Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan
Jurnal Sosialisasi: jurnal hasil pemikiran, penelitian dan pengembangan keilmuan sosiologi pendidikan. Published by the peer review process and open access with p-ISSN: 2356-0886 and e-ISSN: 2722-3086. Jurnal Sosialisasi: jurnal hasil pemikiran, penelitian dan pengembangan keilmuan sosiologi pendidikan. Intended as a media of information and arena of philosophical, theoretical, methodological debates related to sociological issues and their teaching. Journal of Socialization: a journal of the results of thought, research and development in the science of educational sociology. invited scientists, activists and public officials to write issues related to sociology and teaching. Articles can be research or conceptual. Published by Sociology and Education study programs. published three times a year namely March, July and November.
Articles
591 Documents
PERANAN PGRI DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DI KECAMATAN MANGGALA KOTA MAKASSAR
Fitriani Fitriani
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 3 edisi 3 November 2016
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.3122
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1). Peranan PGRI dalam meningkatkan kompetensi guru di Kecamatan Manggala Kota Makassar. 2). Mengetahui faktor pendorong PGRI dalam meningkatkan kompetensi guru di Kecamatan Manggala Kota Makassar. 3). Mengetahui faktor penghambat PGRI dalam meningkatkan kompetensi guru di Kecamatan Manggala Kota Makassar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah Pengurus PGRI Kecamatan Manggala Kota Makassar. Jumlah informan sebanyak 10 orang. Teknik dalam menentukan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria yang digunakan yaitu Pengurus inti sebanyak 6 orang yang aktif dan 4 orang guru Kecamatan Manggala. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data yaitu member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Peranan PGRI dalam meningkatkan kompetensi guru di Kecamatan Manggala Kota Makassar yaitu meningkatkan kesejahteraan guru-guru, meningkatkan sumber daya manusia anggota, meningkatkan karier guru, serta pemberian advokasi guru. 2). Faktor pendorong PGRI dalam meningkatkan kompetensi guru di Kecamatan Manggala Kota Makassar adalah meningkatkan kualifikasi pendidikan guru, adanya sertifikasi guru. 3). Faktor penghambat PGRI dalam meningkatkan kompetensi guru di Kecamatan Manggala Kota Makassar adalah guru yang ketinggalan dalam dunia IPTEK, serta pengembangan kompetensi guru yang tidak berjalan sesuai tujuan, Kata kunci : Peranan PGRI, Kompetensi Guru
STUDI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATF TIPE STAD DALAM MATA PELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA MUHAMMADIYAH BELAJEN KECMATAN ALLA KABUPATEN ENREKANG
Hasriani Jihadan
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 2, Edisi 1, Maret 2015
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v2i1.2318
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang diterapkan guru dalam pembelajaran Sosiologi, dan hambatan-hambatan yang dihadapi guru Sosiologi dalam melaksanakan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD di SMA Muhammadiayah Belajen Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif. Dalam pengumpulan data peneliti bertindak sebagai instrumen penelitian. Penarikan informan secara purposive sampling, selanjutnya teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang digunakan oleh guru Sosiologi di SMA Muhammadiyah Belajen Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang masih terbatas pada model pembelajaran Kooperatif tipe STAD yang diterapkan dilapangan dan menjadikan perbedaan pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran karena model yang diguanakan oleh guru yang kurang bagus menyebabkan hanya beberapa siswa/peserta didik yang hasil belajarnya mengalami peningkatan dengan rata-rata 80 sampai dengan 90 dan beberapa siswa mengalami penurunan dengan rata-rata nilai kurang dari 80. Adapun hambatan-hambatan