cover
Contact Name
Globila Nurika
Contact Email
nurikaglobila@unej.ac.id
Phone
+6281235181803
Journal Mail Official
ikesma@unej.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Jember
ISSN : 18297773     EISSN : 26847035     DOI : https://doi.org/10.19184
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKESMA) diterbitkan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Uiversitas Jember sejak tahun 2005 dengan frekuensi terbitan 2 kali dalam satu tahun (Maret dan September). Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKESMA) menerbitkan artikel penelitian di bidang kesehatan masyarakat dengan topik kajian: administrasi dan kebijakan kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, gizi masyarakat, epidemiologi, promosi. kesehatan dan ilmu perilaku, kesehatan ibu dan anak, kesehatan reproduksi, biostatistika, sistem informasi kesehatan, dan demografi/kependudukan. Pada Bulan Agustus 2020, Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKESMA) memulai kolaborasi dengan Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) untuk penerbitan jurnal. Sejak tahun 2022, Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKESMA) meningkatkan frekuensi terbitan menjadi 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September, dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 16 No 2 (2020)" : 8 Documents clear
The Association Between Knowledge, Attitudes, and Smoking Practice with Relating Factors in a Junior High School Jani, Dwi; Gunawan, Deni; Prastowo, Nawanto Agung
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v16i2.18634

Abstract

Smoking habit in adolescents has been increasing recently. Some factors are associated with the smoking habit. However, there are lacks of information regarding influencing factors to smoking habit in the adolescent. The study aimed to examine how knowledge, attitudes, practice, and other factors play a role in adolescents' smoking. There were 381 female and male students of a junior high school in Jakarta who participated. Influencing factors were knowledge, attitudes, practice, social influence, anti-smoking campaigns. The association between factors was analyzed using appropriate statistical tests. Most students had better knowledge, attitude, and practice. Only two students smoked cigarettes (0.5%). Gender was significantly associated with knowledge (p=0.048), social influence (p=0.000), an anti-smoking campaign (p=0.024). Knowledge had an association with social influence (p=0.002) and anti-smoking campaign (p=0.000), whereas attitudes with practice smoking (p=0.005) and anti-smoking campaign (p=0.000). Social influence was also associated with the anti-smoking campaign (p=0.000). In conclusion, students of Permai junior high school had good knowledge, attitudes, and practice of smoking. There are associations between factors that contribute to smoking habit in adolescents.
Pemanfaatan Posyandu Lansia Berdasarkan Karakteristik Individu di Indonesia Ridzkyanto, Ricko Pratama
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v16i2.17400

Abstract

Indonesia merupakan negara berpenduduk struktur tua dikarenakan persentase penduduk lanjut usia yang telah mencapai di atas tujuh persen dari total penduduk dengan jumlah lansia perempuan (54%) lebih banyak daripada jumlah lansia laki-laki (46%). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan posyandu lansia berdasarkan karakteristik individu. Studi ini menggunakan data sekunder Indonesia Family Life Survey (IFLS) tahun 2014 dengan desain studi potong lintang. Jumlah observasi yang menjadi sampel analisis dalam penelitian ini sebesar 339 lansia dalam skala nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan posyandu lansia dalam kategori tinggi (58,11%), umur kategori lansia (54,87%), status pernikahan kategori menikah (58,70%), jenis kelamin kategori perempuan (87,02%), kepemilikan asuransi kesehatan kategori BPJS (94,99%), pengetahuan kategori tinggi (90,86%), jarak kategori dekat (63,13%), waktu tempuh kategori lama (66,08%), biaya kategori murah (64,90%), dan ketersediaan nakes (84,96%). Dari hasil statistik didapat ada hubungan yang bermakna antara kepemilikan asuransi kesehatan (p=0,01) dan jarak (p=0,01) dengan pemanfaatan posyandu lansia. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan antara kepemilikan asuransi kesehatan dan jarak dengan pemanfaatan posyandu lansia di Indonesia.
Pemetaan Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pendapatan dan Usia Kawin Terhadap Jumlah Anak Lahir Hidup di Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedung Kandang Utomo, Satrio Putro; Aziz, Udin Kurniawan
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v16i2.17675

