cover
Contact Name
Dwi Sukma Donoriyanto
Contact Email
dwisukama.ti@upnjatim.ac.id
Phone
+6289672577797
Journal Mail Official
tekmapro@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Rungkut Madya no. 1 Gunung Anyar
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
TEKMAPRO Journal of Industrial Engineering and Management
ISSN : 19075146     EISSN : 26566109     DOI : https://doi.org/10.33005/tekmapro.v19i2
Journal of Industrial Engineering and Management, National University of Veterans Development, East Java is a journal that effectively bridges the gap between academics, policy makers, and practitioners and connects various Industrial Engineering and Management communities. While the focus of the publication of this journal on Industrial Engineering and Management research includes: · Reverse Logistics Management · Global Supply Chain Management · Human Factors Engineering/Industrial Ergonomics · Risk Management · Operation Research/Optimization/Metaheuristics · Production Planning and Scheduling · Sustainable Manufacturing Systems · Management of Technology and Innovation · Quality Control and Management · Product Design and Development · Service Design and Management · Healt and Safety management · Cost Analysis Management/Financial Engineering · Business Process Engineering · Facility Design and Layout · Transportation Management · Information Management and Technology · Warehouse Management · Customer Relation Management
Articles 334 Documents
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN SUKU CADANG HOUSING GOWL FOR GRAVEL PUMP WARMAN DENGAN METODE PERIODIC REVIEW DAN CONTINUOUS REVIEW DI PT. XYZ Enny Aryanny; Yusuf Drajat Kurniawan
Tekmapro : Journal of Industrial Engineering and Management Vol 15 No 1 (2020): TEKMAPRO
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/tekmapro.v15i1.131

Abstract

ABSTRAK Dalam proses penerapan konsep industri 4.0, optimalisasi harus dicapai dalam segala aspek di industri. Proses pengadaan suku cadang peralatan produksi dapat mempengaruhi proses optimalisasi perusahaan. PT. XYZ merupakan produsen dan eksportir logam timah. Salah satu kegiatan utama dari PT. XYZ adalah pengadaan Suku Cadang mesin produksi lepas pantai, Housing Bowl for Gravel Pump Warman yang termasuk dalam suku cadang level A. Pada kondisi rill, suku cadang ini sering mengalami kelebihan persediaan dengan permintaan yang fluktuatif (probabilistik). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengendalian persediaan Suku Cadang Housing Bowl for Gravel Pump Warman setiap tahun untuk meminimumkan biaya persediaan. Metode pengendalian persediaan yang digunakan Periodic review (R,S), Periodic Review (R,s,S), Continuous Review (s,Q) dan Continuous Review (s,S). Ke empat metode ini dibandingkan dengan metode perusahaan dan dipilih metode dengan total biaya yang minimum. Berdasarkan hasil analisa didapatkan Metode Continuous Review (s,Q) dipilih dengan penghematan total biaya pengendalian persediaan sebesar Rp. 56.001.160.670,- atau sebesar 6,99%. Setelah dilakukan peramalan untuk tahun 2020 maka total biaya pengendalian persediaan sebesar Rp. 54.917.824.070,- dengan lot pemesanan sebesar 17 unit dan titik pemesanan kembali pada 45 unit. Kata Kunci: Continuous, Pemesanan, Persediaan, Periodic, Probabilistik ABSTRACT In the process of applying industry concept 4.0, optimization must be achieved in all aspects of the industry. The process of procuring parts for production equipment can affect the company's optimization process. PT. XYZ is a producer and exporter of tin metal. One of the main activities of PT. XYZ is the procurement of offshore production machinery Parts, Warman Housing Bowl for Gravel Pump which is included in level A spare parts. In real conditions, these parts often experience excess supply with fluctuating (probabilistic) demand. This study aims to determine the inventory control of Warman Housing Bowl Parts for Gravel Pump every year to minimize inventory costs. Inventory control methods used are Periodic review (R, S), Periodic Review (R, s, S), Continuous Review (s, Q) and Continuous Review (s, S). These four methods are compared with the company method and the method chosen with a minimum total cost. Based on the analysis results obtained Continuous Review Method (s, Q) was chosen with a total savings in inventory control costs of IDR 56.001.160.670,- or 6.99%. After forecasting for 2020, the total cost of inventory control is IDR 54,917,824,070,- with an order lot of 17 units and a reorder point at 45 units. Keywords: Continuous, Inventory, Ordering, Periodic, Probabilistic
MODEL PERSEDIAAN UNTUK PEMBELIAN MULTI-ITEM PADA SUPPLIER TUNGGAL MELALUI PURCHASING CONSORTIUM PADA PENGELOLA TAMBAK Nur Rahmawati
Tekmapro : Journal of Industrial Engineering and Management Vol 15 No 1 (2020): TEKMAPRO
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/tekmapro.v15i1.134

