Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 4, No. 1, April 2017"
:
12 Documents
clear
PENINGKATAN KREATIVITAS GURU SEJARAH DALAM PENGELOLAAN PEMBELAJARAN MELALUI PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN
Nurhayati .
PATTINGALLOANG Vol. 4, No. 1, April 2017
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (22.068 KB)
|
DOI: 10.26858/pattingalloang.v4i2.3872
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kreativitas dan tingkat kemampuan guru sejarah dalam mengelolah kegiatan dan memanfaatkan media pembelajaran pada SMA Negeri 2 Takalar di Kabupaten Takalar. Penelitian ini merupakan kaji tindak berbasis kepengawasan atau Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dengan mengambil sampel tiga orang guru sejarah. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melihat dokumen media pembelajaran yang dibuat oleh masing-masing guru, yaitu mulai dari persiapan, pembuatan, sampai pemanfaatan dari media tersebut, tingkat kreativitas guru dinilai dengan menggunakan instrument dengan skala likert. Data yang diperoleh, dianalisa dengan menggunakan statistic deskriptif yaitu table distribusi frekuensi, persentasi, dan grafik. Hasil penelitian ketiga orang guru sejarah menunjukkan : (a) pada responden pertama tingkat kreativitas mengajarnya ada peningkatan sebesar 4,48 persen. (b) responden kedua ada peningkatan sebesar 9,68 persen, dan (c) responden ketiga ada sebesar 7,94 persen.Kata Kunci: Peningkatan Kreativitas Guru Sejarah, pengelolaan pembelajaran dan media pembelajaran
PELABUHAN MACCINI BAJI DI KELURAHAN PUNDATA BAJI (1990-2015)
Nurfajrinah .;
Patahuddin .;
Rasyid Ridha
PATTINGALLOANG Vol. 4, No. 1, April 2017
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (23.909 KB)
|
DOI: 10.26858/pattingalloang.v4i2.3856
Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristic yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Melakukan kritik interpretasi terhadap sumber yang telah dikumpulkan kemudian melakukan interpretasi terhadap sumber tersebut, secara historiografi yang akhirnya melahirkan tulisan dalam bentuk skripsi. Maccini Baji adalah tempat pelelangan ikan tersebut menjadi pelabuhan alam. Selanjutnya pelabuhan alam beralih fungsi menjadi pelabuhan rakyat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang Pelabuhan Maccini Baji merupakan tempat pelelangan ikan masyarkat Kampung Maccini Baji serta melakukan aktifitas bongkar muat. Fasilitas pelabuhan talud, Dermaga, Lapangan Penumpang, Kantor Wilaya Pembangunan Pelabuhan Maccini Baji, PosJaga, Terminal Penumpang dan Tiang Lampu. Keberadaan pelabuhan memberikan dampak terhadap masyarakat penambahan matapencaharian masyarakat memberikan pengaruh terhadap perubahan sector matapencaharian masyarakat Maccini Baji.
DESA PUNCAK PADA MASA PEMERINTAHAN ANDI AKHMAD (1965-2000)
Sri Wahyuni;
M. Rasyid Ridha;
La Malihu
PATTINGALLOANG Vol. 4, No. 1, April 2017
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (30.881 KB)
|
DOI: 10.26858/pattingalloang.v4i2.3864
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi awal sebelum menjadi desa, Perkembangan Desa Puncak pada masa pemerintahan Andi Akhmad dan dampak pada perkembangan Desa Puncak pada tahun 1965-2000. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahap, yaitu heuristik (mencari dan mengumpulkan sumber), kritik sumber (kritik ekstern dan kritik intern), interpretasi (penafsiran sumber) dan historiografi (penulisan sejarah). Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan penelitian lapangan (wawancara), mengumpulkan sumber arsip.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal sebelum menjadi Desa Puncak merupakan bawahan dari Kerajaan Bulo-Bulo, masih erat dengan sistem kerajaan, penyebutan pemimpin dalam suatu kampung disebut sebagai Arung serta sistem perokonomian masih rendah. Seiring dengan perkembangan Desa Puncak mulai berkembang pada masa pemerintahan Andi Akhmad, dapat dilihat dari sistem pemeritahan, pemikiman penduduk, infrakstuktur sosial dan penambahan penduduk serta perkembangan perekonomian yang setiap tahunnya mengalami peningkatan dari tahun 1967-2000. Adapun dampak kepemimpinan Andi Akhmad yang terjadi yaitu mempercepat pemulihan ekonomi dan memperkuat landasan pembangunan ekonomi, membangun kesejahtraan rakyat, memerdayakan masyarakat desa, meningkatkan pembangunan suatu desa, meningkatkan pelayanan kesehatan dan meningkatkan mutu pendidikan.Kata Kunci: Desa Puncak Pada Masa Pemerintahan Andi Akhmad
RED GANK: SUPORTER PERSATUAN SEPAK BOLA MAKASSAR (2004-2015)
Zhella Anwar;
M. Rasyid Ridha;
Najamuddin .
