cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
ISSN : 02160439     EISSN : 25409689     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 716 Documents
EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN KEBAKARAN PADA RUTAN ALAM DATARAN RENDAH DI PT ASIALOG, JAMBI Ari Wibowo
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 1, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2004.1.1.14-25

Abstract

Penelitian yang dilakukan di hutan hujan dataran rendah PT Asialog, Jambi bertujuan untuk mengidentifikasi upaya pengedalian kebakaran hutan dan efektifitasnya, Penelitian dilaksanakan memlalui pengamatan untuk mengetahui kondisi kawasan hutan, cara pengelolaan, kerawanan terhadap kebakaran dan efektifitasnya sistem pengendalian kebakaran yang telah diterapkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum kondisi kawasan hutan di PT. Asialog cukup aman dari bahaya kebekaran karena curah hujan yang tinggi sepanjang tahun, dan vegetasi yang selalu hujau. Akan tetapi kecenderungan iklim dengan musim kemarau berkempanjangan dapat mengeringkan seluruh vegetasi terutama tumbuhan bawah sebagai bahan bakar potensial. Tingkat bahaya kebekaran relatigf tinggi di sepanjang jalan hutan, kawasn yang berbatasan dengan huta tanaman dan tempat-tempat kegiatan masyarakat. Untuk mengantisipasi dan mencegah kebakaran hutan, HPH telah membentuk organisasi guna kegiatan perlindungan hutan termasuk kebekaran hutan, HPH telah membentuk organisasi guna kegiatan perlindungan hutan termasuk kebakaran hutan, yang disebut dengan "Tim Siap Tanggap Darurat". Selain itu telah disediakan peralatan seperti truk tangki, tangki air yang diletakan sepanjang jalan utama, peralatan transportasi dan komunikasi, peralatan tangan dan meletakan tanda-tanda peringatan bahaya kebekaran hutan. Meskipun sistem yang diterapkan masih kurang memadai untuk mengamankan seluruh kawasan hutan, tetapi secara umum sistem yang diterapkan telah memadai untuk deteksi awal dan menvegah penyebaran api, serta pemedam kebakaran kecil yang mulai terjadi di kawasan hutan.
ANCAMAN TERHADAP POPULASI ORANGUTAN SUMATERA (Pongo abelii Lesson) Wanda Kuswanda
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2007.4.4.409-417

Abstract

Populasi orangutan Sumatera (Pongo abelii Lesson) mengalami penurunan secara cepat dalam 30 tahun terakhir.  Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dan informasi berbagai ancaman terhadap populasi orangutan Sumatera, khususnya di sekitar Cagar Alam Dolok Sibual-buali, Sumatera Utara.  Pengumpulan data  menggunakan metode  pengamatan deskriptif dan  kuesioner.  Hasil  penelitian  menunjukkan bahwa ancaman serius terhadap orangutan adalah penyusutan habitat yang diakibatkan oleh penebangan hutan, perambahan, pembangunan gubuk, dan perluasan jalan.   Tekanan perburuan relatif rendah karena 77,5 % masyarakat mengetahui orangutan sebagai satwa yang dilindungi.   Aktivitas masyarakat lainnya yang dilakukan pada habitat orangutan yaitu bertani sebesar 70 %, mengambil kayu bakar sebesar 80 % dan air nira sebesar 26,7 %.  Jumlah orangutan sebanyak 27 individu di Cagar Alam Dolok Sibual-buali diperkirakan akan semakin menurun apabila tidak dilakukan program konservasi, pemberdayaan masyarakat lokal, dan penegakan hukum.
FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN PANEN MADU HUTAN DI TAMAN NASIONAL DANAU SENTARUM PADA MUSIM PANEN TAHUN 2009-2012 Soesilawati Hadisoesilo; Kuntadi Kuntadi
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2014.11.2.171-182

