cover
Contact Name
Tri Ida Wahyu Kustyorini
Contact Email
triida@unikama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
triida@unikama.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains Peternakan
ISSN : 23557338     EISSN : 25794450     DOI : -
Jurnal Sains Peternakan (JSP) is a peer review journal published by the Faculty of Animal Husbandry of Universitas Kanjuruhan Malang, with registered number ISSN 2579-4450 (online), ISSN 2355-7338 (print). JSP aims to publish unpublished scientific research on all aspects of Nutrition and Animal Feed, Animal Production, Animal Reproduction and Breeding, Animal Product Technology, Animal and Socio-Economic and Animal Health aspects. JSP will publish two issues in a year (June and December).
Arjuna Subject : -
Articles 231 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN SUSU SKIM PADA BERBAGAI LEVEL TERHADAP KUALITAS PRODUK HOMEMADE YOGURT YANG MENGGUNAKAN YOGURT PLAIN SEBAGAI STARTER Andreas Do Lebha
Jurnal Sains Peternakan Vol 1 No 2 (2013): JURNAL SAINS PETERNAKAN
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v1i2.352

Abstract

The purpose of this study were to know the influence of increased skim milk in various levels to the quality of yogurt homemade product by used yogurt plain as the starter. This research was conducted on 6th December 2013 up to 6th January 2014 in animal husbandry faculty of Kanjuruhan University laboratory. The method of this study was analyzed based on Completely Randomized Design (CRD) which each treatment are redone at eight times. The result of this research show that the increased of skim milk in level 2.5 % were the high rate of protein were 4.40% and the increased skim milk in level 1,5% were the lowest rate of protein were 3.70%. From the result of this research can be conclude that there is any significant influence of the rate of protein in each treatment (p<0.01) while the test of yogurt which were done in organoleptik showed that there are no significant influence of increasing skim milk based on the level of interest, color, and taste. Key words: Starter, skim milk, yogurt plain, milk cow, fermentation.
Pengaruh pemanfaatan ampas kedelai dan onggok terfermentasi rhizopus sp dalam konsentrat domba Merino terhadap pertambahan bobot badan dan konsumsi pakan Dwi Fiky Evavianto; Dimas Puri Astuti Hadiyani; Waluyo Edi Susanto
Jurnal Sains Peternakan Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v6i2.2887

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the benefits of soybean husk and onggok fermented rhizopus sp in feed merino sheep concentrate of body weight gain and feed intake. Materials used in the study is as much as 12 merino sheep and the methods used by the randomized trial (RAK) using the PO as controls (100% concentrate); P1 (AOT concentrate 90% + 10%); P2 (AOT concentrate 80% + 20%); P3 (AOT Concentrate 70% + 30%). The results of the study with 30% of AOT gift giving weight increase of 25.3 g / tail significantly different (F count> F table) and feed consumption P0 :. 215, 27g / tail, P1 : 203, 13g / eco, P2: 219,24g / tail, P3: 190.72 not significantly different (F arithmetic <F table 0.05), it can be concluded that the AOT replace concentrate when substituted have the same content to concentrate on P0 , P1, P2, and P3. From the results of this study cuncluded that the addition soybean husk and onggok fermented rhizopus sp in feed merino sheep concentrate can increase body weight gain and low consumption level but have a good nutrition with the level of gift 30%. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat dari kulit kedelai dan onggok fermentasi Rhizopus sp dalam pakan merino domba konsentrat dari bobot badan dan konsumsi pakan. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 12 domba dan metode yang digunakan oleh uji coba secara acak (RAK) dengan menggunakan PO sebagai kontrol (100% konsentrat); P1 (AOT berkonsentrasi 90% + 10%); P2 (AOT berkonsentrasi 80% + 20%); P3 (AOT Konsentrat 70% + 30%). Hasil penelitian dengan 30% dari hadiah AOT memberikan peningkatan berat 25,3 g / ekor yang berbeda secara signifikan (F hitung> F tabel) dan pakan P0 konsumsi:. 215, 27g / ekor, P1: 203, 13 g / eco, P2: 219,24g / ekor, P3: 190,72 tidak berbeda nyata (F hitung <F tabel 0,05), dapat disimpulkan bahwa AOT menggantikan konsentrat ketika diganti memiliki konten yang sama untuk berkonsentrasi pada P0, P1, P2, dan P3. Dari hasil penelitian ini diaimpilkan bahwa penambahan kulit kedelai dan onggok fermentasi Rhizopus sp dalam pakan konsentrat domba merino dapat meningkatkan bobot badan dan tingkat konsumsi yang rendah tetapi memiliki gizi yang baik dengan tingkat pemberian 30%.
Substitusi limbah ulat hongkong (Tenebrio molitor) sebagai pengganti konsentrat terhadap konsumsi protein dan protein efisiensi rasio (per) pada daging kelinci pedaging Melody Yoman; Tri Ida Wahyu Kustyorini; Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih
Jurnal Sains Peternakan Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v5i1.3132

