cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23560576     EISSN : 25798006     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bahtera merupakan jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya. Jurnal ini sebagai media publikasi karya tulis ilmiah yang dihimpun oleh Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Purworejo
Arjuna Subject : -
Articles 915 Documents
ANALISIS MAKNA KIAS DALAM LIRIK LAGU-LAGU LETTO DAN PENERAPANNYA PADA PEMBELAJARAN MENGIDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR PUISIDI SMA KELAS X Robbah Alhabibi Ade Pamungkas; Khabib Sholeh; Suci Rizkiana
SURYA BAHTERA Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.798 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) tema dan amanat lirik lagu Letto yang berjudul Bunga di Malam Itu, Ruang Rindu, dan Ku Tak Percaya;(2) jenis-jenis makna kias pada lirik lagu Letto yang berjudul Bunga di Malam Itu, Ruang Rindu, dan Ku Tak Percaya; (3) penerapan pembelajaran mengidentifikasi unsur-unsur puisi menggunakan lirik lagu-lagu Letto di SMA kelas X. pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan metode observasi. Analisis data penelitian ini adalah analisis isi. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Berdasarkan data dan pembahasanya, disimpulkan bahwa (1) Tema dan amanat pada lirik lagu-lagu Letto meliputi (a) Bunga di Malam itutema: kebahagiaan anak bertemu orang tua, amanat: jangan pernah melupakan orang tua, karena orang tua adalah orang yang selalu ada dan berkorban untuk anaknya; (b) Ruang Rindutema: seseorang yang sedang berdoa dengan khusyuk, amanat: dalam keadaan apapun dan dimanapun selalu ingat dan berserah diri kepada Allah Swt.; (c) Ku Tak Percayatema: pemimpin yang ingkar janji, amanat: jangan menjanjikan sesuatu jika tidak bisa menepatinya (2) Jenis-jenis makna kias pada lirik lagu-lagu Letto terdiri dari (a) Bunga di Malam itu yaitu hiperbola, metafora, personifikasi, dan alegori; (b) Ruang Rindu yaitu hiperbola, metafora, personifikasi, metonimia, dan alegori; (c) Ku Tak Percaya yaitu jenis hiperbola, personifikasi, metafora, dan alegori (3) Penerapan pembelajaran menggunakan lirik lagu-lagu Letto sesuai dengan kompetensi dasar 5.1 Mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu puisi yang disampaikan secara langsung atau tidak langsung, Metode yang digunakan adalah metode inkuiri, Langkah-langkah pembelajarannya diantaranya yaitu memberikan salam dan motivasi, menjelaskan tentang puisi dan unsur-unsur puisi, mendengarkan lagu-lagu Letto, menganalisis makna kias pada lirik lagu-lagu Letto menggunakan diskusi kelompok, menyimpulkan dan penutup.   Kata kunci: makna kias, lirik lagu Letto, dan Penerapan pembelajaran di SMA.
NILAI RELIGIUS DALAM NOVEL JANGAN BUANG IBU NAK KARYA WAHYU DERAPRIYANGGA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Suherni Suherni; Khabib Sholeh; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.741 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi: (1) unsur intrinsik novel Jangan Buang Ibu Nak karya Wahyu Derapriyangga, (2) nilai religius novel Jangan Buang Ibu Nak karya Wahyu Derapriyangga, dan (3) skenario pembelajaran novel Jangan Buang Ibu Nak karya Wahyu Derapriyangga di kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah unsur intrinsik dan nilai religius novel Jangan Buang Ibu Nak karya Wahyu Derapriyangga. Fokus penelitian ini berupa hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan diri sendiri, dan hubungan manusia dengan alam sekitar, serta skenario pembelajarannya di kelas XI SMA. Sumber data berupa novel Jangan Buang Ibu Nak. Instrumen penelitian ini adalah dengan kartu pencatat data untuk mencatat data berupa kutipan-kutipan yang berhubungan dengan nilai religius. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan metode observasi. Teknik analisis data penelitian ini adalah dengan analisis isi (content analysis). Teknik yang digunakan adalah teknik penyajian informal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa unsur intrinsik novel Jangan Buang Ibu Nak terdiri atas tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, dan sudut pandang. Nilai religius novel Jangan Buang Ibu Nak karya Wahyu Derapriyangga meliputi: hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan diri sendiri, dan hubungan manusia dengan alam sekitar. Skenario pembelajaran novel Jangan Buang Ibu Nak karya Wahyu Derapriyangga menggunakan model pembelajaran kooperatif Group Investigation. Langkah-langkah pembelajaran: siswa dibagi ke dalam kelompok kecil yang terdiri dari 5 siswa, membaca novel untuk mencari unsur intrinsik dan nilai religiusnya, setiap kelompok saling bekerja sama untuk mencari unsur intrinsik dan nilai religius, anggota kelompok menulis laporan untuk mempresentasikan hasil diskusi, dan masing-masing siswa dalam kelompok melakukan koreksi hasil laporan dan guru mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan. Kata Kunci: novel, nilai religius dan skenario pembelajaran.
