cover
Contact Name
Amirullah
Contact Email
amirullah8505@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.pattingalloang@unm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan
Jurnal Pattigalloang adalah Publikasi Karya Tulis Ilmiah dan Pemikiran Kesejarahan dan ilmu-ilmu sosial.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No. 1 (2025)" : 9 Documents clear
Prasasti Talang Tuo: Jejak Pelestarian Alam dalam Sejarah Sriwijaya Wulandari, Sekar Ayu; Yusuf, Hudaidah
Jurnal Pattingalloang Vol 12, No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.71508

Abstract

 Prasasti Talang Tuo merupakan salah satu prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang ditemukan di daerah Talang Tuo (sekarang dikenal dengan Talang Kelapa) pada tahun 1920 oleh pejabat Inggris, LC Westenegh. Artikel ini akan membahas mengenai Prasasti Talang Tuo sebagai bukti jejak peradaban Sriwijaya dalam sejarah nusantara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari 4 tahap yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Dalam prasasti ini, Dapunta Hyang Sri Jayanasa menegaskan bahwa taman tersebut harus dipelihara demi kebahagiaan semua makhluk hidup, mencerminkan pandangan hidup yang berakar kuat pada ajaran Buddha.Kata Kunci: Prasasti Talang Tuo, Pelestarian Alam, Sejarah Sriwijaya Abstract The Talang Tuo inscription is one of the relics of the Srivijaya Empire that was discovered in the Talang Tuo area (now known as Talang Kelapa) in 1920 by a British official, LC Westenegh. This article will discuss the Talang Tuo inscription as evidence of Sriwijaya civilisation in the history of the archipelago. This research uses the historical research method which consists of 4 stages, namely heuristics, criticism, interpretation and historiography. In this inscription, Dapunta Hyang Sri Jayanasa asserted that the garden should be maintained for the happiness of all living beings, reflecting a view of life deeply rooted in Buddhism.Keywords: Talang Tuo Inscription, Nature Preservation, Srivijaya HistoryTranslated with DeepL.com (free version)
Peran Kelompok Tani Lamung-Lamung di Desa Balang Baru Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto 2014-2023 Lestari, Dewi; Rasyid Ridha, Rasyid Ridha; Ahmadin, Ahmadin; Bahri, Bahri; Najamuddin, Najamuddin
Jurnal Pattingalloang Vol 12, No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.70874

Abstract

Peran Kelompok Tani Lamung-Lamung Di Desa Balang Baru Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto 2014-2023. Tesis. Kekhususan Pendidikan Sejarah Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar. Di bimbing Oleh Rasyid Ridha dan Ahmadin.Penelitian ini bertujuan untuk : Menganalisis peran kelompok tani lamung-lamung di Desa Balang Baru.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode sejarah terdapat empat jalur yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa : Peran kelompok tani lamung-lamung di Desa Balang Baru bisa di lihat dari kerja sama antar anggotanya, penerapan budidaya inovatif yang merancang sistem tanam tumpang sari dan peningkatan efesiensi sumber daya yang membantu para petani dalam meningkatkan hasil produksi tanaman jagung hibrida.Kata Kunci : anggota kelompok tani, penerapan budidaya inovatif dan peningkatan efesiensi sumber daya  AbstractThe Role of the Lamung-Lamung Farmer Group in Balang Baru Village, Tarowang District, Jeneponto Regency 2014-2023. Thesis. Specifications of History Education, Social Sciences Education Study Program, Makassar State University Postgraduate Program. Guided by Rasyid Ridha and Ahmadin.This research aims to: Analyze the role of the lamung-lamung farmer group in Balang Baru Village. This research is qualitative research that uses a descriptive approach with historical methods, there are four paths, namely heuristics, criticism, interpretation and historiography. The research results show that: The role of the lamung-lamung farmer group in Balang Baru Village can be seen from the cooperation between its members, the implementation of innovative cultivation which designs intercropping systems and increasing resource efficiency which helps farmers in increasing the production of hybrid corn plants.Keywords: farmer group members, implementation of innovative cultivation and increasing resource efficiency
Dampak Kebijakan Moneter Sanering oleh Pemerintah Republik Indonesia Terhadap Kondisi Sosial-Ekonomi Masyarakat, 1965-1970 Ramadhan, Fauzan Syahru; Daradjati, Keke Pahlevi; Nugroho, Khairana Zata
Jurnal Pattingalloang Vol 12, No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.68722

