cover
Contact Name
Akhmad Farid
Contact Email
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology
ISSN : 19079931     EISSN : 24769991     DOI : -
Core Subject :
This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Marine and fisheries ecology and biology, Marine fisheries, Marine technology, biotechnology, Mariculture, Marine processes and dynamics, Marine conservation, Marine pollution, Marine and coastal resource management, Marine and fisheries processing technology, Salt technology, Marine geology, physical and chemical oceanography.
Arjuna Subject : -
Articles 394 Documents
Pengaruh Kedalaman Tanam Terhadap Pertumbuhan Eucheuma spinosum Pada Budidaya dengan Metode Rawai Yuniarlin Hilmi Farnani; Nunik Cokrowati; Nihla Farida
Jurnal Kelautan Vol 4, No 2: Oktober (2011)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v4i2.884

Abstract

Eucheuma spinosum merupakan algae makro bentik yang dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan tepung agar-agar, keraginan dan alginat. Bahan baku tersebut dimanfaatkan dalam industri tekstil, kosmetik, dan makanan. Luasnya pemanfaatan hasil olahan rumput laut dalam berbagai industri, mengakibatkan peningkatan kebutuhan Eucheuma spinosum. Budidaya Eucheuma spinosum yang sudah dilakukan oleh pembudidaya adalah menggunakan metode rakit apung (floating raft method), metode lepas dasar (off bottom method) dan metode rawai (long line method). Namun dari ketiga metode ini yang lebih memberikan keuntungan dan lebih digemari oleh petani adalah metode rawai. Sehingga perlu dilakukan penelitian ”Pengaruh Beberapa Kedalaman Penanaman Terhadap Pertumbuhan Eucheuma spinosum pada Budidaya dengan Metode Rawai”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedalaman penanaman terhadap pertumbuhan Eucheuma spinosum pada budidaya dengan metode rawai. Penelitian dilaksanakan di Balai Budidaya Laut (BBL) Lombok Desa Gerupuk Lombok Tengah Agustus 2010 hingga Oktober 2010. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas 4 perlakuan kedalaman penanaman yakni A (25 cm), B (35 cm), C (45 cm) dan D (55 cm). Setiap perlakuan terdiri 4 ulangan dalam enam sisi karena akan dilakukan pengamatan destruktif sebanyak enam kali, sehingga diperoleh 96 plot percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan kedalaman penanaman Eucheuma spinosum berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan berdasarkan berat basah, berat komersil dan berat kering. Pada kedalaman penanaman 45 cm memberikan hasil pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan kedalaman lainnya. Kata Kunci: Budidaya, Eucheuma spinosum, kedalaman, pertumbuhan, metode rawai 
KANDUNGAN LOGAM NON ESENSIAL (Pb, Cd dan Hg) DAN LOGAM ESENSIAL (Cu, Cr dan Zn) PADA SEDIMEN DI PERAIRAN TUBAN GRESIK DAN SAMPANG JAWA TIMUR Moch. Syaifullah; Yuniar Ade Candra; Agoes Soegianto; Bambang Irawan
Jurnal Kelautan Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v11i1.4497

