cover
Contact Name
Nur Hidayah
Contact Email
iqtishad@uinjkt.ac.id
Phone
+62217401925
Journal Mail Official
iqtishad@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Faculty of Shariah and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jl. Ir. H. Juanda 95, Ciputat, South Tangerang, Banten-15412
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Al-Iqtishad : Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah (Journal of Islamic Economics)
ISSN : 2087135X     EISSN : 24078654     DOI : 10.15408/aiq.v14i1.
This journal focused on Islamic law on economics and finance studies and present developments through the publication of articles. Specifically, the journal will deal with topics, including but not limited to Islamic law on Islamic Banking, Islamic Marketing, Islamic Human Resources, Islamic Finance, Zakah, Waqf, Poverty Alleviation, Islamic Public Finance, Monetary Economics, Economic Development, Maqasid al-Shariah, Institutional Economics, Islamic management, Behavioural Economics and Finance, Corporate Governance, Risk Management, Shariah issues, Financial Engineering, Securitization and Sukuk, Islamic Capital Markets, Insurance and Takaful, Regulatory Issues, Corporate Social Responsibility in Islam and other topics which related to this area. The journal is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles 707 Documents
Resisting Financial Predation: A Community-Based Financial Literacy Strategy to Mitigate Illegal Investment Risk in Coastal Indonesia Shalihah, Mar'atun; Amin, Deny Yarusain; Yaman, Afdhal; Waluyo, Bambang; Ningsih, Tri Fitria
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Sharia and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v17i1.45438

Abstract

This study develops a financial literacy–based strategy to mitigate illegal investment risks in vulnerable coastal communities using a Financial Vulnerability Index (IKF) and a Multi-Criteria Decision-Making (MCDM) approach integrating AHP and TOPSIS. Conducted in three Central Maluku villages, the IKF combines economic vulnerability, financial literacy, and access to finance. Findings show Wailulu and Asilulu as highly vulnerable (IKF > 0.90), while Tulehu is more resilient. AHP-TOPSIS results rank community-based training as the most effective strategy, followed by local media literacy and fishermen cooperative engagement. These findings validate the Community-Embedded Literacy Delivery Model (CELDM), highlighting the effectiveness of localized, participatory approaches. The study informs inclusive and adaptive financial literacy policies targeting high-risk populations. Abstrak:Penelitian ini mengembangkan strategi mitigasi investasi ilegal berbasis literasi keuangan bagi komunitas pesisir rentan dengan menggabungkan Indeks Kerentanan Finansial (IKF) dan pendekatan MCDM (AHP-TOPSIS). Studi dilakukan di tiga desa di Maluku Tengah, dengan IKF mencakup dimensi kerentanan ekonomi, literasi keuangan, dan akses keuangan. Wailulu dan Asilulu tergolong sangat rentan (IKF > 0,90), sementara Tulehu lebih tangguh. Hasil AHP-TOPSIS menunjukkan pelatihan komunitas sebagai strategi paling efektif, diikuti kampanye media lokal dan kemitraan koperasi nelayan. Temuan ini menguatkan Model Penyampaian Literasi Berbasis Komunitas (CELDM), dan memberikan dasar bagi kebijakan literasi keuangan yang inklusif dan kontekstual.
Akad Murokab on the DSN-MUI Fatwa and its Effect on Islamic Bank Funding Products Fatah, Dede Abdul; Muchtasib, Ach. Bakhrul; Rahmatullah, Indra; Soydan, Mustafa Zafer
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Sharia and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v14i1.25620