PATTINGALLOANG Vol. 4, No. 1, April 2017
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (32.458 KB)
|
DOI: 10.26858/pattingalloang.v4i2.3874
Tulisan ini membahas tentang terbentuknya Red Gank organisasi suporter PSM (Persatuan Sepakbola Makassar) di prakarsai oleh Sul Daeng Kulle yang kini menjadi Presiden Red Gank, ditemani oleh beberapa teman-temannya Abd. Gafur ST, Hary wiyoko, Heri, Aksan dan Aulia Mul, yang kemudian dibentuk menjadi organisasi oleh 30 orang. Didirikan di Kompleks Hartaco Indah Makassar pada tanggal 08 Februari 2004 melalui rapat dewan formatur. Sekertariat Red Gank di Kompleks Hartaco Indah Blok –IA No 14 – Makassar. Lambang Red Gank berbentuk kepala manusia, setengahnya adalah bola dan setengahnya adalah raut wajah bergaris kertas mengenakan pengikat kepala berwarna putih bertuliskan Red Gank.Kata Kunci: Red Gank, Suporter Persatuan Sepakbola Makassar
PASAR LAMBOCCA DI KABUPATEN BANTAENG (KAJIAN SEJARAH SOSIAL-EKONOMI 1982-2016
Andi Nurningsih Gunawan;
La Malihu .;
Ahmadin .
PATTINGALLOANG Vol. 4, No. 1, April 2017
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (23.909 KB)
|
DOI: 10.26858/pattingalloang.v4i2.3857
Artikel ini membahas tentang awal mula berdirinya Pasar Lambocca di Kabupaten Bantaeng yang disebabkan oleh perpindahan lokasi dari daerah Lumpangan ke daerah Lambocca. Perpindahan tersebut disebabkan oleh semakin meningkatnya pedagang yang berjualan di Pasar Lumpangan yang tidak diimbangi dengan luas lokasi pasar. Akhirnya, Pasar yang berada di daerah Lumpangan, kemudian dipindahkan ke daerah Lambocca. Perkembangan Pasar Lambocca di Kabupaten Bantaeng terlihat dari semakin meningkatnya para pedagang di pasar tersebut, serta adanya revitalisasi Pasar Lambocca menjadi Pasar percontohan di Indonesia. Revitalisasi tersebut mencakup perbaikan dalam hal sarana maupun prasarana. Adapun dampak keberadaan Pasar Lambocca terlihat dari masyarakat khususnya para pedagang yang melakukan aktivitas perdagangan di Pasar Lambocca. Di samping itu, kehadiran Pasar Lambocca memberikan dampak bagi terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
MODERNISASI PERTANIAN TANAMAN SAYUR MAYUR DI KELURAHAN TANATE KABUPATEN ENREKANG (2005-2015)
Tuti Sulfiani;
Jumadi .;
La Malihu
PATTINGALLOANG Vol. 4, No. 1, April 2017
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (34.421 KB)
|
DOI: 10.26858/pattingalloang.v4i2.3866
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui awal masuknya modernisasi pertanian di Kelurahan Tanete Kabupaten Enrekang, sistem kerja dari mesin pertanian pada kegiatan pengolahan lahan pertanian, Dampak modernisasi teknologi pertanian bagi kehidupan masyarakat petani, pada bidang sosial budaya dan ekonomi di Kelurahan Tanete (2005-2015). Adanya kesadaran masyarakat, mengubah pola hidup dan sebagian besar sudah menggunakan mesin-mesin pertanian walaupun masih dengan sistem sewa. Faktor lain yang mendukung petani menggunakan mesin-mesin pertanian ini adalah jalur antara lahan pertanian dan pemilik mesin tersebut dapat dijangkau. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pertanian masih tradisional mulai dari alat-alat yang digunakan sampai dengan pengolahan lahannya, masuknya modernisasi pada tahun 2005 merubah sistem ekonomi dan sosial kearah yang modern hal tersebut menjadi salah satu faktor peningkatan kesejahteraan petani.Kata kunci : Modernisasi Petanian Tanaman Sayur Mayur, Kelurahan Tanete, Kabupaten Enrekang
