cover
Contact Name
Prof. Wimpy Santosa, Ph.D
Contact Email
wimpy@unpar.ac.id
Phone
+62222042004
Journal Mail Official
fstpt7@unpar.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Transportasi
ISSN : 14112442     EISSN : 26151146     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Transportasi adalah jurnal ilmiah di bidang ilmu transportasi yang diterbitkan tiga kali setahun oleh Forum Studi Transportasi antar-Perguruan Tinggi (FSTPT). Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Simposium FSTPT yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal Transportasi juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang ilmu transportasi. Jurnal Transportasi terakreditasi yang kedua kali berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor 51/DIKTI/ Kep/2010 tanggal 5 Juli 2010.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,071 Documents
ANALISIS DAMPAK IMPLEMENTASI REDUCED VERTICAL SEPARATION MINIMUM (RVSM) DI INDONESIA TERHADAP DISTRIBUSI LALU LINTAS UDARA DAN PENGHEMATAN BAHAN BAKAR PESAWAT Eman Suratman; Sigit Priyanto
Jurnal Transportasi Vol. 4 No. 1 (2004)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.917 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v4i1.1767.%p

Abstract

Abstrak Reduced Vertical Separation Minimum (RVSM) merupakan rekomendasi dari ICAO, organisasi penerbangan sipil dunia, untuk mengatasi kepadatan lalu lintas udara secara global dengan meningkatkan kapasitas ruang udara melalui pengurangan jarak pisah vertikal antar pesawat dari 2.000 kaki menjadi 1.000 kaki pada ketinggian 29.000–41.000 kaki (FL290-FL410). Indonesia mengimplementasikan prosedur ini secara bertahap dan bersifat exclusive, sehingga pesawat yang non RVSM tidak diperkenankan untuk terbang pada ruang udara RVSM. Salah satu manfaat dari penerapan prosedur ini adalah penghematan bahan bakar pesawat terbang karena lebih memungkinkan untuk terbang pada ketinggian yang optimum (economic flight level). Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dampak penerapan RVSM terhadap distribusi lalu lintas udara dan penghematan bahan bakar pesawat.    Penelitian ini dilakukan pada rute penerbangan W-45 dan W-32 dari Air Traffic Services (ATS) Route Indonesia dan di PT. Garuda Indonesia pada tipe pesawat Boeing 737-400. Data-data sekunder yang ada dianalisis dengan metode statistika melalui program aplikasi SPSS for Windows untuk melihat perubahan distribusi lalu lintas udara dan mengetahui penghematan bahan bakar pesawat sesudah implementasi RVSM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi RVSM berdampak terhadap perubahan kondisi distribusi lalu lintas udara. Peningkatan proporsi penggunaan ketinggian terjadi pada FL310, FL350 dan FL390, sedangkan pada flight level lainnya mengalami penurunan dengan rata-rata penurunan sebesar 3,14%. FL290 merupakan ketinggian terbang yang paling banyak digunakan oleh pesawat non RVSM dengan proporsi penggunaan sebesar 24,46%, FL330 paling banyak digunakan oleh pesawat RVSM yang terbang pada rute jarak dekat dan menengah dengan proporsi sebesar 28,88%. Rata-rata penghematan bahan bakar pesawat sesudah implementasi RVSM untuk penerbangan jarak dekat (Jakarta-Surabaya) adalah sebesar 0,8% atau sebanyak 25,37 kg (senilai Rp215.607,00) untuk setiap penerbangan dan sebesar 1,1% atau sebanyak 64,5 kg (senilai Rp548.217,00) untuk setiap penerbangan jarak menengah (Jakarta-Makassar).Kata-kata kunci: reduced vertical, distribusi lalu lintas udara, penghematan bahan bakar.
KAJIAN SPASIAL LOKASI BERBELANJA DI KOTA BANDUNG Tri Basuki Joewono; Marco Andrianto
Jurnal Transportasi Vol. 19 No. 2 (2019)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.17 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v19i2.3480.121-132