Abstract

The study determines whether Islamic bank management understands hybrid contracts in the DSN-MUI funding fatwa and its influence on developing funding products in Islamic banks. The type of research used is normative juridical to examine the application of Islamic legal rules both at the methodological level (uṣul fiqh) and fiqh rules and at the product level (fiqh). The primary data of this study comes from the DSN-MUI fatwa and interviews to explore the understanding of Islamic bank management towards hybrid contracts in the DSN-MUI funding fatwa. This study indicates that from eight fatwas on DSN- MUI funding products, only fatwa No. 86 and 87 containing hybrid contracts. There are several theoretical frameworks, standards, and limitations (ḍawābiṭ) that the DSN-MUI has determined. The study also shows that the management of Islamic banks, generally, has understood the theoretical framework, standards and limitations of hybrid contracts on Islamic bank funding products only in textual concept. The textual understanding can increase the portfolio of funding products. This can be evidenced by the increasing portfolio of muḍārabah savings and income smoothing programs at Islamic banks.  Abstrak Penelitian ini mengkaji apakah manajemen bank syariah memahami kontrak hybrid dalam fatwa pendanaan DSN-MUI dan pengaruhnya terhadap pengembangan produk pendanaan di bank syariah. Metode yuridis normatif digunakan untuk mengkaji penerapan kaidah hukum Islam baik pada tataran metodologis (ushul fiqh) dan kaidah fikih maupun tataran produk (fikih). Data utama penelitian ini bersumber dari fatwa DSN-MUI dan wawancara untuk menggali pemahaman manajemen bank syariah terhadap multi akad pada fatwa pendanaan DSN-MUI. Penelitian ini menunjukan bahwa dari 8 fatwa produk pendanaan DSN-MUI hanya fatwa No. 86 dan 87 yang terdapat multi akad dengan beberapa kerangka teori, standar, dan batasan-batasan (ḍawābiṭ) yang telah ditentukan oleh DSN-MUI agar tidak terjeurumus pada multi akad yang dilarang. Penelitian ini juga menunjukan bahwa manajemen bank Syariah secara umum sudah memahami kerangka teori, standar dan batasan-batasan multi akad pada produk pendanaan bank Syariah pada konsep tekstual di mana dapat mempengaruhi peningkatan portofolio produk penadanaan. Hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya portofolio tabungan mudharabah dan program income smoothing di bank Syariah.
The Political Economy of Household Expenditure in Indonesia Alexandi, Muhammad Findi; Murti, Prima Puspita Indra
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Sharia and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v14i1.22794

Abstract

The study analyzed the data released by BPS RI from 2010 to 2019. There is a tendency for the growth rate of Indonesian people's spending on food and non-food to be lower than the growth rate of its national disposable income. This shows that Indonesian income has entered the upper-middle-income level. Further, some of the income earned has been saved or invested. A descriptive analysis and double linear regression analysis are used in this study. Data shows that household spending on GDP in Indonesia is more than 50%. This study finds a shift in household expenditure structure between food and non-food consumption. Food expenditure experienced a steep decline from 1999 to 2019. The analysis shows that independent variables encompassing inflation, national disposable income, public saving position and ZIS funds distribution significantly influenced household expenditure.  AbstrakPenelitian ini menganalisis data yang dirilis BPS RI tahun 2010 hingga 2019 tentang kecenderungan laju pertumbuhan pengeluaran masyarakat Indonesia untuk makanan dan nonmakanan. Data menjelaskan bahwa pengeluaran makana lebih rendah dari pendapatan disposabel nasional. Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan masyarakat Indonesia memasuki tingkat pendapatan menengah ke atas. Saat ini, lebih banyak orang yang menginvestasikan pendapatan mereka. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda dan menunjukkan bahwa pengeluaran rumah tangga terhadap PDB di Indonesia lebih dari 50%. Struktur pengeluaran rumah tangga dari konsumsi makanan bergeser ke bukan makanan. Ditemukan bahwa pengeluaran pangan mengalami penurunan tajam dari tahun 1999 hingga 2019. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel bebas yang meliputi inflasi, pendapatan disposabel nasional, posisi tabungan masyarakat, dan penyaluran dana ZIS berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran rumah tangga.
Bridging Sukuk and Foreign Direct Investment for Renewable Energy: Toward a Justice-Oriented Legal Framework in Developing Islamic Economies Agara, Wahyu Priacane; Hariyani, Happy Febrina
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Sharia and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v17i1.44764

