cover
Contact Name
Nur Hidayah
Contact Email
iqtishad@uinjkt.ac.id
Phone
+62217401925
Journal Mail Official
iqtishad@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Faculty of Shariah and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jl. Ir. H. Juanda 95, Ciputat, South Tangerang, Banten-15412
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Al-Iqtishad : Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah (Journal of Islamic Economics)
ISSN : 2087135X     EISSN : 24078654     DOI : 10.15408/aiq.v14i1.
This journal focused on Islamic law on economics and finance studies and present developments through the publication of articles. Specifically, the journal will deal with topics, including but not limited to Islamic law on Islamic Banking, Islamic Marketing, Islamic Human Resources, Islamic Finance, Zakah, Waqf, Poverty Alleviation, Islamic Public Finance, Monetary Economics, Economic Development, Maqasid al-Shariah, Institutional Economics, Islamic management, Behavioural Economics and Finance, Corporate Governance, Risk Management, Shariah issues, Financial Engineering, Securitization and Sukuk, Islamic Capital Markets, Insurance and Takaful, Regulatory Issues, Corporate Social Responsibility in Islam and other topics which related to this area. The journal is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles 707 Documents
Cash Waqf Optimalization of Baitul Maal wat Tamwil in Indonesia: A Business Model Canvas Strategy Umam, Khoirul; Aruni Mafaza, Syofi; Afifah Ahmad, Rusyda; Arif, Suyoto
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Sharia and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i1.35401

Abstract

This research aims to create a Cash Waqf model using a canvas model approach that can be applied to Islamic microfinance institutions (BMT), taking into account opportunities and challenges. The Analytic Network Process (ANP) method was employed in this research through interviews, Focus Group Discussions (FGD), and questionnaires processed with SuperDecision software. The research results indicate that, first, the researcher proposes a Cash Waqf microfinance fund model for BMT. Second, respondents showed a high level of agreement in selecting the criteria for the Cash Waqf model. Third, in its implementation, BMT will face opportunities such as the use of IT in management systems, the ability to reach out to the poor, special financing schemes, emotional closeness to customers, ease of customer access to offices, and MSME interest in this Cash Waqf micro fund model. The challenges faced include low public trust, lack of management certification, limited customer identification, competition with moneylenders, limited financing amounts, and suboptimal customer identification.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk membuat model wakaf tunai menggunakan pendekatan model kanvas yang dapat diterapkan pada Lembaga Keuangan  Mikro Syariah (BMT), dengan mempertimbangkan peluang dan tantangan.  Metode Analytic Network Process (ANP) digunakan dalam penelitian ini melalui  wawancara, FGD, dan kuesioner yang diolah dengan software SuperDecision.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, peneliti mengusulkan model  dana keuangan mikro wakaf tunai untuk BMT. Kedua, responden menunjukkan  kesepakatan yang tinggi dalam memilih kriteria model wakaf tunai. Ketiga, dalam  penerapannya, BMT akan menghadapi peluang seperti: penggunaan IT dalam  sistem pengelolaan, kemampuan merangkul masyarakat miskin, skema pembiayaan  khusus, kedekatan emosional dengan nasabah, kemudahan akses nasabah ke kantor,  dan minat UMKM terhadap model dana mikro wakaf tunai ini. Tantangan yang dihadapi meliputi: rendahnya kepercayaan masyarakat, kurangnya sertifikasi  pengelola, identifikasi nasabah, persaingan dengan rentenir, keterbatasan jumlah pembiayaan, dan identifikasi nasabah yang belum optimal.
Digital Readiness of Zakat Management Organization in West Sumatera Gusti Dirga Alfakhri Putra; Ahmad Wira; Aidil Novia
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Shariah and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v15i2.35504

