cover
Contact Name
Dr. Ir. Toto Rusianto, M.T
Contact Email
-
Phone
0274-563029 Psw. 113
Journal Mail Official
jurtek@akprind.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Jl. Kalisahak 28 Kompleks Balapan, Yogyakarta, 55222
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi
ISSN : 19793405     EISSN : 23386711     DOI : https://doi.org/10.34151/jurtek
Jurnal Teknologi adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Teknologi Industri Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta sebagai wahana publikasi karya ilmiah/penelitian di bidang sains dan teknologi. Jurnal Teknologi menerbitkan dua terbitan per tahun (Juni dan Desember). Tujuan Jurnal Teknologi adalah untuk menerbitkan artikel penelitian yang berkualitas yang didedikasikan untuk semua aspek perkembangan terkini di bidang teknologi industri.
Articles 397 Documents
PEMANFAATAN DATA WAREHOUSE UNTUK MENDUKUNG STRATEGIC SOURCING STUDI KASUS: BUMN ABC Muhaemin, Muhaemin; Rustamaji, Tras
Jurnal Teknologi Vol 13 No 1 (2020): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses Pengadaan Barang di BUMN telah diatur dalam Peraturan Menteri BUMN Nomor PER -08/MBU/12/2019 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Badan Usaha Milik Negara yang diteken pada 12 Desember 2019 serta diundangkan pada 16 Desember 2019 oleh Kementerian Hukum dan HAM. Pengadaan barang dan jasa adalah kegiatan untuk mendapatkan barang dan jasa yang dilakukan oleh BUMN yang pembiayaannya berasal dari anggaran BUMN, yang prosesnya dimulai dari perencanaan kebutuhan, sampai dengan serah terima hasil pekerjaan. Namun demikian pengelolaan dan pemanfaatan data pengadaan masih menjadi permasalahan sehingga sulit dilakukan analisis strategis sourcing guna mendapatkan pengelolaan barang dan jasa secara efektif. Penelitian ini bertujuan memafaatkan teknologi data warehouse untuk mendukung strategic sourcing di salah satau BUMN , dalam hal ini BUMN PT. ABC. Sumber data peneltian ini berasal dari historical transaksi perencanan pengadaan yang dikenal dengan dokumen PR (Purcase Request) , PO (Purcase Order) dan Invoice dari setiap aktivitas pengadaan barang dan jasa. Data-data dari elektronik dan non elektronik diolah dengan teknologi data warehouse sehingga didapatkan berbagai output untuk mendukung strategic sourcingspend analysis dan supply method.
RANCANG BANGUN ALAT PENGHEMAT BAHAN BAKAR PREHEATER WATER SYSTEM (PWS) UNTUK BAHAN BAKAR BIO SOLAR Pranoto, Aji; Hidayat, Taufiq
Jurnal Teknologi Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembakaran bahan bakar solar disuatu ruang bakar memerlukan tekanan yang cukup tinggi. Hal ini sering kali menjadi penyebab ketidak sempurnaan proses pembakaran. Alat dengan system pemanas air dan pemanas listrik preheater water system (PWS) dirancang bangun untuk mempermudah pembakaran, dimana sebelum bahan bakar masuk ke pompa injeksi, bahan bakar dipanaskan dengan memanfaatkan air radiator dan pemanas elemen listrik dengan suhu tertentu. Alat terbuat dari tabung pipa diameter 140 mm, tinggi 170 mm. Pipa tembaga spiral dimeter 8,5 mm panjang 750 mm. Elemen pemanas listrik dan kontrol suhu. Tabung pipa dibentuk sedemikian rupa sehingga bisa menampung panas air radiator. Sedangkan pipa tembaga dirol berbentuk spiral dimasukan ke dalam tabung dan bagian bawah dijepit oleh elemen pemanas listrik yang dikontrol lewat rangkaian elektronik. Cara kerja tabung pipa sebagai penampung sirkulasi panas air radiator, elemen pemanas listrik yang dikontrol dengan sensor suhu sebagai pemanas pipa tembaga sebagai pemanas bahan bakar bio solar dari tangki bahan bakar sebelum masuk ke pompa injeksi. Sehingga bahan bakar bio solar akan menjadi panas saat menuju pompa injeksi, dan disemprotkan ke ruang bakar dengan suhu yang panas. Suhu bahan bakar sebelum pemanasan 30oC, dengan pemanasan air radiator suhu menjadi 50oC, dengan pemanasan elemen pemanas suhu menjadi 55oC dan saat kedua pemanas difungsikan suhu menjadi 60oC. Pada putaran idle 800 rpm kenaikan suhu bahan bakar 50oC konsumsi bahan bakar lebih hemat 26%. Pada putaran menengah 1200 rpm kenaikan suhu 55oC konsumsi bahan bakar lebih hemat 15%. Pada putaran 2200 kenaikan suhu 60oC lebih boros 15%. Panas optimum bahan bakar paling hemat yaitu 50oC. Sedangkan suhu 60oC akan mengakibatkan bahan bakar boros.
Persebaran Salinitas Air Tanah Di Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati Muchlis Muchlis; Paramita Dwi Sukmawati; Arie Noor Rakhman; Thomas Budi Antoni
Jurnal Teknologi Vol 14 No 1 (2021): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/jurtek.v14i1.1384

