cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
ISSN : 02160439     EISSN : 25409689     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 716 Documents
MODEL PENDUGA MASSA KARBON HUTAN RAWA GAMBUT MENGGUNAKAN CITRAALOS PALSAR Tomi Yuwono; I Nengah Surati Jaya; Elias Elias
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2015.12.1.45-58

Abstract

Hutan rawa gambut telah diakui sebagai ekosistem yang mampu menyimpan karbon hingga jumlah besar. Riset ini membahas pengembangan model estimasi massa karbon menggunakan data penginderaan jauh aktif. Tujuan penelitian ini adalah  mendapatkan informasi hasil untuk pengembangan  model estimasi volume massa karbon dengan menggunakan penginderaan jauh aktif, data ALOS PALSAR. Model dikembangkan atas dasar hubungan antara massa karbon rata-rata dan nilai backscatter ALOS PALSAR dari HH, HV dan band sintetik  HH/HV yang berasal dari berbagai ukuran pixel, yaitu : (a) 1 x 1 pixel, (b) 3 x 3 pixel dan (c) 5 x 5 pixel. Studi ini menemukan bahwa koefisien korelasi yang baik ditunjukkan antara nilai backscatter dan stok karbon. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa korelasi terbaik diberikan oleh HV, korelasi tersebut lebih   baik   daripada   korelasi   yang   diperoleh   dengan   menggunakan   HH   dan   HH/HV.   Studi   ini mengidentifikasi model terbaik, yaitu ŷ = -5,337HV2– 111,8HV – 480,1;  R²=0,86 dan 3 x 3 pixel
STRUKTUR TEGAKAN TINGGAL PADA UJI COBA PEMANENAN DI HUTAN PENELITIAN LABANAN, KALIMANTAN TIMUR Amiril Saridan; Sri Soegiharto
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2012.9.3.239-249

Abstract

 Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang struktur tegakan tinggal pada berbagai teknik pemanenan yang berbeda.  Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di plot STREK di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Dalam penelitian ini digunakan empat tipe perlakuan pemanenan yaitu pemanenan ramah lingkungan (RIL) dengan limit diameter ≥ 50 cm dan ≥ 60 cm, pemanenan secara konvensional (CNV) dengan limit diameter ≥ 60 cm, dan hutan primer sebagai kontrol. Pengukuran dilakukan setiap dua tahun, meliputi jenis pohon, jumlah pohon, dan diameter pohon 10 cm ke atas. Pengolahan dan analisis data secara umum dilakukan dengan menghitung kerapatan tegakan tinggal berdasarkan jumlah pohon dan bidang dasar serta volume. Berdasarkan analisis data dari tahun 1990-2008 dalam 10 kali periode pengamatan menunjukkan bahwa rataan kerapatan tegakan untuk teknik pemanenan yang berbeda dan hutan primer dari tahun ke tahun selalu meningkat. Selama 10 kali periode pengamatan kerapatan pohon pada RIL diameter > 50 cm,  RIL diameter >  60 cm, CNV diameter > 60 cm, dan hutan primer secara berturut-turut adalah 624,0 batang/ha/tahun,  618,9 batang/ha/tahun, 590,9 batang/ha/tahun, dan 511,2 batang/ha/tahun. Kondisi bidang dasar  tegakan  setelah  pemanenan  lebih  besar  dibanding  sebelum  pemanenan.  Rataan  volume  tegakan sebelum pemanenan tahun 1990 yang meliputi RIL > 50 cm, RIL > 60 cm, CNV > 60 cm, dan kontrol plot berkisar antara 231,26 m3/ha – 296,78 m3/ha, namun setelah pemanenan dari tahun 1992 sampai 2008 volumenya bervariasi.    Pada  akhir  pengamatan tahun  2008,  rataan  volume  RIL  >  50  cm  lebih  besar dibandingkan RIL > 60 cm dan CNV > 60 cm yaitu 242,90 m3/ha
JENIS TUMBUHAN PAKAN KUSKUS DIPULAU MOOR KECAMATAN NAPAN WEINAMI KABUPATEN NABIRE Krisma Lekitoo; Permenas Dimomonmau; Marinus Rumawak
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.5.461-476

