cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 523 Documents
Kesalahan Ejaan dan Penggunaan Kosa Kata dalam Menulis Surat Berbahasa Jawa pada Siswa Kelas VIII MTs KHR Ilyas Tambakrejo Tahun Pelajaran 2013/2014 Ika Fitrianisasi
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 2 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.945 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kesalahan pemakaian huruf kapital, kesalahan pemakaian tanda titik dan kesalahan pemakaian tanda baca koma serta kesalahan penggunaan kosa kata pada surat berbahasa Jawa yang dibuat oleh siswa  MTs KHR ILYAS Tambakrejo Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data  penelitian  adalah hasil karya dalam menulis surat berbahasa Jawa pada Siswa Kelas VIII MTs KHR ILYAS Tambakrejo Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 28 siswa. Objek penelitian ini mendeskripsikan kesalahan ejaan dan penggunaan kosa kata dalam berbahasa Jawa. Teknik pengumpulan  data adalah teknik  studi pustaka, teknik simak, dan  catat. Teknik keabsahan data adalah teknik triangulasi, yaitu triangulasi sumber data, triangulasi metode, triangulasi penyidik, dan triangulasi teori. Metode teknik analisis data adalah content analysis (analisis isi). Teknik penyajian analisis data ada dua metode yaitu bersifat informal dan formal. Hasil analisis data kesalahan ejaan meliputi, kesalahan  huruf kapital 65 kalimat (2) kesalahan tanda titik sebanyak 20 kalimat, (3) kesalahan pemakaian tanda koma 15 kalimat. Hasil analisis kesalahan penggunaan kosa kata sebanyak 11 kalimat. Kata kunci : bahasa, ejaan, kosa kata  
Analisis Kesalahan Kebahasaan pada Lembar Kerja Siswa Kuncaraning Widya Bagelen Kelas X SMA Kabupaten Purworejo Mahasih Hesti Rochayati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 2 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.501 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kesalahan penulisan vokal bahasa Jawa; (2) mendeskripsikan kesalahan penulisan konsonan bahasa Jawa; (3) mendeskripsikan kesalahan pemakaian tanda baca titik (.); (4) mendeskripsikan kesalahan pemakaian tanda baca koma (,); (5) mendeskripsikan kesalahan penulisan huruf kapital. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Lembar Kerja Siswa ‘Kuncaraning Widya Bagelen’ Kelas X SMA Kabupaten Purworejo dan data penelitian ini adalah kutipan langsung yang berupa kalimat dari Lembar Kerja Siswa Kuncaraning Widya Bagelen Kelas X SMA tersebut. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah teknik pustaka dan teknik simak catat. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan kertas  pencatat data. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode agih yang akan dilanjutkan dengan teknik ganti dan teknik lesap. Teknik yang digunakan untuk menyajikan hasil analisis data adalah teknik penyajian informal. Hasil penelitian Lembar Kerja Siswa Kuncaraning Widya Bagelen Kelas X SMA Kabupaten Purworejo yaitu: (1) kesalahan penulisan vokal bahasa Jawa pada Lembar Kerja Siswa Kuncaraning Widya Bagelen Kelas X SMA Kabupaten Purworejo sebanyak 9 kalimat; (2) kesalahan penulisan konsonan bahasa Jawa pada Lembar Kerja Siswa Kuncaraning Widya Bagelen Kelas X SMA Kabupaten Purworejo sebanyak 25 kalimat; (3) kesalahan pemakaian tanda baca titik (.)  pada Lembar Kerja Siswa Kuncaraning Widya Bagelen Kelas X SMA Kabupaten Purworejo sebanyak 7 kalimat; (4) kesalahan pemakaian tanda baca koma (,) pada Lembar Kerja Siswa Kuncaraning Widya BagelenKelas X SMA Kabupaten Purworejo sebanyak 20 kalimat; (5) kesalahan penulisan huruf kapital pada Lembar Kerja Siswa Kuncaraning WidyaBagelen Kelas X SMA Kabupaten Purworejo sebanyak 23 kalimat.   Kata kunci: kesalahan kebahasaan, lembar kerja siswa kuncaraning widya bagelen
Analisis Estetika dan Semiotik Motif Batik Tulis di Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen Mar yani
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 2 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.551 KB)

Abstract