PASAR SENTRAL SINJAI (1993-2015)
Nuramalia, Andi;
., Ahmadin;
., Patahuddin
PATTINGALLOANG Vol. 4, No. 1, April 2017
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (23.909 KB)
|
DOI: 10.26858/pattingalloang.v4i2.3859
Artikel ini membahas tentang keberadaan Pasar Sentral Sinjai, perkembangan Pasar Sentral Sinjai, dan dampak keberadaan Pasar Sentral Sinjai bagi masyarakat Sinjai. Pasar Sentral Sinjai mulai diresmikan pada tahun 1993, latar belakang keberadaan pasar ini karena adanya kebutuhan masyarakat dan meningkatnya jumlah pertumbuhan ekonomi masyarakat, selain itu lokasinya juga sangat strategis. Pada perkembangannya dari 1993-2015 Pasar Sentral Sinjai semakin rapi dan tertata terbukti dengan adanya relokasi pedagang ikan. Adapun dampak keberadaan Pasar Sentral Sinjai yaitu kontribusi Pasar Sentral Sinjai terhadap PAD, terbentuknya lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, kemudahan memperoleh barang-barang yang dibutuhkan dan sebagai sarana untuk berkomunikasi dan berbagi informasi kepada masyarakat setempat ataupun masyarakat dari luar daerah Sinjai. Keberadaan Pasar Sentral Sinjai yang masih bercirikan pasar tradisional menjadi pusat pemenuhan kebutuhan masyarakat dan sebagai pusat kegiatan perekonomian yang tetap diakui keberadaannya di tengah-tengah persaingan dengan pasar modern.Â
PETANI TAMBAK UDANG DI KECAMATAN MINASATE’NE KABUPATEN PANGKEP (2010-2015)
Mansyur, Khumairah;
., Najamuddin;
., Jumadi
PATTINGALLOANG Vol. 4, No. 1, April 2017
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (34.47 KB)
|
DOI: 10.26858/pattingalloang.v4i2.3870
Artikel ini membahas tentang petani tambak udang di Kecamatan Minasate’ne. Faktor yang mendorong dilakukannya usaha tambak udang di Kecamatan Minasate’ne dikarenakan kondisi lingkungan di Kecamatan Minasate’ne sangat mendukung karena cukup banyak lahan tambak. Keberadaan tambak udang di Kecamatan Minasate’ne dapat mensejahterakan kehidupan masyarakat petani tambak, terbukti dengan terjalinnya kerjasama terhadap perusahaan-perusahan kawasan industri yang berada di kota, daerah luar Sulawesi bahkan sampai ke luar negeri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa petani tambak juga mampu memberikan dampak positif bagi Kabupaten Pangkep, dengan kemajuan tambak udang di Kecamatan Minasate’ne mampu membawa nama Kabupaten Pangkep menjadi kabupaten penghasil udang yang cukup besar serta patut diperhitungkan dalam bidang perikanan khususnya dibidang pertambakan.Kata kunci : Petani Tambak Udang di Kecamatan Minasate’ne Kabupaten Pangkep  Â
GALESONG PADA MASA PEMERINTAHAN I LARIGAU DAENG MANGINGRURU (1913-1951)
Indriana .;
Najamuddin .;
Mustari Bosra
PATTINGALLOANG Vol. 4, No. 1, April 2017
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (256.214 KB)
|
DOI: 10.26858/pattingalloang.v4i2.3860