Abstract

Salah satu jenis fauna Papua yang tergolong langka dan bernilai ekonomi tinggi adalah kuskus.Secara urnum, diPapua terdapat 5 jenis kuskus yang dilindungi oleh pemerintah melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 247/KPTS/UM/4/1979,  yaitukuskus kelabu (Phalanger gymnotis),kuskus bertotol biasa (Spilocuscus maculatus),kuskus timur (Phalangerorientalis), kuskus bertotol bitam (Phalanger rufoniger),dan kuskus rambut sutera (Phalangervestitus).Di Pulau Moor Kecamatan Napan Weinami Kabupaten Nabire terdapat 2 jenis kuskus yang dilindungi yaitu Spilocuscu smaculatus dan Phalanger orientalis. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahu ijenis-jenis vegetasi sebagai pakan kuskus diPulau Moor Kecamatan Napan Weinami Kabupaten Nabire. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survey dan wawancara semi struktural dengan informan kunci (keyinformen) untuk mengetahui jenis-jenis pakan alami yang dikonsumsi oleh kuskus tersebut. Hasil penelitian  menunjukkan babwa terdapat 34 jenis vegetasi sebagai pakan kuskus yang terdiri dari 8 vegetasi tergolong tanaman pertanian dan 26 jenis vegetas itergolong vegetasi hutan. Daya dukung habitat kuskus diPulau Moor secara umum masih dibawah daya dukung maksimum. 
DINAMIKA PERUBAHAN PENUTUPAN VEGETASI DAN POTENSI HUTAN BERDASARKAN CITRA LANDSAT DI KALIMANTAN SELATAN Rinaldi Imanuddin; Djoko Wahjono
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2007.4.3.211-221

Abstract

Untuk menjaga kawasan hutan, terutama ekosistemnya, maka hutan harus dikelola dan dimanfaatkan berdasarkan azas kelestarian. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka segala bentuk gangguan terhadap hutan harus dicegah, diberantas, dan atau diminimalisir dengan cara memperkuat tingkat pengawasan terhadap setiap bentuk gangguan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran dan informasi dinamika perubahan lahan dan potensi hutan di HPH/IUPHHK PT. Aya Yayang Indonesia (AYI) Provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan citra  landsat  selama  kurun  waktu 10  tahun terakhir. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini pada dasarnya terdiri dari lima tahap pemrosesan, yaitu pengolahan awal citra, pemeriksaan lapangan, klasifikasi citra secara digital, pemetaan penutupan dan penggunaan lahan. Kegiatan analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan software ER-mapper versi 6.4 dan ArcView GIS 3.3. Hasil analisis menunjukkan bahwa dinamika perubahan lahan dan potensi tegakan yang terjadi di areal PT. AYI selama kurun waktu 10 tahun terakhir menurun sangat drastis, di mana penurunan luas hutanmencapai 4.654 ha/tahun dan penurunan potensi tegakan mencapai 285.656,58 m3/tahun. 
PENGARUH JARAK TANAM TERHADAP DIAMETER Shorea leprosula Miq. UMUR LIMA TAHUN Mawazin Mawazin; Hendi Suhaendi
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2012.9.2.189-197

Abstract

Usaha untuk meningkatkan produktivitas tanaman dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain jarak tanam/ kerapatan, intensitas cahaya, dan jenis tanaman. Salah satu jenis yang penting adalah Shorea leprosula Miq. yang tergolong famili Dipterocarpaceae.  Pertumbuhan S. leprosula yang masih muda cenderung memerlukan naungan, dan untuk perkembangan selanjutnya memerlukan jarak tanam yang lebar. Tujuan penelitian ini adalah  untuk memperoleh informasi tentang jarak tanam yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan S. leprosula. Hasil penelitian menunjukkan jarak tanam yang tepat untuk penanaman  S. leprosula adalah 3 m x 3 m. Pertumbuhan S. leprosula pada umur lima tahun dengan jarak tanam 1 m x 1 m, 1,5 m x 1,5 m, 2 m x 2 m, dan 3 m x 3 m, diameternya berturut-turut adalah 6,76 cm, 7,45 cm, 8,13 cm, dan 11,47 cm. Rata-rata riap diameter tanaman per tahun berturut-turut adalah 1,27 cm, 1,41 cm, 1,55 cm, dan 2,22 cm.
PERBEDAAN SIMPANAN KARBON ORGANIK PADA HUTAN TANAMAN Acacia Mangium Wild DAN HUTAN SEKUNDER MUDA Harris Herman Siringoringo
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2014.11.1.13-39

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari simpanan karbon organik tanah pada dua tipe lahan, yaitu antara plot pada hutan tanaman A. mangium Willd (M-P) dan plot pada vegetasi hutan sekunder muda (M-SF) setelah empat tahun pada tipe tanah Acrisols di Resort Polisi Hutan (RPH) Maribaya, Kabupaten Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan karbon organik tanah (SOC) pada kedalaman 0-30 cm secara umum lebih tinggi pada plot M-P (2,30-4,79%) daripada SOC pada plot M-SF (1,79-3,81%). Sementara, kerapatan massa (BD) tanah pada kedalaman 0-30 cm, lebih rendah pada plot M-P (0,62-0,85g/cm3) daripada BD tanah pada plot M-SF (0,76-0,89 g/cm3). Pendekatan melalui massa tanah setara, perubahan simpanan SOC kumulatif pada kedalaman 0-30 cm adalah lebih tinggi pada plot M-P (8,8 ton/ha atau setara dengan sekuestrasi CO atmosfer ke dalam tanah sebesar 8,4 ton/ha/tahun) daripada pada plot MSF (2,2 ton C/ha atau setara dengan sekuestrasi CO2 atmosfer ke dalam tanah sebesar 1,5 ton/ha/tahun). Implikasinya adalah bahwa perambahan hutan sekunder muda ke hutan tanaman A. mangium Willd pada tipe tanah Acrisols di Maribaya dapat berfungsi sebagai penyerap karbon ke dalam tanah.
KOMPOSISI FLORA DAN KERAGAMAN TUMBUHAN DI HUTAN RAWA MUSIMAN, RIMBO TUJUH DANAU RIAU Lisdayanti Lisdayanti; Agus Hikmat; Istomo Istomo
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2016.13.1.15-28