Abstract

Abstract Shoppers consider many aspects in choosing specific location from variety of shopping location. Spatial analysis is used to determine the catchment area of shopping location based on the location of shoppers’ residence along with the correlation with shoppers’ activity and characteristic. The purposes of this study are to analyze the catchment area of shopping location in Bandung based on shopper’s preferences and to analyze the shopping travel pattern. The questionnaire data about the grocery shopping trip is analyzed using Thiessen Polygon and Buffering Method. The analysis shows that there is a mismatch between the market service coverage and the preferences of respondent destination. Analysis shows that shoppers will choose the shopping location by considering the distance of shopping location from home, travel costs, and travel duration in selecting any type of shopping location. Keywords: shopping location, spatial analysis, GIS, catchment area, shopping trip characteristics  Abstrak Ada banyak hal yang dipertimbangkan oleh pelaku belanja dalam memilih lokasi berbelanja yang beragam. Analisis spasial dipergunakan untuk menjelaskan daerah cakupan lokasi belanja berdasarkan lokasi tempat tinggal serta keterkaitannya dengan aktivitas dan karakteristik pelaku belanja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis daerah cakupan lokasi berbelanja pilihan pelaku belanja di Kota Bandung dan menganalisis pola perjalanan berbelanja. Data hasil penyebaran kuisioner mengenai perjalanan berbelanja kebutuhan sehari-hari dianalisis menggunakan Metode Thiessen Polygon dan Metode Buffer. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara luas cakupan layanan suatu lokasi belanja dengan luas jangkauan layanan lokasi pilihan pelaku belanja. Analisis menunjukkan bahwa pelaku belanja memilih lokasi belanja dengan mempertimbangkan jarak dari tempat tinggal, durasi, dan biaya perjalanan. Kata-kata kunci: lokasi berbelanja, analisis spasial, GIS, daerah cakupan, karakteristik perjalanan berbelanja
Indeks Pengarang Volume 15 Indeks Pengarang
Jurnal Transportasi Vol. 15 No. 3 (2015)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.182 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v15i3.2577.%p

Abstract

Indeks Pengarang Volume 15
THE DETERMINATION OF BUS SERVICE FREQUENCY USING COST-BENEFIT APPROACH Suwardo Suwardo
Jurnal Transportasi Vol. 11 No. 1 (2011)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.325 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v11i1.440.%p

Abstract

The determination of bus service frequency using cost-benefit approach is presented in this paper. This study was conducted in Malaysia where bus operators could provide feasible bus services using this method. The investment costs include all costs for vehicle, human resources, workshop, operational facilities, andsupporting facilities while the benefits are expected from ticket fare collected and fuel subsidy. The primary data consists of passenger number, ticket fare, travel time, number of vehicles, and route length. The secondary data, provided by bus operators, include vehicle investment and operation and maintenance costs. The results indicate that this method is applicable and can be used by bus operators to provide feasible bus services with adequate frequencies.Keywords: cost-benefit analysis, bus service, service frequency.
MENUJU TERCIPTANYA SISTEM TRANSPORTASI BERKELANJUTAN DI KOTA-KOTA BESAR DI INDONESIA Ofyar Z. Tamin
Jurnal Transportasi Vol. 7 No. 2 (2007)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.384 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v7i2.1820.%p

Abstract

Abstract This paper describes some urban transportation problems faced by big cities in Indoniesia. Several problems related to sustainable transportation are described and alternative solutions are presented. Transport Demand Management Policy is recommended as one alternative for solving the problems.Keywords: sustainable transportation system, transport demand management.
PENGARUH ATRIBUT SIDLACOM TERHADAP PENILAIAN KINERJA JASA KONSULTANSI CORE TEAM JALAN NASIONAL PADA SNVT-P2JN PROVINSI GORONTALO Rahmat .; Agus Taufik Mulyono
Jurnal Transportasi Vol. 14 No. 2 (2014)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.522 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v14i2.1399.%p

