cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 523 Documents
Nilai Moral Dalam Cerita Wayang Gandamana Sayembara Karya Anom Sukatno, S.Kar Intan Cahya Kurniawan
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 1 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.602 KB)

Abstract

Abstrak:”Nilai Moral Dalam Cerita Wayang Gandamana Sayembara Karya Anom Sukatno, S.Kar” Skripsi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2014. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mendeskripsikan nilai moral yang terkandung dalam cerita Gandamana Sayembara. (2) Untuk mendeskripsikan relevansi dengan kehidupan sekarang.Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah cerita wayang berjudul Gandamana , yang didalamya mengandung unsur nilai-nilai moral. Objek penelitian ini adalah nilai moral dalam cerita wayang Gandamana Sayembara karya Anom Sukatno, S. Kar dan Relevansinya terhadap kehidupan sekarang.Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, sedangkan instrumen penunjangnya dalam penelitian ini adalah buku-buku yang berkaitan dengan nilai moral.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik catat dan teknik simak.Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode analisis konten.Teknik  penyajian data penulis, menggunakan teknik informal.Hasil penelitian ini adalah (1) nilai moral yaitu : (a) Nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri yang meliputi  pemimpin yang tegas, cinta tanah air, sikap waspada, dan bertanggung jawab.(b) Nilai moral hubungan manusia dengan sesama manusia lain dalam lingkup sosial dan hubungan manusia dengan lingkungan alam yang meliputi rasa hormat kepada raja, menghargai bawahan, memberi nasihat, nasihat  kakek kepada cucunya, mohon doa restu, menghormati  orang tua, bertahan hidup, rasa hormat kepada sesama pemimpin, memberi pendidikan, peduli dengan rakyat, pemimpin yang pemaaf, dan pengabdian seorang istri. (c) Nilai moral hubungan manusia dengan Tuhannya yang meliputi ingat kepada Tuhan, bertawakal kepada Tuhan, percaya dengan takdir Tuhan, memohon perlindungan Tuhan, berikhtiar kepada Tuhan dan memohon ketenangan batin pada Tuhan. (2) Relevansi nilai moral pada kehidupan sekarang meliputi memohon ketenangan batin, cinta tanah air, menghormati orang tua, bertawakal kepada Tuhan, memohon perlindungan Tuhan, pengabdian seorang istri, memberi pendidikan, pemimpin yang pemaaf, ingat kepada Tuhan, bertanggung jawab, dan peduli dengan rakyat.   Kata kunci:Nilai moral, cerita wayang Gandamana Sayembara
Alih Kode dan Campur Kode dalam Roman Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata Yuliana Wardani
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 1 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.319 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan wujud alih kode dalam roman Kadurakan Ing Kidul Dringu karya Suparto Brata, (2) mendeskripsikan wujud campur kode dalam roman Kadurakan Ing Kidul Dringu karya Suparto Brata, (3) menjelaskan fungsi alih kode dan campur kode dalam roman Kadurakan Ing Kidul Dringu karya Suparto Brata. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, teknik simak catat dan teknik observasi. Teknik analisis data menggunakan metode distribusional dan metode padan. Instrumen penelitian ini yaitu peneliti sendiri dan dibantu dengan kertas pencatat data. Hasil dari penelitian ini adalah: pertama, alih kode yang ditemukan dalam roman Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata sebanyak 11 data. Ke dua, campur kode dalam roman Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata berjumlah 33 campur kode, masing-masing terdiri dari: (1) campur kode kata sebanyak 72 data, (2) campur kode frasa sebanyak 20 data, (3) campur kode baster sebanyak 15 data, (4) campur kode reduplikasi sebanyak 10 data, (5) campur kode idiom/ungkapan sebanyak 3 data. Ke tiga, fungsi alih kode dalam penelitian adalah: (1) menyesuaikan tuturan dengan topik yang sedang dibicarakan, (2) untuk menghormati O2, (3) menjalin keakraban, (4) menghormati objek yang sedang dibicarakan. Fungsi campur kode dalam penelitian yaitu: (1) untuk menghormati mitra tutur, (2) untuk memudahkan jalannya komunikasi antara penutur dan mitra tutur ketika kesulitan mencari padanan kata dalam bahasa Jawa, (3) untuk mempermudah maksud penutur kepada mitra tutur, (4) untuk menunjukkan dan menjalin keakraban dengan mitra tutur, (5) untuk memperoleh ungkapan yang pas, (6) untuk sekedar bercanda dengan mitra tutur, (7) untuk memperhalus tuturan, (8) untuk menghormati objek yang sedang dibicarakan, (9) untuk meyakinkan/menegaskan pada mitra tutur keadaan yang sebenarnya.   Kata kunci : alih kode, campur kode, sosiolinguistik
