cover
Contact Name
Tri Ida Wahyu Kustyorini
Contact Email
triida@unikama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
triida@unikama.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains Peternakan
ISSN : 23557338     EISSN : 25794450     DOI : -
Jurnal Sains Peternakan (JSP) is a peer review journal published by the Faculty of Animal Husbandry of Universitas Kanjuruhan Malang, with registered number ISSN 2579-4450 (online), ISSN 2355-7338 (print). JSP aims to publish unpublished scientific research on all aspects of Nutrition and Animal Feed, Animal Production, Animal Reproduction and Breeding, Animal Product Technology, Animal and Socio-Economic and Animal Health aspects. JSP will publish two issues in a year (June and December).
Arjuna Subject : -
Articles 231 Documents
Pengaruh kombinasi ekstrak buah nanas dan pepaya pada konsentrasi yang berbeda terhadap kadar protein dan lemak daging itik petelur afkir Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih; Dyah Lestari Yulianti
Jurnal Sains Peternakan Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v6i01.2792

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak buah nanas dan pepaya pada konsentrasi yang berbeda terhadap kualitas daging itik petelur afkir. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan konsentrasi kombinasi ekstrak nanas (N) dan papaya (P) sebagai perlakuan. Adapun perlakuan penelitiannya yaitu P0 (0%N, 0%P); (P1 25%N, 75%P); P2 (50%N, 50%P), and P3 (75%N, 25%P). Setiap perlakuan diulang 3 kali. Variabel dalam penelitian adalah kadar protein dan kadar lemak daging itik pedaging. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan untuk konsentrasi kombinasi ekstrak buah nanas dan Abstract The purpose of this study was to determine the effect of a combination of pineapple and papaya fruit extracts at different concentrations on the quality of the meat of post-production laying ducks. The method used was a Completely Randomized Design (CRD) with a combination of pineapple extract (N) and papaya (P) as a treatment. The research treatment is P0 (0% N, 0% P); (P1 25% N, 75% P); P2 (50% N, 50% P), and P3 (75% N, 25% P). Each treatment was repeated 3 times. The variables in the study were protein content and fat content of broiler duck meat. The results showed a significant difference for the concentration of the combination of pineapple and papaya fruit extracts on protein content (P <0.01) with an average P0 (21.98%), P1 (17.40%), P2 (17.37%), P3 ( 17.62%) and fat content (P <0.01) with an average P0 (2.15%), P1 (3.75%), P2 (3.41%), P3 (3.54%). Based on the results it can be concluded that the best experiment is at 75% N 25% P.
Pengaruh penambahan ekstrak daun beluntas dan azolla terhadap income over feed cost (iofc) dan nilai ekonomis pakan itik pedaging Doroteus Popot Simi; Dyah Lestari Yulianti; Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih
Jurnal Sains Peternakan Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v6i01.2793

