cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 523 Documents
Perwatakan Tokoh Utama dalam Novel Sri Kuning karya R. Hardjowirogo (Sebuah Tinjauan Psikologi Sastra) Siti Nur Rokhmah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 4 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.014 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perwatakan tokoh Sri Kuning dalam novel Sri Kuning karya R. Hardjowirogo ditinjau dari teori psikologi Sigmund Freud, (2) konflik psikis yang dialami tokoh Sri Kuning dalam novel Sri Kuning ditinjau dari teori psikologi Sigmund Freud.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif. Sedangkan teknik penyajian data menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini meliputi: (1) wujud perwatakan tokoh utama: (a) lebih didominasi watak pemarah yang dipengaruhi oleh sistem kepribadian id, (b) sistem id Sri Kuning selalu memberi dorongan supaya keinginannya tercapai, (c) sistem ego Sri Kuning berperan sebagai pengendali dan menahan dorongan sistem id dari keinginan yang ingin dicapainya, (d) sistem superego Sri Kuning bertugas merintangi dorongan-dorongan sistem id, karena perwujudannya yang tidak sesuai dengan moral; (2) konflik psikis tokoh utama: (a) emosi dan pertentangan batin sering dialami oleh sistem kepribadian ego Sri kuning, (b) dorongan sistem id Sri Kuning mendorong ego memperlihatkan konflik psikis yang ditunjukkan oleh Sri Kuning melalui perwatakannya, (c) sistem superego Sri Kuning mengevaluasi dorongan-dorongan id Sri Kuning dari keinginannya supaya tetap mempertimbangkan kualitas etika dan moral. Dalam penelitian ini ditemukan keterkaitan antara perwatakan dengan konflik psikis atau batin yang dialami Sri Kuning.   Kata Kunci: psikologi sastra, novel Sri Kuning
Nilai Etika dan Estetika dalam Serat Pranata Lampah-Lampah Kagungan Damel Mantu B.R.A Gusti Sekar Kedhaton Umi Latifah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 4 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.21 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Deskripsi Serat Pranata Lampah-lampah Kagungan Damel Mantu B.R.A Gusti Sekar Kedhaton (2) Transliterasi Serat Pranata Lampah-lampah Kagungan Damel Mantu B.R.A Gusti Sekar Kedhaton (3) Terjemah Serat Pranata Lampah-lampah Kagungan Damel Mantu B.R.A Gusti Sekar Kedhaton (4) Nilai etika dan estetika yang terkandung dalam Serat Pranata Lampah-lampah Kagungan Damel Mantu B.R.A Gusti Sekar Kedhaton.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian berupa naskah Serat Pranata Lampah-lampah Kagungan Damel Mantu B.R.A Gusti Sekar Kedhaton yang disimpan di museum Widya Budaya, Kraton Yogyakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan teknik simak catat. Instrumen yang  digunakan  yaitu  Human instrument (peneliti  sendiri)  yang  dibantu dengan  buku,  kartu  data  dan  media pendukung  lainnya. Analisis data dalam penelitian  ini, peneliti  menggunakan  analisis konten. hasil analisis berupa uraian kalimat. Peneliti menggunakan triangulasi teori untuk mengecek keabsahan data penelitian,  dengan  membandingkan  beberapa  teori. Pembahasan data  berupa  kutipan langsung, data disajikan dalam bentuk tabel, sebanyak sembilan tabel. Data tersebut selanjutnya  diterjemahkan  dan dianalisis,  sehingga  diperoleh  hasil  yaitu: etika Jawa terdapat etika keselarasan sosial sebanyak 6 indikator, tembung kerata basa terdapat 26 indikator, yogaswara terdapat 2 tembung saroja terdapat 1 indikator, widyamakna terdapat 5 indikator, purwakanthi guru-swara terdapat 15 indikator, purwakahti guru sastra terdapat 5 indikator, purwakanthi lumaksita terdapat 12 indikator. Kata kunci: etika, estetika, serat lampah-lampah kagungan damel mantu b.r.a gusti sekar kedhaton
Etika Jawa dan Gaya Bahasa dalam Antologi Crita Cekak Kidung Wengi Ing Gunung Gamping karya S.T. Iesmaniasita Fadhilah Rozaq