Analisis Nilai Moral Cerita Wayang Ayodya Parwa Karya Ki Kandhabuwana dalam Majalah Djaka Lodang Edisi Juli sampai dengan Oktober Tahun 2013 Deni Apriyani
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 1 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.142 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) mendeskripsikan nilai-nilai moral cerita wayang  Ayodya Parwa karya Ki Kandhabuwana dalam majalah Djaka Lodang, dan (2) mendeskripsikan relevansi nilai-nilai moral cerita wayang Ayodya Parwa karya Ki Kandhabuwana dalam majalah Djaka Lodang dengan kehidupan sekarang. Penelitian ini yaitu berupa penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian Nilai Moral dalam cerita wayang Ayodya Parwa karya Ki Kandhabuwana banyak memuat nilai moral yang masih relevan dalam kehidupan sekarang. Beberapa nilai moral yang masih relevan adalah memberikan nasihat, peduli sesama teman, senang menolong, waspada, membela diri, pemberani, berjanji pada diri sendiri, dan berpikir. Nilai moral yang terdapat dalam cerita wayang Ayodya Parwa karya Ki Kandhabuwana adalah (a) nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan meliputi: percaya kepada Tuhan dengan berdoa (2), berserah diri (3), bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan (3), (b) nilai moral hubungan manusia dengan manusia meliputi:  memberikan nasihat (23), peduli sesama teman (3), senang menolong (6), peduli terhadap saudara (2),  saling menyayangi 5, (c) nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi: cemas (10), tidak percaya diri (2), gembira (6), waspada (2), berjanji pada diri sendiri (3), berpikir (4), ikhlas (2),  menyesal (1),  membela diri (4),  pemberani (13); dan (c) nilai moral hubungan manusia dengan alam meliputi:  memuji keindahan alam (4).   Kata kunci: nilai moral, cerita wayang, Ayodya Parwa  
Kajian Etika dan Estetika dalam Serat Sangu Pati Jilid 2 karya Ki Padma Sujana Ana Sulastri
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 1 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.18 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) nilai etika Jawa yang terdapatdalam Serat Sangu Pati Jilid 2 Karya Ki Padma Sujana, (2) unsur-unsur estetika yang terdapat dalam Serat Sangu Pati Jilid 2 Karya Ki Padma Sujana.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah Serat Sangu Pati Jilid 2 Karya Ki Padma Sujana. Data penelitian berupa etika Jawa, yaitu etika keselarasan dan etika kebijaksanaan; dan unsur-unsur estetika dalam Serat Sangu Pati Jilid 2 Karya Ki Padma Sujana. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, simak, dan catat. Instrumen penelitian yang dilakukan menggunakan human instrumant (peneliti sendiri), tabel, dan didukung buku-buku yang relevan dengan penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah content analisis (analisis konten). Teknik keabsahan data menggunakan teknik validitas semantis dan meningkatkan ketekunan. Penyajian hasil analisis menggunakan teknik informal.Hasil penelitian Serat Sangu Pati Jilid 2 Karya Ki Padma Sujana banyak memuat nilai etika Jawa. Beberapa nilai etika Jawa diantaranya (a) etika keselarasan sosial meliputi 2 indikator, yaitu tidak memaksakan kehendak dan menghormati sesama manusia. (b) etika kebijaksanaan meliputi 5 indikator, yaitu nasihat, waspada, sikap batin yang tepat, bersyukur, dan tabah. Estetika yang terdapat dalam Serat Sangu Pati Jilid 2 Karya Ki Padma Sujana purwakanthi guru-swara 53 indikator, purwakanthi guru-sastra 391 indikator, purwakanthi lumaksita 4 indikator, yogyaswara 1 indikator, tembung garba 13 indikator, dasanama 14 indikator, plutan 6 indikator, tembung kosok balen 5 indikator.   Kata kunci: etika, estetika, Sangu Pati Jilid 2
