cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 523 Documents
Kajian Folklor Tradisi Nglamar Mayit di Desa Sawangan, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen Heira Febriana
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 5 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.239 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan prosesi tradisi nglamar mayit di Desa Sawangan, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, (2) mendeskripsikan sesaji dalam tradisi nglamar mayit di Desa Sawangan, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, (3) mendeskripsikan fungsi folklor dalam tradisi nglamar mayit di Desa Sawangan, Kecamatan Alian, Kabupaten kebumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) observasi non partisipan, (2) wawancara mendalam, dan (3) dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu (1) Reduksi data, (2) pemaparan data, (3) simpulan. Teknik penyajian hasil analisis digunakan teknik informal. Hasil dari penelitian adalah, (1) prosesi meliputi (a) mempersiapkan sesajen untuk lamaran mayit, (b) nglamar mayit, (c) memberi sambetan kepada kedua mempelai pengantin, (d) membagikan slametan untuk cah angon atau among-among, dan yasinan. (2) ubarampe yang digunakan (a) tumpeng pungkur, (b) sega ambegan, (c) kupat lepet, (d) jajan pasar, (e) ketan dan lemper, (f) dlingo bengle, (g) beras, (h) kelapa, (i) bumbu dapur, (j) bunga, (k) janur kuning, (l) kayu dan (m) klari atau daun kelapa kering. (3) fungsi folklor meliputi (a) fungsi sosial, (b)fungsi ritual, (d) fungsi pelestarian tradisi dan fungsi pendidikan yang meliputi fungsi pendidikan ketuhanan yaitu berdoa atau berserah diri dan nilai Islamiyah, fungsi pendidikan budi pekerti yaitu meliputi menghormati leluhur, menghormati orang lain dan tanggung jawab.   Kata kunci: folklor, tradisi nglamar mayit
Perubahan Cara Pandang Masyarakat Terhadap Mitos dalam Tradisi Bersih Makam Ki Hajar Welaran di Gunung Paras Desa Karangsambung Kecamatan Karangsambung Kabupaten Kebumen Siti Masriyah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 5 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.929 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) mendeskripsikan bentuk upacara tradisi bersih makam Ki Hajar Welaran di gunung Paras Desa Karangsambung Kecamatan Karangsambung Kabupaten Kebumen; (2) mendeskripsikan mitos dalam tradisi bersih makam Ki Hajar Welaran di Gunung Paras Desa Karangsambung Kabupaten Kebumen; (3) mendeskripsikan perubahan cara pandang masyarakat terhadap mitos dalam tradisi bersih makam Ki Hajar Welaran di gunung Paras Desa Karangsambung Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wujud data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah informasi yang berkaitan dengan mitos dalam tradisi bersih makam Ki Hajar Welaran, kemudian data tersebut dianalisis dengan cara mereduksi, mengklasifikasi, dan mendeskripsikan untuk selanjutnya disimpulkan. Dalam menyajikan hasil analisis data, penulis menggunakan tehnik informal yaitu hasil analisis yang berupa deskripstif dari hasil analisis data. Hasil analisi dapat disimpulkan bahwa (a) Bentuk tradisi bersih makam Ki Hajar Welaran yaitu bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkah kebahagiaan dan ketentraman bagi masyarakat Desa Karangsambung yang ditunjukan dengan ziarah makam Ki Hajar Welaran sebagai tanda penghormatan masyarakat desa Karangsambung, (b) Mitos dalam tradisi bersih makam Ki Hajar Welaran: tidak boleh menyembelih hewan pada