cover
Contact Name
Yuliana Rakhmawati
Contact Email
jurnalkomunikasiutm@gmail.com
Phone
+628562991762
Journal Mail Official
jurnalkomunikasiutm@gmail.com
Editorial Address
Ilmu Komunikasi, Universitas Trunojoyo Madura
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi
ISSN : 19784597     EISSN : 25494902     DOI : https://doi.org/10.21107/komunikasi
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 162 Documents
KEYAKINAN DAN KESUKAAN IBU RUMAH TANGGA SURABAYA MENGENAI TAYANGAN IKLAN LAYANAN MASYARAKAT “AYO MAKAN IKAN” Yuli Nugraheni; Maria Yuliastuti
Jurnal Komunikasi Vol 11, No 1 (2017): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2647.916 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v11i1.3024

Abstract

ABSTRAKBaru-baru ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memunculkan Iklan Layanan Masyarakat dengan tagline “Ayo Makan Ikan” di televisi yang merupakan media audio visual. Telah lama masyarakat Indonesia menjadikan nasi sebagai makanan pokok dan ikan hanya sebagai makan tambahan untuk melengkapi ‘Empat Sehat Lima Sempurna’. Penekanan pesan untuk makan ikan masihterbatas. Padahal faktanya, Indonesia sangat kaya dengan ikannya. Di sinilah KKP memiliki peran yang besar, Saut P. Hutagalung selaku Direktur Jenderal Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan  (P2HP) dari KKP mengatakan, “Kami akan terus mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi ikan seperti pada program yang sudah kami terus jalankan yaitu Gerakan Memasyarakatkan MakanIkan (Gemarikan),”.Hal itu juga didukung dengan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) “Ayo Makan Ikan”. Pada penelitian inilah akan dikupas lebih dalam bagaimana tanggapan yang diberikan oleh ibu rumah tangga di Surabaya dalam bentuk keyakinan dan kesukaan mengenai ILM “Ayo Makan Ikan”.Teori yang digunakan antara lain mengenai iklan, prinsip dasar iklan, peran iklan, fungsi iklan,iklan di televisi,elemen iklan, bentuk iklan, jenis iklan, iklan layanan masyarakat, keyakinan (belief) dan kesukaan (feeling). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survey pada ibu rumah tangga di Surabaya.Kesimpulan Dalam penelitian ini adalah : Identitasmayoritas responden berumur lebih dari 34 tahun dan responden mayoritas berprofesi sebagai ibu rumah tangga serta mayoritas responden tinggal di kawasan Surabaya Timur. Tingkat keyakinan responden pada informasi yang ada dalam setiap elemen iklan adalah tinggi yang artinya responden yakin padainformasi yang disamapaikan melalui elemen video dan audio, talent, setting, lighting, graphics, dan pacing dalam iklan yang memuat informasi ajakan untuk makan ikan. Tingkat kesukaan responden pada informasi yang ada dalam setiap elemen iklan adalah tinggi yang artinya responden suka pada informasi yang disamapaikan melalui elemen video dan audio, talent, setting, lighting, graphics, dan pacing dalam iklan yang memuat informasi ajakan untuk makan ikan.
PERILAKU KOMUNIKASI ETNIS TIONGHOA PERANAKAN DALAM BISNIS KELUARGA (Studi Fenomenologi mengenai Perilaku Komunikasi Etnis Tionghoa Peranakan dalam Bisnis Keluarga di Jakarta) Firda Firdaus Abdi; Hanny Hafiar; Evi Novianti
Jurnal Komunikasi Vol 9, No 2 (2015): September
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3022.021 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v9i2.1190

Abstract

Peranakan Chinese is a result of marriage, assimilation, or acculturation between two major groups in Indonesia, the local and the Chinese. They are attached to various kinds of stereotypes that lead to difficulties in socializing, which ultimately affect their behaviors and on how they run the family business. The phenomenological approach research seeks to study the behavioral communications made by Peranakan Chinese who in running their family business. Five people who are Peranakan Chinese and have family business based in Jakarta are involved through some in-depth interviews and revealed that the meaning of peranakan itself are influenced by their experiences during socializing, which affects they way they acted up, including their behavioral communication in the family business to the obstacles encountered.Keywords: Crossbrreed Chinese, behavioral communications, family business
POLA PENGASUHAN REMAJA PADA KELUARGA BURUH MIGRAN INDONESIA (BMI) UNTUK MEWUJUDKAN GENERASI BERKUALITAS DI KECAMATAN PENGANTENAN-PAMEKASAN Netty Dyah Kurniasari; Teguh Hidayatul Rachmad; Diyah Herowati; Iswari Srihastuti
Jurnal Komunikasi Vol 12, No 2 (2018): September
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1420.865 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v12i2.4516