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 4 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.563 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) etika Jawa yang terdapat dalam Antologi Crita Cekak Kidung Wengi ing Gunung Gamping karya S. T. Iesmaniasita, (2) macam-macam gaya bahasa yang terdapat dalam Antologi Crita Cekak Kidung Wengi ing Gunung Gamping karya S. T. Iesmaniasita, dan (3) relevansi etika Jawa yang terdapat dalam Antologi Crita Cekak Kidung Wengi ing Gunung Gamping karya S. T. Iesmaniasita dengan kehidupan sekarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian Antologi Crita Cerkak Kidung Wengi ing Gunung Gamping karya S. T. Iesmaniasita banyak memuat etika Jawa yang masih relevan dalam kehidupan sekarang. Beberapa etika Jawa diantaranya adalah (1) etika keselarasan meliputi amarah, kepercayaan, cinta, permintaan maaf, menepati janji, berbakti, tidak berbakti, kasih sayang, tidak sopan, kesabaran, kesetiaan, dan tanggung jawab; dan (2) etika kebijaksanaan meliputi, nasehat, mawas diri, tabah, dan bersyukur. Gaya bahasa yang terdapat dalam Antologi Crita Cekak Kidung Wengi ing Gunung Gamping karya S. T. Iesmaniasita adalah (1) gaya bahasa perumpamaan 22, (2) gaya bahasa metafora 15, (3) gaya bahasa personifikasi 32, (4) gaya bahasa hiperbola 73, (5) gaya bahasa metonomia 2, (6) gaya bahasa antomasia 4.   Kata kunci: etika Jawa, gaya bahasa, Kidung Wengi ing Gunung Gamping
Analisis Psikologis Sastra pada Novel Amrike Kembang Kopi Karya Sunaryata Soemardjo Ami Safitri
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 5 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.458 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1)aspek struktural novel Amrike Kembang Kopi karya Sunaryata Soemardjo, (2) aspek psikologis novel Amrike Kembang Kopi karya Sunaryata Soemardjo. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Amrike Kembang Kopi karya Sunaryata Soemardjo. Data penelitian ini berupa kalimat yang mengandung unsur struktural dan psikologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pustaka, teknik simak dan teknik catat.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah penulis sebagai peneliti dan kartu pencatat data. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis isi sebagai teknik analisis data. Teknik yang digunakan untuk menyajikan hasil analisis data dalam penelitian ini adalah teknik penyajian informal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) aspek struktural pada novel Amrike Kembang Kopi karya Sunaryata Soemardjo meliputi: (a) tema: perjuangan tokoh utama dengan semangat yang teguh untuk menjadikan keadaan lebih baik, (b) tokoh dan penokohan: tokoh utama Tita dan tokoh tambahan meliputi Santi, Kun, Soni, Ibu Santi, Pak Di, Mbok Ti, Mbak Rini, dan Wiwin, (c) latar: meliputi Madiun, Malang, Bank Prima, Jombang, Kediri, Graha Sengon Permai, Pabrik es, Gresik, (d) alur: alur maju, (e) sudut pandang: persona ketiga. 2) aspek psikologis tokoh (a) Tita: tokoh utama antara id dan ego seimbang akan tetapi pada akhirnya dimenangkan oleh superego, yaitu pada akhirnya kembali menjalin hubungan dengan Soni, dan memilih tinggal bersama dengan ibu tirinya, (b) Santi: tokoh Santi dapat mengalahkan id dan ego yang pada akhirnya superego yang mendominasi dan ditunjukkan dengan nilai moral baik yang ada pada diri Santi tersebut, (c) Soni: tokoh Soni merupakan tokoh yang pada awalnya didominasi oleh id yang sangat kuat dengan keinginan-keinginan yang tidak sesuai dengan nilai moral tetapi seimbang dengan id, walaupun pada akhirnya tokoh Soni superego yang menang.   Kata kunci: analisis psikologis sastra, novel
