cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Tomalebbi
ISSN : 23556439     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Pemikiran, Penelitian Hukum dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Memuat Tulisan yang Menyangkut Pemikiran atau Gagasan Hasil Penelitian Hukum dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Volume III, Nomor 4, Desember 2016" : 15 Documents clear
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP TRADISI MASSORONG DI DESA MARONENG KECAMATAN DUAMPANUA KABUPATEN PINRANG WILDA WULANDARI; . MUSTARI
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 4, Desember 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.691 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap tradisi massorong dan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan tradisi massorong di desa Maroneng. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap tradisi massorong dan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan tradisi massorong di desa Maroneng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Persepsi masyarakat yang melaksanakan tradisi Massorong di Desa Maroneng Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang, beranggapan bahwa tradisi tersebut sah-sah saja dilaksanakan dan menganggap tidak bertentangan dengan agama serta menjadikan alasan bahwa untuk mempertahankan tradisi daerah. Sedangkan yang tidak melaksanakan tradisi ini menganggap bahwa tradisi tersebut tidak pantas untuk dilaksanakan karena adanya unsur syirik dan bid’ah di dalamnya yang sangat dilarang dalam agama Islam. 2). Faktor yang mendukung tradisi massorong masih tetap dilaksanakan oleh sebagian masyarakat di desa Maroneng karena kurangnya pemahaman masyarakat terhadap ajaran agama Islam. Sehingga mereka tetap melaksanakan tradisi-tradisi leluhur mereka meskipun tradisi tersebut bertentangan dengan syari’at Islam. Faktor lain yang mendukung pelaksanaan tradisi massorong yaitu menghormati leluhur mereka sehingga masyarakat merasa perlu untuk melaksanakan dan mempertahankan tradisi tersebut. Selain itu, masyarakat beranggapan tradisi massorong memberikan manfaat bagi mereka yang melaksanakannya seperti mereka akan terhindar dari malapetaka atau bahaya. Sedangkan faktor yang menghambat pelaksanaan tradisi massorong adalah salah satu pihak orang tua dari anak yang diaqiqah tidak setuju dan menganggap tradisi massorong merupakan salah satu bentuk perbuatan syirik, karena meminta perlindungan selain kepada Allah SWT. Sehingga masyarakat yang mempercayai tradisi tersebut meninggalkan tradisi massorong untuk menghormati pihak keluarga pasangannya. Serta tokoh-tokoh agama yang sangat keras menentang tradisi tersebut.KATA KUNCI: Persepsi Masyarakat, Tradisi Massorong ABSTRACT: This study aims to determine the public perception of tradition massorong and factors that support and hinder the implementation of the tradition in the village massorong Maroneng. Researchers used data collection techniques through observation, interviews, questionnaires and documentation. Data have been obtained from the results of the study were processed using descriptive qualitative analysis to determine the public perception of tradition massorong and factors that support and hinder the implementation of the tradition in the village massorong Maroneng. The results showed that: 1). The public perception that implementing Massorong tradition in the village of the District Maroneng Duampanua Pinrang, assume that the tradition of legitimate implemented and considers it contrary to religion and making the excuse that to maintain the tradition of the area. While that does not carry this tradition considers that these traditions do not deserve to be implemented because of the element of shirk and heresy in it which is strictly prohibited in Islam. 2). Factors that support massorong tradition is still carried by some people in the village Maroneng due to lack of public understanding of the teachings of Islam. So that they continue to perform their ancestral traditions despite the tradition is contrary to the Islamic shariah. Another factor supporting implementation massorong tradition that honor their ancestors so that people feel the need to implement and maintain the tradition. In addition, the public assumes massorong traditions provide benefits to those who carry it out as they will be spared from calamity or danger. While the factors that hinder the implementation of massorong tradition is one of the parents of children who do not agree and assume diaqiqah massorong tradition is a form of shirk, because asking for protection other than Allah SWT. So that people who believe in the tradition of leaving massorong tradition to honor the family partner. As well as religious leaders very hard against that tradition.Keywords: Public perception, tradition Massorong 
PENGELOLAAN PAJAK REKLAME DI KABUPATEN PANGKEP sukriRAHMAT RASDI; ANDI KASMAWATI
