cover
Contact Name
Firman Sidik
Contact Email
firmansidik@iaingorontalo.ac.id
Phone
+6281356113648
Journal Mail Official
tadbirmpi@gmail.com
Editorial Address
IAIN Sultan Amai Gorontalo, Jl. Gelatik No. 1, Heledulaa Utara, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
ISSN : 23386673     EISSN : 24428280     DOI : https://doi.org/10.30603/tjmpi
Core Subject : Education,
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam is a scientific journal that published by IAIN Sultan Amai Gorontalo. This journal encompasses research articles, original research report, reviews in Islamic education in any fields including: Policy in Education, Leadership in Education, School/Madrasah/Pesantren Management, Higher Education Management, Management of Curriculum and Educational Programs, Regulation and Supervision in Education, Education Management Information System, Management of Educational Institutions, Islamic Education and Education.
Articles 450 Documents
Manajemen Pembelajaran Dalam Kaitannya Dengan Peningkatan Kualitas Guru Alfian Erwinsyah
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 5 No 1 (2017): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran memerlukan pemecahan yang baik. Pengertian pengelolaan pembelajaran adalah suatu upaya untuk mengatur (menejemen, mengendalikan) aktivitas pembelajaran berdasarkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip pembelajaran untuk menyukseskan tujuan pembelajaran agar tercapai secara lebih efektif, efisien, dan produktif yang diawali dengan penentuan strategi dan perencanaan, dan diakhiri dengan penilaian.Sekarang ini,mutu menjadi satu-satunya hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Dilihat dari kedua pola di atas jelaslah bahwa untuk menjadi seorang guru bukanlah pekerjaan yang gampang, seperti yang dibayangkan oleh sebagian orang,dengan bermodal penguasaan materi dan menyampaikannya kepada siswa sudah cukup, hal ini belumlah dapat dikategorikan sebagai guru yang memiliki pekerjaan profesional, karena guru yang profesional, mereka harus memiliki berbagai keterampilan, kemampuan khusus, mencintai pekerjaannya, menjaga kode etik guru, dan lain sebagainya. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pembelajaran yang dilakasanakan. Guru harus memikirkan dan membuat perencanaan pembelajaran secara seksama dalam meningkatkan kesempatan belajar bagi peserta didiknya dan memperbaiki kualitas mengajarnya. Karena guru berperan sebagai pengelola pembelajaran, bertindak sebagai fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi belajar mengajar yang efektif, mengembangkan bahan pembelajaran dengan baik, dan meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dan menguasai tujuan pembelajaran demi peningkatan mutu pendidikan.
Interaksi Antara Strategi Pembelajaran Resource-Based-Learning (RBL) dan Think-Pair-Share serta Minat Belajar SiswaTerhadap Aktivitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas VII SMP Untuk Materi Upaya Mengatasi Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan Zohra Hiola
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 5 No 1 (2017): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this aticle is to know interaction between gift of different learning strategy (Resource-Based-Learning and Think-Pair-Share) and student learning interest and learning activity of student at effort matter overcomes damage and contamination of environment. This article explained about the result of study at class VII in SMP Negeri 10 Kota Gorontalo, with experiment method and applies data analysis ANAVA The result showing there are interaction between learning strategies and student learning interest with student learning activity, for student having high learning interest, usage of learning strategy RBL is higher than learning strategies TPS, for student having low learning interest, usage of learning strategy RBL and TPS doesn't gived acquirement difference of the student learning activity.
Pembelajaran Akhlak Siswa Studi Implementasi Ajaran Kitab Ta‘Lim Al-Muta‘Allim Trisnawati Mohune
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 5 No 1 (2017): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanaman nilai-nilai akhlak dalam dunia pendidikan saat ini menjadi sangat penting, mengingat dewasa ini pengaruh teknologi dan informasi cukup menghegemoni pola hidup setiap individu.yang kemudian berdampak pada pergaulan dan perilaku tidak terpuji lainnya. Dengan demikian, pembelajaran akhlak merupakan salah satu solusi yang kemudian bisa menjadi benteng kokoh bagi siswa agar tidak terpengaruh terhadap hal-hal negative yang ditimbulkan dari adanya kehidupan modern ini. Mata Pelajaran Akhlak merupakan salah satu dari mata pelajaran yang berada dalam kurikulum. Mata Pelajaran Akhlak tercakup dalam suatu bidang studi tertentu yang dinamakan Akidah Akhlak, serta dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, dan penghayatan tentang nilai-nilai akhlak yang merupakan dasar utama dalam pembentukan pribadi muslim yang bertaqwa kepada Allah Yang Maha Esa dan berbudi luhur
Tinjauan Terhadap Sanad Hadits Kebolehan Memukul Dalam Pendidikan Ahmad Zaenuri
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 5 No 1 (2017): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pendidikan memiliki peranan yang signifikan dalam menentukan sampai dan tidaknya materi pembelajaran. Lebih jauh lagi, metode pendidikan turut menentukan output dari sebuah pendidikan. Salah satu metode yang dibolehkan Islam adalah dengan memberikan hukuman berupa pukulan. Metode ini seakan melegalkan kekerasan dalam pendidikan. Penggunaan hadis sebagai sumber hukum, umumnya di dasarkan pada segi kualitasnya. Apakah termasuk kategori shahih, hasan, atau bahkan dhaif. Untuk itu sangat dibutuhkan kritik (naqdu al-hadis) atas sanad sebelum kemudian masuk pada kritik atas matan hadis. Hasil penelitian terhadap sanad hadis kekerasan dalam pendidikan, melalui jalur Sunan Abu Dawud adalah masuk kategori hasan. Namun jika semua hadis dalam berbagai kitab dikumpulkan menjadi satu secara keseluruhan, maka kualitasnya menjadi shahih li ghairihi.