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui subtitusi limbah ulat hongkong sebagai pengganti konsentrat terhadap konsumsi protein dan protein efisiensi rasio (PER) pada ternak kelinci. Materi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi ternak kelinci sebanyak 12 ekor, kandang, peralatan dan pakan ternak yaitu limbah ulat hongkong, konsentrat, hijauan. Metode yang digunakan adalah percobaan laboratorium dengan mengunakan 4 perlakuan dan 3 ulangan, meliputi, P0 : Kontrol (Konsentrat 60% + Hijauan 40%), P1 : Limbah Ulat 20% + Konsentrat 40% + Hijauan 40%. P2 : Limbah Ulat 40% + Konsetrat 20% + Hijauan 40%. P3: Limbah Ulat 60% + Hijauan 40%. Adapun variabel penelitian meliputi konsumsi protein dan protein efisiensi rasio (PER). Data yang di dapat pada penelitian ini dianalisis, dengan menggunakan RAL, jika terdapat pengaruh dilanjutkan dengan uji BNT. Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa penambahan limbah ulat pada pakan kelinci memberikan pengaruh yang nyata(P<0,05) terhadap protein efisiensi rasio (PER) dan tidak memberikan pengaruh(P>0,05) terhadap Konsumsi protein. Konsumi protein tertinggi pada P0 (18,81 gr), dan PER tertinggi dicapai pada P1 (1,19). Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa substitusi limbah ulat hongkong sebanyak 20% memberikan nilai terbaik terhadap protein efisiensi rasio (PER). ABSTRACT The purpose of this study was to determine the substitution mealworm waste at concentrate substitusi To the consumption of protein and protein efficiency ratio (PER) in the rabbit.the interial of this research were rabbit, melworn waste, concentrat, forage. The method of this research were. Fleeld experiment,with 4 treatments and 3 replications. Such us P0. Concentrat 60%+ forageP1: waste silkworn 20% + concentrate 40% + forage 40%, P2: waste silkworn 20% + concentrate 40% forage 40% P3: waste mealworm 60% + 40% forage, while The date was analyzed using analysis of variance RAL, if there is the influence followed by LSD test. The result of research were, the substitution of melworn waste on concentrate gave significant effect (P<0.05) to protein eficienci ratio (PER) and did’t gave effect (P>0.05) to protein consumtion. The highest consumtion of protein P0 (18.89) and the highest PER in P1 91,19). Based on the results of the discussion can be concluded that the feed control provides the best value. But economically and based on the use of waste as much as 20%melwormhongkong provide the best value.
The effect of different diluent toward abnormality and motility sexing sperm of etawa cross-bred goat (pe) using egg white sedimentation method Yohanis PIndu Amah; Enike Dwi Kusumawati; Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih
Jurnal Sains Peternakan Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v5i1.3133