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 4, Desember 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.2 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui dan memberi gambaran mengenai penyusunan perencanaan pemasangan reklame yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten  Pangkep 2) Mengetahui dan memberi gambaran  mengenai pelaksanaan pemungutan pajak reklame di dinas pendapatan Daerah Kabupaten  Pangkep dan 3) Mengetahui dan memberi gambaran  mengenai pengawasan pajak reklame yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten  Pangkep. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis kualitatif untuk mengetahui dan memberi gambaran mengenai penyusunan perencanaan pemasangan reklame yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten  Pangkep, mengetahui dan memberi gambaran  mengenai pelaksanaan pemungutan pajak reklame di dinas pendapatan Daerah Kabupaten  Pangkep dan mengetahui dan memberi gambaran  mengenai pengawasan pajak reklame yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten  Pangkep. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan Pengelolaan Pajak Reklame dalam hal penentuan target pajak reklame di Kabupaten Pangkep sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Kabupaten pangkep 2) Pelaksanaan dalam hal ini adalah pemungutan pajak. Dalam hal pemungutan pajak masih ada kendala yang ditemukan seperti masih rendahnya kesadaran wajib pajak yakni orang maupun perusahaan tentang pentingnya pembayaran pajak 3) Pengawasan yang dilakukan oleh Dispenda dalam Pengelolaan Pajak Reklame sudah maksimal.Kata Kunci : Pengelolaan Pajak Reklame   ABSTRACT: This study aims to: 1) Knowing and gives an overview of planning the installation of billboards by governments Pangkep 2) Knowing and gives an overview of the implementation of advertisement taxation in service revenues of Regency Pangkep and 3) Knowing and gives an overview of oversight advertisement tax that has been done by the Government Pangkep. To achieve these objectives the researchers used a technique of collecting data through observation, interviews, and documentation. Data have been obtained from the results of the study were processed using qualitative analysis to find and gives an overview of planning the installation of billboards by governments Pangkep, knowing and gives an overview of the implementation of advertisement taxation in service revenues of Regency Pangkep and know and gives an overview of supervision of advertisement tax that has been done by the Government Pangkep. The results of this study show that: 1) Advertisement Tax Management Plan in terms of targeting the advertisement tax in Pangkep are in accordance with the applicable provisions in the District Pangekp 2) Implementation in this case is the collection of taxes. In terms of tax collection is still no problems were found as the low awareness of the taxpayer that individuals and companies about the importance of tax payment 3) Monitoring carried out by Revenue in the Advertising Tax Management is maximal.Keywords: Advertising Tax Management
PERSEPSI NORMATIF MASYARAKAT TERHADAP PEMBAYARAN ZAKAT FITRAH MELALUI LEMBAGA AMIL ZAKAT ( STUDI DI KECAMATAN MAMAJANG KOTA MAKASSAR ) MUHAMMAD SYAFITRA; . MUSTARING
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 4, Desember 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.497 KB)

Abstract

ABSTRAK :.Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh data tentang: 1). Persespi normatif masyarakat terhadap kondisi pembayaran zakat fitrah di kecamatan Mamajang kota Makassar. 2) Faktor yang mendorong masyarakat kecamatan Mamajang kota Makassar membayarkan zakat fitrah secara langsung ke mustahik 3). Kendala yang dihadapi masyarakat mamajang  dalam membayarkan zakat fitrah ke Badan amil zakat zakat. 4). Upaya upaya apa saja yang ditempuh oleh badan amil zakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayarkan zakatnya ke badan amil zakat. Penelitian ini adalah penelitian secara kualitatif dengan sampel sebanyak 175 kepala keluarga. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik area probability sample dan proporsive sampling. Sedangkan tekhnik pengumpulan data melalui Observasi, wawancara dan penyebaran angket, serta teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil peneltian ini menemukan: 1). Persepsi Normatif masyarakat terhadap Kondisi pelaksanaan pembayaran zakat fitrah di kecamatan Mamajang kota Makassara. Yaitu, masyarakat setuju dengan pengumpulan zakat fitrah melalui undangan, masyarakat setuju penyaluran zakat fitrah disalurkan melalui kupon kepada para mustahik dan masyarakat setuju pelaporan zakat fitrah disampaikan secara tertulis kepada masyarakat 2). Faktor yang mendorong masyarakat membayarkan zakat fitrah secara langsung yaitu, tidak adanya sosialisasi mengenai fungsi badan amil zakat, tidak adanya himbauan dari pemerintah setempat untuk mengajak masyarakat membayar zakat fitrah ke badan amil zakat, keterbukaan dari badan amil zakat, pelayanan yang baik dari pengurus badan amil zakat, tidak adanya bimbingan tata cara berzakat ke badan amil zakat, tradisi masyarakat, Persepsi badan amil zakat yang tidak dapat mengurangi kemiskinan, menganggap lebih afdal membayar zakat fitrah secara langsung daripada membayar melalui badan amil zakat, menganggap pembayaran zakat secara langsung merupakan hal yang dicontohkan oleh Rasulullah S.A.W dan merupakan kebiasaan masyarakat. 