cover
Contact Name
Firman Sidik
Contact Email
firmansidik@iaingorontalo.ac.id
Phone
+6281356113648
Journal Mail Official
tadbirmpi@gmail.com
Editorial Address
IAIN Sultan Amai Gorontalo, Jl. Gelatik No. 1, Heledulaa Utara, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
ISSN : 23386673     EISSN : 24428280     DOI : https://doi.org/10.30603/tjmpi
Core Subject : Education,
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam is a scientific journal that published by IAIN Sultan Amai Gorontalo. This journal encompasses research articles, original research report, reviews in Islamic education in any fields including: Policy in Education, Leadership in Education, School/Madrasah/Pesantren Management, Higher Education Management, Management of Curriculum and Educational Programs, Regulation and Supervision in Education, Education Management Information System, Management of Educational Institutions, Islamic Education and Education.
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2015): Tadbir Februari" : 14 Documents clear
ISLAM DAN GLOBALISASI PENDIDIKAN Anwar, Ahmad
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2015): Tadbir Februari
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maju dan tidaknya suatu negara dapat ditentukan dari kualitas pendidikan. Sedangkan Islam sendiri telah mewajibkan kepada umat untuk berpendidikan. Terlebih dizaman moderen ditengah derasnya arus globalisasi ini. Islam dalam menyikapi globalisasi adalah sebuah keniscayaan, karena Islam sendiri adalah agama rahmatal lil alamiin (solihun fii kulli zaman wal makan). Relevansi globalisasi dengan ajaran Islam terdapat pada aspek-aspek berikut: Islam dan pembangunan sumber daya manusia, Islam dan globalisasi pendidikan, Islam dan modernisasi.  Sedangkan dampak globalisasi terhadap pendidikan adalah proses belajar mengajar menjadi modern, Siswa dituntut berperan aktif dalam proses belajar mengajar, penyampaian materi dengan bantuan komputer. adapun masalah-masalah pendidikan Islam di era globalisasi adalah sebagai berikut: kualitas pendidikan yang masih minim, kurangnya Profesionalitas guru, terpengaruh kebudayaan (alkulturasi) yang negatif, strategi pembelajaran masih monoton, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang disalah gunakan, krisis moral, krisis kepribadian.
STUDI KOMPARATIF TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK DENGAN TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN ISLAM KLASIK Anwar, Herson
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2015): Tadbir Februari
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran konstruktivistik merupakan suatu teori yang menganggap bahwa belajar adalah proses untuk membangun pengetahuan melalui pengalaman nyata dari lapangan. Hal ini memberikan pembelajaran kepada siswa dari pengalaman-pengalaman dalam kehidupan sehari-harinya. Kegiatan pembelajaran ini dapat membangun inteketual siswa untuk mampu berfikir lebih realistis guna mengatasi hal-hal yang lebih nyata dalam kehidupan kesehariannya. Pada masa klasik Pendidikan Islam diartikan pembudayaan ajaran Islam yaitu memasukkan ajaran-ajaran Islam dan menjadikannya sebagai unsur budaya bangsa Arab dan menyatu kedalamnya. Dengan pembudayaan ajaran Islam ke dalam sistem dan lingkungan budaya bangsa arab tersebut, maka terbentuklah sistem budaya Islam dalam lingkungan budaya bansga Arab. Dalam proses pembudayaan ajaan Islam ke dalam lingkungan budaya bangsa Arab berlangsung dengan beberapa cara. Ada kalanya Islam mendatangkan sesuatu ajaran bersifat memperkaya dan melengkapi unsur budaya yang telah ada dengan menambahkan yang baru. Ada kalanya Islam mendatangkan ajaran yang sifatnya bertentang sama sekali dengan unsur budaya yang telah ada sebelumnya yang sudah menjadi adat istiadat. Ada kalanya Islam mendatangkan ajarannya bersifat meluruskan kembali nilai-nilai yang sudah ada yang praktiknya sudah menyimpang dari ajaran aslinya.
PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN MEMBACA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI PERGURUAN TINGGI PADA ERA GLOBALISASI Bt. H. Bahri, Ratni
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2015): Tadbir Februari
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran membutuhkan inovasi-inovasi kreatif sehingga sebuah pembelajaran sejalan dengan tuntutan zaman. Qira’ah (keterampilan membaca) merupakan salah satu mata kuliah yang menuntut kemampuan peserta didik dalam membaca teks-teks berbahasa Arab. Agar materi pelajaran qir’ah tidak statis dan cederung tekstual, maka diperlukan inovasi dalam bentuk pengembangan materi pembelajaran. Salah satu upaya untuk mengembangkan materi pembelajaran qira’ah adalah dengan memasukkan materi-materi yang aktual dalam teks-teks pembelajaran membacam khususnya yang terkait dengan masalah-masalah global dan modern. Hal ini bertujuan agar persrta didik, disamping diasah kemampuannya dalam memahami teks-teks berbahasa Arab, juga diharapkan adanya nilai-nilai yang dapat diperoleh melalui bacaan tersebut. Sehingga dengan demikian, membaca bukan sekedar untuk tujuan membaca itu sendiri, tetapi melalui pembelajaran membaca, peserta didik dapat mengembangkan wawasan kemodernan dan informasi-informasi global.
PEMAHAMAN MENGENAI TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN Erwinsyah, Alfian
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2015): Tadbir Februari
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi pendidikan dan teknologi pembelajaran merupakan dua istilah yang sering didengar dalam dunia pendidikan. Kadang orang-orang menganggap ke-dua istilah tersebut sama namun sesungguhnya berbeda. Jika diartikan menurut istilahnya secara umum, secara konseptual teknologi pendidikan didefinisikan sebagai teori dan praktik dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, penilaian, dan penelitian proses, sumber, dan sistem untuk belajar. Definisi tersebut mengandung pengertian adanya komponen dalam pembelajaran, yaitu teori dan praktik; desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, penilaian, dan penelitian; proses, sumber, dan sistem; dan untuk belajar. Jadi istilah teknologi pendidikan lebih luas cakupannya dibandingkan dengan teknologi pembelajaran. Teknologi pendidikan mencakup sistem lain yang digunakan dalam proses mengembangkan kemampuan manusia. Sedangkan teknologi pembelajaran merupakan suatu bidang kajian khusus ilmu pendidikan dengan objek formal “belajar” pada manusia secara individu maupun kelompok. Hal ini karena belajar tidak hanya berlangsung dalam lingkup sekolah, melainkan juga pada organisasi misalnya keluarga, masyarakat, dunia usaha, bahkan pemerintahan. Belajar dapat di mana saja, kapan saja dan siapa saja, mengenai apa saja, dengan cara dan sumber apa saja yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.
URGENSI SIKAP MAHASISWA MENILAI KEMAMPUAN DIRI DALAM BELAJAR MELALUI ASESMEN DIRI (SELF-ASSESSMENT) Otaya, Lian G.
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2015): Tadbir Februari
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya yang dianggap mampu meningkatkan sikap jujur mahasiswa dalam menilai kelebihan dan kelemahannya dalam belajar adalah melalui asesmen diri (self-asesment). Asesmen diri adalah suatu teknik penilaian dimana mahasiswa diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata kuliah tertentu didasarkan atas kriteria yang telah ditetapkan. Mahasiswa diberi kesempatan menilai diri mereka sendiri, dan melihat kemungkinan untuk refleksi diri. Agar mahasiswa  mampu menilai diri mereka sendiri, mereka perlu melihat contoh pekerjaan yang bagus dan memahami standar yang dipakai untuk menilai. Ini berarti bahwa dosen harus bekerja bersama-sama mahasiswa untuk menentukan kriteria pekerjaan yang akan dinilai. Dengan melihat contoh pekerjaan yang dianggap bagus, mereka bisa mengembangkan ide bagaimana suatu pekerjaan dinilai. Selama proses asesmen ini, mahasiswa dibimbing untuk mampu menemukan kelemahan dan kebaikan dari penampilan mereka, dengan demikian mereka mampu mengidentifikasi di bagian mana mereka harus lebih membelajarkan diri lebih lanjut agar menjadi kompeten dan di bagian mana mereka harus mempertahankan keterampilan mereka. Di samping itu, asesmen diri juga melatih mahasiswa untuk memiliki kesadaran internal tentang aspek kelemahan yang harus mereka benahi dan aspek kekuatan yang harus mereka pertahankan.
