cover
Contact Name
Yuliana Rakhmawati
Contact Email
jurnalkomunikasiutm@gmail.com
Phone
+628562991762
Journal Mail Official
jurnalkomunikasiutm@gmail.com
Editorial Address
Ilmu Komunikasi, Universitas Trunojoyo Madura
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi
ISSN : 19784597     EISSN : 25494902     DOI : https://doi.org/10.21107/komunikasi
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 162 Documents
“Smart Flight” sebagai Bentuk Pelatihan Pilot Drone oleh Pasukan Drone Bogor Indonesia Riris Endah Respati; Irwansyah Irwansyah
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 1 (2020): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.584 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v14i1.5503

Abstract

Banyaknya kasus drone yang mengancam keselamatan dan keamanan baik di Indonesia maupun di luar negeri, membuat banyak orang menjadi khawatir tentang drone itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat orang-orang paham mengenai keselamatan, keamanan, dan regulasi tentang drone. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara. Informan yang akan diwawancarai adalah Sigit Pramono sebagai Ketua dan pendiri dari Pasukan Drone Bogor Indonesia. Pasukan Drone Bogor Indonesia merupakan komunitas yang menciptakan sebuah konsep sertifikasi pelatihan bagi pilot drone yang dinamakan Smart Flight. Pelatihan Smart Flight berisi tentang hal teknis dan sistem tentang drone, keselamatan, peraturan dan regulasi dari pemerintah. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai masukan bagi pilot drone yang telah memiliki sertifikasi dengan membuka peluang pekerjaan baru dan menambah nilai tawar menawar di mata klien. Paham pada aturan dan regulasi, akan membuat angka kecelakaan karena drone menjadi berkurang.
Pembentukan Konsep Keintiman Berdsarkan Social Information Processing Theory pada Komunitas Sehatmental.id Casey Catherina; Rino F Boer; Mei Talia; Stephanie Cecilia
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 1 (2020): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.909 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v14i1.6035

Abstract

Kesehatan mental telah menjadi isu global di berbagai negara sehingga diperlukan penanganan yang serius terhadap isu ini. Di Indonesia sendiri, masyarakat yang mengalami gangguan mental semakin meningkat tajam. Sejalan dengan meningkatnya jumlah komunitas di media sosial yang menyuarakan pentingnya kesehatan mental, ada optimisme bahwa upaya kesehatan mental dapat dilakukan juga melalui media sosial. Namun, benarkah media sosial dapat membangun semangat volunteer (ingin ikut terlibat secara langsung) karena keintiman yang terjalin didalamnya? Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsep keintiman yang terbentuk dalam gerakan sosial kesehatan mental berdasarkan social information processing theory. Penelitian ini menggunakan konsep keintiman dari teori social information processing oleh Joseph Walther. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada individu – individu di Komunitas Sehatmental.id. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap 7 informan dari Komunitas Sehatmental.id. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keintiman tidak terjadi pada individu – individu di Komunitas Sehatmental.id. Hubungan yang terbentuk bersifat impersonal karena hanya berfokus pada peran masing – masing anggota di dalam komunitas dan kegiatan yang akan dilaksanakan. Hal ini berdampak pada anggota volunter yang sering berganti – ganti di dalam Komunitas Sehatmental.id. Kecepatan respon yang diberikan saat berinteraksi pun tidak membuat anggota komunitas merasa lebih dekat satu sama lain. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan kata “kita” atau “kamu” dapat membuat followers merasa dilibatkan. Namun, interaksi di media sosial sering kali dirasa tidak cukup sehingga perlu dilakukan pertemuan tatap muka di antara anggota dengan pengurus.
Strategi Komunikasi Politik Juru Bicara Wakil Presiden 2014-2019 sebagai Humas Pemerintah Silvanus Alvin
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 1 (2020): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ilkom.v14i1.6031

