cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Articles 1,559 Documents
ANALISIS KIMIA 9 JENIS KAYU INDONESIA Gustan Pari; Hartoyo Hartoyo
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1990.7.4.130 - 133

Abstract

This  paper  deals  with  a chemical  analyses  of  nine   species  of  wood  obtained  from industrial plantation forest. The analyses comprised of the determination of  holocellulose, cellulose, lignin, pentosan, moisture content,   ash content, silica  content and  the  solubility in cold  water,   hot  water,  one percent of  sodium   hydroxide   and  ethanol  benzene   (1:2) extractives.The result shows that  holocellulose content ranges  from 57,80 - 66,34 percent,    cellulose  content from 42,23 - 54,91 percent, lignin  from  23,75 - 32,42 percent,  pentosan from 10,10 -19,23 percent, moisture  content  from  10,19 - 26,37  percent, ash content   from   0,25 - 3,08  percent, silica content   from 0,07 - 2,47 percent, solubility in cold  water ranges  from  0,11 - 7,20 percent, solubility in hot  water   from  2,62  -  9,25 percent, solubility in 1%  NaOH from 10,72-19,65  percent   and ethanol  benzene  ranges from  2,09  -  6,13 percent.
ASPEK SOSIAL EKONOMI PETANI HUTAN RAKYAT Sylviani Sylviani
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 9 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1996.14.9.329-336

Abstract

Propinsi Jawa Barat merupakan wilayah pilot proyek pengembangan hutan rakyat khusus kayu sengon, dan dikembangkan masyarakat secara tradisional. Beberapa kendala yang dihadapi petani hutan rakyat antara lain, luas lahan masih terbatas 67% dari jumlah responden memiliki lahan kurang dari satu hektar, tingkat pengetahuan yang rendah serta motivasi penduduk untuk membangun hutan rakyat masih kurang, Rata-rata pendapatan petani adalah Rp 3.356.590,- per tahun dengan distribusi sumber pendapatan dari kayu 13,3%, tumpang sari 4,9%, kebun 20% dan sawah 7,7%.Penghasilan petani rata-rata masih dibawah standar KFM wilayah Jawa Barat. Tingkat hidup masyarakat dapat dikelompokan sebagai petani yang berada di sekitar garis kemiskinan.
PENGUSAHAAN NIPAH DAN PERMASALAHANNYA Djaban Tinambunan
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 6 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1992.10.6.227-234

Abstract

A general   investigation  of thatch  palm  utilization  in South  Sumatra,  Lampung   and  West  Kalimantan  had  been  conducted  in  1991. The resuti  and  the  very  limited  publications available  show  that  the accurate  area,   distriburion  and potential  of thatch  palm  forests in Indonesia  are  not known yet.                 The traditional use  of  thatch  palm   leaves  for  making roof  has  been  know  for   a long  time  but  it is still  without any  improvement. while the utilization of the palm for  various commercial   products   is new  and,  therefore,   many  of its aspects  have  not  been  known  yet. It  is now realized   that  all of the palm  portions   such. as   leaf,  stem,  fruit   and juice   can  be used for   certain  products  with relatively high economical   values.lt  is noticed   that  in business   of thatch  palm   utilization   industry  in Indonesia,   several   constraisus   are  commonly  faced  such  as  the lack of data  of the palm   area, distribution and potential,   the  unclear  institution   responsible  for  the  commodity,    the  long procedure   of gelling  the permit for  managing  lhatch palm,   the difficult condition  of thatch palm field  and  lack of infrastructure, the lack of skilled labor,  technology,    environmental  information,  the  lack  of socio-   economical    analysis,  the  difficulty    in  getting  fund,  and the lack of real support from the government.Further   research  on   various  aspects   of  thatch  palm  utilization and development   are  necessary    in  order   to provide  scientific information  to  be  used  by interested   parties  so  that  the  rote  of the  commodity   in improving   the general  life  of  local  community  and increasing  government  earning   can  be realized.
PEMANFAATAN LIMBAH PEMBALAKAN UNTUK PEMBUATAN MDF (PAPAN SERAT BERKERAPATAN SEDANG) Rena M Siagian; Kayano Purba; Han Roliadi; M Yusuf Noorhajiyanto
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2000.17.3.123-133