Abstract

Remaja adalah titik awal kehidupan untuk meraih masa depan yang cerah. Keputusan yang salah berakibat fatal dalam karir dan reputasi di masyarakat. Peran orang tua dalam mengarahkan dan mengasuh anaknya yang remaja menjadi point penting agar tetap di jalur yang positif. Permasalahan yang terjadi apabila anak-anak yang sudah menjelang remaja menjadi bagian dari keluarga buruh migran Indonesia (BMI). Pola asuh tidak diberikan sepenuhnya kepada orang tua kandung, namun diserahkan kepada kakek/nenek atau saudara yang diberikan kepercayaan oleh orang tua untuk mengasuhnya. Pola asuh pada keluarga migran Indonesia di kecamatan Pengantenan-Pamekasan menerapkan pola asuh situasional, dimana orang tua asuh pengganti membuat strategi untuk mengasuh dengan cara demokratis, otoriter dan permisif. Cara pola asuh seperti ini terbilang sukses, karena remaja yang ditinggal oleh orang tuanya menjadi buruh migran Indonesia tidak mengalami beban psikologis 
SISTEM KOMUNIKASI PEMERINTAH DAN KOMPLEKSITAS IKON KAMBING PE DI KABUPATEN PURWOREJO Tatag Handaka; Hermin Indah Wahyuni; Endang Sulastri; Paulus Wiryono
Jurnal Komunikasi Vol 10, No 2 (2016): September
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4091.591 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v10i2.2523

Abstract

ABSTRACTEttawa Crossbred (EC) goat farming in Purworejo regency dated back to the era of Dutch colonial government. The Ministry of Farming was decided that EC as Purworejo’s local crossbred. But the farmers judge that EC not to be Purworejo’s icon. The farmers was judged that government not seriousmade EC as Purworejo’s icon. The aim of this research was to know how the government communicationsystem produce and reproduce information to solve EC as Purworejo’s icon. The theory used in thisresearch is communication system in the perspective of Niklas Luhmann. The research method used wasexplorative case study. Population of this study was conducted in Purworejo regency as the center ofEC goat farming. The result of the study shows that government communication system was producedinformation in encountering the environmental complexity of EC as Purworejo’s icon. The informationabout statue of EC as signifier. Government communication system wasn’t produced the icons like ECproducts and gifts. The farmers was judged that government not serious to solved EC as Purworejo’icon. The farmers through farmers group was produced icons like EC’s signifier and EC’s products (milkpowder, caramel, yoghurt, and crackers).Keywords: government communication system, complexity, icon.
KONSTRUKSI PEMBERITAAN KONFLIK INDONESIA VS MALAYSIA DI SURAT KABAR ( Qoniah Nur Wijayani; Netty Dyah Kurniasari; Tatag Handaka
Jurnal Komunikasi Vol 6, No 1 (2012): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1367.24 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v6i1.150