IMPLEMENTASI DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013 PADA MADRASAH ALIYAH Buhungo, Ruwiah Abdullah
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2015): Tadbir Februari
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerangka penerapan kurikulum 2013, khususnya di Madrasah Aliyah, para guru diharapkan mampu membaca “visi” sebuah kurikulum, yakni ide-ide pokok yang terkandung di dalam tujuan-tujuan kurikulum. Ide pokok tersebut dibentuk dari filsafat, teori serta kebijakan-kebijakan formal yang melandasinya. Di samping kemampuan mereka dalam menganalisis struktur kurikulumnya, guru juga harus mampu membaca visi kurikulum, terutama agar persepsi yang dibentuk dalam pemikiran guru itu terdapat relevansi dengan visi kurikulum yang secara prinsip terkandung dalam tujuan-tujuan kurikulumnya.  Oleh karena itu, kegiatan pengembangan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengimpleman-tasikan Kurikulum 2013 perlu terus dilakukan, baik yang difasilitasi oleh sekolah, dinas pendidikan, dan terutama pemerintah daerah.
PENDIDIKAN ISLAM DAN PASAR BEBAS Afiana, Arsy
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2015): Tadbir Februari
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar bebas merupakan alat penjajahan ekonomi yang dilakukan negara-negara maju terhadap negara berkembang. Dengan pasar bebas, peran negara dalam penerapan tarif dan kuota terhadap lalu lintas barang, modal, maupun jasa otomatis akan berkurang bahkan hilang. Akibatnya, negara dengan kondisi industri yang lebih maju tentu akan memenangkan persaingan pasar. Sementara negara berkembang dan miskin hanya menjadi objek pemasaran dari industri negara yang lebih kuat. Sehingga dapat dikatakan yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin, namun hal ini tak akan terjadi jika islam dapat menguasai dunia, dengan pendidikan islam segala cara yang bersumber dari pendidikan ini tak akan saling merugikan antara satu dengan yang lain, dan kehidupan akan aman, tentram, damai dan sejahtera. Dari generasi ke generasi, semakin banyak pekerjaan yang menyapa pendidikan islam. bagaimana pendidikan islam menyikapi pasar bebas yang sedang berkembang masih sangat kompleks. Pendidikan islam perlu mengarahkan ilmu keislamannya dalam menyikapi pasar bebas. Banyak sekali peluang dan tantangan serta strategi yang perlu disiapkan lagi dalam menghadapi pasar bebas. Hal ini tak kan pernah usai, selama bumi kehidupan masih berputar dan zaman masih ber umur. Maka lanjutlah tanggung jawab manusia sebagai khalifah dibumi. 
PROBLEMATIKA PENDIDIKAN ISLAM DAN UPAYA-UPAYA PEMECAHANNYA Damopolii, Mujahid
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2015): Tadbir Februari
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah proses mempersiapkan masa depan anak didik dalam mencapai tujuan hidup secara efektif dan efisien. Pendidikan Islam dalam hal ini membimbing anak didik dalam perkembangan dirinya, baik jasmani maupun rohani menuju terbentuknya kepribadian yang utama pada anak didik nantinya yang didasarkan pada hukum-hukum islam. Pendidikan Islam diakui keberadaannya dalam sistem pendidikan yang terbagi menjadi tiga hal. Pertama, Pendidikan Islam sebagai lembaga diakuinya keberadaan lembaga pendidikan Islam secara Eksplisit. Kedua, Pendidikan Islam sebagai Mata Pelajaran diakuinya pendidikan agama sebagai salah satu pelajaran yang wajib diberikan pada tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Ketiga, Pendidikan Islam sebagai nilai (value) yakni ditemukannya nilai-nilai islami dalam sistem pendidikan. Walaupun demikian, pendidikan islam tidak luput dari banyak problematika yang muncul di era global ini. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah mengembangkan pendidikan yang berwawasan global. Selain itu, program pendidikan harus diperbaharui, dibangun kembali atau dimoderenisasi sehingga dapat memenuhi harapan dan fungsi yang dipikulkan kepadanya.