Abstract

Daerah sekitar pesisir Kecamatan Dukuhseti didominasi oleh kawasan pemukiman dan lahan tambak. Banyaknya penggunaan lahan tambak berpotensi menyebabkan tingginya salinitas air tanah di Kecamtan Dukuhseti, karena lahan tambak menggunakan air asin sehingga sangat mudah merembes ke dalam tanah baik melalui atas permukaan ataupun bawah permukaan tanah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat dan sebaran salinitas air tanah di Kecamatan Dukuhseti. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif berdasarkan klasifikasi salinitas Goetz, dan klasifikasi zona konservasi air tanah Departemen Energi Sumber Daya Mineral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas air sumur di wilayah Kecamatan Dukuhseti memiliki nilai 0 mg/l sampai dengan 15.000 mg/l. Salinitas yang terdeteksi masih dalam katagori tawar-payau. Berdasarkan zona konservasi air tanah Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral air tanah di Kecamatan Dukuhseti masuk kedalam 3 kategori yaitu aman, rawan, dan kritis. Kadar salinitas pada air tanah sebagian besar dipengaruhi oleh jarak dari garis pantai dan penggunaan lahan tambak.
Pemanfaatan Serat Pohon Pisang Kepok (Musa paradisiacal L) Sebagai Bahan Baku Pembuatan Hardboard Bambang Kusmartono; Murni Yuniwati; Zumratul Adzkiyaa
Jurnal Teknologi Vol 14 No 1 (2021): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/jurtek.v14i1.2074