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan ekstrak daunbeluntas dan Azolla terhadap inccome over feed cost dan nilai ekonomis pakanitik pedaging. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 48 ekor itik pedaging dan bahan dengan komposisi sesuai dengan standar kebutuhan itik pedaging serta beluntas dan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode percobaan Lapang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu 4 perlakuan dan setiap perlakuan diulangi sebanyak 4 kali. Masing-masing percobaan diisi dengan 3 ekor itik. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P0: (complete feed 100%), P1: complete feed 50% + ((azolla 85%) + (ekstrak bluntas 15%) 50%); P2: complete feed 50% +(( azolla 90%) + (ekstrak bluntas 10% )50%), P3: complete feed 50% +(( azolla 95% )+ (ekstrak bluntas 5% )50%). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah inccome over feed cost dan nilai ekonomis pakan itik pedaging, dan di analisis dengan menggunakan analisis ragam dengan rancangan Acak Lengkap (RAL). Apa bila antara perlakuan ada perbedaan, dilanjutkan dengan Uji BNT.Hasil penelitian menunjukan bahwa IOFC tertinggi pada perlakuan P0 dan terendah pada perlakuan P3. Dengan nilai P0 sebesar Rp 6.262 dan nilai P3 sebesar Rp 605. Sedangkan Nilai ekonomis yang tertinggi terdapat pada kelompok P3 dan terendah pada P1 dengan nilai P3 Rp 27.940 dan nilai P1 sebesar Rp 26.312. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pengguanaan ekstrak daun bluntas dan azolla sebagai pakan fermentasi sampai level 95% tidak memberikan pengaruh terhadap inccome over feed cost (IOFC), danNilai ekonomis pakan. Abstract The purpose of this research is to know the effect of using bluntas extract and Azolla as addition feed for inccome over feed cost and the economic value of ducks feed. The subject of this research were 48 ducks, complete feed, bluntas and azolla. Field exprerimental method was a method that was used in this research by using (completely randomized design) wherareas 4 treatments were applied. Each of treatment was repeated 4 times. The treatment of this researc were P0 : (complete feed 100%), P1: complete feed 50% +((azolla 85%)+(bluntas exstract 15%) 50%), P2: complete feed 50%, +((azolla 90%)+(bluntas exstract 10%) 50%), P3: complete feed 50%, +((azolla 95%)+(bluntas exstract 5%) 50%). Variable of this study was income over feed cost and the economic value of ducks feed. The result of this study showed that the higher income over feed founded on treatment of P0 group with Rp. 2626 mean while the lowest on P2 group with Rp. 605. Wide result shows that the treatment give real effect (P<0,05) to IOFC of ducks. There was significant affect of IOFC and the economic value of boiler ducks feed. It was concluded that the combination of the level of protein interaction and Azolla and Bluntas. Obtained an IOFC of Rp 6.626, with production economic value of ducks feed of Rp 27. 940, at the age of 5 weeks Hbri ducks (P3)
Pengaruh perendaman benih pada berbagai jenis larutan urin terhadap daya tumbuh kecambah kaliandra (calliandra calothyrsus) Tri Ida Wahyu Kustyorini; Permata Ika Hidayati
Jurnal Sains Peternakan Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v6i01.2815

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengaruh perendaman benih pada berbagai jenis larutan urin terhadap daya tumbuh kecambah kaliandra (Calliandra calothyrsus). Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih kaliandra sebanyak 100 gr, urin sapi, kambing dan domba sebanyak @1 liter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental lapang berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan penelitian terdiri dari P0 (perlakuan kontrol/tanpa perendaman), P1 (perendaman pada air) dan perlakuan eksperimental dengan perendaman pada berbagai jenis urin dengan konsentrasi 10%, yakni, P2 (larutan urin sapi), P3(larutan urin kambing) dan P4 (larutan urin domba). Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu daya tumbuh kecambah kaliandra yang meliputi persentase perkecambahan, tinggi bibit, persentase benih mati, dan persentase kecambah normal. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam anova tunggal dengan bantuan aplikasi SPSS for Windows,apabila terdapat pengaruh maka dilanjutkan dengan uji. Perendaman pada urin sapi memberikan nilai terbaik pada persentase kecambah (88,33%), tinggi bibit (5,67±0,57)cm, persentase benih mati terendah (11,67±3,51%), dan persentase kecambah normal (91,67±1,52%). Kesimpulan dari hasil penelitian yaitu perendaman benih pada urin sapi memberikan pengaruh terbaik terhadap daya tumbuh kecambah kaliandara (Calliandra calothyrsus). Abstract This study aims to determine the effect of seed immersion on various types of urine solution on the growth of Calliandra calothyrsus. The material used in this study was 100 grams of calliandra seed, cow urine, goat urine and sheep urine. The method used in this study was a field experiment based on a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 treatments and 3 replications. The treatment consisted of P0 (control / no soaking treatment), P1 (immersion in water) and experimental treatment with soaking in various types of urine with a concentration of 10%, namely, P2 (cow urine solution), P3 (goat urine solution) and P4 (sheep urine solution). The variables observed in this study were the growth of kaliandra sprouts which included germination percentage, seed height, percentage of dead seeds, and the percentage of normal sprouts. The data obtained were analyzed using a single ANOVA variance analysis with the help of the SPSS for Windows application, if there was an influence then proceed with the test. Immersion in cow urine gave the best value in the percentage of sprouts (88.33%), seedling height (5.67 ± 0.57) cm, the lowest percentage of dead seeds (11.67 ± 3.51%), and the percentage of normal sprouts ( 91.67 ± 1.52%). The conclusion of the research results is that the immersion of seeds in cow urine gives the best effect on the power of kaliandara sprouts (Calliandra calothyrsus).
Pengaruh pemberian ragi tape pada tepung ubi jalar dalam pakan terhadap berat organ pencernaan ayam broiler Melson Kadubu Punggu Watu; Permata Ika Hidayati; Enike Dwi Kusumawati
Jurnal Sains Peternakan Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v6i01.2816

