cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Bioleuser
ISSN : 25976753     EISSN : 25976753     DOI : -
Core Subject : Science,
The Journal of BIOLEUSER is a scientific journal owned and managed by Department of Biology, Faculty of Science, University of Syiah Kuala.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "VOL 3, NO 1 (2019): April 2019" : 5 Documents clear
Deskripsi Kepadatan Lalat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Gampong Jawa Kota Banda Aceh Tahun 2019 Yuni Nindia; Hamdani Hamdani; Teuku Asrin; Mardiati Mardiati
Jurnal Bioleuser VOL 3, NO 1 (2019): April 2019
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v0i0.18811

Abstract

Lalat merupakan spesies yang mempunyai peran penting bagi masalah kesehatan. Keberadaan lalat dapat menimbulkan kesan negatif terutama dari segi estetika dan dapat menjadi penular penyakit. Pada tempat pembuangan akhir (TPA) sampah keberadaan lalat berhubungan dengan kepadatan sampah dan pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan lalat pada tempat pembuangan akhir sampah (TPA) Gampong Jawa Kota Banda Aceh. Penelitian ini bersifat deskriptif, pengukuran kepadatan lalat dilakukan pada 5 titik area sesuai dengan arah mata angin dengan menggunakan fly grill. Hasil penelitian dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di TPA Gampong Jawa berada pada kategori baik, namun pengukuran kepadatan lalat jarang dilakukan. Rerata 5 kepadatan tertinggi lalat pada TPA Gampong Jawa berkisar pada rentang 8,2 – 13,4 per blok fly grill. Hal ini menunjukkan bahwa kepadatan lalat di TPA Gampong Jawa berada pada kisaran kepadatan lalat tinggi (6 – 20 lalat per blok fly grill). Oleh karena itu perlu dilakukan upaya pengendalian tempat-tempat berkembangbiakan lalat di TPA Gampong Jawa agar dapat mengurangi kepadatan lalat.
Identifikasi Tumbuhan di Sempadan Sungai Krueng Lamnyong Provinsi Aceh Eka Puspita Sari; Iqbar Iqbar; Dahlan Dahlan
Jurnal Bioleuser VOL 3, NO 1 (2019): April 2019
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v0i0.18813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tumbuhan, mengetahui jumlah dan jenis tumbuhan, Indeks Nilai Penting dan Indeks Keanekaragaman Jenis (H ) tumbuhan di sempadan Sungai Krueng Lamnyong. Penelitian ini menggunakan purposive sampling. Pengambilan data analisis vegetasi dilakukan pada tiga stasiun, yaitu stasiun I di bagian hulu, stasiun II di bagian tangah dan stasiun III di bagian hilir. Identifikasi jenis tumbuhan dilakukan di Laboratorium Herbarium Acehense Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Syiah Kuala. Hasil Penelitian analisis vegetasi di sempadan Sungai Krueng Lamnyong diperoleh sebanyak 4326 individu/0.72 Ha atau setara 6008,3 individu/Ha yang terdiri dari 50 jenis dan 23 suku. Indeks keanekaragaman jenis (H ) vegetasi di sempadan Sungai Krueng Lamnyong berdasarkan tingkat pertumbuhan pada setiap stasiun menunjukan tingkat keanekaragaman jenis yang berbeda.
Initial study of vinegar production made from low quality rice using a Batch type fermenter Andri Pohan; Noer Octaviana Maliza; Muhammad Ikhsan Sulaiman; Dewi Yunita
Jurnal Bioleuser VOL 3, NO 1 (2019): April 2019
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v0i0.18814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dari komoditi beras lokal turun mutu. Penelitian dilakukan dengan menggunakan fermentor tipe batch. Proses pembuatan cuka dilakukan dengan metode fermentasi dua tahap yaitu fermentasi alkohol dan fermentasi asam asetat. Pada fermentasi alkohol, Saccharomyces cerevisiae ditambahkan sebanyak 10% dari volume bubur beras (beras:air = 1:2, b/v) dan fermentasi berlangsung secara anaerob selama 7 hari. Pada fermentasi asam asetat, Acetobacter aceti ditambahkan sebanyak 10% dari volume bubur beras setelah fermentasi alkohol dan fermentasi berlangsung secara aerob selama 16 hari. Analisis terhadap perubahan komposisi di dalam substrat dilakukan secara triplo. Hasil penelitian menunjukkan fermentasi selama 23 hari pada formulasi yang dilakukan hanya mampu mengkonversi 50% kadar gula.  Produk akhir cuka beras yang dihasilkan memiliki kadar gula 2.62%, kadar alkohol 0.040%, dan kadar asam asetat 2.64%. Optimasi sistem aerator pada fermentor perlu dilakukan untuk mengoptimalkan kondisi anaerob.This research aimed to increase the added value of the low quality of local rice commodity. The study was conducted using a batch type fermenter. The production of rice vinegar was conducted by two-stage fermentation methods; namely, alcohol fermentation and acetic acid fermentation. In alcoholic fermentation, Saccharomyces cerevisiae was added 10% of the volume of rice porridge (rice: water = 1: 2, w/v) and it was fermented anaerobically for 7 days. In acetic acid fermentation, Acetobacter aceti was added 10% of the volume of rice porridge after alcoholic fermentation and it was fermented aerobically for 16 days. Analysis of changes in composition in the substrate was carried out in triple. The results showed that fermentation for 23 days in the formulation carried out was only able to convert 50% of the sugar content. The final product of rice vinegar produced a sugar content of 2.62%, alcohol content of 0.040% and acetic acid content of 2.64%. Optimization of the aerator system in the fermenter should be done to optimize the anaerobic conditions.
Uji aktivitas antibakteri cabai rawit hijau dan cabai rawit merah (Capsicum frutescens L) serta kombinasinya terhadap bakteri Staphylococcus aureus Munira Munira; Karina Utami; Muhammad Nasir
Jurnal Bioleuser VOL 3, NO 1 (2019): April 2019
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v0i0.18815