Abstract

Abstract. This study evaluates the digital readiness of private and community-owned zakat management organizations in West Sumatra. The research uses the digital readiness index developed by the National Amil Zakat Agency and the Department of Sharia Economics of Bank Indonesia. A quantitative approach and a multi-stage weighted index calculation method are utilized. The sample consists of eight private zakat management organizations in West Sumatra with operational permits from the Regional Office of the Ministry of Religious Affairs. The results indicate that the overall digital readiness of zakat management organizations in West Sumatra is very good. The collection dimension shows a high level of digitalization readiness, while the distribution, utilization, and reporting dimensions also received a very good rating. Six of the eight institutions fall into the very good category when evaluated individually, while the remaining two are classified as good. With these results, zakat management can be optimized in various aspects. Abstrak. Penelitian ini mengkaji kesiapan digital organisasi pengelola zakat swasta di Sumatera Barat, dengan menggunakan indeks kesiapan digital yang dikembangkan oleh Badan Amil Zakat Nasional dan Departemen Ekonomi Syariah Bank Indonesia. Pendekatan kuantitatif digunakan bersama dengan multi-stage weighted index calculation. Sampel terdiri dari delapan organisasi pengelola zakat swasta di Sumatera Barat yang memiliki izin operasional dariKantor Wilayah Kementerian Agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kesiapan digital organisasi pengelola zakat di Sumatera Barat sangat baik. Dimensi pengumpulan menunjukkan tingkat kesiapan digitalisasiyang tinggi. Sementara dimensi pendistribusian, pendayagunaan, dan pelaporan juga berada pada level sangat baik. Enam dari delapan lembaga masuk dalam kategori sangat baik jika dievaluasi secara individual, sedangkan dua sisanyatergolong baik. Dengan hasil tersebut, pengelolaan zakat dapat dioptimalkan pada berbagai aspek.
Financial Management Practices of Mosques in Indonesia: Is Self-Control Important for Moderation? Ahmad Habibi; Ahmad Hazas Syarif; Khavid Normasyhuri; Gustika Nurmalia
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Shariah and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v15i2.34865

Abstract

Abstract. This study aims to optimize the allocation of financial resources for religious institutions in Indonesia, focusing on Lampung Province context. The quantitative methods with Smart PLS fi.0 examine the relationship between financial knowledge, financial attitudes, and the influence of self-control on financial management. This aims to determine whether self-control can improve or hinder financial management. 500 respondents were selected randomly. Those who are involved as administrators of religious organizations in mosques in Lampung. Data was collected using a Google form and using a Likert Scale. Research findings show a positive relationship between financial knowledge, financial attitudes, and financial management. Self-control can improve the relationship between financial knowledge and financial attitudes towards the financial management of religious institutions. Furthermore, self-control can improve the relationship between financial knowledge and financial attitudes in the financial administration of religious institutions. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan alokasi sumber daya keuangan bagi lembaga keagamaan di Indonesia, dengan fokus pada konteks Provinsi Lampung. Metode kuantitatif dengan Smart PLS fi.0 digunakan untuk menguji hubungan pengetahuan keuangan, sikap keuangan, dan pengaruh pengendalian diri terhadap pengelolaan keuangan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengendalian diri dapat meningkatkan atau menghambat pengelolaan keuangan. 500 responden dipilih secara acak. Responden adalah orang yang terlibat sebagai pengurus organisasi keagamaan di masjid-masjid di Lampung. Data dikumpulkan dengan menggunakan Google form dan menggunakan Skala Likert. Temuan penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara pengetahuan keuangan,sikap keuangan, dan pengelolaan keuangan. Pengendalian diri dapat meningkatkan hubungan antara pengetahuan keuangan dan sikap keuangan terhadap pengelolaan keuangan lembaga keagamaan. Selanjutnya pengendalian diri dapat meningkatkan hubungan antara pengetahuan keuangan dan sikap keuangan dalam pengelolaan keuangan lembaga keagamaan.
An Effort to Increase Zakat Awareness: The Role of Public Figures Zaenal, Muhammad Hasbi; Susianti, Meis Winih; Ikhwan, Ihsanul; Adiningshih, Siti Maulida
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Sharia and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i1.39202