Abstract

The article entitled “The Impact of the Sanering Monetary Policy by the Government of the Republic of Indonesia on the Socio-Economic Conditions of Society during 1965-1970” reveals the process of issuing and implementing the sanering monetary policy, as well as the impact of the sanering monetary policy on the socio-economic conditions of society in 1965-1970. This study uses historical methods including heuristics, criticism, interpretation and historiography presented in analytical-descriptive form. The results of this research explain that during the Guided Democracy era, the Indonesian Government experienced hyperinflation. Hyperinflation can occur due to the lack of supply of goods or surplus in market demand resulting in too fast growth in money circulation or instability in the amount of money in society. The Indonesian Government issued Presidential Decree No. 27 of 1965 concerning the issuance of new rupiah currency and the withdrawal of old rupiah currency to overcome hyperinflation or economic difficulties. This was implemented to avoid economic chaos and fraud. The sanering monetary policy initially made people panic, after that, the implementation of the sanering monetary policy could run safely, smoothly and under control because the Government of the Republic of Indonesia, especially the relevant institutions, continuously provided guidance to society. 
Implikasi Nilai Kearifan Lokal dalam Mempertahankan Ekosistem Lingkungan Hidup Suku Cerekang Nurlela, Nurlela
Jurnal Pattingalloang Vol 12, No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.74430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implikasi nilai-nilai kearifan lokal dalam mempertahankan ekosistem lingkungan hidup masyarakat Suku Cerekang di Desa Manurung, Kabupaten Luwu Timur. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menggali secara mendalam bagaimana aturan adat, tradisi, dan ritual yang diwariskan secara turun-temurun berperan dalam pengelolaan dan pelestarian sumber daya alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kearifan lokal berfungsi sebagai landasan normatif dan praktis dalam mengatur pemanfaatan lingkungan secara berkelanjutan, antara lain melalui larangan menebang pohon yang ada didalam kawasan hutan adat cerekang, pembagian wilayah hutan adat, serta kewajiban melakukan ritual dan izin pemangku adat sebelum memasuki kawasan hutan. Selain itu, keterlibatan aktif generasi muda melalui organisasi Wija To Cerekang (WTC) menjadi faktor kunci dalam menjaga dan mengawasi kelestarian hutan adat. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai kearifan lokal tidak hanya menjaga keberlangsungan ekosistem, tetapi juga memperkokoh identitas budaya masyarakat adat.
Prasasti Telaga Batu: Simbol Legitimasi Kekuasaan Datu Sriwijaya Randika, Rizky; Hudaidah, Hudaidah
Jurnal Pattingalloang Vol 12, No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.70885

Abstract

Prasasti Telaga Batu adalah salah satu peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang ditemukan pada tahun 1934. Prasasti ini mengandung isi tentang hukuman-hukuman yang diberikan kepada para pelanggar hukum dan pengkhianatan kepada raja. Bukan hanya perihal hukum yang terkandung dalam prasasti Telaga Batu, lebih dari itu, prasasti ini juga menunjukkan upaya Datu Sriwijaya dalam melegitimasi dirinya sebagai seorang raja dan seorang penganut Buddha yang taat. Ada pula informasi lengkap mengenai struktur pemerintahan kerajaan. Tujuan daripada penulisan ini adalah untuk menambah informasi mengenai Kerajaan Sriwijaya yang dianggap kurang dalam sumber tertulisnya. Dengan menggunakan metode penelitian sejarah, peneliti berusaha mengungkap informasi yang lebih luas mengenai Kerajaan Sriwijaya hanya dari satu peninggalannya yakni Prasasti Telaga Batu, tentunya dengan tambahan sumber-sumber lainnya yang berkaitan dan mendukung.
Dinamika Tradisi A’matoang di Kelurahan Bontoraya Kecamatan Batang Kabupaten Jeneponto 1980-2023. Ahmad, Wahyuni Nur; Manda, Darman Darman; Najamuddin, Najamuddin Najamuddin
Jurnal Pattingalloang Vol 12, No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.70858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui Sejarah A'matoang sebagai tradisi budaya pasca pernikahan pada Masyarakat Kelurahan Bontoraya Kecamatan BAtang Kabupaten Jeneponto. (2) Mengetahui makna dan nilai budaya yang terkandung dalam tradisi a'matoang. (3) Mengetahui perubahan yang terjadi dari tradisi A'matoang dari tahun 1980-2023. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan Teknik analisis data tiga jalur yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1). A'matoang sebagai tradisi budaya pasca pernikahan merupakan tradisi yang dilaksanakan nenek moyang secara turun-temurun mulai pada tahun 1980 hingga sekarang. (2). Makna dan nilai tradisi a'matoang ialah sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan pengantin wanita kepada mertuanya serta yang dapat dilihat dari barang/hadiah yang dibawa oleh pengantin perempuan ke pihak keluarga laki-laki sama dengan bentuk pengharapan untuk memperkuat hubungan kekeluargaan. (3). Perubahan-perubahan yang terjadi dalam proses pelaksanaan tradisi a'matoang dari tahun 1980 sampai sekarang dapat dilihat pada perubahan waktu pelaksanaan, jenis-jenis barang/hadiah yang dibawa, serta jumlah barang/hadiah yang dibawa oleh pengantin perempuan kepada keluarga pengantin laki-laki.Kata Kunci: Tradisi, A'matoang, Pernikahan.
A History of the Rise and Fall the Hajj Travel Industry after the Indonesian Independence Revolution, 1950-1978 Baihaqi, Ahmad Fauzan; Fithor, Alin; Susandi, Deny Gunawan; Maulana, Arif
Jurnal Pattingalloang Vol 12, No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.69294

