cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
ISSN : 02160439     EISSN : 25409689     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 716 Documents
PERBANDINGAN HASIL ESTIMASI POTENSI AIR BULANAN DAN HASIL PENGUKURAN LANGSUNG DI SUB DAS WURYANTORO, WONOGIRI Irfan Budi Pramono; Rahardyan Nugroho Adi
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2010.7.2.127-137

Abstract

Kualitas dan kuantitas air adalah faktor penting dalam evaluasi sumberdaya air. Kualitas dan kuantitas air harus diukur secara langsung. Namun demikian, tidak semua DAS memiliki stasiun hidrologi. Kuantitas atau jumlah air dapat dihitung dengan pemodelan. Salah satu model yang sederhana untuk memperkirakan potensi air bulanan adalah metode Thornthwaite-Mather. Metode ini didasarkan pada neraca air. Hujan sebagai masukan, evapotranspirasi dan debit sebagai luaran. Sifat fisik tanah dan karakteristik penutupan lahan sebagai pemroses. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang hasil perbandingan antara penaksiran potensi air bulanan dan hasil pengukuran langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penaksiran debit bulanan mempunyai korelasi yang tinggi dengan hasil pengukuran dengan R berkisar antara 0,77 sampai 0,91. Dalam rangka mendapatkan hasil yang sesuai maka metode ini perlu mempertimbangkan perubahan asumsi surplus air. Asumsi surplus air 50% untuk bulan berikutnya kurang cocok untuk semua DAS. Beberapa DAS mungkin mempunyai asumsi surplus air lebih dari 50%, sedangkan beberapa DAS lainnya mungkin kurang dari 50%, tergantung pada karakteristik DAS, khususnya formasi geologi. Untuk mendapatkan hasil pembanding yang baik, maka hasil pengukuran langsung sebaiknya dilakukan pengecekan lagi.
NILAI FINANSIAL PENANGKARAN RUSA TIMOR DI HUTAN PENELITIAN DRAMAGA, BOGOR Mariana Takandjandji; Pujo Setio
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2014.11.1.53-76

Abstract

Rusa timor (Rusa timorensis Blainville, 1822) memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi di mana seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan. Namun populasinya di habitat alam cenderung menurun sejalan dengan pengrusakan habitat dan perburuan liar yang tidak terkendali. Mengatasi masalah tersebut, pembangunan penangkaran rusa timor merupakan alternatif yang perlu dikembangkan. Oleh karena itu, dilakukan penelitiandengan tujuan  memperoleh informasi tentang keberhasilan  dan kelayakan finansial penangkaran rusa timor di Hutan Penelitian (HP) Dramaga, Bogor.  Metode yang digunakan  adalah analisis kriteria investasi yakni Benefit Cost Ratio, Net Present Value, dan Internal Rate of Return.  Hasil penelitian menunjukkan, nilai finansial penangkaran rusa timor di HP Dramaga memberi keuntungan dengan nilai NPV sebesar Rp204.871.702,-  pada tingkat suku bunga 18%; BCR 1,419; dan IRR 25,55% serta kemampuan mengembalikan modal setelah 3,78 tahun. Perkiraan populasi rusa hingga tahun ke-10 sebanyak 115 individu (67 jantan dan 48 betina) dari jumlah populasi awal sembilan individu (lima jantan dan empat betina).  Pada tahun kedua, rusa hasil penangkaran mulai dapat dipanen dan pada tahun ke-10 populasi rusa harus optimal dengan sex ratio1:4 yakni sebanyak 61individu (13 jantan dan 48 betina). Jumlah rusa yang dimanfaatkan sebanyak 54 individu jantan.
KERAGAMAN INFRASPESIFIK GAHARU GYRINOPS VERSTEEGII (GILG.) DOMKE DI PULAU LOMBOK BAGIAN BARAT Tri Mulyaningsih; Djoko Marsono; Sumardi Sumardi; Isamu Yamada
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2017.14.1.57-67