Abstract

This research aims to analyze the influence of public figures on the intention to pay zakat. The variables adopted in this research are variables related to the characteristics of public figures: trustworthiness, attractiveness, and expertise. This study succeeded in collecting primary data from 216 respondents which were then analyzed using the Structural Equation Modeling (SEM) method. This research shows that the variables trustworthiness, attractiveness, and expertise positively and significantly influence the intention to pay zakat. Based on the results, zakat institutions are expected to select reliable public figures who can be trusted by the community, have an appeal to the community, and have a good understanding and competence about zakat.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh public figures terhadap intensi membayar zakat. Variabel yang diadopsi dalam penelitian ini merupakan variabel yang terkait dengan karakteristik public figures yakni variabel trustworthiness, attractiveness, dan expertise. Studi ini berhasil mengumpulkan data primer dari 216 responden yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel trustworthiness, attractiveness, dan expertise secara positif signifikan memengaruhi intensi membayar zakat. Berdasarkan hasil penelitian ini, badan/lembaga zakat diharapkan dapat memilih public figures yang dapat diandalkan serta dapat dipercaya oleh masyarakat, memiliki daya tarik bagi masyarakat, serta memiliki pemahaman dan kompetensi yang baik tentang zakat.
The Nexus Between Islamic Human Development Index (I-HDI), Islamic Social Finance, Governance, and Poverty: A Case Study in ASEAN Utami, Fadia; Santosa, Purbayu Budi
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Sharia and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i1.36710

Abstract

Faktor kemiskinan bersifat multidimensi. Meskipun negara-negara ASEAN merupakan negara ekonomi Islam global terbaik, instrumen syariah belum dimanfaatkan dengan baik untuk mengatasinya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggabungkan instrumen sosial ekonomi syariah dan konvensional dengan menganalisis hubungan antara Indeks Pembangunan Manusia Islam (I-HDI), keuangan sosial Islam, dan enam indikator tata kelola terhadap kemiskinan. Data sebanyak 540 panel dari tahun 2007 hingga 2021 diambil dengan metode purposive sampling dan diuji dengan Fixed Effect Model. Penelitian ini menunjukkan bahwa I-HDI, filantropi Islam, akuntabilitas suara, dan pengendalian korupsi berpengaruh signifikan terhadap penanggulangan kemiskinan. Penelitian ini mengimplikasikan pemerintah di ASEAN untuk menggunakan I-HDI sebagai tolok ukur pembangunan manusia, memaksimalkan filantropi Islam untuk produktivitas, meningkatkan partisipasi publik, dan mengendalikan korupsi untuk kemiskinan anggota. Abstrak:Kemiskinan berasal dari faktor multidimensi. Meskipun negara di ASEAN merupakan negara dengan ekonomi Islam terbesar di dunia, instrumen syariah belum dimanfaatkan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menggabungkan instrumen sosial-ekonomi syariah dan konvensional dengan menganalisis hubungan antara Indeks Pembangunan Manusia Islam (I-HDI), keuangan sosial Islam, dan 6 indikator tata kelola pemerintahan terhadap kemiskinan. Data yang digunakan merupakan 540 data panel dari tahun 2007-2021 melalui metode purposive sampling dan diuji dengan Fixed Effect Model. Penelitian ini menunjukkan bahwa I-HDI, filantropi Islam, suara akuntabilitas, dan pengendalian korupsi berpengaruh signifikan terhadap pengurangan kemiskinan. Studi ini mengisyaratkan pemerintah di ASEAN untuk menggunakan I-HDI sebagai tolok ukur pembangunan manusia, memaksimalkan filantropi Islam untuk produktivitas, meningkatkan partisipasi publik, dan mengendalikan korupsi untuk mengentaskan kemiskinan.
Determinants of Profitability of Islamic Stocks: The Case of Jakarta Islamic Index (JII) Sofwan Sidik; Muhammad Wakhid Musthofa
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Shariah and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v15i2.30894