Abstract

Industri perjalanan haji saat ini menjadi bahan diskusi di kalangan politisi, pembuat kebijakan publik serta akademisi dan tokoh agama. Dasar dari pembahasan ini adalah bagaimana pengelolaan industri haji dan umrah mengalami perubahan yang signifikan dari masa kolonial hingga era awal kemerdekaan yang dipengaruhi oleh globalisasi, kemajuan teknologi transportasi dan dinamika sosial ekonomi. Industri jasa ini mengalami persaingan yang ketat di antara para agen perjalanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dalam pengelolaan industri haji dari perspektif kebijakan pemerintah dan aktivitas industri jasa lokal yang turut serta dalam pelayanan perjalanan haji pada masa awal kemerdekaan.Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan sumber studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan industri haji dan umrah mengalami perubahan sosial setelah Indonesia merdeka. Jika sebelumnya dimonopoli oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan kapal-kapal perusahaan Belanda, maka setelah kemerdekaan menjadi lebih variatif mulai dari kapal uap hingga pesawat terbang. Dalam prosesnya, pengusaha lokal dilibatkan sebagai agen perjalanan. Namun demikian, masih banyak ditemukan fakta-fakta kecurangan atau hal-hal yang merugikan jemaah haji.Pembahasan temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, impian untuk memperbaiki perjalanan haji dengan mendirikan perusahaan pelayaran muslim, tidak berpengaruh pada kemajuan transportasi haji. Pelayanan pengangkutan jemaah haji dalam perjalanan menuju Jeddah masih tidak jauh berbeda antara masa kolonial dan masa awal Indonesia merdeka. Perbaikan yang signifikan terjadi setelah kendali perjalanan haji dipegang oleh pemerintah melalui Departemen Agama dan perusahaan pelayaran PT. Arafah. Kedua, dalam aspek administrasi pengangkutan jemaah haji masih sering merugikan jemaah bahkan cenderung diskriminatif, seperti yang terlihat dalam persoalan kuota haji. Penelitian ini dikaji dalam rangka memberikan perspektif baru dan merekomendasikan bahan kajian untuk penulisan sejarah ibadah haji pada masa awal Indonesia merdeka. Kata kunci: Industri Perjalanan Haji, Transportasi, Kondisi Pasca Revolusi Kemerdekaan AbstractThe Hajj travel industry is currently the subject of discussion among politicians, public policy makers as well as academics and religious figures. The basis for this discussion is how the management of the Hajj and Umrah industry experienced significant changes from colonial times to the early era of independence which was influenced by globalization, advances in transportation technology and socio-economic dynamics. The service industry experiences stiff competition among travel agents. This research aims to analyze the challenges in Hajj industry management from the perspective of government policy and the activities of the local service industry which participated in Hajj travel services during the early days of independence.This research uses qualitative research with a literature study source approach. The results of the research show that the management of the Hajj and Umrah industry experienced social changes after Indonesia's independence. If previously it was monopolized by the Dutch East Indies Government with Dutch company ships, then after independence it was more varied from steamships to airplanes. In the process, local entrepreneurs are involved as travel agents. However, there are still many facts of fraud or things that are detrimental to Hajj pilgrims.Discussion of the findings in this research shows that first, the dream of improving Hajj travel by establishing a Muslim shipping company, has no effect on the progress of Hajj transportation. The service for transporting Hajj pilgrims on their way to Jeddah was still not much different between the Colonial Period and the early days of independent Indonesia. Significant improvements after control of the Hajj trip was held by the government through the Department of Religion and the shipping company PT. Arafat. Secondly, in the administrative aspect of transporting Hajj pilgrims, it is still often detrimental to pilgrims and even tends to be discriminatory, as can be seen in the issue of Hajj quotas. This research was studied in order to provide a new perspective and recommend study material for writing the history of the pilgrimage in the early days of Independent Indonesia.Keywords: Hajj Travel Industry, Transportation, Post-Independence Conditions  
Pemanfaatan Istana Kedatuan Luwu Sebagai Media Pembelajaran IPS-Sejarah bagi Peserta Didik di SMPN 5 Palopo Fatwa, Magfirah Eka; Jumadi, Jumadi; Najamuddin, Najamuddin; Bahri, Bahri; Ahmadin, Ahmadin