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari Kabupaten Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh berbagai metode Sedimentasi putih telur terhadap abnormalitas dan motilitas spermatozoa semen sexing kambing PE. Metode penelitian ini yang digunakan adalah percobaan laboratorium dengan analisis varian. Hasil penelitian menunjukkan pemeriksaan semen berdasarkan evaluasi mikroskopis yang diperoleh menunjukkan gerak massa yang sangat bagus, cepat dan gelap dengan skor positif 3, motilitas individu 94,8%, konsentrasi 3540,2 juta per ml, viabilitas 96,35%, abnormalitas 2,9%. Motilitas spermatozoa dengan menggunakan pengencer Tris lapisan bawah memiliki nilai terendah dibandingkan pengencer lainnya (P<0,01) sebesar 4,71±0,09%. Dapat disimpulkan bahwa abnormalitas dan motilitas spermatozoa semen sexing menggunakan sedimentasi putih telur yang terbaik yaitu dengan pengencer Tris Aminomethan kuning telur dengan rataan motilitas sebesar 65,4% dan rataan abnormalitas sebesar 4,71%. ABSTRACT This research was conducted at the Center for Artificial Insemination Singosari district Malang with the purpose of this research is to know and investigate the effect of various methods of white egg sedimentation to abnormalities and motility sexing sperm goat. This research method used a laboratory experiment with analysis was variance. The results showed sperm examination by microscopic evaluation obtained showed a mass movement which was very nice, fast and dark with a positive score of 3, the individual motility was 94.8%, 3540.2 million per ml concentration, viability was 96.35%, abnormalities 2.9 %. Motility was using Tris bottom layer has the lowest value compared to the other diluent (P <0.01) was 4.71 ± 0.09%. It can be concluded that abnormalities and motility sexing sprem using egg whites sedimentation are best used with Tris Aminomethan yolks egg with the average motility was 65.4% and the average abnormalities was 4.71%.
Subtitusi limbah ulat hongkong (tenebrio molitor) sebagai pengganti konsentrat terhadap kecernaan bahan kering (kcbk), bahan organik (kcbo) dan protein kasar (kcpk) ternak kelinci Tri Ida Wahyu Kustyorini; Dyah Lestari Yulianti
Jurnal Sains Peternakan Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v5i1.3134

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui subtitusi limbah ulat hongkong sebagai pengganti konsentrat terhadap kecernaan bahan kering (KcBK), bahan organik (KcBO) dan protein kasar (KcPK) pada ternak kelinciMateri yang digunakan dalam penelitian ini meliputi ternak kelinci, limbah ulat hongkong, konsentrat, hijauan. Metode penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dan 3 ulangan, percobaan laboratorium, dan air minum diberikan secara ad bilitum, pakan basal ditambahkan limbah ulat P0 : Kontrol + (Konsentrat 60% + Hijauan 40%), P1 : Limbah Ulat 20% + Konsentrat 40% + Hijauan 40%, P2 : Limbah Ulat 40% + Konsentrat 20% + Hijauan 40%, P3: Limbah Ulat 60% + Hijauan 40%, adapun data yang didapat pada penelitian ini dianalisis sidik ragam menggunakan RAL, jika terdapat pengaruh dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukan bahwa ransum yang menggunakan substitusi limbah ulat hongkong memberikan pengaruh yang sangat nyata (P0<0,01) terhadap kecernaan bahan kering, berpengaruh yang nyata (P0<0,05) terhadap kecernaan bahan organic dan kecernaan protein kasar pada ternak kelinci. Kecernaan BK tertinggi pada P0 sebesar 95,85%, Kecernaan Bahan organik tertinggi pada P0 sebesar 96,95% dan kecernaan protein tertinggi pada P0 sebesar 91,21%. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa pakan kontrol memberikan nilai KcBK,KcBO,dan KcPK terbaik ABSTRACT The purpose of this study was to determine the substitution of mealworm waste as a substitute for concentrates on dry matter digestibility, organic matter and crude protein of rabbits The material used in this study included rabbits, mealworm waste, concentrates, forage. This research method used 4 treatments and 3 replications, laboratory experiments, and drinking water was given in ad bilitum, basal feed was added to mealworm waste, P0: Control + (Concentrate 60% + Green 40%), P1: mealworm waste 20% + Concentrate 40% + Forage 40%, P2: 40% mealworm waste + 20% Concentrate + 40% Forage, P3: 60% mealworm waste + 40% Forage, while the data obtained in this study analyzed variance using RAL, if there is an effect followed by a test BNT. The results showed that rations using mealworm waste substitution had a very significant effect (P0 <0.01) on dry matter digestibility, having a significant effect (P0 <0.05) on digestibility of organic matter and crude protein digestibility in rabbits. The highest DM digestibility at P0 was 95.85%, the highest organic matter digestibility at P0 was 96.95% and the highest protein digestibility at P0 was 91.21%. Based on the results it can be concluded that the control feed provides the best dry matter digestibility, organic matter and crude protein .
Analisis strategi pemasaran telur ayam ras Di peternakan bapak andika Desa ngadireso kecamatan poncokusumo kabupaten malang Henny Leondro; Dimas Pratidina Puri Astuti
Jurnal Sains Peternakan Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v5i1.3135