Abstract

This study investigates how sukuk and foreign direct investment (FDI) can be integrated as complementary legal-financial tools to finance renewable energy in Indonesia, Malaysia, and Pakistan. Using a comparative qualitative legal method, it applies maqāṣid al-sharīʿah, institutional economics, and legal pluralism to evaluate alignment between current regulations and Islamic ethical values such as environmental protection (ḥifẓ al-bīʿah), wealth preservation (ḥifẓ al-māl), and justice (ʿadl). Findings indicate that fragmented regulations and weak Shariah governance constrain Islamic green finance. Malaysia shows stronger regulatory integration, while Indonesia and Pakistan face gaps between Islamic law and environmental policy. The study proposes an Islamic Green Governance Model that fuses ESG and Shariah standards to promote legal certainty, ethical investment, and justice-based decarbonization. Islamic finance is reframed not just as a funding mechanism, but as a vehicle for ethical sustainability aligned with Shariah objectives. Abstrak:Studi ini mengkaji integrasi sukuk dan investasi asing langsung (FDI) sebagai instrumen hukum-keuangan untuk membiayai energi terbarukan di Indonesia, Malaysia, dan Pakistan. Dengan metode hukum kualitatif-komparatif, pendekatan ini menggunakan maqāṣid al-sharīʿah, ekonomi kelembagaan, dan pluralisme hukum untuk menilai kesesuaian regulasi dengan nilai etika Islam seperti perlindungan lingkungan (ḥifẓ al-bīʿah), harta (ḥifẓ al-māl), dan keadilan (ʿadl). Hasilnya menunjukkan bahwa fragmentasi hukum dan lemahnya tata kelola syariah menghambat pembiayaan hijau Islam. Malaysia memiliki integrasi regulasi yang lebih baik dibandingkan Indonesia dan Pakistan. Studi ini mengusulkan Model Tata Kelola Hijau Islam yang menggabungkan standar ESG dan syariah guna memperkuat kepastian hukum, investasi etis, dan dekarbonisasi yang adil. Keuangan Islam diposisikan bukan sekadar alat pendanaan, tetapi sebagai penggerak transformasi etis dan berkelanjutan sesuai tujuan syariah.
Sharia Financial Institutions Compliance Towards Islamic Principles in Performing Intermediation Functions Usman, Mizaj Iskandar
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Sharia and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v14i1.25632

Abstract

 This study aims to determine the factors of non-compliance with Islamic principles in Islamic Financial Institutions (IFIs). This article argues that IFIs must comply with Islamic principles based on the DSN-MUI fatwa, even though in the Indonesian legal hierarchy, DSN-MUI fatwas are not binding. IFIs show ambiguity in complying with Islamic principles when carrying out their intermediation function. Several other factors also cause IFIs' lack of compliance with sharia principles. These include the lack of applicability of the DSN-MUI fatwas, the conflict of interest of the Sharia Supervisory Board (SSBs), and competency issues among SSBs members. To address these issues, it is necessary to strengthen the regulations that make DSN-MUI an authoritative institution in establishing the sharia principles and the fatwas methodology. Thus, the fatwas are more applicable and avoid ambiguity. Furthermore, SSBs need re-structurization to be independent internal supervisory agencies. AbstrakPenelitian bertujuan mengetahui faktor-faktor ketidakpatuhan lembaga keuangan syariah (LKS) pada prinsip-prinsip Islam. Artikel ini menyebutkan LKS harus mematuhi prinsip-prinsip Islam sesuai fatwa DSN-MUI, walaupun dalam hierarki hukum Indonesia, DSN-MUI bukanlah sebuah lembaga otoritatif yang menerbitkan hukum mengikat. LKS tampak ambigu dalam mematuhi prinsip-prinsip Islam saat menjalankan fungsi intermediasinya. Ketidakpatuhan LKS kepada prinsip-prinsip syariah juga disebabkan oleh beberapa faktor lain, seperti: tidak aplikatifnya fatwa DSN-MUI; munculnya konflik kepentingan DPS; dan masalah kompetensi anggota DPS. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, perlu adanya perbaikan regulasi yang menjadikan DSN-MUI sebagai lembaga otoritatif, agar fatwa yang dikeluarkan lebih aplikatif dan tidak menimbulkan multi tafsir. Sementara dari sisi DPS, perlu adanya regulasi merestrukturisasi organisasi DPS dengan menepatkannya sebagai lembaga pengawas internal yang independen.
Loans Without Time Value: Rethinking Justice, Reciprocity, and Ribā in the Sinoman Tradition of Javanese Islamic Economics Solichin, Nur Mifchan; Nuraini, Diah
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Sharia and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v17i1.41451

