cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
ISSN : 02160439     EISSN : 25409689     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 716 Documents
KUALITAS BIBIT MERAWAN (Hopea odorata Roxb.) ASAL KOFFCO SYSTEM PADA BERBAGAI UMUR Junaedi, Ahmad; Frianto, Dodi
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi umur bibit merawan (Hopea odorata Roxb.) asal KOFFCO system yang siap tanam berdasarkan pertumbuhan dan kualitas fisik bibit pada tiga tingkat umur yang dikaji. Penelitian dilakukan melalui pengamatan parameter pertumbuhan dan penilaian mutu fisik bibit merawan umur lima bulan setelah tanam (5 BST), tujuh bulan setelah tanam (7 BST), dan Sembilan bulan setelah tanam (9 BST).   Pengamatan dan penilaian tersebut dilakukan terhadap 10 sampel bibit pada tiap tingkat umur bibit yang dipilih dengan metode simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua parameter pertumbuhan bibit merawan asal KOFFCO system dipengaruhi secara nyata (p<0,1) oleh tingkat umur. Berdasarkan besaran pertumbuhan dan mutu fisik bibit, bibit akan siap tanam pada umur sembilan BST. Pada umur tersebut tinggi bibit lebih dari 20 cm, rasio pucuk akar (RPA) sama dengan dua dan IMB lebih dari 0,09.
PENGARUH FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR TERHADAP PERTUMBUHAN PULAI HITAM (Alstonia angustiloba Miq.) DI PESEMAIAN DAN LAPANGAN Irianto, Ragil S.B.
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulai hitam (Alstonia angustiloba Miq.) termasuk jenis tanaman endemik, cepat tumbuh dan ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas tiga jenis FMA Glomus sp. 1, Glomus sp. 2 dan Glomus sp. 3 terhadap pertumbuhan bibit tanaman pulai hitam umur tiga bulan di pesemaian dan tanaman muda umur empat bulan di lapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi FMA Glomus sp. 1, Glomus sp. 2, dan Glomus sp. 3 pada bibit tanaman pulai hitam dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi, diameter, berat kering akar, berat kering pucuk, berat kering total bibit berturut turut 134%, 150%, 115%, 44%, 61%, 45%, 143%, 170%, 8%, 345%, 330%, 200%, 283%, 281%, 166% dibandingkan dengan kontrol. Pertumbuhan tinggi dan diameter tanaman muda umur empat bulan juga masih meningkat sebesar 19%, 15%, 19% dan 11%, 8%, 11% dibandingkan dengan kontrol
BEBERAPA ASPEK EKOLOGI, POPULASI POHON, DAN PERMUDAAN ALAM TUMBUHAN PENGHASIL GAHARU KELOMPOK KARAS (Aquilaria spp.) DI WILAYAH PROVINSI JAMBI Sumarna, Yana
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Indonesia memiliki potensi sumberdaya pohon penghasil gaharu tertinggi di dunia, secara biologis tumbuh pada  berbagai  kondisi  ekosistem  serta  tipe  hutan.  Gaharu  semula  diperoleh  masyarakat  dengan  cara memungut dari pohon penghasil yang telah mati alami. Akibat berkembangnya nilai guna dan tingginya permintaan pasar dengan harga jual tinggi, kini masyarakat memburu gaharu dengan cara menebang pohon hidup yang telah mengancam kelestarian populasi sumberdaya. Komisi CITES (Convention on International Trade on Endangered Species of Wild Flora and Fauna), sejak tahun 2004 telah menetapkan genus Aquilaria spp. dan Gyrinops sp. masuk dalam Appendix II CITES. Dalam upaya konservasi dan pembudidayaan pohon penghasil gaharu, secara biologis perlu memperhatikan aspek parameter ekologis tempat tumbuh. Untuk mendukung keberhasilan tumbuh dalam budidaya, dasar teknis akan ditentukan oleh parameter ekologis tempat  tumbuh.  Penelitian  yang  dilakukan  melalui  metode  survey dalam tiga  blok  pengamatan sesuai ketinggian di atas permukaan laut (<100 m, 200 m, >200 m) yang diulang tiga kali yang dilakukan di wilayah hutan Kecamatan Tabir Ulu, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Diperoleh data parameter ekologis berupa suhu udara nisbi berada antara 20-33º C, kelembaban nisbi antara 78-81%, intensitas cahaya antara 56-75% dengan curah hujan wilayah antara 1.200-1.500 mm/th. Populasi pohon Aquilaria spp. dalam kawasan hutan sesuai ketinggian tempat tumbuh rata-rata hanya 7 batang per satuan kelompok sebaran ketinggian tempat tumbuh, sedang potensi populasi permudaan   alam pada setiap pohon induk   untuk jenis Aquilaria malaccensis Lamk rata-rata sebanyak 287 batang (luas tajuk 20,3 m2) dan untuk jenis Aquilaria microcarpa Bail sebanyak 331 batang (luas tajuk 24,5 m2). 
