cover
Contact Name
Akhmad Farid
Contact Email
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology
ISSN : 19079931     EISSN : 24769991     DOI : -
Core Subject :
This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Marine and fisheries ecology and biology, Marine fisheries, Marine technology, biotechnology, Mariculture, Marine processes and dynamics, Marine conservation, Marine pollution, Marine and coastal resource management, Marine and fisheries processing technology, Salt technology, Marine geology, physical and chemical oceanography.
Arjuna Subject : -
Articles 394 Documents
BIOAKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK DAUN MANGROVE Avicennia sp. Zakinah A Alhaddad; Wendy Alexander Tanod; Deddy Wahyudi
Jurnal Kelautan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v12i1.4752

Abstract

Mangrove Avicennia sp. merupakan spesies mangrove yang penting, karena telah digunakan sebagai obat tradisional. Tujuan penelitian ini, yaitu mendapatkan fraksi ekstrak daun mangrove Avicennia sp. yang memiliki bioaktivitas antibakteri terhadap S. aureus dan E. coli. Sampel daun mangrove dikoleksi dari pesisir pantai di Kelurahan Kabonga Besar Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Metode Pengujian antibakteri menggunakan difusi sumur agar. Hasil penelitian menunjukkan kehadiran senyawa steroid, triterpenoid, flavonoid, alkaloid dan polifenol. Aktivitas antibakteri ditunjukkan fraksi etil asetat (S. aureus 16.97 ± 1.15 mm dan E. coli 14.40 ± 0.46 mm) dan etanol (S. aureus 12.20 ± 2.12 mm dan E. coli 8.13 ± 0.42 mm) pada 1,000 mg/mL. Penelitian ini telah mengeksplorasi kemampuan antibakteri ekstrak daun Avicennia sp. dalam pelarut n-heksan, etil asetat dan etanol. Analisis fitokimia dari berbagai ekstrak pelarut menunjukkan bahwa flavonoid dan tanin adalah umum dalam semua ekstrak tanaman dengan sifat antibakteri. Ekstrak daun Avicennia sp. dapat digunakan untuk menemukan produk alami bioaktif baru dan dapat digunakan sebagai sumber potensial yang dapat mengendalikan bakteri patogen.Kata Kunci : Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Bioaktif, Donggala, Sulawesi Tengah ABSTRACTMangrove Avicennia sp. an important mangrove species, because it used as traditional medicine. This research aimed to obtain a fraction of mangrove leaves extract Avicennia sp. which has antibacterial bioactivity against S. aureus and E. coli. Mangrove leaves collected from the coast in the village of Kabonga Besar, Donggala District, Central Sulawesi. Antibacterial activity assayed using the agar diffusion well method. The results showed the presence of steroid, triterpenoids, flavonoids, alkaloids and polyphenols compounds. Antibacterial activity showed by ethyl acetate fraction (S. aureus 16.97 ± 1.15 mm and E. coli 14.40 ± 0.46 mm) and ethanol (S. aureus 12.20 ± 2.12 mm and E. coli 8.13 ± 0.42 mm) at 1,000 mg/mL. This study has explored the antibacterial ability of Avicennia sp. leaves extract in n-hexane, ethyl acetate, and ethanol. Phytochemical analysis of various solvent extracts shows that flavonoids and tannins are common in all plant extracts with antibacterial properties. Avicennia sp. leaves extract can be used to find new bioactive natural products and can use as a potential source that can control pathogenic bacteria.Key Words : Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Bioactive, Donggala, Central Sulawesi 
VARIAN GENETIK Sardinella lemuru DI PERAIRAN SELAT BALI Gde Raka Angga Kartika; Aida Sartimbul; W Widodo
Jurnal Kelautan Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v10i1.1615

