TEKMAPRO Journal of Industrial Engineering and Management
Journal of Industrial Engineering and Management, National University of Veterans Development, East Java is a journal that effectively bridges the gap between academics, policy makers, and practitioners and connects various Industrial Engineering and Management communities. While the focus of the publication of this journal on Industrial Engineering and Management research includes: · Reverse Logistics Management · Global Supply Chain Management · Human Factors Engineering/Industrial Ergonomics · Risk Management · Operation Research/Optimization/Metaheuristics · Production Planning and Scheduling · Sustainable Manufacturing Systems · Management of Technology and Innovation · Quality Control and Management · Product Design and Development · Service Design and Management · Healt and Safety management · Cost Analysis Management/Financial Engineering · Business Process Engineering · Facility Design and Layout · Transportation Management · Information Management and Technology · Warehouse Management · Customer Relation Management
Articles
328 Documents
ANALISIS PRODUKTIVITAS BERDASARKAN PENDEKATAN METODE AMERICAN PRODUCTIVITY CENTER DI PT GFI SIDOARJO
Sutiyono, Mr.
JURNAL TEKMAPRO Vol 3, No 2 (2008): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (181.541 KB)
AbstrakPenelitian ini bertujuan  untuk mengukur produktivitas dengan menggunkan metode APC (American Productivity center), agar perusahaan dapat mengetahui tingkat produktivitas dan hubungan secara langsung antara profitabilitas dengan produktivitas dan perbaikan harga. Identifikasi penyebab naik turunya produktivitas yang dicapai perusahaan dilakukan dengan menggunakan diagram Ishikawa. Terdapat lima kriteria produktivitas yang diteliti yaitu antara lain produktivitas material, produktivitas energi, produktivitas tanaga kerja, provitabilitas modal, produktivitas total. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa adanya kenaikan dan penurunan tingkat produktivitas tenaga kerja, material, modal dan energi mengakibatkan terjadinya fluktuasi juga pada produktivitas total PT GFI selama periode 2004-2006. hal ini dapat pada peride 2005 produktivitas total mengalami penurunan menjadi 147,73 (-9852). Pada periode 2006 produktivitas mengalami peningkatan menjadi 0,126 (9751,4). Kata kunci: produktivitas material, produktivitas energi, produktivitas tanaga kerja, provitabilitas modal, produktivitas total.
PENGEMBANGAN MODEL PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN DI PT. INDOMAPAN
Ernawati, Dira
JURNAL TEKMAPRO Vol 3, No 2 (2008): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (245.355 KB)
AbstrakTujuan dari managemen Supply Chain adalah untuk meminimalkan biaya yang dikeluarkan dalam sistem dengan mencapai service level yang diinginkan, namun disisi lain juga perlu diciptakan ketanggapan (responsiveness) yang tinggi terhadap permintaan pelanggan. Untuk mencapai tujuan tersebut berarti bahwa diperlukan adanya suatu sistem pengukuran kinerja Supply Chain. Pengukuran ini penting dilakukan untuk mengontrol perilaku secara langsung dan performansi Supply Chain secara tidak langsung, menjamin perusahaan bergerak maju untuk mencapai tujuan Supply Chain nya serta menghindari terjadinya kehilangan konsumen atau penurunan performansi finansial. Penelitian diawali dengan pembuatan kerangka kinerja awal yang didasarkan pada fungsi-fungsi dasar Supply Chain, yaitu Plan, Source, Make, Deliver dan Return dengan ukuran utama dilihat dari segi Reliability, Responsiveness dan Flexibility. Kemudian kerangka kinerja awal tersebut disesuaikan dengan kondisi perusahaan, sehingga akhirnya berbentuk kerangka akhir yang digunakan untuk mengukur kinerja. Hasil pengolahan diinterpretasikan dengan membuat empat kerangka kuadran bawah, yang artinya banyak KPI yang nilainya masih jelek, akan tetapi tidak begitu penting pengaruhnya bagi kinerja Supply Chain. Namun disamping itu, sejumlah KPI berada dikuadran kanan atas yaitu, KPI yang bersifat Urgeny tetapi nilainya masih jelek. Hal ini berarti bahwa perusahaan harus berkonsentrasi untuk meningkatkan nilai dari KPI tersebut untuk mendapatkan nilai kinerja Supply yang lebih baik.  Kata kunci : Pengukuran Kinerja, Supply Chain