Nilai Etika dan Estetika Tembang Macapat Pupuh Dhandhanggula dalam Serat Nalawasa-Nalasatya dan Pembelajarannya di SMA Muslikhatun Solikhah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 5 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.693 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai etika dan unsur estetika serta pembelajaran nilai etika dan estetika tembang macapat pupuh dhandhanggula dalam serat Nalawasa-Nalasatya di SMA. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian serat Nalawasa-Nalasatya dan pembelajarannya di SMA. Objek penelitian nilai etika, estetika dan pembelajarannya di SMA. Fokus penelitian nilai etika yang meliputi; etika keselarasan sosial dan etika kebijaksanaan serta unsur estetika yang meliputi;  bebasan, dasanama, kerata-basa, paribasan, pepindhan, purwa kanthi, tembung garba, tembung kasok balen, dan tembung plutan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, teknik catat. Instrumen penelitian menggunakan kartu pencatat data berupa tabel. Teknik analisis data menggunakan sanalisis isi (content analysis). Teknik penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian ;(1) Nilai etika pada tembang macapat pupuh dhandhanggula dalam serat Nalawasa-Nalasatya meliputi; Nilai etika keselarasan sosial dan etika kebijaksanaan, (2) Unsur  estetika pada tembang macapat pupuh dhandhanggula dalam serat Nalawasa-Nalasatya meliputi; (a) purwakanthi guru swara, (b) purwakanthi guru sastra, (c) purwakanthi lumaksita, (d) dasanama, (e) sasmitaning tembang, (f) sandi asma (g) tembung garba, (h)  tembung saroja, (i) tembung kereta basa, (j) tembung plutan,  (k) tembung baliswara, (l) tembung kosok balen. Pembelajaran etika dan estetika  tembang macapat pupuh dhandhang gula dalam serat Nalawasa-Nalasatya di SMA sesuai Standar Kompetensi yaitu aspek mendengarkan. Metode yang digunakan adalah tanya jawab, ceramah, diskusi kelompok dan penugasan.   Kata kunci : etika, estetika, macapat, pembelajaran
Analisis Semiotik Tembang Macapat Pupuh Asmaradana dalam Serat Witaradya 2 Karya Raden Ngabehi Ranggawarsita Tri Dayati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 5 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.362 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: 1) pembacaan heuristik tembang macapat pupuh asmaradana dalam serat Witaradya 2 karya Raden Ngabehi Ranggawarsita; 2) pembacaan hermeneutik tembang macapat pupuh asmaradana dalam serat Witaradya 2 karya Raden Ngabehi Ranggawarsita. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan bidang kajian sastra. Subyek penelitian adalah serat Witaradya 2 karya Raden Ngabehi Ranggawarsita. Obyek penelitian ini adalah satuan gramatikal pada tembang dalam serat Witaradya 2 karya Raden Ngabehi Ranggawarsita. Teknik Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik pustaka dan teknik simak catat. Analisis data menggunakan metode content analysis. Hasil analisis adalah bait tembang macapat pupuh asmaradana dalam serat Witaradya 2 karya Raden Ngabehi Ranggawarsita terdapat beberapa penyimpangan frasa, sintaksis dan beberapa bahasa kiasan yang sulit dibaca oleh pembaca, sehingga analisis pembacaan heuristik dan hermeneutik dianggap sangat membantu pembaca dalam memaknai tembang macapat tersebut. Keseluruhan makna yang terdapat dalam tembang macapat pupuh amaradana dalam serat Witaradya 2 adalah tentang nasihat yang ditujukan kepada manusia, tentang bagaimana menjalani kehidupan yang baik, yaitu dengan cara rajin berprihatin dan rajin bekerja, hidup rukun dan saling jaga-menjaga, dan yang paling penting adalah selalu bersyukur kepada Tuhan.   Kata kunci: semiotik, tembang macapat
