cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23560576     EISSN : 25798006     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bahtera merupakan jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya. Jurnal ini sebagai media publikasi karya tulis ilmiah yang dihimpun oleh Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Purworejo
Arjuna Subject : -
Articles 915 Documents
ANALISIS GAYA BAHASA NOVEL HUJAN KARYA TERE LIYE DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA PADA SISWA KELAS XII SMA Ririn Nurul Azizah; Bagiya Bagiya; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.041 KB)

Abstract

ABSTRAK:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) gaya bahasa dalam novel Hujan Karya Tere Liye; (2) rencana pelaksanaan pembelajaran gaya bahasa novel Hujan karya Tere Liye pada siswa kelas XII SMA. Objek penelitian ini adalah novel Hujan karya Tere Liyedengan fokus penelitian gaya bahasa dalam novel Hujan karya Tere Liye. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Penyajian data disajikan dengan metode penyajian informal. Dari hasil penelitian terbukti bahwa (1) gaya bahasa dalam  novel Hujan karya Tere Liye meliputi (a) gaya bahasa perbandingan meliputi: depersonifikasi 4 data, metafora 1 data, personifikasi 10 data, simile 2 data; (b) gaya bahasa pertentangan meliputi: antitesis 15 data, hiperbola 4 data, kontradiksi interminus 1 data, paradoks 1 data; (c) gaya bahasa penegasan meliputi: antiklimaks 2 data, asindeton 2 data, klimaks 1 data, koreksio 1 data, pleonasme 10 data, polisindeton 1 data, repetisi 9 data, retorik 4 data; (2) rencana pelaksanaan pembelajaran gaya bahasa dalam novel Hujan karya Tere Liye dapat dilaksanakan pada siswa kelas XII SMA sesuai dengan KD 3.9 yaitu menganalisis isi dan kebahasaan novel dengan model pembelajaran Quantum yang terdiri atas penyampaian materi tentang jenis-jenis gaya bahasa,menganalisis unsur instrinsik dan gaya bahasa dalam novel Hujan Tere Liye; menyusun novel atau bagian cerita dalam novel dengan memperhatikan gaya bahasa; memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menukarkan hasil karyanya kepada teman sebangku; memberikan kesempatan peserta didik untuk melaporkan hasil pekerjaan, dan melakukan evaluasi pembelajaran. Katakunci: gaya bahasa, novel, rencana pelaksanaan pembelajaran  
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF DAN EKSPRESIF PADA DIALOG FILM SURGA YANG TAK DIRINDUKAN SUTRADARA KUNTZ AGUS DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Vivi Kurniati; Mohammad Fakhrudin; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.29 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk tindak tutur direktif pada dialog film STD Sutradara Kuntz Agus, (2) bentuk tindak tutur ekspresif pada dialog film STD Sutradara Kuntz Agus, (3) Relevansi analisis tindak tutur dengan pembelajaran mendengarkan di kelas XI SMA, dan (4) skenario pembelajaran mendengarkan tindak tutur direktif dan ekspresif pada dialog film STD Sutradara Kuntz Agus di kelas XI SMA. Penelitian ini berupa deskriptif kualitatif. Film STD Sutra­dara Kuntz Agus digunakan sebagai sumber data. Data penelitian berupa tuturan para tokoh dalam film STD. Objek penelitian ini berupa TTD dan TTE. Teknik SBLC dan teknik catat digunakan dalam teknik pengumpulan data. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri dibantu dengan alat pencatat data. Metode analisis menggu­nakan meto­de padan. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Dari hasil peneli­tian disimpulkan bahwa bentuk TTD dalam film STD terdiri dari: (1) permintaan meliputi fungsi meminta, memo­­­­hon, berdoa, dan mengajak, (2) pertanyaan meli­puti fungsi bertanya dan meng­inte­ro­gasi, (3) perin­tah meliputi fungsi menuntut, meng­­instruksi­kan, mensyarat­kan, menyuruh, dan meme­rintah, (4) larang­­an dengan fungsi mela­rang (5) pemberian izin meliputi fungsi menye­tujui, membo­leh­kan, memaafkan, memberi wewenang, dan mengabul­kan, serta (6) nasihat me­liputi fungsi mena­sihati, menya­ran­­­kan, memperingat­kan/mengi­ngatkan, mengu­sulkan, dan mendo­rong. Kemudian, bentuk TTE dalam film STD Sutra­dara Kuntz Agus yang terdiri dari: (1) mengucap­kan terima kasih, (2) mengucap­kan selamat, (3) meminta maaf, (4) memaafkan, (5) memuji dan menyan­jung, (6) menuduh dan menyalahkan, (7) salam, (8) berbelasungka­wa, (9) mengkritik, dan (10) mengeluh. Selanjutnya, relevansi TTD dan TTE dalam dialog film STD Sutra­dara Kuntz Agus dengan pembelajaran keterampilan mende­ngar­kan di kelas XI semes­ter 2 SMA dikaitkan dengan pembe­­lajaran men­dengar­kan yang merujuk pada Kurikulum 2013. Ske­nario pembelajaran film/drama dengan materi TTD dan TTE dalam dialog film STD Sutradara Kuntz Agus di kelas XI SMA dengan model pembelajaran Konteks­tual, meliputi: (a) me­nga­­mati dan mencatat percakapan yang berisi tuturan perintah dan ekspresi (b) menyaksiksan film STD; (c) mengi­dentifikasi dan mengana­lisis tuturan perintah dan ekspresi pada dialog film STD; (d) presentasi, (e) memberikan penguatan, simpulan, dan evaluasi. Kata kunci : tindak tutur, direktif dan ekspresif, film, skenario pembelajaran.
ANALISIS KEARIFAN LOKAL PADA NOVEL KENANGA KARYA OKA RUSMINI DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Widya Setyaningsih; Kadaryati Kadaryati; Joko Purwanto
SURYA BAHTERA Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.211 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) struktur novel Kenanga karya Oka Rusmini, (2) kearifan lokal novel Kenanga karya Oka Rusmini dan, (3) skenario pembelajaran novel Kenanga karya Oka Rusmini di kelas XII SMA. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Objek kajian penelitian ini ada dua, yaitu formal dan material, sumber data penelitian ini ada dua, yaitu sumber data utama dan sumber data tambahan. Subjek penelitian ini adalah kearifan lokal. Selanjutnya, teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik catat dan teknik pustaka, instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti dan kertas pencatat data. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik model interaktif, sedangkan teknik penyajian hasil analisis menggunakan teknik informal. Hasil penelitian ini adalah (1) struktur novel Kenanga meliputi tema: pengorbanan sang kakak kepada adik; tokoh dan penokohan: Kenanga (penyayang, rela berkorban, tegar), Bhuana (peduli, setia, sabar, cemburu), Kencana (penyayang), Luh Intan (sopan santun, tidak suka merepotkan orang lain, ceria), Ibu (gengsi), Ayah (berwibawa), Mahendra (humoris, pemalu), Galuh (jahat, pemarah); alur (campuran); latar. latar tempat (Rumah, Kamar, Sanur, Pura), Latar Waktu (Pagi hari, malam hari), latar sosial (keluarga Brahmana, dosen muda); amanat: dalam hidup manusia pasti merencanakan hal-hal yang akan dilakukan di kehidupanya masing-masing, tetapi tetap Tuhan yang menentukan langkah kita; sudut pandang: orang ketiga serba tahu; Bahasa dan gaya Bahasa: bahasa Bali, gaya bahasa (personifikasi, alegori dan hiperbola), (2) lima wujud kearifan lokal yang terdapat pada novel Kenanga karya Oka Rusmini yakni bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, dan sistem religi, (3) skenario pembelajaran struktur novel Kenanga karya Oka Rusmini dilaksanakan dengan menggunakan model discovery learning. Langkah-langkah pembelajarannya meliputi kegiatan pendahuluan, inti (stimulation, problem statement, data processing, verification, generaliezed) dan penutup. Penilaian hasil belajar melalui penilaian sikap, dan penilaian pengetahuan.   Kata Kunci: struktur novel Kenanga karya Oka Rusmini, kearifan lokal, skenario pembelajaran.