Abstract

Buah cabai rawit (Capsicum frutescens L) merupakan jenis cabai yang sering digunakan sebagai obat tradisional di Indonesia. Buah cabai rawit mengandung senyawa yang bersifat antibakteri seperti kapsaisin yang merupakan golongan alkaloid, kapsantin, karotenid, resin, dan minyak atsiri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol buah cabai rawit warna hijau, warna merah, serta kombinasi buah cabai rawit warna hijau dan merah terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu P0 (akuades sebagai kontrol), P1 (ekstrak buah cabai rawit hijau), P2 (ekstrak buah cabai rawit merah), dan P3 (ekstrak kombinasi buah cabai rawit hijau dan merah) masing-masing 4 kali pengulangan. Uji mikrobiologis menggunakan metode difusi. Hasil uji fitokimia buah cabai rawit mengandung senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, steroid, dan triterpenoid. Berdasarkan hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa ekstrak buah cabai rawit sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus (P=0,000). Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan rata-rata diameter zona hambat antara akuades (0,00 mm), ekstrak cabai rawit hijau (24,58 mm), ekstrak cabai rawit merah (22,08 mm), dan ekstrak kombinasi (26,18 mm) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah cabai rawit mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. 
Uji aktivitas Madu Seulawah sebagai antibakteri dalam menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 Fadhil Malik; Suryawati Suryawati; Wilda Mahdani; Hijra Novia Suardi
Jurnal Bioleuser VOL 3, NO 1 (2019): April 2019
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v0i0.18809

Abstract

Pseudomonas aeruginosa memiliki berbagai faktor virulensi yang berfungsi untuk menghindar dari sistem pertahanan tubuh manusia, membentuk koloni dan menimbulkan penyakit infeksi. Pseudomonas aeruginosa termasuk patogen yang sulit diobati. Resistensinya terhadap beberapa antibiotik seringkali menyebabkan kegagalan pengobatan sehingga sering dikaitkan dengan penyebab utama kematian. Pengobatan dari bahan alam dinilai memiliki efek samping yang minimal dibandingkan dengan obat yang berasal dari bahan kimia. Salah satu bahan alami yang memiliki kandungan sebagai antibakteri ialah madu. Untuk mengetahui aktivitas antibakteri madu Seulawah terhadap pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa digunakan metode difusi cakram. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap yang terdiri dari enam kelompok perlakuan dan empat kali pengulangan. Kelompok perlakuan menggunakan akuades sebagai kontrol negatif, seftazidim 30µg sebagai kontrol positif, dan madu Seulawah dengan konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis komparasi. Hasil penelitian ini menunjukkan madu Seulawah dengan konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100% memiliki rata-rata daya hambat pada masing-masing konsentrasi sebesar 6,89 mm, 7,23 mm, 7,45 mm, dan 7,54 mm. Berdasarkan kriteria Morales, daya hambat madu Seulawah terhadap pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa tergolong hambatan yang lemah. Uji statistik menunjukkan mean rank pada konsentrasi 75% dan 100% memiliki kesamaan ranking sehingga tidak ada konsentrasi optimum madu Seulawah yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa.

Page 1 of 1 | Total Record : 5