Abstract

Keberadaan Government Public Relations itu penting di tengah tuntutan keterbukaan informasi. Meski demikian, penelitian yang membahas topik ini di lingkup istana masih minim. Berangkat dari keresahan tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengungkap strategi yang diterapkan oleh Juru Bicara Wakil Presiden periode 2014-2019 sebagai humas pemerintah. Metode yang dipakai dalam penelitian kualitatif ini adalah wawancara mendalam serta observasi terhadap Husain Abdullah selaku Juru Bicara Wakil Presiden 2014-2019. Terdapat beberapa tahapan-tahapan strategi yang diterapkan, yakni penentuan citra pihak yang direpresentasikan, penentuan publik sasaran, menjalankan fungsi manajemen komunikasi dan fungsi proteksi, serta evaluasi. Selain itu, temuan menarik dari penelitian ini membuktikan Husain Abdullah sebagai Juru Bicara Wakil Presiden 2014-2019 diberikan keleluasaan dalam menentukan strategi komunikasi politik yang ia rasa penting dilakukan, tanpa perlu melapor ataupun mendapat persetujuan dari Jusuf Kalla sebagai pihak yang direpresentasikan. Beberapa bentuk keleluasaan itu antara lain adalah kebebasan dalam menginterpretasikan pesan wakil presiden kemudian menyebarluaskan kepada pers, berperan pula sebagai penasihat (advisor) yang bisa memberi masukan-masukan, serta menentukan konten-konten mana yang layak di media sosial tanpa perlu persetujuan Jusuf Kalla
Pengaruh Special Event Pembukaan ASIAN GAMES ke-18 Tahun 2018 terhadap Reputasi Ketua Panitia INASGOC Alfilonia Harwinda; Andre Ikhsano
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 1 (2020): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ilkom.v14i1.6029

Abstract

Penelitian ini penting karena dilihat dari kesuksesan pembukaan acara Asian Games ke-18 tahun 2018 yang megah dan spektakuler berkaitan dengan reputasi ketua panitia INASGOC. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa adakah pengaruh dan seberapa besar pengaruh special event pembukaan Asian Games ke 18 tahun 2018 terhadap reputasi ketua panitia INASGOC dari sudut pandang teori harapan melalui special event, dan reputasi. Dalam penelitian ini ada 2 variabel yaitu variabel X (special event) menggunakan 8 dimensi terdiri dari uniqueness, perishability, intangibility, ritual or ceremony, ambience and service, personal contact and interaction, labour intensive, dan fixed timescale sedangkan variabel Y (reputasi) menggunakan 4 dimensi terdiri dari kredibilitas, terpercaya, keterandalan dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini melalui metode penelitian kuantitatif dengan menguji regresi linear sederhana, koefisien persamaan regresi, uji anova, analisis korelasi, dan uji normalitas. Responden dalam penelitian ini adalah 100 orang responden yang menonton langsung pembukaan Asian Games ke-18 tahun 2018 di Gelora Bung Karno Jakarta. Penelitian ini mendapatkan hasil dari Pearson Correlation Product Moments menunjukkan sebesar 0,628 bahwa terdapat pengaruh positif dan kuat yang signifikan antara special event pembukan Asian Games ke-18 tahun 2018 terhadap reputasi ketua panitia INASGOC.  Penelitian ini juga terdapat besar pengaruh special event pembukaan Asian Games ke-18 tahun 2018 terhadap reputasi ketua panitia INASGOC adalah 39,4%.
Studi Kasus Kelompok Samasundu dan Tallas dalam Pengelolaan Stereotipe di Sulawesi Barat Suherli Suherli; Tuti Bahfiarti; Muhammad Farid
Jurnal Komunikasi Vol 15, No 1 (2021): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ilkom.v15i1.10163