Abstract

Confrontation between Indonesia and Malaysia frequently occurs. The conflicts between the two of nations then and now are always repeated and never go over. Since the Soekarno regime until Yudhoyono regime always comes up with several problems. On August 13, 2010, confrontation between Indonesia and Malaysia repeatedly happened. In the waters of Tanjung Berakit, Marine Police Malaysia (MPM) have arrested Indonesian officials (Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)). Those reality has attracted a news media attentions for reporting. Jawa Pos and Kompas have performed Tanjung Berakit incident on the front pages for nearly a month. Both Jawa Pos and Kompas Kompas have published the reality in different perspective. Each of them constructs reality based on their views. Wanting to inves­tigate the construction of news media above, this study uses framing theory to analyze the method of framing models Zongdang Pan and Gerald Kosicki M. It operationalizes the four dimensions of structural text news: syntax, script, thematic, and rhetorical. This study found that Jawa Pos constructs reality reporting on the arrest of three KKP officer by Marine Police Malaysia as a conflict between two countries that attacks each other. Both are en­emies which opposites to each other. Malaysia has always been challenging Indonesia while Indonesia is not able to compensate. Disappointment refers to the Indonesian government. Jawa Pos thought that the settlement with take up arms can be done. Unlike The Jawa Pos case, Kompas constructs reporting on the arrest of three KKP officersis not a conflict be­tween the two countries. It can be seen from the attitude of both countrie thatis very contra­dictory. If Indonesia is really angry with Malaysia, in reserve Malaysia is keeps in silent as if nothing happened. Even Malaysia considers that Indonesia is their friend. Kompas does not want to deteriorate their relationship. Indonesia and Malaysia are the two allied coun­tries for mutual benefit. Kompas considers that Keeping a cool head may be the best solution for resolving the conflict. Maturity and politeness should be put forward.Keyword: Constructs, Indonesia vs Malaysia, Framing Analysis
PEMANFAATAN APLIKASI MOBILE KITABISA DALAM PELAKSANAAN CROWDFUNDING DI INDONESIA Nurul Hutami; Irwansyah Irwansyah
Jurnal Komunikasi Vol 13, No 2 (2019): September
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3255.473 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v13i2.5357

Abstract

Adanya internet tentunya tidak hanya membantu kehidupan manusia, tetapi lambat laun juga mengubahnya. Kecenderungan untuk mengakses internet pun kian berubah, termasuk dari penggunaan perangkat yang dipilih. Meningkatnya penggunaan internet, membuat praktik crowd semakin mulai dikenal dan diterapkan dalam berbagai keperluan, misalnya crowdfunding. crowdfunding dapat diartikan sebagai panggilan atau penawaran terbuka yang bisanya dilakukan dengan internet guna penyediaan sumber daya keuangan, baik dalam bentuk sumbangan atau pertukaran produk masa depan atau bentuk penghargaan tertentu dan hak suara. Oleh karena popularitas aplikasi seluler — program komputer kecil yang dirancang untuk beroperasi terutama di dalam smartphone dan komputer tablet — juga telah mengalami pelonjakan, peneliti ingin mengetahui pemanfaatan aplikasi yang digunakan oleh Kitabisa dalam melaksanakan praktik crowdfunding. Dengan metode penelitian kualitaif dan sumber data sekunder, peneliti berusaha memaparkan gambaran pemanfaatan aplikasi Kitabisa, baik di perangkat yang bersistem operasi iOS dan android. Dari hasil pembahasan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aplikasi Kitabisa terus dipromosikan dengan terus menambahkan fitur menarik agar tetap dapat mempermudah para pemberi dana dalam memberikan donasinya.
Pengaruh Penggunaan Tagline KFC "Jagonya Ayam!" Terhadap Pembentukan Brand Association Vanya Kirana; Vidya Fitri Ferdiansyah; Melisa Arisanty
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 1 (2020): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1160.557 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v14i1.5548

Abstract

Restoran cepat saji yang semakin menjamur di Indonesia membuat persaingannya semakin ketat. Masing-masing restoran cepat saji harus memiliki keunggulan strategi pemasaran untuk mempertahankan keberadaan mereknya dan dapat tetap bersaing. KFC, salah satu restoran cepat saji di Indonesia yang menggunakan tagline sebagai strategi pemasarannya. Penggunaan tagline yang efektif dapat membentuk brand association yang berguna membentuk makna dibenak konsumen terhadap brand KFC. Maka diperlukan penelitian yang dapat mengkaji hubungan antara penggunaan tagline terhadap pembentukan brand association pada konsumen KFC Bintaro Sektor 9. Pengumpulan data menggunakan cara penyebaran kuesioner sesuai sampel yaitu 100 konsumen KFC. Tinjauan pustaka dimulai dari penjelasan konsep komunikasi pemasaran, dilanjutkan konsep tagline, lalu konsep brand association hingga teori brand personal resonance. Uji yang dilakukan menggunakan rumus Pearson dan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara penggunaan tagline dan pembentukan brand association tergolong kuat karena berpengaruh 44% serta nilai korelasi antara Variabel X dan Y yaitu 0,644. 
Teori Manajemen Identitas: Kajian tentang Faceworks dalam Hubungan antar Budaya Nikmah Suryandari
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 1 (2020): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.481 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v14i1.7171