Abstract

Sardinella lemuru merupakan salah satu spesies ikan yang mendominasi di perairan Selat Bali. Identifikasi Sardinella lemuru dengan sardinella lain di perairan Selat Bali hanya dibedakan berdasarkan secara morfologi, sedangkan identifikasi genetik belum pernah dilakukan dan variasi gentetik juga belum diketahui. Penelitian ini bertujuan memastikan jenis Sardinella lemuru di perairan Selat Bali dan mengetahui variasi genetik dan kekerabatannya berdasarkan  gen Cythocrome oxidase sub unit 1 (COI). Metode yang dilakukan adalah dengan mengisolasi DNA dari organ tubuh ikan lemuru dan hasilnya diamplifikasi dengan gen COI, kemudian dilakukan skuensing untuk mendapatkan sekuen data ikan  lemuru perairan Selat Bali dan urutan basa hasil skuensing dianalisis menggunakan program MEGA 5.2. Hasil menunjukan bahwa ikan lemuru di Selat Bali termasuk kedalam spesies Sardinella lemuru dengan tingkat kesamaan analisis BLAST adalah sebesar 98-100%. 11 sampel skuen ikan lemuru membentuk 2 kelompok besar. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa spesies Sardinella lemuru dan Sardinella longiceps merupakan speies ikan yang berbeda dengan jarak genetik 0,019Kata Kunci: COI, Sardinella lemuru, Selat BaliGENETIC VARIANCE OF Sardinela lemuru IN THE BALI STRAIT WATERSSardinella lemuru is one of the fish species that dominate in the Bali Strait. identification Sardinella lemuru with the others Sardinella in the Strait of Bali is based on morphological characteristics, whereas genetic identification of Sardinella lemuru in bali strait has not been done and variations genetic also unknown. This research aims to ascertain the type of sardinella lemuru in the bali strait and Determine genetic variation and kinship based on cytochrome oxidase subunit  (COI)  gene. The method is performed by isolating DNA from fish organs and the results are amplified by the COI gene skuensing then performed to obtain the data sequence of Sardinella lemuru Bali Strait and analyzed using the program MEGA 5.2. Results showed that lemuru in Bali Strait is sardinella lemuru species with the degree of similarity BLAST analysis of 98-100%. 11 samples skuen lemuru forming two large clad. The results also showed that the species Sardinella lemuru and Sardinella longiceps  different speies with genetic distance 0,019.Keywords: COI, Sardinella lemuru, Bali Straits
PEMETAAN SUHU PERMUKAAN LAUT (SPL) MENGGUNAKAN CITRA SATELIT ASTER DI PERAIRAN LAUT JAWA BAGIAN BARAT MADURA Dyah Ayu Sulistyo Rini; Zainul Hidayah; Firman Farid Muhsoni
Jurnal Kelautan Vol 3, No 2: Oktober (2010)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v3i2.918

