hari, dan 17,46 % pada malam hari. Kata-kata kunci: tachometer, perilaku berkendara, kecepatan rata-rata, batas kecepatan
KAJIAN SISTEM MANAJEMEN PEMELIHARAAN JALAN REL DAERAH OPERASI 2 BANDUNG: STUDI KASUS DISTRIK 23C KIARACONDONG Adityadharma, Cahyo; Joewono, Tri Basuki; Santosa, Wimpy
Jurnal Transportasi Vol 4, No 1 (2004)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.101 KB) | DOI: 10.26593/jt.v4i1.1764.%p

Abstract

Abstrak Penanganan pemeliharaan infrastruktur jalan rel tidak terlepas dari sistem manajemen pemeliharaan infrastruktur jalan rel. Perencanaan program pemeliharaan merupakan aspek terpenting dalam manajemen pemeliharaan jalan rel. Perencanaan yang matang akan menghasilkan suatu sistem manajemen pemeliharaan jalan rel yang efektif dan efisien.Penelitian ini membahas tentang pemeliharaan jalan rel yang dilakukan oleh PT KAI dalam lingkup Daerah Operasi 2 Bandung. Analisis dilakukan pada rencana pemeliharaan jalan rel tahun 2003, yaitu pada Distrik 23C Kiaracondong. Analisis dilakukan pada laporan pemeriksaan dengan kereta ukur. Kemudian ditentukan siklus perawatan sempurna. Setelah itu dilakukan penghitungan kebutuhan pemeliharaan dan kebutuhan tenaga manusianya, maka dapat diketahui bagaimana pemeliharaan yang diprogramkan dapat sesuai dengan yang dibutuhkan.Dari hasil analisis ditemukan bahwa 37,8% jalan rel Distrik 23C Kiaracondong berada dalam kondisi geometri jalan rel yang buruk. Karena itu, pemeliharaan geometri jalan rel harus segera dilakukan untuk mengembalikan kondisi jalan rel tersebut. Pada kenyataannya pemeliharaan yang diprogramkan memiliki banyak ketidakcocokan dengan kondisi tersebut. Volume pekerjaan yang diprogramkan pada penggantian rel, penggantian bantalan, dan penambahan balas tidak sesuai dengan kebutuhan. Dari hasil analisis juga didapat bahwa sumber daya manusia yang tersedia tidak dapat memenuhi jam kerja yang diprogramkan untuk melakukan pemeliharaan, maka kekurangan sumber daya manusia sebanyak delapan orang atau 15.048 jam-orang per tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalan rel Distrik 23C Kiaracondong belum bisa melayani operasi kereta api secara optimum sebagai akibat dari pemeliharaan jalan rel yang tidak sesuai dengan kebutuhan.Kata-kata kunci: sistem manajemen pemeliharaan, jalan rel, kereta api, Track Quality Index
PREDIKSI KEBISINGAN LALU LINTAS DI KOTA MAKASSAR MENGGUNAKAN MODEL ASJ-RTN 2008 Mahmud, Ariyanty K.R.; Adisasmitha, Sakti Adji; Hustim, Muralia
Jurnal Transportasi Vol 17, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.545 KB) | DOI: 10.26593/jt.v17i3.2865.%p

Abstract

Abstract There are several problems related to transportation, including traffic congestion and environmental issues, such as air pollution and noise pollution. This study aims to predict traffic noise on the main commercial-road environment in the City of Makassar using ASJ-RTN 2008 model. The results obtained are that equivalent noise level or LAeq has exceeded the allowable limits, with LAeq noise level LAeq,day of 79.7 dB. The average noise prediction rate is 78.0 dB (A) and the predicted value is lower than the measured noise level. Keywords: transportation, noise, noise level, traffic congestion  Abstrak Terdapat beberapa permasalahan yang berhubungan dengan bidang transportasi, termasuk masalah kemacetan lalu lintas dan masalah lingkungan, seperti polusi udara dan polusi suara atau kebisingan. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi kebisingan lalu lintas pada lingkungan jalan utama-komersial di Kota Makassar dengan menggunakan model ASJ-RTN 2008. Hasil yang didapat adalah tingkat kebisingan ekivalen atau LAeq telah melewati batasan yang diizinkan, dengan tingkat kebisingan LAeq,day sebesar 79,7 dB. Nilai tingkat kebisingan prediksi rata-rata adalah sebesar 78,0 dB(A) dan nilai prediksi lebih rendah dibandingkan dengan nilai tingkat kebisingan hasil pengukuran. Kata-kata kunci: transportasi, kebisingan, tingkat kebisingan, kemacetan lalu lintas
INTEGRASI CRITICAL PATH METHOD (CPM) DAN LINE OF BALANCE METHOD (LOB) DALAM PERENCANAAN PROYEK JALAN Hamzah, Suharman
Jurnal Transportasi Vol 4, No 2 (2004)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.356 KB) | DOI: 10.26593/jt.v4i2.1774.%p