Abstract

Jumlah penduduk yang tinggi disebabkan oleh tingginya jumlah anak yang lahir dalam keluarga. Jumlah anak lahir hidup merupakan banyaknya anak yang dilahirkan dalam kondisi hidup yang dimiliki PUS (Pasangan Usia Subur). Banyaknya jumlah anak lahir hidup dipengaruhi oleh faktor demografi dan faktor non demografi. Tingkat fertilitas dapat dipengaruhi oleh faktor pendidikan terakhir ibu, pendapatan total keluarga dan usia kawin pertama ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel pendidikan, pendapatan dan usia kawin pertama terhadap jumlah anak lahir hidup di kelurahan kotalama, Kecamatan Kedung kandang. Dalam penelitian ini, menggunakan metode kuantitatf yaitu proses penggalian informasi yang diwujudkan dalam bentuk angka-angka yang diolah secara statistik, kemudian dijabarkan dalam bentuk peta. Subjek penelitian ini adalah ibu yang berusia produktif Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan total keluarga dan usia kawin pertama berpengaruh terhadap jumlah anak yang dilahirkan hidup dengan nilai sig 0,02 (pendapatan) dan 0,00 (usia kawin pertama) < α = 0,5, sedangkan pendidikan ibu tidak memiliki pengaruh dengan nilai sig 0,62 > α = 0,5. Rata-rata jumlah anak lahir hidup Kelurahan Kotalama sebesar 2,46. Diperoleh kesimpulan, bahwa tingkat pendidikan ibu tidak berpengaruh tergahadap jumlah anak, dan terdapat pengaruh pada pendapatan total keluarga dan usia kawin pertama istri terhadap jumlah anak.
Hubungan Paparan Kebisingan dengan Keluhan Subyektif Non-Auditory pada Pekerja Konstruksi PT. X Kabupaten Gresik Indrayani, Reny; Hartanti, Ragil Ismi; Sujoso, Anita Dewi Prahastuti; Wahyuningtias, Nabila Handayani; Fakhruddin, Ilham Kemal; Henary, Pratmasita Rahma; Pratiwi, Dwi Estu; Hasna, Amirah Jihan Lutciyah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v16i2.18430

Abstract

Kebisingan adalah semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari proses produksi dan atau alat kerja yang pada tingkatan dan waktu tertentu mampu menimbulkan gangguan pendengaran dan keluhan non-auditory berupa gangguan komunikasi, gangguan fisiologis, dan gangguan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik responden dan faktor paparan kebisingan dengan keluhan non-auditory. Penelitian ini berjenis analitik dengan desain cross sectional. Variabel bebas penelitian ini adalah karakteristik responden (usia, jenis kelamin, masa kerja, riwayat penyakit, penggunaan Alat Pelindung Telinga) dan faktor paparan kebisingan (lama paparan kebisingan dan persepsi tentang paparan kebisingan), sedangkan variabel terikatnya adalah keluhan non-auditory. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan angket online. Populasi sebanyak 50 orang dan sampel sebanyak 30 responden merupakan pekerja konstruksi di PT. X yang memberikan jasa ke bagian Smelter dan Refinery PT.Y. Sampel dipilih dengan simple random sampling dan data dianalisis dengan uji chi square (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara variabel usia (p-value=0,301), jenis kelamin (p-value= 0,909), riwayat penyakit (p-value= 0,909), masa kerja (p-value= 0,305), lama paparan (p-value= 0,198), penggunaan Alat pelindung Telinga/APT (p-value= 0,233), dan lama paparan (p-value= 0,198) dengan keluhan non-auditory yang dialami pekerja. Satu-satunya variabel yang terdapat hubungan dengan keluhan non-auditory adalah persepsi tentang paparan kebisingan (p-value= 0,021). Kesimpulan dari penelitian ini adalah, dari seluruh variabel bebas (usia, jenis kelamin, masa kerja, riwayat penyakit, penggunaan Alat Pelindung Telinga, lama paparan kebisingan dan persepsi tentang paparan kebisingan) hanya persepsi tentang paparan kebisingan yang berhubungan secara signifikan dengan keluhan non-auditory. Saran untuk PT. X adalah untuk melakukan pengukuran kebisingan secara berkala di seluruh area kerja, melakukan evaluasi terhadap penggunaan APT, dan melaksanakan program manajemen kebisingan.
Pemberdayaan Kader dan Ibu Baduta untuk Mencegah Stunting di Desa Pilangsari Kabupaten Bojonegoro Himawaty, Allyra
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v16i2.18917