Abstract

Limbah pembalakan merupakan bahan baku potensial bagi industri pengolahan kayu. Meskipun terdapat dalam jumlah yang besar, namun pemanfaatannya masih terbatas. Salah satu pemanfaatannya adalah sebagai bahan baku MDF {Medium Density Fibreboard = papan serat berkerapatan sedang), suatu komoditi yang mempunyai nilai tambah tinggi. Untuk mencapai tingkat pcngolahan yang optimal dilakukan teknik pengolahan campuran bahan baku dengan pengelompokan berat jenis, yaitu : berat jenis rendah (0,31-0,45); sedang (0,46-0,60); tinggi (0,61-0,75); dan campuran kelompok berat jenis rendah, sedang, dan tinggi dengan proporsi berat 25%: 50%:25%.Pembuatan pulp sebagai bahan MDF dilakukan dengan metoda panas-mekanis (Thermomechanical Pulping =TMP) dengan perlakuan: pemberian uap panas selama 15 menit, tekanan 3 kg/cm2, suhu 120-135ºC dan penggilingan serpih selama 10 menit. Pembentukan lembaran dengan menggunakan proses kering. Perlakuan kempa dingin menggunakan tekanan 5 kg/cm2 pada suhu kamar selama 5 menit dan dilanjutkan kempa panas dengan tekanan 10 kg/cm2 selama 10 menit pada suhu 170ºC.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen pulp dipengaruhi oleh pengelompokan berat jenis kayu dengan nilai rendemen yang semakin menurun dengan meningkatnya berat jenis kayu.Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pengelompokan berat jenis kayu tidak memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kerapatan, kadar air, daya serap air. pengembangan tebal, pengembangan volume, dan kuat internal. Berat jenis berpengaruh terhadap sifat kuat tarik sejajar permukaan, keteguhan lentur, keteguhan patah, kuat pegang sekrup muka dan kuat pegang sekrup samping panil MDF. Nilai kekuatan MDF semakin rendah dengan meningkatnya berat jenis, kecuali sifat keteguhan lentur. Keteguhan lentur terbaik dihasilkan oleh kelompok berat jenis sedang dan nilai terendah dihasilkan oleh kelompok berat jenis tinggi.Sifat fisis mekanis MDF hasil perlakuan yang memenuhi persyaratan FAO (1966) adalah kerapatan, keteguhan lentur, keteguhan patah, dan kuat internal. Namun menurut persyaratan USDC (1980) hanya keteguhan patah panil MDF yang memenuhi syarat, yaitu yang terbuat dari kayu kelompok berat jenis rendah dan sedang.
ANALISIS BIAYA DAN PENDAPATAN PENGOLAHAN GONDORUKEM DAN TERPENTIN DI BEBERAPA PABRIK DI JAWA TENGAH Sylviani Sylviani; Akub J Abdurachman
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 6 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1989.6.6.373-379

Abstract

Collophonium     industrial   development     in  Central  Java  serves   two  purposes,    i.e,  a  new  source   of   income,   and improving   the product  efficiency   for Perhutani   state  forest  enterprise.Based   on  research  results   on  four   collophonium     industries,    the  production  costs   ranging  from   Rp   109.37   ta Rp.  140. 70 with an average of Rp  127.46/kg  with  10%  coefficient of variation.  The production costs  elements  consisting  of manufacturing    cost   (Rp   120.28/kg)     representief   94%  of  the  total  costs  and  Rp   7.18/kg    for  administrative   cost.   The average Profit   before   tax  for  the  mill  run  by  Perhutani   was found   to  be  Rp  40.12/kg,    while  those  run  by  the private sector  was as high  as Rp  44.66/kg.
STUDI PENYADAPAN GETAH PINUS CARA BOR DENGAN STIMULAN H2SO4 Mody Lempang
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2017.35.3.221-230