ANALISIS KINERJA INDUSTRI KECIL SONGKOK DI SENTRA INDUSTRI KECIL SONGKOK GRESIK
Malikul, Mr.;
Safirin, Tutuk
JURNAL TEKMAPRO Vol 3, No 2 (2008): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (232.736 KB)
AbstrakSalah satu permasalahan di Sentra Industri Kecil Songkok Gresik dan juga industri-industri lainnya adalah pengukuran kinerjanya hanya didasarkan pada aspek keuangan. Pengukuran kinerja dari aspek keuangan memang penting, tetapi masih ada aspek-aspek lain yang juga penting dan perlu diperhatikan karena berpengaruh terhadap kinerja industri, yaitu : aspek pelanggan (pasar), proses bisnis internal dan proses pembelajaran dan pertumbuhan. Metode yang digunakan adalah Balanced Scorecard (BSC), Analytical Hierarchy Process (AHP). Balanced Scorecard mengukur kinerja bisnis / industri dengan 4 perspektif, yaitu perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis dalam perusahaan, dan proses pembelajaran dan pertumbuhan. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk membobot masing-masing perspektif dan masing-masing Faktor Keberhasilan Kritis. Hasil Penelitian menujukkan bahwa Rata-rata kinerja Industri kecil yang diteliti menunjukkan sebesar 2.06 (kategori cukup), Faktor-faktor keberhasilan kritis yang banyak mempengaruhi rendahnya kinerja industri kecil adalah : TATO. Kata Kunci : Balanced Scorecard, Critical Succes Factors, AHP
APLIKASI STRUCTURAL EQUATION MODELLING DALAM SEGMENTASI PELANGGAN
Zafriana, Lusi
JURNAL TEKMAPRO Vol 4, No 1 (2009): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (170.711 KB)
Abstrak Persaingan yang ketat dalam industri jasa telekomunikasi mendorong perusahaan untuk menerapkan strategi yang mampu untuk menjaga eksistensi perusahaan tersebut di dalam persaingan. Salah satu tindakan strategis yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah mengadakan suatu pendekatan yang lebih terperinci terhadap konsumen dengan mengidentifikasi profil segmen (pelanggan). Proses identifikasi profil segmen pasar dilakukan dengan berfokus kepada tingkah laku konsumen di dalam pasar. Pemodelan SEM merupakan suatu metode statistika yang menggunakan pendekatan hipotesis testing atau dikenal dengan istilah konfirmatori. SEM akan menganalisa hubungan antara variabel pascabayar terhadap perilaku komunikasi. Dari hasil pemodelan ini, akan ditemukan nilai hubungan antara kedua variabel tersebut. Hasil penelitioan dapat disimpulkAN bahwa variabel pascabayar sangat mempengaruhi perilaku berkomunikasi dengan nilai 0.60. Terdapat 3 jenis profil segmen dengan karakteristik perilaku segmen sebagai berikut , yaitu: Segmen 1, Menyukai media elektronik dengan informasi yang menarik perhatiannya adalah iklan, cenderung akan beralih kartu jika terdapat produk lain yang lebihmenguntungkan. Segmen 2, Sangat menyukai media cetak dengan informasi yang menarik perhatiannya adalah klan dan promosi penjualan, cenderung tidak akan beralih kartu walaupun terdapat produk lain yang menguntungkan.. Segmen 3, Menyukai media elektronik dengan informasi iklan dan promosi penjualan, tidak akan beralih kartu meskipun ada yang lebih menguntungkan (paling setia). Kata kunci : SEM,variabel indikator, segmentasi perilaku
PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN MENGGUNAKAN SCOR DAN APLIKASI ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP) DI PT. PERTIWI MAS ADI KENCANA SIDOARJO
Iriani, Mrs.