Abstrak: “Analisis Estetika dan Semiotik Motif Batik Tulis di Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen”. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo 2015. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) estetika (keindahan) motif batik tulis di Desa Gemeksekti Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen (2) makna simbolik motif batik tulis di Desa Gemeksekti Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen. Penelitian ini berupa penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu hasil wawancara dengan informan, buku-buku, internet. Data dalam penelitian ini yaitu dokumentasi berupa; foto-foto, rekaman, video, serta referensi yang relevan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi partisipatif, teknik wawancara semiterstruktur, analisis dokumen yang berwujud foto, video rekaman hasil wawancara dengan informan, buku-buku, dan internet. Instrumen penelitian yaitu peneliti sendiri dibantu dengan alat tulis serta camera digital. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di Desa Gemeksekti Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen. Teknik analisis data ada tiga yaitu (1) reduksi, (2) penyajian data, dan (3) verification (penarikan kesimpulan). Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Teknik penyajian hasil analisis menggunakan penyajian secara informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) estetika motif batik tulis di Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen dapat dilihat dari; (a) unsur-unsur estetika dalam motif batik; yaitu unsur garis, unsur shape (bangun), unsur texture (rasa permukaan bahan), unsur warna, intensity atau chroma, ruang dan waktu, (b) penggolongan motif batik berdasarkan aliran; aliran modern (kontemporer) dan aliran tradisional (klasik), dan (c) penggolongan motif batik berdasarkan bentuk; corak hias geometris dan corak hias non geometris, (2) makna simbolik dari motif batik tulis di Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen yaitu berdasarkan keadaan daerah sekitar Kabupaten Kebumen, antara lain; (a) hewan, (b) tumbuh-tumbuhan, (c) alat, (d) keadaan alam, (e) makanan, dan (f) nama Ratu dari Kerajaan Thailand.   Kata kunci: estetika, semiotik, motif batik Kebumen
Implikatur pada Syair Tembang Campursari Waljinah dalam Album Emas Langgam Jawa Muslikhah Murniati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 2 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.934 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implikatur konvensional pada syair tembang campursari Waljinah dalam album emas langgam Jawa dan implikatur nonkonvensional pada syair tembang campursari Waljinah dalam album emas langgam Jawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan menggunakan teknik observasi dan teknik simak catat. Sumber data berupa keping VCD syair tembang campursari Waljinah dalam album emas langgam Jawa yang telah di himpun oleh CV. PUSTAKA RECORD dengan lembaga sensor film R.I No: 1176/VCD/R/PA/2.2013/2008. Instrumen dalam penelitian yaitu peneliti sendiri sebagai informan serta menggunakan kartu data sebagai sumber instrumen dengan didukung oleh sumber berupa buku-buku yang relevan dengan penelitian. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik informal. Berdasarkan hasil penelitian, syair tembang campursari Waljinah dalam album emas langgam Jawa mengandung implikatur konvensional berupa memberikan informasi, memberikan nasihat, memberikan harapan dan implikatur nonkonvensional berupa memberikan informasi, mengajak, memberikan harapan.   Kata kunci: implikatur, campursari Waljinah
Nilai Pendidikan Moral dalam Serat Pamorring Kawula Gusti dan Relevansinya dalam Kehidupan Sekarang Sugeng Triwibowo