Jurnal Pattingalloang Vol 12, No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.70855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1). Kedudukan Istana Kedatuan Luwu layak dijadikan sebagai media pembelajaran Ips-Sejarah bagi peserta didik di SMP Negeri 5 PALOPO. (2). Pemanfaatan Istana Kedatuan Luwu sebagai media pembelajaran Ips-Sejarah bagi peserta didik di SMP Negeri 5 PALOPO. Dan (3). Faktor pendukung dan penghambat Istana Kedatuan Luwu sebagai media pembelajaran Ips-Sejarah bagi peserta didik di SMP Negeri 5 PALOPO. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Kedudukan Istana Kedatuan Luwu layak dijadikan sebagai media pembelajaran Ips-Sejarah bagi peserta didik di SMP Negeri 5 PALOPO karena Istana kedatuan Luwu memiliki benda-benda yang dapat dijadikan sumber dalam berbagai topik, seperti: sejarah, politik, sosial, budaya dan ekonomi. (2) Pemanfaatan Istana Kedatuan Luwu sebagai sumber media pembelajaran IPS-Sejarah sangat sesuai dengan Capaian Pembelajaran yang didalamnya secara khusus mengharapkan kemampuan peserta didik dalam menganalisis hubungan antara keragaman geografis nusantara terhadap kemajemukan budaya. (3) Faktor pendukung dan penghambat Istana Kedatuan Luwu sebagai media pembelajaran Ips-Sejarah bagi peserta didik di SMP Negeri 5 PALOPO, yaitu : a. Faktor pendukung : Program pembelajaran dengan situs Istana Kedatuan Luwu saling saling berkaitan, Adanya kepedulian dan dukungan masyarakat dan pemerintah, Pelayanan Pengelola Situs Sejarah Istana Kedatuan Luwu yang baik, dan Kelengkapan koleksi Situs Sejarah Istana Kedatuan Luwu. b. Faktor penghambat: Alokasi biaya, Minimnya sistem penanda dan informasi dalam situs, dan keterbatasan waktu.
Adaptasi Dan Integrasi Masyarakat Muslim Minoritas Di Australia Azis, Hari Abdul; Setyorini, Fitri Sari
Jurnal Pattingalloang Vol 12, No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.68645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses adaptasi dan integrasi masyarakat Muslim minoritas di Australia, dengan menyoroti tantangan yang mereka hadapi serta strategi yang digunakan untuk beradaptasi dalam lingkungan yang multikultural dan sekuler. Meskipun Islam telah hadir di Australia selama beberapa dekade, komunitas Muslim masih sering menghadapi diskriminasi dan stereotip negatif yang mempengaruhi proses integrasi mereka. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi dokumen, termasuk analisis literatur, laporan pemerintah, dan artikel jurnal, untuk mengumpulkan data dari berbagai kelompok etnis Muslim di Australia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat hambatan budaya dan sosial, banyak individu dan komunitas Muslim yang berhasil mengembangkan strategi adaptasi yang efektif, seperti membangun jaringan sosial yang kuat, berpartisipasi dalam kegiatan lintas agama, dan mempromosikan dialog antarbudaya. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa dukungan dari pemerintah dan organisasi non-pemerintah memainkan peran penting dalam memfasilitasi integrasi masyarakat Muslim. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan dan masyarakat luas dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung bagi semua kelompok minoritas.Kata Kunci : Adaptasi; Integrasi; Australia; MuslimAbtractThis research aims to understand the adaptation and integration process of minority Muslim communities in Australia, highlighting the challenges they face as well as the strategies used to adapt in a multicultural and secular environment. Although Islam has been present in Australia for decades, Muslim communities still often face discrimination and negative stereotypes that affect their integration process. This study used a qualitative research method with a document study approach, including analysis of literature, government reports, and journal articles, to collect data from various Muslim ethnic groups in Australia. The results show that despite cultural and social barriers, many Muslim individuals and communities have successfully developed effective adaptation strategies, such as building strong social networks, participating in interfaith activities, and promoting intercultural dialogue. In addition, this study found that support from the government and non-governmental organizations play an important role in facilitating the integration of Muslim communities. The findings are expected to provide insights for policymakers and the wider community in creating a more inclusive and supportive environment for all minority groups.Keywords : Adaptation; Integration; Australia; Muslim 

Page 1 of 1 | Total Record : 9