Abstract

Logam berat seperti Pb, Cd, Hg, Cu, Cr dan Zn diperairan akan turun kemudian mengendap membentuk sedimen, beberapa organisme yang mencari makan didasar perairan akan mempunyai peluang besar untuk terpapar logam berat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat non esensial Pb, Cd, Hg dan logam berat esensial Cu, Cr, Zn pada sedimen di perairan Tuban, Gresik dan Sampang. Kandungan logam berat pada sedimen ini menggunakan Atomic Absorption Spectrometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan logam non esensial timbal (Pb) yakni 3,3687 ± 0,5257 mg/kg-1 di Gresik, 2,9443 ± 0,3608 mg/kg-1 di Tuban dan 3,4253 ± 0,3697 mg/kg-1 di Sampang. Kandungan Kadmium (Cd) 2,978 ± 0,224 mg kg-1 di Tuban, 2,955 ± 0,179 mg kg-1 di Gresik, 3,012 ± 0,148 mg kg-1 di Sampang. Kandungan merkuri (Hg) 0,000029 ± 0,000012 mg kg-1 di Tuban, 0,000033 ± 0,000012 mg kg-1 di Gresik, 0,000034 ± 0,000045 mg kg-1 di Sampang. Adapun hasil analisis Kandungan logam esensial. Kandungan Tembaga (Cu) 0,0780 ± 0,0069 mg/kg-1 di Tuban, 0,0740 ± 0,0118 mg/kg-1 di Gresik dan 0,0750 ± 0,0069 mg/kg-1 di Sampang. Kandungan Kromium (Cr) 0,000033 ± 0,0000045 mg/kg-1 di Tuban, 0,000034 ± 0,0000011 mg/kg-1, 0,000024 ± 0,000009 mg/kg-1 di Sampang. Kandungan seng (Zn) 6,983 ± 0,278 mg kg-1 di Tuban, 5,873 ± 0,233 mg kg-1 di Gresik, 5,172 ± 0,233 mg kg-1 di Sampang.Kata kunci: logam non esensial, logam esensial, sedimenNON-ESSENTIAL METAL CONTENT (PB, CD AND HG) AND ESSENTIAL METALS (CU, CR AND ZN) IN SEDIMENTS IN THE WATERS OF TUBAN GRESIK AND SAMPANG, EAST JAVAABSTRACTHeavy metals such as Pb, Cd, Hg, Cu, Cr and Zn in the water will drop then settle to form sediments, some organisms that feed on the basis of water will have a great chance of being exposed to this heavy metal. This study aims to determine the content of non-essential heavy metals Pb, Cd, Hg and essential heavy metals Cu, Cr, Zn in sediments in the waters of Tuban, Gresik and Sampang. The heavy metal content in this sediment uses Atomic Absorption Spectrometry (AAS). The results showed non-essential metal content of lead (Pb) was 3.3687 ± 0.5257 mg / kg-1 in Gresik, 2.9443 ± 0.3608 mg / kg-1 in Tuban and 3.4253 ± 0.3697 mg / kg-1 in Sampang. The content of Cadmium (Cd) is 2.978 ± 0.224 mg kg-1 in Tuban, 2.955 ± 0.179 mg kg-1 in Gresik, 3.012 ± 0.148 mg kg-1 in Sampang. The content of mercury (Hg) is 0.000029 ± 0.000012 mg kg-1 in Tuban, 0.000033 ± 0.000012 mg kg-1 in Gresik, 0,000034 ± 0,000045 mg kg-1 in Sampang. The results of the analysis of the content of essential metals. Copper (Cu) content 0.0780 ± 0.0069 mg / kg-1 in Tuban, 0.0740 ± 0.0118 mg / kg-1 in Gresik and 0.0750 ± 0.0069 mg / kg-1 in Sampang. Chromium content (Cr) 0,000033 ± 0,0000045 mg / kg-1 in Tuban, 0,000034 ± 0,0000011 mg / kg-1, 0,000024 ± 0,000009 mg / kg-1 in Sampang. The zinc content (Zn) is 6.983 ± 0.278 mg kg-1 in Tuban, 5.873 ± 0.233 mg kg-1 in Gresik, 5.172 ± 0.233 mg kg-1 in Sampang.Keywords: non-essential metals, essential metals, sediments
STUDI ETNOTEKNOLOGI DAN PEMANFAATAN SIA-SIA (Sipunculus nudus) OLEH MAYARAKAT DI PULAU NUSALAUT, KABUPATEN MALUKU TENGAH Rosita Silaban
Jurnal Kelautan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v12i1.5082

