Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan
Jurnal Sosialisasi: jurnal hasil pemikiran, penelitian dan pengembangan keilmuan sosiologi pendidikan. Published by the peer review process and open access with p-ISSN: 2356-0886 and e-ISSN: 2722-3086. Jurnal Sosialisasi: jurnal hasil pemikiran, penelitian dan pengembangan keilmuan sosiologi pendidikan. Intended as a media of information and arena of philosophical, theoretical, methodological debates related to sociological issues and their teaching. Journal of Socialization: a journal of the results of thought, research and development in the science of educational sociology. invited scientists, activists and public officials to write issues related to sociology and teaching. Articles can be research or conceptual. Published by Sociology and Education study programs. published three times a year namely March, July and November.
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Volume 8, Nomor 3, November 2021"
:
14 Documents
clear
Interaksi Sosial Anak Dengan Orang Tua Dalam Pembelajaran Daring di Dusun Kampung Desa Kaloran Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung
Ester Iisetyati;
Sri Suwartiningsih;
Elly Esra Kudubun
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 8, Nomor 3, November 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v8i0.24464
Interaksi sosial anak dengan orang tua dalam pembelajaran daring di Dusun Kampung Desa Kaloran Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung, dengan rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana interaksi sosial anak dengan orang tua dalam pembelajaran daring di Dusun Kampung Desa Kaloran Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung. Latar belakang dari penelitian ini yaitu dengan adanya pademi virus covid-19 tatanan dalam bidang pendidikan menjadi berubah yang awalnya secara tatap muka, namun dengan adanya pandemi ini anak-anak belajar secara daring di rumah. Hal itulah yang mengubah pola interaksi sosial dalam proses pembelajaran, di sekolah anak berinteraksi sosial dengan guru, namun di rumah anak berinteraksi sosial dengan orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan interaksi sosial anak dengan orang tua dalam pembelajaran daring. Narasumber dalam penelitian ini adalah anak sekolah dasar yang berusia 8 tahun- 10 tahun dan orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskrptif, dengan teknik yang digunakan adalah observasi dan wawancara sebagai pengumpulan data. Teori yang digunakan adalah teori interaksi sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang didalamnya terjadi hubungan timbal dan saling mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki perilaku. Hasil penelitian secara umum dapat dijelaskan mengenai interaksi sosial antara anak dan orang tua dalam pembelajaran daring. Terjadi interaksi sosial yang harmonis antara anak dengan orang tua saat orang tua memberikan perhatian pada saat anak belajar secara daring. Terjadi juga interaksi sosial yang tidak harmonis antara anak dengan orang tua saat orang tua tidak memberikan perhatian pada saat anak belajar secara daring.
Tinjauan Sosiologis Penanganan Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga Menurut UU PKDRT Oleh Pengadilan Negeri Pangkep
Masni Masni;
Shermina Oruh;
Andi Agustang
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 8, Nomor 3, November 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v8i0.25701
Penelitian ini dilaksanakan di Pengadilan Negeri Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) dan merupakan penelitian deskriptif. Tujuanya adalah (1) untuk mengetahui bentuk-bentuk apa saja terjadi yang diselesaikan oleh Pengadilan Negeri Pangkep, (2) Untuk mengetahui bagaimana bentuk penyelesaian oleh hakim terhadap KDRT di Pengadialan Negeri Pangkep. Variabel Penelitian ini adalah Bentuk-bentuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan langkah penyelesaiannya dalam Sistem Peradilan. Sampel peneltian menggunakan teknik total sampling dengan Hakim yang menangani kasus perkara KDRT maupun staf yang berjumlah 5 orang. Teknik Pengumpulan yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukkan (1) Bahwa Implementasi UU No 23 Tahun 2004 pada Pengadilan Negeri Pangkep Kabupaten Pangkep dengan bentuk kekerasan dalam rumah tangga yang telah ditangani dan diputuskan oleh Pengadilan Negeri Pangkep yakni kekerasan fisik, kekerasan psikis dan kekerasan seksual telah sesuai dengan aturan yang mengacu pada UU NO 23 tahun 2004 dimana bentuk penyelesaian kekerasan fisik, kekerasan psikis dan kekerasan seksual harus ada alat bukti yaitu ada saksi yang melihat juga ada visum dari pihak rumah sakit walupun itu bukan penunjang utama. (2) Bentuk Penyelesaian terhadap kasus KDRT oleh Hakim di Pengadilan Negeri Pangkep selalu dimulai dengan upaya damai kepada pihak yang bersengketa walaupun dalam UU perceraian menerangkan pasti ada dampak yang mendorong timbulnya keinginan untuk berrcerai dari pihak suami maupun isteri. Sikap yang ditunjukkan Hakim terhadap pelapor maupun terlapor selalu mengedepankan prinsip keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan dimana selalu diawali dengan upaya penyelesaian secara mufakat atau berdamai oleh pihak suami isteri, juga perdamaian tersebut bisa diterima oleh pengadilan bila mana pihak suami berjanji tidak akan melakukan perbuatanya lagi dan apabila diulangi maka akan dikenakan sanksi pidana denda atau pidana penjara sesuai dengan tindakan dan atau kerugian yang dialami oleh korban.