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui kombinasi terbaik tepung ubi jalar merah dengan ragi sebagai pakan sinbiotik, yang dicampur ke ransum broiler. Jumlah materi yang digunakan sebanyak 100 ekor ayam broiler. Parameter yang diamati berupa organ pencernaan, yang diamati terdiri dari gizzard (rempela), usus halus, usus besar. Metode penelitian terdiri dari persiapan yaitu membersihkan bagian dalam kandang ataupun lingkungan sekitar kandang dengan menggunakan desinfektan kandang, pemeliharaan ayam broiler selama 35 hari, dan perlakuan pada penelitian menggunakan ransum ayam pedaging yang dicampur tepung ubi jalar dan ragi tape, yang dibedakan menjadi enam macam ransum perlakuan, dengan taraf tepung ubi jalar dan ragi tape yang berbeda-beda. Hasil penelitian kombinasi pemberian tepung ubi jalar merah dengan ragi sebagai sinbiotik tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertambahan bobot organ pencernaan ayam broiler (Gizzard, Usus Halus, Usus Besar). Level pemberian terbaik menunjukkan bahwa berat gizzard terdapat pada P2 = 103 gram, berat usus halus terdapat pada P4 = 106 gram, berat usus besar terdapat pada P2 = 86 gram, masing_masing memperlihatkan sebagai berat yang baik atau unggul dengan berat yang tertinggi dibandingkan dengan berat gizzard yang memiliki berat yang berbeda. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa pemberian perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap berat organ pencernaan ayam broiler. Kata kunci : Tepung Ubi jalar, Ragi, Terhadap Pertumbuhan Berat Organ Ayam Broiler Abstract The study aims to find out the best combination of red sweet potato flour with yeast as sinbiotic feed which is miked to the broiler ration. The amount of material used is 100 broiler chickens. The parameter that is observed is digestive organs; qizzard, small intestive, large intestive. The methodology of the research is quantitative. It contains of preparation of cleaning the insside of cage or the envivonment around the cage by using disintecting the cage, the maintenance of broiler chicken for 35 days, and the treatment in the research is using broiler rations miked with sweet potato flour and yeast of tape, six kinds of treatment rations, with different levels of sweet potato flour and yeast of tape. The results of the research of the combination of red sweet potato with yeast as a sinbiotic is it does not give significant effect to inccrease of broiler gastrroinstestinal weight (qizzard, intestine, colon). The best level of administration shows that the weight of qizzard was found at P2=103 gram, in P4=106 gram, the weight of the large intestine or colon is found ad P2=86 gram, pach of it shows that the good weight or superior weight of the highest compared to the weight of the highest compared to the weight of different weight of qizzards. The conlusion of the research is there is no real effect to broiler disentive organ weight in the treatment.
Pengaruh pemberian ragi tape pada tepung ubi jalar Dalam pakan terhadap persentase karkas dan berat lemak abdominal ayam broiler Klaudius Busa; Permata Ika Hidayati; Enike Dwi Kusumawati
Jurnal Sains Peternakan Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v6i2.2884

