cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Bioleuser
ISSN : 25976753     EISSN : 25976753     DOI : -
Core Subject : Science,
The Journal of BIOLEUSER is a scientific journal owned and managed by Department of Biology, Faculty of Science, University of Syiah Kuala.
Arjuna Subject : -
Articles 67 Documents
Potensi antimikroba aktinobakteri endofit daun sirih (Piper betle L) Lenni Fitri
Jurnal Bioleuser Vol 2, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.633 KB) | DOI: 10.24815/jobioleuser.v2i1.11998

Abstract

Mikroba endofit adalah mikroba yang hidup pada jaringan tanaman tanpa menimbulkan gejala penyakit pada tanaman inangnya. Mikroba endofit diharapkan mampu menghasilkan metabolit sekunder yang sama dengan tanaman inangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi aktinobakteri endofit dari daun tanaman sirih dan menguji aktivitasnya sebagai antimikroba. Isolasi aktinobakteri endofit menggunakan media agar humid acid vitamin. Keragaman morfologi aktinobakteri endofit diobservasi berdasarkan pengamatan langsung koloni aktinobakteri endofit yang ditumbuhkan pada media ISP2 dan observasi morfologi secara mikroskopis. Dari hasil isolasi ditemukan 16 isolat aktinobakteri endofit. Dari hasil uji terhadap bakteri didapatkan bahwa zona hambat paling besar didapatkan pada isolat DS 7 dan DS 13   (14 mm). Isolat  DS 10 mampu menghambat Fusarium oxysporum dengan zona hambat yang terbentuk sekitar 32 mm.
Inventarisasi Lalat Buah (Diptera: Tephritidae) pada Buah-buahan di Kota Jantho, Aceh Besar Suwarno Suwarno; Lia Arianti; Saida Rasnovi; Yekki Yasmin; Muhammad Nasir
Jurnal Bioleuser Vol 2, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1161.326 KB) | DOI: 10.24815/jobioleuser.v2i1.12000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan mengidentifikasi jenis lalat buah yang menyerang tiga jenis buah-buahan pekarangan yaitu belimbing segi (Averrhoa carambola L.), jambu air (Syzygium aqueum L.) dan jambu biji (Psidium guajava L.) di Kecamatan Kota Jantho. Pengambilan sampel buah dilakukan pada lima desa di Kecamatan Kota Jantho. Pemeliharaan dan identifikasi lalat buah dilakukan di Laboratorium Zoologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan metode survei eksploratif. Parameter yang diamati adalah jumlah jenis dan jumlah individu imago lalat buah. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil identifikasi menunjukkan terdapat tiga jenis lalat buah yang menyerang tiga jenis buah-buahan di Kecamatan Kota Jantho yaitu Bactrocera carambolae, B. albistrigata dan B. dorsalis dengan total individu sebanyak 1075 individu. B. carambolae mendominasi jumlah individu yang didapat yaitu sebanyak 494 individu (46%) namun hanya menyerang satu jenis buah yaitu belimbing segi. B. albistrigata menyerang dua jenis buah yaitu jambu air dan jambu biji dengan jumlah individu sebanyak 396 individu (37%) sedangkan B. dorsalis menyerang ketiga jenis buah yaitu belimbing segi, jambu air dan jambu biji dengan jumlah individu sebanyak 183 (17%).
Identifikasi dan prevalensi jenis-jenis ektoparasit pada udang windu (Penaeus monodon) berdasarkan tempat pemeliharaan Rosnizar Rosnizar; Fitria Fitria; Cut Nanda Devira; Muhammad Nasir
Jurnal Bioleuser Vol 2, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.787 KB) | DOI: 10.24815/jobioleuser.v2i1.12003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ektoparasit dan menghitung nilai prevalensi ektoparasit yang menyerang udang windu (Penaeus monodon). Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juni 2017 sampai Maret 2018 pada lokasi pemeliharaan intensif di  BPBAP Ujung Batee dan semi intensif di Gampong Lamnga,  Aceh  Besar.  Identifikasi sampel dilakukan  di  Laboratorium  Biologi Dasar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala. Metode pengambilan sampel udang dilakukan secara random sampling (acak). Sampel udang yang diperiksa sebanyak 120 ekor, masing-masing 30 ekor pada setiap ukuran dan lokasi pemeliharaan dengan interval ukuran 7-8 cm dan 17-18 cm. Pemeriksaan ektoparasit dengan memeriksa insang dan  kaki renang pada udang. Data dianalisis dengan menggunakan rumus prevalensi dan Independent sample   T test. Hasil identifikasi diketahui terdapat tiga jenis parasit dari filum Protozoa yaitu Zoothamnium sp., Vorticella sp., dan Epistylis sp.. Jumlah ektoparasit terbanyak di temukan pada lokasi pemeliharaan semi intensif dengan jumlah total 8122 individu, sedangkan pada lokasi intensif ditemukan sebanyak 5732 individu. Nilai tingkat prevalensi tertinggi pada organ insang terdapat pada pemeliharaan semi intensif pada udang berukuran 17-18 cm dengan rerata 87,7%, dan nilai tingkat prevalensi tertinggi pada organ kaki renang terdapat pada lokasi pemeliharaan semi  intensif berukuran 17-18 cm dengan rerata 91%.
Modifikasi Metode Ekstraksi DNA pada Susu Pasteurisasi Kamaliah Kamaliah
Jurnal Bioleuser Vol 2, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.912 KB) | DOI: 10.24815/kanun.v%vi%i.12004

