cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ILMU PERTANIAN
ISSN : 08521077     EISSN : 24427306     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu Pertanian "AGRIUM" adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dua kali dalam setahun untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian ataupun review yang dirancang sebagai sarana komunikasi untuk para ilmuwan/peneliti yang terkait dengan bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) dengan Aplikasi Beberapa Konsentrasi Nutrisi AB Mix dan Monosodium Glutamat pada Sistem Tanam Hidroponik Wick. Zamriyetti Zamriyetti; Maimunah Siregar; Refnizuida Refnizuida
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 22, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.633 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v22i1.3105

Abstract

Meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan masyarakat saat ini juga menyebabkan adanya pergeseran pola konsumsi dan gaya hidup ke arah yang lebih baik. Beberapa tahun terakhir sudah bermunculan perkebunan sayuran yang berbeda dengan konvensional. Industri ini menghasilkan sayuran yang higenis dengan menggunakan teknologi seperti hidroponik. Salah satu komoditi pertanian yang dapat dibudidayakan secara hidroponik adalah sawi (Brassica juncea L.). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aplikasi beberapa konsentrasi AB Mix dan Monosodium Glutamat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi dengan sistem tanam hidroponik wick. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor, faktor pertama yaitu pemberian nutrisi AB mix yang terdiri 500 ppm/plot, 800 ppm/plot dan 1100 ppm/plot. Faktor kedua pemberian Monosodium Glutamate dengan taraf tanpa pemberian Monosodium Glutamate dan dengan pemberian Monosodium Glutamate. Parameter pengamatan penelitian adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun,  produksi persampel dan produksi perplot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian nutrisi AB Mix dan monosodium glutamat serta pengaruh interaksi antara nutrisi AB Mix dan Monosodium Glutamat tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati.
Aplikasi Streptomyces sp. Sebagai Agen Hayati Pengendali Lalat Buah (Bactrocera sp.) dan Plant Growth Promoting Bacteria (PGPB) pada Tanaman Tomat dan Cabai Penta Suryaminarsih; Wiwik Sri Harijani; Elly Syafriani; Noni Rahmadhini; Ramdan Hidayat
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 22, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.914 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v22i1.3106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan Streptomyces sp. sebagai agen hayati pengendali lalat buah dan Plant Growth Promoting Bacteria (PGPB) pada tanaman tomat dan cabai. Streptomyces sp. yang digunakan berasal dari hasil eksplorasi dari rhizosfer lahan tomat yang terkontaminasi pestisida di Kecamatan Pare dan hutan lindung Merubetiri. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu isolat asal lahan tomat yang terkontaminasi pestisida (TP), isolat hutan lindung Merubetiri 1 (Mrb1) dan isolat hutan lindung Merubetiri 2 (Mrb2), sedangkan faktor kedua adalah seri pengenceran yaitu seri pengenceran 103, 104, 105.Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan semua isolat Streptomyces sp. yang digunakan sebagai agen hayati dapat mengendalikan lalat buah Bactrocera sp. dan berpotensi sebagai PGPB untuk tanaman tomat dan cabai. Rata-rata pertumbuhan tanaman tomat dan cabai tertinggi dengan perlakuan Streptomyces sp. dari lahan tomat Pare (TP) dengan seri pengenceran 103. Jumlah bunga yang terbanyak terdapat pada tanaman tomat dengan pengaplikasian TP dengan seri pengenceran 105 dan Mrb dengan seri pengenceran 103
Pengaruh Pemangkasan Daun di Sekitar Tongkol terhadap Pengisian Biji Tongkol Tanaman Jagung (Zea mays L.) Ramli Lubis
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 22, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.289 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v22i1.3107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemangkasan daun terhadap bobot biji tongkol tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Methodist Indonesia, Medan dengan ketinggian sekitar 32 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, yaitu: Pemangkasan daun di sekitar tongkol jagung saat malai muncul, sebanyak 9 perlakuan, yaitu: P0 = utuh; P1 = pangkas 1 (sisa 2, 3 dan 4); P2 = pangkas 2, 3 dan 4 (sisa 1); P3 = pangkas 2 (sisa 1, 3 dan 4); P4 = pangkas 1, 3, 4 (sisa 2); P5 = pangkas 3 (sisa 1, 2 dan 4); P6 = pangkas 1, 2 dan 4 (sisa 3); P­7 = pangkas 4 (sisa 1, 2 dan 3) dan  P8 = pangkas 1, 2 dan 3 (sisa 4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan daun berpengaruh terhadap bobot biji jagung. Pemangkasan daun dekat permukaan tanah menghasilkan bobot kering biji per tanaman tertinggi, meningkat sebesar 0.67 g (0.43%) dibandingkan dengan bobot kering biji jagung tanpa pemangkasan.
Keberhasilan Sambung Pucuk Kakao (Theobroma cacao L.) dengan Pemberian Abu Vulkanik Sinabung dan Limbah Pabrik Tahu Desi Sri Pasca Sari Sembiring; Nani Kitti Sihaloho; Rika Alasia
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 22, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.928 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v22i1.3097