3).Kendala-kendala yang dihadapi yaitu, kebiasaan, sikap kurang percaya kepada badan amil zakat dan tradisi masyarakat. 4 ).Upaya-upaya yang dilakukan oleh badan amil zakat di kecamatan Mamajang kota Makassar yaitu, dengan Memperkuat sosialisai melalui undangan ,melalui spanduk dan melalui lisan yang disampaikan pada saat sebelum tarwih dan sebelum khotbah sholat jum’atKata Kunci : Persepsi normatif masyarakat, zakat fitrah, lembaga amil zakatABSTRACT: This .Peneltian aims to identify and collect data about: 1). Persespi normative society to the condition of payment of tithes in the district Mamajang Makassar. 2) factors encouraged Makassar district community Mamajang pay tithes directly to mustahik 3). Obstacles encountered Mamajang community in paying tithes to the Agency for zakat zakat. 4). Efforts to what is being pursued by amil zakat board to increase public awareness to the body to pay their zakat zakat. This study is a qualitative research with a sample of 175 households. Sampling method in this research is to use a technique proporsive area probability sample and sampling. While the techniques of collecting data through observation, interviews and questionnaires, as well as data analysis using descriptive analysis. The results of this research found: 1). Normative public perception of the condition of zakat fitrah payment implementation in the district Mamajang Makassara city. Namely, the people agreed with the collection of tithes by invitation, the people agreed distribution of tithes channeled through the coupons to the public agrees mustahik and reporting tithes submitted in writing to the community 2). Factors that encourage people to pay tithes directly, namely, lack of socialization regarding bodily functions amil zakat, the absence of an appeal from the local government to urge people to pay tithes to the amil zakat board, the openness of amil zakat board, good services from the management of the agency amil zakat, the absence of guidance ordinances tithe to amil zakat board, community traditions, perceptions amil zakat board that it can not reduce poverty, considers more afdal pay tithes directly rather than paying through amil zakat board, assume the payment of zakat directly is exemplified by the Prophet Muhammad and the habits of the people. 3) .Kendala-constraints faced namely, habits, a lack of trust to the amil zakat board and the local tradition. 4) .Upaya measures taken by amil zakat board in the district of Makassar city Mamajang namely, the Strengthening of socialization by invitation, through banners and through oral delivered on time before tarwih and before the Friday prayers sermonKeywords: Perception of normative society, zakat fitrah, zakat institutions
PENANGGULANGAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA (STUDI POLRES ENREKANG) RESKI AMELIAH KASBA; HERI TAHIR
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 4, Desember 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.864 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Upaya yang dilakukan oleh kepolisian satuan reserse narkoba dalam penaggulangan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Enrekang, 2. Kendala-kendala yang dihadapi oleh satuan reserse narkoba pada Polres Enrekang dalam penanggulangan penyalahgunaan narkoba. Penelitian ini menggunalan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertempat di Polres Enrekang. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber primer (informan) dan sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Upaya yang dilakukan oleh satuan Reserse Narkoba dalam Penaggulangan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Enrekang yang meliputi: 1). Upaya pre-emtif yaitu pada dasarnya berupa pembinaan kegiatan-ketiatan positif bagi masyarakat, 2). Upaya preventif yaitu merupakan tindak lanjut dari upaya Pre-Emtif yang menekankan pada menghilangkan kesempatan untuk melakukan kejahatan dan 3). Upaya represif yaitu berupa penindaklanjutan dan penegakan hukum guna membuat pelaku menjadi jera dan tidak mengulangi perbuatannya. 2. Kendala-kendala yang dihadapi oleh satuan  reserse narkoba pada polres Enrekang dalam penanggulangan penyalahgunaan narkoba yaitu: 1). Kurangnya informan dilapangan, 2). Kurangnya sarana dan prasarana, dan 3). Terbatasnya anggaran.Kata Kunci : Penanggulangan, Penyalahgunaan, Narkoba  ABSTRACT: This study aims to determine: 1. The efforts made by the police criminal investigation unit in combating drug abuse drugs in Enrekang, 2. Constraints faced by the criminal investigation unit at the Police Enrekang drug in the prevention of drug abuse. This study menggunalan qualitative approach. This study took place at the police station Enrekang. Types and sources of data used in this study are primary sources (informants) and secondary. Data collection techniques in this research is observation, interview, and documentation. Data have been obtained from the results of the study were processed using descriptive qualitative analysis. The results showed that: 1. The efforts made by the Criminal Investigation Drug in combating drug abuse in Enrekang which include: 1). Pre-emptive effort is basically a positive development ketiatan activities for the community, 2). Preventive efforts are a continuation of the pre-emptive efforts that emphasize eliminating the opportunity to commit a crime and 3). A repressive measure in the form of follow up and enforcement in order to make the perpetrators be deterrent and not to repeat his actions. 2. Constraints faced by the criminal investigation unit at the Police Enrekang drug in the prevention of drug abuse, namely: 1). Lack of informants in the field, 2). The lack of facilities and infrastructure, and 3). Limited budget.Keywords: Poverty, Abuse, Drugs     