Abstract

ABSTRACTFreshwater swamp forest is the most productive ecosystem and plays an important role in the ecological system. The aimed of this study was to analyze structure, composition, plant diversity and to identify the important abiotic environment factors influencing plant diversity on seasonal Tujuh Danau Swamp Forest, Riau. This study was carried out with the quadrat plot methods. In total 200 plots were laid on 1,000 ha area. The result revealed that 97 species of 36 families were identified in the study site. Seedlings and trees contained greater numbers of individuals than saplings and poles levels. Sterculia gilva Mig. was the dominant species in all (seedling, sapling, poles, trees) level. The dominant family in all growth levels were Euphorbiaceae and Dipterocarpaceae. Tree diameters class distribution was a reverse “J” curve indicating the forest in a normal condition. Shannon-Wienner diversity index were high at the extent of 3.08-3.29. Species distribution base on Evenness index showed that the distribution of species was unequal on seasonal swamp forest community. Soil properties of silt, sand, clay and canopy cover were the important abiotic factors influencing the diversity of seedlings on the seasonal swamp forest.Key words: Composition, diversity, forest, seasonal, swamp.ABSTRAKHutan rawa air tawar merupakan salah satu tipe ekosistem yang produktif dan berperan penting dalam mengatur berbagai macam sistem ekologis. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang struktur, komposisi dan keragaman tumbuhan hutan rawa musiman Rimbo Tujuh Danau, Riau serta faktor lingkungan abiotik yang berpengaruh penting terhadap keragaman tumbuhan. Penelitian dilakukan menggunakan metode garis berpetak, dimana sebanyak 200 petak dibuat dalam area hutan rawa musiman seluas 1.000 ha. Keragaman tumbuhan teridentifikasi sebanyak 36 famili dan 97 spesies. Semai dan pohon merupakan tingkat pertumbuhan dengan jumlah individu yang lebih banyak daripada tingkat pancang dan tiang. Sterculia gilva Mig. merupakan spesies yang mendominasi pada seluruh tingkat pertumbuhan (semai, pancang, tiang dan pohon). Pada tingkat famili yang mendominasi adalah Euphorbiaceae dan Dipterocarpaceae. Sebaran kelas diameter pohon membentuk kurva J terbalik, sehingga dapat dikatakan bahwa komunitas hutan dalam kondisi stabil. Indeks keragaman Shannon-Wienner menunjukkan tingkat keragaman yang tinggi yaitu 3,08-3,29. Distribusi spesies berdasarkan indeks kemerataan menunjukkan sebaran spesies tidak sama dalam komunitas hutan. Karakteristik tanah, debu, pasir, liat dan tutupan tajuk merupakan faktor abiotik yang berpengaruh penting terhadap keragaman semai dalam hutan rawa musiman.Kata kunci: Hutan rawa, keragaman jenis tumbuhan, komposisi jenis.
PERILAKU TRENGGILING (Manis javanica Desmarest, 1822) DI PENANGKARAN PURWODADI, DELI SERDANG, SUMATERA UTARA Reny Sawitri; M. Bismark; Mariana Takandjandji
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2012.9.3.285-297

Abstract

Populasi trenggiling (Manis javanica Desmarest, 1822) di alam cenderung menurun akibat perburuan ilegal, sehingga perlu diantisipasi dengan penangkaran.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi yang terkait dengan perilaku trenggiling dalam upaya peningkatan keberhasilan penangkaran.  Metode yang digunakan adalah  wawancara dan  pengamatan langsung terhadap  perilaku  trenggiling.    Kandang  yang digunakan berukuran 2 m x 5 m x 2 m.   Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku yang dilakukan trenggiling dalam kandang adalah bergerak, tidur, makan, di mana perilaku bergerak yang dilakukan adalah aktivitas berjalan (3,51%), mendatangi pakan (2,72%), memanjat (2,23%), dan berdiri (0,64%).   Posisi perilaku tidur yang paling banyak dilakukan adalah melingkar (5,82%), terlentang (2,45%), dan memanjangkan tubuh (0,82%).   Perilaku   makan yang lebih banyak dilakukan adalah minum (3,44%), makan (2,79%), urinasi (1,53%), dan defekasi (1,4%).
POLA KOLAB0RATIF DALAM PENGELOLAAN KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) HAURBENTES Sri Suharti; Tati Rostiwati; Nina Mindawati
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.5.527-537

