cover
Contact Name
Amirullah
Contact Email
amirullah8505@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.pattingalloang@unm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan
Jurnal Pattigalloang adalah Publikasi Karya Tulis Ilmiah dan Pemikiran Kesejarahan dan ilmu-ilmu sosial.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No. 1, April 2024" : 8 Documents clear
Menelusuri Dinamika Musik Keroncong di Indonesia Shantika, Tia; Mumthahanah, Alifia; Hidayat, Angga Pusaka
Jurnal Pattingalloang Vol 11, No. 1, April 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v11i1.59803

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri sejarah salah satu ragam musik yang berkembang di masa lalu yakni musik Keroncong. Musik menjadi salah satu sarana hiburan yang banyak diminati oleh orang dari berbagai kalangan. Musik merupakan suatu karya seni yang berupa irama yang mewakili perasaan, imajinasi, serta menggambarkan suatu budaya yang pernah berkembang di suatu masa. Musik Keroncong merupakan salah satu musik tradisional Indonesia. Muncul dan berkembangnya musik Keroncong tentunya memberikan dampak serta pengaruh terhadap aliran musik yang berkembang hingga saat ini. Selain itu musik Keroncong juga berperan sebagai wujud ekspresi budaya dan identitas nasional dari bangsa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah yang didalamnya menggunakan beberapa tahapan heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui sejarah awal kemunculan musik Keroncong sebagai musik yang terpengaruh oleh berbagai budaya berikut perkembangannya di Indonesia.
Revealed Karakteristik Sosio Histories Bugis Barru Ismail, Ashari
Jurnal Pattingalloang Vol 11, No. 1, April 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v11i1.63155

Abstract

Masyarakat Bugis Makassar, yang ada di Sulawesi Selatan,  walaupun secara  sosio kultural, memiliki pola budaya yang sama, --- bersumber dari  pangngaderreng,   tetapi secara “sektoral kedaerahan”, memiliki perbedaan yang menjolok antara daerah yang satu dengan lainnya. Hal demikian disebabkan oleh konstruksi kultural   -- struktural,  pola budaya  dilangsungkan.  Riset ini, dilaksanakan  di Barru,  dengan menggunakan metode deskriptif dan histories. Melalui metode  ini,  berupaya menelusuri karakteritik pada masyarakat Bugis Barru, pada satu dasawarsa terakhir. Hasil rilset menunjukkan bahwa : karakteristik masyarakat Bugis Barru pada pada satu dasawarsa  terakhir ....adalah   masyarakat yang memiliki dinamika sosiokultural, yang demikian dinamis. Indikasi hal ini, tercermin dari peningkatan infrastrukur,  budaya (pendidikan, spritualitas), dan berbagai  aspek lainnya,  yang menunjukkan “kemajauan”, dan mampunya mempertahankan pola budaya  yang mereka anut, dalam tatanan masyarakat, ditengah pangaruh global.Kata Kunci :  Revealed, Karakteristik Sosio Histories. AbstractThe Makassar Bugis community, in South Sulawesi, although socio-culturally, has the same cultural pattern, --- originating from panngaderreng, but from a "regional sector" perspective, there are striking differences between one region and another. This is caused by cultural construction - structural, cultural patterns are carried out. This research, carried out in Barru, used descriptive and historical methods. Through this method, we attempt to trace the characteristics of the Bugis Barru community in the last decade. The research results show that: the characteristics of the Bugis Barru community in the last decade ... is a society that has sociocultural dynamics, which are very dynamic. Indications of this are reflected in improvements in infrastructure, culture (education, spirituality), and various other aspects, which show "progress" and the ability to maintain the cultural patterns they adhere to, in the social order, amidst global influences.Keywords: Revealed, Characteristics of Socio Histories.
Inklusivitas Etnis Tionghoa di Lasem Tahun 1967 – 1999 Muslimin, Muhammad Khoirul; Wijayati, Putri Agus
Jurnal Pattingalloang Vol 11, No. 1, April 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v11i1.64778