Abstract

Secara umum, produksi getah pinus dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu jenis pohon pinus, lingkungan pertumbuhan, dan cara penyadapan getah. Tulisan ini mempelajari produksi getah pinus yang disadap dengan cara dibor dan menggunakan stimulan H2SO4. Lubang sadap dirancang dengan kedalaman 4, 6, dan 8 cm dengan kemiringan 25°. Tiga konsentrasi stimulan H2SO4  (0,15%, 25%) dilaburkan pada luka sadap dengan pengulangan perlakuan 10 kali. Penelitian dirancang menggunakan percobaan faktorial 3 x 3 dengan rancangan acak lengkap dan uji lanjutan uji beda nyata jujur.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyadapan getah pinus dengan cara dibor dan penambahan stimulan H2SO4 menghasilkan getah pinus antara 15,5-109,3 g/pohon/pungut (rata-rata 56,3 g/pohon/pungut) atau antara 2,6-18,2 g/pohon/hari (rata-rata 9,4 g/pohon/hari). Hasil getah pinus dipengaruhi secara nyata oleh kedalaman lubang sadap dan konsentrasi stimulan H2SO4. Semakin dalam lubang sadap, semakin banyak getah pinus yang dihasilkan, demikian juga semakin tinggi konsentrasi stimulan H2SO4 yang digunakan semakin banyak getah pinus yang dihasilkan. Produksi getah pinus pada lubang sadap 8 cm lebih tinggi 65,96% dari lubang sadap 4 cm dan penggunaan stimulan H2SO4 30% meningkatkan produksi getah pinus sebesar 56,45%. Produksi getah terbanyak diperoleh dari titik sadap 8 cm dengan 30% H2SO4dengan hasil getah rata-rata 90,7 g/pohon/pungut.
SIFAT PENGKARATAN LIMA JENIS KAYU ASAL CIAMIS TERHADAP BESI Djarwanto Djarwanto
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2013.31.3.186-192

Abstract

Lima jenis kayu yaitu tangkalak (Litsea roxburghii Hassk.), cangkring (Erythrina fusca Lour.), kayu putih (Melaleuca cajuputi Powell.), ki tanah (Zanthoxylen rhetsa D.C.), dan huru leueur (Sterculia cordata Blume.), diuji sifat pengkaratannya terhadap sekrup logam menggunakan metode jam-pot. Contoh uji diambil dari bagian tepi (A), tengah (B), dan dalam (C) dolok dari dua tegakan pohon. Hasilnya menunjukkan bahwa pengkaratan logam terjadi pada semua jenis kayu yang diuji. Intensitas pengkaratannya ditunjukkan dengan besarnya kehilangan berat sekrup yang berbeda-beda. Sifat karat yang kuat terjadi pada kayu putih. Kehilangan berat sekrup tertinggi didapatkan pada kayu putih dari pohon P-II di bagian tengah (B) yakni 2,76%. Sedangkan kehilangan berat sekrup terendah yaitu terjadi pada kayu tangkalak dari pohon P-II di bagian dalam (C) yakni 0,11%). Kehilangan berat sekrup pada tegakan pohon P-I (0,55%) lebih rendah dibandingkan dengan P-II yakni 0,72%. Kehilangan berat sekrup contoh uji bagian tepi (A) dan bagian dalam (C) lebih rendah dibandingkan dengan pada bagian tengah (B).
PENGARUH LAMA DAN CARA PENYULINGAN TERHADAP KUALITAS MINYAK KERUING Bambang Wiyono
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 3 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1997.15.3.162-168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  lama dan cara penyulingan  terhadap kualitas minyak keruing.   Bahan baku limbah kayu diambil dari industri kayu lapis di Jambi. Lama penyulingan  terdiri dari  18, 24 dan 30 jam,  sedangkan cara yang digunakan meliputi penyulingan dengan air dan uap-air. Pengaruh  lama dan cara penyulingan terhadap rendemen dan kualitas dianalisis dengan rancangan acak lengkap faktorial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penyulingan mempengaruhi  rendemen minyak keruing secara sangat nyata, sedangkan lama penyulingan dan interaksi antara lama dan cara penyulingan  tidak  berpengaruh  nyata  terhadap  indeks bias,  berat jenis  dan  bilangan  asam yang dihasilkan.  Penyulingan dengan air menghasilkan rendemen minyak keruing yang  lebih tinggi dari pada penyulingan  dengan  uap air.   Penyulingan dengan air lebih cocok dilakukan pada industri rumah tangga karena sederhana.
PERANAN KEGIATAN PEMANENAN KAYU DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT SEKITAR HUTAN: KASUS DI KPH SUKABUMI DAN KPH CIANJUR Ishak Sumantri; Sukadaryati Sukadaryati
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 2 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2003.21.2.139-153