Abstract

Oceanographical temperature in Java Sea is very important to be considered. This research was combines in-site observation technique, Geographical Information System (GLS) and remote sensing in order to get accurate, present and updateable data. The aim of this research is to determine the distribution of sea-surface temperature and accuration-test value in Java Sea especially on western coast of Madura using ASTER satellite imagery. This research were used software of ENVI 4.5, ILWIS 3.3, and ArcGIS 9.3 and also changed the radian value until °C. Result showed that using ASTER satellite imagery within band 10 range between 32 "C-35 "C. Band 11,between 24.9"C 25,2"C. Band 12 between 16,7"C to 17"C. Band while band 13 abd 14 between 30.7, band 28. Band 11 is more accurate compared to Band 10, 12, 13. 14, the RMS Error on band 11 showed lower value compared to the other band.Keywords: Sea-surface Temperature. ASTER satellite imagery. Java Sea, Western coast of Madura
PENGARUH FORMULASI PAKAN BERBAHAN BAKU TEPUNG IKAN, TEPUNG JAGUNG, DEDAK HALUS DAN AMPAS TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis sp) Suhesti Fuji Lestari; Salnida Yuniarti; Zaenal Abidin
Jurnal Kelautan Vol 6, No 1: April (2013)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v6i1.831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan formulasi pakan buatan berbahan baku tepung ikan, tepung jagung, dedak halus dan ampas tahu yang dapat memberikan pertumbuhan yang baik pada ikan nila (Oreochromis sp.). Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari enam perlakuan formulasi pakan berbahan baku tepung ikan, tepung jagung, dedak halus, ampas tahu dan vitamin mix yaitu berturut-turut pakan A (20%, 10%, 39%, 30%, 1%), pakan B (25%, 25%, 24%, 25%, 1%), pakan C (30%, 24%, 20%, 25%,1%), D (35%, 25%, 15%, 24%, 1%), E (40%, 24%, 10%, 25%, 1%) dan pakan komersial sebagai pembanding, setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Ikan nila yang digunakan berukuran ±6,6 g dan dipelihara selama 30 hari dengan menggunakan sistim resirkulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan komposisi pakan mempengaruhi pertumbuhan ikan nila tetapi tidak berpengaruh terhadap kelangsungan hidup, kualitas air, konversi dan efisiensi pakan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penggunaan bahan baku lokal yaitu tepung ikan 40%, tepung jagung 24%, dedak halus 10% dan ampas tahu 25% serta penambahan vitamin 1% pada pakan ikan nila memberikan pertumbuhan yang cenderung lebih baik dibandingkan formulasi pakan A, B, C dan D, tetapi secara keseluruhan pakan komersial memberikan pertumbuhan yang lebih tinggi. Kata Kunci : Ikan Nila, Bahan Baku Pakan, Formulasi Pakan, Pertumbuhan.
IDENTIFIKASI ORGANISME KOMPETITOR TERUMBU KARANG DI PERAIRAN PANTAI PUTRI MENJANGAN, BULELENG, BALI Oktiyas Muzaky Luthfi; I Nyoman Januarsa
Jurnal Kelautan Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v11i1.2073

Abstract

Terumbu karang memiliki fungsi yang sangat penting didalam menunjang aktivitas di wilayah pesisir. Keberadan terumbu karang di alam saat ini mulai mengalami kerusakan, karusakan yang terjadi bersumber dari beberapa faktor diantaranya faktor antropogenik dan faktor alam. Kerusakan yang di timbulkan dari faktor alam diantaranya oleh pemangsaan beberapa spesies, proses bioerosi dan proses kompetitor. Kompetitor merupakan suatu organisme yang dapat mengangu keseimbangan hidup organisme lainya. Penelitin mengenai kompetitor terumbu karang dilakukan dengan metode transek kuadran dan reef check megabenthos yang dilakukan di dua stasiun penelitian yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa organisme kompetitor terumbu karang di perairan Pantai Putri Menjangan diantaranya adalah makro alaga, crown of thorns fish dan drupella.IDENTIFICATION OF CORAL REEF COMPETITORS ORGANISM IN PUTRI MENJANGAN WATERS, BULELENG, BALIABSTRACTCoral reef have very important function for supporting activity in coastal areas. Recently the existence of coral has been degraded and faced threat from bath of antropogenics and natural factor. Predation, bioerosion and competitor among sessil organism has been to be the most lichtiest problem that really direct impact on coral reef. Data has been take by using of quadrant transect and reef check megabenthos metod in two research stations. The results showed that the organism competitors coral reefs in the waters of Putri Menjangan include macro algae, crown of thorns fish and Drupella.Keywords: Coral reef degradation, makro algae, crown of thorns fish, drupella
GAYA EXTRA BOUYANCY DAN BUKAAN MATA JARING SEBAGAI INDIKATOR EFEKTIFITAS DAN SELEKTIFITAS ALAT TANGKAP PURSE SEINE DI PERAIRAN SAMPANG MADURA G Guntur; F Fuad; Abdul Rahem Faqih
Jurnal Kelautan Vol 6, No 2: Oktober (2013)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v6i2.790