Abstract

Modifikasi metode ekstraksi DNA dilakukan untuk mendapatkan kualitas dan kuantitas DNA yang tinggi. Penelitian ini menggunakan Metode Ekstraksi DNA KIT prosedur fresh blood dimodifikasikan dengan Metode Salting Out (NaCl) pada tahap awal pengenceran sampel. Pengenceran dilakukan berdasarkan perbandingan volume susu dan NaCl (1:0; 1:1; dan 1:3). Tujuan penelitian ini untuk membandingkan metode perbandingan volume susu dan NaCl yang dapat memunculkan pita DNA paling tebal. Gen D-loop diamplifikasi secara in vitro menggunakan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR). Hasil amplifikasi gen D-loop pada gel elektroforesis poliakrilamid (PAGE 6%) menunjukkan bahwa perbandingan volume susu dan NaCl 1:0 menghasilkan pita DNA paling tebal.
Tabel Kehidupan Kupu-kupu Doleschallia bisaltide Cramer (Lepidoptera: Nymphalidae) yang Dipelihara pada Tanaman Inang Berbeda Uswatun Hasanah; Dahelmi Dahelmi; Alia Rizki; Suwarno Suwarno
Jurnal Bioleuser Vol 2, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.822 KB) | DOI: 10.24815/jobioleuser.v2i3.14957

Abstract

Telah dilakukan penelitian tabel kehidupan kupu-kupu Doleschallia bisaltide Cramer (Lepidoptera: Nymphalidae) yang dipelihara pada tanaman inang berbeda dari bulan November sampai Desember 2017 di Laboratorium Ekologi dan kandang penangkaran kupu-kupu Jurusan Biologi FMIPA Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tabel kehidupan D. bisaltide pada dua jenis tumbuhan inang (Graptophyllum pictum dan Asystasia gangetica). Penelitian ini menggunakan metode observasi. Hasil uji tabel kehidupan menunjukkan bahwa persentase jumlah telur yang berhasil mencapai dewasa pada Graptophyllum pictum sebesar 1,58% dan Asystasia gangetica 3,33%. Predator merupakan faktor terbesar penyebab kematian stadium pradewasa D. bisaltidae. Predator yang menyerang pradewasa D. bisaltidae diantaranya adalah Manthis sp., Lasius niger, Soleonopsis sp., Sycanus dichotomus dan laba-laba familia Oxyopidae.
INVENTARISASI JENIS BURUNG RANGKONG (BUCEROTIDAE) DI HUTAN KRUENG TRIPA, KAWASAN EKOSISTEM LEUSER (KEL), KABUPATEN GAYO LUES Aida Fithri; Reza Priyandika; Masykur Masykur; Feri Suryawan
Jurnal Bioleuser Vol 2, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.902 KB) | DOI: 10.24815/jobioleuser.v2i3.14965

