cover
Contact Name
Dr. Ir. Endang Yektiningsih M.P.
Contact Email
endangyn@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
endangyn@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Agridevina : Berkala Ilmiah Agribisnis
ISSN : 23018607     EISSN : 25990365     DOI : https://doi.org/10.33005/agridevina
Berkala ilmiah Agribisnis Agridevina dipublikasi oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur yang membuat tulisan ilmiah di bidang Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis. Agridevina terbit dua kali dalam satu tahun (Juli dan Desember) dengan naskah bahasa indonesia dan bahasa inggris. Redaksi menerima naskah dari kalangan akademisi, peneliti, pemerhati sosial ekonomi pertanian dan agribisnis
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
Analisis Finansial dan Keberlanjutan Agribisnis Pepaya (Carica Papaya L.) di Desa Ledokombo Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember Pertiwi, Qori' Dian; Hartadi, Rudi; Mustapit, Mustapit
Berkala Ilmiah AGRIDEVINA Vol 3, No 2 (2014): Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/adv.v3i2.1319

Abstract

Pepaya merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan di Desa Ledokombo. Agribisnis pepaya merupakan salah satu kegiatan yang melekat dan tidak bisa terlepas dari kehidupan masyarakat di Desa Ledokombo. Kegiatan agribisnis pepaya di Desa Ledokombo mampu memberikan kontribusi yang cukup besar bagi masyarakat  di desa tersebut. Selain itu kondisi geografis di Desa Ledokombo sangat mendukung dan sangat sesuai bagi usaha budidaya tanaman pepaya sehingga hal ini menunjang bagi berjalannya agribisnis pepaya di desa tersebut. Tujuan dari penelitian : (1) mengetahui pendapatan petani papaya di Desa Ledokombo (2) menilai kelayakan finansial agribisnis papaya di Desa Ledokombo (3) menilai keberlanjutan agribisnis papaya di Desa Ledokombo. Penelitian dilakukan di Desa Ledokombo secara sengaja (purposive method). Metode pengambilan contoh dalam penelitian ini dengan menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 29 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan analitis. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Alat analisis yang digunakan adalah (1) analisis pendapatan (2) analisis kelayakan finansial (3) analisis keberlanjutan (Rap-papaya). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) agribisnis pepaya di Desa Ledokombo adalah menguntungkan (2) Secara finansial agribisnis pepaya di Desa Ledokombo layak untuk diusahakan karena telah memenuhi kriteria kelayakan finansial yang terdiri dari Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Ratio (PR), dan Payback Period (PP) (3) Keberlanjutan agribisnis pepaya di Desa Ledokombo dapat berlanjut dimana dimensi ekologi berada status cukup berkelanjutan dan dimensi ekonomi,sosial, dan kelembagaan berada pada status sangat berkelanjutan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI DALAM MENERAPKAN PERTANIAN ORGANIK PADA USAHATANI PADI DI KABUPATEN BANTUL Sriyadi, Sriyadi
Berkala Ilmiah AGRIDEVINA Vol 3, No 1 (2014): Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/adv.v3i1.1314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat keputusan petani padi organik dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam melaksanakan usahatani padi organik. Penelitian dilakukan dengan survei  wawancara dengan petani padi oragnik. Untuk menjawab tujuan satu menggunakan analisis deskriptif untuk menggambarkan keputusan petani. Sedangkan untuk menjawab pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap keputusan diuji dengan menggunakan analisis korelasi rank spermant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan petani terhadap usahatani padi organik cukup baik dan memiliki korelasi dengan faktor pengalaman dan proses pengambilan keputusan.
MODEL STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN KABUPATEN PONOROGO INDAH, PAWANA NUR; ABIDIN, ZAINAL; DAMAIJATI, EFFI
Berkala Ilmiah AGRIDEVINA Vol 3, No 2 (2014): Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/adv.v3i2.1318