Abstract

Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) adalah salah satu pusat produksi madu hutan di Provinsi Kalimantan Barat dengan jumlah produksi rata-rata 20-25 ton pertahun. Akan tetapi, selama tiga tahun berturut-turut, yaknitahun 2009-2012, kawasan TNDS mengalami gagal panen hingga titik terendah pada tahun 2012 dimana tidak ada madu yang dihasilkan. Untuk mengetahui penyebab gagal panen tersebut dilakukan telaah terhadapkeberadaan lebah madu dalam hubungannya dengan kondisi iklim dan faktor abiotik lainnya. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2013 melalui kajian kepustakaan dan observasi lapangan tentang pendapat masyarakat yang bermukim di dalam kawasan TNDS (empat lokasi) dan di luar TNDS (dua lokasi). Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel responden, mereka adalah para pemungut madu hutan. Penelitian melibatkan 55 responden yang dipilih secara acak (random) di antara pemungut madu hutan. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuisioner oleh responden terpilih, diskusi umum dan wawancara mendalam dengan tokoh kunci dalam pemungutan madu hutan. Data kondisi iklim dan faktor abiotik diperoleh dari kepustakaan dan instansi pemerintah. Hasil telaahan menunjukkan gagal panen madu disebabkan oleh menurunnya populasi koloni lebah hutan (Apis dorsata) dan berkurangnya sumber pakan. Kebakaran hutan tahun 2009, 2011 dan 2012 serta banjir besar pada tahun 2010 adalah penyebab turunnya populasi dan terganggunya pembungaan tumbuhan hutan
Permodelan Kesesuaian Habitat Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus pygmaeus) di Koridor Satwa Kapuas Hulu Kalimantan Barat Hari Prayogo; Thohari Thohari; Achmad Machmud; Solihin Solihin; Dedy Duryadi; Prasetyo Prasetyo; Lilik Budi; Sugardjito Sugardjito; Jito Jito
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2016.13.2.137-150

Abstract

ABSTRACTKapuas Hulu, as conservation districts, established regional wildlife corridor that connected Betung Kerihun and Danau Sentarum National Park as a Strategic Area District which highlight aspects of the environment. This wildlife corridor holds a prominent role in the movement of animals, especially orangutans of both national parks. This research was conducted to identify the impact of land use policies on the distribution of orangutans in the corridor. Although it has been designated as a wildlife corridor, many land conversion disconnecting wildlife corridors such as road construction, large-scale plantations development, land clearing for settlement, cultivation, and deforestation. However, the two national parks still offers a secure place for orangutans. A remote sensing technology was used to map the distribution and habitat suitability for the orangutan in the wildlife corridor. Seven parameters were observed to study the habitat of orangutans. The results revealed that the habitat suitability level of wildlife corridor was 49.94%, 46.61% and 3.46% for high, moderate and low level of suitability respectively. The results were supported by validation of 32.29% and 67.71% for moderate and high suitability respectively.Key words : Corridor, habitat, orangutan, wildlife suitabilityABSTRAKKabupaten Kapuas Hulu sebagai kabupaten konservasi telah menetapkan daerah koridor satwa yang menghubungkan Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum sebagai Kawasan Strategis Kabupaten yang menonjolkan aspek lingkungan. Koridor satwa ini memiliki peranan yang penting bagi pergerakan satwa terutama orangutan dari kedua taman nasional ini. Studi ini dilakukan untuk memahami dampak tata guna lahan terhadap sebaran orangutan, di koridor satwa. Pembukaan jalan, perkebunan skala besar, pembukaan lahan untuk pemukiman, perladangan serta penebangan hutan telah menjadi penyebab terputusnya habitat orangutan. Wilayah yang masih aman sebagai habitat orangutan adalah di dalam kawasan taman nasional. Penelitian ini dilakukan menggunakan teknologi penginderaan jarak jauh untuk memetakan sebaran dan kesesuaian habitat orangutan di kawasan koridor satwa. Tujuh parameter habitat orangutan digunakan dalam analisis spasial kesesuaian habitat. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa kawasan koridor memiliki tingkat kesesuaian habitat yang tinggi sebesar 49.94%, tingkat kesesuaian sedang sebesar 46.61% dan kesesuaian yang rendah sebesar 3.46%. dan hasil ini ditunjang dengan besaran nilai validasi untuk kelas kesesuaian sedang sebesar 32.29% dan kelas kesesuaian tinggi sebesar 67.71%.Kata kunci : Habitat, kesesuaian, koridor, orangutan, satwa
MODEL TAPER BATANG TANAMAN Khaya anthoteca C.DC. DI HUTAN PENELITIAN PASIRHANTAP, SUKABUMI, JAWA BARAT Harbagung Harbagung; Haruni Krisnawati
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2009.6.1.13-24