Abstract

Selektifitas alat tangkap menjadi permasalahan utama dalam menjaga kelestarian sumberdaya ikan, karena semua nelayan cenderung memperkecil ukuran mata jaring untuk menyikapi semakin sedikitnya sumberdaya ikan. Keterbatasan sumberdaya ikan dan meningkatnya biaya operasi penangkapan merupakan dilema yang harus dihadapi dengan melakukan operasi penangkapan ikan yang efektif dan selektif sesuai dengan prinsip kelestarian sumberdaya ikan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui prosentase gaya extra bouyancy dan bukaan mata jaring purse seine sebagai indikator efektifitas dan keramahan terhadap lingkungan. Penghitungan efektifitas operasi penangkapan diawali dengan analisa teknis jaring purse seine seperti shortening, hanging ratio, bukaan mata jaring, luas jaring, gaya apung dan gaya tenggelam jaring.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan kapal di bawah 6 knot kurang efektif untuk menangkap ikan karena banyak ikan yang lolos dan beberapa kali mengalami kegagalan operasi penangkapan. Kecepatan efektif penangkapan sekitar7,1 knot dengan hasil tangkapan ikan1000 kg dan waktu operasi panangkapan sebesar 2.853 detik. Kecepatan operasi penangkapan di atas 8 knot sudah tidak efisien lagi karena terjadi lonjakan konsumsi bahan bakar yang cukup signifikan dan hasil tangkapan cenderung tetap. Efektifitas waktu operasi penangkapan dicapai pada setting yang ketiga dengan nilai sekitar 0,0476 dan hasil tangkapan sebesar 1300 kg.Kata Kunci: bouyancy, jaring, efektifitas, selektifitas
PENILAIAN KERENTANAN PANTAI DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN TUBAN TERHADAP ANCAMAN KERUSAKAN Marita Ika Joesidawati
Jurnal Kelautan Vol 9, No 2: Oktober (2016)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v9i2.1667