Abstract

Abstrak Aplikasi metode Critical Path Method (CPM) secara luas dalam perencanaan proyek konstruksi disebabkan karena kesederhanaan dan kemudahan penggunaan serta lebih fleksibel dalam hubungannya dengan waktu dan logika. Di sisi lain, metode CPM jika digunakan pada proyek repetitif seperti proyek jalan akan menemui kendala terhadap ketidakmampuan untuk memelihara kontinuitas kerja bagi tenaga kerja dalam proyek. Metode Line Of Balance (LOB) yang umumnya digunakan pada proyek repetitif menemui kendala apabila jaringan kerja dan hubungan logika aktivitas yang banyak.Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai perencanaan proyek jalan dengan mengintegrasikan keunggulan-keunggulan dari metode CPM dan LOB dalam hal pemanfaatan waktu tenggang (float time) dan perataan sumber daya. Penggunaan waktu tenggang pada proyek jalan akan berdampak pada penggunaan sumber daya secara merata serta akan menghemat biaya proyek.Penelitian dilakukan dengan studi literatur dan diaplikasikan dengan contoh kasus yang berhubungan dengan perencanaan proyek jalan.Hasil yang diharapkan dengan penelitian ini adalah pemanfaatan waktu tenggang aktivitas nonkritis pada proyek jalan dan perataan sumber daya proyek. Dengan pemanfaatan waktu tenggang dan perataan sumber daya akan menghemat penggunaan sumber daya dan menyelesaikan proyek tepat waktu.Kata-kata kunci: CPM, LOB, waktu tenggang, perataan sumber daya
KUALITAS TINGKAT PELAYANAN MINIMUM TERMINAL KARGO DOMESTIK BANDAR UDARA Subekti, Sitti; R. Agah, Heddy; Widjajanti, Endang
Jurnal Transportasi Vol 12, No 3 (2012)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.494 KB) | DOI: 10.26593/jt.v12i3.496.%p

Abstract

Quality of cargo management services is primary consumer expectation indicator measured by the dimension model and the minimum service time. Likert scale of five levels is use, analyzed with Important Performance Analysis and Performance Analysis Approach to portray the user perception and expectation. Five dimensions of quality aspect are selected such as reliability, responsiveness, assurance, empathy, and physical evidence. Two air cargo companies operating at Jakarta International Airport Soekarno Hatta are selected as respondents with sample sizes of 46 and 33 are observed. A grid with four quadrants is developed. The result shows that the two operator need improvement to reach minimum service time of 30 minutes. The existing system is in a range between 46 to 51.51 minutes to finish all system services steps. To reach the minimum service time, the operator management, equipment, and tools must be improved.Keywords: Domestic terminal, cargo, service quality, Importance Performance Analysis
PREFERENSI SIVITAS AKADEMIKA UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA TERHADAP MODA PENYEBERANGAN SURABAYA-MADURA Afandi, Nur Aziz; Dewi, Mahargyantari Purwani
Jurnal Transportasi Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.638 KB) | DOI: 10.26593/jt.v16i1.2153.%p

Abstract

Abstract The Suramadu Bridge is a bridge that connects the island of Java in Surabaya with Madura Island in Kamal, Bangkalan, and that crosses Madura Strait. The Suramadu Bridge has a length of 5,438 meters, which is the longest bridge in Indonesia. The construction of the Suramdu Bridge wass intended to accelerate development in Madura Island which covers the economy and infrastructure in the Madura Region, which wass still relatively underdeveloped compared to other areas in East Java. Although the bridge has been serving people, many academicians of Trunojoyo University still choose feri services as a mode for crossing towards Madura and vice versa. This study aims to investigate the preferences of the academicians of Trunojoyo University in selecting transportation mode for traveling Surabaya-Madura. This study was conducted by interviewing some academicians who are traveling to Madura using the feri mode. The results show that there are some preference attribution which the academicians choose feri services namely security, closer location, higher accessibility, and comfort Keywords: preferences, crossing mode, attributes, feri service  Abstrak Jembatan Suramadu merupakan jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa di Surabaya dengan Pulau Madura di Kamal, Bangkalan, melintasi Selat Madura. Jembatan Suramadu memiliki panjang 5.438 meter dan merupakan jembatan terpanjang di Indonesia. Pembangunan Jembatan Suramadu ini dimaksudkan untuk mempercepat pembangunan yang ada di Pulau Madura, yang meliputi bidang ekonomi dan infrastruktur di Daerah Madura, yang secara relatif masih tertinggal dibandingkan dengan daerah lain yang ada di Jawa Timur. Meskipun Jembatan Suramadu telah difungsikan dan melayani masyarakat, banyak  sivitas akademika Universitas Trunojoyo Madura masih memilih jasa penyeberangan kapal feri sebagai moda transportasi untuk melakukan penyeberangan menuju Madura atau sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi sivitas akademika Universitas Trunojoyo Madura terhadap moda penyeberangan Surabaya-Madura. Penelitian ini dilakukan dengan mewancarai beberapa orang sivitas akademika yang sedang melakukan perjalanan ke Madura dengan menggunakan moda penyeberangan kapal feri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa atribut yang menjadi preferensi sivitas akademika Universitas Trunojoyo Madura memilih moda penyeberangan kapal feri, yaitu keamanan, lokasi yang lebih dekat, kemudahan akses, dan kenyamanan. Kata-kata kunci: preferensi, moda penyeberangan, atribut, angkutan penyeberangan feri
PENGGUNAKAN SISTEM DINAMIK DALAM MANAJEMEN TRANSPORTASI UNTUK MENGATASI KEMACETAN DI DAERAH PERKOTAAN Wiyono, Sugeng
Jurnal Transportasi Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.095 KB) | DOI: 10.26593/jt.v12i1.461.%p

