cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 523 Documents
Peningkatan Keterampilan Membaca Teks Aksara Jawa dengan Menggunakan Metode TANDUR Siswa Kelas X TKR 1 SMK Bina Karya 2 Karanganyar Kebumen Mas rifah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 7, No 2 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.364 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Penerapan keterampilan membaca teks aksara Jawa dengan menggunakan metode TANDUR; (2) mendeskripsikan peningkatan keterampilan membaca teks aksara Jawa dengan menggunkan metode TANDUR siswa kelas X TKR 1 SMK Bina Karya 2 Karanganyar Kebumen. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TKR 1.Objek penelitian adalah keterampilan siswa dalam membaca teks aksara Jawa dengan menggunakan metode TANDUR dengan media kartu kata. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan nontes.Teknik tes yang digunakan yaitu soal uraian membaca teks aksara Jawa, nontes terdiri dariobservasi, angket, dan dokumentasi foto.Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.Uji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian ini adalah validitas isi dan reliabilitas antar rater. Penerapan pembelajaran membaca dengan metode TANDUR meliputi: prasiklus, yaitu hasil membaca teks aksara Jawa siswa untuk mengetahui kemampuan awal siswa;siklus I, berisi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi; siklus II merupakan kelanjutan dan perbaikan dari siklus I.Dari hasil tes prasiklus terlihat persentase ketuntasan sebesar 50% meningkat menjadi 75% pada siklus I dengan peningkatan sebesar 25%. Setelah dilakukan dengan siklus II persentase ketuntasan mencapai 100% dengan peningkatan sebesar 25% dari siklus I.Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode TANDUR mampu meningkatkan keterampilan membaca teks aksara pada siswa kelas TKR 1 SMK Bina Karya 2 Karanganyar Kebumen.   Kata kunci: membaca aksara Jawa, metode TANDUR
Analisis Tindak Tutur Cerita Bersambung Gurunadi karya Ismoe Rianto dalam Majalah Panjebar Semangat Tahun 2014/2015 Deby Apriliani
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 7, No 2 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.699 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi yang terdapat dalam cerita bersambung Gurunadi karya Ismoe Rianto, (2) mendeskripsikan maksim-maksim yang terdapat dalam cerita bersambung Gurunadi karya Ismoe Rianto yang dimuat dalam majalah Panjebar Semangat tahun 2014/2015. Teori yang dipakai adalah teori yang diungkapkan oleh Searle, Grice, dan Wijana. Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian adalah cerita bersambung Gurunadi karya Ismoe Rianto yang dimuat dalam majalah Panjebar Semangat tahun 2014/2015. Data penelitian ini adalah tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi beserta maksim-maksimnya yang terdapat dalam cerita bersambung Gurunadi karya Ismoe Rianto. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah human instrument atau peneliti sebagai instrumen utama. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, dan teknik catat. Teknik keabsahan data menggunakan validitas semantis. Teknik analisis data menggunakan content analysis atau analisis isi. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik informal. Hasil penelitian dan pembahasan data menunjukkan 3 jenis tindak tutur yang terdapat dalam cerita bersambung Gurunadi karya Ismoe Rianto meliputi tindak tutur lokusi sebanyak 20 data tuturan, tindak tutur ilokusi sebanyak 10 data tuturan, tindak tutur perlokusi sebanyak 8 data tuturan. Prinsip kerjasama yang terdapat dalam percakapan yaitu maksim kuantitas sebanyak 3 data tuturan, maksim kualitas sebanyak 1 data tuturan, maksim relevansi sebanyak 1 data tuturan, makism pelaksanaan sebanyak 1 data tuturan. Prinsip sopan santun yang terdapat dalam percakapan yaitu maksim kebijaksanaan sebanyak 1 data tuturan, maksim penerimaan sebanyak 2 data tuturan, maksim kemurahan sebanyak 1 data tuturan, maksim kerendahan hati sebanyak 1 data tuturan, maksim kecocokan sebanyak 1 data tuturan, maksim kesimpatian sebanyak 2 data tuturan.   Kata kunci: tindak tutur, cerita bersambung  