hari Senin, Perempan tidak boleh ke makam Ki Hajar Welaran, masyarakat Karangsambung dan Banioro tidak boleh menikah, (c) masyarakat di desa Karangsambung Kabupaten Kebumen telah mengubah apa yang telah menjadi mitos dalam upacara tradisi bersih makam Ki Hajar Welaran, yaitu seorang wanita boleh ziarah ke makam Ki Hajar Welaran dan masyarakat Banioro-Karangsambung meninggalkan ritual dalam tradisi pernikahan perubahan cara pandang masyarakat dalam tradisi bersih makam Ki Hajar Welaran di Gunung Paras desa Karangsambung disebabkan oleh banyak faktor yaitu kemajuan zaman, perkembangan teknologi, pengalaman baru dan pengetahuan baru.   Kata Kunci: Mitos, perubahan cara pandang masyarakat
Pola Perilaku Kesurupan Endhang Mayit dalam Kesenian Kuda Kepang Turangga Mudha di Desa Banioro Kecamatan Karangsambung Kabupaten Kebumen Hamzah Setiadi
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 5 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.488 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) Urutan pertunjukan kuda kepang Turangga Mudha di desa Banioro, (2) Pola Perilaku Kesurupan Endhang Mayit dalam kesenian kuda kepang Turangga Mudha di desa Banioro, (3) Tanggapan masyarakat tentang adanya kesurupan Endhang Mayit dalam kesenian kuda kepang Turangga Mudha di desa Banioro. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wujud data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah informasi yang berkaitan dengan pola perilaku kesurupan Endhang Mayit dianalisis dengan cara mereduksi, mengklasifikasi, dan mendeskripsikan untuk selanjutnya disimpulkan. Dalam menyajikan hasil analisis data, penulis menggunakan tehnik informal yaitu hasil analisis yang berupa deskripstif dari hasil analisis data. Hasil analisi dapat disimpulkan bahwa (a) Urutan pertunjukan kuda kepang Turangga Mudha terdiri dari : asal-usul pertunjukan kuda kepang Turangga Mudha, Prosesi pertunjukan kuda kepang Turangga Mudha yang terdiri dari Pra Pelaksana, Pelaksanaan dan Paska pelaksanaan, (b) Pola Perilaku kesurupan Endhang Mayit dalam kesenian kuda kepang Turangga Mudha yang dibagi menjadi lima pola yaitu tirakatan, perilaku sebelum mengalami kesurupan Endhang Mayit, perilaku pada saat mengalami kesurupan Endhang Mayit, perilaku setelah mengalami kesurupan Endhang Mayit dan tarian penyembuhan penari yang mengalami kesurupan Endhang Mayit, (c) tanggapan masyarakat terhadap kesurupan Endhang Mayit ada tiga yaitu tanggapan Apresiasif, tanggapan apatis dan tanggapan netral.   Kata Kunci: Pola Perilaku kesurupan, tanggapan masyarakat, endhang mayit
Upaya Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf Narasi Ekspositoris Siswa Kelas XI SMK Yapek Gombong dengan Metode Example Non-Example Dina Wardiah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 5 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.196 KB)

Abstract

Abstrak: tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan, (1) bagaimanakah pembelajaran menulis paragraf narasi ekspositoris dengan menggunakan metode example non example pada siswa kelas XI SMK Yapek Gombong, (2) bagaimanakah peningkatan keterampilan menulis paragraf narasi ekspositoris pada siswa kelas XI SMK Yapek Gombong setelah belajar menulis paragraf narasi ekspositoris dengan menggunakan metode example non example. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI AP 2 SMK Yapek Gombong yang berjumlah 44 siswa. Fokus penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang berupa peningkatan keterampilan menulis paragraf narai ekspositoris. Terdiri dari empat tahap aspek penelitian, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, tes menulis paragraf narasi ekspositoris, angket (kuesioner), catatan lapangan dan dokumentasi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa (1) langkah-langkah ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu prasiklus dengan langkah-langkah menulis paragraf narasi dengan menggunakan tema bebas, siklus I dan siklus II dengan langkah-langkah siswa memperhatikan gambar dan mendiskusikannya dengan temannya menggunakan  metode example non example dalam meningkatkan keterampilan menulis paragraf narasi ekspositoris, (2) peningkatan keterampilan menulis paragraf narasi ekspositoris dari tahap pra siklus 56,70, dan rata-rata siklus I 66,11 atau terjadi peningkatan 9,41. Nilai rata-rata siklus II 77,11 atau terjadi peningkatan 11,00. Nilai rata-rata dari hasil prasiklus hingga siklus II meningkat 20,41. Kata kunci           : menulis, narasi ekspositoris, metode example non example  
Kajian Folklor dalam Tradisi Guyang Jaran di Desa Karangrejo Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo Ade Ayu Mawarni
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 5 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.935 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui bagaimana asal-usul pelaksanaan Guyang Jaran yang dilakukan oleh Grup Kesenian Jaran Kepang “Turonggo Seto” beserta masyarakat setempat di Desa Karangrejo, (2) mengetahui proses pelaksanaan Guyang Jaran yang dilakukan oleh Grup Kesenian Jaran Kepang “Turonggo Seto” beserta masyarakat setempat di Desa Karangrejo , (3) mengetahui makna simbolis sesaji atau ubarampe yang digunakan dalam pelaksanaan Guyang Jaran yang dilakukan oleh Grup Kesenian Jaran Kepang “Turonggo Seto” beserta masyarakat setempat di Desa Karangrejo. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Tempat penelitian dilakukan di Desa Karangrejo kecamatan Loano Kabupaten Purworejo, waktu penelitian mulai bulan November 2013 sampai Juli 2014. Sumber data diperoleh dari informan yang mengetahui benar tentang data yang diperlukan dalam penelitian ini.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi partisipan, teknik wawancara mendalam, dan teknik dokumentasi. Instrumen penelitian yaitu peneliti sendiri yang bertindak sebagai participant observer (penelitian berperan). Hasil dari penelitian ini adalah, (1) asal-usul pelaksanaan Guyang Jaran yang dilakukan oleh Grup Kesenian Jaran Kepang “Turonggo Seto” beserta masyarakat Desa Karangrejo (2) prosesi pelaksanaan Guyang Jaran meliputi (a) ziarah ke makam para leluhur desa, (b) di keluarkannya kuda kepang dari Kandang dan diarak menuju tempuran Sungai Bogowonto, (c) prosesi Ritual Memohon Ijin yang dilakukan oleh pawang, (d) Guyang Jaran, (e) kubur jaran, (f) wilujengan atau selamatan, (g) pentas. (3) ubarampe yang digunakan (a) sesaji yang digunakan pada saat pelaksanaan Guyang Jaran adalah berupa kemenyan dan kembang telon, (b) sesaji yang digunakan dalam acara wilujengan atau selamatan yaitu tumpeng dan lauk, sega golong, jajan pasar, (c) sesaji yang digunakan dalam pementasan Jaran Kepang grup kesenian Jaran Kepang “Turonggo Seto” yaitu yang berupa nasi rasul, ingkung, bubur jenang sengkolo, kupat lepet , padi, daun papaya, dan pisang raja, bonang-baneng, minyak wangi, kinang, rokok, pupur, sisir, kaca, wedhang 12 warna, bunga setaman , degan (kelapa muda), uripan (ayam kampung).     Kata kunci: kajian folklor,tradisi guyang jaran.