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk stereotipe kelompok Samasundu terhadap kelompok Tallas di Desa Samasundu, Sulawesi Barat. Stereotipe muncul karena adanya sejarah di masa lalu seperti, stereotipe kelompok Tallas sebagai kelompok yang tidak berpendidikan, kelas sosial bawah serta pekerja kasar. Penelitian ini menggunakan rancangan riset kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada kelompok Samasundu dan kelompok Tallas. Data dianalisis dengan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stereotipe yang selama ini muncul karena adanya kejadian masa lalu kedua kelompok  perlahan mulai dapat dihilangkan. Perbaikan dari aspek pendidikan serta ekonomi bagi kelompok Tallas menjadi prioritas utama dengan harapan agar status sebagai kelompok minoritas dapat dihilangkan. Akan tetapi tidak semua aspek sosial yang berkaitan dengan kelas sosial dapat disejajarkan. Ada hal-hal tertentu yang menjadi pengecualian untuk dapat disejajarkan terutama yang berkaitan dengan tradisi ataupun adat yang diyakini oleh keduanya karena kedua kelompok masyarakat masih berpegang teguh pada adat istiadat, seperti acara pernikahan saat proses pelattigian (pemberkatan) bagi seseorang saat melangsungkan pernikahan. Menurut adat istiadat yang diyakini oleh masyarakat setempat, pelattigian (pemberkatan) hanya boleh dilakukan oleh seseorang dengan identitas lebih baik atau mempunyai level sosial paling tidak sama dengan kelompok yang melangsungkan pernikahan. Dalam hal ini, pemerintah setempat atau tokoh masyarakat di desa tersebut harus mampu memberikan solusi berupa pemahaman kepada kelompok Samasundu untuk dapat hidup secara berdampingan tanpa harus melihat kejadian di masa lalu sebagai pembanding diantara kedua kelompok masyarakat sehingga stereotipe yang memberi kesan negatif terhadap kelompok Tallas dapat dihilangkan. Selain itu, kelompok Tallas mempunyai keterampilan unik yaitu membuat keterampilan dari bambu yang tidak dimiliki oleh masyarakat Samasundu harus diberikan pelatihan maupun wadah yang cukup untuk melestarikan atau memberikan inovasi terhadap keterampilan yang mereka miliki.
Komunikasi Organisasi pada Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional Thoriq Ramadani
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 2 (2020): September
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ilkom.v14i2.7076

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui iklim komunikasi organisasi dan strategi komunikasi pada Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional. Metode yang digunakan adalah  paradigma kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara terhadap key informants dan data sekunder dengan melakukan peninjauan literatur. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa iklim komunikasi organisasi pada faktor pimpinan, memberikan motivasi kepada bawahan untuk menjalankan pekerjaan dengan baik. Pada faktor tingkah laku pegawai, masih terkotak-kotak antar generasi, antar Bagian, dan beberapa orang belum berkomunikasi secara dua arah dengan baik. Pada tingkah laku kelompok kerja terkotak-kotak antar Bagian. Faktor eksternal organisasi, penurunan anggaran memiliki efek terhadap produktivitas kerja. Strategi komunikasi, komunikator adalah pimpinan yang dapat mempersatukan seluruh pegawai. Target yang ditetapkan adalah seluruh pegawai. Pesan yang disusun berisi kebijakan. Media yang digunakan aplikasi WhatsApp dan e-mail. Saluran komunikasi yang digunakan kelompok melalui rapat Biro, rapat Bagian, antar pribadi seperti e-mail, telepon, WhatsApp, dan Short Message Service (SMS). Efek yang diharapkan adalah keguyuban.
Pemaknaan Penonton Dewasa Muda terhadap Pesan Pendidikan Seksual dalam Film Dua Garis Biru Deonita Putri Jurdjo; Fasya Syifa Mutma
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 2 (2020): September
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ilkom.v14i2.6634