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang inventarisasi jenis burung rangkong (Bucerotidae), di hutan Krueng Tripa, kawasan Ekosistem Leuser (KEL), Kabupaten Gayo Lues dari bulan Maret sampai Juni 2018 di Kecamatan Terangun. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati jenis dan populasi burung rangkong di hutan Krueng Tripa, Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), Kabupaten Gayo Lues. Penelitian ini menggunakan metode survei eksplorasi di dalam enam grid lokasi penelitian dan di luar grid lokasi penelitian, serta hasil dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, burung rangkong jenis Anthracoceros malayanus berjumlah 5 individu, Buceros bicornis berjumlah 10 individu, Buceros rhinoceros berjumlah 8 individu, Rhinoplax vigil berjumlah 1 individu, dan Rhyticeros undulatus berjumlah 56 individu. Jenis pakan burung rangkong terdiri dari buah Ficus fustilosa, Ficus drupaceae, Ficus stupenda, dan Vitex pinnata. Burung rangkong aktif pada suhu lingkungan sekitar 22-23 0C dan kelembaban udara sekitar 94-95%.
Pengaruh Minuman Berenergi Terhadap Fase Mitosis Akar Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Fas Nurussalami Abdullah; Syamsidar Syamsidar
Jurnal Bioleuser Vol 2, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.375 KB) | DOI: 10.24815/jobioleuser.v2i2.14884

Abstract

Minuman berenergi memiliki efek positif dan negatif bagi tubuh, terutama pada tingkat sel. Salah satu efek negatif minuman berenergi bagi sel adalah terganggunya proses pembelahan mitosis sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minuman berenergi terhadap fase pembelahan mitosis akar bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini adalah menggunakan pengolahan data dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan konsentrasi minuman sebagai perlakuan. Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak lima ulangan. Waktu perendaman untuk akar bawang yang digunakan adalah 12 jam. Sedangkan konsentrasi minuman yaitu 0% (kontrol menggunakan akuades), 15%, 30%, 45%, dan 60%. Luaran dari penelitian ini diharapkan akan terungkap pengaruh minuman berenergi terhadap fase pembelahan mitosis akar bawang merah (Allium ascalonicum L.), sehingga permasalahan kekurangan informasi data untuk penelitian mitosis dapat diatasi. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan informasi kepada pihak-pihak yang ingin melakukan penelitian tentang mitosis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa, akar bawang merah yang ditumbuhkan pada larutan minuman berenergi mengalami ketidaknormalan pada proses mitosis. Fase mitosis yang tidak normal paling banyak dapat diamati pada larutan minuman berenergi dengan konsentrasi 30%. Ketidaknormalan dapat diamati pada setiap fase mitosis, dimulai dari interfase, profase, metafase, anafase dan telofase.
Eksplorasi Penerapan Strategi Pengendalian Malaria Berbasis Konsep One Health Antara Dua Wilayah yang Sudah Berstatus Eliminasi dan Belum Eliminasi di Provinsi Aceh Marhaban Marhaban; Teuku Reza Ferasyi; Asnawi Abdullah
Jurnal Bioleuser Vol 2, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1082.83 KB) | DOI: 10.24815/jobioleuser.v2i3.14961