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran telur ayam ras dan untuk mengetahui faktor-faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi strategi pemasaran pada peternakan bapak andika. Dalam penelitian ini data dikumpulkan melalui metode studi kasus, pengumpulan data dibagi menjadi 2 yaitu data primer yang meliputi (observasi, wawancara dan dokumentasi), sedangkan data sekunder di dapat dari jurnal, buku, internet dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 2 strategi pemasaran yang dilakukan. Strategi pemasaran yang pertama yaitu produsen – konsumen, produsen menjual ke konsumen dengan harga Rp 18.300. Strategi pemasaran yang kedua yaitu produsen – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen dengan, telur untuk sampai pada konsumen harus melalui jalur-jalur pemasaran yang lebih panjang. Produsen menjual telur ke pedagang besar dengan harga Rp 18.000. Pedagang besar menjual telur ke pedagang pengecer dalam kota dengan harga Rp 19.000 (25% telur yang dibeli dari produsen), untuk luar kota dengan harga Rp 20.500 (75% telur yang dibeli dari produsen). Pedagang pengecer menjual telurnya ke konsumen akhir dengan harga Rp 21.000 untuk dalam kota dan Rp 22.500 untuk luar kota. Faktor eksternal yang mempengaruhi pemasaran (harga, persaingan, permintaan pasar dan jalur tata niaga), faktor internal (kualitas, kuantitas produksi dan harga). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada 2 strategi yang dilakukan pada peternakan Bapak Andika yaitu (produsen – konsumen) dan (produsen –pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen). Keuntungan yang diperoleh lebih besar pada strategi 2 daripada strategi 1. Untuk proses pemasaran pelaku usaha harus lebih menguasai strategi pemasaran guna untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Abstract This research aims to know marketing strategies poultry egg and factors external and internal that affects marketing strategies on Mr Andika farm. Research was done from 1st November to 1st December 2016. In this research data collected through a method of case study, data collection divided into 2 the primary data that covers (observation, interviews and documentation), while secondary data in be from the jurnal, book, internet and documentation. Analysis of data usedthe descriptive. The research shows that there are two marketing strategies done. The first marketing strategies that is (producer – consumer), producer sell to consumer with the price Rp 18,300. The second marketing strategies that is (producer – wholesalers – retailers – consumer), egg to get on the consumer must go through marketing longer producer sell to wholesalers with the price Rp 18,000. The large sell egg to traders a retailer in the city with the price of Rp 19,000 (25% egg purchased from producer), to out of town with price Rp 20,500 (75% egg purchased from producer). Traders a retailer sell the egg to the consumer at price Rp 21,000 to in the city and Rp 22,500 to out of town. External factors affecting marketing ( price, competition, the market and marketing channels), the internal factor (quality, quantity the produduction and price). The research can be concluded that there are two the strategy took by on Mr Andika farm (producer – consumer) and (producer – wholesalers – retailers – consumer). Their profits greater on 2nd strategy, 1st than strategy. To the process of marketing business players must be more control marketing strategies to profit maximum.
Kualitas spermatozoa semen sexing kambing peranakan etawa (pe) dengan metode sedimentasi putih telur menggunakan pengencer yang berbeda Kornelis Tamo Ama; Enike Dwi Kusumawati; Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih
Jurnal Sains Peternakan Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v5i1.3136