PENDIDIKAN KARAKTER FILM RUDY HABIBIE SUTRADARA HANUNG BRAMANTYO DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI SMA Sukirno Sukirno; Ervi Nurhidayah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.783 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) struktur teks film Rudy Habibie; (2) nilai pendidikan karakter film Rudy Habibie; dan (3) Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya di kelas XI SMA. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa abstrak: perjuangan Rudy Habibie saat di Jerman untuk mengharumkan bangsa Indonesia; orientasi: tempat di Parepare, Gorontalo, Makassar, Bandung, dan Jerman, waktu saat pagi, siang, sore, dan malam, suasananya menyenangkan, menegangkan, dan mengharukan; komplikasi: cerita dimulai dari Rudy kecil hingga Rudy bersekolah di Jerman; evaluasi: Rudy mendapat ancaman dari Panca; resolusi: masalah mulai reda ketika Rudy menelepon ibunya yang ada di Indonesia; koda: jadilah seperti mata air; (2) nilai pendidikan karakter dalam film Rudy Habibie terdiri dari (a) religius: taat beribadah; (b) jujur: mengatakan berdasarkan kenyataan; (c) toleransi: menghargai berbedaan agama, negara, pendapat; (d) disiplin: disiplin beribadah dan mengerjakan tugas; (e) kerja keras: kerja keras dalam belajar dan memajukan negara; (f) kreatif: berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan hal baru; (g) mandiri: menyelesaikan tugas secara mandiri dan tidak bergantung pada orang lain; (h) demokratis: bersikap dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain; (i) rasa ingin tahu: keingintahuan yang besar mengenai suatu hal yang belum dapat terpecahkan; (j) semangat kebangsaan: semangat untuk mengharumkan bangsanya; (k) cinta tanah air: rela meninggalkan kepentingan pribadi untuk negaranya; (l) menghargai prestasi: mengakui prestasi orang lain; (m) bersahabat/ komunikatif, meliputi: mudah bergaul; (n) cinta damai: tindakan yang menyebab­kan orang lain senang  dan aman atas kehadiran dirinya; (o) gemar membaca: kebiasaan membaca buku; (p) peduli lingkungan: tindakan yang menunjukkan peduli terhadap bangsa dan masyarakat; (q) peduli sosial: sikap peduli terhadap kondisi sekitar; (r) tanggung jawab: beribadah dengan tekun dan menyelesaikan tugas; (3) rencana pelaksanaan pembelajarannya dilaksanakan di kelas XI SMA dengan materi nilai pendidikan film Rudy Habibie pada pembelajaran drama berdasarkan kurikulum 2013 dengan KD menganalisis isi dan kebahasaan drama yang dibaca adalah sebagai berikut: (a) kegiatan awal: guru mengucapkan salam, berdoa, memberi motivasi, dan menyampaikan kompetensi dasar dan indikator; (b) kegiatan inti meliputi peserta didik menonton dan memahami film Rudy Habibie sutradara Hanung Bramantyo, menganalisis unsur intrinsik dan nilai pendidikan yang terkandung dalam film Rudy Habibie sutradara Hanung Bramantyo, kemudian mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Metode yang digunakan adalah diskusi, pemberian tugas, presentasi; (c) kegiatan akhir/penutup meliputi kegiatan refleksi dan pemberian tugas. Kata kunci :   nilai pendidikan, film, dan rencana pelaksanaan pembelajaran.