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 2 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.86 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan nilai pendidikan moral yang terdapat dalam Serat Pamoring Kawula Gusti; (2) mendeskripsikan relevansi nilai pendidikan Serat Pamoring Kawula Gusti dengan kehidupan sekarang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka dan teknik catat yang dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu melakukan studi katalog, pembacaan secara langsung di perpustakaan Sana Pustaka, transliterasi dari huruf Jawa ke huruf Latin dengan metode transliterasi ortografi, terjemahan dengan metode terjemahan harfiah dan bebas. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif. Penyajian yang digunakan menggunakan tabel data. Dari pembahasan data dan hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Serat Pamorring Kawula Gusti diterkandung nilai pendidikan moral, dan relevansinya dalam kehidupan sekarang. Nilai pendidikan moral meliputi: (a) hubungan manusia dengan Tuhan yaitu: berserah diri kepada Tuhan, percaya kepada Tuhan, sifat-sifat Tuhan, perintah-perintah Tuhan, menjauhi segala larangan-Nya, lupa akan Tuhan, (b) hubungan manusia dengan manusia, yaitu: menyenangkan hati, larangan bertengkar antar sesama, saling tolong menolong, membuat orang lain senang, (c) hubungan manusia dengan diri sendiri yaitu: berperilaku yang baik, pemantapan hati dalam mencapai akhirat. Perilaku-perilaku yang diceritakan dalam Serat Pamorring Kawula Gusti masih dapat dijumpai di kehidupan sekarang.   Kata Kunci           : nilai pendidikan moral, Serat Pamoring Kawula Gusti
Nilai Moral dalam Serat NitipranaKarangan Raden Ngabehi Yasadipura Wisnu Wardani
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 2 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.628 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan nilai moral yang terdapat dalam Serat Nitiprana karangan Raden Ngabehi Yasadipura; (2) mendeskripsikan relevansi nilai moral dalam Serat Nitiprana karangan Raden Ngabehi Yasadipura. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah Serat Nitiprana karangan Raden Ngabehi Yasadipura, sedangkan objek penelitian dalam penelitian ini adalah nilai nilai moral dan relevansi nilai moral dalam Serat Nitiprana karangan Raden Ngabehi Yasadipura. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu teknik observasi, teknik pustaka dan teknik catat. Instrumen penelitian dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri atau human instrument. Teknik pemeriksaan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis isi atau content analysis. Teknik penyajian hasil analisis dalam penelitian ini menggunakan metode penyajian informal. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: (1) nilai moral yang terdapat dalam Serat Nitiprana yaitu nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan diri sendiri. (a) nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan yaitu: berserah diri kepada Tuhan, mengerti sifat-sifat Alah, percaya adanya Alah, berlindung kepada Tuhan, bersyukur kepada Tuhan, berdo’a dan tekun berusaha, rajin beribadah, tawakal, dan ketaqwaan. (b) nilai moral hubungan manusia dengan manusia yaitu: pemaaf, berpekerti luhur, tidak menerima riba, dan menegakkan hukum dan aturan politik. (c) nilai moral hubungan manusia dengan dirinya sendiri yaitu: menjaga tingkah laku, mencari ilmu dan mengendalikan hawa nafsu, berhati-hati dalam mencari ilmu, sabar dan ikhlas, jangan suka menginginkan milik orang lain, dan mengikuti ajaran para ulama. (2) relevansi nilai moral dalam Serat Nitiprana karangan Raden Ngabehi Yasadipura masih bisa diterapkan pada kehidupan sekarang dalam menjalani kehidupan dengan baik.   Kata Kunci: Nilai moral, relevansi dan Serat Nitiprana
Analisis Morfo-Semantis Jeneng Tuwa Masyarakat Jawa di Desa Wonosari Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen Yeni Oktavia