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas spermatozoa semen hasil sexing kambing Peranakan Etawa (PE) dengan metode sedimentasi putih telur menggunakan pengencer yang berbeda. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semen segar kambing PE. Metode percobaan yang digunakan adalah percobaan laboratorium dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) Setiap perlakuan semen sexing kambing Peranakan Etawa dengan pengencer yang berbeda yaitu (P0) CEP, (P1) CEP+kuning telur+putih telur, (P2)CEP+putih telur (P3), CEP+kuning telur dan diulang sebanyak 10 kali. Variabel yang diukur pada penelitian ini adalah motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa. Data yang diperoleh dianalisis dengan mengunakan analisis varian. Apabila perlakuan memberikan pengaruh maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas spermatozoa kambing Peranakan Etawa (PE) dengan berbagai macam pengencer menunjukkan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01). Motilitas dan Viabilitas menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) pada berbagai pengencer Motilitas terbaik pada beberapa lapisan atas sebesar 65% dan CEP+PT lapisan atas 60% dilanjutkan oleh CEP+KT+PT lapisan bawah 55,9% dan CEP+PT lapisan bawah 55% dilanjutkan lagi oleh CEP+KT lapisan atas 50% dan lapisan bawah 45% dan yang paling terkecil adalah CEP lapisan bawah 40%. Viabilitas spermatozoa dari yang tertinggi yaitu CEP+KT+PT lapisan atas sebesar 69,553% dan CEP+PT lapisan atas sebesar 69,519% dan dilanjutkan dengan CEP+PT lapisan bawah sebesar 65,504% dan CEP+KT+PT lapisan bawah 65,473%, dan dilanjutkan lagi dengan CEP+KT lapisan atas sebesar 60,269% dan lapisan bawah sebesar 53,476% dan yang paling terkecil yaitu CEP lapisan bawah sebesar 40,371%. Presentase Abnormalitas menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05). Tetapi CEP+KT+PT lapisan atas menunjukkan persentase yang paling rendah yaitu sebesar 4,88% dibandingkan perlakuan lainnya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas spermatozoa semen sexing kambing PE dengan menggunakan pengencer CEP+ kuning telur + putih telur pada lapisan atas memberikan hasil terbaik terhadap kualitas spermatozoa ditinjau dari motilitas, viabilitas dan abnormalitas. ABSTRACT The purpose of this study was to determine the sexing sperm quality of Etawa cross-bred goat (PE) with egg white sedimentation method using different diluents. The material used in this study was the fresh semen Etawa crossbreed goat (PE) of the center for Artificial Insemination (BBIB) Singosari Malang. The method is laboratory research using completely randomized design. Consist of CEP, CEP + KT, CEP + PT, CEP + KT + PT and repeated 10 times. The variables are motility, viability and abnormality of sperm. Data were analyzed by using variance analysis. If the treatment effect then continued by Least Significant Difference (LSD). The results showed that the quality of Etawa cross-bred goat sperm with various diluents showed a significant influence (P <0.01). Motility and viability showed differences (P <0.01) in various diluents. The best motility and viability on top layer of CEP+KT+PT diluent were 65% and 69%, 55%. Percentage abnormalities showed that the treatment was not significant effect (P> 0.05). but top layer CEP+KT+PT diluent shows the percentage of abnormality west 4.88% compared to the other treatments. From the results of this study concluded that the quality of sexing semen quality by using dilution CEP + yolk white egg on the top layer gives the best results on the quality of sperm in terms of motility, viability and abnormalities. Based on this study it is suggested that the use of sexing semen with egg white sedimentation method using diluent CEP + yolk + white egg.
Pengaruh pemberian tepung biji durian sebagai bahan pengisi bakso daging itik petelur afkir terhadap daya susut masak dan uji organoleptik Abu Bakar; Permata Ika Hidayati; Tri Ida Wahyu Kustyorini
Jurnal Sains Peternakan Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v5i1.3154