PENGARUH METODE COPY THE MASTER TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERITA LEGENDA PADA SISWA KELAS VII SMP N 1 KUWARASAN Tri Utari; Khabib Sholeh; Joko Purwanto
SURYA BAHTERA Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.006 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh metode copy the master terhadap motivasi belajar peserta didik dalam menulis cerita legenda, 2) pengaruh metode copy the master terhadap kemampuan peserta didik dalam menulis cerita legenda, 3) perbandingan kemampuan peserta didik dalam menulis cerita legenda yang diajar dengan metode copy the master dengan peserta didik yang tidak diajar dengan metode copy the master. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian ini adalah Kelas VII A dengan jumlah 32 peserta didik yang dipilih sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII B dengan jumlah 31 peserta didik yang dipilih sebagai kelompok kontrol. Data penelitian ini diperoleh melalui angket dan tes. Product Moment digunakan untuk menguji validitas instrumen penelitian, Alpha Cronbach untuk menguji reliabilitas intrumen, Kolmogrov-Smirnov Test atau nilai Asymp. Sig. (2 tailed) > digunakan untuk uji normalitas, dan uji homogenitas menggunakan uji Bartlett. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) presentase motivasi peserta didik meningkat setelah mendapat metode copy the master pada aspek orientasi sebesar 10,52% (63,83%-76,35%), aspek antisipasi kegagalan sebesar 15,49% (62,38%-77,87%), aspek inovasi sebesar 9,62% (66,75%-76,37%), aspek tanggung jawab sebesar 10,62% (63,59%-74,21%) ;(2) metode copy the master berpengaruh terhadap kemampuan menulis cerita legenda pada peserta didik kelas VII SMP N 1 Kuwarasan, Kebumen. Hal tersebut terbukti dari hasil uji hipotesis 2 diperoleh data nilai thitung sebesar -8.083. Tabel distribusi t dicari pada α=0,05 (two tail test) diperoleh ttabel sebesar 1,69 dan Sig. (0,000) <  α=0,05. Nilai thitung jauh pada penerimaan ttabel yakni thitung (-8.083) < ttabel (-1,69) sehingga berada pada daerah penolakan Ho; (3) kemampuan peserta didik dalam menulis cerita legenda yang diajar dengan metode copy the master lebih baik dibandingkan dengan kemampuan peserta didik dalam menulis cerita legenda menggunakan metode ceramah. Hal tersebut terbukti dari hasil uji hipotesis 3 diperoleh data nilai thitung adalah 4.612. Tabel distribusi t dicari pada α=0,05 (two tail test) diperoleh ttabel sebesar 1.69 dan Sig. (0,000) < α (0,05). Nilai thitung jauh pada penerimaan ttabel yakni  thitung (4.612) > ttabel (1.69)  atau thitung (-4.612) < ttabel (-1.69) sehingga berada pada daerah penolakan Ho.   Kata kunci: copy the master, motivasi belajar, dan menulis cerita legenda.