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 2 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.997 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap (1) bentuk kata jeneng tuwa masyarakat Jawa di Desa Wonosari Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. (2) makna jeneng tuwa masyarakat Jawa di Desa Wonosari Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. (3) latar belakang pemberian jeneng tuwa masyarakat Jawa di Desa Wonosari Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah warga masyarakat dan informan pendukung lainnya di Desa Wonosari Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen. Data dalam penelitian ini adalah jeneng tuwa yang dimiliki oleh warga masyarakat di Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, angket, wawancara. Instrumen penelitian yaitu peneliti itu sendiri dibantu dengan dokumen, angket dan pedoman wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah semua masyarakat Desa Wonosari, sedangkan sampelnya adalah sesepuh dan masyarakat Desa Wonosari yang memiliki jeneng tuwa. Teknik analisis Data menggunakan teknik analisis deskriptif. Teknik keabsahan data menggunakan validitas semantik. Hasil penelitian Analisis Morfo-Semantis Jeneng Tuwa Masyarakat Jawa di Desa Wonosari Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen Jawa Tengah diantaranya adalah (1) secara morfologis, bentuk lingual jeneng tuwa dibagi menjadi tiga, yaitu jeneng tuwa yang terdiri dari 1 kata, 2 kata dan 3 kata. (2) makna yang terkandung dalam jeneng tuwa merupakan harapan dari orang tua untuk anaknya (3) penamaan dengan bentuk lingual 1 kata mempunyai 12 latar belakang proses penamaan. Penamaan dengan bentuk lingual 2 kata mempunyai 9 latar belakang proses penamaan. Penamaan dengan bentuk lingual 3 kata mempunyai 1 latar belakang proses penamaan.   Kata kunci: jeneng tuwa, morfologi, semantik.
Kajian Folklor Tradisi Larungan di Desa Pagubugan Kulon Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap Su tarmi
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 2 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.796 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) prosesi upacara Larungan yang dilakukan di desa Pagubugan Kulon Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap, (2) makna simbolik sesaji yang digunakan dalam selamatan upacara Larungan di desa Pagubugan Kulon Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap, (3) persepsi masyarakat terhadap upacara Larungan bagi masyarakat di desa Pagubugan Kulon Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu berupa hasil wawancara yang diperoleh dari narasumber yang mengetahui mengenai tradisi Larungan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu (1) observasi nonpartisipan, yaitu peneliti tidak turut ambil bagian dalam kegiatan yang diteliti, (2) wawancara semi tersetruktur, dan (3) dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan yaitu (1) Reduksi data, (2) Penyajian data, (3) Simpulan. Instrumen dalam penelitian ini yaitu alat tulis untuk mencatat hal-hal penting yang ditemukan dalam proses pengumpulan data dan wawancara, handphone untuk merekam wawancara, mengambil gambar dan membuat video. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa, di dalam tradisi Larungan dimana peneliti memfokuskan pada (1) prosesi upacara tradisi Larungan yang meliputi tahap pra pelaksanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap pasca pelaksanaan, (2) makna simbolik sesaji yang digunakan dalam acara tradisi Larungan meliputi: klambi gadung, kemben modhang dan alat kecantikan, kembang menyan, panggangan banyak, payung druang, tumpeng rasulan, tumpeng robyong, ingkung ayam, kupat lepet, giling pitu, gecok pitik, clancam terong, pisang (pisang raja ijo dan pisang raja bandung), jajan pasar, wedang (bening, teh, kopi, arang-arang kambang, setaman), becek (gulai) kambing dan sesaji tambahan (urapan rebung, so, kecambah dan pecak lele), (3) persepsi masyarakat desa Pagubugan Kulon masih banyak yang mendukung dengan adanya acara tradisi Larungan dari golongan pemangku adat, perangkat desa, masyarakat tua, dan golongan masyarakat biasa, pada golongan muda ada yang mendukung dan ada juga yang hanya menghormati saja, dan pada golongan priyayi menyatakan kurang setuju karena mereka beranggapan perbuatan tersebut adalah perbuatan syirik dan bertentangan dengan agama. Kata kunci: kajian folklor, tradisi Larungan  