Abstract

ABSTRACT The purpose of this research is to know the effect of giving of durian seed meal as filling material of laying duck meatballs with organoleptic test and cooking shrinkage on elasticity, aroma, taste, color and texture. This method uses a complete Randomized design with four repetitions. Grain levels of durian 0% (P0), 5% (P1), 10% (P2), 15% (P3), and 20% (P4) durian grains. Using single variance analysis data. The results of organoleptic test and cooking shrink showed that in P0 and P1 treatment with 0-5% durian flour level there was a very real effect (P<0.01). While on P2, P3 and P4 does not influence good elasticity, aroma, taste, color, and texture. This is why more and more level of durian seed meal will decrease. Suggested in the process of making duck meatballs using 95% tapioca flour with 5% durian seed meal
Analisis pendapatan dan efesiensi usaha peternakan ayam petelur jantan (studi kasus pada usaha peternakan milik bapak sahroni di desa mendalan wangi kecamatan wagir kabupaten malang) Moses Elsoin; Dimas Pratidina Puri Astuti; Waluyo Edi Susanto
Jurnal Sains Peternakan Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v5i1.3156

Abstract

ABSTRAK Peternakan merupakan salah satu sub sektor pertanian yang berpeluang besar untuk dapat di kembangkan. Komoditas unggas mempunyai prospek pasar yang sangat baik karena didukung oleh karakteristik produk unggas yang dapat diterima oleh masyarakat Indonesia. Ayam petelur jantan masih menjadi peluang yang sangat besar bagi industri peternakan perunggasan di Indonesia, hal ini disebabkan karena bibit ayam petelur jantan mudah didapatkan serta pasar penjualan daging ayam petelur jantan telah memiliki target pasar sendiri. Penelitian ini di lakukan pada usaha peternakan ayam petelur jantan milik Bapak Sahroni di Desa Mandalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan dan efesiensi usaha peternakan ayam petelur jantan di Desa Mendalanwangi Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kualitatif dengan pendekatan deskrptif. Dengan prosedur pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi serta analisis data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Dalam penelitian ini variabel yang diamati yaitu biaya produksi yang dikeluarkan, pendapatan, laba atau keuntungan, break even poin (BEP), revenue cost ratio(R/C Rasio) dan tingkat efesiensi. Hasil penelitian diperoleh bahwa total biaya produksi Rp. 563.160.000,-/tahun (4 periode), total pendapatan Rp. 605.542.750,-/tahun (4 periode), laba atau keuntungan Rp. 42.382.750,-/tahun (4 perode), BEP harga Rp. 19.642,- riil Rp. 18.261,-/tahun BEP produksi 30.829 ekor/tahun riil 28.671 ekor/tahun (4 periode), efesiensi dan R/C rasio 1,07,-/tahun (4 periode) dan B/C sebesar 0,07,-/tahun (4 periode). Kesimpulan yang dapat di ambil dari penelitian ini adalah usaha peternakan ayam petelur jantan sudah efisien dan layak di kembangkan. Saran yang dapat di sampaikan dari hasil penelitian adalah pemilik peternakan agar lebih memperhatikan manajemen pemeliharaan supaya usaha peternakan bisa lebih efisien lagi. ABSTRACT The ranch is one of the agricultural sector who could be great to develop. Poultry commodities has a very good market prospects because it is supported by the characteristics of the poultry products which may be accepted by the people of Indonesia. Laying hens males is still a huge opportunity for the industry the poultry farms in Indonesia, this is because the male laying hens seeds easily obtained meat sales market as well as laying hens males have had a target market on its own. The research was done on the farm belonged to Mr Sahroni a male laying hens in village Mandalanwangi, district Wagir, Malang. The purpose of this research is to know the income of farmer and livestock business male laying hens on a farm of Mr. sharoni Village Mendalanwangi Material and methods used in this research was the qualitative method with the deskrptif approach. With the data collection procedure, namely observation, interview and documentation as well as the data analysis the data used are secondary and primary data. In this study the observed variable that is the cost of production, income, profits or gains, the break even point (BEP), revenue cost ratio (R/C ratio) and the level of efficiency. The research results obtained that the total cost of production during the period 4 Rp. 571.160.000/year, total revenue of Rp. 605.482.750/year, profit or the profit of Rp. 34.322.750/year, BEP price IDR 18,267, real-Rp. 19.642,-/, BEP production 28,671,-head/ real 30,829 /year, efficiency and R/C ratio of 1.06/and B/C of 0.06/year. The conclusion that can be taken from this research is the male laying hens farm already efficient and feasible in develop. Suggestions that can convey the results of the research is the owner of the farm in order to pay more attention to the management of maintenance so that the farm could be more efficiently again.
Kualitas semen segar kambing kacang pada suhu 50c dengan lama simpan yang berbeda menggunakan pengencer dan tanpa pengencer Feri Setiawan; Enike Dwi Kusumawati
Jurnal Sains Peternakan Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v5i2.3157