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the determinants of profitability of Islamic stocks using the case of Jakarta Islamic Index member companies in 2019-2023. The profitability as reflected in Rate of Return on Assets (ROA) of Jakarta Islamic Index (JII) member companies constantly fluctuates but, on average, decreases in 2023. It analyzes the influence of Total Asset Turnover (TATO), Net Profit Margin (NPM), Current Ratio (CR), and Debt Ratio (DR) on ROA. Secondary data obtained from the Indonesian Stock Exchange were analysed using the multiple linear regression method. It found that simultaneously, the independent variables of TATO, NPM, CR, and DR significantly affected the. Meanwhile, the TATO and NPM variables partially have a significant effect on ROA, while the CR and DR variables have no effect. To increase profitability, companies should maximize TATO and NPM while achieving asset efficiency, control costs, and manage debt wisely.  Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan profitabilitas saham syariah menggunakan studi kasus perusahaan anggota Jakarta Islamic Index tahun 2019-2023. Profitabilitas yang tercermin pada Rate of Return on Assets (ROA) perusahaan anggota Jakarta Islamic Index (JII) selalu berfluktuasi namun rata-rata mengalami penurunan pada 2023. Studi ini menganalisis pengaruh Total Asset Turnover (TATO), Net Profit Margin (NPM) ), Current Ratio (CR), dan Debt Ratio (DR) terhadap ROA. Data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia dianalisis dengan menggunakan metode regresi linier berganda. Temuan menunjukkan bahwa secara simultan variabel independen TATO, NPM, CR, dan DR berpengaruh secara signifikan. Sedangkan variabel TATO dan NPM secara parsial berpengaruh signifikan terhadap ROA, sedangkan variabel CR dan DR tidak berpengaruh. Untuk meningkatkan profitabilitas, perusahaan sebaiknya memaksimalkan TATO dan NPM dengan tetap melakukan efisiensi aset, mengendalikan biaya, dan mengelola utang dengan bijak.
Strategy to Accelerate Halal Certification for MSEs in Indonesia: An Analytic Network Process Approach aslam mei nur widigdo; Ai Nur Bayinah
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Shariah and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v15i2.33941

Abstract

Abstract. The implementation of halal certification in Indonesia by Micro and Small Enterprises (MSEs) is still low, even though there are mandatory provisions according to Law no. 33 of 2014 and there is a free halal certification program(SEHATI). This study aims to analyze the problems faced by the micro and small business sectors in implementing halal certification and formulate strategies to accelerate the implementation of halal certification. The research used the ANP (Analytic Network Process) framework. The data was obtained from interviews with seven expert respondents representing academics, practitioners, the Indonesian Ulama Council, and regulators. The results showed that the strategy that can be formulated to accelerate halal certification for the MSE sector is to combine three alternative strategies in the rder of priority, starting from simplifying the business process of the halal certification submission system, increasing the capability of MSE entrepreneurs, and finally increasing institutional synergy  Abstrak. Penerapan sertifikasi halal di Indonesia oleh Usaha Mikro dan Kecil masih rendah, walaupun sudah ada ketentuan wajib sesuai Undang-Undang No. 33 tahun 2014 dan adanya program sertifikasi halal gratis (SEHATI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi oleh sektor usaha mikro dan kecil dalam menerapkan sertifikasi halal serta merumuskan strategi akselerasi penerapan sertifikasi halal. Penelitian ini menggunakan kerangka ANP (Analytic Network Process). Data diperoleh berdasarkan wawancara dengan tujuh responden pakar yang mewakili akademisi, praktisi, MUI dan regulator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dapat diformulasikan untukmengakselerasi sertifikasi halal bagi sektor UMK adalah menggabungkan tiga alternatif strategi dengan urutan prioritas di mulai dari penyederhanaan proses bisnis sistem pengajuan sertifikasi halal, peningkatan kapabilitas pengusaha UMK dan terakhir peningkatan sinergi antar lembaga.
Legal Positivism and Fiqh Muamalah Paradigm’s on Indonesian Sharia Fintech Legal Framework Saifullah, Saifullah; Al Munawar, Faishal Agil; Bahagiati, Kurniasih; Supriyadi, Aditya Prastian
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Sharia and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i1.39237