Abstract

Hardboard merupakan sebuah panel homogen yang dibuat dari serat  sellulosa, yang dikombinasi dengan resin sintetik atau bahan perekat lainnya, yang direkatkan secara bersamaan dalam keadaan panas dan bertekanan. Serat selulosa dapat diperoleh dari berbagai tumbuhan. Bahan additive dapat ditambahkan selama proses pembuatan untuk merubah atau memperbaiki sifat yang dihasilkan. Tanaman pisang setelah diambil buahnya akan tersisa batang (pelepah) pohon pisang yang jarang digunakan sehingga menjadi limbah pertanian yang tidak berguna. Pelepah pohon pisang  banyak mengandung serat yang kuat sehingga dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai ekonomi yaitu  sebagai bahan penyusun hardboard. Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan pelepah pisang menjadi hardboard. Pelepah pisang dijemur sampai kering kemudian digiling dan diayak dengan mesh screen untuk memperoleh berbagai ukuran serat pelepah pisang. Serat pisang ditambah urea formaldehyde, dan PVAc dengan perbandingan yang divariasikan  lalu diaduk hingga merata. Kemudian campuran dimasukkan kedalam cetakan, ditekan dengan kempa panas dalam waktu10 menit, dilepas dari cetakan dan didinginkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil ukuran serat akan diperoleh hardboard yang memiliki sifat lebih sulit menyerap air, dan persentase pengembangannya semakin kecil (tidak mudah menyerap air dan tidak mengembang). Sedangkan pengaruh perbandingan PVAc: Serat:Urea formaldehyde adalah semakin besar PVAc yang digunakan akan akan dieroleh hardboard semakim  mudah menyerap air, kerapatan semakin besar, tetapi pengembangannya semakin kecil. Kondisi yang terbaik dari proses pembuatan hardboard dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan ukuran butir lebih kecil dari 70 mesh dan perbandingan PVAc  dengan bahan adalah 1,5 :1, hardboard yang dihasilkan adalah hardboard densitas tingi, penyerapan air 5 sd 13% dan persentase pengembangan maksimal 12%.
Studi Ekperimental Variasi Panjang Pipa Suction Terhadap Debit Limbah Dan Efisiensi Pada Pompa Hidram Sarjono Sarjono
Jurnal Teknologi Vol 14 No 1 (2021): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/jurtek.v14i1.3225

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi panjang pipa suction terhadap debit limbah dan efisiensi pompa hidram. Penelitian menggunakan pompa hidram dengan tinggi permukaan reservoirnya 2 m, diameter tabung tekan 3 inchi dan tinggi 70 cm, diameter pipa penghantar 0,5 inchi dan tinggi 6 m serta variasi panjang pipa inlet 2,5 m; 3 m; dan 3,5 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi panjang pipa suction berpengaruh terhadap debit dan efisiensi pompa hidram. Pada panjang pipa suction 2,5 m menghasilkan debit dan efisiensi yang maksimal yaitu 1,25 liter/menit dan 34,5%. Jika dibandingkan dengan penggunaan panjang pipa Suction 3 m dan 3,5m ada selisih efisiensi sekitar 10%.
Analisis Sistem Eksitasi Pada Generator Pararel Terhadap Daya Reaktif Fita Sari; Agus Darwanto
Jurnal Teknologi Vol 14 No 1 (2021): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/jurtek.v14i1.3276

Abstract

Generator merupakan peralatan yang sangat penting pada pembangkit listrik, karena generator dapat mengubah tenaga mekanik menjadi tenaga listrik. Selain itu, generator juga berfungsi menjaga kestabilan pembangkitan, salah satunya menjaga kestabilan tegangan. Menjaga kestabilan tegangan dilakukan dengan menjaga perubahan fluks pada generator dengan menjaga kestabilan sistem eksitasi dan daya reaktif pada generator. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar perbandingan yang paling tepat antara arus eksitasi yang dihasilkan dengan daya reaktif yang dihasilkan pada pembangkit agar dapat mengontrol generator secara cepat dan tepat dalam penanganan masalah eksitasi generator. Metode yang digunakan adalah menghitung kembali data keluaran dan masukkan generator yang sudah bekerja paralel per jam operasi. Hasil perhitungan perbandingan antara arus eksitasi dan daya reaktif pada GTG 2.2 yaitu 600.67 A arus eksitasi menghasilkan 39.4 MVAR daya reaktif, sedangkan pada GTG 2.3 yaitu 611.44 A menghasilkan daya reaktif sebesar 35.4 MVAR dalam sehari serta presentase daya reaktif yang dibangkitkan pada PLTGU blok 2 sebesar 53% dalam sehari.
Manajemen Risiko Dalam Bisnis Forex Dengan Metode House Of Risk Ridwan Fiqtyandi Alfath; Winda Nur Cahyo
Jurnal Teknologi Vol 14 No 1 (2021): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/jurtek.v14i1.3318