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas semen segar Kambing Kacang pejantan pada penyimpanan suhu 5oC dengan lama simpan yang berbeda menggunakan pengencer dan tanpa pengencer. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fakultas Peternakan Universitas Kanjuruhan Malang pada tanggal 6 sampai 11 Februari 2012. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Materi penelitian yang digunakan adalah semen segar Kambing Kacang. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas spermatozoa Kambing Kacang pada suhu 5oC dengan lama simpan yang berbeda menggunakan pengencer dan tanpa pengencer menunjukkan adanya perbedaan yang sangat nyata (P<0.01). Pada pengamatan motilitas dan viabilitas spermatozoa kambing Kacang pada suhu 5oC baik yang menggunakan pengencer maupun tanpa pengencer menunjukkan adanya perbedaan yang sangat nyata (P<0.01). Tetapi pada pengamatan abnormalitas tidak menunjukkan adanya pengaruh penggunaan pengencer (P>0.01) serta tidak terdapat pengaruh interaksi antara lama simpan dan penggunaan pengencer terhadap abnormalitas spermatozoa kambing Kacang (P>0.01). Namun terdapat pengaruh yang sangat nyata lama simpan terhadap abnormalitas spermatozoa kambing Kacang pada suhu 5oC baik yang menggunakan pengencer maupun tanpa pengencer (P<0.01). Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini yaitu bahwa penyimpanan semen segar kambing Kacang pada suhu 50C tanpa menggunakan pengencer mempunyai kualitas yang paling baik yaitu mampu bertahan sampai lama simpan ke 42 jam. Abstract This research aimed to determine the quality of a fresh semen Kacang goat at 50C temperature the various preservings time within and withouth extender. This research had been performed in Animal Husbandry Faculty of Kanjuruhan University Malang since 6 until 11 February 2012. The research method used was Completely Randomized Design (CRD) Factorial. Research used was fresh semen Kacang goat. The result of the research indicated that spermatozoa quality of Kacang goat at 50C in different preservings time within and without extender showed the significant differentcy (P<0,01). In motility and viability observation spermatozoa of Kacang goat at 50C either with and without extender showed the significant differntcy (P<0,01). But at the abnormality observation it did not show the influence of the usage extender (P>0,01) and there was no interaction influence between the preserving time and the extender usage forwards the abnormality of Kacang goat spermatozoa (P>0,01). But there was a significant influence of preserving time to wards the abnormality of spermatozoa at 50C temperature either with extender and withoud extender (P<0,01). This research result concludes that the Kacang goat fresh semen preserving without using extender is the best quality that it is able to stay freshly until 42 hours.