Abstract

Abstract This research was conducted at the Faculty of Animal Husbandry Field Laboratory Kanjuruhan Malang began in March 2016 to april 2016. The material used is 100 broiler chickens aged 1 day. The purpose of this study was to determine the effect of yeast tape on potato epung jalardalam feed on carcass percentage and abdominal fat weight. The method used is experiment with completely randomized design (CRD) using 6 treatments and each treatment was repeated 3 times. The treatments used in this study are basal feed without the addition of sweet potato flour (P0) and the basal feed given the addition of sweet potato flour 1.5% (P1), 2 3% (P2), 4.5% (P3), 5 , 4% (P4), 6% (P5), 7.5% (P6). The results showed the addition of sweet potato starch flour give effect to the percentage of carcass and abdominal fat weight in all treatments. Abstrak Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Fakultas Peternakan Universitas Kanjuruhan Malang mulai bulan maret 2016 sampai bulan april 2016. Materi yang digunakan adalah 100 ekor ayam broiler yang berumur 1 hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ragi tape pada epung ubi jalardalam pakan terhadap presentase karkas dan berat lemak abdominal. Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 6 perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pakan basal tanpa penambahan tepung ubi jalar (P0) dan pakan basal yang diberikan penambahan tepung ubi jalar 1,5% (P1), 2 3% (P2), 4,5% (P3),5,4% (P4),6% (P5),7,5% (P6). Hasil penelitian menunjukkan penambahan tepung tepung ubi jalar memberikan pengaruh terhadap presentase karkas dan berat lemak abdominal pada semua perlakuan.
Pengaruh level feed additive tepung daun sambiloto (andrographis paniculeta) terhadap nilai ekonomis pakan dan income over feed cost itik mojosari Yeni May Anahamu; Dyah Lestari Yulianti; Dimas Pratidina Puri Hadiyani
Jurnal Sains Peternakan Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v6i2.2965