Abstract

Timber harvesting activities in Perhutani areas are conducted  with the involvement of people living around the forest.  An  investigation was conducted  to find  out the role of timber harvesting activities  in increasing the income of people involved. The results showed that 1) People living around the forest were involved in felling, skidding, and collecting  log in temporary logyard; 2) Workers involvement were temporary and their wage system were differed from location to location. In Sukabumi,  the whole work contract system was applied with the income ranging from Rp 109.800 to  187.417/person/compartment or  Rp  13.725  to Rp 23.500/person/day.  In Cianjur,  the piece  work system was applied with income ranging from Rp 97.788 to 179.166/person/compartment   or Rp 5.750 to Rp 10.500/person/day; and 3) The income obtained from  timber harvesting activities still can not significantly  increase worker's income and, therefore, it is necessary to furthur seek a proper model suitable for the need of temporary and low income workers to participate in managing forest  in Perhutani areas.
ANATOMI TUJUH JENIS KAYU DARI MALUKU UTARA (Anatomy of Seven Wood Species from North Maluku) Y I Mandang
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 7 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1993.11.7.286-293

Abstract

Gross and anatomical fentures  of seven wood species from North Maluku were observed and described for  identification purposes. Fibre dimension were also measured and evaluated for  their suitability for pulp and paper.The colour of wood ranges from   white to brown, mostly plain without figure.  Only one species has decorative figure  on its surface, that is Dracontomelon sp.  So it is recommended for fancy veneer of plywood or for furniture.The main anatomical features  of each wood species are as folows : a) vessels are exlusively solitary and aranged in radial groups in Calophyllum inophyllum; a few  vesels are radially multiple up to seven cells in Heritiera sp.;  (b scalariform perforation plates present mainly  in  Elmerillia  sp.and   rarely  in  Horsfieldia  sylvestris;  c) parenchymma  bands  are present   in  Calophyllum  inophyllum, Horsfieldia   sylvestris and Elmerillia sp.  : d) rays uniseriate   in Calophyllum inophyllum;    e).fiber septate in Dracontomelon sp.; f) axical intercelular  canals are present  in Hopea sp.  and Shorea koordersii;  g) oil cells in Elmerillia sp.  and taniniferous  tube in Horsfieldia sylvestris.Five species contain fibres  with medium quality  (Horsfieldia sylvestris,   Dracontomelon  sp.,   Heritiera sp.,  Shorea  koordersii  and Elmerillia sp.). other species contain fibres with poor quality.

Filter by Year

1984 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 40, No 3 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 4 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 4 (2013): Vol 31, No 3 (2013): Vol 31, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 2 (2013): Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 1 (2013): Vol 30, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 4 (2012): Vol 30, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 3 (2012): Vol 30, No 2 (2012): Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 1 (2012): Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 4 (2011): JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN Vol 29, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 4 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 4 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 3 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 3 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 4 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 3 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 3 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 2 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 1 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 5 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 4 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 3 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 2 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 1 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 4 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 3 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 2 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 1 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 2 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 1 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 4 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 2 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 1 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 5 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 4 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 3 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 2 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 1 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 8 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 7 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 6 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 5 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 4 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 3 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 2 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 1 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 10 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 9 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 8 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 7 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 6 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 5 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 4 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 3 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 2 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 1 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 8 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 7 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 6 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 5 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 4 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 3 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 2 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 1 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 6 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 5 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 4 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 3 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 2 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 1 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 8 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 7 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 6 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 5 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 4 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 3 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 2 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 1 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 6 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 5 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 4 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 3 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 2 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 1 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 7 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 6 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 4 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 3 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 2 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 1 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 6 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 3 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 3 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 8 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 7 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 6 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 5 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 4 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 3 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 2 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 1 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 7 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 6 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 5 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 4 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 3 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 2 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 1 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 4 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 3 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 2 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 1 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 4 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 3 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 2 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 1 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 4 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 3 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 2 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 1 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 4 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 3 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 2 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 1 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan More Issue