JURNAL TEKMAPRO Vol 4, No 2 (2009): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (192.287 KB)
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi indikator kinerja Supply Chain perusahaan yang memerlukan prioritas untuk dilakukan suatu perbaikan. dan Mengetahui kinerja Supply Chain perusahaan Metode ANP merupakan metode yang mampu melakukan pembobotan tidak hanya atas dasar hubungan hirarki antar perspektif saja tetapi juga mampu mengakomodasikan sifat hubungan saling keterkaitan (dependencies) antar perspektif supply chain yang digunakan sebagai tolak ukur perancangan dan pengukuran kinerja perusahaan. Fokus pengembangan indikator kinerja pada sistem pengukuran supply chain tersebut didasarkan atas proses â proses utama supply chain yang ada pada model SCOR yaitu perspektif plan (perencanaan), source (sourcing), make (produksi), dan delivery (pengiriman) dimana terdapat penambahan satu perspektif baru yaitu customer service and satisfaction. Berdasarkan  analisa pengukuran kinerja Supply Chain diperoleh hasil yang paling tinggi pada periode bulan Juli 2007 (98.0536) dan paling rendah pada periode bulan April 2008 (79.3701) yang digolongkan kinerja perusahaan yang paling buruk. Selain itu dari hasil pengukuran terdapat KPI yang memiliki tingkat kinerja yang rendah dan memerlukan prioritas perbaikan, yaitu : Delivery Flexibility. Kata kunci : Supply Chain, SCOR, Analytic Network  Process.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN JASA PENGIRIMAN BARANG DENGAN METODE SERVQUAL DAN QFD DI PT. APAS
Donoriyanto, Dwi Sukma
JURNAL TEKMAPRO Vol 4, No 1 (2009): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (197.081 KB)
Abstraks Seiring dengan perkembangan dan persaingan dalam era globalisasi pasar bebas seperti sekarang ini, perusahaan berlomba â lomba untuk memenangkan persaingan ini dengan memperbaiki sistem pelayanan, khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan pelanggan. PT. Antareja Prima Antaran Surabaya (PT.APAS) adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan atau pengiriman barang. Dalam bidang jasa, peningkatan kualitas pelayanan terhadap konsumen sangat penting dan dapat berpengaruh besar pada perusahaan. Dengan adanya permasalahan tersebut, PT.APAS berupaya untuk mengetahi tingkat kualitas pelayanannya dan berupaya untuk meningkatkan kualitas pengiriman barang demi mencapai kepuasan pelanggan. Metode yang dipakai untuk menganalisa adalah Servqual dan QFD (Quality Function Deployment). Servqual dirasakan sangat efektif untuk menganalisa perbedaan antara persepsi dengan harapan pelanggan. Sedangkan QFDÂ digunakan untuk merancang perbaikan kualitas layanan sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan oleh pelanggan serta kemampuan pihak manajemen PT.APAS. Hasil penelitian menunjukan bahwa atibut tertinggi tingkat pelayanannya adalah Waktu pengiriman barang tepat waktu, Variasi jenis pengiriman barang, Pemberian ganti rugi atau Money Back Guaranty (MBG) pada setiap kerusakan, Keramahan dan kesopanan pihak karyawan dalam melayani konsumen yang datang. Sedangkan tindakan teknis yang mendapat prioritas utama adalah Peningkatan metode kerja pegawai, Pelatihan karyawan, Evaluasi pekerjaan pegawai, Peningkatan pengawasan pelayanan, Penambahan armada transportasi pengiriman barang Kata Kunci : Service Quality, Quality Function Deployment, Kepuasan Pelanggan
STUDI PERBANDINGAN SISTEM KERJA STATIS DENGAN ROLLING TUGAS OPERATOR PADA UNIT PENGEPAKAN TERHADAP PENINGKATAN OUTPUT PRODUKSI DI PT.ISM BOGASARI FLOUR MILLS SURABAYA
Deviyanti, I.G.A Sri