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh level feed additive tepung daun sambiloto (andrographis paniculeta )terhadap nilai ekonomis pakan dan income over feed cost itik mojosari .Materi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi ternak itik petelur kandang, peralatan dan pakan ternak. Metode penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dan 4 ulangan, setiap perlakuan terdiri dari 5 ekor itik dengan luas kandang 1mx1m, diberikan pakan dan minum secara adbilitum, pakan basal ditambahkan tepung daun sambiloto, untuk perlakuan P0 ditambahkan 0%, P1 ditambahkan 0,2%, P2 ditambahkan 0,4%, P3 ditambahkan 0,6%, dan P4 ditambahkan 0,8% tepung daun sambiloto, adapun data yang didapat pada penelitian ini dianalisis sidik ragam menggunakan RAL dengan faktor pertama tingkat penambahan tepung daun sambiloto pada pakan itik Mojosari 0,%,0,2%,0,4%,0,6%,0,8%. Analisis data menggunakan analisis ragam dan jika terdapat perbedaan dilakukan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang sangat nyata ( P<0,01) terhadap nilai ekonomis pakan itik mojosari, memberikan nilai rata-rata yang paling tertinggi pada perlakuan P4 62.862,13, dan income over feed cost itik Mojosari menunjukan perbedaan yang sangat nyata ( P<0,01) memberikan nilai rata-rata yang paling tertinggi pada perlakuan P2 491,70. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung daun sambiloto pada level 0,4% terhadap nilai ekonomis pakan itik Mojosari dan income over feed cost itik Mojosari. ABSTRACT The aim of this research was to know the effect of Kalmegh (Andrographis paniculata) Leaf Powder As Phytobiotic On Income Over Feed Cost (IOFC) and Economic Feed Efficiency of Mojosari Duck Rearing. One-hundred-23 weeks-old Mojosari duck was given a basal feed with different concentrations of Andrographis paniculata leaf powder as a feed additive. Experiments were arranged with a completely random design,with five leaf powder concentrations, each replicated four times; A. paniculata leaf powder was added to rations in the following concentrations: 0% (po), 0,2% (p1), 0,4% (p2), 0,6(p3), and 0,8%(p4). Data were analyzed using analysis variants and if there was a difference between treatments, those data were further subjected to a least significant difference test; variables included Income Over Feed Cost (IOFC) and Economic Feed Efficiency. Results showed that A. paniculata leaf powder significantly affected (<0.01) Income Over Feed Cost (IOFC) and Economic Feed Efficiency. Average Income Over Feed Cost per treatment (p0,p1,p2,p3, or p4) was Rp 79,58 ; Rp 324,98; Rp 491,70; Rp 127,68; -Rp 220,65 respectively. Average Economic Feed Efficiency were Rp 19.908,77 (p0), Rp 23.572,04 (p1), Rp 31.292,39 (p2), Rp 35.422,00 (p3), and Rp 62.862,13 ( p4). It was concluded that 0.4% A. paniculata leaf powder was optimal for its income over feed cost (IOFC) and economic feed efficiency of Mojosari Duck rearing.
Pengaruh penggunaan tepung emping melinjo ( Gnetum gnemon ) dalam pakan terhadap kadar glukosa darah dan energi metabolis ayam kampung Eufronius Biesumanto; Dyah Lestari Yulianti; Permata Ika Hidayati; Tri Ida Wahyu Kustyorini
Jurnal Sains Peternakan Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v6i2.2966

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penggunaan Tepung Emping Melinjo (TEM) sebagai bahan pakan alternatif dalam ransum terhadap penampilan produksi ayam kampung.Materi yang digunakan adalah 80 ekor DOC ayam kampung. DOC ayam kampung dikelompokkan berdasarkan perlakukan penelitian yaitu penggunaan TEM dalam ransum sebanyak 0% (P0), 5% (P1), 10% (P2),dan 15% (P3). Penelitian dirancang menggunakan rancangan acak lengkap terdiri atas empat perlakuan dan empat ulangan. Masing-masing unit percobaan terdiri atas lima ekor ayam. Bahan pakan penyusun pakan basal terdiri atas jagung pipilan, dedak, dan konsentrat ayam kampung. Parameter yang diamati adalah: Kadar glukosa darah (mg/dl), dan Energi Metabolis ( kkal/kg ). Ternak dipelihara dalam kandang percobaan selama enam minggu.Data hasil pengamatan ditabulasi dan dianalisis menggunakan analisis ragam, jika antar perlakuan ditemukan perbedaan dilanjutkan dengan uji Duncan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TEM dalam ransum tidak memberikan pengaruh terhadap Energi Metabolis (P>0.05) namun berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap Kadar glukosa darah.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan TEM sebesar 15% dalam pakan memberikan pengaruh terhadap Kadar Glukosa Darah ayam kampung.Disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan tentang peningkatan persentase penggunaan TEM sebagai sumber energi alternatif pakan unggas. ABSTRACT The purpose of this study was to evaluate the use of Melinjo (Gnetum gnemon) Flake Meal as an alternative feed ingredient in rations on the local chicken performance. The material used is 80 DOC local chicken. DOC of local chicken is grouped based on research treatment that is the use of melinjo flake meal in ration as much as 0% (P0), 5% (P1), 10% (P2), and 15% (P3). The study was designed using a complete randomized design consisting of four treatments and four replications. Each experimental unit consists of five chickens. The feed ingredients of the basal feed composition consist of yellow corn, bran, and local chicken concentrate. The parameters observed were: blood glucose level (mg/dl) and Energy Metabolism ( kcal/kg ). Birds were kept in a trial cage for six weeks. The observational data were tabulated and analyzed using the variance analysis, if the treatment was found to be different, followed by the Duncan test. The results showed that the use of melinjo flake meal in ration did not give effect to energy metabolism (P> 0.05) but had a significant effect (P <0.05) blood glucose. Based on the results of research can be concluded that the use of 15% melinjo flake meal in the feed gives the best influence on the blood glucose of chicken production. It is recommended to conduct further research on increasing the percentage of melinjo flake meal as an alternative source of poultry feed.
Pengaruh suplementasi minyak ikan terproteksi terhadap kecernaan nutrien bahan kering (bk ) dan bahan organik (bo) pada kambing peranakan ettawa (pe) Tri Ida Wahyu Kustyorini
Jurnal Sains Peternakan Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v6i2.2971