Abstract

Tingginya minat dan ketertarikan masyarakat dunia terhadap dunia valuta asing atau forex (foreign exchange) meningkat cukup drastis dari tahun ke tahun. Dari data statistik yang diolah oleh BIS (Bank for International Settlement), yang mana menunjukkan data turnover foreign exchange market dari tahun 2001 yang hanya berkisar 1.239 billion  menjadi 5.067 billion di tahun 2016. Oleh karena bisnis forex ini memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi, serta tingginya minat masyarakat dunia akan bisnis ini, maka perlu dilakukan penelitian terkait cara pengelolaan risiko dan pengambilan keputusan dalam bisnis forex tersebut.. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode house of risk dalam identifikasi sumber risiko dan tindakan mitigasinya. House of risk terdiri dari 2 fase. Fase pertama yaitu identifikasi kejadian risiko dan agen risiko. Dari hasil wawancara, diskusi, dan brainstorming yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa dalam bisnis forex terdapat 10 kejadian risiko dan 13 agen risiko yang teridentifikasi. Kemudian dari hasil pareto diagram diperoleh 5 agen risiko terpilih berdasarkan nilai ARP tertinggi dengan perbandingan 80:20 sehingga mitigasi yang dilakukan dapat lebih fokus. Pada house of risk fase 2, dilakukan diskusi dan wawancara dan diperoleh 13 preventive action (PA) sekaligus dengan derajat kesulitan pada masing-masing PA sebagai nilai input dalam tabel house of risk fase 2. Berdasarkan hasil nilai ETD (effectiveness to difficulty) dilakukan pengurutan dari ke 13 PA tersebut, dimana mitigasi memilih broker yang teregulasi oleh regulator resmi dan diakui dunia (PA1) menempati prioritas tindakan pencegahan pertama dengan nilai ETD 4212, diikuti oleh 12 tindakan pencegahan lainnya dengan urutan ETD terbesar sampai terkecil.  
Estimasi Ketidakpastian Nilai Acuan Kobalt Dan Mangan Dalam Matriks Air Minum Kemasan Christine Elishian; Isna Komalasari; Eka Mardika Handayani; Oman Zuas; Nuryatini Hamim; Ayu Hindayani; Dyah Styarini; Eka Pratiwi
Jurnal Teknologi Vol 14 No 1 (2021): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/jurtek.v14i1.3542

Abstract

Ketidakpastian merupakan salah satu bagian penting dari nilai acuan suatu bahan acuan bersertifikat. Pada penelitian ini, komponen – komponen ketidakpastian pada penentuan nilai acuan kobalt (Co) dan Mangan (Mn) dalam bahan acuan matriks Air Minum Kemasan (AMK) telah berhasil diidentifikasi dan ditentukan dengan mengacu pada ISO/Guide 35:2017. Komponen yang berkontribusi pada nilai acuan Co dan Mn yaitu komponen ketidakpastian yang bersumber dari homogenitas sampel, ketidakpastian asal stabilitas jangka panjang penyimpanan dan ketidakpastian yang bersumber dari karakterisasi. Proses karakterisasi nilai acuan dilakukan dengan perbandingan dua metode yaitu ICP-MS dan ICP-OES menggunakan internal standar Ytrium dan kalibrasi eksternal. Nilai acuan logam Co dan Mn beserta ketidakpastiannya yaitu 14,8 ± 2,7 µg Kg-1 dan 41,6 ± 7,5 µg Kg-1 pada tingkat kepercayaan 95% dengan faktor cakupan 2. Adapun sumber kontributor terbesar ketidakpastian nilai acuan ditemukan berasal dari komponen stabilitas jangka panjang yaitu sebesar 1,17 µg Kg-1 (8%) dan 3,59 µg Kg-1 (9%) masing-masing untuk Co dan Mn.
Penerapan Metode Storet Dan Indeks Diversitas Fitoplankton Dari Shannon-Wiener Sebagai Indikator Kualitas Perairan Situ Rawa Kalong Depok, Jawa Barat Gannes Citraning Sidomukti; Wisnu Wardhana
Jurnal Teknologi Vol 14 No 1 (2021): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/jurtek.v14i1.3543