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN FORUM KEAMANAN DAN KETERTIBAN MASYARAKAT (STUDI DI DESA PANCIRO KECAMATAN BAJENG KABUPATEN GOWA) HARDIYANTI BAHAR; HASNAWI HARIS
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 4, Desember 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.661 KB)

Abstract

ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan (1). Mengetahui latar belakang dari eksistensi forum keamanan dan ketertiban masyarakat di Desa Panciro Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa. (2). Mengetahui Persepsi masyarakat terhadap eksistensi forum keamanan dan ketertiban masyarakat di Desa Panciro Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa.Desain penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian studi kasus yang merupakan salah satu strategi dalam sebuah penelitian kualitatif. Untuk mendapatkan data-data tersebut maka dalam penelitian ini menggunakan proses pengumpulan data dengan metode angket, wawancara,dokumentasi. Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tehnik analisis deskriptif. sumber data utama yang dapat dijadikan jawaban terhadap masalah penelitian. Sumber data primer yang dimaksudkan adalah informan utama. Penetapan informan tersebut dilakukan dengan cara purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Kita memilih orang sebagai sampel dengan memilih orang yang benar-benar mengetahui atau memiliki kompetensi dengan topik penelitian kita atau mereka yang terlibat secara langsung dalam interaksi sosial yang diteliti, dan 32 masyarakat yang terpilih sebagai informan tambahan adalah mereka yang dapat memberikan informasi walaupun tidak langsung terlibat dalam interaksi sosial yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1. Latar belakang dari eksistensi Forum Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di Desa Panciro Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa disebabkan karena faktor meningkatnya tingkat kejahatan dikalangan masyarakat, kurang seriusnya aparat penegak hukum dalam menanggulangi tindak kejahatan serta berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap aparat hukum 2. Persepsi masyarakat Desa Panciro pada umumnya sangat setuju dan mendukung keberadaan Forum Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dalam upaya  memberantas pencurian, minuman keras, perjudian dan perzinahan, karena dengan adanya Forum Kemanan dan Ketertiban Masyarakat ini keadaan masyarakat aman dan jarang terjadi kejahatan dikalangan masyarakat di Desa Panciro Kecamatan Bajeng Kabupaten GowaKata Kunci: Persepsi, Forum Keamanan dan Ketertiban MasyarakatABSTRACT: This study aimed (1). Knowing the background of the existence of public order and security forum in the village Panciro Bajeng District of Gowa. (2). Knowing the public perception of the existence of public order and security forum in the village Panciro Gowa.Desain District Subdistrict Bajeng study is a case study that is one strategy in a qualitative study. To get the data in this study using the data collection process by the method of questionnaires, interviews, documentation. Technical analysis of the data used in this research is descriptive analysis techniques. The main data sources that can be used as an answer to the problem of research. The primary data source is meant key informants. The informant determination by purposive sampling, the sampling technique with a certain consideration. We choose as a sample by selecting people who actually know or have the competence to research topics we or those who are directly involved in social interactions studied, and 32 people were selected as informants extra is that they can provide information, although not directly involved in social interaction under study. The results of this study indicate that 1. Background of the existence of the Public Order and Safety Forum in the village Panciro Bajeng District of Gowa due to factors increasing crime rate among the public, law enforcement officers are less serious in tackling crime and the decreasing public confidence in the law enforcement agencies 2. The public perception Village Panciro generally strongly agree and support the existence of the Forum for Security and public Order in the fight against theft, liquor, gambling and adultery, because with the Forum Security and public Order is the state of the community is safe and rare crime among the people in the village Panciro Subdistrict Bajeng GowaKeywords: Perception, Public Order and Safety Forum