Pencitraan dan Perjuangan Tokoh Utama Wanita dalam Roman Jemini karya Suparto Brata dan Skenario Pembelajarannya di SMA Hesti Hidayati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 5 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.359 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) citra wanita yang terdapat dalam roman Jemini karya Suparto Brata, (2) perjuangan tokoh utama wanita yang terdapat dalam roman Jemini karya Suparto Brata, dan (3) skenario pembelajaran roman Jemini karya Suparto Brata di SMA. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjeknya adalah roman Jemini karya Suparto Brata. Objeknya berupa pencitraan dan perjuangan tokoh utama wanita serta pembelajaran roman Jemini karya Suparto Brata di SMA. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, pustaka, dan catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan kertas pencatat data. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah dengan meningkatkan ketekunan. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan metode penyajian informal. Hasil penelitian ini adalah: (1) Citra wanita pada roman Jemini karya Suparto Brata meliputi citra wanita dalam aspek fisis, dalam aspek psikis, dalam keluarga, dan dalam masyarakat. Citra Jemini dalam aspek fisis yaitu tubuh kurus, rambutnya merah di pucuk, badan tinggi, sebagai wanita dewasa, payudara mulai membesar, kulit hitam sawo matang, manis, lengannya panjang, cantik, gigi rata, hidung pesek. Citra Jemini dalam aspek psikis yaitu tekanan batin, bertanggungjawab, melanggar norma agama. Citra Jemini dalam keluarga yaitu sebagai seorang istri, anggota keluarga, dan ibu dari anak-anaknya. Citra Jemini dalam masyarakat yaitu ada kekuasaan laki-laki atas wanita dan sebagai anggota masyarakat.  (2) Perjuangan tokoh utama wanita meliputi bidang cinta atau kasih sayang dan bidang kesetiaan. Perjuangan Jemini dalam bidang cinta berawal dari perjodohan menikah dengan Urip dan berpisah, kemudian menjadi menjadi munci Radian, dan yang terakhir menikah dengan laki-laki yang dicintainya yaitu Piet Coertszoon. Perjuangan Jemini dalam bidang kesetiaan ditunjukkan dengan kesetiaannya menanti ketika ditinggal suaminya pulang ke negara asal hingga kembali kepadanya tanpa pikiran mencari suami lagi. (3) Pembelajaran roman Jemini di SMA sesuai dengan kurikulum 2013.   Kata Kunci: roman, citra wanita, perjuangan wanita, pembelajaran sastra
Analisis Semiotik Serat Babad Banyuurip Pupuh Maskumambang Karya Ki Amat Takjin Siti Anisa
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 5 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.411 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1)pembacaan heuristik Serat Babad Banyuurip Pupuh Maskumambang Karya Ki Amat Takjin; (2) pembacaan hermeneutik Serat Babad Banyuurip Pupuh Maskumambang Karya Ki Amat Takjin. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data berupa teks Serat Babad Banyuurip Pupuh Maskumambang Karya Ki Amat Takjin. Data penelitian ini meliputi tulisan-tulisan, bait-bait dan baris-baris Serat Babad Banyuurip Pupuh Maskumambang Karya Ki Amat Takjin. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka dan teknik catat. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri (human instrument) dibantu dengan nota pencatat data. Teknik keabsahan data menggunakan teknik validitas semantis. Analisis data dilakukan dengan metode hermeneutik. Teknik penyajian hasil analisis ini dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Serat Babad Banyuurip Pupuh Maskumambang Karya Ki Amat Takjin terdapat beberapa penyimpangan frasa dan sintaksis yang sulit dibaca oleh pembaca, sehingga analisis pembacaan heuristik dianggap sangat membantu pembaca dalam memaknai tembang macapat yang terdapat di dalamnya. Konvensi ketaklangsungan ekspresi yang terdapat dalam Serat Babad Banyuurip Pupuh Maskumambang Karya Ki Amat Takjin lebih banyak disebabkan oleh penggunaan displacing of meaning (penggantian arti) karena penggunaan metafora, antonomasia, simile, dan beberapa oleh distorting of meaning (penyimpangan arti) karena ambiguitas.   Kata kunci: semiotik, Serat Babad Banyuurip
Analisis Moralitas Tokoh Roman Ser! Ser! Plong! Karya Suparto Brata Dias Septi Hastani
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 5 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.425 KB)