yang dihadapi guru Sosiologi SMA Muahammadiyah Belajen dalam melaksanakan model pembelajaran adalah kurangnya fasilitas yang memadai, terbatasnya pemahaman guru terhadap mode-model pembelajaran, guru masih menyamakan persepsi antara model pembelajaran dengan metode pembelajaran, model yang tercantum dalam RPP guru Sosiologi kadang tidak terlaksana karena terbatasnya waktu, yang menyebabkan siswa kurang bersemangat dan kurang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran sosiologi karena cara guru membawakan model tersebut kurang bagus.Kata kunci :Kemampuan Guru, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
DEGRADASI NILAI GOTONG ROYONG PADA LINGKUNGAN SEKOLAH (STUDI PADA SMA NEGERI 1 BAJENG)
Ali Suparman
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 Edisi 1, Maret 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.3169
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Upaya yang diambil sekolah dalam menanggulangi degradasi nilai gotong royong pada lingkungan sekolah SMA Negeri 1 Bajeng, 2) Faktor apa saja yang mempengaruhi degradasi nilai gotong royong pada lingkungan sekolah SMA Negeri 1 Bajeng. Jenis penelitian ini kualitatif dengan penentuan informan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan deskriptif kualitatif dengan tahapan mereduksi data, mendisplaykan data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data yaitu Trianggulasi Metode atau teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Upaya yang diambil sekolah dalam menanggulangi degradasi nilai gotong royong pada lingkungan sekolah SMA Negeri 1 Bajeng yaitu: (a) kegiatan Jum’at bersih, (b) kegiatan zero sampah, (c) piket kelas, (d) Even Perlombaan (kelas bersih dan terindah), (e) guru atau pendidik dengan menggunakan metode pembelajaran kerja kelompok, (f) pemasangan rambu-rambu sekolah. 2) Faktor yang mempengaruhi degradasi nilai gotong royong yaitu (a) rasa malas akibat kurangnya sosialisasi dan pembiasaan sejak dini dari keluarga dan lingkungan tempat tinggal, (b) perubahan sosial yang terjadi seperti kemajuan zaman dan teknologi, (c) faktor pertemanan, (d) strata sosial (kondisi ekonomi seseorang). Kata Kunci: Degradasi, Nilai Gotong Royong, Lingkungan Sekolah
PENGARUH KEDISIPLINAN GURU TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI KELAS XI IPS III SMA NEGERI 1 KAJUARA
Fardi Sentosa
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 3, Edisi 2, Juli 2016
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v3i2.2368
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kedisiplinan guru terhadap peningkatan motivasi belajar siswa di kelas XI IPS III SMA Negeri 1 Kajuara.Jenis penelitian ini adalah deskriptif-kuantitatif, yaitu penelitian yang menggambarkan kedisiplinan guru terhadap peningkatan motivasi belajar di kelas XI IPS III SMA Negeri 1 Kajuara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di kelas XI IPS III SMA Negeri 1 Kajuara dan sampelnya adalah keseluruhan dari jumlah populasi itu sendiri yaitu sebanyak 37 orang siswa. Pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, angket, dan dokumentasi. Data kuantitatif yaitu data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis statistic deskriptif yaitu presentasi dan analisis statistic inferensial yaitu uji normalitas, uji korelasi dan uji regresi dengan bantuan SPSS 20.0 for windows.Hasil penelitian menunjukkan kedisiplinan guru dan pengaruhnya terhadap peningkatan motivasi belajar siswa di kelas XI IPS III SMA Negeri 1 Kajuara dengan uji normalitas, diperoleh data yang menunjukkan bahwa kedisiplinan guru sebesar 0,372 dan motivasi belajar siswa sebesar 0,237. Karna kedua variabel tersebut lebih besar dari 0,05 maka data tersebut dinyatakan normal. Untuk uji korelasi (r) sebesar 0,607 yang berada dalam kategori tinggi sedangkan untuk pengujian hipotesis, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kedisiplinan guru terhadap peningkatan motivasi belajar siswa di kelas XI IPS III SMA Negeri 1 Kajuara.Kata Kunci:Kedisiplinan Guru dan Motivasi Belajar Siswa.