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui keberhasilan sambung pucuk kakao (Theobroma cacao L.) dengan pemberian abu vulkanik Sinabung dan limbah pabrik tahu. Dilaksanan di desa Bambel  Kecamatan Bambel Kabupaten Aceh Tenggara dengan posisi lahan datar dan diperkirakan mempunyai ketinggian tempat kira-kira ± 220 m dpl. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Mei 2017 sampai  Juni 2017. Rancangan Acak Kelompok  (RAK) Faktorial, Faktor pertama adalah Abu Vulkanik (V) terdiri dari 3 taraf yaitu V0 (tanpa pemberian), V1 (200 gram/tanaman), dan V2 (500 gram/tanaman). Faktor kedua adalah limbah tahu (A) terdiri dari 3 taraf yaitu A0 (tanpa pemberian), A1 (15 ml/tanaman), dan A2 (17 ml/tanaman). Diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian pemberian limbah tahu dan abu vulkanik berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan persentase bibit jadi pada umur 10 MSS tingkat keberhasilan pada sambung pucuk kakao, serta menurunkan persentase tingkat kematian sambung pucuk kakao pada umur 10 MSS.  Pemberian limbah tahu dan abu vulkanik tidak dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman terhadap tinggi tanaman,diameter batang, jumlah daun, jumlah tunas, pada umur   2, 5, 7, 9 MSS sampai 10 MSS.
Penjarangan Buah dan Perendaman dalam Kitosan terhadap Lama Simpan Buah Stroberi (Fragaria chiloensis L.) Lince R Panataria; Meylin Kristina Saragih
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 22, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.709 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v22i1.3099

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Pertanian Universitas Methodist Indonesia pada bulan Mei 2016, bertujuan mendapatkan konsentrasi kitosan sebagai pelapis buah stroberi pada penyimpanan pasca panen. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan faktor pertama: penjarangan buah yaitu B0=tanpa penjarangan, B1=dijarangkan sisa buah 2, B2=dijarangkan sisa buah 4, B3=dijarangkan sisa buah 6. Faktor kedua: konsentrasi kitosan yaitu: K0=tanpa kitosan, K1=50 cc/L air, K2=100 cc/L air, K3=150 cc/L air. Perendaman buah dilakukan dengan mencelupkan buah ke dalam larutan kitosan selama 20 detik, dikeringanginkan selama 5 menit, disimpan pada suhu ruang (25°C). Parameter pengamatan: kekerasan buah (g/mm2), total asam (%), padatan terlarut total (°brix), perubahan susut bobot (%). Hasil penelitian menunjukkan kekerasan buah tertinggi terdapat pada B0K3 (3.97 g/mm2 umur 0 jam; 2.28 g/mm2 umur 24 jam; 1.95 g/mm2 umur 48 jam); total asam tertinggi terdapat pada B0K3 (2.58 % umur 0 jam; 2.42 % umur 24 jam; 2.03 % umur 48); padatan terlarut total tertinggi terdapat pada B1K0(8.81 °brix umur 0 jam; 9.50 °brix umur 24 jam; 10.03 °brix umur 48 jam) dan perubahan susut bobot buah terendah terdapat pada B0K3 (0.55 % umur 0 jam; 0.61 % umur 24 jam; 0.78 % umur 48 jam).
ANALISIS PENDAPATAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN TANAMAN UBI JALAR SEBAGAI PENDUKUNG PROGRAM DIVERSIVIKASI PANGAN DI SUMATERA UTARA Akbar Habib; Risnawati Risnawati
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.708 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v21i1.3419