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur-unsur intrinsik roman Ser! Ser! Plong!, dan (2) moralitas baik dan buruk roman Ser! Ser! Plong!. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) struktur roman Ser! Ser! Plong! karya Suparto Brata memiliki (a) tema: percintaan; (b) alur: alur sorot balik atau flash back; (c) tokoh dan penokohan terdiri dari tokoh utama yaitu Patut Raharja dan penokohannya pandai menari, berpendirian kuat, dan hati-hati dalam bertindak dan Amrik Ngambarwangi dan penokohannya suka bercanda, lincah dalam menari, memiliki pribadi yang kuat, berhati-hati dan waspada, dan tokoh pendamping yaitu Wungu dan penokohannya mudah mencintai laki-laki yang menurutnya tampan dan mapan, suka berbohong, sombong, dan cengeng; (d) latar terdiri dari latar tempat: Studio Tari Innamorata Dancer di Cikini, di dalam pesawat Garuda, di Bandara, di kawasan Kebon Nanas, di kawasan Kebon Sirih, di parkiran gedung Studio Joget Innamorata Dancer, di Sungai tepatnya belakang pabrik gula di Jatirata di Kabupaten Jember, di Taman Hiburan Rakyat di Surabaya; latar waktu: pagi hari, siang hari, dan malam hari; dan latar sosial: tinggi; (e) sudut pandang persona ketiga gaya “dia”; (f) amanat roman Ser! Ser! Plong! karya Suparto Brata: bertanggung jawab dan berhati-hati dalam bertindak; (2) moralitas dalam roman Ser! Ser! Plong! karya Suparto Brata terdiri dari (a) moralitas baik meliputi: setia, berhati-hati dalam bertindak, suka  bercanda, waspada, tanggung jawab dengan tugas, berani mengakui pasangan di depan umum, dan suka menolong; (b) moralitas buruk meliputi: mudah jatuh cinta dengan lelaki yang mapan, cengeng, iri, suka mengejek, profokator, tidak sabar, dan melupakan orang tua kandung.   Kata kunci: Moralitas, roman Ser! Ser! Plong!
Mitos Cerita Joko Sangkrip di Kabupaten Kebumen (Kajian Folklor) Su narti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 5 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.861 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan versi cerita Joko Sangkrip di masyarakat Kebumen, (2) mendeskripsikan mitos Joko Sangkrip di masyarakat Kebumen, (3) mendeskripsikan fungsi mitos Joko Sangkrip di masyarakat Kebumen. Sumber data diperoleh dari informan yang mengetahui benar tentang data yang diperlukan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) observasi non partisipan, yaitu peneliti tidak turut ambil bagian dalam kegiatan yang diteliti, (2) wawancara, dan (3) dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi metode. Teknik  analisis data yang digunakan yaitu (1) Reduksi data (data reducation), (2) Pemaparan data (data display), (3) Simpulan melalui pelukisan dan verifikasi, dan teknik penyajian hasil analisis dalam penelitian ini digunakan teknik informal. Hasil analisis disajikan menggunakan kata-kata biasa. Hasil dari penelitian adalah, (1) versi mitos meliputi (a) versi lisan dan versi dokumen dari kedua versi tersebut peneliti simpulkan bahwa, versi yang paling banyak mendekati aslinya yaitu versi babad Kebumen, karena pada babad Kebumen banyak menjelaskan tentang peninggalan-peninggalan yang masih ada sampai sekarang. (2) mitos cerita Joko Sangkrip meliputi (a) Mitos di larang nggantung gong, (b) Mitos di larang mementaskan kethoprak dengan lakon Joko Sangkrip (c) Mitos berendam di sendang selama 45 hari, (c) Mitos Joko Sangkrip bertapa di Gunung Bulupitu, (d) Mitos penampakan sosok harimau di area Makam Joko Sangkrip, (e) Mitos datangnya Dewi Nawangwulan ke makam Joko Sangkrip  dengan kereta kencana, (f) Mitos Joko Sangkrip bertapa di dalam perut kerbau. (3) fungsi mitos Joko Sangkrip meliputi fungsi sosial, fungsi ekonomi, fungsi budaya dan pariwisata dan fungsi pendidikan yang meliputi fungsi pendidikan ketuhanan yaitu berdoa atau berserah diri dan nilai Islamiyah, fungsi pendidikan budi pekerti yaitu meliputi menghormati leluhur, menghormati orang lain dan tanggung jawab. Kata kunci : Mitos, Cerita Joko Sangkrip