POLA DAN NILAI LOKAL ETNIS DALAM PEMANFAATAN SATWA PADA ORANG RIMBA BUKIT DUABELAS PROVINSI JAMBI Novriyanti, Novriyanti; Masy’ud, Burhanuddin; Bismark, M.
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang Rimba merupakan salah satu etnis yang tinggal di dalam dan di luar kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas, Provinsi Jambi. Untuk mendukung cara  hidup berpindah dan berkelompok, Orang Rimba memanfaatkan bermacam jenis satwa dan memiliki pola pemanfataan yang beragam. Penelitian etnozoologiini dilakukan untuk memperoleh informasi tentang jenis satwa yang dimanfaatkan Orang Rimba, peruntukan,cara memanfaatkan dan nilai-nilai yang terkandung dalam upaya mendapatkan satwa tersebut. Penelitian dilakukan pada bulan September-Oktober 2013. Data dikumpulkan dengan cara wawancara terbuka padaOrang Rimba kelompok Makekal Tengah, Makekal Hilir, Air Hitam dan Terap. Hasil penelitianmenunjukkan ada 29 jenis satwa yang dimanfaatkan Orang Rimba sebagai sumber protein hewani (48,28%)bahan obat (20,69%), terlindungi adat (24,14%) dan dijual (6,90%). Daging merupakan bagian tubuh yang paling banyak dimanfaatkan (62%). Menurut aturan adat Orang Rimba, kegiatan berburu satwa bolehdilakukan di dalam hutan, kecuali di dalam hutan inti, yaitu zona inti Taman Nasional Bukit DuabelasProvinsi Jambi dan dilarang memburu satwa yang terlindungi adat
KOLONISASI CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULA PADA BIBIT TANAMAN PENGHASIL GAHARU Santoso, Erdy; Gunawan, A.W.; Turjaman, Maman
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK Tanaman penghasil gaharu termasuk jenis hasil hutan bukan kayu (HHBK) dan keberadaannya sangat penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di negara-negara Asia Tenggara, tetapi beberapa jenis tanaman penghasil gaharu telah mengalami kepunahan disebabkan pemanenan di alam yang berlebihan.  Ada usaha  peningkatan  dalam  penyediaan  bibit  Aquilaria  microcarpa  Baill  tetapi  tidak  cukup   dalam meningkatkan jenis HHBK tersebut dan dalam meningkatkan promosi  konservasi hutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang pengaruh lima jenis cendawan mikoriza arbuskula (CMA) dalam meningkatkan pertumbuhan awal Aquilaria microcarpa Baill.   Bibit Aquilaria microcarpa Baill diinokulasi oleh Entrophospora sp. Ames & Scheneider, Glomus sp. ACA Tulasne & Tulasne,  Glomus sp. ZEA Tulasne & Tulasne,  Glomus clarum Nicholson & Schenk, Gigaspora decipiens Hall & Abbott, dan kontrol (tidak diinokulasi) pada kondisi di persemaian. Paramater yang diukur adalah kolonisasi CMA, pertumbuhan tanaman, kandungan dan serapan N atau P pada jaringan tanaman sampai tanaman berumur 25 minggu.  Kolonisasi CMA pada akar Aquilaria microcarpa  Baill adalah 71-93 %.  Kolonisasi CMA  telah meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang, dan berat kering.  Serapan N dan P jaringan tanaman juga meningkat pada tanaman yang dikolonisasi oleh CMA.    Hasil penelitian ini memberikan indikasi bahwa CMA dapat membantu dalam penyediaan bibit Aquilaria microcarpa   Baill yang vigor dan selanjutnya berimplikasi dalam upaya konservasi dan meningkatkan penyediaan produk hasil hutan bukan kayu secara ekonomi dan lestari.
KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN BAWAH DAN POTENSI KANDUNGAN KARBONNYA PADA HUTAN AGATHIS DI BATURRADEN Garsetiasih, R.; Heriyanto, N.M.