Abstract

Purchasing Consortium (PC) adalah bergabungnya dua atau lebih organisasi dengan badan hukum terpisah baik secara sendiri, maupun melalui pihak ketiga melalui pembagian dan atau penyatuan volume pembelian, informasi, dan resources yang dimiliki. Tujuan dari penggabungan tersebut adalah untuk dapat meningkatkan bargaining power, sehingga diperoleh harga beli barang atau jasa yang lebih murah dari supplier. Penelitian ini mencoba melakukan permodelan untuk dapat meminimumkan total biaya tahunan, pada beberapa buyer yang melakukan pembelian multi item melalui PC pada supplier tunggal yang menawarkan skema diskon tetap. Dalam penelitian ini digunakan metode analitis untuk menyelesaikan permasalahan dengan menggunakan pendekatan optimasi. Dari hasil percobaan numerik diperoleh hasil bahwa dengan melakukan pembelian melalui PC, total biaya yang dihasilkan lebih baik bila dibandingkan dengan pembelian tanpa melalui PC.
ANALISIS DAMPAK PENERAPAN KEBIJAKAN GLOBAL SULPHUR CAP 2020 PADA PELAYARAN TANKER DAN PETIKEMAS DI INDONESIA Siti Dwi Lazuardi; Setyo Nugroho; Elsa E. N. Faida
Tekmapro : Journal of Industrial Engineering and Management Vol 15 No 1 (2020): TEKMAPRO
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/tekmapro.v15i1.135

Abstract

Global Sulphur Cap 2020 adalah kebijakan yang mengatur pembatasan kadar sulfur dalam bahan bakar kapal agar sesuai standar global sebesar 0,5% mulai tanggal 1 Januari 2020. Dalam penerapannya, International Maritime Organization (IMO) memberikan 3 (tiga) alternatif cara untuk memenuhi batas kadar sulfur sebesar 0,5 % yaitu dengan menggunakan scrubber (sistem pembersih gas buang), beralih menggunakan bahan bakar berkadar sulfur rendah (low sulphur fuel) di bawah atau sama dengan 0,5 % atau dengan menggunakan bahan bakar LNG (Liquefied Natural Gas). Penerapan masing-masing alternatif kebijakan tentu berdampak bagi perusahaan pelayaran baik dari segi ekonomi terkait penambahan biaya transportasi laut maupun dampak teknis terkait konsekuensi yang harus dipertimbangkan sebelum menerapkan alternatif yang ditawarkan. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan dilakukan analisis terkait dampak teknis maupun ekonomis pada penerapan kebijakan Global Sulphur Cap 2020. Metode yang digunakan meliputi Cost Benefit Analysis (CBA) untuk mengetahui kelayakan investasi dari tiap alternatif yang ada pada 2 (dua) skenario kondisi dan metode Multi Attribute Utility Theory (MAUT) sebagai pengambilan keputusan terkait alternatif terpilih dari masing-masing skenario. Dari hasil penelitian dengan mempertimbangkan pemilihan alternatif sesuai area pelayaran Emission Control Area (ECA), larangan discharge washwater maupun area bebas, diperoleh hasil pada kapal tanker dengan DWT 2.000-10.000 ton menggunakan alternatif penggantian bahan bakar menjadi MGO dengan tingkat emisi 0,004% dan pemasangan hybrid, closed loop maupun open loop scrubber dengan tingkat emisi 0,102%. Sementara untuk kapal petikemas dengan DWT 10.000-15.000 ton menggunakan alternatif penggantian bahan bakar menjadi LNG (dual fuel) dengan tingkat emisi 0%.
PENGEMBANGAN BOX KUE YANG ERGONOMIS DAN INOVATIF DENGAN METODE KANSEI ENGINEERING DAN MODEL KANO (Studi Kasus : Pedagang Kue Basah di Wilayah Surabaya) Enny Aryanny; Candra Puspita Alfalis Saputri
Tekmapro : Journal of Industrial Engineering and Management Vol 15 No 1 (2020): TEKMAPRO
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/tekmapro.v15i1.136