Nilai Pendidikan Moral dalam Layang Panuntun Kamulyaning Bocah Wadon Karya Raden Wirawangsa dan Relevansinya dengan Kehidupan Sekarang Noviana Ekawati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 7, No 2 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.297 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendiskripsikan nilai moral yang terkandung dalam Layang Panuntun Kamulyaning Bocah Wadon, (2) mendeskripsikan relevansi relevansi isi Layang Panuntun Kamulyaning Bocah Wadon dengan kehidupan sekarang.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitataif. Subjek data dalam penelitian ini berupa naskah Layang Panuntun Kamulyaning Bocah Wadon, Objek penelitian ini berupa nilai-nilai pendidikan moral yang terkandung dalam naskah Layang Panuntun Kamulyaning Bocah Wadondan relevansinya dengan kehidupan sekarang. Data di kumpulkan dengan cara teknik pustaka dan teknik catat. Sumber data berupa bentuk naskah jawa Layang Panuntun Kamulyaning Bocah Wadon.yang Instrumen penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu peneliti sebagai sumber instrument dibantu dengan kartu data dan. Analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif kualitatif dan teknik analisis konten. Penyajian data yang di gunakan yaitu menggunakan teknik penyajian informal menggunakan tabel data. Hasil penelitian pada naskah Layang Panuntun Kamulyaning Bocah Wadon memuat beberapa nilai moral diantaranya: (1) hubungan manusia dengan Tuhan yang meliputi 1) wujud rasa syukur kepada Tuhan, 2) percaya pada takdir Tuhan, 3) pasrah kepada Tuhan, 4)  berdoa dan berikhtiyar, dan tidak percaya dengan adanya Tuhan, (2) hubungan manusia dengan manusia lain yang meliputi 1) menjaga tingkah laku, 2) menjaga persahabatan yang kokoh, 3) menjaga tali silaturahmi, 4) saling memaafkan, 5) anjuran hidup rukun, 6) saling tolong menolong, 7) anjuran bertingkah laku baik, 8) larangan berbuat maksiat, 9) menjalankan kewajiban, 10) membahagiakan orang tua, 11) anjuran untuk menuntut ilmu, 12) sikap patuh istri kepada suami, 13) sikap menghormati dan jujur, 14) tidak mudah tergoda, 15) larangan untuk tidak mengotori pikiran, (3) hubungan manusia dengan dirinya sendiri meliputi 1) memantapkan hati dari keragu-raguan, 2) percaya diri, 3) rajin berusaha, 4) rasa bahagia. Kata Kunci : moral, relevansi, panuntun kamulyaning bocah wadon
Analisis Kesalahan Berbahasa Jawa dalam Karangan Narasi Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Ambal Tahun Pelajaran 2014/2015 Muji Lestari
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 7, No 2 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.523 KB)

Abstract

Abstrak: Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kesalahan penulisan fonem, (2) kesalahan penulisan pembentukan kata, dan (3) kesalahan penulisan kalimat dalam karangan narasi berbahasa Jawa siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ambal Tahun Pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil karya menulis karangan narasi siswa kelas VII SMP negeri 2 Ambal Tahun Pelajaran 2014/2015. Data dalam penelitian ini adalah satuan gramatikal dari hasil karya menulis karangan narasi siswa kelas VII SMP negeri 2 Ambal Tahun Pelajaran 2014/2015. Populasi penelitian ini adalah semua karangan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ambal Tahun Pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 192 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah karangan siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Ambal, yang berjumlah 126 siswa, proses perhitungan menggunakan rumus Isaac dan Michael. Teknik sampel yang digunakan teknik sampling purposive. Dalam pengumpulan data digunakan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar karangan siswa dan lembar pencatat data. Teknik keabsahan data berupa peningkatan ketekunan. Dalam analisis data digunakan metode padan dan metode agih. Dalam penyajian hasil analisis data digunakan teknik penyajian informal dan formal. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa: (1) kesalahan penulisan fonem yang terdiri atas kesalahan penulisan fonem vokal dan penulisan fonem konsonan yaitu sebanyak 187 kesalahan, (2) kesalahan penulisan pembentukan kata yang terdiri atas kesalahan penulisan afiksasi dan reduplikasi yaitu sebanyak 74 kesalahan, (3) kesalahan penulisan kalimat yang terdiri atas kesalahan kalimat tanpa subjek, kalimat tanpa predikat, kalimat tanpa objek, kesalahan preposisi, kesalahan kata mubadzir, kesalahan pengacauan anak kalimat dan induk kalimat, dan kesalahan kalimat tidak logis yaitu sebanyak 22 kesalahan.   Kata kunci: analisis kesalahan, karangan narasi