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA NOVEL KUBAH DI ATAS PASIR KARYA ZHAENAL FANANI DAN PEMBELAJARANNYA DI SMA Yeni Luki R; Sukirno Sukirno; Joko Purwanto
SURYA BAHTERA Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98 KB)

Abstract

ABSTRAK: penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik novel Kubah di Atas Pasir meliputi; tema, alur, latar, tokoh dan penokohan, sudut pandang, dan amanat, (2) aspek sosiologi sastra novel Kubah di Atas Pasir meliputi; aspek kekerabatan, cinta kasih, pendidikan, keagamaan, kebudayaan, dan perekonomian, dan (3) rencana pelaksanaan pembelakaran novel Kubah di Atas Pasir di kelas XII SMA. Sumber data yang digunakan adalah novel Kubah di Atas Pasir karya Zhaenal Fanani. Fokus penelitian ini adalah unsur intrinsik, aspek sosiologi sastra, dan rencana pelaksanaan pembelajaran di kelas XII SMA. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka dan teknik catat. Instrumen yang digunakan berupa catatan data. Validitas data  digunakan dengan triangulasi teoretis dilakukan dengan teori sosiologi dan triangulasi data dilakukan dengan menggunakan beberapa data untuk mengumpulkan data. Hasil analisis menunjukkan (1) unsur intrinsik novel Kubah di Atas Pasir mencakup enam aspek, yaitu (a) tema meliputi tema minor: masalah pendidikan dan ekonomi, tema mayor: kegigihan, (b) alur campuran, (c) latar tempat: desa Ngurawan, yayasan Ar-Rahmah; latar waktu: pagi, siang, sore, malam hari; latar suasana: kebahagiaan, kecemasaan, (d) tokoh dan penokohan; tokoh utama: Fatikha (suka menolong); tokoh tambahan: Mahali (rendah hati), (e) sudut pandang: orang ketiga serba tahu; dan (f) amanat: jangan menyesal dengan masa lalu; (2) aspek sosiologi satra meliputi (a) kekerabatan meliputi: hubungan orang tua dengan anak, dan sahabat, (b) cinta kasih meliputi: cinta kasih terhadap keluarga, dan lawan jenis, (c) pendidikan meliputi: sekolah dasar sampai kuliah, dan mengajar mengaji di yayasan, (d) keagamaan meliputi: ibadah shalat, berdoa, dan bersyukur, (e) perekonomian: perekonomian sederhana, dan (f) kebudayaan: tradisi “nyekar”; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Kubah di Atas Pasir di kelas XII SMA digunakan metode pembelajaran dengan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan penugasan. Kompetensi dasar: Menganalisis isi dan kebahasaan novel. Langkah pembelajarannya: (1) guru memberikan materi tentang unsur intrinsik novel, dan aspek sosiologi sastra yang terdapat dalam novel, (2) siswa ditugaskan untuk membuat kelompok yang terdiri dari ± 5 peserta didik, (3) peserta didik mempresentasikan di depan kelas secara perwakilan dan kelompok lawan untuk menanggapi. Novel Kubah di Atas Pasir dapat diterapkan dalam pembelajaran di SMA karena dalam novel tersebut banyak mengandung aspek-aspek sosiologi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.Kata kunci: sosiologi sastra, novel, pembelajarannya di SMA.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS POSTER DENGAN MEDIA KOMIK PADA SISWA KELAS VIII SMP N 24 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Yul Fatus Suroya; Khabib Sholeh; Suci Rizkiana