STUDI TENTANG TAWURAN ANTAR WARGA DI KELURAHAN RAPPOJAWA KECAMATAN TALLO LISDAYANTY .; IRSYAD DAHRI
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 4, Desember 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.767 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Penyebab terjadinya tawuran antar warga di kelurahan Rappojawa, 2) Dampak yang ditimbulkan tawuran antar warga di kelurahan rappojawa kecamatan Tallo, 3) Upaya penyelesaian tawuran antar warga di kelurahan Rappojawa kecamatan Tallo.Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Pendekatan jenis penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis deskriptif kulitatif untuk mengetahui penyebab, dampak dan upaya penyelesaian tawuran antar warga di Kelurahan Rappojawa. Hasil penelitian menunjukka bahwa: 1). Penyebab tawuran antar warga di kelurahan Rappojawa kecamatan Tallo yaitu, a. masalah ketersinggungan, b. masalah individu, c. masalah setelah minum-minuman keras dan obat-obatan terlarang 2). Dampak yang ditimbulkan dari tawuran antar warga di kelurahan Rappojawa kecamatan Tallo yaitu, a. Dari segi psikologis, b. fasilita umum, c. Ekonomi, d. Bahkan dampak fisik yang di alami sebagaian masyarakat walaupun tidak terlibat dalam tawuran tersebut. 3). Upaya penyelesaian antar warga di Kelurahan Rappojwa kecamatan Tallo yaitu, dengan mendahulukan pendekatan Restoratif dengan melibatkan Tokoh masyarakat, pemerintah dan lembaga yang berwenang untuk melakukan pendekatan kepada warga yang selalu terlibat tawuran, jika upaya tersebut tidak berhasil maka tokoh masyarakat dan pemerintah menyerahkan kepada lembaga yang berwenang (kepolisian). Apabila ada korban yang melapor akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.KATA KUNCI : Studi, Tawuran, Warga  ABSTRACT: This study aims to determine: 1) cause of fighting between residents in the village Rappojawa, 2) The impact of fighting between residents in the village sub-district rappojawa Tallo, 3) The resolution attempts brawl between residents in the village sub-district Rappojawa Tallo.Untuk achieve that goal then researchers used a technique of collecting data through observation, interviews and documentation. Approach to this type of research is a qualitative approach. Data have been obtained from the results of the study were processed using descriptive qualitative analysis to determine the causes, effects and remedies brawl between residents in the Village Rappojawa. Menunjukka research results that: 1). The cause of fighting between residents in the village Rappojawa Tallo subdistricts, namely, a. problems offense, b. individual issues, c. problems after drinking and drugs 2). The impact of fighting between residents in the village Rappojawa Tallo subdistricts, namely, a. Psychological terms, b. fasilita general, c. Economic, d. Even experienced physical impact on the community in part, although not involved in the brawl. 3). The resolution attempts among residents in the Village Rappojwa subdistrict Tallo namely, by giving priority to approaches Restorative involving community leaders, government and authorities to approach people who are always involved in the brawl, if these efforts do not succeed then the community leaders and the government handed over to the competent authorities (police). If there is a victim who reports will be processed in accordance with applicable law.Keywords: Study, brawl, Residents     
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP EKSISTENSI BISSU DI BONTOMATENE KELURAHAHAN BONTOMATENE KECAMATAN SEGERI KABUPATEN PANGKEP INDRIANI, IRMA; IBSIK, SANGKALA
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 4, Desember 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.092 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Persepsi masyarakat terhadap eksistensi Bissu di Bontomatene Kelurahan Bontomatene Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep 2). Implikasi Eksistensi Bissu dalam kehidupan sehari-hari.3). Faktor-faktor yang mempengaruhi Bissu masih dipertahankan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer (informan) yaitu masyarakat Bontomatene  dan sumber data sekunder (dokumen) yaitu buku dan artikel tentang Bissu. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan yaitu teknik triangulasi, teknik analisis data dilakukan dengan analisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1). Persepsi masyarakat terhadap keberadaan Bissu memiliki perbedaan antara masyarakat satu dengan lainnya. Sebagian kecil masyarakat mengakui bahwa kegiatan yang dilakukan Bissu ini menyimpang dari agama karena memuja benda pusaka arajang dan berkomunikasi dengan roh dewata. Sebagian masyarakat lainnya memang percaya jika dilihat dari kacamata budaya bahwa keberadaan Bissu dan peranannya dalam budaya  ini tidaklah menyimpang dari agama dan tetap menjalankan dan mempertahankan karena menganggap bahwa ini adalah warisan leluhur yang harus dilestarikan.2).implikasi dari keberadaan Bissu dalam kehidupan sehari-hari,yaitu; a.Bagi warga masyarakat akan menumbuhkan rasa kekeluargaan dan rasa solidaritas  di antara warga.b.Mengenalkan generasi muda kebudayaan yang lahir dan berkembang didaerahnya.c.Menumbuhkan nilai-nilai masyarakat yang sudah jarang terlihat dijaman modern ini terutama dalam memaknai nilai-nilai yang terkandung dalam suatu budaya.3).Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi sehingga Bissu masih dipertahankan hingga saat ini yaitu ; a.Masyarakat masih percaya bahwa apabila Bissu tidak menjalankan perannya sebagai pelaku utama dalam upacara adat Mappalili (upacara turun sawah), maka akan terjadi gagal panen dan masyarakat akan mengalami kerugian besar, b. Masyarakat menganggap Bissu adalah tradisi leluhur yang harus dipertahankan, c. Masyarakat menganggap bahwa Bissu adalah bukti sejarah dari Kerajaan Segeri yang masih tersisa. Sebagai identitas budaya kerajaan segeri maka para Bissu yang masih tersisa saat ini layak untuk dipertahankanKata Kunci : Persepsi, BissuABSTRACT: This study aims to determine: 1). The public perception of the existence of the Village Bontomatene Bontomatene Bissu in the District Segeri Pangkep 2). Existence Bissu implications in daily life hari.3). Factors that affect Bissu still maintained. In this study the authors used qualitative research methods. Sources of data in this research is the primary data sources (informants) that society Bontomatene and secondary data sources (documents), namely books and articles about Bissu. Data collection methods used were interviews and documentation. In this study, data validity checking technique used is triangulation techniques, data analysis techniques performed by descriptive analysis. The results of this study indicate that 1). Public perception of the existence of differences between communities Bissu have with one another. Most small communities recognize that the activities of this Bissu deviated from religion for worshiping heirlooms arajang and communicate with the spirits of the gods. Most other people do believe if seen from the perspective that the existence Bissu culture and its role in this culture is not deviated from religion and still run and maintain because it considers that this is a heritage that should dilestarikan.2) .implikasi of Bissu presence in everyday life ,that is; a.Bagi citizens will foster a sense of family and a sense of solidarity among the younger generation warga.b.Mengenalkan culture that was born and developed didaerahnya.c.Menumbuhkan community values that are rarely seen in modern times is mainly in the meaning of the values contained in a budaya.3) .As factors that affect so bissu still maintained until now that is; a.Masyarakat still believe that if Bissu not perform its role as the main actors in traditional ceremonies Mappalili (ceremonial down fields), there will be a crop failure and the public will experience heavy losses, b. Society considers Bissu is an ancestral tradition that must be preserved, c. Society considers that Bissu is historical evidence of the Kingdom Segeri remaining. As the royal cultural identity Segeri then the remaining Bissu currently eligible to be maintainedKeywords: Perception, Bissu  
PERSEPSI SISWA TENTANG PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL BERBASIS KOMPUTER DI SMK KOMPUTER MUTIARA ILMU MAKASSAR ., HARMIYUNI; SAILAN, MANAN
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 4, Desember 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.213 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesipan siswa dalam mengahadapi ujian nasional berbasis komputer, pandangan siswa mengenai pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer, keunggulan dan kendala yang dihadapi oleh siswa dalam ujian nasional berbasis computer. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan yang menjadi populasi adalah seluruh siswa kels XII di SMK Komputer Mutiara Ilmu sebanyak 117 siswa. Sedangkan jumlah sampel ditetapkan dengan menggunakan teknik cluster random sampling yaitu dengan jumlah sampel dalam penelitian ini  24 siswa. Dalam penelitian ini jumlah informan 3 orang, yaitu guru di SMK Komputer Mutiara Ilmu yang bertindak sebagai proctor dalam ujian nasional berbasis komputer.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMK Komputer Mutiara Ilmu telah siap mental dalam mengahadapi ujian nasional berbasis komputer. Adapun persespsi siswa terhadap pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer menyatakan bahwa mereka setuju dan senang sekolah mereka melaksanakan ujian nasional berbasis komputer. Dan mereka berpendapat dengan ujian nasional berbasis komputer dapat mengurangi kecurangan-kecurangan dalam ujian. Ujian nasional berbasis komputer memiliki keunggulan yaitu: (1) lebih efektif, (2) pengehematan anggaran negara, (3) mengurangi terjadinya kecurangan-kecurang yang dilakukan berbagai pihak baik itu pihak sekolah maupun siswa itu sendidri serta pihak-pihak yang ingin mengambil keuntugan dari pelaksanaan ujian nasional dengan menjual kunci jawaban, (4) pengiriman hasil ujian siswa lebih cepat. Namun karena merupakan sistem yang baru dilaksanakan maka terdapat beberapa kendala pada sekolah seperti: (1) kecepatan jaringan