Abstract

Seiring berkembangnya zaman seiring berkembang pula gaya hidup bebas yang biasa dikenal pergaulan bebas. Fenomena ini biasa dikaitkan dengan bebasnya kehidupan remaja dan dewasa muda dalam berhubungan dengan lawan jenis. Banyak dari mereka berhubungan di luar batas kewajaran, hingga tak jarang mereka terjerumus ke seks bebas yang menyebabkan kehamilan pra nikah, bahkan penyebaran penyakit kelamin seperti HIV/AIDS. Diperlukan adanya pendidikan seks yang ditanamkan pada anak agar anak mempunyai pengetahuan dan mampu mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. Pesan pendidikan seks turut dapat disalurkan melalui film, salah satunya yaitu film Dua Garis Biru. Film Dua Garis Biru awalnya menuai kontroversi karena dianggap mendukung seks bebas, padahal penulis film ingin menampilkan pesan pendidikan seks didalam film tersebut. Karena fenomena ini peneliti tertarik untuk meneliti lebih dalam terkait bagaimana pemaknaan penonton dewasa muda terhadap pesan pendidikan seks dalam film Dua Garis Biru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigm konstruktivistik dan strategi fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada penonton film Dua Garis Biru (usia dewasa muda). Hasil penelitian ini adalah bahwa benar terdapat pesan pendidikan seks dalam film ini yaitu dapat dilihat dari sisi biologis, psikologis, sosial budaya, etika, moral, dan hukum. Kemudian, dari sisi teori Resepsi secara keseluruhan dua informan dinilai berada di posisi dominan (walaupun juga terdapat posisi negosiasi) karena informan cenderung banyak menyetujui pesan yang ditampilkan.
Telemedicine sebagai Media Konsultasi Kesehatan di Masa Pandemic COVID 19 di Indonesia Genny Gustina Sari; Welly Wirman
Jurnal Komunikasi Vol 15, No 1 (2021): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ilkom.v15i1.10181

Abstract

Bidang kesehatan mengalami kemajuan pesat dengan mengadopsi internet dalam penerapannya, internet memudahkan pekerjaan dan memungkinkan terobosan baru dalam dunia kesehatan melalui e-health. Tulisan ini mencoba melihat bagaimana situs-situs e-health seperti Alodokter dan Halodoc menjadi media konsultasi kesehatan secara online bagi masyarakat. motif apa yang melatarbelakangi pasien memilih berkonsultasi online dan bagaimana masyarakat menaruh kepercayaan konsultasi tanpa tatap muka khsusunya selama masa pandemic COVID 19 dengan menggunakan teori fenomenologi Alferd Schutz yang menitikberatkan pada motif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenalogi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara secara online dengan para pasien di aplikasi Alodokter dan Halodoc yang dilakukan dalam kurun waktu 5 bulan dengan total jumlah informan sebanyak 6 orang. Hasil penelitian menunjukkan Because to Motive seseorang melakukan konsultasi online adalah karena pandemic COVID 19 yang menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan untuk melakukan konsultasi langsung dan karena penyakit yang dikonsultasikan dianggap pasien bukan penyakit yang serius. In Order to Motive pasien melakukan konsultasi kesehatan online adalah untuk mendapatkan informasi dan solusi dari penyakit yang diderita, untuk mendapatkan rekomendasi obat yang harus dikonsumsi atau Tindakan yang harus ditindaklanjuti serta untuk memperoleh ketenangan atas kecemasan yang dirasakan mengingat banyaknya keluhan yang dikonsultasikan mengacu pada pertanyaan tentang gejala COVID 19. Tingkat kepercayaan pasien kepada hasil diagnosis online menunjukkan bahwa umumnya pasien akan mempercayai hasil diagnosis untuk penyakit ringan, namun untuk diagnosis yang mengarahkan pasien menemui dokter ahli cenderung diabaikan pasien.  
Pengaruh Penggunaan Aplikasi TikTok Terhadap Kepercayaan Diri Remaja di Kabupaten Sampang Dwi Putri Robiatul Adawiyah
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 2 (2020): September
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ilkom.v14i2.7504

