cover
Contact Name
Dr. Achmad Amzeri, SP. MP.
Contact Email
-
Phone
+6285231168649
Journal Mail Official
agrovigor@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Department of Agroecotechnology, Faculty of Agriculture University of Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang PO BOX 2, Kamal - Bangkalan 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi
ISSN : 1979577     EISSN : 24770353     DOI : https://doi.org/10.21107/agrovigor
Core Subject : Agriculture,
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi is a scientific paper in the field of science Agroecotechnology which include: plant science, soil science, plant breeding, pest and plant diseases.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2020): September" : 10 Documents clear
Pengaruh Lama Perendaman dalam Berbagai Konsentrasi Giberelin (GA3) terhadap Perkecambahan Benih Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Agustiansyah Agustiansyah; Ardian Ardian; Kukuh Setiawan; Devi Rosmala
Agrovigor Vol 13, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.761 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v13i2.6693

Abstract

Benih kelapa sawit mengalami dormansi fisik dalam proses perkecambahannya,   Upaya yang dilakukan untuk mengatasi dormansi pada benih kelapa sawit yaitu dengan teknik perendaman dalam zat pengatur tumbuh tanaman giberelin,  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dalam berbagai konsentrasi giberelin terhadap perkecambahan benih kelapa sawit, Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Benih dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lampung dari bulan Februari-Juni 2019,  Perlakuan disusun dalam rancangan faktorial yaitu lama perendaman 1, 3, 5, 7, dan 9 hari dan  konsentrasi giberelin 0, 100, 200,dan 300 ppm,  Berdasarkan penelitian diperoleh kesimpulan bahwa secara umum perendaman benih kelapa sawit dalam larutan giberelin dapat meningkatkan persentase perkecambahan, potensi tumbuh maksimum, kecepatan tumbuh, dan waktu munculnya kecambah, Kombinasi lama perendaman dan konsentrasi giberelin (9 hari+100 ppm) menghasilkan daya berkecambah paling tinggi (57,5%±11,0), potensi tumbuh maksimum (62,5%±10,3), kecepatan tumbuh benih (10,3%/etmal),  Perendaman dapat mempercepat waktu munculnya kecambah (hari ke-4 setelah pengecambah) masing-masing sebesar 4,4%; 4,4%; 8,9%, dan 6,7% pada konsentrasi giberelin 0, 100, 200, dan 300 ppm.
Efektivitas Lama Perendaman Larutan KNO3 terhadap Perkecambahan dan Pertumbuhan Awal Bibit Tiga Varietas Padi (Oryza sativa L.) Widyana Rahmatika; Annika Erlita Sari
Agrovigor Vol 13, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v13i2.6706

Abstract

Tanaman padi merupakan tanaman pangan yang sangat penting di dunia selain gandum dan jagung. Padi dapat menghasilkan beras dimana sampai saat ini beras merupakan bahan makanan pokok terpenting bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Salah satu cara dalam memenuhi permintaan beras yaitu denganmelakukan penanaman padi varietas unggul. Adapun beberapa varietas unggul yang cukup banyak dibudidayakan oleh petani yaitu Ciherang, Inpari-32, dan Situ Bagendit.Salah satu komponen penting dalam mendukung keberhasilan penanaman padi adalah dari benih bermutu.Namun kelancaran penyediaan benih padi terhambat oleh sifat dorman.Oleh karena itu, perlu adanya perlakuan khusus untuk mematahkan dormansi tersebut agar benih mampu berkecambah.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya interaksi antara lama perendaman larutan KNO3dengan beberapa varietas benih padi. Penelitian ini dilakukan di Dusun Meduran, Desa Ringinpitu, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, pada bulan Maret – april 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial.dan terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah lama perendaman larutan KNO3,3% yang terdiri dari 4 level, yaitu perendaman selama 12, 24, dan 36 jam. Faktor kedua adalah macam varietas benih padi yang terdiri dari 3 level, yaitu benih padi varietas Ciherang, Inpari-32, dan Situ Bagendit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara lama perendaman larutan KNO3 terhadap beberapa varietas benih padi.Perlakuan tunggal lama perendaman berpengaruh nyata pada parameter pengamatan panjang radikula dan jumlah daun.Sedangkan perlakuan tunggal macam varietas berpengaruh nyata terhadap daya berkecambah, laju perkecambahan, keserempakan tumbuh, panjang radikula, tinggi bibit, dan jumlah daun.
Keanekaragaman dan Dominansi Gulma pada Ekosistem Padi di Lahan Pasang Surut Kabupaten Indragiri Hilir Zahlul Ikhsan; Hidrayani Hidrayani; Yaherwandi Yaherwandi; Hasmiandy Hamid
Agrovigor Vol 13, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v13i2.7463