Nilai Moral dalam Serat Kartawiyoga karya Ki Reditanaya dan Relevansinya dengan Kehidupan Sekarang Andi Prasetiyawan
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 1 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.671 KB)

Abstract

Abstrak: “Nilai Moral dalam Serat Kartawiyoga karya Ki Reditanaya dan Relevansinya dengan Kehidupan Sekarang”. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Unsur Intrinsik yang terdapat dalam serat; (2) Nilai Moral yang terdapat dalam serat ;(3) Relevansi nilai moral dalam serat dengan kehidupan sekarang.Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah cerita dalam Serat Kartawiyoga karya Ki Reditanaya. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari Serat Kartawiyoga karya Ki Reditanaya. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik pustaka, teknik simak catat, dan teknik terjemahan. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, kartu pencacat data, bolpoin, pensil dan buku-buku yang relevan yang mendukung sebagai acuan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data menggunakan “content analysis” atau analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) tema dalam Serat Kartawiyoga karya Ki Reditanaya adalah cinta kasih tak sampai. Tokoh utamanya adalah Raden Kartawiyoga, dan tokoh tambahannya yaitu Prabu Salya, Patih Sengkuni, Raden Rukmanata, Pamade, Patih Tahanaya, Semar, Gareng, Petruk, Dewi Secawati, Retna Surtikanthi, Dewi Banowati, Raden Burisrawa, Raden  Kartamarma, Prabu Kurandhageni, Emban, Darumina, Minacuwiri, Retna Erawati, Wasi Jaladara, Duryudana, Bratasena, dan Endhang Bratajaya.  Alur yang digunakan adalah alur maju. Latar dibagi menjadi tiga yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar suasana. Sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga “dia” maha tahu. (2) nilai moral yaitu: (a) Nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi baik, pemaaf, rendah hati, arif bijaksana, teguh pendirian, pemberani, punya harga diri, pandai, tanggung jawab, sederhana, sabar, dan jujur. (b) Nilai moral hubungan manusia dengan sesama manusia lain dalam lingkup sosial dan hubungan manusia dengan lingkungan alam yang meliputi patuh kepada nasihat orang tua, penurut, sopan, adil, tidak mudah percaya, peduli kepada raja, perhatian, patuh, setia kawan, suka menasihati, sayang kepada anak, berbakti kepada orang tua dan suka menolong. (c) Nilai moral hubungan manusia dengan Tuhannya yang meliputi ingat kepada Tuhan, percaya kepada Tuhan, percaya akan pertolongan Tuhan, dan berdoa kepada Tuhan. (3) Relevansi nilai moral Serat Kartawiyoga karya Ki Reditanaya pada kehidupan sekarang. Kata Kunci : Nilai moral, relevansinya, Serat Kartawiyoga
Analisis Kesalahan Menulis Aksara Jawa Siswa Kelas VIII SMP Negeri Se-Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo Tahun Ajaran 2013/2014 Hom satun
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 1 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.304 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Kesalahan pemakaian Pasangan; 2) Kesalahan pemakaian Sandhangan; 3) Kesalahan pemakaian Aksara Swara; 4) Kesalahan pemakaian Tanda Baca. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri Se-Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo Tahun Pembelajaran 2013/2014. Data penelitian ini ialah keterampilan menulis aksara Jawa siswa kelas VIII SMP Negeri Se-Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo Tahun Pembelajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan data teknik tes berupa instrumen tes, sedangkan teknik nontes berupa wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif untuk mengelola data-data berupa kalimat penulisan aksara Jawa yang mengalami kesalahan. Teknik penyajian data