Abstract

Sharia Financial Technology in Indonesia is regulated in OJK Regulation No. 10/POJK.05/2022 Concerning Information Technology-Based Joint Funding Services. According to researchers, enacting these regulations still needs improvement because they are disproportionate to the basic rules for implementing Sharia Fintech in Indonesia. A Fiqh Muamalah study needs to be conducted to reconstruct these rules into proportional rules. This research uses normative legal research methods. This research uses a statutory regulatory approach related to Fintech and DSN MUI Fatwa, as well as the Fiqh Muamalah conceptual approach. The results show that based on the Fiqh Muamalah indicator, OJK Regulation No. 10/POJK.05/2022 still needs to be in harmony with Fiqh Muamalah. The OJK Regulations have no concrete rules regarding what contracts can be used for Sharia Fintech schemes.  Abstrak:Financial Technology Syariah di Indonesia saat ini diatur dalam Peraturan OJK No. 10/POJK.05/2022 Tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi. Keberlakuan Peraturan tersebut masih perlu di perbaiki karena tidak proporsional sebagai aturan dasar penyelenggaraan. Perlu ada kajian Fikih Muamalah untuk Merekonstruksi aturan tersebut menjadi aturan yang proporsional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Pendekatan penelitian menggunakan Pendekatan Peraturan Perundang-undangan yang terkait dengan Fintech dan Fatwa DSN MUI, serta pendekatan Konseptual Fikih Muamalah. Hasil Penelitian menunjukkan, berdasarkan indikator Fikih Muamalah, Peraturan OJK No. 10/POJK.05/2022 masih tidak harmonis dengan Fikih Muamalah. Dalam Peraturan OJK tidak ada aturan konkret mengenai akad apa yang dapat digunakan untuk skema Fintech Syariah.
Public Finance From The Perspective Of Contemporary Fiqh Al-Siyâsah Abdillah, Masykuri
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Sharia and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i1.39503

Abstract

. This article discusses public finance from the perspective of Islamic jurisprudence focusing on fiscal policy. Using the rules of ushul fiqh which emphasizes maqâshid al-syarî'ah as the main method in siyâsah syar'iyyah. This policy includes the function of managing sources of public income and their distribution or managing public spending as well as the function of financial stabilization. The study found that management of public revenues, such as zakat, waqf, infaq, sadaqah, in addition to jizyah, kharâj, ghanîmah, and fai' is currently not yet practiced, so ulama provides support for the development of a fair tax system and state efforts to manage natural resources sustainably as well as the development of accountable public services. The main priority in preparing the state budget is realizing people's welfare, poverty alleviation, and economic development.Abstrak:Artikel ini membahas keuangan negara atau keuangan publik (al-mâliyyah al-‘âmah) dalam perspektif fikih siyasah, dengan penekanan pada bahasan kebijakan fiskal (al-siyâsah al-mâliyyah). Sumber data atau informasi dalam pembahasan ini adalah Al-Quran, Hadits, dan pendapat ulama, yang dianalisis dengan menggunakan metode ushul fiqh yang menekankan pada maqâshid al-syarî’ah sebagai metode utama dalam siyâsah syar’iyyah. Sejak awal Islam telah memberikan    pedoman umum tentang keuangan publik, baik dalam bentuk kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter. Kebijakan fiskal ini meliputi fungsi alokasi atau pengelolaan sumber-sumber pendapatan publik (al-mawârid al-mâliyyah) dan fungsi distribusi atau pengelolaan belanja publik (al-infâq al-‘âm) serta fungsi stabilisasi keuangan (al-istiqrâr al-mâlî). Al-Quran dan Hadits telah menyebutkan beberapa bentuk pendapatan publik, yakni: zakat, wakaf, infak, sadaqah, di samping jizyah, kharâj, ghanîmah, dan fai’. Namun pada saat ini sebagian dari sumber-sumber pendapatan ini tidak lagi dipraktikkan. Sebagai gantinya, para ulama mendukung pengembangan sistem pajak secara adil dan usaha-usaha negara untuk mengolah sumber daya alam serta pengembangan pelayanan publik. Dalam penyusunan anggaran belanja negara (publik), prioritas utama adalah untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dan penanggulangan kemiskinan serta pertumbuhan dan pengembangan ekonomi.
Factors Affecting the Intention to Cash Waqf in Urban Muslims: an Extended Theory of Planned Behavior Approach Asyari ari asyari; Perengki Susanto; Awaluddin Awaluddin; Didik Gunawan
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Shariah and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v15i2.34597