JURNAL TEKMAPRO Vol 4, No 2 (2009): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (355.815 KB)
ABSTRAK Setiap perusahaan pasti menginginkan aktivitas produksinya tetap eksis dan terus bertahan. Bahkan diharapkan dari tahun ke tahun semakin meningkat kapasitas produksinya. Perlu usaha keras dan terstruktur serta terintegrasi antara komponen satu dengan komponen lain dalam perusahaan. Satu hal yang memegang peranan besar adalah masalah Peningkatan output produksi yaitu dengan merubah sistem kerja, yang mana dengan cara ini akan didapatkan peningkatan output produksi dengan penggunaan jumlah tenaga kerja dan mesin yang sama. Demikian pula PT. ISM Bogasari Flour Mills yang selalu berupaya mencoba sistem kerja baru untuk meningkatkan output produksinya. Dalam penelitian ini, menganalisa dengan cara membandingkan pengaruh penerapan sistem kerja operator pada unit pengepakan antara sistem penugasan statis dan sistem penugasan perputaran (rolling) terhadap peningkatan output produksi berdasarkan data pengukuran waktu kerja pada proses pengepakan tepung terigu di PT. ISM Bogasari Flour Mills Surabaya. Hasil akhir perbandingan dari perhitungan dan analisa pembahasan, didapatkan hasil sbb : Penerapan Sistem Kerja Rolling memberikan dampak yang significant dan dapat menurunkan waktu kerja yang diperlukan pada proses pengepakan tepung terigu di PT. ISM Bogasari Flour Mills jika dibandingkan dengan Sistem Kerja Statis serta Penerapan Sistem Kerja Rolling dapat meningkatkan Output produksi sebesar 17,6 % jika dibandingkan dengan Sistem Kerja Statis Kata Kunci : Perancangan Kerja, Pengukuran Waktu Kerja, Anava, Metode Scheffe
PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN MELALUI PERENCANAAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA PADA PERGURUAN TINGGI SWASTA DI SURABAYA
Prasetyo, Suseno Budi
JURNAL TEKMAPRO Vol 4, No 1 (2009): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (371.283 KB)
Abstrak  Peningkatan sumber daya sebuah negara salah satunya ditunjukkan dengan adanya peningkatan kualitas pendidikan dan pengelolaan dalam dunia pendidikan. Peningkatan kualitas pendidikan dapat dilihat dari kemampuan institusi untuk menghasilkan keluaran berupa lulusan yang memiliki pengetahuan yang mendalam, wawasan yang luas, life skill yang unggul, serta attitude yang profesional. Penelitian difokuskan pada pengelolaan perguruan tinggi swasta (PTS) karena sektor ini mengalami keterpurukan yang paling parah. Banyak perguruan tinggi swasta mengalami krisis dan akhirnya ambruk akibat tidak terukur kinerja pengelolaan dan kualitas pelayanan maupun output, sehingga tidak mampu bersaing dengan PTN. Penelitian ini menggunakan model Integrated Performance Measurement System (IPMS) dan kriteria RAISE++ untuk mengidentifikasi key performance indicator pada PTS di Surabaya Jawa Timur. Identifikasi KPI didasarkan pada stakeholder requirements, karena pada dasarnya tujuan organisasi secara umum adalah untuk memuaskan stakeholders. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 21 kriteria, 82 sub kriteria dan 163 key performance indicator (KPI). Kriteria yang memiliki bobot terbesar menurut preferensi pengelola PTS adalah academic atmosphere dengan bobot 0.27814. Sub kriteria yang memiliki bobot terbesar adalah memiliki mekanisme seleksi pimpinan yang berkualitas dengan bobot 0.07653. Key performance indicator yang memiliki bobot terbesar adalah menurut preferensi pengelola PTS adalah jumlah pelanggaran terhadap etika akademik dengan bobot 0.06213. Keywords: Sistem pengukuran kinerja, IPMS, kualitas pendidikan, PTS
