cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 523 Documents
Analisis Nilai Moral Dalam Cerbung Kledung, Pedhute Wis Sumilak Karya Suharno, S. Ip dalam Majalah Djaka Lodang Titin Kurniasih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 3 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.951 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur struktural cerbung Kledung, Pedhute Wis Sumilakkarya Suharno, S. Ip dalam majalah Djaka Lodang, dan (2) nilai moral dalam cerbung Kledung, Pedhute Wis Sumilak karya Suharno, S. Ip dalam majalah Djaka Lodang.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah cerbung Kledung, Pedhute Wis Sumilak karya Suharno S.Ip dalam majalah Djaka Lodang. Objek penelitian ini adalah unsur struktural, dan nilai  moral. Penelitian ini difokuskan pada tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, dan sudut pandang, amanat serta nilai moral dalam cerbung Kledung, Pedhute Wis Sumilak. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu kertas pencatat data. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, dan teknik pencatatan data. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis konten. Dalam penyajian hasil analisis digunakan teknik informal.Hasil yang diperolah dari penelitian ini yaitu: (1) unsur struktural cerbung Kledung, Pedhute Wis Sumilak memiliki (a) tema: masalah percintaan; (b) tokoh utamanya: Yoga dan Asih, sedangkan tokoh tambahannya: Daru, Yudi, Nunik, Bu Yati; (c) Alur dalam cerbung ini menggunakan alur maju; (d) Latar meliputi latar tempat: Kledung, Omah Bu Yati, Omah Pak Pandusuwita, Bank Permata Kencana, Pategalan, Bandungan Ambarawa, Hotel Candhi Baru Semarang, (e) latar waktu: Pagi hari, Siang hari, Sore hari, Malam hari, (f) latar sosial: sosial keluarga Daru tinggi sedangkan Yoga hanya dari keluarga sederhana; (e) Sudut pandang dalam cerbung Kledung, Pedhute Wis Sumilak menggunakan sudut pandang persona ketiga. (h) amanat : jangan mudah percaya terhadap orang dan jangan malu meminta maaf dan mengakui kesalahan. (2)Nilai moral yang terdapat dalam cerbung Kledung, Pedhute Wis Sumilak meliputi: (a) hubungan antara manusia dengan Tuhan: berdoa kepada Tuhan, Pasrah; (b) Hubungan antara manusia dengan manusia lain: hormat, cinta, patuh, memberi semangat, peduli terhadap orang lain; (c) Hubungan manusia dengan diri sendiri: setia, yakin, mau mengakui kesalahan, berani, bijaksana.   Kata Kunci: Struktural, Nilai  Moral, cerbung Kledung, Pedhute Wis Sumilak
Analisis Kohesi Gramatikal dalam Cerbung Rajapati Ing Pereng Wilis Karya Kukuh S. Wibowo Chamim Machmud
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 3 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.376 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan: (1)mendeskripsikan bentuk penanda kohesi gramatikal yang terdapat dalam cerbung Rajapati Ing Pereng Wilis Karya Kukuh S. Wibowo, (2) mendeskripsikan penggunaan bentuk kohesi gramatikal dalam cerbung Rajapati Ing Pereng Wilis Karya Kukuh S. Wibowo.Jenis  penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan kalimat yang terdapat dalam cerbung Rajapati Ing Pereng Wilis Karya Kukuh S. Wibowo. Sumber data dalam dalam penelitian ini adalah cerbung Rajapati Ing Pereng Wilis Karya Kukuh S. Wibowo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka, teknik observasi, dan teknik catat. Instrumen penelitian adalah peneliti sebagai instrumen utama dibantu buku-buku analisis wacana serta nota pencatat data. Uji keabsahan data penelitian ini adalah menggunakan teknik meningkatkan ketekunan. Teknik analisis data dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik content analysis (analisis).Hasil analisis data terdapat penanda kohesi gramatikal dalam cerbung Rajapati Ing Pereng Wilis Karya Kukuh S. Wibowo. (1) Penanda kohesi gramatikal yang diteliti meliputi (i) referensi (pengacuan), baik persona I tunggal bentuk bebas: aku ‘aku’, persona I tunggal bentuk terikat, lekat kanan: -ku ‘-ku’; lekat kiri: dak- ‘saya-/ku-’, persona III tunggal, bentuk bebas: dheweke ‘dia’, panjenengan ‘beliau’, demonstratif waktu netral: jam siji awan ‘jam satu siang’, demonstratif tempat ekspilsit: omah ‘rumah’,  referensi komparatif: kaya ‘seperti’; (ii) substitusi (penyulihan), baik substitusi nominal:  wanita ‘wanita’-kenya ‘wanita’, substitusi frasal: oyak-oyakan ‘kejar-kejaran’-playon ‘berlarian’, substitusiklausal: aku lan Sekarniti-wong loro ‘dua orang’; (iii) elipsis (pelesapan): dheweke ‘dia’, Laso , Amongdenta, aku ‘aku’; (iv) konjungsi (perangkaian): urutan: banjur ‘kemudian’, tujuan: amrih‘agar’, waktu: sakwise ‘sesudah’, pertentangan: nanging ‘tetapi’, sebab-akibat: sebab ‘sebab’, penambahan (aditif): lan ‘dan’, pilihan: utawa ‘atau’,  cara: kanthi ‘dengan’, syarat: yen ‘jika’; (2) penggunaan bentuk penanda kohesi gramatikal yang paling dominan secara umum adalah konjungsi (perangkaian) khususnya konjungsi sebab-akibat dengan jumah 26 buah penanda. Kemudian diikuti referensi (pengacuan) khususnya persona I yaitu pengacuan persona I tunggal bentuk bebas (morfem bebas) aku ’aku’dan bentuk terikat (morfem terikat) lekat kanan -ku ‘-ku’ dengan jumlah 22 buah penanda. Sedangkan untuk penggunaan penanda kohesi gramatikal paling sedikit adalah substitusi (penyulihan) khususnya substitusi verbal serta frasal yang masing-masing penggunaannya hanya satu penanda.   Kata kunci: kohesi gramatikal
Analisis Tindak Tutur Direktif dalam Novel Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata Dwi Apriyanti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 3 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.773 KB)

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur direktif dan fungsi tindak tutur direktif  yang terdapat dalam Novel Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata.Penelitian tersebut berupa penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian tersebut berupa kutipan-kutipan yang terdapat dalam novel.Sumber datanya adalah Novel Kadurakan Ing Kidul Dringu. Data dikumpulakan dengan menggunakan teknik studi pustaka, teknik simak, dan teknik catat.Selanjutnya dianalisis melalui metode Konten Analisis. Hasil analisis dipaparkan melalui cara informal. Cara informal tersebut digunakan untuk memaparkan jenis tindak tutur direktif dan fungsi tindak tutur direktif yang terdapat dalam Novel Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata.Hasil analisis Tindak Tutur Direktif dalam Novel Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata yaitu jenis tindak tutur direktif dan fungsi tindak tutur direktif. Hasil analisis itu meliputi 11 tindak tutur direktif diantaranya tindak tutur memaksa, mengajak, meminta, menyuruh, mendesak, memohon, menyarankan, memerintah, menagih, memberikan aba-aba, dan menantang. Dari delapan jenis tindak tutur yang terdapat dalam novel Kadurakan Ing Kidul Dringu karyaSuparto Brata, masing-masing mempunyai fungsi dari tindak tutur direktif  memaksa, mengajak, meminta, menyuruh, mendesak, memohon, menyarankan, memerintah, menagih, memberikan aba-aba, dan menantang yang masing-masing mempunyai tujuan untuk melakukan suatu tindakan yang disebutkan dalam tuturan yang ada di dalamnya, dan berkaitan pada kehidupan zaman dahulu dengan kondisi pada waktu itu Indonesia belum merdeka dan masih dijajah oleh tentara Belanda yang mengakibatkan kehidupan zaman dahulu selalu adanya peperangan yang terjadi. Kata Kunci: Jenis dan fungsi Tindak Tutur Direktif, Novel Kadurakan Ing Kidul Dringu
Analisis Semiotik Syair-Syair Tembang Campursari karya Didi Kempot pada Volume 1, 2, 3 Aditya Apriliyani
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 3 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.095 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pembacaan heuristik pada syair-syair tembang campursari karya Didi Kempot pada volume 1, 2, 3, dan (2) pembacaan hermeneutik pada syair tembang campursari karya Didi Kempot pada volume 1, 2, 3. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan bidang kajian sastra. Sumber data dalam penelitian ini adalah berasal dari keping VCD Syair-syair tembang campursari karya Didi Kempot pada volume 1, 2, 3. Data penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah satuan gramatikal dalam bentuk Syair-syair Tembang Campursari karya Didi Kempot pada volume 1, 2, 3.Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah human instrument dan dibantu oleh instrument-instrumen pembantu berupa laptop, ballpoint, dan kertas pencatat data. Data dianalisis dengan menggunakan analisis konten, dan data disajikan dengan metode informal. Berdasarkan analisis data penelitian pada Syair-syair Tembang campursari karya Didi Kempot pada volume 1, 2, 3 terdapat beberapa penyimpangan frasa dan sintaksis yang sulit dibaca oleh pembaca, sehingga analisis pembacaan heuristik dianggap sangat membantu pembaca dalam memaknai syair-syair tembang campursari yang terdapat di dalamnya. Pembacaan hermeneutik syair tembang campursari karya Didi Kempot pada volume 1, 2, 3 membahas tentang percintaan, dalam analisisnya terdapat beberapa penyimpangan arti (distorting of meaning). Konvensi ketaklangsungan ekspresi pada Syair-syair Tembang campursari karya Didi Kempot pada volume 1, 2, 3 lebih banyak disebabkan oleh penggunaan distorting of meaning (penyimpangan arti) karena ambiguitas, dan beberapa oleh displacing of meaning (penggantian arti) karena penggunaan simile dan personifikasi.   Kata kunci: Semiotik, tembang campursari
Analisis Psikologis Tokoh Utama Cerita Bersambung Ngonceki Impen karya Sri Sugiyanto dalam Panjebar Semangat Endah Pangestuti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 3 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.462 KB)

Abstract

Abstrak :Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan struktur cerita bersambung Ngonceki Impen karya Sri Sugiyanto. (2) mendeskripsikan aspek psikologis tokoh utama cerita bersambung Ngonceki Impen karya Sri Sugiyanto. Teori psikologis tokoh utama yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori psikoanalisis yang dikemukakan oleh Sigmund Freud yang terdiri dari tiga struktur kepribadian, yaitu: id, ego dan superego. Selanjutnya teori struktural yang digunakan adalah teori pengkajian fiksi yang dikemukakan oleh Nurgiyantoro yang terdiri dari : tema, alur, latar, tokoh dan penokohan.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.Subjek penelitian yaitu Cerita bersambung Ngonceki Impen karya Sri Sugiyanto.Objek penelitian adalah psikologis tokoh utama cerita bersambung Ngonceki Impen karya Sri Sugiyanto.Sumber data yaitu deskripsi cerita bersambung Ngonceki Impen karya Sri Sugiyanto yang diterbitkan oleh panjebar semangat.Teknik pengumpulan data ini menggunakan teknik observasi.Instrumen penelitian adalah peneliti yang dibantu dengan buku penunjang kesusastran dan nota catatan.Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi.Penyajian hasil analisis digunakan metode informal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa psikologis tokoh utama Waskitha walaupun antara id dan ego pemunculannya sama-sama seimbang akan tetapi pada akhirnya terkalahkan oleh superego, yaitu ketika pada akhirnya tokoh Waskitha awalnya seorang seniman, namun dengan niat yang kuat sehingga Waskitha melanjutkan kuliah guna mendapat gelar sarjana supaya menjadi guru bahasa jawa yang professional.   Kata kunci: Psikologis, tokoh utama, cerita bersambung Ngonceki Impen
Dialek Bahasa Jawa Masyarakat Desa Ayamputih Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen Jawa Tengah Cicilia Nur Utami
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 3 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.323 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan tentang realisasi fonologis dan bentuk leksikon dalam dialek bahasa Jawa di Desa Ayamputih Kecamatan Buluspesanten Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif kualitatif. Sumber data dari informan. Data penelitian berupa bentuk tuturan yang diperoleh dari informan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara yang disertai dengan rekaman dan catatan. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber yang dilakukan dengan meminta penjelasan berulang kepada informan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik pasangan minimal, penyajian data disajikan dalam bentuk tabel. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) Dilihat dari realisasasi fonologis, antara dialek bahasa Jawa di Desa Ayamputih memiliki persamaan dan perbedaan  dengan bahasa Jawa standar. Perbedaan ini terletak pada fonem [?] dilafalkan [k] pada posisi akhir; fonem [a] tetap dilafalkan sama [a] untuk semua posisi. (2) Perbedaan leksikon dalam dialek bahasa Jawa Desa Ayamputih dengan bahasa Jawa standar sebagian besar hanya terdapat pada bahasa Jawa ngoko, misalnya [gili] ‘jalan’, untuk bahasa Jawa krama mengikuti bahasa Jawa standar misalnya [samparan] ‘kaki’. Kata kunci: Dialek, fonologi, leksikon.