Abstract

Analisa Kerentanan Pantai ini dilakukan di wilayah pesisir pantai utara Jawa Timur khususnya Kabupaten Tuban  dengan panjang pantai 65 km. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode pengolahan data penginderaan jauh untuk penentuan parameter terkait CVI (Coastal Vulnerability Index) terhadap ancaman kerusakan dan  untuk mengetahui tingkat kerentanan pantai yang diperlukan untuk merumuskan langkah-langkah mitigasi dalam meminimalkan dampak kerusakan pantai. Langkah dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan hidro-oseanografi dan data geologi dan informasi dari kerusakan pesisir dari data sekunder dan survey lapangan secara langsung. Pemanfaatan data penginderaan jauh dari satelit sensor optis serta sistem informasi geografis dapat memberikan informasi spasial sebagian besar parameter-parameter yang diperlukan dalam perhitungan Indeks Kerentanan Pantai. Parameter indeks kerentanan pantai (Coastal Vulnerability Index/CVI) yang digunakan dalam pembobotan Kerentanan pantai  terhadap ancaman kerusakan menggunakan 10  variabel fisik pantai, yaitu: (1). Geomorfologi pantai (GF),  (2) Ketinggian Permukaan Tanah (Elevasi/E), (3) Tunggang pasut (Tidal Range) rata-rata (TR),(4) Tinggi Gelombang Signifikan (SHW) (5) Kenaikan Muka Air Laut Relatif (SLR), (6) Perubahan Garis Pantai (PGP), (7) Penggunaan Lahan (PL), (8) Litologi (L), (9)  Luas Kerusakan Pantai (KP), (10) Lebar sabuk hijau (SH). Pengelompokan kelas dilakukan dengan membaginya berdasarkan persen dengan kisaran antar kelas 20%. Nilai yang kurang dari sama dengan 20% termasuk kelas tidak rentan, 20% – 40% termasuk dalam kelas kurang rentan, 40% – 60% kelas sedang, 60% – 80% masuk dalam kelas rentan, dan lebih dari 80% masuk  kelas sangat rentan. Berdasarkan hasil survey, perhitungan dan analisa terhadap seluruh data, diperoleh nilai CVI wilayah pesisir pesisir utara Kabupaten Tuban  yang terdiri dari 5  Kecamatan pantai dikelompokkan menjadi 4 kategori kerentanan terhadap ancaman kerusakan, yaitu: kerentanan sangat tinggi (220-275), kerentanan tinggi (165-220), kerentanan sedang (110-165), dan  kurang rentan (55-110). Kecamatan Bancar termasuk dalam 4 kategori yaitu kurang rentan sampai sangant rentan, Kecamatan Jenu termasuk daerah yang rentan dan sangat rentan, Kecamatan Palang dan Tambakboyo pada kategori sedang sampai sangat rentan, sedangkan Tuban termasuk pada daerah sedang dan rentan.Kata Kunci : kerentanan pantai,  CVI, Inderaja dan SIG, ancaman kerusakan VULNERABILITY ASSESSMENT OF TUBAN DISTRICT COASTAL AREAS TO THE DAMAGING THREAT Coastal Vulnerability analysis was conducted in the northern coast of East Java, especially in Tuban with a coastline ca. 65 km. This research aims to develop remote sensing data processing method for the determination of parameters related to CVI (Coastal Vulnerability Index) against the damaging threat and to determine the level of vulnerability of the coast needed to formulate mitigation measures to minimize the impact of damage to the beach. Steps of this research is to collect oceanographic and hydro-geological data and information from damaged coastal from secondary data and field survey. Utilization of remote sensing data from satellites as well as the optical sensor geographic information systems can provide spatial information most of the parameters required in the calculation of Coastal Vulnerability Index. Parameter of coastal vulnerability index (CVI) that is used in weighting the beach Vulnerability to threats of physical damage using 10 variables, namely: (1). Coastal geomorphology (GF), (2) Elevation (E), (3) Stables tide (Tidal Range) Average (TR), (4) Significant Wave Height (SHW) (5) Sea Level Rise relative (SLR), (6) Changes in Coastline (PGP), (7) Land Use (PL), (8) lithology (L), (9) area of Damage Coast (KP), (10) The width of the green belt (SH). Grading is done by dividing by percent with a range between 20% grade. Values less than or equal to 20%, classes as is not vulnerable, 20% - 40% is included in the class of less susceptible, 40% - 60% of the classes of moderately vulnerable, 60% - 80% as classes vulnerable, and over 80% go to class very susceptible. Based on survey results, calculation and analysis of all data obtained CVI value of coastal areas north coast of Tuban consisting of 5 Districts beach grouped into four categories of vulnerability to the threat of damage, namely: very high susceptibility (220-275), high susceptibility (165 -220), moderate susceptibility (110-165), and less susceptible (55-110). District of Bancar included in four categories: less susceptible very vulnerable, District Jenu including vulnerable areas and are moderately vulnerable, District Palang and Tambakboyo at moderate to very vulnerable category, while Tuban included in the moderate and vulnerable areas.Keywords: Coastal vulnerability, CVI, Remote sensing and GIS, Damaging threat.VULNERABILITY ASSESSMENT OF TUBAN DISTRICT COASTAL AREAS TO THE DAMAGING THREAT Coastal Vulnerability analysis was conducted in the northern coast of East Java, especially in Tuban with a coastline ca. 65 km. This research aims to develop remote sensing data processing method for the determination of parameters related to CVI (Coastal Vulnerability Index) against the damaging threat and to determine the level of vulnerability of the coast needed to formulate mitigation measures to minimize the impact of damage to the beach. Steps of this research is to collect oceanographic and hydro-geological data and information from damaged coastal from secondary data and field survey. Utilization of remote sensing data from satellites as well as the optical sensor geographic information systems can provide spatial information most of the parameters required in the calculation of Coastal Vulnerability Index. Parameter of coastal vulnerability index (CVI) that is used in weighting the beach Vulnerability to threats of physical damage using 10 variables, namely: (1). Coastal geomorphology (GF), (2) Elevation (E), (3) Stables tide (Tidal Range) Average (TR), (4) Significant Wave Height (SHW) (5) Sea Level Rise relative (SLR), (6) Changes in Coastline (PGP), (7) Land Use (PL), (8) lithology (L), (9) area of Damage Coast (KP), (10) The width of the green belt (SH). Grading is done by dividing by percent with a range between 20% grade. Values less than or equal to 20%, classes as is not vulnerable, 20% - 40% is included in the class of less susceptible, 40% - 60% of the classes of moderately vulnerable, 60% - 80% as classes vulnerable, and over 80% go to class very susceptible. Based on survey results, calculation and analysis of all data obtained CVI value of coastal areas north coast of Tuban consisting of 5 Districts beach grouped into four categories of vulnerability to the threat of damage, namely: very high susceptibility (220-275), high susceptibility (165 -220), moderate susceptibility (110-165), and less susceptible (55-110). District of Bancar included in four categories: less susceptible very vulnerable, District Jenu including vulnerable areas and are moderately vulnerable, District Palang and Tambakboyo at moderate to very vulnerable category, while Tuban included in the moderate and vulnerable areas.Keywords: Coastal vulnerability, CVI, Remote sensing and GIS, Damaging threat.
EFEKTIVITAS ALAT TANGKAP MINI PURSE SEINE MENGGUNAKAN SUMBER CAHAYA BERBEDA TERHADAP HASIL TANGKAP IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp.) Ifa Nur Rosyidah; Akhmad Farid; Apri Arisandi
Jurnal Kelautan Vol 2, No 1: April (2009)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v2i1.902