PRESEPSI MAHASISWA FIK TERHADAP PENYIMPANGAN SEKSUAL LESBIAN (STUDI KASUS PADA MAHASISWA FIK UNM)
Sri Rahmania;
Andi Agustang
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 edisi 2 Juli 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.11806
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa FIK terhadap penyimpangan seksual lesbian (Studi kasus pada mahasiswa FIK UNM) dan dampak lesbian terhadap mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kulitatif dengan teknik dalam menentukan informan menggunakan Purposive Sampling dengan kriteria yaitu Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan, mengetahui tentang adanya penyimpangan seksual di Fakutas Ilmu Keolahragaan dan memiliki informasi tentang pelaku penyimpangan seksual. Jumlah informan yaitu 12 orang. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan model interaktif yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data yaitu member check. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Persepsi Mahasiswa FIK Terhadap Penyimpangan Seksual Lesbian secara umum mengatakan bahwa tindakan lesbian merupakan penyimpangan seksual karena telah melenceng dari kebiasaan dan norma yang berlaku dalam masyarakat. 2) Dampak Lesbian terhadap mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan yaitu dilihat dari perlakuan mahasiswa terhadap pelaku lesbian. Sebagaian besar mahasiswa bersikap apatis terhadap masalah lesbian dan beberapa mahasiswpun menjalin hubungan pertemanan dengan pelaku lesbian. Hal ini menunjukan bahwa tidak adanya perlakuan diskrminasi pada individu yang heteroseksual maupun yang homoseksual (lesbian). Sikap apatis yang ditunjukan mahasiswa bukan berarti menerima tindakan menyimpang lesbian yang melenceng dari nilai dan norma adalam masyarakat.
HUBUNGAN KEBIASAAN BELAJAR KELOMPOK DENGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X DAN XI DI SMA NEGERI 10 MAKASSAR
Rismawati Amin
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 2, Edisi 2, Juli 2015
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v2i2.2555
Penelitian ini adalah penelitian deskripif kuantitatif. Variabel dalam penelitian ini adalah belajar kelompok (X) dan hasil belajar siswa (Y). Populasi dalam penalitian ini adalah seluruh siswa kelas X dan XI IPS SMA Negeri 10 Makassar dan sampelnya adalah 15% dari jumlah 445 siswa menjadi 67 siswa. Pengumpulan data yang dilakukan dengan kuesioner dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam menentukan sampel yaitu teknik strata random sampling. Data diolah dengan menggunakan SPSS 20.Berdasarkan hasil penelitian menujukkan korelasi (r) sebesar 0,330. Hal ini berarti kebiasaan belajar kelompok mempunyai hubungan yang sedang terhadap tingkat hasil belajar siswa dalam mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri 10 Makasaar. Dan koefisien determinasi atau R-square (r2) sebesar 0,109 atau 10,9% yang berarti pengaruh antara kebiasaan belajar kelompok sebagai variabel bebas (X) yang terdapat tingkat hasil belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi sebagai variabel (Y) adalah sebesar 10,9% dan sisanya 89,1% yang dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini, yang dimaksud dengan faktor lain yaitu kegiatan diluar kelas seperti organisasi. Kata kunci : Kebiasaan belajar kelompok, hasil belajar sosiologi.
Legal, Social and Ethical Issues in Euthanasia
Kemi Anthony Emina
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 8, Nomor 1, Maret 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i3.19963
In the present era, there is tremendous changes have taken place in beliefs and practices pertaining to the beginning of life. Family planning and birth control instead of being condemned are now accepted as a duty and responsibility. Now abortion is legal in certain circumstances, if abortion could be legal in certain circumstances, then why is there no euthanasia law for the people who have no hope of their life? All human beings have the fundamental right to live. However, there is always a dilemma involved in letting the suffering people die and killing the innocent patient under a false pretext. It can be argued that the issues involved in euthanasia have a significant implication for the individuals in society and to the policymakers. Many people pray that they will not outlive their usefulness and became a burden to their next kin, forcing them to spend large sums of money only to postpone inevitable. Euthanasia is a controversial topic and people are becomING increasingly aware of the issues attached to it. Evidence of this is the question and argument being orchestrated in a rising volume of publication seminars conferences, court decisions and legislative proposal. This work attempt to stimulate discussion and appropriate action in dealing with this present problem. This present work concentrates on the implications involved in the human rights to live especially in the field of medicine and also aims at expositing the issues of euthanasia from legal, social and ethical perspectives.