Abstract

Pengelolaan KHDTK merupakan bentuk pengelolaan kawasan hutan yang baru di sektor kehutanan.KHDTK diperuntukan bagi kegiatan penelitian dan pengembangan,pendidikan,dan pelatihanserta keperluan budaya dan religi.Hutan Penelitian Haurbentes sesuai keputusan mentri kehutanan No 289 yang sebelumnya seluas ha dan di bangun pada tahun 1940 sekarang di perluas menjadi 100 ha.Dengan bertambahnya luas hutan yang harus dikelola dan berubahnya status menjadi KHDTK yang implikasinyaakan melibatkan lebih banyak para pihak/stakeholder(masyarakat setempat, Perhutani,pemda setempat ,pengurus tinggi , dan instansi penelitian lainnya) maka tujuan pengelolaannya pun akan lebih luasdan beragam dibandingkan sebelumnya. Untuk mengantipasi kondisi yang ada serta dalam rangka menigkatkan efektivitas pengolaan kawasan maka perlu dibuat Rencana kerja Kolaboratif KHDTK Hutan Penelitian Huarbentes. Tujuan penelitian adalah menggali potensi yang ada yang bisa dikolaboratifkan dengan berbagai stakeholder serta tersedianya acuan berupa langkah-langkah yang perlu dilakukan segera di HP Haurbentes dan acuan dasar bagi penyusunan Rencana Tindak (Action plan) untuk pengolaan jangka panjang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metoda survai dan dilanjutkan dengan Focus Groups Discussion / FGD. Pemilihan sampel responden dilakukan secara purposive random sampling .Hasil Penelitian menunjukan bahwa peluang kerja sama kolaborasi di KHDKTK Haurbentes sangat prospektif untuk dilakukan Hasil wawancara dengan respoden terpilih menunjukan bahwa berbagai stakeholder yang terkait dengan keberadaan KHDTK Haurbentes sangat berminat untuk mengadakan kerja sama secara intensif dengan Badan Litbang Kehutanan sebagai pengelola KHDTK. Bererapa masalah yang perlu di antisipasi antara lain kejelasan hak dan kewajiban /tanggung jawab . Pembagian keuntungan dan resiko , masalah dana dan upaya peningkatan kesadaran dan kemandirian mayarakat setempat serta pengawasan kegiatan yang berlangsung di KHDTK . Untuk merealisikan agar kerja sama tersebut benar-benar dapat memberikan manfaat yang nyata, beberapa upaya adaptasi/modifikasi dalam pengolaan KHDTK termasuk stuktur organisasinya perlu dilakukan. Selain itu, pertemuan /diskusi secara rutin dan intensif dengan pihak-pihak yang bekerja sama perlu dilakukan agar berbagai masalah yang timbul dari adanya kerja sama tersebut dapat diantisipasi sebelumnya.
KARAKTERISTIK DAN PENGGUNAAN LAHAN OLEH MASYARAKAT SEKITAR HABITAT ORANGUTAN (Pongo abelii Lesson), DI CAGAR ALAM DOLOK SIBUAL-BUALI Wanda Kuswanda
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2007.4.3.277-290

Abstract

Habitat orangutan Sumatera telah terfragmentasi karena konversi hutan untuk memenuhi kebutuhan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang karakteristik, tipe, dan penggunaan lahan oleh masyarakat di sekitar habitat orangutan di Cagar Alam Dolok Sibual-buali.  Lokasi penelitian difokuskan di Desa Aek Nabara dan Desa Sialaman. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan secara deskriptif, penyebaran kuesioner, dan pembuatan petak contoh penelitian pada berbagai tipe lahan masyarakat. Karakteristik lahan masyarakat umumnya termasuk klasifikasi datar sampai bergelombang, kemiringan 0-25 %, dan sering tererosi.   Tipe-tipe lahan dapat dikelompokkan menjadi hutan rakyat, areal perkebunan, pertanian, ladang, dan peruntukan lainnya.  Lahan dimanfaatkan untuk menanam kayu manis (Cinnamomum burmannii Nees & Th. Nees), kopi (Coffea arabica L.), karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg), padi (Oryza sativa L.), dan sayuran.  Pembangunan desa-desa di sekitar habitat orangutan harus dilakukan secara terpadu untuk menyelaraskan antara kepentingan konservasi orangutan dengan kepentingan ekonomi masyarakat.

Filter by Year

2004 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 6 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 1, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam More Issue