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang keanekaragaman jenis tumbuhan bawah dan potensi kandungan karbonnya. Penelitian  dilakukan pada bulan Juli 2005 sampai bulan April 2006 di hutan agathis Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah. Pengumpulan data tumbuhan bawah menggunakan metode plot bujur sangkar berukuran 1 m x 1 m dan penentuan plot dilakukan secara acak. Dari penelitian ditemukan 23 jenis tumbuhan bawah. Tegakan agathis tua didominasi oleh pacing (Costus speciosus Smith) dengan indeks nilai penting/INP = 43,03 %,   rumput pait (Coelachene pulchella R.BR.) INP = 36,42 %, dan harendong (Clidemia hirta Don.) INP = 7,82 %. Tumbuhan bawah yang mendominasi tegakan agathis muda yaitu kaliandra (Calliandra callothyrsus Benth.) dengan INP = 50,99 %, pacing (Costus speciosus Smith)  INP =42,81 %, dan rumput pait (Coelachene pulchella R.BR.) INP = 31,06 %. Derajat keragaman jenis tumbuhan bawah pada tegakan agathis tua dan tegakan agathis muda adalah sebesar 0,9640 dan 0,9591 dengan jumlah jenis masing-masing 19 jenis dan 16 jenis. Kandungan karbon paling tinggi yaitu berturut-turut pacing (0,7932 ton C/ha), kaliandra (0,159 ton C/ha), dan rumput pait (0,0413 ton C/ha). Berat kering total tum- buhan bawah per hektar yaitu sebesar 2,1554 ton, kandungan karbonnya rata-rata sebesar 1,0759 ton C/ha atau setara dengan 3,94 ton CO 2 /ha.
POTENSI DAN RIAP DIAMETER JENIS Aquilaria malaccensis LAMK DI HUTAN ALAM PRODUKSI LABANAN, KABUPATEN BERAU, KALIMANTAN TIMUR Abdurachman, Abdurachman; Saridan, Amiril; Lanniari, Ida
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAquilaria malaccensis LAMK   adalah salah satu jenis tanaman penting yang dapat memproduksi gaharu sebagai  hasil  hutan  bukan  kayu  di  Kalimantan  Timur.  Gaharu  memilki  nilai  ekonomi  tinggi.  Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi potensi, distribusi, dan riap diameter pohon penghasil gaharu. Diharapkan informasi ini dapat dijadikan dasar untuk konservasi genetik dalam pengembangan silvikultur. Penelitian ini dilaksanakan pada plot STREK (Silviculture Technique for Regeneration of Logged Over Area in East Kalimantan) di hutan alam produksi Labanan dengan total  kawasan 48 ha. Telah dibuat12 plot di mana setiap plot berukuran empat ha atau 200 m x 200 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pohon pada setiap plot berjumlah 1-5 pohon,  ini berarti hanya ada satu pohon dalam luasan dua ha. Diameter terbesar adalah 44,7 cm  dan terkecil  10 cm  Rata-rata riap diameter adalah 0,40 cm per tahun (±0,402 cm). Sementara itu, riap tertinggi adalah 0,64 cm per tahun untuk kelas diameter >40 cm.
POPULASI BURUNG MERAK HIJAU (Pavo muticus Linnaeus, 1766) DI EKOSISTEM SAVANA, TAMAN NASIONAL BALURAN, JAWA TIMUR (Population Phoenix Birds (Pavo muticus Linnaeus, 1766) in Savanna Ecosystem, Baluran National Park, East Java) Takandjandji, Mariana; Sawitri, Reny
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa jenis satwaliar langka yang ada di Indonesia memiliki nilai ekonomi tinggi yang dapat dimanfaatkan dalam bentuk hidup (sebagai satwa pelihara untuk kepentingan ekowisata) di antaranya adalah burung merak hijau (Pavo muticus Linnaeus, 1766). Penelitian ini bertujuan menyediakan data dan informasi ilmiah tentang bio-ekologi burung merak hijau (Pavo muticus Linnaeus, 1766), sehingga dapat diacu dalam pengembangan penangkaran. Penelitian dilakukan melalui pengamatan langsung di habitat hutan konservasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa habitat burung merak hijau (Pavo muticus Linnaeus, 1766) pada dataran rendah berupa ekosistem savana dengan ketinggian bertengger 4-25 m. Pakan burung merak hijau (Pavo muticus Linnaeus, 1766) berupa bunga, buah, biji rumput-rumputan, dan tumbuhan bawah. Populasi burung merak hijau (Pavo muticus Linnaeus, 1766) di ekosistem savana Bekol dan Bama, Taman Nasional Baluran selama tahun 1988-2007 mengalami penurunan 48%, tetapi sex ratio jantan dan betina sekitar 1:1,6. Pengelolaan habitat pada ekosistem savana perlu dilakukan agar populasi burung merak hijau (Pavo muticus Linnaeus, 1766) di Taman Nasional Baluran terus meningkat, melalui pemberantasan tanaman invasif Acacia nilotica (L.) yang dapat mengganggu pertumbuhan tumbuhan bawah sebagai sumber pakan burung. Penangkaran burung merak hijau (Pavo muticus Linnaeus, 1766) perlu dioptimalkan dengan memperhatikan aspek bio-ekologi agar dapat mencapai keberhasilan penangkaran. 