Abstract

Kemajuan teknologi yang semakin berkembang saat ini, mengakibatkan banyak produk inovasi yang memiliki nilai kegunaan yang lebih banyak dari produk yang sudah ada di pasaran. Produk inovasi yang dirancang saat ini memiliki nilai ergonomis dan tingkat efisiensi yang lebih tinggi dari produk yang sudah ada di pasaran. Selain itu, penggunaan produk inovasi bagi penjual kue menjadi lebih praktis dan efisien. Saat ini, banyak penjual kue yang menjajakan dagangannya dengan berbagai cara, diantaranya menggunakan box kue. Para penjual kue sering mengalami kesulitan dalam berdagang karena memiliki tempat yang sangat terbatas untuk meletakan jualannya sehingga penjual kue tidak bisa membawa berbagai jenis kue basah yang diinginan oleh konsumen dan juga para penjual kue mengalami kesulitan dalam memindahkan makanan dari box ke meja sehingga tidak efisien dari segi tempat dan waktu. Desain box kue inovasi mempunyai kriteria nilai sangat puas dan puas yang paling banyak dipilih oleh penjual kue, sehingga dapat disimpulkan bahwa box kue lebih ergonomis dan inovatif, sehingga cocok digunakan bagi para penjual kue untuk berdagang. Box kue inovasi mempunyai ukuran yang lebih besar dengan kapasitas 400 pcs kue, memiliki roda yang dapat didorong saat penjual kue menjajakan dagangannya, box kue bersusun sehingga memudahkan penjual kue dalam membawa kue dengan berbagai variasi kue dan memiliki kaki yang dapat diatur ketimggiannya sesuai keinginan para penjual kue sehingga lebih ergonomis. Kata Kunci: Desain, Efisien, Ergonomis, Inovatif Advances in technology are developing currently, resulting in many innovative products that have more usability value than products that are already on the market. Innovative products that are currently designed have an ergonomic value and a higher level of efficiency than products that are already on the market. In addition, the use of innovative products for cake sellers is more practical and efficient. Currently, many cake sellers are selling their wares in various ways, including using cake boxes. Cake sellers often have difficulty in trading because they have a very limited place to put their sales so that cake sellers cannot carry the various types of wet cakes desired by consumers and also cake sellers have difficulty in moving food from the box to the table making it inefficient in terms of place and time. Innovation cake box design has very satisfied and satisfied value criteria which are most chosen by cake sellers, so it can be concluded that cake boxes are more ergonomic and innovative, making it suitable for cake sellers to trade. Innovation cake box has a larger size with a capacity of 400 pcs of cakes, has wheels that can be pushed when the cake seller peddles his wares, a stacked cake box making it easier for cake sellers to carry cakes with a variety of cakes and has adjustable feet according to the desires of the sellers so that the cake is more ergonomic. Keywords: Design, Efficient, Ergonomic, Innovative
ANALISA KEBIJAKAN SISTEM PENGGANTIAN CUTTING TOOL DENGAN METODE RELIABILITY, AVAILABILITY, MAINTAINABILITY(RAM) DAN MAINTENANCE VALUE STREAM MAPPING (MVSM) DI AREA MACHINING NR CRANKSHAFT PADA PT MMN Irwan Sukendar; Nurwidiana Nurwidiana; Mochammad Muyammamun Nafi
Tekmapro : Journal of Industrial Engineering and Management Vol 15 No 1 (2020): TEKMAPRO
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/tekmapro.v15i1.139