Abstract

Konsep pengembangan agropolitan muncul dari adanya ketimpangan pembangunan wilayah kota sebagai pusat kegiatan dan pertumbuhan ekonomi dengan wilayah perdesaan sebagai pusat kegiatan pertanian yang tertinggal. Wilayah perdesaan dengan kegiatan pertanian, mengalami produktivitas yang selalu menurun, di sisi lain wilayah perkotaan sebagai tujuan pasar dan pusat pertumbuhan menerima beban berlebih sehingga memunculkan ketidaknyamanan akibat konflik, kriminal, penyakit, pencemaran dan buruknya sanitasi lingkungan permukiman. Tujuan khusus penelitian ini adalah Merakit rencana induk pengembangan agribisnis dengan cakupan rencana struktur tata ruang, pemanfaatan tata guna lahan, kebutuhan infrastruktur, kelembagaan terkait dengan agribisnis, pemberdayaan stakeholder, serta kebijakan pengembangan kawasan agropolitan. Memperoleh  plat form daya saing agribisnis melalui kawasan agropolita, sedangkan metode analisanya menggunakana analisa SWOT. Tahapan dalam penelitian sebagai berikut: Pengumpulan data guna mengidentifikasi potensi pengembangan kawasan agropolitan, mengidentifikasi lokasi agropolitan, mengidentifikasi potensi masalah kawasan agropolitan terpilih, penyusunan indikasi program kawasan agropolitan terpilih. Tahap survey dan wawancara, Tahap resume, survey institusional, Analisa perencanaan. (1) Pengumpulan data Sekunder,(2) Tahap survey dan wawancara,(3) Tahap resume ,(4) Survey institusional (5) Analisa Perencanaan dan Perancangan (6)penyusunan indikasi program kawasan. Pengembangan Kawasan Agropolitan menjadi sangat penting dalam pengembangan wilayah khususnya Kabupaten Ponorogo. Mengingat kawasan dan sektor yang dikembangkan sesuai dengan keunikan lokal khususnya kecamatan Pulung dan Pudak, dengan Agribisnis terutama Jeruk Keprok, Kakao, Kelapa, Cabe Rawit, Bawang Merah, Salak, Sapi Perah dan Pedaging. Hasil analisis LQ yaitu Kecamatan Pulung dan Pudak adalah daerah pengembangan kawasan Agropolitan di Kabupaten Ponorogo yang dapat memeratakan pembangunan yang mengacu pada penilaian LQ mengingat sektor yang dipilih merupakan basis masyarakat.
MODEL PENGEMBANGAN LEMBAGA USAHA EKONOMI PERDESAAN PADA SENTRA PRODUKSI KOMODITI PANGAN DI KABUPATEN MANOKWARI PROVINSI PAPUA BARAT Wurarah, Rully N.; Mansyim, Naftani; Yap, Rumas Alma
Berkala Ilmiah AGRIDEVINA Vol 1, No 2 (2012): Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/adv.v1i2.1307

Abstract

Peran lembaga ekonomi dalam masyarakat turut menentukan terjadinya peningkatan aktivitas pembangunan ekonomi lokal dalam mempercepat dan menstimulir aktivitas ekonomi melalui peningkatan kapasitas produksi komoditi pangan. Pada sisi lain, peningkatan permintaan tersebut belum mampu diimbangi oleh peningkatan kapasitas produksi komoditas pangan local. Kondisi ini mempengaruhi  peningkatan produksi  dan ketersediaan komoditi pangan lokal yang kurang kompetitif. Tujuan kegiatan penelitian ini  secara umum untuk memperoleh beberapa Model Pengembangan Lembaga Usaha Ekonomi Perdesaan Pada Sentra Produksi Komoditi  Pangan Di Kabupaten Manokwari  Provinsi Papua Barat untuk dijadikan acuan  dalam usaha mempercepat dan memperluas  pembangunan ekonomi. Penelitian ini dilakukan pada semua sentra produksi pangan dengan teknik pengumpulan data secara purposive sampling melalui observasi dan wawancara terhadap informan kunci  yang dilakukan di Kabupaten Manokwari. Hasil penelitian pada tahap pertama ini, dengn fokus pada pengembangan lembaga usaha ekonomi menunjukkan bahwa : (a). Potensi komoditi pangan di Kabupaten Manokwari mengalami depresiasi karena terjadinya pengalihan penggunaan lahan. (b) Pengembangan kapasitas produksi melalui injeksi terhadap faktor produksi tidak memberikan dampak terhadap peningkatan ketersediaan pangan di Kabupaten Manokwari. (c) Ketersedian lembaga ekonomi dalam masyarakat kurang menunjang akan penciptaan output komoditi pangan. Rekomendasi yang dapat diberikan untuk menunjang ketersediaan pangan lokal yaitu : (a) Adanya peraturan daerah tentang alih fungsi lahan dan penetapan lahan pertanian tanaman pangan. (b). Pengembangan komoditi pangan masing-masing distrik berdasarkan pada spesialisasi produksi pangan. (c). Perlu menunjang sarana dan kelayakan pasar pada masing-masing Distrik dan pembentukan lembaga penampung seperti unit bisnis kampung, untuk menampung  hasil pertanian pangan di setiap Distrik. (d) Pemberian injeksi faktor produksi kepada petani harus diimbangi dengan injeksi terhadap  paska panen.(penampungan dan pemasaran)
ANALISIS DAYA SAING KOMPETITIF DAN KOMPARATIF PADA INDUSTRI KECIL GULA KELAPA DI DESA PURBOSARI,KECAMATAN SELUMA BARAT, KABUPATEN SELUMA Martadiningrum, Utari; Sukiyono, Ketut; Sriyoto, Sriyoto
Berkala Ilmiah AGRIDEVINA Vol 3, No 2 (2014): Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/adv.v3i2.1320