IMPLEMENTASI KONSEPKECERDASAN MAJEMUK DALAM PEMBELAJARAN MENYUSUN TEKS ANEKDOT PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 6 PURWOREJO TAHUN AJARAN 2017/2018 Anindya Yolan Priyanto; Khabib Sholeh; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.487 KB)

Abstract

ABSTRAK: penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi: (1) implementasi konsep kecerdasan majemuk dalam pembelajaran menyusun teks anekdot, (2) pengaruh penerapan konsep kecerdasan majemuk terhadap motivasi belajar siswa kelas X SMK Negeri 6 Purworejo, (3) pengaruh penerapan konsep kecerdasan majemuk dalam keterampilan menyusun teks anekdot pada siswa kelas X SMK Negeri 6 Purworejo, (4) perbandingan hasil belajar siswa dalam menyusun teks anekdot yang diajar dengan menerapkan konsep kecerdasan majemuk dan yang diajar dengan metode konvensional. Penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas X TKRO 3 sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 32 dan siswa kelas X TKRO 2 sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 32. Teknik analisis data menggunakan program SPSS versi 22.0. Data penelitian diperoleh melalui tes dan nontes. Hasil penelitian disimpulkan : (1) konsep kecerdasan majemuk diterapkan dengan model pembelajaran problem based learning, STAD, dan diskusi kelas; (2) penerapan konsep kecerdasan majemuk berdampak positif terhadap motivasi belajar siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan kenaikan persentase tiap aspek motivasi belajar siswa berturut-turut 8%, 7%, 7%, dan 6%; (3) penerapan konsep kecerdasan majemuk memiliki perngaruh yang positif dalam keterampilan menyusun teks anekdot. Hal tersebut dilihat dari peningkatan nilai rerata awal 67, 19 meningkat menjadi 72,97. Peningkatan tersebut sebesar 5,78 dengan nilai thitung jauh pada penerimaan ttabel, yakni thitung (1,913) > ttabel (1,695) atau -thitung (-1,913) < -ttabel (-1,695); (4) siswa yang diajar dengan penerapan konsep kecerdasan majemuk mendapatkan hasil yang lebih baik daripada siswa yang diajar dengan metode konvensional. Kelas eksperimen memiliki nilai rerata yang lebih baik daripada kelas kontrol. Nilai rerata kelas eksperimen adalah 72,97 sedangkan kelas kontrol 69,84 dengan nilai thitung jauh pada penerimaan ttabel yakni thitung (2,236) > ttabel (1,695) atau -thitung (-2,236) < -ttabel (-1,695).   Kata kunci : konsep kecerdasan majemuk, motivasi belajar, hasil belajar  
KAJIAN FONOLOGI KEMASAN MAKANAN DAN MINUMAN PADA PRODUK INDOFOOD DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MENULIS DI KELAS VIIISMP Angga Prianto; Bagiya Bagiya; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.596 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penggunaan tataran fonologi dalam kemasan makanan dan minuman produk Indofood, dan(2) rencana pelaksanaan pembelajaran menulis teks iklan di SMP.Sumber data dalam penelitian ini berupa kata-kata, frasa, maupun kalimat dalam kemasan makanan dan minuman yang tersebar pada produk Indofood. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik rekam.Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan metode agih, dan teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik informal.Dari hasil penelitian dan pembahasan pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) tataran fonologi kemasan makanan dan minuman pada produk Indofood masih terdapat penyimpangan, yakni a) penghilangan fonem pada kata tekita b) perubahan fonem pada kata kare, c) penambahan fonem terdapat pada kata saluut, dan mancaap. Pemberian nama produk yang menyimpang dalam tataran fonologi pada kemasan makanan dan minuman produk Indofood bertujuan untuk menambah kesan unik dan menarik bagi konsumen. Penyimpangan tataran fonologi pada kemasan makanan dan minuman produk Indofood merupakan penyimpangan bahasa yang ditemukan pada penelitian ini. Hal tersebut ka­rena bahwa penulis produk ingin menonjolkan keistimewaan pada produk makanan dan minuman yang ditawarkan dengan menggunakan unsur-unsur berlebihan pada tataran fonologi tersebut dan ingin mendefinisikan suatu produk tersebut ke dalam suatu kalimat yang menarik melalui perbandingan langsung yang singkat. Penelitian mengenai penyimpangan bahasa pada kemasan makanan dan minuman produk Indofood perlu dilakukan untuk mengetahui fakta-fakta kebahasaan yang beredar pada produk-produk komersial. (2) rencana pelaksanaan pembelajaran KD 3.3 maka kemasan makanan dan minuman produkIndofood dapat dijadikan media pembelajaran dalam rangka mengidentifikasi informasi teks iklan, slogan, dan poster (yang membuat bangga dan memotivasi) dari berbagai sumber yang dibaca dan didengar. kata kunci: kajian fonologi, produk Indofood, dan rpp menulis SMP  