Analisis Struktural Objektif Cerita Sambung Rembulan Wungu Karya Ardini Pangastuti dalam Majalah Djaka Lodang Edisi Maret-Juli 2011 Wawan Priyanto
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 7, No 2 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) struktur cerita sambung Rembulan Wungu karya Ardini Pangastuti yaitu: tema, tokoh dan penokohan, alur, sudut pandang, dan gaya bahasa; (2) nilai pendidikan moral dalam cerita sambung Rembulan Wungukarya Ardini Pangastuti dalam majalah Djaka Lodang. Jenis penelitian dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah cerita sambung Rembulan Wungu karya Ardini Pangastuti. Objekpenelitian berupa struktural dan nilai pendidikan moral dalam cerita sambung Rembulan Wungu karya Ardini Pangastuti dalam majalah Djaka Lodang. Teknik pengumpulan data penulis menggunakan teknik observasi, teknik pustaka lan teknik catat. Instrumenpenelitian yang digunakan yaitu kartu data dan peneliti sendiri. Teknik keabsahan data penulis menggunakan teknik validitas semantis. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan teknik informal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) struktur cerita sambung Rembulan Wungu yaitu, (a) tema yaitu“keluarga yang belum mempunyai keturunan”; (b) alur yaitu alaur maju; (c) tokoh terdiri dari tokoh utama yaitu Atikah dan Mahendra, tokoh tambahan yaitu Erik, Tante Lisa, Gilar Mahentika, Mbok, Dokter Harna; (d) latar terdiri dari latar tempat yaitu di rumah Atikah, ruang praktek Dokter Harna, resto kemuning, di buthik milik Atikah, villa dan mal, latar waktu terdiri dari pagi hari, siang hari dan malam hari, lan latar sosial terdiri dari rendah, menengah, dan tinggi; (e) sudut pandang personal pertama gaya “aku”; (f) gaya bahasa metonimia lan hiperbola. (2) nilai pendidikan yang terdapat dalam cerita sambung Rembulan Wungu yaitu nilai moral hubungan manusia dengan Tuhanyaitu percaya terhadap kemurahan Allah Swt, pasrah, berdoa kepada Allah;  hubungan manusia dengan manusia yaitu cinta kasih terhadap ibu besan, cinta kasih terhadap istri, cinta kasih terhadap anak;dan hubungan manusia dengan diri sendiri yaitu khawatir, kesepian, gelisah, setia, dan merasa bersalah.   Kata kunci: struktural objektif, Rembulan Wungu
Kalimat Imperatif pada Cerita Sambung Nggayuh Lintang Karya Tiyasti dalam Majalah Djaka Lodang Edisi November 2013 – Februari 2014 ( Kajian Pragmatik ) Siti Ikoriah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 7, No 2 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.752 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis kalimat imperatif  pada cerita sambung Nggayuh Lintang karya Tiyasti; (2) wujud pragmatik imperatif pada cerita sambung Nggayuh Lintang karya Tiyasti. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data berupa cerita sambung Nggayuh Lintang karya Tiyasti. Data dalam penelitian ini meliputi kutipan-kutipan langsung dan tidak langsung cerita sambung Nggayuh Lintang karya Tiyasti. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik obsevasi, teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang dibantu dengan kartu data. Teknik keabsahan data menggunakan validitas semantis dan teknik peningkatan ketekunan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi (content analysis). Teknik penyajian hasil analisis ini dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat jenis kalimat imperatif dan wujud pragmatik imperatif pada cerita sambung Nggayuh Lintang karya Tiyasti. Jenis kalimat imperatif pada cerita sambung Nggayuh Lintang karya Tiyasti terdiri atas; (1) kalimat imperatif biasa; (2) kalimat imperatif permintaan; (3) kalimat imperatif pemberian izin; (4) kalimat imperatif ajakan; (5) kalimat imperatif suruhan. Wujud pragmatik imperatif pada cerita sambung Nggayuh Lintang karya Tiyasti ada tujuh belas, yaitu (1) wujud pragmatik imperatif perintah; (2) wujud