yang lambat dan terjadinya gangguan jaringan pada saat cuaca buruk seperti hujan, (2) pernah terjadi pemadaman listrik, (3) serial number yang berubah ketika windows komputer server lokal terupdate. Namun, sekolah telah melakukan upaya mengatasi kendala listrik dan jaringan dengan melakukan kerjasama dengan PLN, Lintas Arta dan Telkom serta masalah serial number dengan menyediakan satu server cadangan.Kata Kunci : Persepsi, Unian Nasional, Berbasis Komputer ABSTRACT: This study aims to determine kesipan facing students in national examinations based computer, students' views on the implementation of the national exam-based computer, the advantages and constraints faced by students in national examinations based computer. This research method is descriptive and the population is all students kels XII SMK Mutiara Computer Science as many as 117 students. While the number of samples determined by using cluster random sampling with a sample size of 24 students in this study. In this study, the number of informants 3, the teacher at SMK Mutiara Computer Science is acting as proctor in komputer.Dari based national exam results showed that the students of SMK Mutiara Computer Science have prepared mentally in facing national examinations based computer. The persespsi students towards the implementation of computer-based national examinations stating that they agree and happy school they carry out national examinations based computer. And they argued with computer-based national examinations can reduce cheating in the exam. National exam-based computer has the advantages of: (1) more effectively, (2) pengehematan state budget, (3) reduce fraud-kecurang carried out by various parties, both the school and students were sendidri as well as parties who want to take keuntugan of national exam to sell the answer key, (4) delivery of student test results more quickly. But because it is a new system implemented then there are some constraints on schools such as: (1) the speed of the slow network and the network disruption during bad weather such as rain, (2) had a power cut, (3) the serial number changed when windows local server computer updated. However, the school has made efforts to overcome electrical constraints and network through cooperation with PLN, Lintas Arta and Telkom as well as the serial number problem by providing a single backup server.Keywords: Perception, National UNIAN, Computer Based  
EFEKTIFITAS PELAKSANAAN KURSUS CALON PENGANTIN (STUDI PADA KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN BIRINGKANAYA KOTA MAKASSAR) SITI RUGAYA; MUHAMMAD SUDIRMAN
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 4, Desember 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.809 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiman pelaksanaan kursus calon pengantin di KUA Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. Faktor-faktor yang menghambat dan mendukung pelaksanaan kursus calon pengantin di KUA Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. Dan bagaimana Efektifitas pelaksanaan kursus calon pengantin di Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi lapangan (field research). Penelitian ini bertempat di KUA Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. Sumber data dari penelitian ini adalah sumber data primer (peserta kursus calon pengantin di KUA Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar), sumber data sekunder (berkas KUA). Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan ialah analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian diperoleh data bahwa pelaksanaan kursus calon pengantin di KUA Kecamatan Biringkanaya belum sejalan dengan apa yang telah diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Bimas Islam No. DJ.II.491 tahun 2009 tentang kursus calon pengantin. Faktor penghambat pelaksanaan kursus calon pengantin di KUA Kecamatan Biringkanaya adalah kurangnya sarana dan prasarana penunjang seperti pengeras suara proyektor dan akomodasi kegiatan, waktu yang tidak memadai, sikap peserta suscatin yang acuh tak acuh, tempat domisili peserta serta tidak ditunjang sumber dana yang memadai. Sedangkan faktor pendukung terlaksananya kursus calon pengantian antara lain: a) semangat (animo) peserta untuk mengikuti meskipun hanya 218 dari 270 pasangan calon pengantin yang mendaftar pada bulan januari sampai bulan mei 2016 atau sekitar sekitar 80,74 persen dan hanya 52 peserta atau hanya sekitas 19,26 persen saja yang tidak hadir. Pelaksanaan kursus calon pengantin di KUA Kecamatan Biringkanya Kota Makassar belum dilaksanakan secara optimal, karena baru dilaksanakan 2 sampai 3 jam pelajaran dan belum sejalan dengan apa yang telah diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Bimas Islam No. DJ.II.491 tahun 2009 tentang kursus calon pengantin. Pada pasal 3 ayat (4) ditegaskan bahwa pelaksanaan kursus calon pengantin diberikan sekurang-kurangnya 24 jam pelajaran.Kata Kunci: Efektivitas, Kursus Calon Pengantin ABSTRACT: This study aims to determine how the implementation of the course the bride and groom in the District KUA Biringkanaya Makassar. Factors that hinder and support