NILAI MORAL DALAM NOVEL CINTA 2 KODI KARYA ASMA NADIA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Ayuk Dian Purwanti; Bagiya Bagiya; Suryo Daru Santoso
SURYA BAHTERA Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.809 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik, (2) nilai moral novel Cinta 2 Kodi (C2K) Karya Asma Nadia, dan (3) skenario pembelajaran sastra dalam novel C2K di kelas XII SMA. Sumber data diperoleh dari novel C2K. Fokus penelitian ini berupa nilai moral yang terdapat pada novel C2K. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi. Teknik analisis data dilakukan dengan metode analisis isi. Dalam penyajian hasil analisis digunakan teknik penyajian informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik yang terdapat dalam novel C2K terdiri atas (a) tema: kesabaran dalam menerima segala macam cobaan hidup; (b) tokoh dibagi menjadi dua, yaitu tokoh utama: Kartika berwatak tidak mudah menyerah dan sabar, tokoh tambahan: Aryani, Bagja, Farid, Anton, Deni, Mak Ijah, dan Ibu Farid; (c) alur maju; (d) latar terdiri atas latar tempat: sekolah, rumah kos Kartika, kantin kamus, bioskop, toko buku, rumah Aryani, rumah sakit, kantor, klinik aborsi, pasar tanah abang, toko emas, warung makan, rumah ipar Aryani, masjid, latar waktu: pagi hari, pukul empat dini hari, siang hari, pukul dua, sore hari, pukul tiga sore, dan malam hari, sedangkan latar sosial: seorang guru, seorang dokter, dan seorang paraji; (e) sudut pandang persona ketiga “Dia” serbatahu; (2) nilai moral meliputi: (a) hubungan manusia dengan dirinya sendiri meliputi: mandiri, hemat, sabar, kasih sayang, jujur, dan pantang menyerah (b) hubungan manusia dengan manusia lain, meliputi: berbakti kepada orang tua, keakraban, sikap tolong-menolong, memuji, memberi semangat, dan menasihati; (c) hubungan manusia dengan Tuhan meliputi: beribadah, berdoa, bersyukur, dan memohon ampun; dan (3) Skenario pembelajaran novel dengan materi nilai moral pada novel C2K berfokus pada aspek membaca. Skenario pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dibuat berdasarkan silabus kompetensi dasar 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel. Pembelajaran sastra novel C2K dilaksanakan satu minggu ada dua kali pertemuan dengan sekali pertemuan waktunya dua jam (2 x 45 menit) sesuai dengan silabus. Model  pembelajaran yang digunakan adalah kooperatif tipe group investigation berbasis saintifik. Aktivitas pada pertemuan pertama meliputi kegiatan mengamati, menanya, dan mengumpulkan informasi. Adapun aktivitas pada pertemuan kedua meliputi kegiatan mengasosiasikan dan mengomunikasikan.   Kata kunci: nilai moral, novel, skenario pembelajaran
NILAI MORAL NOVEL SANG PENAKLUK KUTUKAN KARYA ARUL CHANDRANA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMK Desi Damayanti; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.247 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik, (2) nilai moral novel Sang Penakluk Kutukan karya Arul Chandrana, dan (3) skenario pembelajaran sastra dalam novel Sang Penakluk Kutukan karya Arul Chandrana di kelas XII SMK. Sumber data diperoleh dari novel Sang Penakluk Kutukan karya Arul Chandrana. Fokus penelitian ini berupa nilai moral yang terdapat pada novel Sang Penakluk Kutukan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak catat. Teknik analisis data dilakukan dengan metode analisis isi. Dalam penyajian hasil analisis digunakan teknik penyajian informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik yang terdapat dalam novel Sang Penakluk Kutukan karya Arul Chandrana terdiri atas (a) tema: kepercayaan di masyarakat; (b) tokoh dan penokohan, tokoh utama: Ranti berwatak berbakti pada orang tua, dan baik hati, tokoh tambahan: Hekma: peduli, Rama Laklang: sabar, Bu Leli: lembut; (c) alur campuran; (d) latar tempat: Desa Kumalasa, Pantai Labbhuan, dan Pulau Karabillo, latar waktu: pagi, siang, dan malam, latar sosial: kepercayaan masyarakat terhadap keyakinan yang diwariskan leluhur mereka; (e) sudut pandang persona ketiga; (2) nilai moral meliputi: (a) hubungan manusia dengan dirinya sendiri meliputi: pemberani, jujur, pemaaf, dan sabar (b) hubungan manusia dengan manusia lain, meliputi: memberi nasihat, kasih sayang dalam keluarga, tolong menolong, dan persahabatan (c) hubungan manusia dengan Tuhan, meliputi: mengucapkan salam, istighfar, tawakal, menjauhi larangan Allah, berdoa, bersyukur, dan menjenguk orang sakit, dan (d) hubungan manusia dengan alam sekitar meliputi: memuji keindahan alam dan memanfaatkan alam; dan (3) skenario pembelajaran pada novel diterapkan dalam pembelajaran di kelas XII SMK yang terdapat Kompetensi Dasar: (3.1) memahami struktur dan kaidah dan teks cerita fiksi dalam novel (3.3) menganalisis teks cerita fiksi dalam novel. Pembelajaran ini menggunakan model jigsaw. Langkah-langkah pembelajaran meliputi: pendidik membuka pembelajaran dan berdoa, pendidik menyampaikan materi pembelajaran tentang struktur intrinsik novel dan nilai moral yang terdapat dalam novel, peserta didik mengidentifikasi dan menganalisis struktur intrinsik dan nilai moral novel Sang Penakluk Kutukan Karya Arul Chandrana, peserta didik mendiskusikan dan melaporkan hasil diskusi, pendidik mengevaluasi hasil kelompok peserta didik.   Kata kunci: nilai moral, novel, skenario pembelajaran SMK
ANALISIS PSIKOLOGI SASTRA TOKOH UTAMA NOVEL SIRKUS POHON KARYA ANDREA HIRATA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI SMA Eka Wakhyuningsih; Sukirno Sukirno; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.03 KB)

Abstract

ABSTAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata, (2) psikologi sastra tokoh utama novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata, dan (3) rencana pelaksanaan pembelajarannya di SMA. Sumber data primer penelitian ini adalah novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata, dan sumber data sekunder penelitian ini adalah buku-buku sebagai acuan penelitian dan internet. Objek penelitian ini adalah psikologi sastra tokoh utama pada novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata. Fokus penelitian ini adalah unsur intrinsik novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata, psikologi sastra tokoh utama pada novel dan rencana pelaksanaan pembelajarannya di SMA. Dalam pengumpulan data digunakan teknik pustaka. Teknik analisis data yang digunakan teknik analisis isi. Penyajian hasil analisis data digunakan teknik penyajian informal. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan: (1) unsur intrinsik dalam novel Sirkus Pohon Karya Andrea Hirata meliputi: (a) tema: perekonomian; (b) tokoh utama: Hobri berwatak tidak mudah putus asa, optimistis, dan baik hati, sedangkan tokoh tambahan: Suruhudin pemalas, baik hati, Azizah keras, Taripol acuh tak acuh, cerdas, Tegar ramah, baik hati, dan optimistis, Ayah Hobri jujur, penyayang, Dinda baik hati, pendiam, Tara tidak mudah putus asa, pemberani; (c) alur menurut tahapan peristiwanya: alur maju; (d) latar tempat: taman, bawah pohon, stadion, rumah Ayah Hobri, tempat sirkus, pasar tanjong lantai. latar waktu: pagi, sore dan malam hari. Latar suasana: menakutkan, menyedihkan, menegangkan, dan menyenangkan; (e) sudut pandang orang ketiga serba tahu “Dia”, (f) amanat: janganlah menjadi orang yang malas bekerja, jadilah orang yang selalu optimistis dan jangan mudah menyerah, (2) psikologi sastra tokoh utama novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata meliputi: (a) Id yang mencakup tentang; keingin mengenal cinta, keiginan mengutarakan isi hati, keinginan untuk menebang pohon, keinginan menunggu kekasihnya; (b) Ego yang mencakup tentang: kekecewaan dan kesedihan; (c) Superego yang mencakup tentang: Hobri menentukan pilihan, (3) rencana pelaksanaan pembelajaran isi novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata menggunakan metode pembelajaran diskusi dan tanya jawab dengan model pembelajaran STAD dengan langkah-lagkah: peserta didik berkelompok 4-5 orang, guru memberi tugas, siswa bekerjakelompok, dan setelah itu perwakilan kelompok mempresentasikannya.   Kata kunci: unsur intrinsik, psikologi sastra tokoh utama, dan rpp
NILAI PENDIDIKAN AKHLAK NOVEL BIDADARI BERMATA BENING KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Eko Putra Fatkhurrohman; Sukirno Sukirno; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.206 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) unsur intrin­sik dan kebahasaan novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy; (2) nilai pendidikan akhlak novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy; dan (3) ren­­­cana pelaksanaan pembelajarannya di kelas XII SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif; sumber data yang digunakan adalah novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy; teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pustaka, teknik catat, dan observasi; teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi; dan teknik penyajian hasil analisis data yang digunakan adalah teknik penyajian informal. Hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik dan kebahasaannya, yaitu (a) tema novel ini adalah ketabahan seorang gadis, (b) to­koh utamanya adalah Ayna, sedangkan tokoh tambahan yang dominan adalah Bu Nyai Fauziyah, Kyai Sobron, Gus Afif, Atikah, Yoyok, Neneng, dan Pakde Darsun; (c) alur yang digunakan adalah alur maju, (d) latar dibagi menjadi 4, yaitu latar tempat: Yogyakarta, desa Kaliwelang, dapur Bu Nyai Fauziyah, pondok pesantren Kanzul Ulum, rumah Yoyok, rumah Bu Rosidah, dan stasiun balapan Solo;  latar waktu: pagi, siang, sore, malam, jam, Jumat, Juli, dan Ramadhan; latar sosial, yaitu Ayna sebagai seorang anak yatim piatu yang hidup di pondok pesantren (memiliki status sosial rendah), Yoyok sebagai seorang anggota DPRD yang menikahi Ayna (memiliki status sosial tinggi); latar suasana: menyedihkan dan mengharukan; (e) sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga serba tahu (diaan); (f) amanat: selalu ada hikmah bagi orang sabar, berani dalam kebenaran, dan harus menjaga tali silaturahmi; dan unsur kebahasa­an­nya berupa ungkapan dan majas. Ungkapan berupa: meja hijau, muka merah padam, dan sebatang kara, sedangkan majas berupa personifikasi; (2) nilai pendidikan akhlaknya meliputi (a) akhlak terhadap Allah Swt.; (b) akhlak terhadap Rasulullah saw.; (c) akhlak pribadi; (d) akhlak dalam keluarga; (e) akhlak bermasyarakat; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Bidadari Bermata Bening di kelas XII SMA dengan menggunakan KD 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel. Kata kunci: unsur intrinsik, nilai pendidikan akhlak, dan RPP

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Surya Bahtera Vol 12, No 1 (2024): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 2 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 1 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 2 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 1 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 1 (2020): Jurrnal Surya Bahtera Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 56 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 55 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 47 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 46 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 45 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 43 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 42 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 41 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 40 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 39 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 38 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 37 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 36 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 35 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 34 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 33 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 32 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 31 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 30 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 29 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 28 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 27 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 26 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 25 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 24 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 23 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 20 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 19 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 18 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 17 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 16 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 14 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 13 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 12 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 11 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 10 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 09 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 08 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 07 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 06 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 05 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 04 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 03 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 02 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 01 (2013): Jurnal Surya Bahtera No 01 (2012): Jurnal Surya Bahtera More Issue