Abstract

Sia-sia memiliki bentuk menyerupai cacing, merupakan organisme yang hidup meliang di daerah pesisir terutama di sekitar area padang lamun, mangrove dan terumbu karang serta cenderung mendiami dasar perairan terlebih khusus di dalam substrat sehingga dikategorikan sebagai organisme bentik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) menganalisis teknik dan pola penangkapan sia-sia, 2) mengkaji cara pemanfaatan sia-sia, dan 3) menganalisis kandungan nutrisi sia-sia. Metode penelitian terbagi dua yaitu: pengambilan sampel lapangan berupa : penyebaran kuisioner, wawancara dan pengamatan sedangkan kegiatan non lapangan yaitu pengujian laboratorium berupa analisa : kadar air, protein, lemak, abu, karbohidrat, mineral Calsium (Ca), Phosfor (P) dan Iodium (I2).Hasil penelitian menunjukan teknik penangkapan sia-sia tergolong unik dan memerlukan ketrampilan tersendiri. Penangkapan yang dilakukan oleh masyarakat setempat terhadap sia-sia masih sangat terkendali sehingga jumlah sia-sia cukup melimpah dan habitatnya juga terlihat dalam keadaan baik. Namun disisi lain, masyarakat belum mampu memanfaatkannya untuk diproduksi untuk bernilai ekonomis. Kandungan nutrisi Sipuncula di Pulau Nusalaut, berbeda menurut lokasi, tetapi  memiliki komposisi yang lengkap dengan kisaran kadar air berkisar antara 74,96-79,12%, protein 16,88-17,23%, lemak 0,22-0,28%, karbohidrat 1,03-3,86%, abu 2,41-3,06%, Calsium 6,16-12,42%, Fosfor 0,98-1,09%, Iodium 5,93-6,65%. Berdasarkan analisa kandungan nutrisi, sia-sia terbukti merupakan salah satu bahan pangan yang lezat dan bergizi.
PRODUKSI SERASAH (GUGURAN DAUN) PADA BERBAGAI JENIS MANGROVE DI BANGKALAN Wahyu Andy Nugraha
Jurnal Kelautan Vol 3, No 1: April (2010)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v3i1.848

Abstract

This research was conducted on July to September 2009. Mangrove litterfall were trapped with 30 litter traps which were plotted under mangrove canopy 1.5 m above the ground, hence the traps were avoided from tide. In this research, we use Rhizopora mucronata, Rhizopora apiculata and Bruguera sp. 10 litter traps were used on each species. Litter traps were made from polyetilen with size of 1x1x0,5 m3. Mangrove litterfall were collected every two weeks for 3 months. The production rate of mangrove litterfall in Bangkalan were 4.08-18.38 g/tree/day. The fastest production rate of mangrove litterfall was found on Rhizopora mucronata with 64.56%, followed by Rhizopora apiculata and  Brugueira sp with 24.32% and 11.12%, respectively. Key Words : mangrove litterfall, Bangkalan, Rhizopora 
Pengaruh Pemberian Lactobacillus sp. dengan Dosis yang Berbeda terhadap Sistem Imun Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) yang diinfeksi Bakteri Vibrio parahaemolyticus Miftahul Jannah; Muhammad Junaidi; Dewi Nur’aeni Setyowati; Fariq Azhar
Jurnal Kelautan Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v11i2.3980