the implementation of the course the bride and groom in the District KUA Biringkanaya Makassar. And how the effectiveness of the courses in the district bride Biringkanaya Makassar. To achieve these objectives, the researchers used a qualitative approach to the type of field study research (field research). This study took place in the District KUA Biringkanaya Makassar. The data source of this research is the primary data source (of course participants bride in the District KUA Biringkanaya Makassar City), secondary data sources (file KUA). The technique of collecting data through interviews, observation and documentation. Analysis of the data used is descriptive qualitative data analysis. The results of the study data showed that the implementation of the course the bride and groom in the District KUA Biringkanaya not in line with what has been stipulated in the Regulation of the Director General of Islamic Guidance No. DJ.II.491 in 2009 about the course the bride and groom. Factors inhibiting the implementation of the course the bride and groom in the District Biringkanaya KUA is the lack of facilities and infrastructure such as loudspeakers projector and accommodation activities, a lack of time, the attitude of the participants suscatin indifferent, place of domicile of participants, and not supported by adequate financial resources. While the factors supporting the implementation of the replacement candidate courses, among others: a) zest (zest) participants to attend even though only 218 of the 270 couples brides who enroll in January until the month of May 2016 or about approximately 80.74 per cent and only 52 participants or just sekitas 19.26 percent are not present. Implementation of course the bride and groom in the District KUA Biringkanya Makassar City has not been implemented optimally, due to newly implemented 2 to 3 hours of lessons and not in line with what has been stipulated in the Regulation of the Director General of Islamic Guidance No. DJ.II.491 in 2009 about the course the bride and groom. In Article 3, paragraph (4) confirmed that the implementation of the course the bride is given at least 24 hours of lessons.Keywords: Effectiveness, Course bride 
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS BUDAYA LOKAL (STUDI KASUS PADA SMA NEGERI 1 WERA KAB.BIMA) INTAN NURAINI; A. ACO AGUS
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 4, Desember 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.269 KB)

Abstract

ABSTRAK : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif .lokasi penelitian yaitu Di SMA Negeri 1 Wera Kab.Bima menggunakan sumber data primer dan skuder yaitu teknik menganalisis data yang di guanakan wawancara  dan dokumentasi,Analisi datanya adalah analisis kualitatif Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1. Penerapan Pendidikan karakter berbasis budaya lokal (studi kasus pada SMA Negeri 1 Wera Kab.Bima meliputi: 1.Penerapan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran atau intrakurekuler yaitu a). takut melanggar tata tertib sekolah, b).komitmen guru terhadap siswa, c).intergeritas kejujuran guru disekolah. 2. Penerapan pendidikan karakter dalam kegiatan ekstrakurikuler yaitu. a.) bidang kesenian, b).pembinaan akhlak dan kemasyarakatan.2. Faktor Pendukung dan Penghabat Penerapan pendidikan karakter berbasis budaya lokal meliputi: 1.faktor pendukung yaitu.a) faktor keteladan guru, b). keteladanan orang tua, c). keteladan tokoh masyarakat, d). faktor pembiasaan. 2.faktor penghambat yaitu a). kemajuan teknologi seperti HP dan TV, b).kurangnya komunikasi guru dan orang tua.3. Hasil Penerapan Pendidikan karakter berbasis budaya lokal yaitu: a. siswa belum disiplin b. siswa tidak menghargai guru.Kata Kunci: Penerapan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya  Local.  ABSTRACT: This research is a qualitative descriptive study .The location is at SMA Negeri 1 Wera Kab.Bima using primary data sources and skuder which is a technique to analyze the data Guanakan interviews and documentation, Analysis of data is qualitative analysis results showed that: 1. Application of local culture-based character education (case study in SMA Negeri 1 Wera Kab.Bima include: 1.Penerapan character education in the learning process or intrakurekuler namely a). fear of violating school rules, b) .komitmen student teachers, c) honesty .intergeritas school teacher. 2. Implementation of character education in extracurricular activities viz. a.) the arts, b) .pembinaan character and kemasyarakatan.2. Supporting factors and Penghabat Application of local culture-based character education include: supporting 1.faktor yaitu.a) teacher keteladan factor, b). exemplary parents, c). keteladan community leaders, d). habituation factors. 2.faktor inhibitors namely a). advances in technology such as HP and TV, b) The lack of communication teachers and tua.3. Applying the results of the local culture-based character education, namely: a. the student has not discipline b. students do not respect teachers.Key words : Application of Local Culture-Based Character Education.  

Page 1 of 2 | Total Record : 15