Abstract

Penelitian ini bertujuan mencari keragaman infraspesifik spesies Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke di pulau Lombok bagian barat. Analisis dilakukan atas variasi morfologi, anatomi kayu dan fitokimia kayu serta gubal gaharu dari lima populasi lokal pohon Ketimunan (G. versteegii (Gilg.) Domke.) yang diambil dari hutan Lombok bagian barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada lima grup pohon Ketimunan yang ditemukan di lokasi penelitian yaitu: G. versteegii Beringin group, G. versteegii Buaya group, G. versteegii Madu group, G. versteegii Pantai group dan G. versteegii Soyun group.
KEADAAN SUKSESI TUMBUHAN PADA KAWASAN BEKAS TAMBANG BATUBARA DI KALIMANTAN TIMUR Abdullah Syarief Mukhtar; N.M. Heriyanto
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2012.9.4.341-350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang percepatan suksesi di hutan tanaman revegetasi berumur enam tahun, 10 tahun, dan 12 tahun. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2010 di PT Kaltim Prima Coal (KPC) Sangata, Kalimantan Timur. Pengumpulan data vegetasi dilakukan dengan mengukur diameter dan tinggi pohon dalam plot berukuran 50 m x 50 m yang dipilih secara representatif pada umur tegakan hutan revegetasi. Hasil penelitian menunjukkan hutan revegetasi umur enam tahun di lokasi H East Dump I terdapat lima jenis didominir oleh johar (Cassia siamea Lamk.) 192 pohon/ha, hutan revegetasi umur 10 tahun di lokasi HS Hatari terdapat enam jenis didominir oleh  kassia (Cassia suratensis Lamk.) 124 pohon/ha, hutan revegetasi umur 12 tahun di lokasi arboretum terdapat delapan jenis dan didominir oleh kobung (Macaranga gigantea Muell.Arg.) 128 pohon/ha. Permudaan alam di hutan revegetasi umur enam tahun kerapatan semai 2.000 individu/ha, umur 10 tahun kerapatan semai 3.500 individu/ha, pancang 1.000 individu/ha, umur 12 tahun kerapatan semai 7.500 individu/ha, dan kerapatan pancang 3.000 individu/ha. Jenis permudaan alam yang mendominasi hutan revegetasi umur enam tahun di lokasi H East Dump I yaitu mahang (Macaranga triloba Muell.Arg.), hutan revegetasi umur 10 tahun di lokasi HS Hatari yaitu homalanthus (Homalanthus populneus O.K.), hutan revegetasi umur 12 tahun di lokasi arboretum yaitu Melastoma malabathricum Linn.
AKTIVITAS HARIAN ORANG HUTAN LIAR (Pongo abelii Lesson 1827) DI CAGAR ALAM DOLOK SIBUAL-BUALI, SUMATERA UTARA Wanda Kuswanda; Sugiarti Sugiarti
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 6 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.6.567-579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui berbagai aktifitas harian urangutan liar (pongo obelii lesson1827) menurut kelas umur sebagai bahan acuan dalam pengelolaan cagar alam dan konservasi orang utan sumatra. pengumpulan data aktifitas harian orangutan menggunakan metode focal animal sampling yang di bagi pada tiga periode waktu pengamatan, yaitu pagi hari (06.00-10.00 WIB), siang hari (>10.00-14.00WIB)` dan sore hari (>14.00-18.00 WIB). Aktifitas yang diamati dibatasi pada aktifitas makan, bergerak, istirahat, sosial, dan membuat serang. pada pagi hari alokasi penggunaan waktu aktifitas aktifitas harian orangutan paling banyak digunakan untuk makan, sebesar 34,31 % dengan frekuensi tertinggi pada betina dewasa;siang hari untuk aktifitas sosial,sebesar 42,36 % dengan aktifitas tertinggi pada; dan sore hari untuk aktifitas bergerak, sebesar 34,03% dengan frekuensi aktifitas tertinggi pada jantan dewasa. Sinaga (1992) menyatakan bahwa aktifitas harian orangutan secara umum digunakan untuk makan, bergerak, dan membuat sarang. Alokasi penggunaan waktu pada aktifitas harian orangutan berhubungan dengan kelas umurnya sedangkan frekuensi aktifitas harian tidak berhubungan dengan kelas umur orangutan.
POTENSI DAN PEMANFAATAN SUMBERDAYA HUTAN DI DAERAH PENYANGGA TAMAN NASIONAL BUKIT TIGAPULUH, PROVINSI JAMBI Wanda Kuswanda; Sugiarti Sugiarti
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 6 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.6.597-608

Abstract

Daerah Penyangga Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) memiliki beragam potensi sumberdaya hutan seperti hasil hutan kayu, non kayu, dan satwa liar. Masyarakat memanfaatkan sumber daya hutan tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang potensi dan pemanfaatan sumberdaya hutan oleh masyarakat. Pengumpulan data pemanfaatan sumberdaya hutan menggunakan metode wawancara dan penyebaran kuisioner, potensi hasil hutan (kayu dan non kayu) berdasarkan metode garis berpetak dan satwaliar dengan metode transek garis. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis pohon penghasil kayu yang di manfaatkan oleh masyarakat hanya teridentifikasi 21 jenis, non kayu 18 jenis,satwaliar 30 jenis. Nilai keanekaragaman jenis (H') sumberdaya hutan sebesar 2,07 yang berarti hutan di daerah penyangga dalam kondisi tidak stabil. Masyarakat memanfaatkan sumberdaya hutan untuk bahan bangunan, kayu bakar, makanan, dan dijual. Sumberdaya hutan yang selalu dimanfaatkan masyarakat adalaj meranti (Shorea sp.), (litsea sp.), durian (durio zibethinus), rotan (Calamus manan), jengkol (Archidendron pauciflorum), Jernang (deamonorops draco), dan rusa (Cervus unicolor).
UJI COBA PENANAMAN DUABANGA (Duabanga moluccana Blume) DENGAN SISTEM TUMPANGSARI DI RARUNG, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT UJI COBA PENANAMAN DUABANGA (Duabanga moluccana Blume) DENGAN SISTEM TUMPANGSARI DI RARUNG, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT I Komang Surata
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2007.4.4.365-376