SURYA BAHTERA Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.211 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1)bagaimanakah pembelajaran keterampilan menulis poster dengan media komik pada siswa kelas VIIID SMP N 24 Purworejo tahun pelajaran 2016/2017; (2) bagimanakah pengaruh terhadap sikap dan minat siswa kelas VIIID SMP N 24 Purworejo dalam mengikuti pembelajaran menulis poster dengan media komik tahun pelajaran 2016/2017; (3)bagaimanakah peningkatan keterampilan menulis poster siswa kelas VIIID SMP N 24 Purworejo setelah memperoleh pembelajaran menulis poster dengan media komik tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIID SMP N 24 Purworejo tahun pelajaran 2016/2017 sebanyak 24 siswa, sedangkan objek penelitian ini adalah peningkatan keterampilan menulis poster. Penelitian ini terdiri atas tiga tahap, yaitu pratindakan, siklus I, dan siklus II. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan teknik tes dan nontes. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes dan nontes. Dalam analisis data, digunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Untuk mengecek keabsahan data, digunakan teknik validitas data melalui triagulasi sumber, metode, dan teori. Dalam penyajian analisis data digunakan teknik informal. Hasil penelitian ini : (1) pembelajaran keterampilan menulis poster dengan media komik pada siswa kelas VIIID SMP N 24 Purworejo tahun pelajaran 2016/2017 meliputi: (a) guru menjelaskan pengertian poster, (b) guru menjelaskan tentang langkah-langkah menulis poster  dan bertanya jawab langsung kepada siswa,(c) guru memberikan contoh tentang poster,(d) guru mengarahkan siswa merefleksi kegiatan pembelajaran dan menyimpulkanhasil poster sesuai dengan media yang digunakan,(2) pengaruh terhadap sikap dan minat siswa kelas VIIID SMP N 24 Purworejo dalam pembelajaran menulis poster dengan media komik, hasil  yang diperoleh menunjukkan perubahan sikap dan minat siswa kelas VIIID SMP N 24 Purworejo mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik, yaitu perubahan dari perilaku negatif menjadi positif. Perubahan sikap dan minat siswa ini dapat dibuktikan dari hasil nontes yang berupa observsi, jurnal, wawancara, dan dokumentasi foto. Berdasarkan hasil data nontes pada siklus I masih tampak  negatif yang cenderung pasif, berbicara dengan teman sebangkunya dan kurang bersemangat. Pada siklus II tingkah lagu negatif semakin berkurang merelaka telihat aktif, serius, dan bersemangat selama proses pembelajaran. (3) keterampilan menulis poster siswa kelas VIIID SMP N 24 Purworejo setelah memperoleh pembelajaran menuls poster dengan media komik, Pada hasil tes pratidakan menunjukkan nilai rata-rata 65,67 dan siklus I diperoleh  nilai rata-rata  68,63. Hal ini terjadi peningkatan 2,96%. Pada siklus II diperoleh rata-rata  kelas sebesar 79,00. Hal ini menunjukkan peningkatan dari siklus I dan siklus II sebesar 10,37%. Jadi peningakatan yang terjadi dari pratindakan sampai pada siklus II sebesar 13,33%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, sudah mengalami peningkatan.   Kata kunci : keterampilan menulis, poster, dan media komik.