Abstract

Consultant has a very important role in coordinating project at the planning and supervision step. At present the performance of companion consultancy service (core team) in SNVT-P2JN Gorontalo is based on the absorption of core team’s contract value itself. This study aims to determine the effect of SIDLACOM (Survey, Investigation, Design, Land acquisition, Action program, Construction, Operation, and Maintenance) attributes towards core team’s performance in the working area of SNVT-P2JN Gorontalo. Analysis results of four methods, i.e. IPA method, CSI method, factor analysis, and regression analysis show that the attributes which determine the effect of SIDLACOM are: (1) Survey, consist of data accuracy and validation; (2) Investigation, consist of investigation of  problem and obstacle control in the site and investigation of method accuracy; (3) Detail Engineering Design, consist of inspection of DED anticipation towards the changes in the site, appropriate of dimension in accordance with technical standard and criteria; and  relevant to the technology; (4) Land Acquisition, consist of accuracy of land acquisition cost analysis; (5) Action Program, consist of examination of accurate DED preparation; (6) Construction, consist of making of road construction Standard Operating Procedure (SOP); (7) Operational, consist of investigation of traffic volume growth prediction data preparation; and (8) Maintenance, consist of the progress of making road maintenance Standard Operating Procedure (SOP). Keywords: core team, performance appraisal, SIDLACOM  Konsultan memiliki peran penting dalam melakukan koordinasi pekerjaan proyek pada tahap perencanaan dan pengawasan. Selama ini penilaian kinerja jasa konsultansi pendamping (core team) di lingkungan SNVT-P2JN Gorontalo dilakukan berdasarkan penyerapan nilai kontrak. P2JN belum memiliki metode penilaian kinerja core team ditinjau dari tugas dan fungsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh atribut SIDLACOM (Survey, Investigation, Design, Land Acquisition, Action Program, Construction, Operation, Maintenance) terhadap penilaian kinerja core team di wilayah kerja SNVT-P2JN Gorontalo. Metode nalisis yang digunakan adalah metode IPA, CSI, analisis faktor dan regresi, yang hasil analisisnya menyimpulkan beberapa atribut SIDLACOM yang berpengaruh terhadap penilaian kinerja core team: (1) Survey, meliputi  kesiapan akurasi dan validasi data; (2) Investigation, meliputi pengendalian masalah dan kendala serta pemeriksaan ketepatan metode yang digunakan; (3) Detail Engineering Design, meliputi  antisipasi terhadap perubahan di lapangan, kesesuaian dimensi terhadap standar dan kriteria teknis, dan relevansinya terhadap perkembangan teknologi; (4) Land Acquisition, meliputi  analisis kebutuhan biaya pengadaan lahan; (5) Action Program, meliputi penyusunan desain dan program pendanaan yang akurat; (6) Construction, meliputi pembuatan manual pekerjaan jalan; (7) Operational, meliputi penyusunan data prediksi pertumbuhan volume lalulintas; dan (8) Maintenance, meliputi pembuatan manual pemeliharaan jalan. Kata-kata kunci: core team, penilaian kinerja, SIDLACOM
TINGKAT KEPENTINGAN DAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU PELAKSANAAN PEKERJAAN TIMBUNAN PILIHAN PADA JALAN PROVINSI DI PROVINSI JAMBI Dori Novi Posilama; Agus Taufik Mulyono
Jurnal Transportasi Vol. 18 No. 2 (2018)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.718 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v18i2.3040.107-116

Abstract

Abstract The implementation of the Quality Management System in the implementation of road projects is intended so that the results of activities can achieve the planned quality objectives. For this reason, work instructions are systematically arranged as a guidance for monitoring road projects. This study aims to determine the contribution of components and subcomponents of a selected land work on a road project to the achievement of the quality of the selected land work on provincial roads in Jambi Province. The results showed that the contribution of material compaction subcomponents is 86%, folowed by material overlaying subcomponents 82%, and preparation subcomponents 71%, on the achievement of the quality of the selected land work. The implementation of the quality performance assessment in the road construction project in Jambi Province produces a value of 82.30%, which is in the medium category. Keywords: quality management system, road projects, land work, provincial roads  Abstrak Penerapan Sistem Manajemen Mutu pada pelaksanaan proyek jalan dimaksudkan agar hasil kegiatan dapat mencapai sasaran mutu yang direncanakan. Untuk itu, diperlukan instruksi kerja yang disusun secara sistematis sebagai panduan pengawasan proyek jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi komponen dan subkomponen suatu pekerjaan timbunan pilihan pada suatu proyek jalan terhadap capaian mutu pekerjaan timbunan pilihan tersebut pada jalan provinsi di Provinsi Jambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi pengaruh Subkomponen Pemadatan material 86%, Subkomponen Penghamparan material 82%, dan Subkomponen Persiapan 71% terhadap capaian mutu pekerjaan timbunan pilihan tersebut. Imple-mentasi penilaian kinerja mutu pada proyek konstruksi jalan di Provinsi Jambi ini menghasilkan nilai sebesar 82,30%, yang termasuk dalam kategori medium. Kata-kata kunci: sistem manajemen mutu, proyek jalan, land work, jalan provinsi
Cover Kulit dan Daftar Isi 16-1 Cover Daftar Isi
Jurnal Transportasi Vol. 16 No. 1 (2016)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.111 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v16i1.2379.%p

Abstract

Cover Kulit dan Daftar Isi 16-1
UPAYA PENURUNAN TINGKAT FATALITAS TITIK RAWAN KECELAKAAN DI KABUPATEN GUNUNG KIDUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Silvanus Nohan Rudrokasworo; Tri Tjahjono; Agus Taufik Mulyono
Jurnal Transportasi Vol. 9 No. 2 (2009)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.227 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v9i2.352.%p