Abstract

This research was aimed at measuring the level ofcompetitiveand comparativesadvantages of small palm sugar industries in Purbosari villageSeluma Regency.This research used secondary and primary data.Respondents in this research were censused 80 palm sugar producers.The data collected from respondents is data weekly traced five successive weeks. Analysis method used was cost unit approach to measure advantages level as proposed by Coocburn and Siggel (1998). The research showed that the average of unit cost ratio competitive and comparative advantage small palm sugar industries in the purbosari village is less than 1, that is, 0.65 and 0.42. This indicates that palm sugar in purbosari village has high competitiveness degree.  Meanwhile. its NPCO value was 0.64 indicating there was no government protection on palm sugar output.
KINERJA KEUANGAN BEBERAPA PERUSAHAAN AGRIBISNIS DI JAWA TIMUR SEBELUM DAN SESUDAH KRISIS KEUANGAN GLOBAL DW, Yessy Kurnia; P, Soeparlan; Nurhadi, Eko
Berkala Ilmiah AGRIDEVINA Vol 1, No 2 (2012): Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/adv.v1i2.1310

Abstract

Krisis ekonomi memiliki dampak yang berbeda di setiap negara tergantung pada  perbedaan kebijakan yang diambil dan fundamental ekonomi. Krisis ekonomi menyebabkan  Bank Dunia dan IMF  mengoreksi proyeksi tingkat pertumbuhan ekonomi berbagai negara dan dunia. Krisis global tersebut secara signifikan berpengaruh pada kinerja keuangan beberapa perusahaan lokal. Dampak krisis keuangan global di Indonesia dalam hal ini ketahanan perekonomian nasional terhadap pemerintah tergantung pada kekuatan sistem keuangan domestik.  Jika sistem keuangan nasional bisa bertahan maka krisis keuangan global relatif tidak sering. Tujuan penelitian adalah (1) Menganalisis perbedaan sales growth beberapa perusahaan agribisnis di Jawa Timur sebelum dan sesudah krisis keuangan global, (2) Menganalisis perbedaan rasio profitabilitas (ROE, ROA, Profit Margin) beberapa perusahaan agribisnis di Jawa Timur sebelum dan sesudah krisis keuangan global dan (3) Menganalisis perbedaan rasio aktivitas (ITO dan ACP) beberapa perusahaan agribisnis di Jawa Timur sebelum dan sesudah krisis keuangan global. Sampel yang diambil sebanyak 20 perusahaan agribisnis yang terdaftar sebagai debitur PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Sentra Kredit Menengah Surabaya Pemuda. Hipotesis penelitian adalah (1) Pertumbuhan penjualan beberapa perusahaan agribisnis di Jawa Timur berbeda secara signifikan sebelum dan sesudah krisis keuangan global (2) Rasio profitabilitas (ROE, ROA dan Profit Margin) berbeda secara signifikan sebelum dan sesudah krisis keuangan global dan (3) Rasio aktifitas (ITO dan ACP) berbeda secara signifikan sebelum dan sesudah krisis keuangan global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan pada rasio sales growth, rasio profitabilitas dan rasio aktifitas antara sebelum dan sesudah krisis keuangan global. Bagi penentu kebijakan,  hal ini dapat dijadikan acuan dalam menentukan sektor-sektor usaha yang lebih tahan terhadap krisis keuangan global dalam hal ini adalah sektor agribisnis sehingga dapat memperkecil resiko bad debt (kredit macet) bagi perbankan. Oleh karena itu pembiayaan sektor agribisnis perlu diberikan dalam porsi yang lebih besar dibandingkan kondisi saat ini. Upaya-upaya yang dilakukan perusahaan tersebut supaya tetap eksis adalah: Menjaga pertumbuhan penjualan dan laba agar tetap positif.Menjaga laju perputaran stock dan piutang.
ANALISIS SIKAP PEMBELIAN DAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT PRODUK IKAN KALENG DI KECAMATAN RUNGKUT KOTA SURABAYA Devy, Listia
Berkala Ilmiah AGRIDEVINA Vol 8, No 1 (2019): Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/adv.v8i1.1613