Abstract

Traffic congestion is part of the transportation problems which are always resolved using indicators and transportation modeling without considering the spatial or land use development sectors. Land use affects the development and attract the use of urban road network and, thereby, increases the traffic volume. Besides the traffic circulation will create traffic conflicts, congestion, delay, and reduce the traffic speed. Transportation problems can be anticipated by implementing an integrated transportation management system, using a computer program that is able to detect the problem as early as possible. Dynamic modeling can be used to model complex problems of urban transportation. The results of this study indicate that the dynamic systemmodeling can be used as a tool to estimate the space requirement, with modeling variables must be first determined, making it clear what to be assessed and how the data to be structured.Keywords: traffic congestion, transportation management, dynamic modelling
PENATAAN HIRARKI PELABUHAN DI GUGUS PULAU DAERAH TERTINGGAL DI SULAWESI BAGIAN SELATAN DALAM KERANGKA SISTEM TRANSPORTASI NASIONAL Sitepu, Ganding
Jurnal Transportasi Vol 8, No 2 (2008)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.067 KB) | DOI: 10.26593/jt.v8i2.1840.%p

Abstract

Abstract The islands located in an area of about 160.000 sq km in southern part of Sulawesi,  consist of 5 regencies. There are 5 big islands (more than 150 sq km each)  in this area. The economic level of these islands is still low and, therefor,  can not afford the commercial transportation tariff. Since 1974 the government of Indonesia has provided so called pioneer shipping (subsidized financially by government) in order to improve accessibility of these islands. So far, the economic level of population of these islands has not much improved. The pioneer ships are general cargo type (coaster), with long distance trips (average 1.660 sea mile) and take about 18 days for a round trip. The determination of shipping routes for servicing less developed islands are made without any deep analysis. This paper began with analysis of selecting ports in order to improve routes of the pioneer ships. To determiny an optimum sea transportation services into the area, the shipping should be classified in regional pioneer routes (main regional feeder), secondary regional feeder, and people shipping. This study found out that the total 22 ports in the area can be divided to 3 categories (hierarchy), 2 regional ports, 7 regional main ports, and 8 secondary regional feeder ports, and 5 people shipping ports.  Keywords: port hierarchy, pioneer shipping, remote islands.

Page 48 of 108 | Total Record : 1071


Filter by Year

2004 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 3 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 3 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 3 (2022) Vol. 22 No. 2 (2022) Vol. 22 No. 1 (2022) Vol. 21 No. 3 (2021) Vol. 21 No. 2 (2021) Vol. 21 No. 1 (2021) Vol. 20 No. 3 (2020) Vol. 20 No. 2 (2020) Vol. 20 No. 1 (2020) Vol. 19 No. 3 (2019) Vol. 19 No. 2 (2019) Vol. 19 No. 1 (2019) Vol. 18 No. 3 (2018) Vol. 18 No. 2 (2018) Vol 18, No 2 (2018) Vol 18, No 1 (2018) Vol. 18 No. 1 (2018) Vol. 17 No. 3 (2017) Vol 17, No 3 (2017) Vol 17, No 2 (2017) Vol. 17 No. 2 (2017) Vol. 17 No. 1 (2017) Vol 17, No 1 (2017) Vol 16, No 3 (2016) Vol. 16 No. 3 (2016) Vol 16, No 2 (2016) Vol. 16 No. 2 (2016) Vol. 16 No. 1 (2016) Vol 16, No 1 (2016) Vol. 15 No. 3 (2015) Vol 15, No 3 (2015) Vol. 15 No. 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol. 15 No. 1 (2015) Vol 14, No 3 (2014) Vol. 14 No. 3 (2014) Vol 14, No 2 (2014) Vol. 14 No. 2 (2014) Vol. 14 No. 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol. 13 No. 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol. 13 No. 2 (2013) Vol. 13 No. 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol. 12 No. 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol. 12 No. 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol. 12 No. 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol. 11 No. 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol. 11 No. 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol. 11 No. 1 (2011) Vol 10, No 3 (2010) Vol. 10 No. 3 (2010) Vol. 10 No. 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol. 10 No. 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol. 9 No. 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol. 9 No. 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol. 8 No. 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol. 8 No. 1 (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol. 7 No. 2 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol. 7 No. 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol. 6 No. 2 (2006) Vol. 6 No. 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol. 5 No. 2 (2005) Vol. 5 No. 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol. 4 No. 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol. 4 No. 1 (2004) More Issue