pragmatik imperatif suruhan; (3) wujud pragmatik imperatif permintaan; (4) wujud pragmatik imperatif permohonan; (5) wujud pragmatik imperatif desakan; (6) wujud pragmatik imperatif bujukan; (7) wujud pragmatik imperatif himbauan; (8) wujud pragmatik imperatif persilaan; (9) wujud pragmatik imperatif ajakan; (10) wujud pragmatik imperatif permintaan izin; (11) wujud pragmatik imperatif mengizinkan; (12) wujud pragmatik imperatif larangan; (13) wujud pragmatik imperatif harapan; (14) wujud pragmatik imperatif umpatan; (15) wujud pragmatik imperatif pemberian ucapan selamat; (16) wujud pragmatik imperatif anjuran; (17) wujud pragmatik imperatif “ngelulu”.   Kata kunci: kalimat imperatif, Nggayuh Lintang
Campur Kode Bahasa Indonesia dalam Percakapan Berbahasa Jawa pada Grup Kawruh Jawa di Facebook Sundari Andayani
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 7, No 2 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.557 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) mendeskripsikan wujud campur kode bahasa Indonesia berupa kata, frasa, klausa, idiom, pengulangan kata, baster pada percakapan berbahasa Jawa pada grup Kawruh Jawa di Facebook edisi bulan Februari 2015 ; (2) faktor yang mempengaruhi peristiwa campur kode tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu seluruh penutur grup Kawruh Jawa dan objek penelitian yaitu percakapan bahasa Jawa pada grup Kawruh Jawa di Facebook yang mengandung campur kode bahasa Indonesia berupa kata, frasa, klausa, idiom, pengulangan kata, baster. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dibantu dengan Print Screen SysRq. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dibantu dengan laptop. Teknik keabsahan data menggunakan validitas semantis dan uji kredibilitas dengan meningkatkan ketekunan. Analisis data dilakukan dengan metode agih dengan teknik ganti. Teknik penyajian hasil analisis ini dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Hasil penelitian yang ditemukan yaitu berupa (1) campur kode berupa kata berjumlah 60, (2) campur kode frasa berjumlah 26, (3) campur kode baster berjumlah 30, (4) campur kode pengulangan kata berjumlah 9, (5) campur kode idiom berjumlah 2, (6) campur kode klausa berjumlah 3. Kedua yaitu faktor yang melatar belakangi campur kode yang terdapat dalam grup Kawruh Jawa di Facebook antara lain adanya (1) keinginan penutur untuk memperoleh ungkapan yang pas, (2) kesantaian penutur dalam berkomunikasi, (3) identifikasi peran, (4) identifikasi ragam, (5) keinginan untuk menjelaskan dan menafsirkan.   Kata kunci: campur kode, bahasa Indonesia, facebook
Kajian Humor pada Rubrik Wacan Guyon dalam Djaka Lodang Edisi Bulan Januari - Bulan Juni Tahun 2014 Nur Latifah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 7, No 2 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.739 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) jenis humor pada wacana Guyon dalam majalah Djaka Lodang edisi Bulan Januari-Bulan Juni tahun 2014, dan (2) teknik penciptaan humor pada wacana Guyon dalam majalah Djaka Lodang edisi Bulan Januari-Bulan Juni tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah wacana Guyon dalam majalah Djaka Lodang edisi edisi Bulan Januari-Bulan Juni tahun 2014. Selanjutnya, data penelitian ini adalah kutipan dialog yang mengandung humor pada wacana Guyon dalam majalah Djaka Lodang edisi Bulan Januari-Bulan Juni tahun 2014. Data dikumpulkan menggunakan teknik dasar dengan teknik pustaka dan metode simak dan teknik lanjutan berupa teknik catat. Kemudian, data dianalisis menggunakan teknik content analysis atau analisis isi. Adapun pemaparan hasil analisis menggunakan teknik penyajian informal. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya (1) sembilan jenis humor pada wacana Guyon dalam majalah Djaka Lodang edisi Bulan Januari-Bulan Juni tahun 2014, dan (2) empat teknik penciptaan humor humor pada wacana Guyon dalam majalah Djaka Lodang edisi Bulan Januari-Bulan Juni tahun 2014, yaitu a) teknik penciptaan humor ketaksaan terdapat delapan belas indikator; b) teknik penciptaan humor antonimi terdapat empat indikator; c) teknik penciptaan humor nama terdapat satu indikator; dan d) teknik penciptaan humor pertalian antarklausa terdapat satu indikator. Sembilan jenis humor pada wacana Guyon dalam majalah Djaka Lodang edisi Bulan Januari-Bulan Juni tahun 2014 tersebut meliputi (a) humor pendidikan terdapat lima indikator, (b) humor mahasiswa terdapat satu indikator, (c) humor rumah tangga terdapat tiga indikator, (d) humor percintaan terdapat empat indikator, (e) humor keluarga terdapat enam indikator, (f) humor profesi terdapat tiga indikator (g) humor pencuri terdapat satu indikator, (h) humor tukang becak terdapat satu indikator, dan (i) humor dagang terdapat satu indikator.   Kata kunci: humor, wacana guyon