KERAGAMAN DAN POTENSI JENIS SERTA KANDUNGAN KARBON HUTAN MANGROVE DI SUNGAI SUBELEN SIBERUT, SUMATERA BARAT Bismark, M.; Subiandono, Endro; Heriyanto, N.M.
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAKPenelitian yang dilakukan pada bulan Juni 2007 bertujuan untuk memperoleh informasi tentang besarnya potensi biofisik dan kandungan karbon pada hutan mangrove di Cagar Biosfer Pulau Siberut, Sumatera Barat. Analisis potensi biomasa, karbon, dan kesuburan tanah dalam tegakan mangrove dilakukan dalam dua plot seluas masing-masing 0,25 ha pada jarak 1.300 m dari garis pantai. Inventarisasi jenis mangrove dilakukan di tepi sungai sepanjang satu km dari sungai sepanjang dua km dengan vegetasi riverine mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 10 jenis pohon mangrove, yaitu Rhizophora apiculata Blume, R. mucronata Blume, Bruguiera cylindrica W.et.A., B. gymnorrhiza (L). Savigny, Xylocarpus granatum Koen, Barringtonia  racemosa  Blume,  Ceriops  tagal  C.B  Rob.,  Aegyceras  corniculatum  Blanco,  Luminitzera littorea Voigl., dan Avicennia alba L.  Hutan mangrove  di lokasi penelitian mempunyai kadar C sebesar23,22%, N sebesar 0,73%, Na dan K sebesar masing-masing 10,40 me/100 g dan 4,51 me/100 g yang termasuk kategori sangat tinggi, namun nilai P sebesar 3,94 ppm dan KTK sebesar 18,93 termasuk cukup rendah. Jenis yang mendominasi tegakan hutan mangrove adalah R. apiculata dengan kerapatan 80 pohon/ha, R. mucronata dengan kerapatan 28 pohon/ha, dan B. gymnorrhiza dengan kerapatan 12 pohon/ha. Biomasa tegakan di  atas  tanah dan  kandungan karbon  hutan  mangrove yang  terdiri  dari  jenis  R.  apiculata, R. mucronata, dan jenis B. gymnorrhiza cukup rendah, yaitu sebesar 49,13  ton/ha dan 24,56 ton C/ha, atau setara dengan 90,16 ton CO2 /ha.
PEMANFAATAN POHON BERKHASIAT OBAT DI CAGAR ALAM GUNUNG PICIS DAN GUNUNG SIGOGOR, KABUPATEN PONOROGO, JAWA TIMUR Setyawati, Titiek
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan penelitian untuk mengumpulkan informasi  tentang pemanfaatan pohon obat dilakukan di dua loka cagar alam di Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur.  Pengumpulan data dan informasi ini diperolemelalui pengamatan langsung di lapangan, wawancara langsung dengan penduduk lokal serta melalui studpustaka. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Cagar Alam Gunung Picis dan Gunung Sigogor di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ditemukan 12 jenis pohon berkhasiat obat yang diketahui berdasarkankajian pustaka yaitu suren (Toona sinensis M. Roem.), puspa (Schima wallichii Korth.), morosow (Engelhardtia spicata Bl.), talesan (Persea odoratissima Kosterm.), gitri (Elaeocarpus sphaericus K.Schum.), mangir (Ganophyllum falcatum Bl.), cempaka (Turpinia sphaerocarpus Hassk.), trawas (Litseodorifera T. et B.), nyampuh (Pygeum parviflorum T. et B.), kayu abang (Payena lerii Kurz.), pasan(Castanopsis acuminatissima A. DC), dan pasang biasa (Lithocarpus elegans (Bl) Hatus). Dari 12 jenis inhanya ada lima jenis saja yang berdasarkan wawancara dimanfaatkan oleh penduduk sebagai bahan obat yaipuspa, morosowo, talesan, mangir, dan kayu abang. Potensi dari jumlah pohon berkhasiat obat yanditemukan di lokasi penelitian cukup tinggi. Sayangnya masyarakat yang berada di sekitar lokasi penelitian memanfaatkan hanya sebagian saja untuk pengobatan tradisional. Masyarakat lebih memilih untumenggunakan obat-obatan modern (non-tradisional) yang mudah diperoleh dengan harga murah di pasarpasar lokal

Filter by Year

2004 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 6 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 1, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam More Issue