Abstract

The article examines the challenges of justice in Sinoman culture in the era of contemporary Islamic economics, focusing on the Time Value of Money (TVM) concept. Using a descriptive qualitative approach and a case study in Brangsong Village, Kendal, data were collected through interviews and observations. Theories like al-ghunmu bi al-ghurmi and al-kharāj bi al-ḍamān explain how sinoman ensures fair distribution of benefits and risks without exploitation or TVM inequality. Social reciprocity is driven by solidarity and collective responsibility, not mere financial profit. Sinoman embodies distributive and commutative justice, rejects usury, and reflects local gotong royong, yet faces challenges within TVM-based modern Islamic economics. Abstrak:Artikel ini mengkaji secara kritis konsep keadilan dalam praktik tradisional sinoman di Jawa, dalam konteks ekonomi Islam kontemporer yang banyak bergantung pada konsep Time Value of Money (TVM). Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini berbasis pada penelitian lapangan di Desa Brangsong, Kabupaten Kendal, melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Analisis didasarkan pada prinsip keadilan ekonomi Islam seperti al-ghunmu bi al-ghurmi dan al-kharāj bi al-ḍamān yang menekankan distribusi manfaat dan tanggung jawab risiko secara adil. Praktik sinoman mencerminkan sistem pertukaran sosial non-finansial yang didasarkan pada solidaritas, keadilan distributif dan komutatif, serta penolakan terhadap ribā. Tradisi ini memperlihatkan semangat gotong royong dan resistensi terhadap komodifikasi waktu dalam relasi ekonomi. Namun, tantangan muncul ketika sinoman dihadapkan dengan sistem keuangan Islam modern yang mengadopsi TVM sebagai dasar pengukuran keuntungan dan risiko. Artikel ini memberikan kontribusi terhadap wacana epistemologis ekonomi Islam dengan menunjukkan bahwa tradisi lokal dapat menjadi paradigma alternatif keadilan yang tidak berpusat pada kapital.
Overview of Halal Cosmetics in a Decade: A Bibliometric Analysis Suryani, Wan; Subri, Irwan Mohd; Rafiki, Ahmad; Tobing, Fitriani; Hidayat, Sutan Emir
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Sharia and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v14i1.23361

Abstract

This article applies bibliometric analysis to examine existing works and literature on Halal Cosmetics to explore the concept’s evolving journey since its emergence. This study applies bibliometric approaches such as citation, co-citation, and co-occurrence of author keywords based on a bibliometric analysis of 137 publications extracted from the Scopus database between 2004 and September 2021. This research examines and elaborates the kind and direction of research on Halal cosmetics undertaken over the last few decades. It also identifies the most influential writers, journals, institutions, and countries concerning Halal cosmetics. This study might provide academics and practitioners with detailed insights into the Halal cosmetics concepts, which can subsequently be used as a reference for strategic efforts. AbstrakArtikel ini menerapkan analisis bibliometrik untuk mengkaji karya dan literatur yang ada tentang kosmetik halāl untuk mengeksplorasi perjalanan konsep yang berkembang sejak kemunculannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan bibliometrik seperti sitasi, co-citation, dan co-occurrence 137 publikasi yang diambil dari database Scopus antara tahun 2004 dan September 2021. Penelitian ini mengkaji dan menguraikan jenis dan arah penelitian tentang kosmetik halāl yang dilakukan selama beberapa dekade terakhir serta mengidentifikasi penulis, jurnal, institusi, dan negara paling berpengaruh tentang kosmetik halāl. Analisis SWOT singkat termasuk dalam penelitian ini. Kajian ini memberikan wawasan yang mendetail kepada akademisi dan praktisi tentang konsep kosmetik halāl, yang selanjutnya dapat digunakan sebagai referensi untuk upaya-upaya strategis.
Governance Transformation in Indonesia’s Banking Sector: Regulatory Pressures and Institutional Dynamics in the Conversion of Bank Riau Kepri to Islamic Banking Megawati, Devi; Khairunisa, Madona; Zulkifli, Zulkifli
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Sharia and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v17i1.46353