Abstract

Abstract. This study investigates the factors influencing intention for cash waqf participation among urban Muslims. Drawing from the Theory of Planned Behavior (TPB) and incorporates the factor of knowledge of Islamic ownership, it collected data from 449 respondents from two cities in West Sumatra, Padang and Bukittinggi and analyzed. through Smart PLS 4.0. The results disclose that three TPB variables—attitude, subjective norms, and perceived behavior control—and knowledge of Islamic ownership exert a positive and statistically significant influence on the intention to cash waqf among urban Muslims. It underscores the importance of recognizing knowledge of Islamic ownership as a determinant variable in the intention to engage in cash waqf. Cash waqf management institutions should prioritize cultivating a positive image, ensuring convenience, and offering tangible benefits to cash waqf contributors. Moreover, the active involvement of religious and social leaders is essential for optimizing the collection of cash waqf funds.  Abstrak. Studi ini menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi niat berpartisipasi wakaf tunai di kalangan Muslim perkotaan. Berangkat dari Teori Perilaku Terencana (TPB) dan memasukkan faktor pengetahuan kepemilikan Islam, penelitian ini mengumpulkan data dari 449 responden dari dua kota di Sumatera Barat, Padang dan Bukittinggi dan dianalisis. melalui Smart PLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga variabel TPB—sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan—dan pengetahuan tentang kepemilikan Islam memberikan pengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap niat wakaf uang di kalangan umat Islam perkotaan. Hal ini menggarisbawahi pentingnyamerekognisii pengetahuan tentang kepemilikan Islam sebagai variabel penentu niat untuk berwakaf uang. Lembaga pengelola wakaf tunai harus mengedepankan penanaman citra positif, kenyamanan, dan manfaat nyata bagi para pendonor wakaf tunai. Selain itu, keterlibatan aktif tokoh agama dan tokoh masyarakat juga penting untuk mengoptimalkan penghimpunan dana wakaf tunai.

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 2 (2025) Vol 17, No 1 (2025) Vol. 16 No. 2 (2024) Vol 16, No 2 (2024) Vol 16, No 1 (2024) Vol. 16 No. 1 (2024) Vol 15, No 2 (2023) Vol. 15 No. 2 (2023) Vol. 15 No. 1 (2023) Vol 15, No 1 (2023) Vol 14, No 2 (2022) Vol. 14 No. 2 (2022) Vol 14, No 1 (2022) Vol. 14 No. 1 (2022) Vol. 13 No. 2 (2021) Vol 13, No 2 (2021) Vol 13, No 1 (2021) Vol. 13 No. 1 (2021) Vol. 12 No. 2 (2020) Vol 12, No 2 (2020) Vol 12, No 1 (2020) Vol. 12 No. 1 (2020) Vol. 11 No. 2 (2019) Vol 11, No 2 (2019) Vol. 11 No. 1 (2019) Vol 11, No 1 (2019) Vol 10, No 2: July 2018 Vol. 10 No. 2 (2018) Vol. 10 No. 1 (2018) Vol 10, No 1: January 2018 Vol. 9 No. 2 (2017) Vol 9, No 2: July 2017 Vol. 9 No. 1 (2017) Vol 9, No 1: January 2017 Vol 8, No 2: July 2016 Vol. 8 No. 2 (2016) Vol 8, No 1: January 2016 Vol. 8 No. 1 (2016) Vol 7, No 2: July 2015 Vol. 7 No. 2 (2015) Vol. 7 No. 1 (2015) Vol 7, No 1: January 2015 Vol 6, No 2: July 2014 Vol. 6 No. 2 (2014) Vol. 6 No. 1 (2014) Vol 6, No 1: January 2014 Vol 5, No 2: July 2013 Vol. 5 No. 2 (2013) Vol 5, No 2: July 2013 Vol 5, No 1: January 2013 Vol. 5 No. 1 (2013) Vol 5, No 1: January 2013 Vol. 4 No. 2 (2012) Vol 4, No 2: July 2012 Vol 4, No 2: July 2012 Vol 4, No 1: January 2012 Vol. 4 No. 1 (2012) Vol 4, No 1: January 2012 Vol. 3 No. 2 (2011) Vol 3, No 2: July 2011 Vol. 3 No. 1 (2011) Vol 3, No 1: Januari 2011 Vol 3, No 1: Januari 2011 Vol 2, No 2: July 2010 Vol. 2 No. 2 (2010) Vol 2, No 1: January 2010 Vol. 2 No. 1 (2010) Vol 1, No 2: July 2009 Vol. 1 No. 2 (2009) Vol 1, No 1: January 2009 Vol. 1 No. 1 (2009) More Issue