Analisis Nilai Moral dan Estetika Geguritan dalam Majalah Panjebar Semangat Edisi September-Desember 2013 Puji Rahayu
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 3 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.208 KB)

Abstract

Abstrak:  Penelitian ini mempunyai tujuan  mendeskripsikan: (1) nilai-nilai moral dalam rubrik taman geguritan majalah Panjebar Semangat  edisi September-Desember 2013; (2) unsur estetika dalam rubrik taman geguritan majalah Panjebar Semangat  edisi September-Desember 2013.  Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan  subjek majalah Panjebar Semangat edisi September-Desember 2013. Objek penelitian ini yaitu nilai moral dan unsur estetika yang ada pada bait-bait geguritan dalam majalah  Panjebar Semangat edisi September-Desember 2013. Instrumen penelitian menggunakan kartu pencatat data. Teknik analisis data menggunakan metode content analysis atau analisis isi. Selanjutnya teknik penyajian hasil analisis data menggunakan metode analisis informal. Penelitian ini pada rubrik  taman geguritan majalah Panjebar Semangat  edisi September-Desember 2013 menghasilkan: (1) nilai moral rubrik taman geguritan dalam majalah Panjebar Semangat memiliki empat jenis, yakni (a) nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan yang meliputi: berdoa kepada Tuhan ada 9 indikator, beribadah ada 2 indikator, mohon ampunan ada 1 indikator, pasrah kepada Tuhan ada 1 indikator,  mengagungkan Tuhan ada 1 indikator, dan pasrah kepada takdir ada 1 indikator; (b) nilai moral hubungan manusia dengan manusia yang meliputi: menasehati ada 2 indikator, dan kasih sayang ada 4 indikator; (c) nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri yang meliputi: berpikir ada 1 indikator, rasa sedih ada 2 indikator, rasa kecewa ada 1 indikator; (d) nilai moral hubungan manusia dengan alam yang meliputi: keindahan alam ada 2 indikator, memelihara alam ada 1 indikator. (2) Unsur-unsur estetika rubrik  taman geguritan antara lain  kerata basa ada 26 indikator, tembung ada 23 indikator, tembung garba ada 4 indikator, pepindhan ada 3 indikator, sandiasma ada 2 indikator, purwakanthi guru swara ada 40 indikator, purwakanthi guru sastra ada 23 indikator, purwakanthi lumaksita ada 11 indikator.   Kata Kunci : kajian, nilai moral, estetika
Kajian Moral Dalam Novel Katresnan Kang Angker Karya Pĕni Khoirul Makhin
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 3 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.978 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mendeskripsikan nilai moral yang terkandung dalam Novel Katresnan Kang Angker. (2) Untuk mendeskripsi-kan nilai moral dalam Novel Katresnan Kang Angker. Jenis penelitian dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Novel Katresnan Kang Angker Karya Pĕni, objeknya berupa nilai moral yang terkandung dalam Novel Katresnan Kang Angker Karya Pĕni. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, buku pencatat, bolpoint, serta buku-buku yang relevan yang dapat mendukung sebagai bahan acuan. Teknik pengumpulan data penulis menggunakan teknik observasi, teknik pustaka dan teknik catat. Teknik keabsahan data menggunakan teknik Triangulasi. Teknik analisis data menggunakan “content analysis” atau analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) nilai moral yang terdapat dalam Novel Katresnan Kang Angker Karya Pĕni yaitu nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan diri sendiri. (a) nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan yaitu: berserah diri kepada Tuhan, mengerti sifat-sifat Allah, percaya adanya Allah, berlindung kepada Tuhan, bersyukur kepada Tuhan, berdo’a dan tekun berusaha, rajin beribadah, tawakal, dan ketaqwaan. (b) nilai moral hubungan manusia dengan manusia yaitu: menghormati, pemaaf, penolong, berpekerti luhur, peduli, rendah hati. (c) nilai moral hubungan manusia dengan dirinya sendiri yaitu: jujur, percaya diri, bijaksana, pemberani, sabar. Kata kunci: Nilai Moral Novel Katresnan Kang Angker