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) adalah salah satu komoditi tanaman pangan utama di Indonesia. Kebutuhan akan padi selalu meningkat setiap tahunnya, sehingga dibutuhkan upaya untuk meningkatkan produksi padi. Salah satu hal yang menghambat peningkatan produksi padi adalah keberadaan gulma. Hal yang pertama dilakukan dalam pengendalian gulma adalah melalui proses Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dominansi gulma yang terdapat pada pertanaman padi sawah pasang surut di Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian dilakukan pada lahan padi pasang surut milik petani di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Penelitian dilakukan pada empat lokasi, yaitu di Kecamatan Batang tuaka, Keritang, Reteh dan Tembilahan hulu. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan metode survey dan eksplorasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat 12 famili yang terdiri dari 20 spesies gulma di pertanaman padi lahan pasang surut Kabupaten Indragiri hilir. Berdasarkan Taksonomi terdapat 7 spesies gulma monokotil dan 13 dikotil. Berdasarkan  morfologi  terdapat  12  spesies gulma berdaun lebar, 5 spesies gulma rerumputan, 2 spesies gulma pakis-pakisan dan 1 spesies gulma tekian. Spesies Ageratum conyzoides dan Imperata cylindrica merupakan gulma yang paling mendominasi pada pertanaman padi dengan NJD masing-masing sebesar  9,57%.  
Isolasi dan Identifikasi Morfologi Jamur Selulolitik dari Limbah Rumah Tangga di Desa Sanur Kauh, Bali Ni Wayan Sri Sutari
Agrovigor Vol 13, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v13i2.7443

Abstract

Limbah organik rumah tangga menjadi salah satu masalah yang belum teratasi secara maksimal. Limbah organik rumah tangga tidak mudah terdekomposisi karena kandungan lignoselulosa sebagai komponen utama sulit terurai.  Jamur selulolitik adalah salah satu organisme yang dapat mendegradasi selulosa dan dapat mempercepat penguraian limbah organik.Tujuan penelitian menemukan dan mengetahui jenis jamur selulolitik dari limbah organik rumah tangga di Desa Sanur Kauh. Pengambilan sampel di Desa Sanur Kauh, analisis dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah dan Lingkungan Universitas Udayana dari bulan Juni sampai Desember 2017. Metode yang digunakan adalah eksplorasi lapangan, analisis laboratorium dan identifikasi mengacu pada buku serta pengamatanmikroskopik dan makroskopik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 44 isolat hasil isolasi jamur dari limbah organik rumah tangga yang memiliki aktivitas selulolitik. Isolat yang memiliki indeks selulolitik tinggi adalah isolat Kode DPN4 3,24 teridentifikasi sebagai Aspergillus sp. dan isolat kode TWL3 2,14 teridentifikasi sebagai jamur Trichoderma sp.
Tingkat Keberhasilan Pertumbuhan Stek Lada dengan Aplikasi Naungan dan Berbagai Hormon Tumbuh Auksin Eni Handayani; Tantri Palupi; Fadjar Rianto
Agrovigor Vol 13, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v13i2.6709