Abstract

In fish catching activity, the fishermen in Banyuanyar district use mini tools for catching fish (purse seine) and use light assist tools for an operation in the night day. The light, that is used, is kerosene pressure lantern and mercury lights or lamp that is used on water surface (surface lamp). This kind of light is used to collect “pelagic” fish that has positive phototaxis characteristic. Puffer fish’s response towards different sourse of light, that’s kerosene pressure lantern and mercury light is needed to be known. Therefore, we can know the source of light that is more effective in order to collect the fish. It is hoped that the productivity of puffer fish will be developed for the fishermen. During the research with ten times repeating, the total account of puffer fish’s haul that is resulted with two different treatment  by using kerosene pressure lantern and mercury light is that 810 kg and 1.460 kg. The data of puffer fish’s haul that is gotten after using Mann-Whitney test shows that the kerosene pressure lantern and mercury light not to really different, especially in the haul of puffer fish in significant standart (0,05) is 2,262, while in Mann-Whitney test account is 0,171. That means the fishermans in Banyuanyar can use kerosene pressure lantern and mercury light for catching fish as the light assist tools for an operation in the night day. Keywords     :   Purse Seine, Mercury Light and Kerosene Pressure Lantern, Puffer Fish (Rastrellinger sp.).
ANALISIS KANDUNGAN GIZI DAN LOGAM BERAT IKAN BELANAK (Mugil sp.)DI SEKITARDI PERAIRAN SOCAH H Hafiludin; Muhammad Zainuri; S R Wahyudi
Jurnal Kelautan Vol 5, No 2: Oktober (2012)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v5i2.869