NILAI MORAL DALAM NOVEL MAHA CINTA KARYA AGUK IRAWAN MIZAN DAN RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN SASTRA DI KELAS XII SMA Abid Mustofa; Mohammad Fakhrudin; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.788 KB)

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik; (2) nilai moral moral dalam novel Maha Cinta Karya Aguk Irawan Mizan; dan (3) relevansi novel Maha Cinta karya Aguk Irawan Mizan sebagai bahan pembelajaran dan pendidikan moral bagi siswa. Objek penelitian ini adalah unsur intrinsik dan nilai moral novel Maha Cinta Karya Aguk Irawan Mizan, dengan fokus penelitian unsur intrinsik dan nilai moral sastra dan relevansinya sebagai bahan pembelajaran sastra di kelas XII SMA. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Hasil analisis data disajikan dengan metode informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Maha Cinta Karya Aguk Irawan meliputi (a) tema: perjuangan cinta tokoh utama; (b) tokoh utama: Imran: baik, cerdas, bijaksana; tokoh tambahan: Marwa, Haji Nurcahya, Bu Nurcahya, Pak Ali, Bu Ali, Dewi, Zaid, Kiai Yazid, Maman; (c) alur: maju; (d) latar terdiri dari latar tempat: latar utama dalam novel Desa Sembungan, Yogayakarta dan Jakarta, latar waktu: kurun waktu antara tahun 1980 sampai tahun 1985 dan latar sosial: kehidupan sosial masyarakat yang tidak mementingkan pendidikan dan masih banyaknya praktik pernikahan dini; (e) sudut pandang: persona ketiga serbatahu; (f) amanat: Hinaan tidak dibalas dengan menghina pula, mintalah petunjuk hanya kepada Allah Swt., taat dalam beribadah; (2) nilai moral dalam meliputi empat jenis (a) hubungan manusia dengan Tuhan; (b) hubungan manusia dengan manusia; (c) hubungan manusia dengan diri sendiri; (d) hubungan manusia dengan alam sekitar; (e) teknik penyampaian nilai moral berupa teknik penyampaian langsung dan tidak langsung; (3) relevan sebagai bahan pembelajaran sastra di kelas XII SMA karena sesuai dengan materi pokok dan kompetensi dasar yang terdapat dalam silabus Bahasa dan Sastra Indonesia kelas XII SMA. Metode yang digunakan dalam pembelajaran menganalisis isi dan kebahasaan novel adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, penugasaan dan dengan menggunakan model pembelajaran Team Game Tournament. Evaluasi diberikan terdiri dari tiga aspek kognitif, afektif, dan aspek psikomotorik.   Kata kunci : nilai moral novel, dan relevansi sebagai bahan ajar
PENGARUH METODE SAVI TERHADAP PEMBELAJARAN MENULIS FABEL PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 1 KUWARASAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Agus Riantika; Khabib Sholeh; Joko Purwanto
SURYA BAHTERA Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.236 KB)

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1)pengaruh metode SAVI terhadap motivasi belajar peserta didik dalam menulis fabel (2) pengaruh metode SAVI terhadap kemampuan peserta didik menulis fabel, dan (3) perbandingan kemampuan peserta didik dalam menulis fabel yang diajar dengan metode SAVI dengan peserta didik yang tidak diajar dengan metode SAVI. Jenis penelitianini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain Nonequivalent Control Group.Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIISMP Negeri 1 Kuwarasan yang terdiri dari 8 kelas VII A sampai VII H yang berjumlah 254 peserta didik, kelas VII C sebagai kelas kontrol dan kelas VII D sebagai kelas. Data diperoleh melalui nontes (angket) dan tes (tes awal dan tes akhir). Nontes (angket) digunakan untuk mengetahui motivasi belajar.Tes berupa soal membuat cerita fabel dengan tema yang ditentukan.Tes ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar menulis fabel. Hasil penelitian dengan taraf signifikan α=0,05 menunjukkan bahwa peserta didik setelah mendapat perlakuan metode SAVI lebih termotivasi dapat dilihat dari nilai thitung adalah -16,650. Diperoleh ttabel sebesar 1,699 dan Sig. (0,000) < α (0,05), maka Ho ditolak dan Ha diterima, maka metode SAVI berpengaruh terhadap kemampuan menulis cerita fabel. Nilai rata-rata setelah perlakuan (tes akhir) adalah 79,84, sedangkan nilai rata-rata sebelum mendapat perlakuan (tes awal) adalah 70,40. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata menulis fabel siswa setelah mendapat perlakuan lebih tinggi daripada nilai sebelum mendapat perlakuan. Pengujian hipotesis thitung = 5,735, table distribusi t dicari pada α=0,05 (two tail test) diperoleh ttabel sebesar 1,697. Karena thitung = 5,735 > ttabel = 1,697 maka Ho ditolak. Hal ini membuktikan bahwa metode SAVI mempengaruhi kemampuan menulis fabel pada siswa kelas X SMP Negeri 1 Kuwarasan Tahun pelajaran 2016/2017.   Kata Kunci: SAVI, motivasi belajar, dan hasil belajar
ANALISIS TINDAK TUTUR EKSPRESIF DAN KOMISIF DALAM FILM CINTA SUCI ZAHRANA SUTRADARA CHAERUL UMAM DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Alfiani Rahmawati; Bagiya Bagiya; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.015 KB)