Abstract

The continued development of the food industry led to a lot of food production very practical, economical, attractive and durable eg food packaged in cans, it caused many consumers are interested to consume so that the production of canned food is increasing. The purpose of this study are: (1) To identify the characteristics of consumers in considering the brand and product attributes Canned Fish purchased (2) to analyze the attitude of Figures Ideal consumers to attribute Products Canned Fish (3) to analyze the level of customer satisfaction Products canned fish. East Java Province. In this study using purposive sampling method (deliberately) that sampling based on specific criteria or considerations, appropriate research purposes. Data analysis methods used in this research is descriptive analysis with the help of descriptive tabulations, method of Ideal Point Model Analysis, and Customer Satisfaction Index (CSI). Ideal attributes include attributes according to consumer prices, Clarity Expiration Date, Brand Canned Condition, Nutritional content, size Saji, Varean Rasa, as well as the Department of Health and MUI Permit for the result that the average gap or no more than 1, which means that atrbut- Canned Fish Products attributes are already close to the ideal or desired in accordance with the consumer. Attributes that result is not ideal that the attributes of packaging design and composition because there is a gap of more than 1. Value Customer Satisfaction Index (CSI) is approximately 0.674, or 67.4%, which means consumers are satisfied in buying the canned fish products DOI : https://doi.org/10.33005/adv.v8i1.1613
MINAT PETANI DALAM BERUSAHATANI PADI ORGANIK DAN PENGEMBANGAN KELEMBAGAANNYA DI KECAMATAN SAMBIREJO KABUPATEN SRAGEN winarni, ayu
Berkala Ilmiah AGRIDEVINA Vol 8, No 1 (2019): Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/adv.v8i1.1610

Abstract

Organic farming in Sambirejo District experienced very rapid development. This is driven by the emergence of farmers’ awareness to undertake safe, environmentally friendly and profitable efforts. This study aims to: 1) Analyze the factors that support the interest of farmers in organic rice farming in Sambirejo District and 2) Identify the role of institutions in the development of organic rice farming in Sambirejo District. The location of the study was in Sambirejo sub-district with informants 62 peoples and key informants 14 peoples with qualitative descriptive analysis method with a Grounded Theory approach. The results showed that the level of education of farmers is high (80%), the number of young farmers (75%), high extension frequency (100%), unspoiled soil (100%), natural water (100%), high selling price (100%) and high profits (100%) support the interest of farmers in organic rice farming in Sambirejo District. Institutions have a large share in the development of organic rice farming in Sambirejo District. The District Agriculture Office assists infrastructure facilities, Agricultural extension agent as the tongue of the farmer, Marketing Institution Markets farming results, Farmers' groups to exchange ideas and information, The Livestock Service Office supports the availability of manure, Organic fertilizer companies help provide organic fertilizer and INOFICE (Indonesian Organic Farming Certification) as an organic food guarantee institution. DOI : https://doi.org/10.33005/adv.v8i1.1610
MOTIVASI KEPALA KELUARGA PETANI MELAKUKAN MIGRASI INTERNASIONAL (Studi Kasus di Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar) asnah, Asnah
Berkala Ilmiah AGRIDEVINA Vol 8, No 1 (2019): Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/adv.v8i1.1681