Abstract

Situ Rawa Kalong dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk budidaya ikan, kegiatan memancing dan tempat rekreasi. Situ tersebut dikelilingi oleh empat buah pabrik (kap lampu, minuman kemasan, kosmetik, plastik) dan pemukiman penduduk sehingga rentan terkena cemaran organik dan anorganik yang berdampak pada organisme perairan, khususnya fitoplankton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diversitas fitoplankton serta mengetahui status mutu dan kualitas perairan di Situ Rawa Kalong melalui metode Storet dan perhitungan indeks diversitas fitoplankton dari Shannon-Wiener. Pengamatan dilakukan pada bulan Oktober 2020. Pengambilan sampel fitoplankton dilakukan secara horizontal. Fitoplankton yang ditemukan selama pengamatan yakni divisi dari Bacillariophyta, Chlorophyta, Cyanophyta dan Euglenophyta. Berdasarkan hasil metode Storet, perairan Situ Rawa Kalong memiliki status mutu air kelas D dengan skor (-46) – (-48). Nilai tersebut tergolong buruk dan menunjukkan bahwa kualitas perairan di Situ Rawa Kalong mengalami pencemaran berat dengan nilai indeks diversitas berkisar antara 0,46 – 0,48 yang menunjukan komunitas tidak stabil dan terdapat jenis yang mendominasi. Jenis fitoplankton yang mendominasi adalah Chlorella sp. dan Microcystis sp.
Analisis Perubahan Tutupan Lahan Sebelum Dan Setelah Gempa Bumi Tahun 2018 Di Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat Vindy Arinka Fitri; Indah Prasasti
Jurnal Teknologi Vol 14 No 1 (2021): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/jurtek.v14i1.3544

Abstract

Gempa bumi telah mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 29 Juli 2018 dan kembali terjadi tepatnya tanggal 5 Agustus dan 19 Agustus 2018. Akibat yang timbul oleh peristiwa ini diantaranya kerusakan infrastuktur pada bangunan, luka-luka hingga memakan korban jiwa. Salah satu dampak terparah berada di Kecamatan Sambelia. Pada penelitian ini dilakukan pemetaan tutupan lahan Kecamatan Sambelia pada tahun 2017, 2018, dan 2019. Analisis dilakukan berupa perbandingan ketiga peta agar diketahui perubahan tutupan lahan. Data yang digunakan adalah citra satelit Landsat 8 dan dilakukan klasifikasi supervised dengan metode Maximum Likelihood Classification. Tutupan lahan yang diidentifikasi pada studi ini adalah badan air, lahan pertanian dan perkebunan, lahan terbangun, lahan terbuka, hutan bakau, semak belukar, dan vegetasi tinggi. Hasil perubahan yang terdeteksi pada tahun 2017 sampai 2018 menunjukkan lahan vegetasi tinggi mengalami penurunan luas lahan yang masif. Selain lahan vegetasi tinggi, penurunan luas lahan juga terjadi pada lahan terbangun, hutan bakau, badan air, dan semak belukar sedangkan lahan terbuka sebaliknya. Pada tahun berikutnya, luas badan air dan lahan terbangun berbalik meningkat yang diikuti oleh lahan pertanian dan perkebunan. Berbeda dengan luas vegetasi tinggi, semak belukar, dan hutan bakau yang menurun secara konstan tiap tahunnya. Secara garis besar, uji akurasi terhadap peta tutupan lahan tahun 2017, 2018, dan 2019 menghasilkan overall accuracy masing-masing 97,14%, 92,50%, dan 91,42% serta Kappa Coefficient yakni 96,66%, 91,42%, dan 90%. Perubahan tutupan lahan terutama pada bangunan dan lahan terbuka diperkirakan sebagai akibat dari gempa bumi.