Abstract

Duabanga (Duabanga moluccana Blume) merupakan hasil hutan kayu yang sangat  penting di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) karena mempunyai produksi dan nilai ekonomi yang cukup tinggi, jenis pohon cepat tumbuh, daur  pendek, dan  merupakan jenis endemik di  NTB. Dewasa ini  populasinya sudah semakin menurun karena eksploitasi yang dilakukan secara terus-menerus tanpa perhitungan, illegal logging, dan keberhasilan regenerasi yang masih rendah, baik melalui pengayaan di kawasan hutan bekas tebangan dan pembuatan  hutan  tanaman.  Oleh  karena  itu  untuk  pengembangan duabanga  perlu  dukungan  teknologi penanaman. Paket teknologi penanaman. yang telah dihasilkan oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Bali dan Nusa Tenggara dalam skala kecil (riset) perlu diujicobakan dalam bentuk plot pengembangan yang lebih luas sebelum dipakai oleh pengguna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi hasil uji coba paket teknologi penanaman  duabanga  dalam skala yang lebih luas dengan sistem tumpangsari. Metode uji coba   menggunakan plot seluas lima ha. Penanaman duabanga dilakukan dengan menggunakan bibit umur enam bulan, jarak tanam 3 m x 3 m.   Penanaman dilakukan dalam  bentuk tiga plot model sistem tumpangsari antara lain  padi ladang (Oryza sativa L.), jagung (Zea mays L.) sampai umur dua tahun, dan talas (Colocasia esculenta (L.) Schott) sampai umur lebih dari tiga tahun. Pemeliharaan tanaman meliputi pemupukan NPK 120 g/pohon yang dilakukan dua kali yaitu pada umur tiga bulan dan satu tahun.  Penjarangan dilakukan dengan metode  penjarangan bebas yaitu pada umur empat tahun (jarak tanam menjadi 6 m x 6 m) dan  pada umur tujuh tahun (jarak tanam  menjadi 6 m x 9 m). Hasil   uji coba menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman duabanga pada umur 10 tahun setelah tanam dinilai cukup baik, dengan pertumbuhan rata-rata tinggi 15,35 m, diameter 31,28 cm, dan produksi volume kayu 131,56 m3/ha. Pertumbuhan tegakan duabanga setelah penjarangan mengalami pertambahan riap tinggi, diameter, dan produksi kayu.   Produksi   kayu-kayu hasil penjarangan tahun ke-4 sebesar 3,47 m3/ha dan tahun ke-7 sebesar 48 m3/ha. Sedangkan hasil rata-rata produksi  tanaman  tumpang sari padi ladang 762,7 kg/ha, jagung 1.216,85 kg/ha, dan talas 752,25 kg/ha. Penanaman duabanga dengan sistem tumpangsari menurunkan kandungan C-organik, N, dan P sampai  tahun ketiga dan meningkat  pada tahun kelima  dan ketujuh.
KERAGAMAN GENETIK DAN DISTRIBUSI HAPLOGROUP TRENGGILING (Manis javanica Desmarest, 1822) Reny Sawitri; Mariana Takandjandji; M. S A. Zein; Anita Rianti
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2014.11.2.113-125