Abstract

Meningkatnya aktivitas manusia di sekitar perairan Kecamatan Socah seperti limbah industri dan rumah tangga dari Bangkalan, tumpahan bahan bakar kapal yang langsung terbuang ke laut, tumpukan sampah yang sengaja dibuang ke laut dan aktivitas lewatnya kapal laut memungkinkan berpengaruh terhadap biota perairan.Ikan belanak sudah banyak dan ditangkap di perairan Socah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan gizi dan kadungan logam berat ikan belanak (Mugil sp.) yang berada di sekitar perairan Socah.Penelitian dimulai dengan pengambilan dan preparasi sampel, pengujian kandungan proksimat dan logam berat dengan perlakuan ukuran ikan (12 cm dan 25 cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ikan belanak ukuran 12 cm sebesar 37,79% dan 38,87% untuk ikan belanak ukuran 25%. Kandungan kadar air berkisar 75,96-76,70%, kandungan protein berkisar 17,64-19,57%, kandungan lemak berkisar 2,83-3,33%, asam lemak bebas berkisar 1,43-1,47%, kandungan abu berkisar 1,14-2,94% dan kandungan karbohidrat berkisar 0,29-0,49%. Tidak terindikasi adanya logam berat Pb dan Hg pada perairan Socah dan pada daging ikan belanak.Kata kunci : belanak(Mugil sp), gizi, logam berat, perairan Socah
PENGARUH KONDISI OSEANOGRAFI TERHADAP PERUBAHAN IKLIM DI DAERAH PERAIRAN BATU AMPAR, KEPULAUAN RIAU Muhammad Zainuddin Lubis; Robby Darlinto Silaban; Amanda T Siboro; Feby Angelin Garizi Siahaan; Wenang Anurogo
Jurnal Kelautan Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v11i2.4766

Abstract

Dinamika oseanografi perairan timur samudera Hindia dipengaruhi oleh keterkaitan yang kompleks antara gaya penggerak jauh (remote forcing) dari bagian ekuator Samudera Hindia serta pengaruh lokal yang kuat. Perubahan iklim adalah perubahan jangka panjang dalam distribusi cuaca yang nyata secara statistik sepanjang periode waktu tertentu (biasanya dekade atau lebih). Hal ini mengakibatkan terjadinya di lapisan atmosfer paling bawah, yaitu fluktuasi curah hujan yang tinggi dan kenaikan muka laut. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan kondisi perubahan iklim terhadap parameter oseanografi. Analisis nilai klorofil-a, suhu permukaan laut dan pasang surut dilakukan untuk melihat perubahan iklim global di perairan Batu Ampar. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa tinggi muka air laut tertinggi yaitu dengan nilai ketinggian adalah 3,1 meter, dengan suhu permukaan laut yang berada pada kisaran 29,50C - 29,750C, pada waktu 00.05-02.55 (1 Agustus 2017 - 1 September 2017). Hasil analisis kondisi oseanografi di perairan Batu Ampar tidak mengalami perubahan secara fluktuatif terhadap perubahan iklim global.   Kata kunci : Iklim, Klorofil-a, Suhu permukaan laut, Pasang surut, Perairan Batu AmparABSTRACTOceanographic dynamics of the eastern waters of the Indian Ocean are influenced by the complex interrelationship between the remote forcing of the equatorial parts of the Indian Ocean and strong local influences. Climate change is the long-term change in weather distribution statistically for a certain period of time (mostly in a decade or more). This phenomenon causes the fluctuation of the precipitation and sea level rise. The objective of this research is to examine the climate change condition based on oceanography parameters. Chlorophyll-a, sea surface temperature, and tide value analysis is done to observe the global climate change in Batu Ampar waters. The result of the analysis shows that the maximum sea level is at 3.1 m with sea surface temperature ranges from 29.50C – 29.750C and the sea surface data is taken from August 1st 2017 to September 1st 2017, at 00:05 to 02:55. Thus, the oceanography condition analysis results in Batu Ampar waters does not fluctuate regarding global climate change.Keywords: Climate, Chlorophyll-a, Sea surface temperature, Tides, Batu Ampar waters

Page 7 of 40 | Total Record : 394