Analisis Gaya Bahasa dalam Antologi Geguritan Puser Bumi karya Gampang Prawoto Evi Nugraheni
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 1 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.973 KB)

Abstract

Abstrak:             Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) gaya bahasa dalam Antologi Geguritan “Puser Bumi” karya Gampang Prawoto, (2) makna geguritan dalam Antologi Geguritan “Puser Bumi” karya Gampang Prawoto. Jenis Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Antologi Geguritan “Puser Bumi” karya Gampang Prawoto, dan data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan dalam Antologi Geguritan “Puser Bumi”  karya Gampang Prawoto yang berupa bait-bait puisi yang di dalamya terdapat penggunaan gaya bahasa. Selain itu, juga berupa kutipan-kutipan geguritan yang di dalamnya mengandung makna-makna tertentu. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka dan teknik simak catat. Instrumen penelitian yang digunakan adalah human instrument yang dibantu buku tentang sastra dan puisi serta kartu pencatat data. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah content analysis atau analisis isi. Dalam penyajian hasil analisis data digunakan teknik informal. Hasil penelitian menunjukan bahwa Antologi Geguritan “Puser Bumi” karya Gampang Prawoto mengandung gaya bahasa dan makna-makna tertentu, gaya bahasa yang digunakan antara lain yaitu gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat yang terdiri dari  repetisi anafora (17), repetisi mesodiplosis (9), gaya berdasarkan langsung tidaknya makna yaitu gaya bahasa retoris yang terdiri dari asindenton (3) dan hiperbola (8), dan gaya bahasa kiasan yang terdiri dari persamaan/simile (8), metafora (3), personifikasi (15), metonimia (13), dan sinisme  (5); dan makna geguritan yang terdapat dalam Antologi Geguritan “Puser Bumi” karya Gampang Prawoto adalah tentang pesan-pesan pengarang yang berhubungan dengan masalah kehidupan yang dialami oleh manusia, seperti masalah asmara, politik, ekonomi dan kehidupan orang perkotaan dengan orang pedesaan. Kata Kunci : gaya bahasa, geguritan Puser Bumi
Nilai Pendidikan Moral dalam Serat Suluk Bodho Karya KGPA Anom Amangkunagara V Najib Irwanto
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 1 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.218 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai pendidikan moral dalam teks naskah Serat Suluk Bodho serta mendeskripsikan relevansi isi teks Serat Suluk Bodho dengan kehidupan sekarang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pustaka dan pendekatan filologis modern. Sumber data penelitian ini adalah Serat Suluk Bodho yang disimpan di perpustakaan Sana Pustaka Keraton Surakarta, data penelitian ini berupa syair tembang macapat dalam Serat Suluk Bodho. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan studi pustaka atau teknik pustaka. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis konten (content analysis), sementara teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik penyajian analisis informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam Serat Suluk Bodho mengandung nilai pendidikan moral yang sangat berguna bagi kehidupan. Nilai pendidikan moral yang terdapat dalam Serat Suluk Bodho adalah sebagai berikut: 1. nilai pendidikan moral hubungan manusia dengan Tuhan, yang meliputi: a) memuji dan memberikan penghormatan kepada Tuhan, b) melaksanakan ibadah shalat, c) bersedekah, d) percaya pada sifat-sifat Tuhan, e) bersyukur, f) berdoa, g) bertaubat, h) jangan berburuk sangka pada Tuhan, 2. nilai pendidikan moral hubungan manusia dengan sesama manusia, yang meliputi: a) patuh pada nasihat guru, b) jangan bersikap sombong, c) bermusyawarah, d) saling menghormati, e) kasih sayang, f) perlunya belajar pada seorang guru, 3. nilai pendidikan moral hubungan manusia dengan dirinya sendiri, yang meliputi: a) sabar dan hati-hati, b) bersungguh-sungguh, c) jujur, d) waspada, e) bijaksana. Sementara nilai pendidikan moral dalam Serat Suluk Bodho yang masih relevan dengan kehidupan sekarang yakni memuji dan memberikan penghormatan kepada Tuhan, menjalankan ibadah shalat, percaya pada sifat-sifat Tuhan, musyawarah, kasih sayang, perlunya belajar pada seorang guru, sabar, bersungguh-sungguh, waspada.   Kata Kunci: nilai moral, Serat Suluk Bodho  