Pemanfaatan Audiovisual Presentation dalam Meningkatkan Partisipasi dan Hasil Belajar Siswa dalam Pengajaran Daring
Siti Rahmatiah
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 8, Nomor 3, November 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v8i0.23775
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatan partisipasi siswa SMA dan hasil belajar mereka di masa pandemi dengan pemanfaatan teknologi presentrasi audiovisual. Penelitian ini juga digunakan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan pengetahuan dan sikap belajar siswa selama pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas dengan teknik siklus, yang diimplementasikan dalam 2 siklus dengan 3 pertemuan. Instrumen pengumpulan datanya melipuri tes tertulis ulangan harian dan data kualitatif digunakan lembar observasi, lembar refleksi diri, lembar penilaian antar teman, dan rubrik penilaian kinerja. Hasil penelitian membuktikan bahwa media pembelajaran media Audiovisual melalui Google Classroom, dapat meningkatkan hasil belajar siswa didik, yang dibuktikan dengan hasil belajar di setiap aspek pengamatan. Peningkatan tersebut tampak dari kenaikan angka ketuntasan hasil belajar di setiap siklus. Dari uji kompetensi pra-tindakan, ketuntasan siswa hanya mencapai.... siklus 1 yang tuntas hanya 26 siswa atau 72,2% dengan rata rata nilai 74,2 dan pada siklus II meningkat menjadi 31 siswa atau 86,1% yang tuntas dalam pembelajaran dengan rata rata 80,4. Artinya penelitian tindakan ini sudah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan. Dengan demikian, pembelajaran menggunakan media pembelajaran media Audiovisual melalui Google Classroom terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa didik. Disarankan kepada guru untuk mempersiapkan metode pembelajaran yang tepat dalam setiap pembelajaran, khususnya penggunaan media untuk menciptakan proses pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa didik.
Polarisasi Sosial Antara Penduduk BTN Bajeng Permai Dengan Penduduk Lokal Kabupaten Gowa
Jamaluddin Arifin;
Firdaus Firdaus
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 8, Nomor 3, November 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v8i0.24988
Penelitian ini menkaji tentang polarisasi sosial penduduk BTN Bajeng Permai dengan penduduk lokal. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Informan ditentukan oleh peneliti dengan kriteria tertentu berdasarkan kebutuhan data penelitian melalui teknik snow ball atau berantai. Dalam pengumpulan data digunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian data dianalisis dengan cara mereduksi data, mennyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Polarisasi penduduk BTN Bajeng Permai dengan penduduk lokal disebabkan oleh 1) Perbedaan budaya yaitu penduduk Perumahan BTN Bajeng Permai multi etnik yang didasarkan pada latar belakang sosialnya yang bercirikan penduduk urban sedangkan penduduk lokal adalah mono etnik yang bercirikan masayarakat desa atau rural. 2) Terpisah secara ruang antara penduduk Prumahan BTN Bajeng Permai merupakan pemukiman yang dibentuk sementara penduduk sekitar tinggal dipemukiman yang terbentuk secara alamiah. Kedua hal tersebut mengakibatkan disparitas secara sosial dan secara spasial.
Lelang Adat Penggali Lobang Di Ujung Tanjung Negeri Kailolo Kabupaten Maluku Tengah
Triyani, Nunung;
Ady, Kisman
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 8, Nomor 3, November 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v8i0.25180
Ketahanan masyarakat lokal untuk mengelola dan melestarikan hasil alamnya akan berpatokan pada aturan adat, dimana terlihat pada amanat Undang-Undang No. 5 Tahun1990 tentang: Konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya pasal 2,3,4,[1] yang intinya bahwa dalam mengelolaan sumber daya alam harus dimanfaatkan secara serasi dan seimbang dengan tujuan untuk terwujutnya kelestarian sumber daya alam hayati serta keseimbangan ekosistemnya. Salah satu bentuk untuk menjaga kelestarian sumberdaya alam dapat tersirat pada budaya sasi di Negeri Kailolo terhadap endemik Burung Maleo yang bewal dari legenda yang mengakar turun temurun pada masyarakatnya. Burung ini berdatangan dari Pulau Pombo, Kasa, Babi, Seram. Awal mula tempat bertelur Burung Maleo di Tanjung Momalatei dapat di ambil hasilnya berupa telur secara bebas, namun sejak tahun 1960 hingga sekarang penguasaan tanjung dilaksanakan dengan pelelangan secara terbuka. Penguasaan tanjung di kuasai oleh pemenang lelang karena negeri memberikan kesempatan bagi pemenang lelang mengambil telur, ada harapan dengan cara lelang ini yakni pemenang lelang semangat untuk menjaga empat lapangan pantai pasir tempat bertelur karena ada yang diharapkan. Observasi awal tersirat bahwa hasil lelang diserahkan ke negeri selanjutnya pemenang lelang yang akan mengolah lokasi lapangan bersama pekerja penggali lubang. Penelitian ini memberikan masukan kepada negeri bagaimana menjaga ekosistem endemik dan pelestarian lelang adat atas prestise, dengan target kusus yang ingin dicapai adalah memberikan pemikiran ilmiah kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah tentang pelestarian melalui konsevasi alam dan mengetahui lebih mendalam lelang adat sebagai kearifan lokal dan prestise individu.