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan dan strategi pengembangan tanaman ubi jalar sebagai pendukung program diversivikasi pangan di Sumatera Utara. Daerah yang menjadi lokasi dalam penelitian ini adalah Desa Hesa Perlompongan Kecamatan Teluk Dalam Kabupaten Asahan. penelitian ini menggunakan metode sensus. Masalah pertama pada penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis R/C (Revenue/Cost) dan B/C (Benefit/Cost) rasio dan Masalah kedua menggunakan metode SWOT (Strength, Weaknes, Opportunity and Tehreat). Adapun hasil dari penelitian usahatani ubi jalar di Desa Hesa Perlompongan Kecamatan Teluk Dalam Kabupaten Asahan telah efisien dengan nilai perhitungan R/C Ratio sebesar 2,35 > 1 yang berarti bahwa usahatani ubi jalar di Desa Hesa Perlompongan Kecamatan Teluk Dalam Kabupaten Asahan layak diusahakan. Kemudian hasil perhitungan B/C Ratio = > 1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan usahatani ubi jalar di Desa Hesa Perlompongan menguntungkan. Selanjutnya diperoleh hasil metode SWOT yang menunjukan bagaimana usahatani ubi jalar di daerah penelitian ini berada pada daerah I (Strategy Agresif). Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy). Strategi agresif ini lebih focus kepada SO (Strength-Opportunities), yaitu dengan menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang dimiliki oleh petani ubi jalar di Desa Hesa Perlompongan Kecamatan Teluk Dalam Kabupaten Asahan.
Berbagai Dosis Kombinasi Limbah Pabrik Kelapa Sawit (LPKS) dengan Limbah Ternak Sapi (LTS) terhadap Pertumbuhan Vegetatif Jagung Manis (Zea mays Saccharata Struth) Akhmad Rifai Lubis; Meriksa Sembiring
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 22, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.684 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v22i2.3722

Abstract

The research has been carried out in Sei Mencirim Village, Sunggal District, Deli Serdang Regency, with an altitude of ± 400 meters above sea level, carried out from April to September 2019, with the title “Combination of Palm Oil Mill Waste (POMW) with Cow Cattle Waste (CCW) and Specific Doses Affect the Vegetative Growth of Sweet Corn (Zea mays saccharata struth)”. This research used factorial randomized block desigan (RBD). Factor I LPKS combination : LTS symbol (P) consists of P1 (70 % Solid : 30 % Solid), P2 (50 % Solid : 50 % Solid), P3 (70 % Solid : 30 % Liquid), P4 (50 % Solid : 50 % Liquid), P5 (70 % Liquid : 30 % Solid), P6 (50 % Liquid : 50 % Solid), P7 (70 % Liquid : 30 % Liquid) and P8 (50 % Liquid : 50 % Liquid). Factor II Dosage (tons/ha) consist of control (DO), 5 tons/ha (D1), 10 tons/ha (D2) and 15 tons/ha (D3) with 32 combinations treatments and 2 replication. The results of research conducted with different combinations of LPKS with LTS with several doses have a significant effect on the vegetative of sweet corn. When to get the best plant height growth is to use a combination of 50 % LpPKS with 59 % LpTS at a dose of 15 tons/ha, while for stem diameter and leaf area is 10 tons/ha.
Efektivitas Sterilisasi Kimiawi Eksplan Pucuk Artemisia annua Linn. dengan Berbagai Prosedur Sterilisasi Pada Tahap Inisiasi In Vitro Ivan Tjahja Pranata; Maria Marina Herawati
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 22, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.032 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v22i2.3717