Abstract

Udang vaname merupakan udang hasil introduksi yang memiliki nilai ekonomis tinggi baik di pasar lokal maupun di pasar internasional. Salah satu penyakit yang sering menyerang udang vaname adalah Vibrio parahaemolyticus. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian bakteri probiotik Lactobacillus sp. terhadaprespon imun udang vaname yang diinfeksikan dengan V. parahaemolyticus, Survival rate, dan kepadatan bakteri V. parahaemolyticus pada usus udang. Udang yang digunakan adalah udang yang berumur 62 hari yang dipelihara dalam akuarium berukuran 30x30x25 cm sebanyak 10 ekor. Penelitian dilakukan dengan 5 perlakuan yaitu Kontrol(–)(tanpa Lactobacillus sp. dan tidak diinfeksi), Kontrol(+) (tanpa Lactobacillus sp. kemudian diinfeksi), P1 (Lactobacillus sp. 106 CFU/ml), P2 (Lactobacillus sp. 108 CFU/ml), P3 (Lactobacillus sp. 1010 CFU/ml). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Lactobacillus sp.dengan dosis 108 CFU/ml mampu meningkatkan THC udang vaname sebesar 5,58 x 106 sel/ml, sel hialin dan sel granular yang berperan penting dalam sistem imun udang, meningkatkan nilai SR udang sebesar 86,67% dan menekan pertumbuhan bakteri patogen V. parahaemolyticus. Berdasarkan hasil penelitian ini, penggunaan dosis probiotik Lactobacillus sp. yang dianjurkan pada budidaya udang vaname untuk meningkatkan sistem imun, tingkat kelangsungan hidup udang dan menekan pertumbuhan bakteri V. parahaemolyticus adalah 108 CFU/ml.Kata kunci: Lactobacillus sp., V. parahaemolyticus, udang vaname, dosis Lactobacillus sp.ABSTRACTVannamei is an introduced shrimp that has economic value in both local and international market. One of the diseases that often attack vannamei shrimp is Vibrio parahaemolyticus. This study aims to determine the probiotic bacteria Lactobacillus sp. against vannamei shrimp immune response infected with V. parahaemolyticus, Survival rate, and bacterial V. parahaemolyticus density of the shrimp intestine. Shrimp used are shrimp that is 62 days which is kept in aquarium size 30x30x25 cm as many as 10 shrimp. The study was conducted with 5 controls: Control (-) (without Lactobacillus sp. and not infected), Control (+) (without Lactobacillus sp. and infected), P1 (Lactobacillus sp. 106 CFU / ml), P2 (Lactobacillus sp. 108 CFU / ml), P3 (Lactobacillus sp. 1010 CFU / ml). The results showed that the administration of Lactobacillus sp. with a dose of 108 CFU / ml was able to increase THC vannamei shrimp by 5.58 x 106 cells / ml, hyaline cells and granular cells required in the shrimp immune system, increasing shrimp SR value by 86.67% and core growth of V. parahaemolyticus. Based on the results of this study is the use of probiotic Lactobacillus sp. which is recommended in the cultivation of vaname shrimp to improve the immune system, the level of shrimp survival and suppress the growth of bacteria V. parahaemolyticus is 108 CFU / ml.Keywords: Lactobacillus sp., V. parahaemolyticus, vannamei, dose of Lactobacillus sp.
STUDI KANDUNGAN NaCl DI DALAM AIR BAKU DAN GARAM YANG DIHASILKAN SERTA PRODUKTIVITAS LAHAN GARAM MENGGUNAKAN MEDIA MEJA GARAM YANG BERBEDA A Arwiyah; Muhammad Zainuri; Mahfud Efendy
Jurnal Kelautan Vol 8, No 1: April (2015)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v8i1.804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan NaCl air baku dan kandungan NaCl dari garam yang dihasilkan oleh media meja garam jenis tanah, geomembran dan keramik, serta mengetahui produktivitas meja garam tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, pengambilan sampel dilakukan tiga kali panen sebagai ulangan dengan perlakuan media meja garam yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kandungan NaCl pada air baku dan garam yang dihasilkan masing-masing adalah 84,76% dan 88,96% untuk media tanah, sedangkan untuk media geomembran masing-masing adalah 89,79% dan 95,72%, untuk media keramik masing-masing adalah 79,71%, dan 91,32%. Produktivitas lahan dengan menggunakan media tanah, geomembran dan keramik secara berturut-turut adalah 5.184 kg/hari/m, 7.56kg/hari/m2 dan 4,13 kg/hari/m2. Produktivitas dengan menggunakan media geomembran lebih besar daripada tanah maupun keramik.Kata Kunci: Kandungan NaCl (Air Baku dan Garam) dan Produktivitas, Lepas Air Tua (LAT), Meja GaramSTUDY OF NaCL CONTENT IN RAW WATER AND THEIR SALT PRODUCTION AND PRODUCTIVITY USING DIFFERENT TABLE SALT LANDABSTRACTObjectives of the study was to determine the NaCl content of the raw water and NaCl content of salt have been produced every kind of media table salt land, geomembrane, ceramics, as well as their productivity. The method used descriptive quantitative, sampling was conducted three harvests as replication with table salt treatment of different media. The results showed the average value of the NaCl content of the raw water and the salt produced for the land media were 84.76% and 88.96%, respectively, while the geomembrane media were 89.79% and 95.72%, respectively and for ceramics media were 79.71% and 91.32%, respectively. Salt productivity from the soil media, geomembrane and ceramics were 5,184 kg/day/m2, 7.56kg/day/m2, and 4.13 kg/day/m2, respectively. It can be concluded that productivity using geomembrane media is greater than the land and ceramics.Keywords: Salt table, the NaCl content (raw water and salt) and productivity
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN POPULASI SEL Nannochloropsis sp. Yuyun Arfah; Nunik Cokrowati; Alis Mukhlis
Jurnal Kelautan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v12i1.4925