Abstract

Keberhasilan produksi lada salah satunya dipengaruhi oleh penggunaan bibit lada yang sehat dan berkualitas baik. Pembibitan lada diarahkan untuk menghasilkan bibit lada yang berkualitas dengan waktu pembibitan yang lebih cepat. Penelitian bertujuan untuk menentukan pertumbuhan stek lada akibat perlakuan naungan dan auksin. Penelitian dilakukan di desa Jerora I kabupaten Sintang, pada bulan Agustus-Desember 2018. Penelitian menggunakan rancangan penelitian model petak terbagi. Petak utama adalah naungan (n1 naungan 25%  dan n2 naungan 75%) dan anak petakberupa perlakuan hormone auksin (ho kontrol, h1 IAA sintetik 1%, h2 ekstrak bawang merah, dan h3 ekstrak kecambah. Stek lada menggunakan 3 ruas dan perlakuan naungan menggunakan paranet. Pemberian perlakuan auksin dilakukan dengan perendaman ujung stek selam 3 jam. Stek lada ditempatkan dalam sungkup untuk menjaga kelembaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase tumbuh stek pada naungan 75 % lebih tinggi dibandingkan naungan 25 %. Penggunaan hormon IAA dapat meningkatkan tinggi tanaman saat awal pertumbuhan, jumlah daun dan berat kering akar. Asal IAA yang digunakan dari bahan alami lebih baik dibandingkan dengan jenis sintetik dibuktikan dengan hasil dari aplikasi  ekstrak kecambah yaitu menghasilkan berat kering akar 0,42 g, dan  rasio pucuk akarnya 0,61 %. Peningkatan pertumbuhan stek lada akibat IAA lebih baik jika ditempatkan pada naungan yang lebih gelap yaitu naungan paranet 75%.
Respon Hasil dan Kadar Total Flavonoid Umbi Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) terhadap Pemberian Naungan Rina Ekawati
Agrovigor Vol 13, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v13i2.7490

Abstract

Produksi dan kandungan metabolit bawang dayak tidak terlepas dari faktor lingkungan yang mempengaruhinya, salah satunya yaitu naungan. Tanaman bawang dayak sangat berpotensi sebagai obat herbal dengan berbagai kegunaan dan aktivitas farmakologis yang dapat dikaitkan dengan kandungan metabolit sekunder tanaman, khususnya kandungan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk menerangkan pengaruh intensitas cahaya rendah (naungan) terhadap produksi dan kandungan metabolit tanaman bawang dayak. Percobaan ini dilakukan di Caturtunggal, Karang Gayam, Depok Sleman, dari bulan September 2019 sampai dengan bulan Februari 2020. Penelitian ini menggunakan rancangan petak tersarang sederhana dengan perlakuan, yaitu tanpa naungan (N0) dan naungan paranet 75% (N1). Setiap perlakuan diulang tiga kali. Data diuji dengan menggunakan uji t-student pada taraf nyata 5%. Hasil menunjukkan bahwa pemberian naungan 75% berpengaruh nyata lebih rendah terhadap jumlah anakan dan komponen produksi tanaman bawang dayak. Naungan menurunkan bobot basah dan kering biomassa tanaman (tajuk dan akar), jumlah anakan, jumlah umbi/tanaman, dan bobot umbi/tanaman. Kandungan total flavonoid tidak dipengaruhi oleh naungan.
Keragaman Genetik dan Nilai Duga Heritabilitas Galur Harapan Kacang Bambara (Vigna Subterranea (L.) Verdc.) Siti Fatimah; Ariffin Ariffin; Ardiarini Noer Rahmi; Kuswanto Kuswanto
Agrovigor Vol 13, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v13i2.8498

Abstract

Permasalahan utama dalam pengembangan kacang bambara di Indonesia adalah rendahnya produktivitas di tingkat petani yang disebabkan oleh penanaman galur lokal dengan tingkat keragaman yang tinggi. Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan merakit varietas unggul dengan memanfaatkan galur-galur lokal yang ada melalui seleksi, misalnya metode seleksi single seed descent (SSD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik di antara galur-galur harapan kacang bambara hasil seleksi single seed descent berdasarkan data kuantitatif karakter morfologi. Penelitian menggunakan 11 galur harapan hasil seleksi SSD galur-galur lokal kacang bambara dari daerah sentra penanaman di Jawa Timur dan Jawa Barat dan satu galur pembanding koleksi Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Hampir semua parameter pertumbuhan yang diamati menunjukkan adanya keragaman diantara dua belas galur harapan yang diuji,  tetapi tidak menunjukkan adanya keragaman pada parameter hasil.  Karakter  yang mempunyai nilai heritabilitas dalam arti luas kategori tinggi (˃50%-100%) adalah karakterjumlah daun, lebar daun terminal, panjang daun terminal, panjang petiole, panjang internode, bobot brangkasan basah, jumlah bunga, jumlah ruas, jumlah polong, bobot polong per polong, bobot brangkasan kering, panjang polong dan jumlah biji.
Hama Penyakit Utama Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum) dan Tindakan Pengendalian di Brebes, Jawa Tengah Hermanu Triwidodo; Maizul Husna Tanjung
Agrovigor Vol 13, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v13i2.7131