Abstract

This study investigates the governance transformation underpinning the conversion of Bank Riau Kepri (BRK) into Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah), focusing on the interplay between regulatory pressure, institutional dynamics, and strategic intent. Using a qualitative case study design, the analysis reveals that the conversion was driven by a combination of internal aspirations for regional economic leadership and external pressures, including regulatory encouragement and alignment with national Islamic finance roadmaps. While institutional support and political endorsement facilitated the conversion, challenges remain in harmonizing Sharia principles with operational realities, including staff capacity, legacy systems, and market adaptation. The study contributes to the growing discourse on conventional-to-Islamic bank conversion by highlighting how regulatory ecosystems, institutional inertia, and governance reform intersect in shaping the trajectory of Islamic banking transformation in Indonesia. Abstrak:Studi ini menelaah transformasi tata kelola yang mendasari proses konversi Bank Riau Kepri (BRK) menjadi Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah), dengan menyoroti interaksi antara tekanan regulasi, dinamika kelembagaan, dan strategi institusional. Melalui pendekatan studi kasus kualitatif, temuan penelitian menunjukkan bahwa proses konversi dipicu oleh aspirasi internal untuk menjadi pemimpin ekonomi regional serta dorongan eksternal berupa dukungan regulatif dan sinkronisasi dengan peta jalan keuangan syariah nasional. Meskipun konversi difasilitasi oleh dukungan kelembagaan dan legitimasi politik, tantangan tetap muncul dalam menyelaraskan prinsip-prinsip syariah dengan praktik operasional, termasuk kapasitas SDM, sistem warisan, dan adaptasi pasar. Studi ini memperkaya wacana tentang konversi bank konvensional menjadi bank syariah dengan menyoroti bagaimana ekosistem regulatif, inersia kelembagaan, dan reformasi tata kelola membentuk arah transformasi perbankan syariah di Indonesia.
Toward Shariah-Compliant Contract Governance in Islamic Banking Spin-Offs: Legal Reflections on Indonesia’s Law No. 4/2023 Mahfudz, Akhmad Affandi; Firdaus, Iqbal Maulana; Kuanova, Laura Kuanova
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Sharia and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v17i1.46725

Abstract

Indonesia’s Law No. 4/2023 requires Islamic banking units (UUS) to spin off into independent Islamic commercial banks (BUS), raising Shariah compliance concerns over ongoing contracts. This study examines three key contracts—musyārakah, muḍārabah, and ijārah—using qualitative analysis of laws, fatwas, and institutional documents. It identifies four key issues: early termination, defaults during restructuring, unclear asset transfers, and changes in contract objects. These issues threaten both Shariah integrity and legal certainty. The paper proposes a governance framework grounded in qawāʿid fiqhiyyah and maqāṣid al-sharīʿah to guide ethical contract transitions. The findings offer practical insights for regulators, Shariah boards, and industry stakeholders to align legal reforms with Islamic principles. Abstrak:UU No. 4/2023 mengharuskan Unit Usaha Syariah (UUS) bertransformasi menjadi Bank Umum Syariah (BUS), menimbulkan persoalan kepatuhan syariah atas kontrak berjalan. Studi ini mengkaji tiga akad utama—musyarakah, mudharabah, dan ijarah—dengan analisis kualitatif terhadap regulasi, fatwa, dan dokumen kelembagaan. Ditemukan empat isu utama: pemutusan dini, gagal bayar saat restrukturisasi, pengalihan aset yang tidak jelas, dan perubahan objek akad. Masalah ini berisiko melemahkan kepastian hukum dan integritas syariah. Studi ini menawarkan kerangka tata kelola berbasis qawāʿid fiqhiyyah dan maqāṣid al-sharīʿah untuk menjamin transisi kontrak yang etis. Temuan memberikan panduan bagi regulator, DPS, dan industri agar reformasi hukum selaras dengan prinsip syariah.
Unlocking Real Sector Growth through Sukuk: Regulatory Challenges and Developmental Impacts in Indonesia Desiana, Desiana; Salsabila, Raddine; Sarmigi, Elex
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Sharia and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v17i1.44906