Abstract

Nannochloropsis sp. merupakan mikroalga yang dibudidayakan sebagai pakan alami serta memiliki peranan penting dalam usaha pembenihan ikan, udang, kepiting dan biota laut lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk urea terhadap pertumbuhan populasi sel Nannochloropsis sp dan konsentrasi pupuk terbaik untuk pertumbuhan populasi sel Nannochloropsis sp. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode ekseprimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 6 perlakuan yaitu pemberian pupuk KW21 sebnyak 1 ml/L sebagai kontrol, 0 mg/L, 15 mg/L, 30 mg/L, 45 mg/L dan 60 mg/L yang diulang sebanyak 4 kali. Pengamatan kepadatan dilakukan selama 24 jam. Parameter yang diamati meliputi kepadatan populasi sel Nannochlorpsis sp., pertumbuhan relatif, waktu penggandaan diri dan pertumbuhan spesifik. Hasil penelitian menunjukan, bahwa kepadatan tertinggi populasi sel Nannochlorpsis sp. didapatkan pada konsentrasi pupuk urea 45 mg/L dengan kepadatan populasi sel sebesar 2,2625 juta sel/mL yang dicapai pada jam ke-24 setelah fase adaptasi. Dan pertumbuhan relatif tertinggi  50,83 %  dari kepadatan populasi awal, serta waktu penggandaan diri tersingkat yaitu 40,8 jam dengan pertumbuhan spesifik 0,8625 % per jam. Berdasarkan hasil penelitian ini, dianjurkan pada budidaya Nannochloropsis sp. untuk meningkatkan pertumbuhan populasi sel adalah pupuk urea dengan konsentrasi 45 mg/L.Kata kunci : pakan alami, budidaya, kepadatan, waktu penggandaan, pembenihan.ABSTRACKNannochloropsis sp. is a microalgae that is cultivated as natural food and has an important role in the effort of hatching fish, shrimp, crabs and other marine biota. This study aims to determine the effect of urea concentration on the growth of Nannochloropsis sp cell population and the best concentration of fertilizers for the growth of Nannochloropsis sp. Cell populations. The method used in this study is the experimental method using a Completely Randomized Design (CRD), with 6 treatments namely giving KW21 fertilizer as much as 1 ml / L as a control, 0 mg / L, 15 mg / L, 30 mg / L, 45 mg / L and 60 mg / L were repeated 4 times. Observation of density is carried out for 24 hours. The parameters observed included population density of Nannochlorpsis sp. Cells, relative growth, self doubling time and specific growth. The results showed that the highest density of cell populations was Nannochlorpsis sp. obtained at the concentration of urea fertilizer 45 mg / L with a cell population density of 2.2625 million cells / mL which was reached at 24 hours after the adaptation phase. And the highest relative growth was 50.83% from the initial population density, and the shortest self doubling time was 40.8 hours with a specific growth of 0.8625% per hour. Based on the results of this study, it is recommended to cultivate Nannochloropsis sp. to increase the growth of cell populations is urea with a concentration of 45 mg / L.Keywords: natural feed, cultivation, density, doubling time, seeding.
PENGARUH PERGERAKAN MASSA AIR DAN DISTRIBUSI PARAMETER TEMPERATUR, SALINITAS DAN KECEPATAN SUARA PADA KOMUNIKASI KAPAL SELAM Okol Sri Suharyo; Dian Adrianto; Zainul Hidayah
Jurnal Kelautan Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v11i2.4521