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecernaa bahan kering (BK) dan bahan organik (BO) pada kambing peranakan ettawa. Materi yang digunakan adalah 9 ekor kambing jantan peranakan ettawa dan minyak ikan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan lapang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan yang diujikan adalah P0: pakan control (rumput gajah dan konsentrat), P1 (rumput gajah, konsentrat + minyak ikan), P2 (rumput gajah, konsentrat + Ca-minyak ikan). Setiap perlakuan kambing PE diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati pada penelitian adalah kecernaan bahan kering (BK) dan bahan organik (BO).hasil penelitian dianalisis dengan mnggunakan analisis anova dan jika terdapat pengaruh dilanjut dengan uji BNT. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang tidak nyata P>0,05 terhadap kecernaan bahan kering (BK) dan kecernaan bahan organik (BO) pada kambing peranakan ettawa. Kecernaan BK tertinggi pada P0 sebesar 92,70% dan kecernaan BO tertinggi juga pada P0 sebesar 86,21%. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini yaitu pemberian minyak ikan terproteksi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap tingkat kecernaan BK dan BO. ABSTRACT This study aims to determine the level of dry matter digestibility and organic matter in ettawa breed goats. The material used was 9 male ettawa breeds and fish oil. The research method used is a field trial method using Randomized Block Design (RBD). The treatments tested were P0: control feed (elephant grass and concentrate), P1 (elephant grass, concentrate + fish oil), P2 (elephant grass, concentrate + fish oil Ca-oil). Each treatment of PE goats is repeated 3 times. The variables observed in the study were dry matter digestibility and organic matter. The results of the study were analyzed by using ANOVA analysis. Based on the results of the study showed that there was no significant difference P> 0.05 to the dry matter digestibility (DM) and digestibility of organic matter (OM) in ettawa breeds. The highest DM digestibility at P0 was 92.70% and the highest OM digestibility was also at P0 of 86.21%. The conclusion obtained from the results of this study is that the provision of protected fish oil does not have a significant effect on the digestibility level of DM and OM.
Hubungan antara berat hidup dan ukuran vital tubuh dengan berat karkas kambing kacang janatan di rumah potong hewan sukun kota malang Ahmad mawardi; henny leondro; Enike Dwi Kusumawati
Jurnal Sains Peternakan Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v6i2.2972