PENERAPAN PENDEKATAN CONTEKTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Sarminah, Sarminah
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2015): Tadbir Februari
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosisal di SDN Prigi I dengan menerapkan metode ceramah belum efektif dilihat pada pencapaian nilai belum bisa sesuai dengan KKM ( 65). Maka perlu alternative untuk  mengatasi masalah tersebut yaitu dengan menerapkan pembelajaran CTL ( Contextual Teaching And Learning).Adapun tujuan penelitian ini adalah:(1) menegtahui kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran IPS melalui penerapan CTL (2) Mengetahui aktifitas siswa dalam pembelajaran IPS melalui penerapan CTL (3) Meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran CTL. Pelaksanaan PTK ini dilakukan dalam 2 siklus. Dengan cara mengumpulkan data melalui tes dan obserfasi. Tehnik analisis data yang digunakan adalah: (1) data Kuantitatif untukmengetahui hasil belajar  siswa, (2) data kualitatif untuk mengetahui aktifitas siswa dan  kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran.Hasil penelitian pra siklus, siklus I, siklus II terjadi peningkatan .pada pembelajaran Pra siklus ketuntasan belajar klasikal hanya 47,7% , meningkat menjadi 71,54%  pada siklus I, dan  81,69  pada siklus II, selain itu pada prosentase keaktifan siswa juga mengalami peningkatan pada pra siklus 63,2 % kategori kurang baik, dan 74,6% pada  siklus I pada kategori baik , dan 78,3 % pada siklus II menjadi  kategori sangat baik serta guru lebih trampil dalam mengelola pembelajaran dengan pendekatan Contextual Teching and learning (CTL).Berdasarkan hasil laporan PTK  dapat disimpulkan bahwa metode CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa  dan aktifitas siswa dan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran sehingga hasil belajar IPS lebih meningkat.
PEMBELAJARAN KREATIF PERSPEKTIF BIMBINGAN & KONSELING Awad, Faizah Binti
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2015): Tadbir Februari
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran kreatif terus dibahas sejak pembelajaran itu ada sebab bukan hal yang baru dan bahkan dibutuhkan oleh semua pihak. Namun oleh karena pembelajaran selama ini hanya menitik beratkan pada aspek kognitif semata dan mengabaikan aspek afektif dan psikomotorik, sehingga pembelajaran yang bernuansa kreativitas terabaikan, semestinya ketiga aspek tersebut diupayakan berjalan secara simultandan kreatifitas mutlak merupakan bagian atau satu kesatuan dengan pembelajaran itu sendiri. Karakteristik individu yang memiliki bakat kreatifitas adalah memiliki etos kerja yang tinggi, cepat dalam mengambil keputusan, berpikir feleksibel, penuh ide, hasrat ingin tahu, cenderung melakukan tugas –tugas yang berat dan sulit. Dalam bimbingan konseling setiap individu atau peserta didik memiliki potensi yang dapat dikembangkan, termasuk potensi kreativitas.Perlu dibangun dan ditumbuh kembangkan sejak dini, namun ia tidak tumbuh dengan sendirinya, melainkan melalui tiga pilar yaitu: keluarga, sekolah dan masyarakat. Ketiganya dituntut mampu menciptakan lingkungan yang dibutuhkan berupa: Fleksibilitas dalam kesempatan, contoh yang positif, bimbingan dan dukungan, rasa humor, empati. Demikian pula utamanya bagi guru/konselor diharapkan mengedepankan prinsip-prinsip yaitu: prinsip understanding,acceptance, flexibility, kepekaan dan keahlian yang dikemas dalam tiga proses layanan yakni,counseling itu sendiri, consulting, dan coordinating.

Page 1 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2015 2015