Abstract

Fatality level can be reduced with the deficiency safety program as an effort in handling the accident thatoccurred on the road. This study aims to investigate the influence of the road infrastructure condition and toassess the best solution to minimize the probability of the accident. The parameter used to determine thelocation of the study was based on AEK’s value, fatality’s level, and accident frequency. This study wascarried out in the black spot at Yogyakarta – Wonosari road, that were: (1) Bunder (KM 10+944 m); (2)Pekerjaan Umumtat (KM 7+864 m); and (3) Patuk (KM 0+874 m). This analysis was perfomed using the IKJwith measuring design deviation (geometric and road’s facilities harmonization) toward technical standard.Infrastructure improvements should be conducted to conform components based on the risk analysis.Handling priority of deficiency road infrastructure in the black spot should be based on: (1) traffic handling;(2) harmonization of fringe and mark; and (3) arrangement of road‘s facilities.Keywords: black spot, deficiency, fatality, IKJ, risk analysis
PENGARUH LINGKUNGAN TROPIS INDONESIA PADA PENUAAN ASPAL DAN MODULUS KEKAKUAN RESILIEN CAMPURAN BERASPAL R. Anwar Yamin; Herman .
Jurnal Transportasi Vol. 5 No. 2 (2005)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.884 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v5i2.1786.%p

Abstract

Abstrak Kinerja struktur perkerasan jalan yang merupakan suatu struktur yang tidak terlindung sangat dipengaruhi oleh kondisi klimatik lokasi di mana jalan tersebut dibangun. Kondisi klimatik ini memberikan pengaruh jangka panjang tidak saja pada kinerja struktur perkerasan jalan tetapi juga pada respon struktur perkerasan tersebut terhadap beban karena kondisi klimatik sangat menentukan kecepatan penuaan aspal. Penuaan aspal adalah suatu parameter yang baik untuk mengetahui durabilitas campuran beraspal. Penuaan ini menyebabkan terjadinya pengerasan pada aspal dan selanjutnya akan meningkatkan kekakuan campuran beraspal dan akhirnya akan mempengaruhi kinerja campuran tersebut.  Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan terhadap penuaan aspal dan pada modulus kekakuan Cement Treated Asphalt Mixture (CTAM) dan Split Mastic Asphalt (SMA)  pada iklim tropis Indonesia.  Untuk mencapai tujuan tersebut, kedua campuran ini dikondisikan terhadap pengaruh lingkungan dengan cara mengeksposnya secara langsung di udara terbuka selama 0, 1, 3, 6, 9, 12, 15, 18, dan 21 bulan. Uji laboratorium dilakukan pada campuran yang sudah dikondisikan dan pada aspal hasil ekstraksinya.  Selain itu, data penuaan aspal kedua campuran yang didapat dari studi ini dibandingkan dengan data sekunder penuaan aspal yang diperoleh dari campuran Hot Rolled Sheet (HRS) yang ada di lapangan. Kata-kata kunci : Pengaruh klimatik, CTAM, SMA, sifat aspal, modulus kekakuan

Page 75 of 108 | Total Record : 1071


Filter by Year

2004 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 3 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 3 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 3 (2022) Vol. 22 No. 2 (2022) Vol. 22 No. 1 (2022) Vol. 21 No. 3 (2021) Vol. 21 No. 2 (2021) Vol. 21 No. 1 (2021) Vol. 20 No. 3 (2020) Vol. 20 No. 2 (2020) Vol. 20 No. 1 (2020) Vol. 19 No. 3 (2019) Vol. 19 No. 2 (2019) Vol. 19 No. 1 (2019) Vol. 18 No. 3 (2018) Vol 18, No 2 (2018) Vol. 18 No. 2 (2018) Vol. 18 No. 1 (2018) Vol 18, No 1 (2018) Vol 17, No 3 (2017) Vol. 17 No. 3 (2017) Vol 17, No 2 (2017) Vol. 17 No. 2 (2017) Vol. 17 No. 1 (2017) Vol 17, No 1 (2017) Vol. 16 No. 3 (2016) Vol 16, No 3 (2016) Vol. 16 No. 2 (2016) Vol 16, No 2 (2016) Vol 16, No 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2016) Vol 15, No 3 (2015) Vol. 15 No. 3 (2015) Vol. 15 No. 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol. 15 No. 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol. 14 No. 3 (2014) Vol 14, No 3 (2014) Vol 14, No 2 (2014) Vol. 14 No. 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol. 14 No. 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol. 13 No. 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol. 13 No. 2 (2013) Vol. 13 No. 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol. 12 No. 3 (2012) Vol. 12 No. 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol. 12 No. 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol. 11 No. 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol. 11 No. 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol. 11 No. 1 (2011) Vol. 10 No. 3 (2010) Vol 10, No 3 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol. 10 No. 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol. 10 No. 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol. 9 No. 2 (2009) Vol. 9 No. 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol. 8 No. 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol. 8 No. 1 (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol. 7 No. 2 (2007) Vol. 7 No. 1 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol. 6 No. 2 (2006) Vol. 6 No. 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol. 5 No. 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol. 5 No. 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol. 4 No. 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol. 4 No. 1 (2004) More Issue