Kajian Sosiologi dan Nilai Moralpada Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari Nur Fitria Anggaeni
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 3 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.55 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan aspek-aspek sosiologi sastra pada novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, (2) mendeskripsikan nilai moral pada novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah berupa kutipan pada novel Ronggeng Dukuh Paruk. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup tiga hal yaitu  teknik pustaka, teknik simak dan teknik catat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama, dengan menggunakan alat–alat tulis dan kartu data. Teknik keabsahan data menggunakan teknik pengujian kredibilitas data dalam penelitian ini adalah validitas semantis. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik content analysis. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik informal. Hasil penelitian yang ditemukan aspek-aspek sosiologi pada novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari adalah (1) aspek kekerabatan berjumlah 88 indikator, (2) aspek perekonomian berjumlah 66 indikator, (3) aspek politik berjumlah 16 indikator, (4) aspek pendidikan berjumlah 7 indikator. Hasil analisis nilai moral pada novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari adalah (1) hubungan manusia dengan diri sendiri berjumlah 16 indikator, (2) hubungan manusia dengan sesama manusia berjumlah 35 indikator, (3) hubungan manusia dengan Tuhan berjumlah 22 indikator.   Kata Kunci : kajian sosiologi, nilai moral, dan novel Ronggeng Dukuh Paruk
Kajian Bentuk dan Nilai Tradisi Jabelan di Desa Kedungsari Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen Su naryo
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 3 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.546 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian bertujuan mengungkap: (1) Bentuk dalam Tradisi Jabelan Di Desa Kedungsari Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen; (2) Nilai-nilai dalam Tradisi Jabelan Di Desa Kedungsari Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen.Bentuk penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Waktu dan tempat penelitian ini yaitu bulan April 2014 sampai dengan Januari 2015 sedangkan tempat penelitian ini di Desa Kedungsari. Sumber data dan data dalam penelitian ini yaitu narasumber sedangkan data berupa foto-foto tradisi jabelan. Instrumen penelitian ini yaitu peneliti sendiri dan dibantu dengan Handphone. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara mendalam, teknik dokumentasi yang berwujud foto-foto. Teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, simpulan atau verifikikasi. Hasil dari penelitian ini adalah, tahap persiapan yang meliputi (1) menentukan hari seperti kamis wage, selasa kliwon dan jumat kliwon (2) menentukan uborampe disesuaikan dengan blok sawah, dan tahap pelaksanaan terdiri dari berdoa bersama serta makan perangkat atau ubarampe jalam jabelan. Perangkat atau ubarampe dalam tradisi Jabelan di Desa Kedungsari Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen terdapat pada ubarampe atau perangkat yang digunakan. Perangkat atau ubarampe tersebut adalah sega mogana, teh, kopi, cembawukan, tumpeng kuwat, ingkung, rokok, kembang menyan, gedang raja ambon, kinang, kembang telon, jajan pasar. Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Jabelan di Desa Kedungsari Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen yaitu, (1) nilai pendidikan, berdoa sebelum jabelan, bersyukur kepada Allah, (2) nilai moral, ajaran kepada masyarakat untuk menghargai lingkungan alam, (3) nilai  sosial, kesadaran berbagai rizki dengan makan bersama (4) nilai budaya, pola pewarisan secara turun temurun.   Kata Kunci : Bentuk, Nilai, Jabelan, Kedungsari