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) bentuk tindak tutur ekspresif dalam film Cinta Suci Zahrana;  (2) bentuk tindak tutur komisif dalam film Cinta Suci Zahrana; dan (3) skenario pembelajaran tindak tutur ekspresif dan komisif dalam film Cinta Suci Zahrana di Kelas XI SMA. Objek penelitian ini adalah film Cinta Suci Zahrana. Penelitian ini difokuskan pada bentuk tindak tutur ekspresif dan komisif dalam film Cinta Suci Zahrana dan skenario pembelajarannya di kelas XI SMA. Sumber data penelitian ini adalah film Cinta Suci Zahrana Sutradara Chaerul Umam. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri dibantu alat pencatat data. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan catat. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data adalah analisis isi. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa (1) bentuk tindak tutur ekspresif dalam film Cinta Suci Zahrana Umam terdapat enam jenis yang meliputi (a) memuji, (b) mengucapkan terima kasih, (c) mengkritik, (d) mengeluh,                       (e) menyalahkan, dan (f) mengucapkan selamat; (2) bentuk tindak tutur komisif dalam film Cinta Suci Zahrana Sutradara Chaerul Umam terdapat empat jenis yang meliputi  (a) berjanji, (b) mengancam (c) menyatakan kesanggupan, dan (d) menawarkan;            (3) skenario pembelajaran tindak tutur ekspresif dan komisif dalam film Cinta Suci Zahrana dilaksanakan berdasarkan KD. 3.19 menganalisis isi dan kebahasaan  drama yang dibaca atau ditonton dengan model Group Investigation. Langkah-langkah pembelajarannya: (a) guru menyampaikan materi tindak tutur, (b) peserta didik menyimak dan mengamati tuturan ekspresif dan komisif dalam film, (c) peserta didik berdiskusi dengan kelompok dan membuat laporan hasil diskusi, (d) guru meminta peserta didik untuk mempresentasikan hasil diskusi dan kelompok lain diminta untuk menanggapi, dan (e) guru memberikan kesimpulan dan evaluasi.   Kata Kunci: Tindak tutur ekspresif dan komisif, film, skenario pembelajaran.
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF DAN KOMISIF PADA FILM NEGERI LIMA MENARA KARYA AHMAD FUADI DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Aminataz Zuhriyah; Bagiya Bagiya; Kadaryati Kadaryati
SURYA BAHTERA Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.893 KB)

Abstract

Abstrak: tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) tindak tutur direktif pada film Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi, (2) tindak tutur komisif pada film Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi, dan (3) skenario pembelajaran tindak tutur direktif dan komisif di kelas XI SMA. Sumber data penelitian ini percakapan film Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi, objek penelitian berupa tindak tutur direktif dan komisif, teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan teknik catat, instrumen penelitian menggunakan bantuan kartu pencatat data, teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi, dan teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik penyajian informal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) tindak tutur direktiif pada film Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi meliputi: (a) fungsi mengajak, (b) fungsi meminta, (c) fungsi memerintah, (d) fungsi menyuruh, (e) fungsi memohon, (f) fungsi menantang, (g) fungsi menagih, (h) fungsi menyarankan, (i) fungsi memberikan aba-aba, (2) tindak tutur komisif pada film Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi meliputi: (a) fungsi berjanji, (b) fungsi berkaul, (c) fungsi menawarkan, (d) fungsi menyatakan kesanggupan, dan (3) skenario pembelajaran tindak tutur direktif dan komisif pada film Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi menggunakan metode pembelajaran kuantum. Langkah-langkah pembelajaran ini meliputi: (a) guru menumbuhkan pemahaman, minat siswa terhadap aspek kebahasaan dan tindak tutur direktif serta komisif, (b) guru mengajak siswa untuk mengalami pembelajaran dengan menyaksikan film Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi, (c) guru dan siswa menamai dengan mengidentifikasi kebahasaan, tindak tutur direktif, dan komisif, (d) siswa mendemonstrasikan pelajaran dengan melakukan identifikasi mendiri dan membuat percakapan yang mengandung tuturan direktif dan komisif sesuai dengan kaidah kebahasaan, (e) guru dan siswa mengulangi pelajaran dengan mengoreksi dan memperbaiki hasil pengalaman siswa, (f) guru dan siswa merayakan hasil pengalaman belajar dengan memberikan reward kepada siswa yang memperoleh hasil terbaik.   Kata kunci: Tindak tutur direktif, komisif, skenario pembelajaran
ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA FILM AIR MATA SURGA SUTRADARA HESTU SAPUTRA DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENYIMAK DAN BERBICARA DI KELAS XI SMA Anik Ayuni Putri; Muhammad Fakhrudin; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.3 KB)