Abstract

Model taper telah disusun untuk jenis kayu mahoni afrika (Khaya anthoteca C.D.C) yang tumbuh di Hutan Penelitian Pasirhantap, Sukabumi, Jawa Barat. Model taper dapat digunakan untuk menduga volume pohon pada berbagai ketinggian batang dengan cara mengintegralkan model taper tersebut dari atas permukaan tanah sampai pada ketinggian batang tersebut. Data dari 58 pohon contoh berumur 35-60 tahun dengan kisaran diameter antara 20 dan 90 cm dan tinggi batang bebas cabang antara 10 dan 30 m digunakan untuk menyusun model. Delapan persamaan taper telah diuji, tujuh persamaan di antaranya diambil dari sumber literatur, dan sisanya adalah persamaan baru yang diujicobakan dalam penelitian ini. Lima indikator statistik (yaitu  MRES,  AMRES,  RMSE,  MEF adj ,  dan  AIC) digunakan  untuk  membandingkan  model  dalam kemampuannya untuk menduga diameter pohon. Hasil uji dengan menggunakan data independen menunjukkan bahwa model baru yang dicobakan dalam penelitian ini, yaitu dob h = 1,0236 + 0,8124 Dbh + 0,4960 Hcb – 1,4134 h + 0,0096 h2 menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan model lainnya dalam hal keakuratan prediksi (jumlah skor paling rendah, yaitu 6). Model ini dapat direkomendasikan untuk menduga diameter batang pada ketinggian tertentu pada jenis kayu mahoni afrika di lokasi studi. Integrasi dari persamaan ini menghasilkan persamaan volume:                              h2Vh1 − h2   = π / 40000 ∫ dobh2 δh                              h1yang  dapat  digunakan  untuk  menduga  volume  batang  sampai  pada ketinggian  batang tertentu yang diperdagangkan maupun volume batang total
PENENTUAN UKURAN OPTIMAL PETAK UKUR PERMANEN UNTUK HUTAN TANAMAN JATI Harbagung Harbagung; Rinaldi Imanuddin
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2009.6.1.57-68

Abstract

Petak Ukur Permanen (PUP) merupakan sarana untuk pemantauan dan pengumpulan data pertumbuhan dan hasil tegakan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ukuran optimal PUP hutan tanaman jati (Tectona grandis Linn. f.) sebagai ukuran PUP terkecil yang dapat mewakili keragaman semua parameter tegakan. Sebagai obyek penelitian adalah tegakan jati tua berumur ± 110 tahun. Dasar pertimbangannya adalah ukuran PUP yang cocok untuk tegakan tua pasti bisa menampung keragaman struktur tegakan muda, tetapi belum tentu sebaliknya. Pengumpulan data tegakan dilakukan pada tiga bidang areal sampel berukuran 120 m x 120 m di areal kerja Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kendal, Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran PUP optimal hutan tanaman jati untuk pemantauan dinamika jumlah pohon dari waktu ke waktu adalah 90 m x 90 m. Petak inti ukuran 60 m x 60 m yang berada di tengahnya adalah optimal untuk pemantauan riap diameter dan tinggi tegakan. Ukuran PUP optimal tersebut dapat diterapkan pada berbagai kelas umur pada hutan tanaman jati.
KOMPOSISI DAN PREFERENSI PAKAN BURUNG PERKICI DORA (Trichoglossus ornatus Linne 1758) DALAM PENANGKARAN Hendra Gunawan; Indra Ardie SLPP; M. Azis Rakhman
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 1, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2004.1.1.67-77

Abstract

Burung paruh bengkok dari kawasan indonesia Timur banyak diperdagangkan secara ilegal , salah satu contohnya adalah perkici dora (Trichoglossus ornatus Linne 1758). Burung ini merupakan jenis endemik Sulawesi yang dilinfungi karena populasinya semakin langka ditangkapa secara berlebihan untuk diperdagangkan, Sebenarnya burung ini tidak boleh ditangkap dari alam untuk perdagangan, tetapi harus dari hasil penangkaran. Penelitian ini merupakan studi pendahuluan untuk mempelajari kehidupan harus burung perkici dora dalam penangkaran. Aspek yang akan diteliti komposisi dan preferensi pakan. Dua macam runsum yaitu: (1) lima jenis buah yang terdiri atas pepaya (Carica papaya), Semangka (Citrullus vulgaris), jeruk (Citrus aurantium), jambu (Eugenia aquea), dan tomat (Solanum lycopersium) ;(2) lima varietas pisang (Musa paradisiaca) yaitu variertas ambon, susu, manis, mas, dan kepok dicobakan kepada enam individu burung perkici dora. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Nilai - nilai tengah dibandingkan dengan uji Beda Nyata Terkecil. Neu's index digunakan untuk merenking urutan preferensi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komposisi pakan dari ransum pertama adalah pepaya 40,74%, semangka 31,86%, jeruk19,19%, jambu 4,87%, dan tomat 3,34%. dari rensum kedua adalah pisang ambon 25,88%, pisang susu 25,44%, pisang mas 21,17%, pisang manis 20,28%, dan pisang kepok hanya 7,23% Jenis pakan buah paling disukai adalah pepaya, sedangkan pisang paling dusukai adalah pisang ambon . Preferebsi terhadap pepaya dan pisang ambon tidak signifikan. Berat pakan harian yang dikosumsi berkisar antara 65,140-117,72g/individu/hari. Sedangkan kosumsi kalori harian berkisar antara 52,07-72,20 kal/individu/hari.
SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH SERTA KOMPOSISI VEGETASI DI TAMAN WISATA ALAM TANGKUBAN PARAHU, PROVINSI JAWA BARAT Pratiwi Pratiwi; R. Garsetiasih
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2007.4.5.457-466