Abstract

Eliminasi malaria telah menjadi program nasional dan dilaksanakan secara bertahap. Di Provinsi Aceh sendiri Kota Sabang merupakan salah satu Kota yang sudah tereliminasi malaria, sementara Kabupaten lain masih banyak yang belum bebas malaria diantaranya adalah Kabupaten Aceh Jaya. Model pendekatan komprehensif dalam eliminasi malaria yang terdiri dari tiga komponen, yaitu komponen kebijakan, implementasi program pengendalian malaria dan peran kader malaria desa punya peran besar dalam eliminasi malaria. Upaya lain yang diyakini mampu menjadi strategi akselerasi eliminasi malaria adalah dengan pendekatan one health. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. seluruh penanggung jawab program malaria yaitu dokter dan perawat di Puskesmas dalam wilayah Kota Sabang dan Kabupaten Aceh Jaya yaitu masing-masing 30 orang. Sementara itu dalam penelitian ini seluruh populasi dijadikan sampel (total sampling). Analisis data menggunakan uji tindependen untuk analisis bivariat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengamatan kasus (surveilans) malaria di Kota Sabang sudah baik (80%) di Kabupaten Aceh Jaya kurang baik (63,3%), upaya promosi kesehatan dalam eliminasi malariaberbasis one health di Kota Sabangbaik (73,3%) di Kabupaten Aceh Jaya terdistribusi rata baik dan kurang baik(50,0%), penggerakkan dan pemberdayakan masyarakat dalam pengendalian malaria di Kota Sabang sudah baik (90,0%) di Kabupaten Aceh jaya juga baik (76,7%), akses masyarakat terhadap pelayanan pengendalian baik di Kota sabang baik (86,7%) di Kabupaten Aceh Jaya juga baik (60,0%), faktor risiko lingkungan di Kota Sabang dan Kabupaten Aceh Jaya sudah baik (90,0%); (56,7%), komitmen pemerintah dalam pengendalian malaria di Kota Sabang sudah baik (80%) sementara di Kabupaten Aceh Jaya terdistribusi rata baik dan kurang baik(50,0%),dan pembiayaan dalam pengendalian malaria di Kota Sabang tersedia(66,7%) dan di Kabupaten Aceh Jaya juga tersedia (63,3%). Terdapat perbedaan Strategi pengendalian malaria berbasis konsep one health antara dua wilayah yang sudah berstatus eliminasi dan belum eliminasi di provinsi Aceh pada variabel surveilans dan pemberdayaan masyarakat (p0,05).
Fase Pertumbuhan dan Karakter Morfologi Kumbang Penggerek Buah Kopi, Hypothenemeus hampei Ferrari (Coleoptera: Curculionidae) pada Umur Buah Berbeda Juwita Fintasari; Saida Rasnovi; Yunita Yunita; Suwarno Suwarno
Jurnal Bioleuser Vol 2, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.967 KB) | DOI: 10.24815/jobioleuser.v2i2.14885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fase-fase pertumbuhan kumbang penggerek buah kopi Hypothenemus hampei Ferrari (Coleoptera: Scotylidae) dan karakter morfologi masing-masing fase pada umur buah kopi berbeda. Penelitian ini menggunakan metode survei eksploratif, pada perkebunan kopi seluas ± 4 ha (200 x 200 m) dengan ketinggian 800-900 m dpl di Kabupaten Aceh Tengah pada bulan Juli sampai Oktober 2016. Intensitas dan preferensi H. hampei dilakukan dengan mengumpulkan buah kopi yang berbeda umurnya (muda, mengkal dan masak). Sebanyak 150 butir buah kopi (50 butir buah muda, 50 butir buang mengkal dan 50 butir buah masak) per batang dikoleksi secara acak pada lima cabang yang berbeda. Setelah dikoleksi buah tersebut diperiksa ada atau tidaknya serangan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ternyata kumbang H. hampei menyerang semua fase pertumbuhan buah (muda, mengkal dan masak). Pada buah muda yang berumur 45 bulan hanya ditemukan fase telur dari H. hampei, sedangkan pada fase buah mengkal (6-7 bulan) dan buah masak (8-9 bulan) ditemukan semua fase pertumbuhan kumbang (telur, larva, pupa dan dewasa) H. hampei. Pada buah muda lebih banyak ditemukan fase larva (55%) sedangkan pada buah masak lebih banyak ditemukan fase pupa (43%) H. hampei. Kata
Keragaman Kupu-Kupu di Sungai Brayeun, Kabupaten Aceh Besar Nurul 'Akla; Saida Rasnovi; Aida Fithri; Suwarno Suwarno
Jurnal Bioleuser Vol 2, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.681 KB) | DOI: 10.24815/jobioleuser.v2i3.14962

Abstract

Penelitian tentang keanekaragaman kupu-kupu pada Sungai Brayeun di Kabupaten Aceh Besar telah dilakukan pada bulan November sampai Desember 2016. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keanekaragaman jenis dan komposisi setiap jenis kupukupu. Pengkoleksian kupu-kupu di lapangan dengan cara mengeksplorasi cakupan wilayah seluas 400m2 (20 m x 20 m) selama 30 menit pada setiap titik sampling menggunakan jarring serangga. Pengkoleksian dilakukan sebanyak 10 kali ulangan untuk setiap titik sampling. Jarak antara satu titik sampling dengan titik berikutnya adalah 250-300 m. Titik sampling diletakkan di sebelah kiri dan kanan sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 51 jenis kupu-kupu yang tergolong ke dalam empat famili. Keempat famili kupu-kupu tersebut adalah Nyamphalidae, Papilionidae, Pieridae dan Lycaenidae. Jumlah jenis untuk masing-masing famili bervariasi, yaitu famili Nymphalidae sebanyak 23 jenis, Papilionidae (12 jenis), Pieridae (14 jenis) dan Lycaenidae (2 jenis). Indeks keragaman jenis kupu-kupu yang terdapat di Sungai Brayeun tergolong tinggi (H’=3.01).