Upaya Peningkatan Keterampilan Membaca Wacana Berhuruf Jawa pada Siswa Kelas VIII MTs Al Huda Rowokele Kabupaten Kebumen dengan Pembelajaran Kooperatif Model Talking Stick Tahun Ajaran 2014/ 2015 Fitri Isnaeni
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 1 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.087 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan bagaimana langkah-langkah pembelajaran membaca wacana berhuruf Jawa menggunakan model talking stick pada siswa kelas VIII MTs Al Huda Rowokele Kabupaten Kebumen dan (2) mendeskripsikan bagaimana peningkatan kemampuan membaca wacana berhuruf Jawa menggunakan model talking stick pada siswa kelas VIII MTs Al Huda Rowokele Kabupaten Kebumen. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Al Huda Rowokele Kabupaten Kebumen. Objek penelitian ini adalah keterampilan membaca wacana berhuruf Jawa pada siswa kelas VIII MTs Al Huda Rowokele Kabupaten Kebumen. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan teknik nontes. Teknik tes berupa praktik membaca wacana berhuruf Jawa, sedangkan teknik nontes berupa observasi, kuesioner dan dokumentasi. Validitas yang digunakan adalah validitas isi expert judgment. Reliabilitas menggunakan reliabilitas antar rater dengan tingkat kereliabilitasan mencapai 0,887 hasil tersebut tergolong tinggi. Teknik analisis data berupa analisis deskripsi kualitatif. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa Proses pembelajaran membaca wacana berhuruf Jawa dengan model talking stick dilakukan dalam tiga tahap  yaitu: prasiklus, siklus I, dan siklus II. Hasil observasi tahap prasiklus sampai siklus II menunjukkan bahwa pada siklus I siswa  mulai aktif, tetapi belum bisa bekerjasama dengan kelompoknya, siklus II siswa aktif dan berkerjasama dengan kelompoknya, sehingga diketegorikan baik. Hasil belajar membaca wacana berhuruf Jawa diketahui bahwa nilai rerata dari prasiklus 58,21, siklus I 71,79, dan siklus II 80,54, sedangkan ketuntasan belajar siswa pada prasiklus 28,57%, siklus I 64,28% dan siklus II 100%.   Kata kunci : membaca wacana berhuruf Jawa, model talking stick
Kajian Nilai Moral Dalam Serat Pejahipun Patih Suwanda Seri Arjunasasrabau Jilid V karya Raden Ngabehi Sindusastra Siti Laelatul Qomariyah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 1 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.62 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) medeskripsikan nilai moral dan unsur intrinsik yang terdapat dalam cerita Serat Pejahipun Patih Suwanda Seri Arjunasasrabau Jilid V Karya Raden Ngabehi Sindusastra. (2) mendeskripsikan relevansi cerita Serat Pejahipun Patih Suwanda Seri Arjunasasrabau Jilid V dengan kehidupan sekarang. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) unsur intrinsiknya yaitu: tema: memenuhi janji membalaskan dendam. Tokoh utamanya: Patih Suwanda, tokoh tambahannya Arjunasasrabau, Sukasrana, Dewi Citrawati, Rahwana, Suryaketu, Patih Prahastha. Latar dibagi menjadi tiga yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar suasana. Alur yang digunakan adalah alur maju. Sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga “dia” maha tahu. nilai moralnya yaitu: (a) hubungan manusia dengan diri sendiri: Tetap pada pendiriannya sendiri. (b) nilai moral manusia dengan sesama manusia lain: memikirkan kepentingan rakyat, seorang abdi yang sangat menghormati majikannya, seorang abdi yang sabar dan senang menasehati, perjuangan seorang abdi untuk kesejahteraan majikannya, nasihat seorang abdi kepada majikannya. (c) nilai moral hubungan manusia dengan Tuhannya: ingat kepada Tuhan pencipta semesta alam. (2) relevansi nilai moral Serat Pejahipun Patih Suwanda Seri Arjunasasrabau Jilid V pada kehidupan sekarang yaitu: sifat pemimpin negara yang baik, teladan baik bahwa orang yang kaya akan harta besok di akhirat akan dipertanggung jawabkan, di samping mematuhi adat, manusia juga diwajibkan untuk beriman kepada Allah dan mengakui adanya rasulullah. Kata kunci: nilai moral, Serat Pejahipun Patih Suwanda Seri Arjunasasrabau Jilid V