Abstract

Semakin banyaknya pengguna media sosial TikTok pada remaja di Indonesia tentu akan berpengaruh terhadap salah satu tahap perkembangan remaja yakni mengenai kepercayaan diri. Memiliki kepercayaan diri sangat penting hal ini dikarenakan seorang remaja akan mampu untuk menilai diri sendiri dan melakukan suatu pekerjaan secara efektif di dalam kehidupannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan paradigma positivistik. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner sesuai dengan kriteria sampel yang telah ditentukan. Sampel pada penelitian kali ini yakni remaja dengan usia 15-19 tahun di Kabupaten Sampang. Tinjauan pustaka ini dimulai mengenai penggunaan media sosial TikTok sampai pengaruhnya terhadap kepercayaan diri remaja yang kemudian berhubungan dengan teori uses and gratification. Teori ini menjelaskan mengenai konsekuensi keterlibatan individu secara aktif maupun kurang aktif dalam media. Setiap individu memiliki tingkat kebutuhan yang berbeda dalam menggunakan media. Salah satu kebutuhan yang ingin dipenuhi seseorang yakni mengenai peningkatan kepercayaan diri. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan media sosial TikTok terhadap kepercayaan diri remaja sebesar 54,5 %.
Cyber Public Relations Melalui Microblogging Dalam Menjaga Citra PemProv DKI Jakarta Halimatus Zahro Yananingtyas; Irwansyah Irwansyah
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 2 (2020): September
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ilkom.v14i2.7456

Abstract

Pada era digital setiap instansi pemerintahan mempunyai jalan yang tertentu untuk meningkatkan citra lembaga pemerintahan.  Lembaga Pemerintahan, harus terus mengikuti perkembangan teknologi yang telah ada di tengah masyarakat. Sehingga, engagement masyarakat terhadap Lembaga Pemerintahan tersebut meningkat, pada akhirnya berguna untuk meningkatkan citra dari setiap Lembaga Pemerintahan tersebut. Pada era digitalisasi, Internet dan media sosial akan memberikan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Begitu pula pada perusahaan  maupun instansi harus lebih efektif dalam menggunakan internet dan media sosial untuk membangun hubungan antara masyarakat dan perusahaan maupun instansi tersebut. Cyber Public Relations sebuah istilah dalam bidang Public Relations yang digunakan untuk menyampaikan informasi informasi kepada publik. Ada beberapa cara untuk menyampaikan informasi yaitu melalui media sosial dan juga website. Salah satu cara yaitu dengan memberikan informasi melalui micro-blog yang menjadi salah satu andalan media sosial untuk memberikan interaksi langsung dan informasi langsung kepada masyarakat melalui akun akun resmi setiap Lembaga Pemerintahan Karena hal tersebut maka, tujuan dari penelitian ini membahas mengenai Cyber Public Relations di Lembaga Pemerintahan memberikan informasi melalui microblogging Public Relations dan bagaimana citra lembaga pemerintahan DKI Jakarta di mata warga Jakarta. Karena hal inilah tingkat keberhasilan Cyber Public Relations dapat dilihat dari sisi eksternal Lembaga Pemerintahan yaitu dari sisi warga DKI Jakarta. Karena pada hakikatnya Public Relations harus mampu mengatur media sosial untuk dapat menyampaikan informasi dan juga menjaga citra harus dapat mengoptimalisasikan penggunaan media sosial secara benar dan optimal. Metode penelitian kualitatif deskriptif, menjadi metode yang dipilih untuk memaparkan mengenai Cyber Public Relations. Hasil pada penelitian ini memaparkan bahwa Cyber Public Relations melalui microblogging adalah salah satu cara yang optimal untuk memaparkan informasi kepada masyarakat DKI Jakarta, serta citra positif yang hadir pada akun @dkijakarta patut untuk dijaga dengan memperbaiki komunikasi antara masyarakat dengan lembaga pemerintahan agar kepercayaan masyarakat kepada lembaga pemerintahan tetap terbentuk

Page 10 of 17 | Total Record : 162