Upaya Meningkatkan Rasa Percaya Diri Siswa Pemilik Kartu Indonesia Pintar (Kip) melalui Layanan Bimbingan Kelompok dengan Metode Group Dynamics
Murtiningrum, Weti Heri
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 8, Nomor 3, November 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v8i0.23509
Kajian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri di kalangan siswa dari latar belakang yang kurang mampu. Penelitian ini menerapkan metode penelitian tindakan kelas dengan menerapkan dua siklus. Tindakan yang diberikan adalah dengan penerapan metode group dynamics. Berdasarkan hasil yang dilakukan oleh peneliti. dapat disimpulkan bahwa Penerapan metode pembelajaran metode group dynamics pada tema layanan meningkatkan rasa percaya diri dalam layanan Bimbingan Konseling di Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Tarakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dari peningkatan indikator rata-rata persentase keaktifan siswa pada pre test yang semula hanya 21.02%, kemudian pada siklus 1 pertemuan 3 meningkat menjadi 35.56 % dan pada siklus 2 pertemuan 3 meningkat menjadi 47.78%. Hal ini juga sejalan dengan peningkatan hasil belajar siswa yang dapat dilihat dalam hasil penilaian tes para pra siklus yang semula ketuntasan yang didapat siswa hanya sebesar 30.5% dengan rerata kelas sebesar 61.66. Kemudian pada siklus 1 pertemuan 3 meningkat secara berturut menjadi 55.55% dengan rerata nilai kelas dalam siklus 1 yaitu sebesar 67.03 dan pada tahap tindakan siklus 2 juga mengalami peningkatan perbaikan dengan persentase ketuntasan mencapai 100% dengan nilai rerata 76.66 pada nilai rerata nilai siklus 2 pertemuan 1, 2 dan 3 dan nilai akhir pada siklus 2 pertemuan 3 sebesar 82.5. Hal ini juga terlihat pada keaktifan siswa yang mengalami peningkatan setelah menerapkan metode group dynamics sudah tergolong kategori baik dan peningkatan dari hasil belajar dan keaktifan siswa pada siklus I ke siklus II tersebut sudah mencapai 70% atau kriteria keberhasilan yang ditentukan, sehingga penelitian dikatakan berhasil.
Pola Relasi : Kontrak Radikalisme Terhadap Perempuan Milenial
Mario Mario;
Shermina Oruh;
Andi Agustang
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 8, Nomor 3, November 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v8i0.24644
Perempuan milenial merupakan sosok petarung yang tidak diragukan lagi, dalam penelitian ini peneliti memperdalam terhadap perempuan milenial melalui korban media dengan tujuan penelitian untuk mendapatkan gambaran seberapa besar peran perempuan keterlibatan dalam radikalisme dan faktor apa yang menyebabkan perempuan terlibat dalam radikalisme. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif deskriptif dan studi pustaka. Generasi milenial merupakan kelompok sosial yang berproses, mereka terkadang terjebak dalam krisis identitas akibat perubahan sosial, modernisasi dan globalisasi. Perempuan milenial seringkali dihadapkan dan berada dalam lingkaran kompetisi serta akselarasi jaringan teknologi dan ilmu pengetahuan yang intensif. Bagi perempuan milenial yang labil lebih cepat terpengaruh radikalisme. Selain itu keterlibatan perempuan dalam radikalisme akibat pola relasi (keterlibatan keluarga, masyarakat, media dan negara). Keterlibatan perempuan milenial dan melibatkan lebih banyak perempuan dalam radikalisme dikarenakan pertama perempuan dianggap sebagai pengikut yang loyal dan patuh, kedua perempuan mudah percaya dan tunduk dengan label agama, ketiga akses terhadap media social namun dengan literasi yang rendah dan keempat perempuan dianggap dapat mengelabui aparat penegak hukum dengan sisi feminism yang dimikili, kelima perempuan pendamping dan pengikut terbaik yang mudah merekrut dan memobilisasi perempuan lainnya, keenam perempuan merupakan sosok pejuang. Tapi yang sangat signifikan terpaparnya pemahaman radikalisme pada perempuan milenial dikarenakan aktifitas di media social yaitu adanya korelasi tentang cara keberagamaan generasi perempuan milenial dengan social media. Penyebaran radikalisme dimedia social lewat propaganda dianggap menarik oleh generasi muda karena kebutuhan jati diri dan eksistensi. Selain itu perempuan milenial menganggap adanya aspirasi untuk melakukan melakukan sesuatu yang heroik dan juga ada yang menganggap bagian melakukan aksi sosial untuk menolong kelompok yang tertindas.