Pelestarian Kesenian Kuda Lumping oleh Paguyuban Sumber Sari di Desa Pandansari Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen Fransiskus Indra Udhi Prabowo
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 1 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.304 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk (1) Prosesi Pertunjukan Kesenian Kuda Lumping Sumber Sari di Desa Pandansari Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen (2) Makna Simbolis Ubarampe/Sesaji Prosesi Pertunjukan Kuda Lumping Sumber Sari di Desa Pandansari Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen (3) Nilai Estetis Yang Terkandung Dalam Pertunjukan Kuda Lumping Sumber Sari di Desa Pandansari Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik (1) observasi, (2) wawancara, (3) dokumentasi, dan (4) analisis data. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian prosesi pertunjukan kesenian Kuda Lumping Sumber Sari di Desa Pandansari Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen adalah, (1) Pra Pertunjukan, meliputi : (a) perencanaan pelaksanaan tradisi Kuda Lumping, (b) mempersiapkan tempat arena pertunjukan, (c) pembuatan ubarampe/sesaji, (d) obong menyan, (2) Pertunjukan Kuda Lumping Sumber Sari, meliputi : (a) tari pambuka, (b) tari budalan madya bala, (c) tari jaranan, (d) tari barong dan topeng, (e) tari ndadi (tari kesurupan), (3) Pasca Pertunjukan, melakukan foto bersama dengan para pemain Kuda Lumping. Makna simbolis ubarampe/sesaji prosesi pertunjukan Kuda Lumping Sumber Sari : (a) nasi tumpeng, sayur dan lauk, (b) ayam ingkung, (c) kupat lepet, (d) daun sirih, (e) jenang abang putih, (f) sekar sataman, (g) beras, jeruk, bawang, dan ayam kampung, (h) kinang dan rokok, (i) degan, (j) wedang kopi, wedang teh, wedang asem, dan wedang putih, (k) gedhang raja. Nilai estetis yang terkandung dalam pertunjukan Kuda Lumping Sumber Sari terdapat pada : (a) busana, (b) instrumen, (c) tata rias, (d) properti, (e) syair dan lagu, (f) gerak.   Kata kunci : Pelestarian, Kuda Lumping
Estetika dan Etika Geguritan dalam Majalah Djaka Lodang Edisi Tahun 2013 Hesti Trisnawati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 1 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.206 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur-unsur estetika yang terdapat dalam Geguritan Majalah Djaka Lodang Edisi Tahun 2013, (2) nilai etika Jawa yang terdapat dalam Geguritan Majalah Djaka Lodang Edisi Tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah geguritan dalam majalah Djaka Lodang edisi Juli – Desember tahun 2013. Data yang akan dianalisis berupa kutipan-kutipan yang terdapat unsur-unsur estetika dan nilai etika yang ada dalam geguritan majalah Djaka Lodang edisi Juli – Desember tahun 2013. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, simak dan catat. Instrumen penelitian yang dilakukan menggunakan human instrumant (peneliti sendiri). Teknik analisis data yang digunakan adalah content analysis (analisis konten). Hasil penelitian Geguritan dalam Majalah Djaka Lodang Edisi Tahun 2013 memuat estetika yang terdapat dalam Geguritan Majalah Djaka Lodang Edisi Tahun 2013 yaitu purwakanthi guru-swara 250 indikator, purwakanthi guru-sastra 103 indikator, purwakanthi lumaksita 52 indikator, paribasan 2 indikator, saloka 1 indikator, basa rinengga 78 indikator, pepindhan 25 indikator, sanepa 4 indikator, dasanama 7 indikator, tembung yogyaswara 6 indikator, tembung plutan 120 indikator, tembung saroja 34 indikator dan tembung entar 15 indikator. Nilai etika Jawa yang terdapat dalam Geguritan Majalah Djaka Lodang Edisi Tahun 2013 di antaranya adalah (1) etika keselarasan sosial meliputi 6 indikator dan (2) etika kebijaksanaan yang meliputi 25 indikator.   Kata kunci: estetika, etika Jawa, Geguritan Majalah Djaka Lodang