Abstract

PT MMN merupakan sebuah perusahaan otomotif yang memproduksi engine mobil. Permasalahan yang ada yaitu downtime yang diakibatkan oleh penggantian cutting tool cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan perbaikan untuk mengurangi bahkan menghilangkan downtime akibat penggantian cutting tool tersebut. Metode yang digunakan adalah reliability, maintainability dan availability (RAM) dan cost of unreliability (COUR) untuk menghitung waktu penggantian cutting tool yang optimum dengan biaya yang terendah dan maintenance value stream mapping (MVSM) untuk meningkatkan efisiensi dengan mengeliminasi kegiatan yang tidak mempunyai nilai tambah. Hasil Penelitian ini rata – rata nilai reliability pada MTBF cukup rendah yaitu sebesar 46,95%. Rata – rata availability mencapai target yaitu 95% untuk nilai inherent availability (Ai) sebesar 98,60%, achieved availability (Ai) sebesar 98,64%dan operational availability (Ai) sebesar 94,91% (cutting tool OP030 T1, T2, T3 dan T4 tidak tercapai tingkat availabilitynya) serta nilai maintainability didapatkan hasil yang sangat rendah yaitu sebesar 5,212%. Sedangkan biaya ketidakhandalan penggantian cutting tool change ini cukup tinggi dengan rata - rata biaya ketidakhandalan akibat korektif sebesar Rp 39.645.551,958 dan rata – rata biaya ketidakhandalan yang disebabkan oleh downtime sebesar Rp 60.096.209,958. Hasil perbaikan pada MVSM maka didapatkan nilai VA (MTTR) sebesar 4,05 menit dengan presentase 39,74% atau sama dengan nilai dari presentase efisiensi maintenance. Sedangkan nila NVA (MTTO + MTTY) sebesar 6,14 menit dengan presentase 60,26%. Sehingga nilai future state Mapping yang lebih baik, hal ini dapat dilihat dari pengurangan NVA sebesar 30,02 menit yaitu dari 36,16 menit (90,43%) menjadi 6,14 menit (60,26%) serta naikknya presentase efisiensi perawatan dari 9,57% menjadi 39,74% atau lebih dari 3 kali efisiensi awal
PERANCANGAN ALAT PEMBERI MAKAN IKAN OTOMATIS BAGI PETERNAK IKAN DITAMBAK DENGAN METODE DESIGN FOR MANUFACTURING AND ASSEMBLY (DFMA) Rusindiyanto Rusindiyanto; Nur Rahmawati; M Fayshal Ferdiansyah
Tekmapro : Journal of Industrial Engineering and Management Vol 15 No 1 (2020): TEKMAPRO
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/tekmapro.v15i1.140

Abstract

Konsumsi ikan yang besar di Indonesia mendorong petani untuk dapat meningkatkan hasil produksi pertaniannya terutama dalam hal ini petani tambak. Studi terkait pengelolaan tambak yang baik telah banyak dilakukan. Berbagai alat yang dapat membantu meningkatkan hasil produksi pertanian terutama tambak juga telah banyak dibuat. Ada beberapa masalah utama yang dihadapi oleh para petani yang sampai saat ini beberapa masih belum dapat dipecahkan. Diantaranya jumlah kebutuhan pakan ikan yang dibutuhkan agar ikan yang dikelola dapat tumbuh dengan baik. oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan pendesignan alat pemberian ikan otomatis. Alat pemberian makan ikan otomatis hasil perancangan dalam penelitian ini dilengkapi komponen bahan galon plastik memiliki fungsi sebagai tempat untuk menampung pakan ikan dengan kapasitas 10kg, Akrilik, 2 dinamo untuk penggerakan otomatis digerakan dengan tenaga listrik yang berfungsi sebagai mengatur keluarnya pakan ikan, 1 alat pelontar alat bantu yang berfungsi sebagai melontarkan pakan ikan mampu mengeluarkan makan ikan seberat 500gram dalam waktu 2 menit dengan jarak sekitar 8m yang diputar menggunakan tenaga dinamo dengan kecepatan 3000rpm/menit dan rangkaian penyangganya di buwat dengan bahan pipa paralon. Dengan alat ini diharapkan ikan akan mendapatkan makanan secara teratur dengan jumlah porsi yang mencukupi dan tidak berebut sehingga ikan dapat hidup dengan sehat, cepat besar dan berbobot serta pada waktu panenan ikan akan mendapatkan hasil yang memuaskan.
SISTEM MODEL FATIQUE PENYEBAB KECACATAN PADA PROSES PRODUK GENTENG KERAMIK Joumil Aidil Saifuddin
Tekmapro : Journal of Industrial Engineering and Management Vol 15 No 1 (2020): TEKMAPRO
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/tekmapro.v15i1.141