Abstract

Prevalensi stunting di Kabupaten Bojonegoro sebesar 34,9% lebih tinggi dari prevalensi nasional sebesar 32,7% dan merupakan salah satu kabupaten yang menjadi fokus utama pemberantasan stunting di Jawa Timur. Beberapa faktor yang terindikasi menjadi faktor penyebab terjadinya stunting adalah konsumsi rokok pada orangtua, sumber informasi kesehatan yang terbatas, pemberian makanan yang tidak bervariasi, tidak adanya pengelolaan sampah dan pendidikan serta pendapatan orangtua yang rendah. Data register posyandu Desa Pilangsari menunjukkan setidaknya tedapat 42 balita dari 89 balita yang terindikasi stunting. Intervensi untuk mencegah stunting harus dimulai sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan melalui intervensi spesifik berwujud pemberdayaan kepada kader posyandu dan ibu baduta. Tujuan program ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu baduta dan kader untuk mencegah terjadinya stunting di Desa Pilangsari. Program pemberdayaan ini dilaksanakan pada kegiatan Praktik Kerja Lapangan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga periode Desember 2019-Januari 2020 selama 5 minggu, menggunakan rancangan riset operasional mengacu pada PRECEED-PROCEED sebagai framework pengembangan pendidikan kesehatan. Sampel penelitian adalah populasi ibu dengan bayi usia 0-2 tahun di Desa Pilangsari sebanyak 46 responden dan 12 kader posyandu yang ada di Desa Pilangsari. Teknik pengumpulan data menggunakan concurrent mixed methods dengan data kuantitatif diperoleh melalui survei pendahuluan dan hasil pre-test & post test yang diukur melalui uji Wilcoxon signed rank test menghasilkan signifikansi peningkatan pengetahuan ibu 0,005 (p<0,05) dengan tingkat kepercayaan α= 0,05. Data kualitatif diperoleh melalui hasil observasi dan indepth-interview. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah peningkatan pengetahuan ibu dan tingkat kehadiran ibu dan kader dalam pelaksanaan program pemberdayaan. Program ini terbukti mampu meningkatkan pengetahuan ibu baduta terkait risiko stunting, pemberian MP-ASI untuk meningkatkan pemberian gizi yang baik bagi anak, serta meningkatkan peran kader sebagai garda terdepan pelaksanaan posyandu untuk mencegah kejadian stunting.
Gambaran Kualitas Air Bersih Kawasan Domestik di Jawa Timur pada Tahun 2019 Setioningrum, Rica Naudita Krisna; Sulistyorini, Lilis; Rahayu, Wahyu Istining
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v16i2.19045

Abstract

Jawa Timur merupakan provinsi yang memiliki banyak pusat perindustrian dan laju pertumbuhan penduduk 0.64%. Seiring dengan pertumbuhan penduduk maka kebutuhan air bersih juga akan meningkat. Permasalahan yang sering dijumpai di masyarakat berkaitan dengan pelayanan penyediaan air dari segi kualitas dan kuantitas air. Maka dari itu upaya pemenuhan air bersih yang berkualitas dan sehat perlu dilakukan pengawasan air bersih secara rutin. Tujuan penelitian adalah menggambarkan kualitas air secara fisik (suhu, bau, jumlah zat padat terlarut (TDS), kekeruhan, rasa, warna, dan DHL), kimia (pH, fluorida, kromium, timbal, seng, kesadahan, khlorida, nitrat,nitrit, sulfat, zat organik, dan deterjen), dan mikrobiologi (total koliform) pada kawasan domestik di Jawa Timur, tahun 2019. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Analisis Data Sekunder yang diperoleh dari BBTKLPP Surabaya pada Bulan Juli-Desember tahun 2019. Sampel yang digunakan sebanyak 54 sampel pemeriksaan kualitas fisik dan kimia, serta 29 sampel pemeriksaan kualitas mikrobiologi. Hasil penelitian kualitas air bersih kategori tidak memenuhi syarat adalah kualitas fisik (5,56%) dari 54 sampel, kualitas kimia sebanyak (9,26%) dari 54 sampel, dan (27,58%) dari 29 sampel. Parameter kualitas air bersih di kawasan domestik kategori tidak memenuhi syarat yaitu parameter fisika (bau, TDS dan rasa), parameter kimia (mangan, kesadahan, khlorida) parameter mikrobiologik (total koliform). Saran perlu adanya pemeriksaan rutin sebagai upaya mempertahankan kulitas air dan dilakukan penelitian lanjut dalam pengolahan air yang benar sehingga memperoleh air yang sesuai baku mutu air bersih.
Deskripsi Pelayanan Kesehatan (Instalasi Farmasi) di RSUD Prof. dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo Sutriono, Dede; Sudirman, Sudirman
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v16i2.19466