Abstract

In vitro culture is one of important method generally used for improving agronomic traits in Artemisia annua such as enhancing artemisinin. However, the method has main inhibitor factor which often involved in early micropropagation stage, that is contamination. This research aimed to find the most effective sterilization procedure for diminishing the contamination rate of Artemisia annua shoot explant, without causing high mortality rate.sterilization procedure treatment in this research used 8 type of sterilant i.e. etanol, HgCl2, Bayclin®, Mama Lime®, SOS®, Ligent®, Sunlight®, dan Carex®. This research used completely randomized design with 25 treatments. Each treatment replicated 3 times, each 20 bottle/replication. The observation comprised total contamination rate, bacteria contamination rate, mold contamination rate, and mortality rate. The research result showed that sterilization step with Carex® mixed with SOS® in 30 seconds which continue with HgCl2 in 7 minutes is the most optimal sterilization procedure to diminish the contaminant of shoot explant without enhance the mortality rate.
Penggunaan Daun Gamal (Gliricidia sepium) dan Sengon (Falcataria moluccana) pada Proses Percepatan Pematangan Buah Pisang Ambon Putih Asri Widyasanti; Huda Nurul Quddus; Sarifah Nurjanah
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 22, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.682 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v22i1.3101

Abstract

Pemeraman merupakan cara untuk mempercepat serta menyeragamkan kematangan buah pisang ambon putih. Salah satu cara untuk pemeraman buah pisang yaitu pemeraman dengan menggunakan daun tanaman. Jenis tanaman yang daunnya biasa digunakan dalam pemeraman adalah daun gamal dan daun sengon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan buah pisang ambon putih yang diperam tanpa daun, daun gamal, dan daun sengon. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan analisis deskriptif. Perlakuan pada penelitian ini adalah proses pemeraman tanpa daun, pemeraman dengan daun sengon, serta pemeraman dengan daun gamal, masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Bobot daun tanaman yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 30% dari bobot buah yang diperam. Parameter yang diamati pada proses pemeraman ini adalah kadar air, Total Padatan Terlarut, kekerasan, laju respirasi, warna, serta susut bobot. Perlakuan terbaik adalah buah pisang yang diperam dengan menggunakan daun sengon. Nilai terbaik yang dihasilkan pada perlakuan daun sengon ini diantaranya adalah nilai Total Padatan Terlarut (TPT) tertinggi berkisar 4,00-24,83% Brix, nilai kekerasan (bioyield point dan flesh firmness) terendah yang terjadi pada pangkal buah masing-masing bernilai 2522,06±1427,08 kg dan 868,62±517,90 kg, serta warna (nilai lightness) tertinggi yang terjadi pada pangkal buah dengan nilai 71,57.
Efektivitas Waktu Aplikasi PBZ terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Padi dengan Sistem Integrasi Padi – Kelapa Sawit Bambang Surya Adji Syahputra; Ruth Riah Ate Tarigan
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 22, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.206 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v22i2.3723

Abstract

The main problem in ricefields on North Sumatra has been changing function of this area to oil palm plantations which continuities every year, on the other hand, we need foods are increase with following the increase of population from year to year. Although the North Sumatra food data’s shown that it has been fulfilling in self-sufficiency food, instead of rice production surplus for the region, but the program to increase production must be continuously, in order to survive with the surplus or more increase for the future. Some of efforts are, like using marginal land, planting rice under oil palm plants and rubber as well as using the house roof to planting the rice. This research was used a Split Plot Design (RPT) with 5 replications. As Main Plots (PU) are rice varieties (Inpari Sidenuk and Mekongga) and Sub Plots (AP), namely application time (one week before IM, during IM and one week after IM). PBZ was applied at concentration 400 ppm evenly distributed to plants. Fertilizers were used N (urea), P (TSP) and K (KCl) with government recommended doses, where P and K fertilizers were applied as basic fertilizer while N was applied at 3 times. Control of pests, diseases and weeds were carried out according to basic standards, namely using pesticides if the attack has exceeded the economic threshold. Vegetative growth was measured; plant height, stem diameter and flag leaf area. For plant height before application PBZ was given the same results (not significantly different) but after application, the best time was founded a week before IM. Likewise the measurement results for the diameter of the stem was given significantly different results among the time of application before IM compared to IM and after IM. Unlike results with the parameters of flag leaf area, which was the highest number founded in the application after IM and significantly different compared before IM and at IM, respectively. Interactions between varieties and time application of PBZ did not given significantly different. The conclution that the PBZ application before IM was given good and significantly results as compared to after and during IM, respectively.