Abstract

Pekerjaan yang memiliki beban berat serta perancangan tata letak fasilitas yang tidak ergonomis akan mengakibatkan pengerahan tenaga kerja yang berlebihan dan postur tubuh yang salah. Selain mengakibatkan kelelahan dini pada pekerja, dapat juga menimbulkan penyakit serta kecelakaan kerja yang mengakibatkan cacat bahkan kematian. Pekerjaan dengan beban berat dan masalah tersebut lazim dialami para pekerja yang melakukan gerakan yang sama dan berulang secara terus-menerus. Pada penelitian ini analisis postur kerja akan menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) yakni suatu metode penilaian postur untuk menginvestigasi gangguan pada anggota badan bagian atas. Metode ini digunakan untuk mendeteksi posisi kerja berisiko dan melakukan perbaikan sesegera mungkin untuk meningkatkan performa kerja manusia dan juga meningkatkan keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kepuasan kerja. Dari Hasil skoring menggunakan Metode RULA, operator forming mendapat skor kategori 4, operator glazing mendapat skor kategori 3 dan operator sorting packaging mendapat skor kategori 3 dimana ketiganya memiliki level resiko kecil dan perlu tindakan dalam beberapa waktu kedepan. Terdapat perbedaan hasil skoring Metode RULA antara perhitungan manual dan software MIRTH RULA pada bagian sorting packaging dimana total grand score pada perhitungan manual lebih rendah yaitu 3, sedangkan pada software MIRTH RULA menunjukkan hasil lebih tinggi yaitu 4. Karena operator bekerja selama 8 jam perhari, setidaknya diperlukan waktu peregangan otot selama 1 menit setiap 1 jam bekerja. Manajemen perusahaan melakukan rotasi setiap 3 bulan sekali pada operator bagian Forming, Glazing dan Sorting Packaging agar operator tidak merasa jenuh.
ANALISA PENGENDALIAN PERSEDIAAN DAUN KAYU PUTIH YANG OPTIMAL DENGAN METODE CONTINOUS REVIEW SYSTEM DI PT. XYZ Enny Aryanny; Ragil Kusuma Jati
Tekmapro : Journal of Industrial Engineering and Management Vol 16 No 1 (2021): TEKMAPRO
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/tekmapro.v16i1.133

Abstract

Persediaan adalah sumber daya yang perlu diadakan dan dipelihara untuk menunjang kelancaran produksi. PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di proses pembuatan minyak kayu putih. Perusahaan memproduksi minyak kayu putih dimana bahan baku utamanya adalah daun kayu putih. Perusahaan ini memiliki permasalahan dalam melakukan pengendalian persediaan bahan baku daun kayu putih yang disebabkan oleh permintaan minyak kayu putih oleh konsumen yang tidak menentu. Perusahaan mengalami keadaan persediaan yang berlebih yang mengakibatkan tingginya biaya persediaan dan kurangnya persediaan yang mengakibatkan produksi yang tidak memenuhi pesanan. Berdasarkan permasalahan di atas, maka dilakukan pengendalian persediaan dengan metode continuous review system backorder dan lost sales. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pengendalian persediaan daun kayu putih sehingga dapat meminimumkan biaya persediaan. Metode continuous review system backorder dan lost sales akan dibandingkan dengan metode perusahaan dan dipilih metode terbaik dengan total biaya paling minimum. Hasil dari perhitungan diperoleh total biaya persediaan minimum dengan metode continuous review system backorder sebesar Rp 2.459.692.004, sedangkan metode perusahaan sebesar Rp 2.595.684.800, sehingga mendapatkan penghematan biaya sebesar Rp 135.992.796 dengan efisiensi sebesar 5,2%. Jumlah pemesanan bahan baku per pesan bulan November 2019 – Oktober 2020 sebesar 1.812 ton, dengan total biaya persedian bahan baku sebesar Rp 2.544.762.825. Kata Kunci: Continuous, Pengendalian, Persediaan. ABSTRACT Inventories are resources that need to be procured and maintained to support the continuity production. PT. XYZ is a company engaged in the process of making eucalyptus oil. The company produces eucalyptus oil where the main raw material is eucalyptus leaves. This company has problems in controlling the supply of raw materials of eucalyptus leaves caused by the erratic demand of eucalyptus oil by consumers. The company experiences a state of excess inventory which results in high inventory costs and lack of inventory resulting in production that does not fulfill orders. Based on the above problems, inventory control is carried out using the continuous review system backorder and lost sales method. The purpose of this study is to control the inventory of eucalyptus leaves so as to minimize inventory costs. The continuous review system backorder and lost sales method will be compared with the company method and the best method is chosen with the minimum total cost. The results of the calculation obtained the minimum total inventory cost with the continuous review system backorder method of Rp.2,459,692,004, while the company's method of Rp2,595,684,800, so as to get a cost savings of Rp.135,992,796 with an efficiency of 5.2%. The number of raw material orders per message in November 2019 - October 2020 amounted to 1,812 tons, with a total cost of supplying raw materials amounting to Rp 2,544,762,825. Keywords: Continuous, Control, Inventory.
ANALISIS PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU ASBES DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (Studi Kasus : PT. XYZ) Yustina Ngatilah; Caecilia Pujiastuti; Ricky Eka Putra
Tekmapro : Journal of Industrial Engineering and Management Vol 15 No 2 (2020): TEKMAPRO
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/tekmapro.v15i2.143