Abstract

ABSTRACT The purpose of this research was to know carcass weight based on weight cutting, as data information. The hypothesis of this research is carcass weight that can use based on weight cutting. This research uses the case study method, taking a sample as purposive sampling. It is a sample that takes from all of the goats and it collects based on various age, gender. From the research, the average of weight cutting 20,42+4,60, body tall 62,75+2,86, body long 52,29+2,96, chest size 86,38+4,28 and carcass weighty = 9,54+2,74. While the similarity regression between weight cutting carcass weight male kacang goat P1 – P4 = -1,884 + 0,530, similarity regression between body long and carcass weight male kacang goat P1 – P4 y = -29,680 + 0,727, similarity between ches size and carcass weight male kacang goat P1 – P4 y = -33,807 + 0,488. The regression equation above result indicates the inexistence of a positive relationship is highly significant (t>t table 0,01). By looking at the regression equation it can be concluded that the percentage of carcass and weight will be followed by an increase in carcass weight and carcass percentage. Carcass weight and carcass percentage can be estimated based on the weight of intersection, everybody weight recommended that the weighing of livestock, to obtain estimates of carcass weight and percentage by weight of intersection.
Pengaruh penggunaan tepung emping melinjo (gnetum gnemon) dalam pakan terhadap ph, kadar air, dan daya susut daging ayam kampung Yopianus Anamila; Dyah Lestari Yulianti; Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih
Jurnal Sains Peternakan Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v6i2.2973

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung emping melinjo (Gnetum gnemon) pada pakan terhadap pH, kadar air, dan penyusutan daging ayam. Dalam percobaan dengan rancangan acak lengkap 4 perlakuan, 4 ulangan, satu unit eksperimen yang terdiri dari 5 ayam ayam yang dibagi secara acak. Keempat ulangan tersebut konsisten dengan empat perlakuan dari penelitian ini, masing-masing mengandung P0, P1, P2, dan P3 adalah 0% (kontrol), 5%, 10%, dan 15%. Melinjo emping flour (Gnetum gnemon) adalah sebagai pakan tambahan yang didapat dari pasaran. Variabel penelitian adalah: pH, kadar air, dan konsumsi daging ayam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar keripik leleh (Gnetum gnemon) tidak berpengaruh terhadap pH daging (P> 0,05) sedangkan pada kadar air dan penyusutan Daging ayam menunjukkan perbedaan pengaruh yang sangat signifikan (P <0,01). Nilai pH rata-rata pada perlakuan P0, P1, P2, dan P3 adalah 5,9; 5.9; 6.0 dan 5.9. Nilai rata-rata kadar air dalam perlakuan P0, P1, P2, dan P3 adalah 79,30; 84,90; 83.30, dan 83.40. Nilai rata-rata penyusutan daging ayam dalam perlakuan P0, P1, P2, dan P3 adalah 2,7; 4.2; 4,7 dan 4,7. Disimpulkan bahwa penambahan pati emping melinjo (Gnetum gnemon) berpengaruh pada kadar air dan penyusutan daging ayam. Namun, penggunaan tepung emping melinjo (Gnetum gnemon) tidak berkaryh pada pH daging ayam. ABSTRACT This study aims to determine the effect of the use of emping melinjo flour (Gnetum gnemon) in a feed to pH, moisture content, and shrinkage of chicken meat. In an experiment with a completely randomized design of 4 treatments, 4 replications, one experimental unit consisting of 5 randomly divided chicken chickens. The four replications were consistent with four treatments from the study, each containing P0, P1, P2, and P3 were 0% (control), 5%, 10%, and 15%. Melinjo emping flour (Gnetum gnemon) is as an additional feed obtained from the market. The research variables were: pH, Water content, and Chicken Meat Meat Consumption. The results showed that the level of using melting chips (Gnetum gnemon) did not give effect to meat pH (P> 0,05) while in water content and shrinkage Chicken meat showed a very significant difference of influence (P <0.01). The mean pH value at treatment P0, P1, P2, and P3, was 5.9; 5.9; 6.0 and 5.9. The average value of water content in the treatment of P0, P1, P2, and P3 was 79.30; 84.90; 83.30, and 83.40. The mean value of shrinkage of chicken meat in treatment P0, P1, P2, and P3 was 2.7; 4.2; 4.7 and 4.7. It was concluded that the addition of emping melinjo starch (Gnetum gnemon) had an effect on water content and shrinkage of chicken meat. However, the use of emping melinjo flour (Gnetum gnemon) is not significant at the pH of chicken meat.

Page 10 of 24 | Total Record : 231