Penelitian dan penulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum Kerajaan Galesong, peristiwa yang terjadi sebelum masa pemerintahan I Larigau Daeng Mangingruru, kondisi Pemerintahan I Larigau Daeng Mangingruru, dan kebijakan I Larigau Daeng Mangingruru. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik dengan teknik yang digunakan yaitu studi pustaka, penelitian lapangan (observasi dan wawancara) dan dokumentasi. Melakukan kritik sumber (kritik ekstern dan kritik intern) terhadap sumber yang telah dikumpulkan kemudian melakukan interpretasi (penafsiran sumber) terhadap sumber tersebut, serta historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum pemerintahan I Larigau Daeng Mangingruru, terjadi beberapa peperangan terhadap pasukan spelman Belanda d mana pada tahun 1670 Benteng Karaeng Galesong jatuh ketangan Belanda dan itupun tidak berlangsung lama karaena pasukan Belanda berhasil dikalahkan. Hingga pada akhirnya tahun 1740 terjadi peperangan antara kerajaan-kerajaan kecil di Sulawesi-selatan dimana pada waktu itu Karaeng Galesong yang bernama I Jakkalangi Daeng Magassing Berjuang dalam mempertahankan Galesong dari serangan-serangan local. Setelah I Laringau Daeng Mangingruru di angkat menjadi Karaeng Galesong maka wilayah Galesong menjadi aman dan tidak terjadi peperangan lagi di wilayah Galesong karena Karaeng Galesong I Larigau bersekutu dengan Belanda tetapi hanya untuk kemakmuran rakyatnya agar tidak di bumihanguskan terhadap Belanda. Ini juga bertujuan untuk mempercepat Kemerdekaan Indonesia, meskipun begitu beliau tetap berperan dalam mempertahankan dan memperjuangkan kemerdekaan.Kata kunci : Galesong, Pada Masa Pemerintahan, I Larigau Daeng Mangingruru
PASAR SAYUR SUB TERMINAL AGRIBISNIS SUMILLAN KECAMATAN ALLA KABUPATEN ENREKANG (2004-2015)
Marini .;
Jumadi .;
Najamuddin .
PATTINGALLOANG Vol. 4, No. 1, April 2017
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (31.416 KB)
|
DOI: 10.26858/pattingalloang.v4i2.3871
Artikel ini membahas tentang awal mula berdirinya Pasar Sayur Sub Terminal Agribisnis di Kabupaten Enrekag. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasar sayur sub terminal agribisnis dibangun tahun 2004 dan mulai digunakan setelah diresmikan tahun 2007. Berdasarkan hasil penelitian, pembangunan pasar sayur sub terminal agribisnis di Kabupaten Enrekang memiliki potensi yang sangat besar di sektor agribisnis sayuran dan hingga kini menjadi pemasok kebutuhan produk-produk sayuran, berbagai produk agribisnis sayuran seperti wortel, kubis, kentang, bawang merah, daun bawang dan lain-lain yang mengalir ke berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan luar pulau Sulawesi Selatan. Awalnya pasar sayur sub terminal agribisnis di kelolah oleh perusahaan daerah kemudian di gantikan oleh dinas pertanian. Karena pada saat itu perusahaan daerah tidak sanggup lagi mengelolah pasar sehingga memberikan pengelolaan kepada dinas pertanian. Untuk memperlancar pengelolaan pasar pemerintah mengeluarkan peraturan daerah tentang pengelolaan pasar sub terminal agribisnis Kabupaten Enrekang nomor 8 tahun 2010. Kata Kunci : Pasar, Sayur Sub Terminal Agribisnis, Sumillan, Kabupaten Enrekang.