Komposisi dalam Konteks Spesifik Pembacaan Naskah La Galigo Episode Malleleang Raunna La Worokelling di Kabupaten Wajo
Suriadi, Nurkamila;
Rahman, Nurhayati;
Akhmar, Andi Muhammad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 8, Nomor 3, November 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v8i3.30806
Pola budaya tradisional adalah produk dari tingkat pengaruh alam. Semakin tidak berdaya dan sekaligus semakin bergantung pada alam, semakin jelas pola budaya tradisionalnya. Jika adat-istiadat yang diturunkan dari warisan nenek moyang dipertahankan sepanjang kesinambungannya, maka tercipta tradisi dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis corak komposisi Data dan cerita dalam setiap penyampaian cerita La Galigo episode Malleleang Raunna La Worokelling ditengah khalayak Masyarakat Bugis di Kabupaten Wajo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Studi Pustaka, Wawancara, dan Pengamatan. Dalam pengelolahan data, penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini menggambarkan langsung masalah penelitian tentang komposisi dalam konteks Spesifik Penyampaian La Galigo Episode Malleleang Raunna La Worokelling. Berdasarkan hasil penelitan dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat dua bentuk komposisi bahasa dalam naskah La Galigo Episode Malleleang Raunna La Worokelling, yakni bentuk majemuk yang unsur pertamanya menjadi pusat atau diterangkan oleh unsur penjelas atau menerangkan dan bentuk majemuk yang unsur-unsurnya tidak saling menerangkan, tetapi hanya berupa rangkaian yang sejajar atau kopulatif. Makna komposisi bahasa dalam naskah tidak bergantung dengan makna unsur yang membentuknya. Hal itu dikarenakan komposisi itu membentuk makna baru yang tidak sama dengan makna aslinya. Bentuk yang timbul dari proses komposisi bahasa Bugis dalam naskah La Galigo Episode Malleleang Raunna La Worokelling di Kabupaten Wajo ada lima, yaitu komposisi membentuk benda, komposisi membentuk kerja, komposisi membentuk sifat, komposisi membentuk keterangan, dan komposisi membentuk persona.
Pengaruh Fasilitas Belajar di Rumah Terhadap Prestasi Belajar Siswa Sekolah Menengah Atas
Siti Raodha Muttalib;
Radjab Mansyur;
M. Ramli AT
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 8, Nomor 3, November 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v8i0.24090
Learning facilties at home are all kinds of facilities and infrastructure available in the home that can support or assist in the learning process. Learning facilities and infrastructure must be planned and managed properly so that the learning process can help students learn. The research aims at analyzing the effect of learning facilities at home on the learning achievements at the State Senior High School 1 Campalagian, Polewali Mandar Regency. This was quantitative research with the survey method, the research data was examined using the simple linear regression test. The result showed that the learning facilities at home owned by male and female students were categorized as adequate in helping the learning process at home. In addition, male and female students prefer learning furniture as a facility that must always be used in the learning process at home. The research result indicates that there is no significant effect between the learning facilities at home and leraning achievement of the male and female students.
Feminism and Stereotypical Modeling in the Tourism Packages of the Calabar Festival
Andrew-Essien, Elizabeth;
Andrew-Essien, Esekong
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 8, Nomor 3, November 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v8i0.25507
The various packages that tourism efforts offer often include gaily-clad women who serve promotional purposes. In the same manner, live performances and parades have in recent times progressed towards the objectification of women as viable sexual objects of tourism. From an ethical perspective, the objectification of women in tourism deserves attention when considered in the light of gender discrimination. This paper examines the 32-day Cross River Christmas Festival to highlight the merits and demerits of the objectification of women as attractive products of entertainment in tourism. Four hundred (400) questionnaires were randomly distributed to a cross-section of respondents within the Calabar environs. Findings show that objectification of womanhood has both advantageous and disadvantageous consequences. In the first instance, it is an accepted vehicle for advertising tourism as it sustains the interest of the public. On the other hand, it constitutes a poor basis to reflect African values and morals. Recommendations include the need to bridge Western tourism ideologies to align with the African values in tourism, while decency is advocated for promoting tourism.