menggunakan teknik penyajian informal dan formal. Hasil penelitian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Kesalahan penulisan pasangan yaitu sebanyak 349 (16,00%), Kesalahan penulisan sandhangan yaitu sebanyak 600 ( 20,60%), Kesalahan penulisan Aksara Swara yaitu sebanyak 670 (23,00%), dan Kesalahan penulisan Tanda Baca yaitu sebanyak 588 ( 20,19 %). Hasil komulatif analisis Kesalahan Menulis Aksara Jawa Siswa Kelas VIII SMP Negeri Se-Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo Tahun Pembelajaran 2013/2014 yaitu sebanyak 20,21 % dikategorikan baik.   Kata Kunci : Menulis, Aksara Jawa, SMP Negeri Se-Kecamatan Sukoharjo
Penerapan Tipe Numbered Head Together (NHT) dengan Media Kartu Huruf Sebagai Peningkatkan Keterampilan Menulis Paragraf Beraksara Jawa pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 16 Purworejo Tahun Ajaran 2013/2014 Ninik Nugraheni
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 1 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.37 KB)

Abstract

Abstrak: penelitian ini bertujuan yaitu (1) mendeskripsikan penerapan penulisan paragraf aksara Jawa dengan tipe Numbered Head Together (NHT) dan media kartu huruf pada siswa kelas VII SMP Negeri 16 Purworejo; (2)  mengetahui seberapa besar motivasi siswa pembelajaran menulis paragraf  aksara Jawa terhadap penerapan tipe Numbered Head Together (NHT) dengan media kartu huruf pada siswa kelas VII SMP Negeri 16 Purworejo; (3)  mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis paragraf beraksara Jawa pada siswa kelas VII SMP Negeri 16 Purworejo setelah memperoleh pembelajaran menulis paragraf aksara Jawa tipe Numbered Head Together (NHT) dengan media kartu huruf. Penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data berupa tes dan nontes.Tes digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan, sedangkan nontes berupa observasi, kuesioner atau angket,  jurnal dan dokumen foto. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik kuantitatif untuk menilai dan menghitung hasil tes menulis aksara Jawa dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dan media kartu huruf, serta menggunakan teknik kualitatif yang diperoleh dari data nontes berupa lembar observasi, kuesioner atau angket, jurnal, wawancara dan dokumentasi foto. Penelitian ini menghasilkan tiga hal yaitu (1)  penerapan penulisan paragraf aksara Jawa dengan tipe Numbered Head Together (NHT) dan media kartu huruf dengan tiga tahap yaitu tahap pra siklus, siklus I dan siklus II. Setiap siklus ada empat tahap utama yaitu perencanaan, pelaksnaaan,  tindakan, observasi dan refleksi;   (2) dari  hasil penelitian diketahui besar motivasi siswa pembelajaran menulis paragraf  aksara Jawa terjadi peningkatan motivasi siklus I 40,62% sampai siklus II 56,25% meningkat  menjadi 15.63% dari siswa yang tertarik mengikuti pelajaran basa Jawa pada pilihan sangat setuju; (3)  peningkatan keterampilan menulis paragraf beraksara Jawa pada siswa kelas VII SMP Negeri 16 Purworejo setelah memperoleh pembelajaran menulis paragraf aksara Jawa tipe Numbered Head Together (NHT) dan media kartu huruf  dengan  nilai rata- rata dari tahap pra siklus 64,71, siklus I 73,93, siklus II 80,37. Peningkatan dari pra siklus sampai siklus I 9,22, siklus I sampai siklus II sangat meningkat 6,44. Sedangkan ketuntasan dari pra siklus 34,37%, siklus I 75%, dan siklus II 90.62%. dari pra siklus sampai siklus I meningkat 40,63%, dari siklus I sampai siklus II bisa meningkat 15,63%. Jadi, bisa dipakai  dari awal dengan menggunakan Numbered Head Together (NHT) dan  media kartu huruf bisa meningkatkan motivasi dan prestasi pembelajaran siswa SMP Negeri 16  Purworejo.   Kata kunci: menulis, aksara Jawa, model Numbered Head Together (NHT), media kartu huruf.