Abstract

Teori Manajemen Identitas (TMI) memberikan kontribusi terhadap pemahaman mengenai kompetensi komunikasi antar budaya dengan cara mengklarifikasikan hubungan antara manajemen identitas dengan strategi tatap muka, Prinsip dari teori ini memperoleh dukungan dari beberapa hasil penelitian dan memiliki ketahanan yang baik terhadap kritik-kritik. Teori Manajemen Identitas (TMI)  disusun dalam kerangka kerja heuristis untuk membantu memahami kerumitan / kompleksitas dari manajemen identitas dalam kaitannya dengan interaksi antar budaya. Meskipun TMI tidak disusun dalam bentuk preskriptif 'berbentuk ketentuan', Teori Manajemen Identitas (TMI) menyajikan beberapa prinsip terhadap perkembangan kompetensi komunikasi pada  pasangan antar budaya, yaitu (a) Menentukan hubungan identitas melalui peningkatan coactions,konvergensi simbolik, dan koordinasi suatu hubungan dari aturan-aturan , (b) Memandang perbedaan budaya sebagai aset bukan hambatan, dan (c) mengetahui bahwa manajemen identitas dan hubungan 'relasi' dapat dianalogikan seperti dua sisi uang logam.
Branding “Kampong Parjhuge” sebagai Destinasi Kampung Pendidikan Karakter Mahasiswa di Lingkungan Universitas Trunojoyo Madura Fachrur Rozi
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 1 (2020): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.783 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v14i1.6974

Abstract

Masalah keamanan akhir-akhir ini masih menjadi topik diskusi tanpa akhir di sekitar kampus Universitas Trunojoyo Madura. Problema ini jika tidak ada langkah nyata baik dari pihak berwenang, aparat desa, pemerintah kabupaten, bahkan kampus UTM sendiri akan menimbulkan masalah baru. Tentu saja, penduduk lokal dan mahasiswa UTM akan dirugikan. Mereka akan selalu merasa cemas, dan takut dengan masalah tersebut. Selain itu, perilaku asosial dengan banyak rumah kos dan mahasiswa sewaan menjadi kerumitan masalah baru yang mengarah pada munculnya ide tentang konsep pendidikan karakter di lingkungan UTM. Pengabdian masyarakat yang dikemas sebagai bentuk kegiatan, dan branding desa harapannya desa bisa memiliki ciri khas dan siappun yang berada di desa tersebut mampu mendapatkan perubahan karakter yang lebih baik.
Peran Komunikasi antara Guru dan Murid dalam Membangun Minat Belajar di Komunitas Jendela Jakarta Rizki Putri Nadia; Santi Delliana
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 1 (2020): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.539 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v14i1.7019

Abstract

Komunitas Jendela Jakarta adalah komunitas yang berfokus pada pendidikan non-formal. Relawan komunitas memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda, sehingga gaya mengajar masing-masing relawan juga berbeda. Psikologi dan gaya belajar siswa yang bervariasi membutuhkan pola komunikasi baru. Studi ini meneliti pola komunikasi guru dalam membangun minat siswa di Komunitas Jendela Jakarta dan bagaimana mengatasi hambatan komunikasi yang ditemukan selama proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah guru, sukarelawan, dan koordinator Divisi Hubungan Komunitas Jendela Jakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang digunakan oleh sukarelawan Komunitas Jendela Jakarta untuk meningkatkan minat belajar adalah melalui pendekatan pribadi, diskusi, dan negosiasi. Metode pembelajaran menggunakan media visual dan berbicara tentang pembelajaran aktif. Namun, kendala dalam proses pembelajaran masih sering ditemukan dalam bentuk kurangnya antusiasme, perilaku bodoh, dan melarikan diri dari kelas karena mereka tidak tertarik. Solusi yang biasa adalah memberikan kebebasan untuk bermain di luar kelas untuk menghilangkan kebosanan, mendekati siswa, membujuknya perlahan untuk mau mengikuti pelajaran.

Page 9 of 17 | Total Record : 162