ANALISA KELAYAKAN PROYEK TERHADAP PROTOTIPE PRODUK BARU SUPER PORTLAND COMPOSITE CEMENT (S-PCC) DI PT. SEMEN GRESIK (PERSERO) TBK
Deviyanti, I.G.A Sri
JURNAL TEKMAPRO Vol 4, No 1 (2009): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (209.366 KB)
ABSTRAK Pertumbuhan kebutuhan semen nasional yang terus meningkat, memacu para produsen semen untuk meningkatkan produksinya. Beberapa pabrikan sudah mencapai kapasitas maksimal. Sebagian yang lain masih bisa ditingkatkan karena utilisasi mesinnya masih dalam kisaran 80-90%. Jika pada saatnya semua pabrik sudah mencapai 100% kapasitas, tetapi masih tidak sebanding dengan pertumbuhan pasar semen yang lebih pesat, karena itulah diperlukan pembangunan pabrik baru untuk menambah ketersediaan semen. S-PCC yang diajukan sebagai prototip semen baru dari Inovasi semen OPC plus Fly Dust, dan Prototip Disain Proses disertai tinjauan teknis dan ekonomis sebagai analisa kelayakan proyek. Sejauh ini Fly Dust belum pernah dimanfaatkan sebagai bahan pengisi (substitutor) untuk semen. Sementara pemakaiannya terbatas hanya untuk non-semen. Proyek Invensi Fly Dust untuk S-PCC ini memerlukan investasi sebesar Rp. 7,18 milyar Rupiah, dengan asumsi umur proyek 10 tahun, pajak 30%, discounted rate 15%. Maka didapatkan IRR = 22.42%, Pay Back Period 0.45 tahun dan NPV = 72,955 milyar rupiah. Dengan hasil optimasi itu, maka proyek invensi ini sangat layak direkomendasikan. Kata kunci: Prototip, semen PCC, fly dust, analisa kelayakan
OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE DE NOVO PROGRAMMING DI PT. ASAHIMAS FLAT GLASS
Prasetyo, Suseno Budi
JURNAL TEKMAPRO Vol 4, No 2 (2009): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (383.216 KB)
Abstrak  Dalam memasuki era pasar bebas, industri sering dihadapkan pada masalahâmasalah yang kompleks dalam mengambil suatu keputusan untuk memaksimalkan laba perusahaan. Salah satu tujuan tersebut adalah meminimalkan biaya produksi sehingga harga pokok produksi bisa menurun dan daya saing produk meningkat, karena perusahaan bisa menurunkan harga jual sekaligus meningkatkan laba. Beberapa permasalahan yang terjadi pada setiap memproduksi kaca di PT.Asahimas Flat Glass adalah selalu terdapat sisa bahan baku karena bahan baku yang digunakan tidak habis. Hal ini merupakan pemborosan bagi perusahaan karena adanya wasting akibat biaya yang harus dikeluarkan. Salah satu penyebab masalah tersebut adalah pada masalah perencanaan produksi, terutama dalam hal penentuan jumlah bahan baku yang dibutuhkan dan berapa jumlah tiap-tiap produksi yang harus diproduksi agar perusahaan memperoleh keuntungan atau profit yang maksimum. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan jumlah produk kaca yang harus diproduksi oleh perusahaan dengan menggunakan metode De Novo Programming sehingga diperoleh keuntungan yang maksimal. Data produksi, permintaan produk, dan bahan baku digunakan sebagai constraints untuk memaksimalkan fungsi obyektif yaitu keuntungan perusahaan. Hasil penelitian diperoleh dari metode De Novo Programming adalah rencana produksi dengan anggaran yang tersedia sebesar Rp.15.345.447.718,- sehingga memperoleh profit sebesar Rp. 336.966.700,- dengan hasil produksi yaitu kaca type PG (Privacy Grey) sebanyak 240.370 unit, Kaca type LG (Light Green) sebanyak 198.600 unit, Kaca type GF (Grey Float) sebanyak 80.450 unit, Kaca type BF (Brown Float) sebanyak 190.520 unit. Secara keseluruhan profit yang didapat perusahaan mengalami kenaikan sebesar 7,85 % dari produksi secara riil. Keywords: Perencanaan Produksi, De Novo Programming, optimasi