ETHICAL LEADERSHIP: A VERITABLE TOOL FOR NATIONAL TRANSFORMATION, PEACE AND SOCIAL JUSTICE
Gabriel Asuquo;
Akerele Peter Adelaja
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 7, Nomor 3, November 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i2.15855
For sundry reasons, every human community is replete with aberrations of varying magnitude. Some aberrations become so through the criminalisation process by society, some other human acts are considered ontologically uncongenial to human nature. Driving on the left lane of the road in Nigeria, for example, is a traffic offence. It is so because Nigerian road traffic experts consider it convenient to keep right while driving, thereby criminalising driving on the left lane of the road. The aberration of driving on the left lane of the road cannot be said to be adorned with ontological colouration. The phenomenon of rape is considered an ontological aberration in this article and repugnant to human nature. Both the victim and the perpetrator of rape are exposed to social and psychological repercussions. Unfortunately, some of the repercussions on the victim of rape are unnecessary, as they are cosmetically imposed by society, and there is no necessary connection between the aberration and the social consequences. Some of the social and psychological consequences of the phenomenon of rape are considered in this work, and it is argued herein that the social consequences imposed on the victim of rape are unnecessary, and that they unnecessarily compound the traumas that the rape-victim suffers. It is, therefore, suggested herein that some cultural perceptions among most Nigerian tribes should be reviewed to ameliorate the repercussions of rape in the rape-victim.
MAKNA TINDAKAN DARI GURU BIMBINGAN KONSELING BAGI SISWA BERMASALAH KELAS XI DI SMA NEGERI 9 MAKASSAR
Kartini Sukardi
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 2, Edisi 2, Juli 2015
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v2i2.2545
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan guru bimbingan konseling terhadap siswa yang bermasalah dan dampak yang dirasakan oleh siswa bermasalah setelah diberikan layanan bimbingan dan konseling. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penarikan informan atau responden dilakukan secara purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat beberapa bentuk kenakalan siswa di SMA Negeri 9 Makassar seperti selalu malas mengerjakan PR, selalu terlambat masuk kelas, bolos, merokok, memakai pakaian yang tidak sesuai aturan, perkelahian antar siswa. Tindakan atau usaha yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling terdiri dari tindakan preventif, represif, dan kuratif. Adapun dampak yang dirasakan siswa setelah diberikan layanan BK yaitu munculnya sifat keterbukaan diri siswa, siswa merasa terbantu dalam pemecahan masalah, munculnya kesadaran diri, dan menjaga nama baik. Secara umum tindakan yang dilakukan guru bimbingan konseling memberikan dampak positif bagi siswa dilihat dari mulai munculnya sifat terbuka, merasa terbantu dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya serta kesadaran dalam menaati tata tertib. Sehingga tindakan ini cukup menekan atau mengurangi berbagai bentuk pelanggaran siswa terhadap tata tertib yang berlaku di SMA Negeri 9 Makassar.Kata Kunci : Tindakan guru, bimbingan konseling, siswa bermasalah
POLA ASUH ORANGTUA ANAK JALANAN DI KOTA MAKASSAR
Noprianto Noprianto
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 3 edisi 3 November 2016
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.3132
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) alasan orangtua mendidik atau menyuruh anaknya menjadi anak jalanan di Kota Makassar; (2) gambaran pola asuh orangtua pada anak jalanan di Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Jumlah informan sebanyak 10 orang yakni 5 orangtua anak jalanan dan 5 anak jalanan. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria: (1) Orangtua anak jalanan yang bertempat tinggal di Kota Makassar; (2) Anak jalanan yang tinggal bersama dengan orangtua di Kota Makassar. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis kualitatif dengan melalui tahap reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan member check yang bertujuan untuk memastikan bahwa data yang diberikan informan sudah valid atau dapat dipercaya kebenarannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Alasan orangtua menyuruh anaknya menjadi anak jalanan di Kota Makassar adalah (a) agar anak dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga, (b) menginginkan anak belajar untuk mandiri sejak dari kecil, (c) anak lebih mudah mendapatkan uang di jalanan dibandingkan orangtuanya, (d) pengaruh lingkungan tempat tinggal atau ikut-ikutan sama tetangga. (2) Gambaran pola asuh orangtua anak jalanan di Kota Makassar yaitu cenderung otoriter karena orangtua lebih mengutamakan kemauannya dari pada kemauan anaknya. Orangtua cenderung memaksakan kehendak kepada anak dan memarahinya saat membantah serta tidak memberikan kesempatan kepada anak untuk mengemukakan pendapat atau kemauannya. Kata Kunci: Pola Asuh Orangtua, Anak Jalanan