Abstract

Lasem tumbuh sebagai daerah yang memiliki keragaman etnis dan mozaik budaya yang menarik. Hal ini tidak terlepas dari sikap penduduk lokal yang inklusif dan toleran terhadap keberadaan etnis lainnya, salah satunya adalah etnis Tionghoa. Tulisan ini mengkaji sikap inklusif penduduk lokal terhadap keberadaan etnis Tionghoa. Kajian ini diawali tahun 1967 – 1999, didasarkan argumentasi bahwa pada periode tersebut dijumpai tindakan yang meminggirkan etnis Tionghoa, baik tindakan represif maupun melalui undang-undang. Pertanyaan yang perlu dihadirkan dalam artikel ini di antaranya; 1) hal-hal apa saja yang memengaruhi proses inklusivitas penduduk lokal dengan etnis Tionghoa? 2) bagaimana proses inklusivitas yang berlangsung? 3) bagaimana proses inklusivitas mampu menghadirkan kehidupan yang harmonis? Artikel ini menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi.  Adapun sumber-sumber yang digunakan terdiri dari sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer mengambil dari surat kabar Suara Merdeka, surat kabar Daulat Rakyat, laporan statistik BPS Kabupaten Rembang Tahun 1967-1999. Sementara sumber sekunder mengambil dari kepustakaan dan literatur hasil dari kajian sejarawan sebelumnya. Hasil penulisan ini menunjukkan bahwa masyarakat Lasem bersikap inklusif dan tolong menolong untuk menjaga stabilitas pemukiman Tionghoa agar tidak terkena tindakan represif dan diskriminasi dari pemerintah maupun oknum masyarakat lainnya.
Perdagangan Pakaian Bekas di Makassar 2012-2022 ; Studi Kasus Pasar Terong dan Pasar Toddopuli Qaidah, Nur; Jumadi, Jumadi; Amirullah, Amirullah
Jurnal Pattingalloang Vol 11, No. 1, April 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v11i1.26733

Abstract

Kota Makassar merupakan salah satu kota dengan penjualan pakaian bekas impor dengan jumlah pedagang yang sangat besar dan tersebar di beberapa pusat perbelanjaan. Fokus penelitian dilakukan di di Pasar Terong dan Pasar Toddopuli Makassar. Pengumpulan datanya dilakukan dengan metode penelitian sejarah yang terdiri dari beberapa tahap mulai dari: heuristik (mengumpulkan data), kritik, interpretasi, dan historiografi. Dalam proses pengumpulan data melibatkan 16 orang informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pelaksanaan perdagangan pakaian bekas ini diawali oleh orang bugis yang mendapatkan barang tersebut di Kota Pare-pare. Perkembangan perdagangan pakaian bekas memiliki faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pejualan pakaian bekas terhadap tingkat pendapatan pedagang adalah modal, harga, kualitas barang, tempat,pandemi covid-19, larangan pemerintah dan keluhan dari pelanggan. Dan dampak sosial ekonomi pakaian bekas terhadap pedagang dan masyarakat Makassar sangat berpengaruh terhadap tingkat perekonomian pedagang, dapat membantu roda perekonomian masyarakat kecil, dan membatu masyarakat menengah kebawah untuk mendapatkan pakaian berkualitas dan harga yang sangat terjangkau.Kata Kunci: Perdagangan Pakaian Bekas, Pasar Terong, Pasar Toddopuli. Abstract.Makassar City is one of the cities that sells imported used clothing with a very large number of traders spread across several shopping centers. The focus of the research was carried out at the Eggplant Market and Toddopuli Market, Makassar. Data collection was carried out using historical research methods which consisted of several stages starting from: heuristics (collecting data), criticism, interpretation, and historiography. The data collection process involved 16 informants. The results of this research show that: the implementation of the used clothing trade was initiated by Bugis people who obtained the goods in Pare-pare City. The development of the second-hand clothing trade has supporting and inhibiting factors in selling second-hand clothing on traders' income levels, namely capital, price, quality of goods, location, the Covid-19 pandemic, government restrictions and complaints from customers. And the socio-economic impact of used clothing on traders and the people of Makassar has a big influence on the economic level of traders, can help the economy of small communities, and help lower middle class people get quality clothes at very affordable prices.Keywords: Used Clothing Trade, Eggplant Market, Toddopuli Market.
Pondok Pesantren Nahdlatul ‘Ulum di Kecamatan Lau Kabupaten Maros (2002-2018) syahrir, miftahul jannah
Jurnal Pattingalloang Vol 11, No. 1, April 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v11i1.20190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang berdirinya Pondok Pesantren Nahdlatul ‘Ulum di Kecamatan Lau Kabupaten Maros dalam kurun waktu 2002―2018, bagaimana  sistem pendidikan yang ada, serta respon masyarakat sekitar terhadap keberadaan pondok pesantren ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdirinya Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum tidak dapat dilepaskan dari peran AG. H. M. Sanusi Baco sebagai tokoh yang memprakarsai berdirinya pondok pesantren tersebut, selain itu kehadiran tokoh seperti H. M. Jusuf Kalla dan tokoh lainnya yang juga berkontribusi dalam pendirian pondok pesantren tersebut sehingga pada tahun 2002 pesantren ini secara resmi berdiri dan melakukan penerimaan santri. Pondok Pesantren Nahdlatul ‘Ulum menerapkan materi pelajaran agama yang diajarkan dan disesuaikan pula dengan kurikulum yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama. Meskipun dikelola dengan manajemen dan sistem pendidikan modern, tetapi tetap mempertahankan nilai-nilai dan tradisi yang diajarkan pada pesantren tradisional pada umumnya. Dampak keberadaan Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum adalah menjadi wadah bagi para penerus bangsa untuk mendapatkan pendidikan formal serta memperkuat ilmu pengetahuan agama, bagi para alumni pondok pesantren ini adalah berhasil melanjutkan jenjang pendidikan ditingkat universitas serta mendapatkan kesempatan untuk mengajar atau sekaligus menjadi pembina dan bagi masyarakat sekitar adalah terjalinya interaksi dengan santri dan para pembina serta tempat mereka menyekolahkan anak-anaknya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas empat tahapan yaitu: (1) Heuristik (pengumpulan data atau sumber), (2) Kritik sumber yang terdiri dari kritik intern dan ekstern, (3) Interpretasi atau penafsiran sumber dan (4) Historiografi yaitu penulisan sejarah. Kata Kunci : Pondok Pesantren, Pendidikan, Masyarakat
Perpaduan Tradisi dan Inovasi: Kisah Sukses Serabi Notosuman Saputra, Andri; Setiaji, Abdurrahman rahman; Mariesa R, Fani
Jurnal Pattingalloang Vol 11, No. 1, April 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v11i1.61106