Abstract

Peningakatan sistem kualitas layanan di rumah sakit tentunya akan dapat menciptakan serta memberikan kepuasan terhadap pelanggan. Pengukuran terhadap kualitas pelayanan menjadi sangat penting khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan dengan tujuan bahwa penyedia mendapatkan pelanggan yang setia. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kualitas pelayanan di Instalasi Farmasi RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada Bulan September-Oktober 2019 di Instalasi Farmasi. Informan penelitian ini berjumlah 5 orang tenaga kesehatan yang berada dan tercatat sebagai pegawai farmasi RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe, dan 5 orang pasien yang dipilih berdasarkan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan analisis ISI, kemudian menampilkannya dalam bentuk teks naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kualitas pelayanan kesehatan di Instalasi Farmasi RSUD Prof Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo pada dimensi tangible dan empathy menunjukkan hasil yang kurang memuaskan dimana minimnya sarana prasaran serta pemanfaatannya yang belum maksimal. Dimensi reliability, responsiveness dan assurance kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien/keluarga pasien sudah sesuai dengan standar dan harapan pelanggan dan dikategorikan baik. (2) Faktor sarana prasarana penunjang di ruang tunggu instalasi masih sangat minim, serta ruangan yang masih kurang representatif, selain itu juga SDM yang bertugas di Instalasi Farmasi yang belum sesuai kualifikasi sehingga kepuasan pasien/keluarga pasien tidak terpenuhi. Dapat di simpulkan bahwa Instalasi Farmasi masih dipandang kurang oleh customer sehingga perlu untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada dimensi tangible dan empathy.
Pengaruh Edukasi Melalui Twitter Thread Terhadap Pengetahuan Gizi Seimbang Remaja di SMP Harjamukti Depok Krisdiani, Ade Fatma; Sufyan, Dian Luthfiana; Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul; Syah, Muhammad Nur Hasan
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v16i2.18804

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan gizi seimbang remaja sebelum dan sesudah pemberian edukasi Twitter thread. Desain penelitian ini menggunakan kuasi eksperimental dengan tipe one group pretest-posttest design. Responden dalam penelitian ini berjumlah 52 orang yang sesuai dengan kriteria inklusi, yaitu siswa-siswi aktif kelas 7 dan 8 di SMP Harjamukti, bisa membaca dan menulis, memiliki akses pada laptop, komputer atau ponsel (smartphone), memiliki akun Twitter dan bersedia menjadi responden penelitian. Responden diberikan edukasi tentang gizi seimbang melalui thread Twitter sebanyak tiga kali dalam satu minggu dan diulang selama enam minggu. Data mengenai karakteristik individu dan pengetahuan gizi didapatkan melalui kuesioner. Pengumpulan kuesioner dilakukan pada sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi seimbang. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan gizi seimbang remaja sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,000). Tidak terdapat hubungan antara perubahan pengetahuan gizi seimbang dengan perubahan status gizi responden (p = 0,547; r = 0,085). Pada penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengambil variabel lanjutan dari pengetahuan berupa sikap dan perilaku tentang gizi seimbang dengan jangka waktu penelitian yang lebih lama.

Page 1 of 1 | Total Record : 8