Abstract

Kajian keragaman genetik dari populasi trenggiling (Manis javanica Desmarest, 1822) belum banyak dilakukan. Penelitian ini menganalisis sekuen fragmen D-loop DNA mitokondria trenggiling, yang bertujuanuntuk menyelidiki diversitas genetika trenggiling dari dua populasi, yaitu kawasan konservasi dan lembaga konservasi di Sumatera Utara dan Jawa. Fragmen D-loop DNA mitokondria yang teramplifikasi sepanjang 1129 pasang basa, terdapat 55 haplotipe dengan 120 situs, dan 12 haplogroup.  Tiga frekuensi haplotipe tertinggi dijumpai pada H-19 (9,09%), H-15 dan H-43 (3,64%), dan lainnya 1,8%. Jarak genetik antar haplotipe trenggiling berkisar antara 0,001-0,099 dengan rata-rata 0,012. Jarak genetik haplogroup dengan reference berkisar 0.001-0,019; jarak genetik dalam haplogroup berkisar antara 0,003-0,015; jarak genetik antar haplogroup berkisar 0,003-0,021, dan jarak genetik antara haplogroup dengan outgroup berkisar 0,0940,109. Diversitas nukleotida (Pi) sebesar 0,008 dan diversitas haplotipe (Hd) 0,994±0,006, yang menunjukkan keragaman genetik yang tinggi. Hasil Tajima test pada jarak genetik antar haplotipe populasi trenggiling menunjukkan nilai D: -2,337 (berbeda nyata pada taraf P<0,1), sedangkan hasil Fu and Li's test menghasilkan D: -4,444 dan F: -4,337 (berbeda nyata pada taraf P<0,02). Hal ini merupakan indikator tingginya keragaman genetik dan ekspansi populasi trenggiling.
PENGARUH MEDIA DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN MUTU BIBIT EBONI (Diospyros celebica Rakh.) Durahim Durahim; Hendromono Hendromono
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2006.3.1.9-17

Abstract

Eboni   (Diospyros celcbica  Bakh.) adalah   salah   satu  jenis endemik  di Pulau  Sulawesi   yang termasuk diprioritaskan  untuk  Hutan  Tanaman   lndustri. Penelitian ini  bertujuan untuk  mendapatkan  informasi  tentang kombinasi     media  dari  tanah  mineral  dan  bahan  organik serta dosis  pupuk  NPK  ( 17·   I 7: 17)  terhadap pertumbuhan  dan mutu morfologi  benih  eboni.  Penelitian menggunakan   Faktonal  Eksperimen dalam  RCBD. Faktor-faktor  yang diteliti  adalah  empat jenis  kombinasi  media  dan  tiga dosis  pupuk   NPK.   Tiap kombinasi perlakuan diulang tujuh    kali  dan  tiap   ulangan  terdiri dari   lima  bibit. Hasilnya   menunjukkan    bahwa pertumbuhan   dan  mutu  morfologi  bibit eboni  yang  baik  dicapai  pada  medium   top-soil+ sabut  kelapa =  1 : 1 (v/v) dan top-soil+ sabut kelapa sawit =  I  :  1  (v/v).   lnteraksi   antara jenis medium dan dosis   pupuk  NPK nyata   terhadap  pertumbuhan  diameter  batang bibit,  tiga  kombinasi  perlakuan   baik  untuk   pertumbuhan diameter batang  bibit adalah top-soil + sabut   kelapa  sawit =  I  :  I   (v/v) tanpa pupuk  (3, 18   mm), top-soil + sabut kelapa  =  I : I    (v/v) dengan pupuk   NPK 0,5  g/bibit;  (3, l0   mm), dan  top-soil  mumi  dengan   1,0 g/bibit (3,08  mm).
PARAMETER EKOLOGI SERANGAN HAMA ULAT DAUN (Heortia vitessoides Moore) PADA TANAMAN GAHARU Anita Apriliani Dwi Rahayu; Dewi Maharani
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2012.9.4.385-393

Abstract

Salah satu kendala dalam pengembangan budidaya tanaman penghasil gaharu adalah serangan hama ulat daun di berbagai daerah seperti di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ulat tersebut adalah larva dari jenis rama-rama yang diidentifikasi sebagai Heortia vitessoides Moore. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang beberapa aspek ekologi yang menyebabkan terjadinya serangan hama ulat daun pada tanaman gaharu di Pulau Lombok, Provinsi NTB. Pengumpulan data dilakukan pada enam lokasi penanaman gaharu yang tersebar di Pulau Lombok, terdiri dari tiga lokasi yang terserang hama ulat daun dan tiga lokasi yang tidak pernah terserang hama. Pada tiap lokasi dibuat petak pengamatan dengan ukuran 20 m x 100 m, sedangkan pada lokasi yang tidak terserang hama dibuat plot vegetasi berukuran 20 m x 25 m atau 20 m x 50 m. Parameter ekologi yang diamati adalah keragaman tanaman vegetasi, ketinggian tempat, suhu udara, kelembaban udara, iklim, dan curah hujan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter ekologi yang sangat berpengaruh terhadap serangan hama ulat daun pada tanaman gaharu adalah dominansi dan keragaman jenis tumbuhan vegetasi, ketinggian dan kelembaban udara. Faktor fisik, suhu, dan curah hujan tidak berpengaruh nyata terhadap serangan hama ulat daun pada tanaman gaharu.

Filter by Year

2004 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 6 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 1, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam More Issue