Abstract

Kajian terhadap karakteristik pola propagasi gelombang akustik bawah air yang meliputi temperatur, salinitas dan kecepatan suara dapat dipergunakan untuk mendeteksi keberadaan kapal selam. Pada umumnya kapal selam melalui atau bersembunyi pada daerah-daerah bayangan (shadow zone), yaitu suatu daerah yang tidak dilalui oleh propagasi gelombang akustik. Dengan mengetahui posisi atau daerah tersebut maka dapat dipetakan daerah lalu lintas kapal selam. Program Monterey – Miami Parabolic Equation (MMPE) dipergunakan untuk mensimulasikan pola propagasi gelombang akustik, yang sebelumnya telah dilakukan uji model dengan metode Ray Tracing (frekuensi tinggi) dan Normal Mode (frekuensi rendah).  Penelitian ini memilih Selat Lombok sebagai lokus penelitian karena daerah tersebut memiliki dinamika oseanografi yang kompleks dengan bertemunya massa air dari Samudra Indonesia dan Samudra Pasifik.  Simulasi dilakukan pada 2 musim yaitu musim Barat dan musim Timur (2015-2016). Simulasi I sumber akustik diletakkan di Pulau Bali dan berpropagasi ke Timur. Simulasi II sumber akustik di Pulau Lombok dan arah propagasi ke Barat. Simulasi III sumber akustik di Pulau Bali dan berpropagasi ke Tenggara, dan Simulasi IV sumber akustik di Pulau Lombok dan arah propagasi ke Barat Laut. Dari hasil simulasi menunjukkan terbentuknya shadow zone pada seluruh stasiun penelitian kecuali pada stasiun PPSL 15 dan stasiun STN 10.  Peta jalur lalu lintas kapal selam dibuat berdasar daerah shadow zone yang terbentuk, serta penentuan tempat pemasangan alat monitoring kapal selam ditentukan berdasarkan pada daerah yang minimal/tidak terdapat shadow zone.Daerah tersebut adalah daerah antara stasiun STN 10 dan PPSL 15 dengan koordinat titik A (8.746 S – 115.622 T), B (8.746 S – 115.819 T), C (8.750 S -115.624 T) dan D (8.750 S – 115.814 T).Katakunci: Parameter Temperatur, Salinitas, Kecepatan Suara, Monterey–Miami Parabolic Equation, Monitoring Kapal Selam.ABSTRACTThe study of the characteristics of the underwater acoustic wave propagation pattern which includes temperature, salinity and sound speed can be used to detect the presence of submarines. In general, submarines through or hide in shadow areas (shadow zone), which is an area that is not traversed by the propagation of acoustic waves. By knowing the position or area, it can be mapped submarine traffic area. The Monterey - Miami Parabolic Equation (MMPE) program is used to simulate the acoustic wave propagation pattern, which has previously been tested using the Ray Tracing (high frequency) and Normal (low frequency) methods. This study chose the Lombok Strait as a research locus because the area has complex oceanographic dynamics with the meeting of water masses from the Indonesian Ocean and the Pacific Ocean. Simulations are carried out in 2 seasons namely the West and East seasons (2015-2016). The first simulation of acoustic sources was placed on the island of Bali and propagated to the East. Simulation II of acoustic sources on Lombok Island and the direction of propagation to the West. Simulation III of acoustic sources on Bali Island and propagating to the Southeast, and IV Simulation of acoustic sources on Lombok Island and direction of propagation to the North West. From the simulation results show the formation of shadow zones in all research stations except at the PPSL 15 station and STN 10 station. The submarine traffic lane map is made based on the shadow zone area formed, and the determination of the installation site of submarine monitoring equipment is determined based on the minimum area / there is no shadow zone. The area is the area between STN 10 and PPSL 15 stations with coordinates A (8,746 S - 115,622 T), B (8,746 S - 115,819 T), C (8,750 S -115,624 T) and D (8,750 S - 115,814 T).Keywords: Temperature, Salinity, Sound Speed, Monterey – Miami Parabolic Equation, Submarine Monitoring.
PEMANFAATAN CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI UNTUK IDENTIFIKASI PERUBAHAN GARIS PANTAI PESISIR UTARA SURABAYA Okol Sri Suharyo; Zainul Hidayah
Jurnal Kelautan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v12i1.5084