Abstract

Serabi Notosuman merupakan salah satu makanan tradisional khas Surakarta yang telah ada sejak lama. Serabi Notosuman memiliki warisan sejarah yang telah berlangsung turun-temurun sejak tahun 1923. Namun, seiring perkembangan zaman dan perubahan gaya hidup masyarakat, terdapat kekhawatiran bahwa eksistensi serabi ini akan terancam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan Serabi Notosuman dari masa ke masa, perkembangan dari segi bahan baku, proses produksi, varian rasa, dan strategi pemasaran. Permasalahan yang diajukan adalah: (1) Serabi Notosuman dari masa ke masa, (2) tradisi dan inovasi Serabi Notosuman  Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan deskriptif naratif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta studi literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Serabi Notosuman telah mengalami perkembangan dari segi bahan baku, proses produksi, varian rasa, dan strategi pemasaran untuk bersaing dengan kuliner modern. Meskipun terdapat variasi dan sentuhan lokal, Serabi Notosuman tetap menjaga esensi autentiknya sebagai jajanan tradisional yang kaya akan sejarah dan budaya. Ia menjadi simbol kekayaan kuliner Nusantara yang terus lestari meski zaman terus berubah.
Perjalanan Politik Era Kepemimpinan Gus Dur wahyudi, ilham
Jurnal Pattingalloang Vol 11, No. 1, April 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v11i1.54524

Abstract

Gus Dur  merupakan seorang presiden sangat unik dan fenomenal. bagaimana tidak, dalam kurun waktu maksimal dua tahun sejak menjabat  presiden, Gus Dur mampu melakukan reshuffle lebih dari sepuluh menteri di kabinet miliknya. Apalagi, beberapa tokoh menteri tersebut sebenarnya adalah tokoh penting dari partai politik yang berpengaruh saat itu. Yang menarik untuk diketahui adalah bagaimana pola kepemimpinan atau model kepemimpinan politik yang  sebenarnya sedang dipraktikkan oleh Gus Dur. Bagaimana bisa  Gus Dur yang selama ini  dianggap masyarakat sebagai presiden yang kontroversial serta nyeleneh, ternyata di depan masyarakat begitu besar pengorbanannya, di manakah letak kebijakan yang telah diberikan oleh Gus  Dur dan bagaimana kepemimpinan yang baik itu dilihat dari sudut pandang masyarakat. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif untuk memperoleh data yang komprehensif mengenai perjalanan politik era  kepemimpinan Gus Dur, dapat disimpilkan dari penelitian ini adalah Gus Dur merupakan pemimpin yang karismatik dan transformasional, hal ini dapat dibuktikan berdasarkan beberapa fakta dan data politik yang diberikan oleh Gus Dur. kebanyakan mengarah pada pola perilaku kharismatik dan transformatif
Bertahan Hidup dalam Bencana: Peran Perempuan Minang Pasca Gempa Bumi 2009 di Padang Sumatera Barat Putri, Selfi Mahat; Fitri Ramadani, Ana; Amelia Furqon, Rizky; Zulqaiyyim, Zulqaiyyim
Jurnal Pattingalloang Vol 11, No. 1, April 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v11i1.56868

Abstract

Padang City, West Sumatra is one of the areas that is prone to earthquake and tsunami disasters. One of the biggest disasters that hit this city was the earthquake of September 30, 2009, which had a wide impact on the people of West Sumatra, especially Padang City. This study aims to analyze the role of Minang women in post-earthquake recovery in 2009 in Padang, West Sumatra. This study uses historical methods with data sources from literature studies and interviews. The results of this study show that Minang women are not only vulnerable victims of disasters, but also agents of change in the family and society. Minang women became the backbone of the family when men (husbands) lost their jobs or income sources due to disasters. Minang women also play an active role in earning a living, helping the rehabilitation and reconstruction process.Keywords: Earthquake, Padang, Role, Women, Minang

Page 1 of 1 | Total Record : 8