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) macam-macam kategori tindak tutur ilokusi yang digunakan tokoh pada film Air Mata Surga; (2) wujud tindak tutur ilokusi yang digunakan tokoh pada film Air Mata Surga; (3) relevansi kategori tindak tutur ilokusi tokoh dengan pembelajaran keterampilan menyimak dan berbicara di Kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah film Air Mata Surga. Objek penelitian ini berupa tindak tutur ilokusi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak bebas lipat cakap dan teknik catat. Instrumen yang digunakan adalah penulis sendiri selaku peneliti dibantu dengan alat pencatat data. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode padan. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa dalam  film Air Mata Surga terdapat (1)  macam-macam tindak tuturi lokusi yang meliputi: a) kategori asertif sebanyak 10 tuturan, yang terbagi menjadi menyatakan 1 tuturan, mengemukakan pendapat 1 tuturan, memberi tahu 4 tuturan, dan mengeluh 3 tuturan, b) Kategori direktif sebanyak  21 tuturan, yang terbagi menjadi mengajak 2 tuturan, meminta 6 tuturan, menyuruh 8 tuturan, menyarankan 2 tuturan, memohon 1 tuturan, menuntut 1 tuturan, dan menentang 1 tuturan, c) Kategori komisif sebanyak 3 tuturan, meliputi menjanjikan 2 tuturan dan menawarkan 1 tuturan, d) Kategori ekspresif ditemukan 4 tuturan. Tuturan tersebut adalah memuji 3 tuturan, dan menyalahkan 1 tuturan, e) kategori deklaratif ditemukan 3 tuturan. Tuturan tersebut adalah mengizinkan 1 tuturan dan melarang 1 tuturan; (2) wujud tuturan yang digunakan tokoh adalah tuturan langsung dan tidak langsung; (3) relevansi antara tindak tutur ilokusi pada film Air Mata Surga dengan pembelajaran keterampilan menyimak dan berbicara di SMA meliputi: (a) keterampilan menyimak: peserta didik mampu memahami tuturan secara langsung dan tidak langsung melalui tuturan ilokusi yang terdapat dalam film, (b) keterampilan berbicara: peserta didik mampu berbicara dengan tepat dan santun sesuai dengan konteks.   Kata Kunci : tindak tutur ilokusi, film, pembelajaran menyimak, berbicara

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Surya Bahtera Vol 12, No 1 (2024): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 2 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 1 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 2 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 1 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 1 (2020): Jurrnal Surya Bahtera Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 56 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 55 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 47 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 46 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 45 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 43 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 42 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 41 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 40 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 39 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 38 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 37 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 36 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 35 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 34 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 33 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 32 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 31 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 30 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 29 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 28 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 27 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 26 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 25 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 24 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 23 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 20 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 19 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 18 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 17 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 16 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 14 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 13 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 12 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 11 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 10 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 09 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 08 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 07 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 06 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 05 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 04 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 03 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 02 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 01 (2013): Jurnal Surya Bahtera No 01 (2012): Jurnal Surya Bahtera More Issue