Abstract

Garis pantai dikenal pula sebagai garis pertemuan antara air laut dengan daratan yang kedudukannya berubah - ubah sesuai dengan kedudukan pada saat pasang surut. Berubahnya garis pantai secara fisik ditunjukkan dengan terjadinya abrasi dan akresi.  Garis pantai ketika mengalami kemunduran disebut erosi dan garis pantai mengalami kemajuan disebut akresi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi perubahan garis pantai yang terjadi di wilayah pesisir Surabaya Utara dengan menggunakan citra satelit resolusi tinggi. Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan hasil digitasi foto udara tahun 2012 dengan citra satelit World-View 2 tahun 2017. Hasil penelitian menjelaskan perubahan garis pantai yang terjadi hampir di sepanjang pesisir Surabaya Utara dengan luas total akresi sebesar 143,06 Ha yang disebabkan adanya penambahan pemukiman, vegetasi mangrove maupun non mangrove dan luas total abrasi sebesar 44,9 Ha yang disebakan oleh aktivitas pelabuhan dan pabrik. Sehingga perubahan garis pantai di wilayah pesisir Surabaya Utara jika dilihat berdasarkan tiap kecamatan dari tahun 2002 sampai 2017 cenderung mengalami abrasi dibandingkan dengan akresi. Kata Kunci : Garis Pantai, Foto Udara, Citra Satelit, Pesisir Utara Surabaya
STUDI KAPAL KECIL DENGAN TENAGA PENGGERAK LISTRIK UNTUK PENGAWASAN KAWASAN KONSERVASI SUNGAI DAN MUARA S Sunardi; R Sapto Pamungkas
Jurnal Kelautan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v12i1.4716

Abstract

Penelitian ini berawal dari permintaan penggiat konservasi sungai di Sidoarjo untuk dibuatkan desain kapal kecil yang cukup dua orang. Permintaan khusus yang diinginkan adalah kapal tidak menimbulkan suara bising yang bisa menyebabkan burung-burung dan satwa lainnya terganggu dan kabur ketika kapal yang sedang melakukan pengawasan melewati suangai. Sebagai solusinya, kapal kecil di desain dengan tenaga penggerak listrik yang dihasilkan oleh cell baterai. Permasalahan utama yang akan di kaji adalah seberapa besar baterai dan kapal sehingga kapal dapat melaju dengan kecepatan yang mencukupi dan baterai cukup untuk melakukan operasi pengawasan berangkat sampai pulang ke dermaga. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah kapal pembanding dan spiral design, suatu metode desain kapal yang diawali dari penentuan ukuran utama kapal, pembentukan lambung, perhitungan berat, stabilitas, tahanan, sistem permesinan, perhitungan biaya dan seterusnya sampai di dapatkan desain yang optimum, jika salah satu tahap mengalami kegagalan, maka akan diulang dari tahap awal lagi. Desain kapal yang dihasilkan adalah kapal kecil dengan panjang 3 meter, lebar 1 meter, tinggi 50 cm dengan kapasitas penumpang 2 orang. Tenaga penggerak utama adalah baterai 1,2 kW untuk mencapai kecepatan minimal kapal 5 knot. Perhitungan stabilitas menunjukkan hasil yang cukup baik dengan titik hilang stabilitas kapal sekitar 35o .AbstractThis research originated from the request of river activists in Sidoarjo to design a small boat with two people. Special requests suggested by the ship do not cause noise that can cause disturbed birds and wildlife and escape from the ship carrying surveillance over the river. As a solution, small vessels are designed with electric propulsion generated by battery cells. The main problem that will be examined is the large battery and the ship needed by a ship that can drive at sufficient speed and enough battery to carry out surveillance operations until it returns to the dock. The method used in this studio is a comparison vessel and spiral design, a ship design method that starts from the main ship size, hull formation, weight calculation, toughness, resistance, machining system, cost calculation and completion to achieve an optimal design, if wrong one failed to be repaired, it will be repeated from the beginning again. The design of the ship produced is a small boat with a length of 3 meters, a width of 1 meter, a height of 50 cm with a capacity of 2 people. The main driving force is a 1.2 kW battery to reach a minimum speed of 5 knots. Generate 35% of the remaining amount. Keywords: ships, electricity, batteries, troling

Page 9 of 40 | Total Record : 394