Abstract

ABSTRAK Industri manufaktur dituntut perencanaan yang baik disemua lini produksi untuk bisa bersaing di era globalisasi saat ini.Perencanaan kebutuhan bahan baku merupakan salah satu yang harus diperhatikan,agar kelancaran proses produksi terjamin. Salah satu tolak ukur perencanaan yang baik ialah mampu memenuhi permintaan sesuai dengan waktu ,jenis dan kuantitas barang yang di inginkan.PT XYZ merupakan perusahaan yang memproduksi asbes,dengan permasalahan yang dihadapi adanya penumpukan bahan baku di Gudang. Bahan baku yaitu asbestos dan semen yang menumpuk, sehingga berimbas pada meningkatnya biaya persediaan yang di keluarkan oleh perusahaan. Material Requirement Planning merupakan metode perencanaan kebutuhan bahan baku yang menterjemahkan Jadwal induk produksi menjadi kebutuhan bahan baku berdasarkan struktur produk untuk menentukan kapan dan berapa bahan baku yang harus dipesan.Diharapkan metode ini akan mengurangi biaya persediaan yang ada saat ini. Dari hasil penelitian diketahui bahwa perencanaan bahan baku periode Januari 2018 – Juni 2019 dengan metode perusahaan di dapatkan Total Cost sebesar Rp7,181,567,947.56,- dan menggunakan metode MRP dengan lot LFL didapatkan Total Cost sebesar Rp5,906,702,181.27.,-. Untuk perencanaan bulan Juli 2019 – Desember 2020 menggunakan metode MRP di dapatkan Total Cost sebesar Rp8,751,169,123.35
PENENTUAN JUMLAH PRODUKSI ROTI YANG OPTIMAL UNTUK MENINGKATKAN KEUNTUNGAN DENGAN METODE NEWSBOY DI “ABC” BAKERY” Zharfan Hamzah; Dwi Sukma Donoriyanto; Budi Santoso; Yustina Ngatilah
Tekmapro : Journal of Industrial Engineering and Management Vol 16 No 1 (2021): TEKMAPRO
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/tekmapro.v16i1.144

Abstract

“ABC” Bakery merupakan suatu usaha yang bergerak pada bidang makanan yaitu roti dan kue. Roti termasuk dalam perishable produk yang memiliki karakteristik mudah rusak dan memiliki masa kadaluarsa yang relatif singkat (short live). Dimana untuk saat ini “ABC” Bakery memiliki permasalahan yaitu dimana selalu terdapat kelebihan produksi roti yang tidak laku terjual pada hari itu, sehingga membuat perusahaan tidak dapat mengoptimalkan keuntungan. Salah satu cara untuk mengoptimalkan keuntungan yaitu dengan cara mengurangi sisa roti yang tidak terjual dengan merencanakan produksi roti yang tepat. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian perencanaan produksi roti dengan metode Newsboy dengan harapan dapat meminimalkan jumlah roti yang sisa dan dapat mengoptimalkan keuntungan di “ABC” Bakery. Metode Newsboy merupakan model stokastik yang mempertimbangkan adanya faktor ketidakpastian dalam jumlah permintaan setiap periode produksi. Metode Newsboy digunakan untuk menangani permasalahan pemesanan dari barang-barang yang mudah rusak atau perishable goods atau jenis-jenis produk lainnya yang memiliki masa pakai relative lebih pendek. Dari hasil penelitian berdasarkan perhitungan penentuan kuantitas dengan menggunakan metode Newsboy maka diperoleh jumlah produksi roti yang optimal untuk roti pizza sebanyak 226 buah dan sebanyak 223 untuk roti sosis keju. Sehingga didapatkan keuntungan sebesar Rp 16.635.000 untuk penjualan roti pizza dan sebesar Rp 16.305.000 untuk roti sosis keju. Kata Kunci: Perencanaan Produksi, PPIC, Newsboy