Abstract

Taman Wisata Alam Tangkuban Parahu merupakan salah satu taman wisata alam yang memiliki kekhasan berupa kawah Gunung Tangkuban Parahu dengan tipe vegetasi hutan dataran tinggi, sehingga dalam suatu kesatuan sebagai panorama yang khas. Panorama yang khas ini memiliki daya tarik yang tinggi, sehingga taman wisata alam ini banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik asing maupun dalam negeri. Tipe vegetasi yang ada merupakan hasil interaksi dari komponen-komponen yang ada di dalam ekosistem tersebut. Salah satu komponen ekosistem adalah tanah. Sifat-sifat tanah erat hubungannya dengan komposisi vegetasi yang ada di atasnya. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang sifat-sifat tanah dan komposisi vegetasi yang ada di Taman Wisata Alam Tangkuban Parahu. Penelitian dilakukan dengan membuat plot-plot penelitian untuk pengamatan sifat-sifat tanah dan topografi, serta vegetasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah di lokasi penelitian termasuk jenis tanah Andosol, dengan tipe vegetasi khas daerah pegunungan.  
POLA SEBARAN DAN ASOSIASI BAYUR (Pterospermum javanicum Jungh.) DI KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG RINJANI Syamsul Hidayat
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2014.11.3.225-237

Abstract

Bayur (Pterospermum javanicum Jungh.) adalah salah satu tumbuhan kayu komersial yang tumbuh di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), terutama di hutan dataran rendah. Keberadaan bayur sangat penting bagi masyarakat Lombok, selain sebagai bahan bangunan juga digunakan sebagai bahan minuman kesehatan (tuak Bayur). Keberadaan bayur di hutan semakin terancam bila tidak dilakukan pengawasan yang ketat. Kajian tentang pola sebaran dan asosiasi bayur dengan tumbuhan lain perlu dilakukan untuk mendukung pengetahuan keberadaan Bayur di kawasan TNGR. 40 plot sampling yang dibuat di jalur traking Senaru diperoleh hasil 25 individu/ha bayur dewasa yang menyebar secara berkelompok. Melalui  perhitungan chisquare ternyata sebagian besar tumbuhan di area pengamatan tidak berasosiasi dengan bayur.
KUALITAS PERAIRAN LAHAN BASAH DI SUNGAI COMAL, PEMALANG DAN SUNGAI KEDUNG COET, INDRAMAYU Reny Sawitri; Endang Karlina
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2006.3.2.185-193

Abstract

Pemanfaatan kawasan untuk jaringan pembuangan industri, sampah rumah tangga, eksploitasi  surnberdaya alam, konversi lahan, pertanian, dan pertambakan berdampak negatif  pada kualitas perairan lahan   basah. Penelitian bertujuan untuk  mendapatkan  informasi tentang berapa besar pengaruh dari berbagai pemanfaatan kawasan terhadap kualitas air secara fisik maupun kirma dan pengaruhnya terhadap keragaman jenis benthos dan plankton  sebagai indikator kualitas lingkungan perairan. Metode yang digunakan adalah purposive random sampling  pada badan Sungai (S) Comal, Pemalang dan S. Kedung Coet, Resor Pemangkuan  Hutan (RPH) Cemara, Bagian  Kesatuan Pemangkuan   Hutan  (BKPH) lndramayu.  Dan hasil penelitian disebutkan bahwa,  kualitas  air  secara fisik rnaupun kimia di  kedua sungai tersebut menurun sebagai akibat dan eksploitasi vegetasi mangrove dan intrusi  air laut dilihat dari residu terlarut (10,373 mg/I dan 33,357  mg/I), sahnitas (20 mg.II  dan 25 mg/I), BOD  (19,88  mgtl  dan 77, I 2 mg/I), COD (48,20  mg/I  dan  188,76  mg/I).  NIP rasio  (77,5 % dan 436,33 %). klorida (Cl)  (3,349 mg/I  dan  12,996  mg/I), sulfat  (179,34  mg/I dan 6,05 mg/I),  besi (0.387  mg/I dan 0.847 mg/I), dan tembaga (0,02 mg/I  dan 0.117 mg/I).  Jenis benthos yang mendominasi kawasan perairan  adalah Gammarus  spp merupakan  jenis yang bertoleransi terhadap pencemaran  lingkungan. Sedangkan dari jenis plankton, kawasan di S. Comal,  Pemalang  digolongkan ke dalam perairan eutrophic dan S. Kedung  Coet, RPH Cemara, BKPH lndramayu termasuk perairan antara eutrophtc dan oligotrophic.

Filter by Year

2004 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 6 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 1, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam More Issue