Abstract

This study explores how sukuk regulations boost investor participation and impact productive sectors in Indonesia. Using a normative juridical approach, it examines relevant laws and literature. Findings show that regulations from OJK, DSN-MUI, and the Ministry of Finance have supported sukuk market growth. However, complex issuance procedures and limited secondary market liquidity remain key challenges. Despite this, sukuk has contributed to infrastructure, green energy projects, and MSME development. The study recommends simplifying regulations, enhancing market liquidity, and innovating sukuk products to strengthen their role in driving sustainable economic growth. Abstrak:Penelitian ini mengkaji efektivitas regulasi sukuk dalam mendorong partisipasi investor dan dampak ekonominya pada sektor produktif di Indonesia. Dengan pendekatan yuridis normatif, penelitian ini menelaah peraturan dan literatur terkait. Studi ini menunjukkan bahwa regulasi dari OJK, DSN-MUI, dan Kementerian Keuangan mendukung pertumbuhan pasar sukuk. Namun, prosedur penerbitan yang kompleks dan terbatasnya likuiditas pasar sekunder masih menjadi tantangan utama. Meski demikian, sukuk telah berkontribusi pada pembangunan infrastruktur, proyek energi hijau, dan pengembangan UMKM. Studi ini merekomendasikan penyederhanaan regulasi, peningkatan likuiditas pasar, dan inovasi produk sukuk untuk memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 2 (2025) Vol 17, No 1 (2025) Vol. 16 No. 2 (2024) Vol 16, No 2 (2024) Vol. 16 No. 1 (2024) Vol 16, No 1 (2024) Vol. 15 No. 2 (2023) Vol 15, No 2 (2023) Vol. 15 No. 1 (2023) Vol 15, No 1 (2023) Vol 14, No 2 (2022) Vol. 14 No. 2 (2022) Vol 14, No 1 (2022) Vol. 14 No. 1 (2022) Vol. 13 No. 2 (2021) Vol 13, No 2 (2021) Vol. 13 No. 1 (2021) Vol 13, No 1 (2021) Vol. 12 No. 2 (2020) Vol 12, No 2 (2020) Vol. 12 No. 1 (2020) Vol 12, No 1 (2020) Vol 11, No 2 (2019) Vol. 11 No. 2 (2019) Vol. 11 No. 1 (2019) Vol 11, No 1 (2019) Vol 10, No 2: July 2018 Vol. 10 No. 2 (2018) Vol. 10 No. 1 (2018) Vol 10, No 1: January 2018 Vol. 9 No. 2 (2017) Vol 9, No 2: July 2017 Vol. 9 No. 1 (2017) Vol 9, No 1: January 2017 Vol 8, No 2: July 2016 Vol. 8 No. 2 (2016) Vol 8, No 1: January 2016 Vol. 8 No. 1 (2016) Vol. 7 No. 2 (2015) Vol 7, No 2: July 2015 Vol. 7 No. 1 (2015) Vol 7, No 1: January 2015 Vol 6, No 2: July 2014 Vol. 6 No. 2 (2014) Vol. 6 No. 1 (2014) Vol 6, No 1: January 2014 Vol. 5 No. 2 (2013) Vol 5, No 2: July 2013 Vol 5, No 2: July 2013 Vol 5, No 1: January 2013 Vol. 5 No. 1 (2013) Vol 5, No 1: January 2013 Vol 4, No 2: July 2012 Vol 4, No 2: July 2012 Vol. 4 No. 2 (2012) Vol 4, No 1: January 2012 Vol. 4 No. 1 (2012) Vol 4, No 1: January 2012 Vol 3, No 2: July 2011 Vol. 3 No. 2 (2011) Vol. 3 No. 1 (2011) Vol 3, No 1: Januari 2011 Vol 3, No 1: Januari 2011 Vol 2, No 2: July 2010 Vol. 2 No. 2 (2010) Vol 2, No 1: January 2010 Vol. 2 No. 1 (2010) Vol. 1 No. 2 (2009) Vol 1, No 2: July 2009 Vol 1, No 1: January 2009 Vol. 1 No. 1 (2009) More Issue