Hubungan Lingkungan Kerja Dan Kompensasi Dengan Kepuasan Kerja Guru Di Sekolah Menengah Pertama Negeri Se Kota Gorontalo Putriani L. Maliki
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 5 No 1 (2017): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Lingkungan Kerja dan Kompensasi Dengan Kepuasan Kerja Guru Di Sekolah Menengah Pertama Negeri Se Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasional dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) terdapat hubungan positif lingkungan kerja dengan kepuasan kerja guru, (2) terdapat hubungan positif kompensasi dengan kepuasan kerja guru, (3) terdapat hubungan positif antara lingkungan kerja dan kompensasi secara bersama-sama dengan kepuasan kerja guru.
Konsep Pendidikan Pembebasan Dalam Perspektif Islam (Studi Pemikiran Paulo Freire) Rinaldi Datunsolang
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 5 No 1 (2017): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan paradigma pendidikan Islam dari otoriter ke paradigma demokratis, tertutup ke keterbukaan, doktriner ke partisipatoris. Perombakan paradigmatik tidak bisa ditawar lagi, mengingat kompleksitas problem umat semakin meningkat. Adanya sinkrionisasi antara lembaga-lembaga pendidikan Islam dengan lingkungan masyarakat dimana pendidikan yang berorientasi pembebasan dapat tercapai. Masyarakat perlu membudayakan tradisi kritis, dialog, keterbukaan, semangat pluralisme dan praktek-praktek yang menyentuh problem-problem kaum tertindas(mustadhafin). Baik secara politik, ekonomi, sosial maupun budaya. Tentu dengan pendekatan kultural akan sangat berarti dalam mencerahkan rakyat dalam program penyadaran dan pemberdayaan bukan pemaksaan. Setidaknya kegelisahan akan model pendidikan dewasa ini yang hanya berorientasi knowledge ansich dan kurang memepertimbangkan pada nilai (value) dapat teratasi. Mengingat kebutuhan manusia yang berpihak pada nilai, tidak sekedar kepentingan sesaat sangat diharapkan dalam melakukan tugas-tugas liberatif atau pemberdayaan masyarakat.
Konsep Pendidikan Anak Menurut Al-Qur’an Perspektif Muhammad Quraish Shihab Eka Prasetiawati
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 5 No 1 (2017): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini, penulis mencoba meneliti Konsep Pendidikan Anak Menurut Alquran Perspektif Muhammad Quraish Shihab. Latar belakang penulisan ini sebuah fenomena yang kontras terhadap keberhasilan mendidik anak dalam kehidupan masyarakat. Setiap anak adalah individu yang tidak dapat diibaratkan sebagai tanah liat yang bisa ”dibentuk” sesuka hati oleh orang tua. Namun harus disesuaikan dengan perkembangan jiwa dan potensi anak sebagai tanda kasih sayang dan tanggung jawab moral orang tua yang secara konsisten dilandasi oleh sikap dipercaya dan mempunyai suatu pola relasi hubungan antara kesadaran kewajiban dengan kepatuhan terhadap orang tua. Oleh karena itu sikap kesadaran orang tua dan pendidik dalam mendidik anak akan menghasilkan generasi bangsa yang berkarakter dan berakhlakul karimah sesuai tujuan pendidikan Islam. Rumusan masalah dalam penulisan ini adalah (1) Bagaimana paradigma pendidikan karakter dalam Islam? (2) bagaimana konsep pendidikan anak menurut Alquran perspektif M.Quraish Shihab? (3) Bagaimana Kisah Luqman dalam Alquran?. Penelitian ini bermanfaat bagi penulis untuk menambah wawasan pola pikir, sikap, dan pengalaman sebagai upaya peningkatan kualitas dalam pembelajaran, yakni dengan memahami konsep pendidikan anak menurut Alquran ditinjau dalam perspektif Muhammad Quraish. Serta mampu memberikan kritik terhadap apa yang sudah ada sebelumnya sehingga menambah wacana dalam kajian Pendidikan Anak di Indonesia. Dari hasil penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa perspektif Muhammad Quraish Shihab mengenai Konsep Pendidikan Anak Menurut Alquran mencakup beberapa hal, yaitu syukur kepada Allah, larangan syirik (menyekutukan Allah), berbakti kepada orang tua/birrul walidain, mempunyai akidah yang kuat dengan landasan iman dan takwa dimanapun keberadaan kita, perintah ibadah meliputi shalat, amar ma’ruf, dan sabar serta menanamkan budaya dan adat istiadat masyarakat yang tidak bertentangan dengan ajaran agama, akhlak terhadap diri sendiri dan orang lain, yakni dengan bersikap lemah lembut, sopan dalam berjalan dan berbicara.