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas penting yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Salah satu kendala dalam budidaya bawang merah yaitu adanya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Penelitian ini bertujuan mengetahui hama penyakit pada tanaman bawang merah dan tindakan pengendalian yang dilakukan oleh petani di Brebes, Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan pada tiga desa dengan masing-masing empat lahan bawang merah. Pengamatan intensitas serangan hama dan kejadian serta intensitas penyakit dilakukan setiap minggu selama 1 bulan. Informasi mengenai cara pengendalian OPT diperoleh melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hama yang menyerang pertanaman bawang merah yaitu ulat bawang Spodoptera spp., sedangkan penyakit yang ditemukan yaitu mati pucuk Phytophthora sp. dan bercak ungu Alternaria sp.. Serangan hama ulat bawang dan penyakit mati pucuk mengalami peningkatan seiiring dengan bertambahnya umur tanaman. Pengendalian OPT yang dilakukan oleh petani yaitu pemasangan light trap dan aplikasi pestisida.
Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Pada Berbagai Konsentrasi Osmolit Sorbitol dan Intensitas Cekaman Kekeringan Suhartono Suhartono; Gita Pawana; Sulistri Sulistri
Agrovigor Vol 13, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v13i2.8414

Abstract

Kemampuan tanaman untuk tumbuh normal pada kondisi tercekam kekeringan disebut sebagai daya adaptasi. Salah satu teknologi budidaya yang dapat diterapkan untuk meningkatkan daya adaptasinya pada kondisi tercekam kekeringan adalah dengan penyemprotan osmolit pada daun tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau akibat pemberian osmolit sorbitol pada intensitas cekaman kekeringan yang berbeda. Penelitian dilakukan di dalam rumah kaca dengan menggunakan RAL faktorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu konsentrasi sorbitol dengan 4 taraf (0,10,20, dan 30 ml/l) dan intensitas cekaman kekeringan dengan 4 taraf (tidak tercekam, tercekam kekeringan mulai stadia vegetatif, pembungaan, dan pengisian polong sampai panen). Hasil penelitian menunjukkan pemberian osmolit sorbitol 10, 20, dan 30 ml/l belum mampu meningkatkan produksi kacang hijau pada kondisi tercekam kekeringan seperti tanaman yang dibudidayakan pada kondisi normal (tidak tercekam kekeringan), namun untuk mendapatkan hasil aplikasi osmolit sorbitol yang efesien yaitu dengan menggunakan konsentrasi 30 ml/l yang dilakukan pada tanaman yang mendapat cekaman kekeringan paling lama yaitu mulai stadia vegetatif.
Jarak Tanam Jajar Legowo dan Jumlah Bibit terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah Khairil Khairil; Radian Radian; Wasi'an Wasi'an
Agrovigor Vol 13, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v13i2.6826

Abstract

Padi merupakan bahan makanan pokok penduduk Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk  mengetahui pengaruh jarak tanam jajar legowo dan jumlah bibit per lubang tanam terhadap pertumbuhan dan hasil padi sawah. Penelitian  menggunakan Rancangan Acak Kelompok  dua faktor.  Jarak tanam jajar legowo 2:1 (j1) 10 cm x 20 cm, (j2) 20 cm x 20 cm, (j3) 20 cm x 25 cm, (j4) 25 cm x 25 cm. Jumlah bibit perlubang tanam (b1) 1batang, (b2) 5 batang, (b3) 10 batang, (b4) 15 batang, (b5) 20, (b6) 25 batang. Hasil penelitian menunjukkan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 45 hst, berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah anakan umur 25,35,45 hst, anakan produktif dan berat gabah per rumpun, jumlah bibit per lubang tanam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 hst, anakan umur 15, 25, 35, 45 hst dan anakan produktif.

Page 1 of 1 | Total Record : 10