Nilai Etika dan Estetika Cerita Panji Sekar Karya Sunan Pakubuwono IV Bagas Arjiantoro
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 1 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.157 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan nilai-nilai etika cerita Panji Sekar karya Sunan Pakubuwono IV; (2) mendeskripsikan unsur-unsur estetika cerita Panji Sekar karya Sunan Pakubuwono IV. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, sehingga menghasilkan data deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerita Panji Sekar karya Sunan Pakubuwono IV yang merupakan terbitan dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia Dan Daerah, sedangkan data dalam penelitian ini adalah kutipan-kutipan yang memuat nilai etika dan unsur-unsur estetika dalam cerita Panji Sekar. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu teknik pustaka dan teknik catat. Instrumen penelitian dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri atau human instrument di mana peneliti sendiri yang aktif dalam mencari data melalui teks cerita dan pustaka penunjung lainnya. Teknik analisis data dalam penelitian ini melalui pengadaan data, reduksi data, inferensi, analisis, untuk selanjutnya disimpulkan. Dalam proses penerjemahannya, penulis menerjemahkan menggunakan terjemahan bebas yaitu dengan mencari terjemahan kata-kata yang sukar dan sulit dipahami melalui Kamus Baoesastra Djawa dan Kamus Jawa Kuna Indonesia. Dalam melakukan penerjemahan, penulis menerjemahkan per klausa dengan tujuan agar terjemahan yang dihasilkan tidak jauh dari inti cerita. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: (1) nilai etika yang terdapat dalam cerita Panji Sekar meliputi nilai etika keselarasan sosial dan etika kebijaksanaan. Nilai etika keselarasan sosial membahas tentang etika yang hubungannya dengan sikap, tingkah laku, dalam hal interaksi atau hubungan sosial dalam masyarakat. Nilai etika keselarasan sosial yang terdapat dalam cerita Panji Sekar ada tujuh indikator yang ditemukan dari tembang dhandhanggula, kinanthi, mijil, gambuh, sinom, dan duduk wuluh. Kajian utama dalam etika kebijaksanaan diantaranya pitutur luhur, pesan-pesan ajaran hidup, yang berpedoman pada pergaulan dalam masyarakat; (2) unsur-unsur estetika dalam cerita Panji Sekar karya Sunan Pakubuwono IV meliputi: basa peprenesan terdapat 9 indikator, basa rinengga terdapat 9 indikator, bebasan terdapat 7 indikator, dasanama terdapat 7 indikator, kosok balen terdapat 13 indikator, paribasan terdapat 2 indikator, pepindhan terdapat 10 indikator, purwakanthi terdapat 13 indikator, tembung entar terdapat 4 indikator, tembung plutan terdapat 13 indikator, tembung saroja terdapat 9 indikator, ukara sesumbar terdapat 6 indikator, yogyaswara terdapat 3 indikator.   Kata Kunci: Etika, Estetika, cerita Panji Sekar
Analisis Struktural Objektif Roman Lara Lapanē Kaum Rēpulik dalam Trilogi Kēlangan Satang Karya Suparto Brata Amad Tutur
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 1 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.492 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) struktur roman Lara Lapané Kaum Républik dalam Trilogi Kélangan Satang karya Suparto Brata; (2) moralitas tokoh dalam roman Lara Lapané Kaum Républik dalam Trilogi Kélangan Satang karya Suparto Brata. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah roman Lara Lapané Kaum Républik. Data penelitian berupa struktural dan moralitas dalam roman Lara Lapané Kaum Républik. Instrumen penelitian adalah human instrument (peneliti sendiri) dan dibantu alat tulis dan nota pencatat. Teknik pengumpulan data dengan teknik pustaka, teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data dengan teknik content analysis. Teknik penyajian analisis data dengan teknik penyajian informal. Hasil penelitian dan pembahasan data menunjukkan bahwa (1) tema dalam roman Lara Lapané Kaum Républik adalah perjuangan melawan Belanda. Alur yang digunakan adalah alur maju. Tokohnya berjumlah sebelas tokoh yaitu dua tokoh utama dan sembilan tokoh tambahan. Latar yang digunakan meliputi: (a) latar tempat: Widuran, Warungpelem, Halaman rumah, Dalam rumah, dan Makam Stasiun Jebres; (b) latar waktu: malam, sore, siang, dan pagi; (c) latar sosial: sosial rendah dan sosial menengah. Sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga “ dia” mahatahu. Gaya bahasa yang digunakan yaitu : simile 3 indikator, metafora 1 indikator, personifikasi 2 indikator, mitenomia 2 indikator, sinekdote 3 indikator, paradoks 1 indikator, dan hiperbola 2 indikator. (2) moralitas tokoh yang ada dalam roman Lara Lapané Kaum Républik terbagi menjadi tiga yaitu: (a) hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi: teguh pendirian, sabar, dan marah; (b) hubungan manusia dengan lingkup sosial meliputi: ringan tangan, kerukunan, dan kasih sayang; (c) hubungan manusia dengan Tuhan meliputi: berikhtiar, menerima takdir dan berdo’a. Kata kunci: struktural, moralitas