Tradisi Rajab Sumur di Desa Tegalrejo Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo Neni Triana
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 7, No 2 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.397 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk prosesi tradisi Rajab Sumur, (2) makna simbolis ubarampe dalam tradisi Rajab Sumur, (3) fungsi tradisi Rajab Sumur bagi masyarakat desa Tegalrejo Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode  etnografi. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga Agustus 2015. Subjek penelitian ini adalah warga desa Tegalrejo Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama, dibantu perekam, kamera, dan alat tulis untuk mencatat hal-hal yang penting.Hasil penelitian dapat diketahui bahwa: (1) asal-usul tradisi Rajab Sumur yaitu dari Nyai Rantam Sari, untuk memperingati Isra; Mi’raj Nabi Muhammad Saw. Rangkaian pelaksanaan meliputi: (a) sebelum dimulainya tradisi Rajab Sumur: musyawarah, mempersiapkan ubarampe dan membersihkan lokasi, (b) inti prosesi Rajab Sumur: juru kunci membakar kemenyan, penyembelihan kambing, pembongkaran tenong, pembagian di takir, dan kenduri, (c) setelah pelaksanaan tradisi Rajab Sumur: makan bersama setelah kenduri, (2) makna simbolis ubarampe dalam tradisi Rajab Sumur merupakan simbol untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah Swt, atas hasil bumi yang diperoleh, (3) fungsi tradisi Rajab Sumur bagi masyarakat desa Tegalrejo: (a) fungsi pelestarian tradisi, (b) fungsi perantara atau ritual, (c) fungsi sosial, (d) fungsi kepercayaan, (e) persepsi masyarakat terhadap adanya tradisi Rajab Sumur.   Kata kunci: tradisi, Rajab Sumur
Tindak Tutur Direktif dalam Novel Sala Lelimengan Karya Suparto Brata Abdul Kholiq
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 7, No 2 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.035 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur direktif dan fungsi tindak tutur direktif yang terdapat dalam novel Sala Lelimengan karya Suparta Brata. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Sala Lelimengan karya Suparta Brata. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan novel Sala Lelimengan karya Suparta Brata. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen yang digunakan adalah penulis sendiri dibantu dengan menggunakan kartu pencatat data, alat tulis, buku-buku dan media lain yang mendukung sebagai acuan. Teknik keabsahan data menggunakan validitas semantis dan ketekunan pengamatan. Kemudian analisis data, peneliti menggunakan teknik analisis konten (content analysis). Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil analisis itu meliputi 11 tindak tutur direktif diantaranya tindak tutur direktif memaksa terdapat 6 data, tindak tutur direktif mengajak terdapat 3 data, tindak tutur direktif meminta terdapat 4 data, tindak tutur direktif menyuruh terdapat 7 data, tindak tutur direktif menagih terdapat 4 data, tindak tutur direktif mendesak terdapat 2 data, tindak tutur direktif memohon terdapat 5 data, tindak tutur direktif menyarankan terdapat 7 data, tindak tutur direktif memerintah terdapat 5 data, tindak tutur direktif memberikan aba-aba terdapat 3 data, dan tindak tutur direktif menantang terdapat 3 data. Dari sebelas jenis tindak tutur direktif yang terdapat dalam novel Sala Lelimengan karya Suparta Brata masing-masing mempunyai fungsi sendiri-sendiri, yaitu agar mitra tutur melakukan tindakan yang disebutkan dalam tuturan yang ada di dalamnya dan berkaitan dengan kehidupan pada waktu itu.   Kata kunci: tindak tutur direktif, Novel Sala Lelimengan