Teori Kepemimpinan Dalam Lembaga Pendidikan Islam Djunawir Syafar
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 5 No 1 (2017): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang menentukan pencapaian visi, misi dan tujuan dari suatu lembaga atau organisasi. Dalam konteks lembaga pendidikan Islam, komponen yang menjadi motor penggerak kepemimpinan tersebut adalah kepala sekolah/madrasah, guru, staf dan seluruh elemen pendidikan. Dalam tulisan ini, penulis menemukan ada sembilan teori kepemimpinan yang ada relevansinya dengan tipe kepemimpinan dalam lembaga pendidikan Islam yaitu; teori otokratis dan kepemimpinan otokratis, teori psikologis, teori sosiologis, teori suportif, teori laissez faire, teori kelakuan pribadi, teori sifat orang-orang besar (traits of great man), teori situasi dan teori humanistik/populistik. Teori tersebut dapat dijadikan tolak ukur untuk mengetahui, mengidentifikasi dan mengevaluasi sikap, perilaku, kebijakan, hingga gaya kepemimpinan seseorang. Biasanya, kebijakan seorang pemimpin dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti perilaku, pengetahuan, situasi dan kepentingan. Maka, menjadi menarik jika keberadaan teori kepemimpian tersebut dijadikan nilai-nilai dasar pengetahuan untuk mempelajari lebih dalam model dan karakteristik kepemimpinan dalam lembaga pendidikan Islam.
Penerapan Sikap Pemimpin Menurut Perspektif Al-Qur’an Dalam Konsep Pengawasan dan Evaluasi Andhika Sakti
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2020): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v8i1.537

Abstract

ABSTRAK Dalam islam, konsep kepemimpinan diyakini mempunyai nilai yang khas dari sekedar kepengikutan bawahan dan pencapaian tujuan lembaga. Ada nilai-nilai transcendental yang diperjuangkan dalam kepemimpinan islami dalam organisasi apapun. Nilai-nilai tersebut menjadi pijakan dalam melakukan aktifitas kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam tentang bagaimana seharusnya penerapan sikap pemimpin yang baik dan benar sesuai Al-Qur’an khususnya pada aspek pengawasan dan evaluasi. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah metode tafsir maudhu’I ( tematik ), dari QS. Al-Baqarah ayat 30-31 dan Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 21 dapat diambil kesimpulan tentang ciri-ciri pemimpin yang baik yang harus bisa diterapkan oleh seorang pemimpin didalam kehidupan yaitu, pertama pemimpin harus memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk mengendalikan lembaga atau organisasinya, kedua pempin harus dapat menjadi suri tauladan bagi para anggotanya. Dalam islam ada tiga konsep pengawasan, yang pertama manusia melaporkan kesaksian atas dirinya, kedua Allah mengawasai secara langsung, ketiga Allah mengutus para malaikat untuk mengawasi umatnya. Dan ada tiga konsep Evaluasi dalam Al-Qur’an yaitu Al-Inba’, Al-Hisab, Al-Bala.
Analisis Kebijakan Pendidikan Islam Pada Awal Era Reformasi (1998-2004) Amin Maghfuri
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2020): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v8i1.614

Abstract

Kondisi dan keberadaan pendidikan Islam di Indonesia hari ini tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang yang berkenaan dengan pengaruh konstelasi politik serta kebijakan-kebijakan yang lahir pada periode-periode sebelumnya. Era reformasi yang lahir pasca-tumbangnya orde baru memencikkan harapan baru akan kondisi yang demokratis di semua bidang, termasuk pendidikan. Artikel ini dimaksudkan untuk menganalisis kondisi sosial-politik pada masa awal reformasi serta pengaruhnya terhadap lahirnya kebijakan dan kondisi pendidikan Islam pada masa tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa gejolak yang terjadi pada awal era reformasi menyita perhatian pemerintah untuk melakukan stabilisasi di bidang politik dan keamanan. Penentuan arah baru atau reformasi pendidikan –termasuk pendidikan Islam– baru tampak setelah kondisi politik dan keamanan stabil. Hasil yang paling menonjol dari upaya reformasi pendidikan tersebut tampak dalam Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional yang terbit pada tahun 2003.