Persepsi Masyarakat Terhadap Makna Simbolik dan Tinjauan Hukum Islam dalam Tradisi Begalan di Desa Karangsalam Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas Eka Desy Budiastuti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 2 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.02 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) prosesi pelaksanaan tradisi Begalan di Desa Karangsalam, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, (2)  persepsi masyarakat terhadap makna simbolik tradisi Begalan di Desa Karangsalam, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, (3) tinjauan hukum Islam terhadap tradisi Begalan di Desa Karangsalam, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, dan (4) fungsi dari pelaksanaan tradisi Begalan di Desa Karangsalam, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian diperoleh dari informan yang mengetahui benar tentang data yang diperlukan dalam penelitian ini. Tempat penelitian berada di desa Karangsalam Kecamatan Kemranjeng Kabupaten Banyumas. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: observasi non partisipan, yaitu peneliti tidak turut ambil bagian dalam kegiatan yang diteliti, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi metode. Teknik  analisis data yang digunakan yaitu (Reduksi data (data reducation), Penyajian data, dan Simpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian ini adalah, (1) prosesi meliputi mempersiapkan peralatan yang akan digunakan, persiapan kostum, dan merias wajah pemain. (2) persepsi makna simbolik yang digunakan iyan, ilir, kukusan, centhong, irus, siwur, wangkring, muthu, ciri, pari, kendhil, kalo, tampah dan godhong salam. (3) tinjauan hukum Islam yaitu apakah tradisi Begalan diajarkan dalam agama Islam. (4) fungsi pelaksanaan meliputi: Untuk mempertebal rasa solidaritas masyarakat, sebagai alat yang menyenangkan dan memberi hiburan.   Kata kunci: Tradisi, Persepsi, Begalan, Desa Karangsalam.
Analisis Perbandingan Struktur Novel Kirti Njunjung Drajat Karya R. TG. Jasawidagda dengan Serat Riyanta karya R. B Sulardi dalam Antologi Rembulan Ndadari Editor Bambang Sulanjari, H.R Utami Setya Tri Wahyuni
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 2 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.917 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur instrinsik dalam novel Kirti Njunjung Drajat karya R. Tg. Jasawidagda dan Serat Riyanta karya R. B Sulardi; (2) membandingan persamaan  struktur sastra (tema, tokoh dan penokohan, alur dan setting) dalam novel Kirti Njunjung Drajat karya R. Tg Jasawidagda dan Serat Riyanta karya R. B Sulardi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah novel Kirti Njjunjung Drajat karya R.  Tg Jasawidagda dan Serat Riyanta karya R. B Sulardi selanjutnya objek penelitian ini adalah mendeskripsikan unsur-unsur pembangun, persamaan dan perbedaan dalam novel Kirti Nunjung Drajat karya R. Tg Jasawidagda dan Serat Riyanta karya R. B Sulardi. Fokus penelitian ini adalah mengkaji unsur-unsur pembangun pada novel Kirti Njunjung Drajat karya R. Tg Jasawidagda dan  Serat Riyanta karya R. B Sulardi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka dan teknik simak-catat. Instrumen penelitian ini adalah penulis sendiri selaku peneliti dengan alat bantu berupa kertas pencatat dan alat tulis. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi. Teknik penyajian data berupa pemaparan hasil analisis bersifat deskriptif berdasarkan pada data yang ada. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil yaitu, 1) struktur pembangun novel Kirti Njunjung Drajat karya R. Tg Jasawidagda dan Serat Riyanta karya R. B Sulardi yang meliputi tokoh: Darba, Mas Bei Mangunripta, Martini, Sindhu, alur berupa alur maju, latar: di kereta, Solo, kebun  dan tema. 2) persamaan dan perbedaan yaitu persamaanya kedua cerita bertemakan perjuangan dan percintaan. Perbedaan dalam kedua cerita ialah pada penokohan yaitu Darba magang sebagai priyayi, tidak pernah memikirkan wanita, dan tidak berpendidikan lalu terdapat perbedaan latar yang digunakan pada kedua cerita tersebut.   Kata Kunci: sastra perbandingan, struktual objektif.