Abstract

Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, seperti pada umumnya wilayah di Jawa Timur yaitu memiliki penduduk mayoritas sebagai petani atau bekerja di sektor pertanian. Namun demikian yang membedakan karakteristik penduduk di wilayah ini dengan penduduk di wilayah lainnya adalah minat dan kebiasaan sebagian penduduk baik laki-laki, perempuan maupun remaja untuk bermigrasi internasional atau bekerja di luar negeri sebagai TKI. Kondisi tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi perekonomian dan keinginan untuk meningkatkan taraf hidup keluarga. Perbedaan tingkat upah buruh yang signifikan juga merupakan faktor penarik minat penduduk untuk mewujudkan keinginannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan motivasi kepala keluarga petani melakukan migrasi internasional dan menganalisis besarnya kontribusi kiriman luar negeri TKI pada pendapatan keluarga, serta alokasi penggunaan kiriman luar negeri. Penelitian dilakukan dengan metode survey, dengan 46 orang sebagai sampel yang ditentukan secara quota sampling. Data yang dikumpulkan dianalisis secara diskriptif maupun statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi terkuat kepala keluarga petani melakukan migrasi internasional adalah untuk memenuhi kebutuhan fisiologi keluarga berupa sandang, pangan, perumahan, pendidikan anak dan tabungan yang bisa disisihkan untuk berjaga-jaga/untuk biaya kesehatan (41,30 %). Besarnya kontribusi kiriman luar negeri pada pendapatan total keluarga petani adalah 88,69% dengan alokasi terbesar untuk investasi bangunan perumahan (renovasi dan membuat rumah baru) sebesar 25%. Hal tersebut senada dengan motivasi para kepala keluarga petani bermigrasi internasional yang bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan fisiologi. DOI : https://doi.org/10.33005/adv.v8i1.1681
DAMPAK OTONOMI DAERAH DAN PEMEKARAN WILAYAH TERHADAP PERKEMBANGAN KOPERASI DI INDONESIA Siregar, Abi Pratiwa
Berkala Ilmiah AGRIDEVINA Vol 8, No 1 (2019): Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/adv.v8i1.1602

Abstract

In 1999, the government issued Law No. 22 concerning Regional Autonomy. Then it followed  propose regional expansion, because they saw the opportunity to manage their own resources. From the point of view of co-operatives, the existence of regional autonomy and regional expansion are both opportunities and challenges. Opportunities came from the expectation that regional autonomy and regional expansion will bring a positive impact on co-operatives in terms of resource allocation. Meanwhile, the challenge is the activities and interventions of local government in co-operative activities. Because the principle of efficiency will urge cooperatives to build a broad network and possibly exceed the limits of the autonomous region. The purpose of this study is to determine the impact of regional autonomy and regional expansion on the development of co-operatives in Indonesia. The type of data used is secondary, originating from the Ministry of Cooperatives and SMEs. The analytical method used is simple linear regression (trend analysis). The results of the study show that since the enactment of regional autonomy followed by regional expansion, the trend of c-ooperative development has tended to be positive. If compared between the parent region and the newly created regions, the development of co-operatives in the parent region is relatively better. This is presumably because the newly created regions are still adapting to the administration and management of resources in the region.DOI : https://doi.org/10.33005/adv.v8i1.1602

Page 6 of 18 | Total Record : 179


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2025): Agridevina : Berkala Ilmiah Agribisnis Vol 14, No 1 (2025): Agridevina : Berkala Ilmiah Agribisnis Vol 13, No 2 (2024): Agridevina : Berkala Ilmiah Agribisnis Vol 13, No 1 (2024): Agridevina : Berkala Ilmiah Agribisnis Vol 12, No 2 (2023): Agridevina : Berkala Ilmiah Agribisnis Vol 12, No 1 (2023): Agridevina : Berkala Ilmiah Agribisnis Vol 11, No 2 (2022): Agridevina : Berkala Ilmiah Agribisnis Vol 11, No 1 (2022): Agridevina : Berkala Ilmiah Agribisnis Vol 10, No 2 (2021): Agridevina : Berkala Ilmiah Agribisnis Vol 10, No 1 (2021): BERKALA ILMIAH AGRIBISNIS AGRIDEVINA Vol 9, No 2 (2020): BERKALA ILMIAH AGRIBISNIS AGRIDEVINA Vol 9, No 2 (2020): Agridevina : Berkala Ilmiah Agribisnis Vol 9, No 1 (2020): BERKALA ILMIAH AGRIBISNIS AGRIDEVINA Vol 8, No 2 (2019): Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina Vol 8, No 1 (2019): Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina Vol 7, No 2 (2018): BERKALA ILMIAH AGRIBISNIS AGRIDEVINA Vol 7, No 1 (2018): Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina Vol 7, No 1 (2018): Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina Vol 6, No 2 (2017): Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina Vol 6, No 1 (2017): Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina Vol 5, No 2 (2016): Agridevina : Berkala Ilmiah Agribisnis Vol 5, No 2 (2016): Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina Vol 3, No 2 (2014): Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina Vol 3, No 1 (2014): Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina Vol 1, No 2 (2012): Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina Vol 1, No 1 (2012): Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina More Issue